Depok

Depok

Arifin Harun Kertasaputra Resmi Sebagai Penjabat Walikota Depok

IMG-20160201-WA0004

BERIMBANG.COM, Depok – Serah terima jabatan (Sertijab) Wali Kota Depok kepada Penjabat (PJ) Wali Kota, Arifin Harun Kertasaputra sudah diselenggarakan. Kegiatan yang diselenggarakan di aula lantai 5, Gedung Balai Kota Depok ini dihadiri oleh Kepala DPRD Kota Depok, Sekda Kota Depok, kepala OPD, Dandim, dan Polres Kota Depok.Senin (1/2/2016)

Pada Sertijab kali ini ditandai dengan pemberian berkas secara simbolis oleh mantan Wakil Wali Kota Depok, Idris Abdul Shomad kepada Arifin Harun Kertasaputra. Hal tersebut dikarenakan mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi sedang berhalangan hadir karena sedang sakit.

Arifin mengatakan, dirinya akan menjalankan yang sudah direncanakan dan juga akan langsung berkoordinasi dengan lurah, camat serta kepala OPD. Arifin juga berharap dalam masa transisi ini seluruh unsur OPD bisa terus memberikan palayanan kepada masyarakat dengan baik.

“Sebagai penjabat sementara tidak ada perbedaan, saya harus mengawal program yang sudah direncanakan sebelumnya,” ujar Arifin.

Arifin yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat nantinya selama menjabat akan memberikan laporan kinerja OPD kepada wali kota definitif yang akan dilantik. Laporan tersebut akan menjadi bahan masukan untuk dievaluasi kembali oleh wali kota terpilih.

“Tidak masalah jika saya menjabat sebagai PJ hanya seminggu atau dua minggu, laporan dinas tetap akan saya berikan. Itu kan sebagai masukan dan bahan evaluasi terhadap wali kota terpilih yang akan dilantik nantinya,” tambahnya.

Penjabat Wali Kota Depok ini berlaku sampai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok terpilih periode 2016-2021 segera dilantik. Pelantikan sendiri hingga saat ini masih menunggu instruksi dari Pemerintah pusat.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Alo kepada berimbang.com menjelaskan, fungsi PJS Walikota adalah Sama seperti Walikota Definitif, hanya PJS tidak Bisa melakukan mutasi kepada perangkat OPD, seandainya mutasi di lakukan harus persetujuan Menteri Dalam Negeri.(Rahmat/Adi)

Depok

Razia Kendaraan Di Lingkungan Kampus, Pihak UI Gandeng Polsek Beji

Petugas sedang memberikan arahan.  (Foto : Rahmat Budianto)
Petugas sedang memberikan arahan. (Foto : Rahmat Budianto)

BERIMBANG.COM, Depok – Guna menertibkan pengendara roda dua di lingkungan Kampus UI Kota Depok , Unit Pelayanan Terpadu Pengelola Lingkungan Kampus (UPT PLK ) Universitas Indonesia Depok gelar rapat Koordinasi bersama Polsek Beji dan Koramil Beji di lingkungan Kampus UI.

Polsek Beji menggandeng PLK UI dan Koramil beji untuk melakukan Razia gabungan dalam rangka penertibkan pengendara roda dua yang tidak mentaati aturan di Lingkungan Kampus UI Depok .Rabu (27/1/2016) tadi pagi.

Pemeriksaan yang dilakukan diantaranya kendaraan yang tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)  dan yang tidak menggunakan Helm.

Menurut Kapolsek Beji melalui Seifo Humas Kapolsek Beji AKP, Asaeli Bate’e di lokasi kepada berimbang.com mengatakan, pihak UI berencana akan melaksanakan Razia Gabungan ini 2 bulan sekali dan rencananya akan di laksanakan pada tanggal 3 setiap bulannya pukul 16.00 WIB.

” Hal ini di lakukan sebagai Shockteraphy bagi pengendara roda dua, dari kalangan Mahasiswa dan masyarakat umum yang masuk di lingkungan kampus UI,” ujar Asaeli

” Untuk lokasi, sasarannya adalah Fakultas Tekhnik , Fakultas Ekonomi dan Pintu Keluar Fakultas Tekhnik. Jadwal nya akan di sesuaikan, terang Asaeli .

Hadir dalam rapat koordinasi yaitu Kapolsek Beji Kompol, Gusti Ayu Supiati, Pelda Edi W mewakili Koramil beji Serta Prof. Dr Ir Anondo Wijanarko. M. Eng, kepala UPT PLK Kampus UI. (Rahmat Budianto)

Depok

SDN Beji Timur 03 Salurkan Bantuan Program Indonesia Pintar

Kepala SDN Beji Timur 3, Jaenudin.   (Foto : Rahmat Budianto)
Kepala SDN Beji Timur 3, Jaenudin. (Foto : Rahmat Budianto)

BERIMBANG.COM, Depok – Sebanyak 419 Siswa SDN 03 Beji Timur Kecamatan Beji Depok menerima bantuan dana Program Indonesia Pintar tahun 2015.

Program PIP adalah program bantuan dari Kementrian Pendidikan untuk Operasional Siswa SD, SMP dan SMA termasuk juga Kelas Paket A, B Dan Kelas Paket C .

Program ini sebagai Pengganti BSM (Bantuan Siswa Miskin) yang di gulirkan serentak secara nasional.

Program ini telah di gulirkan sejak beberapa bulan lalu di akhir tahun 2015 untuk seluruh siswa SD, SMP Dan SMA termasuk kelas paket dan di rencanakan bulan februari mendatang pencairan dana PIP selesai seluruhnya.

Menurut Jaenudin Kepala Sekolah SDN 3 Beji Timur di kantornya Usai Melakukan Pencairan Dana PIP untuk peserta didiknya kepada  berimbang.com menjelaskan, seluruh siswa yang terdaftar di Dapodik ( Daftar Induk Peserta Didik) sejumlah 419 siswa seluruhnya sudah dapat menerima dari pencairan PIP secara kolektif ataupun Individu.

” Terakhir jum’at kemarin tgl 22- januari 2016, semua siswa yang datanya belum lengkap juga sudah mendapatkan,saya berharap saat pensiun nanti bisa menikmati masa pensiun dengan tenang dan tidak ada permasalahan berkaitan dengan masa kepemimpinan saya di sekolah ini,” ujar Jaenudin belum lama ini.

Ditempat terpisah kepala Unit Pelayan Pembantu BRI, Amri Firdaus kepada berimbang.com di ruang kerjanya mengatakan, berkaitan dengan adanya beberapa nama peserta didik dari SDN 03 beji timur yang tertunda pencairannya di sebabkan adanya data siswa belum lengkap dikarenakan harus mencocokan data siswa dengan persyaratan administrasi yang sudah di tentukan.

” Bahkan kami harus lembur kerja supaya data siswa yang sudah masuk secepatnya bisa mencairkan dana program tersebut, tugas kami hanya sebatas membayarkan lebih dari 3000 siswa yang dilayani dan kami juga melayani program sertifikasi untuk guru,” Terangnya (Rahmat Budianto)

Depok

Kapolres Depok : Perketat Ruang Gerak Teroris

Kapolres Depok dalam sambutannya di Balaikota.    (Foto : Rahmat Budianto)
Kapolres Depok dalam sambutannya di Balaikota. (Foto : Rahmat Budianto)

BERIMBANG.COM, Depok – Dalam rangka antisipasi dan mempersempit ruang gerak terhadap pelaku aksi teroris Kapolres Depok, Kombes Pol Dwiyono S.IKA, MSi  mengajak 3 Pilar Kamtibmas  samakan persepsi dan satukan langkah dalam menghadapi aksi teroris dengan cara membangun komunikasi kepada seluruh elemen masyarakat seperti tokoh pemuda tokoh agama, dan tokoh masyarakat serta elemen masyarakat lainnya.

Berkaitan dengan hal tersebut Kapolres depok dalam paparannya saat pertemuan dengan 3 pilar kamtibmas di gedung walikota belum lama ini menyampaikan aksi teroris yang terjadi di sarinah Jakarta Pusat beberapa hari yang lalu merupakan suatu kegagalan karena tidak dapat mendeteksi aksi bom bunuh diri.

Untuk itu menurut Dwiyono, semua harus berperan untuk menjaga keamanan, 3 pilar merupakan garda terdepan masyarakat.

” Sebagai aparat keamanan kita harus deteksi dini agar tidak terulang lagi, jika kejadian pengeboman terulang lagi maka kepercayaan masyarakat akan hilang,” ujar Dwiyono.

” Oleh karena itu, mari kita bergerak dengan unsur 3 pilar kamtibnas dengan persempit ruang gerak aksi teror,” himbau Dwiyono.

Lanjut Dwiyono, seperti pengalaman yang sudah pernah ada dengan penangkapan jaringan mereka di wilayag Cimanggis dan pengeboman di ITC tahun lalu. Kejadian bom bunuh diri di Jalan Thamrin minggu yang lalu merupakan kejadian yang pertama kali menggunakan bom dan senjata laras panjang.

” Kita harus memahami bahwa kejadian tersebut sudah bentukan Jaringan mereka yaitu, Dody (cirebon), Arif Hamka Gondrong (medan) yang menjembatani teror di Indonesia dan Dwi. Yang menjadi sasarannya adalah Obyek vital,” ucap Dwiyono.

” Babinkamtibmas dan Binmas lakukan pendataan kepada warga di wilayah masing masing, pengontrak dan pemilik kontrakan wajib lapor kepada aparat RT RW setempat, pastikan dan di cek betul betul secara langsung jangan mudah percaya dengan data atau daftar nama yang di ajukan,” Tambah Dwiyono. ( Rahmat Budianto )

Depok

Polsek Beji Gelar Operasi Cipta Kondisi

Polsek Beji gelar Operasi Cipta Kondisi di pertigaan PLN Beji.  (Foto : Rahmat Budianto)
Polsek Beji gelar Operasi Cipta Kondisi di pertigaan PLN Beji. (Foto : Rahmat Budianto)

BERIMBANG.COM, Depok – Dalam rangka Antisipasi dan menciptakan Suasana keamanan di wilayah   kepolisian Sektor Beji, beserta jajaran Melakukan razia terhadap kendaraan bermotor yang melintas di perempatan lampu merah Arief Rahman Hakim Kecamatan Beji. (19/01/2016).

Kapolsek Beji, Kompol Ni Gusti Ayu kepada berimbang.com mengatakan, razia yang dilakukan rutin dilakukan guna mengantisipasi pengendara membawa barang terlarang seperti senjata api, alat peledak, Narkoba, kelengkapan surat berkendara dan yang lainnya sehingga dapat membahayakan masyarakat umum.

Dalam razia yang dilakukan, Polsek Beji berhasil mengamankan pengendara kedapatan membawa narkoba dan senjata tajam.

” Memang tidak terlalu besar, tapi dapat membuat efek jera bagi pengendara yang kedapatan membawa barang terlarang,” ujar Ayu diruang kerjanya.

Disamping itu, Ayu juga menyampaikan kepada pengendara kendaraan bermotor agar mempunyai kesadaran untuk melengkapi surat-surat kendaraan supaya tidak ada hambatan di jalan dan menjaga keamanan diwilayah masing-masing agar tetap kondusif.

Terpisah Kanit Lantas Polsek beji, Suhardi di lokasi Razia mengatakan razia di laksanakan sebagai kegiatan rutin cipta kondisi dan sebagai antisipasi, sasarannya kendaraan roda dua dengan melakukan pemeriksaan STNK dan KTP pengemudi.

Sementara itu titik yg mendapat pantauan antara lain, Kelurahan Tanah Baru, Perempatan Kukusan, depan jalan kampus UI, PLN  dan titik yang di anggap rawan.  (Rahmat Budianto)

Depok

Siswa SMPN 19 Mengikuti Kegiatan Training Motivasi

Para siswa SMPN 19 sedang mengikuti training motivasi di Balai Rakyat.    (Rahmat Budianto)
Para siswa SMPN 19 sedang mengikuti training motivasi di Balai Rakyat. (Rahmat Budianto)

BERIMBANG.COM, Depok – Sebanyak 320 siswa/i SMP Negri 19 Kota Depok yang akan mengikuti Ujian Nasional bulan April mendatang mengikuti kegiatan extra kurikuler ” Pelatihan Training Motivasi” di Balai Rakyat, Depok Jaya. Kamis (7/1/2016) belum lama ini.

Guna meningkatkan rasa percaya diri dan menambahkan motivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan menguatkan mental dalam menghadapi Ujian Nasional yg akan di gelar pada April 2016.

Kepala sekolah SMPN 19 mengharapkan siswa/i yang ikut pelatihan motivasi  bisa mendapatkan nilai kelulusan yang baik dan hasil nilainya bisa bersaing dengan sekolah negeri yang ada di Kota Depok.

Salah satu  peserta didik kelas 9, Ayu  mengatakan sangat senang dan antusias mengikuti kegiatan, peserta menjadi semangat belajar serta dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 19 Mu’awanah mengatakan, tujuan diselenggarakannya training supaya anak didik di awal dan di akhir semester mendekati ujian nasional siap secara mental dan spiritual sebab tahun kelulusan pertama, nilai ujian akhir mereka saat awal masuk sekolah memiliki nilai dibawah rata-rata dibanding sekolah negeri lainnya.

Laniutnya, pelatihan yang diselenggarakan dinilai positif, Mu’awanah mencontohkan, siswa siswi jadi berubah, sifatnya menjadi lebih baik.

Ditempat yang sama, Motivator kegiatan Sinta mengatakan, dengan adanya training merupakan sebagai dakwah dan memberikan semangat kepada peserta agar siswa tidak mengalami stress saat mengikuti ujian.

” Ada siswa yang pintar, karena mempunyai hubungan emasional yang kurang baik terhadap orang tua dan guru serta lingkungan dapat mempengaruhi nilai hasil ujian,” ujar sinta.

” Dengan adanya training ini para siswa dapat memiliki ketenangan secara batin dan kecerdasan emosional,” Tambah Sinta. (Rahmat Budianto)

Depok

Melanggar GSS, Pemilik Gudang : Toh Tanahnya Tidak Dibawa Mati

Bangunan yang melanggar GSS.   (Foto : Rahmat Budianto
Bangunan yang melanggar GSS. (Foto : Rahmat Budianto

BERIMBANG.COM, Depok – Bangunan Workshop yang juga dijadikan gudang bengkel pembuatan cerobong asap milik CV. Tekhnik Karya Mandiri berdiri tegak persis diatas Garis Sepadan Sungai (GSS).

Pantauan berimbang.com, bangunan yang berlokasi di RT 04/RW 01 Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya Kota Depok, jelas melanggar GSS dan tidak sesuai aturan Izin Mendirikan Bangunan.

Pemilik Gudang, Sunarno (59) ketika di konfirmasi berimbang.com mengatakan bangunan yang berdiri sejak lima bulan lalu memang belum memiliki IMB dan dirinya belum pernah didatangi dari pihak Dinas yang terkait, hanya baru dari pihak kecamatan.

” Memang pernah didatangi dari kecamatan tetapi belum pernah ketemu karena saya selalu di lokasi proyek dan jarang sekali digudang,” kilah Sunarno belum lama ini.

” Kalau mau dibongkar silahkan saja, tanah ini milik saya, tanah saya hanya terpentok oleh aturan, kalau memang mau dibongkar, bongkar semua bangunan yang tidak sesuai aturan, toh tanahnya tidak akan dibawa mati,” Ucap Sunarno dengan nada kesal.

Sunarno juga menyampaikan dengan perkataan tidak pantas. ” Seandainya Walikotanya mati, toh tanah dan kalinya akan tetap seperti itu,” Ucapnya dengan nada geram. (Rahmat Budianto)

Depok

Status Jalan Punak Cinere Dipertanyakan

Betonisasi jalan punak yang digagalkan warga.   (Ist)
Betonisasi jalan punak yang digagalkan warga. (Ist)

BERIMBANG COM, Depok – Status Jalan Punak, Pangkalan Jati, Cinere Kota Depok di pertanyakan oleh warga Komplek AL, pasalnya Jalan Punak masih dalam status Barang Milik Negara (BMN) yaitu milik TNI AL dan TNI AL belum pernah menyerahkan aset ke Pemerintah Kota Depok.

Warga Komplek TNI AL menilai Pemkot Depok tidak pernah mengembangkan akses jalan dari Depok terutama dari kawasan Cinere menuju DKI Jakarta sehingga menimbulkan beban jalan lingkungan yang melampaui kapasitasnya akibat bangkitan lalu lintas dari permukiman di sebelah selatan sehingga merugikan lingkungan kami yang berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta.

” Dimalam hari pun kendaraan berat melintasi jalan lingkungan kami yang kelas jalannya hanya kelas IIIa sehingga membuat warga keberatan dan mempertanyakan Ijin Amdal dalam pembangunan yang memerlukan alat berat melintasi wilayah ini,” Ujar Ketua RT 03/04 Komplek TNI AL, Bambang dibilangan Cinere belum lama ini kepada berimbang.com.

Terpisah, salah satu warga, Elnard Peter mengatakan, Jalan Punak tidak sesuai dengan peruntukannya sehingga jalan yang seharusnya jalan lingkungan di pergunakan untuk jalan akses yang menghubungkan kedua propinsi ditambah fasilitasnya tidak diperhatikan, sehingga menurut Peter sangat merugikan warga sekitar.

” Carut marut ketentraman kehidupan warga disini merupakan rapor merah Pemkot Depok bersama DPRD Depok selama ini tidak menguntungkan warga malah sebaliknya merugikan moril dan materiil karena menjalankan pembangunan yang melawan hukum khususnya dalam pengawasan dan pengendalian permukiman baru,” ujar Peter.

” Krisis ekonomi yang diperburuk hasil Pilkada Kota Depok kemarin telah menjadi catatan warga, bahwa partisipasi masyarakat Depok yang hanya 56% tentu akan berimplikasi dalam kehidupan bermasyarakat di Depok sebagai pertimbangan dalam evaluasi penggunaan jalan lingkungan untuk kepentingan umum di kemudian hari,” ucap Peter dengan nada keras.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan Lingkungan di Dinas Bimasda Agus Sopian ketika di konfirmasi berimbang.com mengatakan, status Jalan Punak Cinere bukan lagi termasuk jalan lingkungan melainkan jalan besar.

” Kewenangan Jalan Punak, Cinere bukan dikami melainkan di Kabid Jalan dan Jembatan,” ucap Agus.

Hal senada dikatakan Kepala Bidang Jalan dan Jembatan (Jajem) di Dinas Bimasda, Hardiman bahwa status Jalan Punak merupakan Jalan Propinsi yang menghubungkan Propinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Hardiman juga mengatakan bahwa status jalan tersebut sudah menjadi aset Pemerintah Kota Depok sehingga Pemkot Depok berhak memperbaiki jalan tersebut.

 Disamping itu, Hardiman menyesalkan proyek peningkatan jalan punak yang rencananya akan dilaksanakan di tahun 2015 dengan mengggunakan anggaran dana Propinsi Jawa Barat tetapi gagal dilaksanakan disebabkan sebagian warga menolak betonisasi jalan karena menurut Hardiman, penolakan warga dikarenakan Jalan Punak tidak mempunya Amdal.

” Pemenang lelang sudah diumumkan karena dengan adanya penolakan warga dan warga juga menghalang-halangi pekerjaan akhirnya kontraktor mundur dan tidak melaksanakan pekerjaannya, kontraktorpun merugi,” Ujar Hardiman. (Yuli Efendi)

Depok

Jelang Natal dan Tahun Baru, Penumpang Di Terminal Depok Stabil

IMG_20151223_191750

BERIMBANG.COM, Depok – Lonjakan penumpang di Hari Natal dan Tahun baru di Terminal Depok stabil dan tidak ada peningkatan yang berarti, kernek armada bus masih seperti biasanya melayani penumpang tanpa adanya penambahan armada.

Seperti dikatakan Kepala Terminal Depok, Jhon Leander,  menjelang Natal dan Tahun Baru, penumpang tidak ada peningkatan yang signifikan.

” Dilihat dari armada bus tidak ada peningkatan atau penambahan bus oleh perusahaan bus, kalau ada peningkatan, pasti perusahaan akan menambah armadanya, kecuali bus jurusan bandara ada sedikit peningkatan yang biasanya 500 penumpang menjadi 700 penumpang perhari,” Kata Jhon di ruang kerjanya kepada berimbang.com. Rabu (23/12/2015).

Lanjutnya, sebanyak 18 unit kendaraan Armada bus disiapkan untuk penumpang yang menuju bandara.

Jhon menghimbau kepada calon penumpang agar berhati-hati bila melakukan perjalanan.

” Jangan memakai perhiasan yang berlebihan dan jangn terlalu percaya dengan orang yang baru dikenal,” Himbau Jhon.(Rahmat Budianto)

Depok

KPUD Depok Tetapkan Paslon M.Idris Dan Pradi Walikota Dan Wakil Walikota Terpilih

unnamed (3)

BERIMBANG.COM, Depok – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok secara resmi mengumumkan penetapan pasangan calon terpilih, pemilihan walikota-wakil walikota Depok tahun 2015. Ketua KPU Kota Depok, Titik Nurhayati membacakan langsung surat keputusan tersebut.

“Menetapkan pasangan calon walikota-wakil walikota Depok dalam pemilihan walikota-wakil walikota Depok tahun 2015 nomor urut dua saudara KH DR Mohammad Idris, MA dan saudara Pradi Supriatna dengan perolehan suara sebanyak 411.367 suara atau 61,91 persen dari total suara sah pasangan calon,” ujar Titik saat membacakan SK KPU Nomor 83/kpts/KPU-Kota-011.329181/2015, Selasa (22/12).

Kedua, lanjutnya, pasangan calon walikota-wakil walikota Depok sebagaimana dimaksud dalam diktum ke satu ditetapkan sebagai walikota-wakil walikota Depok terpilih periode 2016-2021.

“Keputusan ini mulai berlaku pada saat ditetapkan, salinan keputusan disampaikan kepada Ketua KPU RI, Ketua KPU Provinsi Jabar, Ketua DPRD Kota Depok, Walikota Depok, pimpinan partai politik atau gabungan partai politik pengusung pasangan calon, serta pasangan calon walikota-wakil walikota Depok terpilih,” paparnya.

Menanggapi keputusan tersebut Walikota Depok terpilih, Mohammad Idris menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh warga Depok. Dikatakannya, bahwa kemenangan tersebut merupakan kemenangan warga Depok.

“Ini sebuah kemenangan, kejayaan bagi seluruh warga Kota Depok. Untuk itu, kami mohon doa restu mudah-mudahan kami mampu mengemban amanah, harapan dan cita-cita masyarakat Kota Depok,” ungkapnya.

Dijelaskannya, bahwa dirinya akan menyampaikan program kinerja 100 hari pertama pasca adanya pengumuman resmi waktu pelantikan.

Tak hanya itu, dirinya juga merasa bersyukur bahwa pilkada Depok tidak ada upaya hukum lainnya seperti gugatan. Hal itu merupakan suatu kebanggan bagi dirinya dan masyarakat Depok.

“Semua ini membuktikan kedewasaan bagi warga Depok yang telah berpartisipasi dalam pilkada, memang dari sisi peningkatan terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya, ini sebuah bukti kedewasaan, serta dari sisi ekses terhadap hal-hal yang kita tidak inginkan,” paparnya.

Senada, Wakil Walikota Depok terpilih, Pradi Supriatna mengungkapkan bahwa jabatan yang akan diemban oleh dirinya merupakan sebuah amanah yang luar biasa dan dirinya berkomitmen untuk menjaga amanah tersebut.

“Kami secepatnya ingin bertemu Bang Babai dan Pak Dimas, karena dalam visi-misinya juga terdapat hal-hal yang baik, Bang Babai tau persis perkembangan di Depok,” terangnya.

Hadir dalam acara tersebut Walikota Depok, Ketua DPRD Depok, Kapolresta Depok, Dandim 0508 Depok, KPU Jawa Barat, Panwaslu Kota Depok, PPK se Kota Depok, dan ketua serta komisioner KPU Kota Depok.(red)