Depok

Depok

Walikota Depok Tetapkan PSBB berlaku Mulai Rabu Depan

BERIMBANG.COM, Depok – Wali Kota Depok Mohammad Idris melalui Surat Keputusan Nomor 443/177/Kpts/Dinkes/Huk/2020 telah menetapkan Rabu, 15 April 2020 hingga 28 April 2020 akan diberlakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

“Pemberlakuan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Depok selama 14 hari terhitung mulai tanggal 15 April 2020 sampai dengan tanggal 28 April 2020,” tulis Idris dalam SK nya, Senin (13/04/2020).

Dikatakan Idris, masyarakat yang berdomisili/bertempat tinggal dan/atau melakukan aktifitas di wilayah Kota Depok wajib mematuhi ketentuan pelaksanaan PSBB sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan secara konsisten menerapkan protocol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Pemberlakuan PSBB sebagaimana dimaksud dalam Diktum kesatu dapat diperpanjang selama 14 hari berdasarkan rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,” pungkasnya.

Iik

Depok

PSBB Di Lima Daerah Termasuk Kota Depok Berlaku Mulai Tanggal 15 April

BERIMBANG.COM, Depok – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di lima daerah yakni Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi (Bodebek) akan dimulai pada 15 April mendatang.

Hal itu ia sampaikan seusai melakukan video konferensi bersama lima kepala daerah di Bodebek beserta jajaran keamanan, Minggu (12/4/2020).

“Pak Menkes sudah mengirimkan surat persetujuan kemarin sore, yang menyatakan bahwa lima wilayah di Provinsi Jabar disetujui melaksanakan PSBB. Kami koordinasikan dan menetapkan bahwa PSBB di lima wilyah akan dimulai di hari Rabu dini hari tanggal 15, bulan April selama 14 hari,” tutur Emil, sapaan akrabnya di Gedung Pakuan.

Menurut Emil, PSBB tak jauh beda dengan imbauan social distancing dari pemerintah.

Hanya kali ini, aparat hukum diberikan kewenangan untuk memberi sanksi.

Kebijakan lainnya pun akan diatur oleh bupati dan wali kota.

“Perbedaan PSBB dengan sebelumnya, sekarang aparat hukum diberikan kewenangan sanksi dari wali kota dan bupati. Termasuk ojol diserahkan kebijakannya apakah dibolehkan atau tidak diserahkan ke wali kota bupati. Pabrik yang masih buka, saya sudah instruksikan mana yang boleh dan tidak boleh buka,” ungkap dia.

Ia menambahkan, PSBB di tingkat kabupaten akan berbeda dengan di kota.

Emil mengatakan, akan ada skema berbeda mengingat wilayah kabupaten memiliki banyak pedesaan.

“Yang menarik dari PSBB di lima wilayah, ada sifatnya kabupaten. Kabupaten ini berbeda mereka memiliki desa sehingga tidak bisa dilakukan PSBB seperti DKI Jakarta. Kabupaten Bogor dan Bekasi memutuskan PSBB dibagi dua. Kecamatan tertentu di zona merah akan (PSBB) maksimal, sementara di zona lainnya akan menyesuaikan,” ujar dia.

Iik

Depok

Suara Dentuman Depok, Bogor Dan Jakarta Terungkap

BERIMBANG.COM, Depok – Volkanolog Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrachman mengungkap hipotesa sumber suara dentuman yang diduga berasal dari letusan Gunung Anak Krakatau, Banten. Suara dentuman itu terdengar di Jakarta, Bogor, dan Depok pada 11 April 2020.

Mirzam Abdurrachman menjelaskan sampai saat ini belum diketahui secara pasti sumber asal suara dentuman tersebut. Namun menurutnya, suara dentuman bisa terjadi salah satunya karena aktivitas magma dari suatu gunung api, akibat perpindahan magma secara tiba-tiba dari dapur magma ke lokasi yang lebih dangkal.

Menurut dia, kejadian ini mengakibatkan terjadinya kekosongan dan ambruknya dapur magma dalam, sehingga menghasilkan dentuman dan getaran di daerah sekitarnya. Fenomena yang sering juga disebut underground explosion ini bisa dan tidak selalu diikuti oleh suatu erupsi gunung api.

“Namun hal tersebut masih perlu mendapat dikaji terlebih dahulu dengan data kegempaan serta perubahan temperatur dan pelepasan gas dari gunung-gunung di sekitar Jabodetabek dan juga Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.

Dia mengatakan hipotesis tersebut didasarkan pada peristiwa serupa yang terjadi di tiga gunung api di tiga negara yaitu, Gunung Api Miyakejima Jepang (tahun 2000), Gunung Piton de La Fournaise Pulau Reunion (tahun 2007), dan gunung di Kepulauan Mayotte Prancis (tahun 2018).

Dosen Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB tersebut memastikan bahwa hipotesis atau dugaan tersebut masih perlu dikaji dan dibuktikan apakah dentuman keras misterius tersebut mempunyai hubungan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat lalu.

Terletak di Selat Sunda Provinsi Lampung, Gunung Anak Krakatau berada di antara Pulau Panjang, Sertung dan Pulau Rakata. Dijelaskannya, letusan Gunung Anak Krakatau termasuk tipe strombolian dan vulkanian yang memiliki energi letusan tergolong rendah hingga sedang.

Berdasarkan data Volcanic Explosivity Index (VEI), Gunung Anak Krakatau miliki nilai VEI 2-3 artinya tergolong rendah hingga sedang.

Dr Mirzam Abdurrachman mengatakan Gunung Anak Krakatau baru muncul ke permukaan sejak tahun 1927.

“Sejak tahun tersebut, Gunung Anak Krakatau tumbuh besar dan mempesona,” ujar Mirzam.

Gunung Anak Krakatau adalah sisa sejarah panjang letusan Krakatau Purba yang berlangsung sejak abad ke-5, hingga letusan di tahun 1883 yang hanya menyisakan Rakata, Panjang dan Sertung.

Hampir setiap tahun Gunung Anak Krakatau memperlihatkan aktivitas vulkanisme. Pola letusannya pun kini tercatat semakin teratur sejak tahun 2008.

Red

Depok

Cegah Penyebaran Virus Korona, 100 Wartawan Depok Ikut Rapid Test

BERIMBANG.COM, Depok – Guna mencegah penyebaran Covid-19, 100 wartawan Kota Depok mengikuti Rapid Test yang dilaksanakan dua hari yakni 6 dan 7 April 2020 di RS Bunda Margonda, Depok.

Setelah proses Rapid test screening SARS CoV 2, Rabu (8/4/2020) didapati hasil non reaktif atau negatif atas tes yang diikuti ratusan wartawan yang meliput di wilayah Kota Depok tersebut.

“Keseluruhan peserta rapid tes screening SARS CoV 2 Non Reaktif (Negatif),” kata Penaggung Jawab Pelaksanan Rapid Tes 100 Wartawan Depok dari RSU Bunda Margonda Depok, dr Arwin Prasasto, Sp.PK , Kamis (9/4/2020).

Menurut Ketua Wartawan Depok Siaga Covid-19 Rusdy Nurdiansyah, rapid tes Covid-19 ini diikuti 100 wartawan yang bertugas di Kota Depok dan wartawan yang berdomisili di Kota Depok, termasuk berimbang.com.

“Alhamdulillah hasilnya semuanya negatif. Tetap jaga kesehatan dan selalu menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS), selalu cuci tangan pakai sabun, gunakan masker dan jaga jarak saat bertugas meliput di lapangan,” tutur Rusdy, Kamis (9/4/2020).
Rusdy mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut juga berkat bantuan 100 alat Rapid Test dari Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna dan didukung Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok Sidik Mulyono, RS Bunda Margonda dan The Margo Hotel.
“Saya ucapkan terima kasih atas semua dukungan yang diberikan,” kata Rusdy.

Humas RSU Bunda Margonda Depok Mawar mengatakan, jika hasil screening SARS CoV 2 Non Reaktif (Negatif), sebaiknya hasil diulang 10 hari kemudian dan jika ada yang positif, disarankan untuk konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan selanjutnya.

Perlu diketahui, bahwa rapid test Covid-19 adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona.

Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

“Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, maka tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona,” ujar Arwin.
Namun, pembentukan antibodi ini kata Arwin, memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.
“Jadi, rapid test Covid-19 hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19 (positif atau negatif), tapi reaktif dan non reaktif,” paparnya.

Bila reaktif, maka harus dilanjutkan dengan pemeriksaan swab PCR.

“Kami senang dapat berperan membantu rekan-rekan wartawan yang merupakan mitra kami untuk bersama melawan pandemi Covid-19,” tutur Mawar
Rusdy mengatakan lagi, pemeriksaan ini bukanlah bentuk  privilage atau pengkhususan terhadap wartawan.

Sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, wartawan, kata Rusdy memiliki peranan untuk mencegah penyebaran Covid-1.

Terlebih Depok menjadi kota pertama yang terjangkit Covid-19 dengan jumlah pasien yang hingga kini terus bertambah.
“Teman-teman kan kerap meliput disaat pandemi seperti sekarang ini, disaat yang lain bekerja dari rumah, kami tetap terjun ke lapangan mengabarkan berita yang tentunya sebagai informasi untuk masyarakat,” kata Rusdy.
Sehingga dengan demikian, Rusdy mengatakan wartawan juga perlu dilakukan Rapid Test untuk memastikan tidak terjangkit ataupun sebagai pembawa virus Covid-19.

Iik

Depok

PDAM Tirta Asasta Depok Berikan Pelayanan Pembacaan Meteran Secara Mandiri

BERIMBANG.COM, Depok – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok, terus berupaya

memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelanggan dan masyarakat Kota Depok khususnya. Jadi, sejak adanya pendemi Covid-19, diharapkan agar masyarakat untuk #stayathome #workfromhome agar tetap #stayhealthy.

“Artinya, kami juga sangat berharap peran serta dan kerjasama dari pelanggan PDAM dalam hal pembacaan meter pelanggan secara mandiri agar dapat berjalan dengan baik dan tanpa masalah. Jadi, dengan pelaksanaan Program Baca Meter Mandiri ini akan di mulai pada bulan April 2020 dan berlaku sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Manager Pemasaran PDAM Kota Depok, Imas Diah Pitaloka, di kantornya.

Dia menjelaskan, bahwa dengan semakin luasnya penyebaran Covid-19 di negara kita, khususnya di Kota Depok tercinta ini, maka PDAM Tirta Asasta Kota Depok memutuskan untuk mengurangi kegiatan lapangan dengan mengadakan program Baca Meter Mandiri.

“Jadi, dengan baca meter mandiri ini adalah pencatatan angka meter air atau pengambilan gambar/foto meter air yang dilakukan oleh pelanggan dan dikirimkan ke petugas PDAM. Selanjutnya, pengiriman data angka meter tersebut tentunya harus di sertai keterangan id pelanggan masing-masing. Sedangkan, batas waktu pengiriman datanya mulai dari tanggal 1-20 April 2020,” jelas Imas.

Menurutnya, bahwa dengan embacaan meter mandiri ini bertujuan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 yang saat ini sedang merebak. “Jadi, petugas PDAM pembaca meter tidak perlu membaca langsung ke rumah-rumah, melainkan langsung mengolah data secara online,” tutur Imas.

Imas menambahkan, bahwa program Baca Meter Mandiri ini tentunya juga tidak akan terlaksana tanpa adanya kerjasama yang baik dengan pelanggan PDAM Kota Depok, maka PDAM Tirta Asasta Kota Depok menghimbau bagi para pelanggan untuk mendukung program ini dan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya bagi pelanggan yang mau berpartisipasi.

“Jadi sekali lagi seya ingatkan, dengan pelaksanaan program Baca Meter Mandiri ini akan di mulai pada bulan April 2020 dan berlaku sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut,” imbuhnya.

Iik

Depok

Walikota Depok Tetapkan Depok Siaga Bencana

BERIMBANG.COM, Depok – Walikota Depok Muhammad Idris, mengatakan saat ini empat warganya dipastikan positif terjangkit virus Corona, sementara 5 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 156 Orang Dalam Pemantauan (ODP), namun meski demikian, pihaknya mengaku tidak menganggap hal itu sebagai kejadian luar biasa atau KLB hal itu dikatakan Wali Kota Depok dalam Konfrensi pers nya Senin (16/3/2020 ) di Balaikota Depok kemarin .

“Ini kondisi Siaga Bencana saja,“ kata Wali Kota Depok Muhammad Idris, dalam konferensi pers terkait penyebaran wabah virus corona di balaikota Depok. Senin (16/3/2020).

Idris hanya membacakan situasi Kota Depok sebagai daerah terbuka dan berbatasan langsung dengan DKI Jakarta dimana masyarakatnya bersifat commuter, sehingga diperlukan langkah kebijakan yang tepat dan ketat untuk menghambat penyebaran COVID-19 di Wilayah Kota Depok.

“Kalau bisa orang Depok gak usah pergi-pergi keluar kota, kalau tak terpaksa ya,” ucapnya.

Sebagai tindakan taktis dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19, Pemerintah Kota Depok tambah Idris meliburkan belajar di sekolah pada semua tingkatan dan mengganti dengan belajar di rumah selama 2 pekan, menghentikan sementara kegiatan lomba-lomba dan study tour, menghentikan sementara kegiatan Posyandu dan Posbindu, meniadakan sementara Car Free Day, menutup sementara Alun-Alun, menunda pertandingan olah raga di stadion, menunda kegiatan kunjungan kerja.

Pada kesempatan tersebut, Idris juga mengungkapkan bahwa ada satu pasien yang sudah sembuh.

“Sebagai bentuk transparansi publik, data ini diupdate setiap hari pada Crisis Center COVID-19 Kota Depok dengan alamat ccc-19.depok.go.id,” tandasnya.

Iik

Depok

Tidak Ada Karantina, Pemkot Depok Bentuk Kampung Siaga Covid – 19

BERIMBANG.COM, – Depok – Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan bahwa wilayah Kota Depok tidak ada karantina hal itu menindaklanjuti arahan dari Pemerintah melalui Gubernur Jawa Barat yang di sampaikan Idris melalui Video yang berdurasi 2:10 detik di Balai Kota selasa (31/03/20)

”menindaklanjuti arahan Pemerintah melalui gubernur Jawa Barat, bahwa saat ini tidak ada karantina wilayah,” ucap Idris

Didampingi Kapolres Depok dan Komandan Kodim 0508/Depok, Idris menjelaskan, memalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok akan segera membentuk kampung siaga Covid-19 di seluruh Kota Depok.

”Dalam upaya menghambat Covid-19 melalui pembentukan kampung siaga Covid-19 secara menyeluruh yang akan dibentuk di wilayah Kota Depok,” jelas Idris

Dirinya juga menyampaikan terimakasih kepada tenaga kesehatan yang dinilai sangat perjuangan dan pengorbanan yang diberikan.

” kepada tenaga kesehatan kami menyampaikan beribu ribu terimakasih dan penghargaan setinggi tingginya atas perjuangan dan pengorbanan yang diberikan, ”

sehubungan hal tersebut kami Forkopimda kota Depok melalui Gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 dengan ini menyampaikan kebijakan penanganan Covid 19 dalam upaya menghambat penyebaran Covid 19 melalui pembentukan kampung siaga Covid 19 secara menyeluruh yang akan di bentuk di wilayah kota Depok.
Mekanisme dan Tehknis pengaturan akan di sampaikan secepatnya , kebijakan kebijakan lainnya di bidang pencegahan dan penanganan tetap dijalankan secara exstra Ordinary,

“kepada tenaga kesehatan kami menyampaikan ribuan terima kasih penghargaan setinggi tingginya atas perjuangan dan pengorbanan yang diberikan dan kepada seluruh warga kota Depok agar exstra waspada dalam menghadapi penyebaran Covid 19 ini.
Bersama Forkopimda Kota Depok, Depok Sehat Indonesia maju” Imbuh Wali Kota Depok . iik

Depok

Persiapan Pemkot Depok Melaksanakan PSBB, Salah Satunya Kampung Siaga Covid 19

BERIMBANG.COM – Depok – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diajukan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil untuk wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) sudah disetujui oleh Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto. Kota Depok sebagai wilayah yang akan menerapkan PSBB tersebut, telah memiliki sejumlah persiapan, salah satunya akan mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal).

Menurut Wali Kota Depok, Mohammad Idris, jika sudah ada Peraturan Gubernur (Pergub), bahkan sudah muncul SK atau Keputusan Gubernur, pihaknya akan mengeluarkan Perwal. Mengingat, PSBB ini untuk wilayah Bodebek, maka ada peran dan tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, serta tanggung jawab pemerintah kabupaten, kota.

Selain itu, persiapan lainnya yang sudah dilakukan Kota Depok adalah pembentukan Kampung Siaga Covid-19 yang telah mencapai 97,6 persen. Dikatakannya, dari segi kesiapan, ujung tombak PSBB di Depok ada pada tingkat RW. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sudah membentuk Kampung Siaga Covid-19 di 902 RW dari total 924 RW se-Kota Depok.

“Jadi ini merupakan cara untuk memberdayakan masyarakat khususnya mengenai logistik selama PSBB. Kami akan terus mendorong pembentukan Kampung Siaga Covid-19 melalui camat dan lurah,” kata Mohammad Idris saat wawancara live di CNN Indonesia Prime News, Sabtu (11/04/2020).

Lebih lanjut, ucapnya, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hari ini menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan PSBB. Pembahasan juga akan dikomunikasikan bersama Gubernur Jabar, seperti mengenai jumlah personel TNI-Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok sebagai aparat penegak keamanan selama PSBB.

“Kami juga terus berkoordinasi dan bersinergi dengan wilayah perbatasan DKI Jakarta lainnya. Agar efektivitas pelaksanaan PSBB ini berjalan baik. Insya Allah dengan semangat, keyakinan kita ini bisa melakukan pencegahan penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Dia mengatakan, pencegahan harus sejalan dengan penanganan kasus positif Covid-19. Maka, pelaksanaan PSBB ini merupakan wujud kebersamaan, gotong royong, sinergisitas, kolaborasi seluruh daerah, khususnya dengan DKI Jakarta sebagai episentrum dari Covid-19.

“Maka pengawasan ketat wilayah perbatasan harus diseragamkan. Demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Depok

Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Kota Depok Berbagi Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

BERIMBANG.COM, Depok – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Kota Depok atau disingkat  (KKSS-Kota Depok) melakukan kerjasama dengan Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Sulawesi Selatan Cabang Depok (IKAMI Depok) melakukan donasi/pembagian  berupa masker dan beras kepada sopir angkot secara cuma – cuma di Jalan Raya Sawangan Kelurahan Rangkapan Jaya hari ini.

Selain kepada Supir Angkot, KKSS juga membagikan kepada petugas keamanan, petugas kebersihan dan pedagang sayur keliling. Pada hari ini juga pihaknya memberikan kepada lingkungan sekitar pekerja informal yang terdampak virus korona atau covid -19.

Pemberian berupa  300 Kg Beras dan 150 masker, dengan harapan masker ini dapat digunakan untuk mengurangi penularan virus, serta beras untuk bisa membantu kebutuhan pokok khususnya.

Ketua KKSS, Ridwan yang juga Dosen di Universitas Gunadarma  mengatakan aksi sosial ini segera akan dilanjutkan lagi pada tempat berbeda yang direncanakan pada wilayah Depok Timur. Ridwan juga menekankan agar masyarakat melakukan jaga jarak dan selalu memakai masker agar dapat menghindari penyebaran Virus Korona.

Kami sangat bersyukur dan senang melihat kegembiraan para supir angkot, driver Ojek Online, satpam serta petugas kebersihan saat menerima tanda kasih dari kami. Terima kasih disampaikan kepada para donatur para anggota yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Kota Depok. Selain kami menyantuni anggota kami yg membutuhkan, ” Ujar Ridwan  yang berdomisili di Komplek Bumi Sawangan Indah dan diamini oleh Musdar Saleh.

Ridwan juga menyampaikan apresiasinya kepada Musdar Saleh sebagai sekretaris BPD KKSS Depok yang berdomisili di Perumahan Depok Maharaja Depok dan  kepada dr. Diana Papayungan, SpKJ (dokter pada RSUD Depok) yang juga pengurus BPD KKSS Depok yang senantiasa memberikan arahan serta donasinya.

Iik

Depok

PT Arista Tutup Penjualan Masker, RT Di Depok Kecewa

BERIMBANG.COM, Depok – Penjualan Masker yang dilakukan oleh PT. Arista kepada para Ketua RT se Kota Depok ditutup hari ini, pihak management menghimbau kepada Ketua RT dan RW dengan alasan untuk tidak berkumpul dan berkerumun dengan adanya virus Covid – 19.

Pantauan berimbang.com dilokasi, puluhan ketua RT berkerumun di depan pintu perusahaan dan terlihat cekcok dengan pihak keamanan

Dengan penutupan penjualan masker, para ketua RT yang sudah transfer ke pihak perusahaan sangat kecewa karena uang sudah masuk ke rekening, Perusahaan pun kan mengembalikan uang yang sudah di transfer.

” Kami dari Perusahaan akan mengembalikan uang yang ditransfer oleh pemohon RT, ” ungkap pihak keamanan perusahaan. Jum’at ( 3/4/2020).

Ketua RT 09/12 Kelurahan Pondok Petir, Sugeng Subagyo merasa kecewa karena dirinya dijanjikan oleh pihak perusahaan untuk datang pada hari ini tetapi pihak perusahaan menolak pengajuan dari RT dengan alasan yang tidak jelas.

” Padahal saya diminta datang hari ini, dan uang yang saya transfer dari kemarin sudah di ACC oleh staf perusahaan ternyata ditolak dan terpampang pengumuman RT RW ditutup, ” ujar Subagyo.

Sebelumnya, LSM Bara Api, Leo Edwar beberapa hari sebelumya pernah menanyakan kepada kepala Gudang bahwa persediaan Masker untuk Kota Depok melalui RT terpenuhi tetapi kenyataannya sebagian RT di Kota Depok tidak dapat terpenuhi semua dalam melakukan pembelian masker.

Iik