Bogor

Bogor

Pemkab Bogor Pantau Kesiapan 88 Desa Penyelenggaraan Pilkades Serentak

BERIMBANG.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak  gelombang 1, di Gedung Tegar Beriman, kemarin Kamis (12/11/2020).

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau kesiapan panitia penyelenggara di masing-masing desa.

“Kita sebagai panitia tingkat kabupaten, berkewajiban untuk melakukan monitoring dan evaluasi terkait perkembangan pelaksanaan Pilkades di lapangan,” katanya. 

Dari 88 desa di 34 kecamatan yang melaksanakan Pilkades Serentak pada 20 Desember nanti, hampir seluruhnya saat ini sedang melaksanakan seleksi bakal calon kepala desa.

Dalam acara rapat koordinasi tersebut dilakukan pemetaan terhadap jumlah tempat pemungutan suara (TPS) dan jumlah daftar pemilih tetap (DPT).

Pemetaan dilakukan terhadap wilayah yang berpotensi bakal terjadi konflik. Khususnya wilayah yang jumlah penduduknya padat.

“Kita juga sambil melakukan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi menimbulkan gesekan saat pelaksanaan Pilkades Serentak. Semuanya kita bahas di sini,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor Renaldi Yushab Fiansyah, Pelaksanaan Pilkades Serentak, bakal dilakukan secara manual di masing-masing TPS dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dan membagi jadwal peserta TPS.

“Panitia Pilkades melaksanakan prokes 3M, semua sudah disiapkan panitia setiap TPS dan dibagi jadwal peserta TPS dalam beberapa shift,” katanya.

Menurutnya pemberlakuan jadwal shift di TPS dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan dimasa pandemi Covid-19,

seperti 1 TPS untuk 500 orang, maka akan dilakukan shift awal 250 orang dan shift akhir 250 lagi. “Semua panitia kita beri keleluasaan untuk mengatur sesuai kondisi,” tambahnya.

(Andi/ Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Memperingati Hari Kesehatan Nasional, Polsek Cijeruk Bersama Koramil 2123 Cijeruk Bagikan 1000 Masker Kepada Masyarakat

BERIMBANG.COM, Bogor – Dalam Rangka Memperingati Hari Kesehatan Nasional ( HKN ) yang  Ke-56 Polsek Cijeruk besama Koramil 2123 Cijeruk, Sat Pol PP dan Pihak Puskesmas Cigombong  berikan 1000 masker kepada masyarakat yang bertempat di Pasar Cigombong, pada Kamis (12/11/2020)

Kapolsek Cijeruk Kompol Nurahhim,S.H mengatakan, Pada Hari Kesehatan Nasional ( HKN ) kali ini  mengangkat  tema “Satukan  Tekad Menuju Indonesia Sehat”. Dalam hal tersebut Polsek Cijeruk bersama instansi terkait bergerak bersama-sama  mengajak masyarakat untuk dapat menjalankan kehidupan sehari-hari  dengan menerapkan Pola hidup yang lebih sehat lagi. Terlebih di saat ini masa Pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

“dengan Kegiatan Bagi-bagi  1000 masker ini diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan disipin masyarakat dengan selalu  menerapkan pola hidup yang lebih sehat . Sehingga tekad kita bersama-sama dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19 ini dapat Berjalan dengan baik dan cepat, “ujar Kapolsek Cijeruk Kompol Nurrahim, S.H

(Na)

Bogor

Lantik Komisioner KPAD, Bupati Bogor: Advokasi & Perlindungan Anak Lebih Optimal

BERIMBANG.comData di Kabupaten Bogor sebanyak 608 kasus pelanggaran hak anak dalam kurun tahun 2015-2019 sedangkan pada tahun 2020 terdapat 88 kasus yang sama.

Demikian dikatakan Bupati Bogor, Ade Yasin, saat melantik Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor di Gedung Serbaguna 1 Setda Kabupaten Bogor, Senin (09/11/2020).

“Kondisi anak yang banyak di rumah selama pandemi juga meningkatkan kasus kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual dan pelecehan (fisik dan non-fisik) yang berdampak buruk pada kesehatan psikologis anak,” ujarnya,

Ade menyampaikan kebutuhan terhadap lembaga yang dapat membantu Pemerintah Daerah dalam urusan perlindungan anak dan menangani pelanggaran hak anak menjadi sangat penting dan strategis.

“Pembentukan KPAD Kabupaten Bogor kiranya dapat menjadi wadah yang tepat untuk membantu Pemerintah Daerah dalam menyikapi dan menyelesaikan problematika tentang anak serta pemenuhan hak dasar anak yaitu Hak Hidup, Hak Tumbuh Kembang, Hak Perlindungan dan Hak Partisipasi,” katanya.

Harapan Ade Yasin, dalam menjalankan tugasnya, KPAD Kabupaten Bogor selain sebagai saluran informasi dan tempat pengaduan masyarakat, akan lebih banyak berperan dalam melakukan advokasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan perlindungan dan pemenuhan hak anak, serta menjalin kerjasama yang baik dengan para pemangku kepentingan  untuk kinerja yang lebih optimal.

“Semua dapat menjalankan urusan perlindungan anak sesuai komitmen kita bersama, agar anak-anak di Kabupaten Bogor tumbuh dan berkembang secara optimal dan terlindungi dari tindak kekerasan dan diskriminasi,” harap Ade Yasin.

Adapun Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) yang dilantik adalah: J. Jopie Gilalo, SH, MH; Waspada, MM; Drs. Erwin Suriana. Msi.; Sopian, SE; Heni Rustiani, M.Pd.; Wita Hastuti, SE; Andika Rachman. SS, Msi.; Asep Saepudin. Spd.I. dan Hendra Bachtiar, SE.

(Tim Humas Diskominfo Kabupaten Bogor/Azi.F/Diko)

Bogor

Beri Dana Hibah Amil & Penyuluh Agama, Bupati Bogor: Program Keagamaan

BERIMBANG.com “Program keagamaan, urusan umat menjadi prioritas saya dalam membangun Kabupaten Bogor,” dikatakan Bupati Bogor, Ade Yasin saat pertemuan dengan para Amil dan Penyuluh Agama Honorer (PAH) se-Kabupaten Bogor.

Acara yang dikemas dalam agenda Coffee Morning ini dilaksanakan di Gazebo Pendopo Bupati, Jumat (06/11/2020).

“Agenda hari ini sebenarnya sudah direncanakan dari jauh-jauh hari, namun karena masih dalam kondisi Covid-19, baru kali ini bisa terlaksanakan. Saya sedikit-sedikit ingin menuntaskan janji saya kepada bapa ibu semua,”

“hari ini (06/11) secara simbolis kepada perwakilan amil dan penyuluh agama honorer se-Kabupaten Bogor, sebagai bentuk kepedulian dan perhatian saya walaupun tidak seberapa, mudah-mudahan hibah ini bisa bermanfaat,” kata Ade Yasin.

Pemkab Bogor memberikan dana insentif kepada 1.698 amil dan 323 Penyuluh Agama Honorer.

“Kita berikan dana insentif untuk 1.698 Amil dan 323 Penyuluh Agama Honorer. Total anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor berjumlah Rp4.075.200.000 untuk Amil dan Rp775.2000.000 untuk Penyuluh Agama Honorer.

“Masing-masing amil dan penyuluh mendapatkan Rp2.4 juta per tahun,” tambahnya.

Selain untuk amil dan penyuluh, Ade Yasin juga memberikan beasiswa bagi para penghafal Al-Quran.

“Saya juga telah menyiapkan 1.200 beasiswa untuk anak-anak berprestasi. Saya utamakan untuk para penghapal Al-Quran.

“Karena masih banyak para hafidz quran yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Tapi beasiswa ini juga saya siapkan bukan hanya untuk para tahfizd quran, anak-anak berprestasi dibidang olahraga, kesenian masuk juga ke dalam kriteria untuk mendapatkan beasiswa,” lanjutnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Penyuluh Agama Honorer Kecamatan Gunung Sindur, Narwan Darmawan sangat bahagia dengan adanya perhatian dari Bupati Bogor untuk para penyuluh.

“Alhamdulillah adanya insentif dari Ibu Bupati menjadi tambahan motivasi kita para penyuluh untuk lebih aktif lagi dalam memberika syiar agama kepada masyarakat.”

“Kita juga lebih bertanggung jawab dalam bekerja, agar marwah penyuluh agama di masyarakat tetap terjaga. Perlu diingat, penyuluh merupakan garda terdepan dalam melakukan syiar agama kepada masyarakat,” kata Narwan.

(Derima/Parman/Tim Humas Diskominfo Kab. Bogor)

Bogor

Lantik Enam Pejabat Esselon II, Bupati Bogor: Dapat Bekerja Extra Gercep

BERIMBANG.comBupati Bogor, Ade Yasin kembali melantik enam pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Empat pejabat eselon II yang dilantik di Gedung Serbaguna 1 Setda Kabupaten Bogor itu merupakan yang lolos pada seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Bogor, sedangkan dua pejabat lainnya merupakan hasil assesment.

Mereka yang dilantik yakni Kepala Dinas Sosial diisi oleh Mustakim,  Kepala Dinas Tenaga Kerja  Zaenal Ashari, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Bambang W. Tawekal.

Selain itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ade Jaya Munadi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Renaldi Yushab Fiansyah,

Dan terakhir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor Suryanto Putra yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor. 

Usai pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Bogor, Ade Yasin mengingatkan pejabat baru bisa beradaptasi dan bekerja cepat.

“Selamat mengemban tugas baru kepada para pejabat yang baru dilantik, semoga dapat segera bekerja dengan efektif dan cepat menyesuaikan diri dengan tugas pokok dan fungsi yang ada di instansi masing-masing,” ujarnya Jumat (06/11/2020).

Ade Yasin meminta agar pejabat barunya tersebut dapat bekerja dengan maksimal terlebih jelang akhir tahun dan tentunya berkejaran dengan waktu. 

 “Harus menyesuaikan diri, mengingat banyak sekali agenda yang harus segera diselesaikan. Untuk itu saya minta dapat bekerja extra Gercep (Gerak Cepat),” imbuhnya.  

Pesan Ade Yasin kepada Kepala Bappedalitbang dan BPKAD sebagai koordinator lintas sektoral segera melakukan koordinasi percepatan penyelesaian kegiatan,

serta pencapaian target-target program Pancakarsa dan realisasi anggaran pada semua perangkat daerah termasuk yang menambah kegiatan di perubahan anggaran.

Sedangkan kepada Kadisnaker, Ade meminta terus pantau dan kawal kondisi ketenagakerjaan terkait Undang-Undang Cipta Kerja agar situasi tetap kondusif. 

Berkenaan dengan program Bansos korban PHK, ia minta mempersiapkan dengan baik data calon penerima, jangan sampai salah sasaran dan menimbulkan kegaduhan.

Ade Yasin juga berpesan kepada Kadinsos agar mengelola data penerima bansos dengan lebih baik, “Selama ini data penerima bansos juga selalu bermasalah, saya minta kedepan agar lebih baik,” ujarnya

Ia pun memberikan mandat kepada Renaldi jelang pelaksanaan Pilkades, kepala DPMD agar mempersiapkan secara matang; lakukan pencatatan dan pengadministrasian secara tertib; jaga netralitas; terapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19.

”Untuk kepala Badan Kesbangpol, jalin komunikasi yang baik dengan pihak internal maupun eksternal seperti ormas, LSM agar situasi kondusif,”

“juga laksanakan pendidikan politik yang efektif kepada masyarakat sebagai cara preventif untuk mengeliminasi konflik massa dalam kegiatan politik, serta untuk  meningkatkan angka partisipasi pemilih dalam berbagai tingkatan pemilu,” katanya.

Selanjutnya, ade menjelaskan Pemkab Bogor tengah mempersiapkan pembahasan lanjutan KUA dan PPAS tahun 2021.

Ia minta kebijakan yang telah disampaikan oleh Bupati dan Wakil Bupati saat sinkronisasi program perangkat daerah dengan program Pancakarsa agar menjadi perhatian dalam penganggaran tahun 2021.   

“Kepada kepala Bappedalitbang, ini agar dikawal sehingga kegiatan yang ada disetiap perangkat daerah tahun anggaran 2021 selaras dan mendukung terhadap program Pancakarsa,” pungkasnya.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Bupati Bogor Beri Bantuan Ternak Ayam dan Benih Ikan

BERIMBANG.comPemeritah Kabupaten Bogor (Pemkab) beri bantuan ternak ayam dan benih ikan kepada para kelompok pembudidaya adalah bentuk stimulan agar kelompok pembudidaya dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi.

Hal tersebut dijelaskan Bupati Bogor, Ade Yasin saat acara penyerahan bantuan hewan ternak dan ikan di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (05/11/2020).

“Hari ini Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Peternakan dan Perikanan memberikan bantuan calon induk ikan nila nirwana dan ayam lokal kepada 9 kelompok.”

“Secara simbolis diberikan kepada kelompok tani ikan lokapurna milenial dan kelompok ternak cahaya tani kabupaten bogor,” kata Ade.

Lanjut dia, potensi perikanan dan peternakan di Kabupaten Bogor cukup besar dan memberikan banyak manfaat.

“Produksi ternak di Kabupaten Bogor pada tahun 2019 tercatat menghasilkan 191.774 ton daging, 61.247 ton telur dan 21.182 ton susu dengan trend pertumbuhan yang positif dari tahun ke tahun.”

Potensi yang cukup besar, lanjut Ade, dan banyak memberikan manfaat bagi masyarakat serta berkontribusi pada indeks peningkatan daya beli dan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara optimal.

“Saya harap para kelompok penerima bantuan dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya bersama seluruh anggota kelompok untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama.”

“Semoga sektor perikanan dan peternakan dapat semakin menegaskan eksistensinya dalam berkontribusi pada pembangunan daerah dan upaya terwujudnya Kabupaten Bogor termaju, nyaman dan berkeadaban,” pungkasnya.

(Derima/Rizki/Tim Humas Diskominfo Kab. Bogor)

Bogor

Dana Hibah 80,9 Milyar Untuk Kabupaten Bogor Dari Kemenparekraf

BERIMBAMG.comRapat Finalisasi Rencana Kerja Dana Hibah Pariwisata Tahun Anggaran 2020, Kabupaten Bogor, dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda), Burhanudin, di Auditorium Bappenda, Rabu (04/11/2020).

Burhan mengatakan, harus siap dengan dana hibah yang diberikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. “Kita mendapat hibah dari Kemenparekraf sebesar 80,9 miliar yang diperuntukan untuk pariwisata.”

“Dimana 70 persen untuk industri hotel dan restoran, 30 persen untuk pemerintah daerah sebagai bagian program penanganan dampak ekonomi dan sosial dari Pandemi Covid-19 terutama pada sektor pariwisata.”

“Ini menjadi tantangan bagi kita semua, di Jawa Barat dari 27 kabupaten kota, hanya empat daerah yang menerima hibah ini, yaitu Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor,” kata Burhan.

Lanjut Burhan menekankan empat kriteria penerima bantuan hibah pariwisata ini. “Industri pariwisata hotel dan restoran yang menerima bantun hibah ini,”

“diantaranya, pertama hotel dan restoran sesuai database wajib pajak hotel dan restoran tahun 2019 di daerah penerima hibah. Kedua hotel dan restoran yang masih berdiri dan masih beroperasi hingga pelaksanaan dana hibah pariwisata pada bulan Agustus tahun 2020.”

“Ketiga hotel dan restoran yang memiliki perizinan berusaha yaitu TDUP yang masih berlaku dan keempat hotel dan restoran yang membayarkan dan memiliki bukti pembayaran PHPR pada tahun 2019,” terangnya.

Burhan juga meminta agar usulan kegiatan yang  dibuat harus sesuai sasaran. “Kaji ulang secepatnya usulan kegiatan, program kegiatan harus mendukung pemulihan sektor pariwisata, memberikan dampak signifikan terhadap hotel, restoran dan tempat-tempat wisata lainnya,” pintanya.

(Derima/Rizki/Tim Humas Diskominfo Kab. Bogor)

Bogor

Perhumas Bogor Bakal Gelar Seminar City Branding di Era Pandemi

BERIMBANG.com Bogor – Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Bogor akan menggelar seminar dengan tema “City Branding In Pandemic Era”.

Seminar rencananya dilaksanakan secara daring pada Jumat (13/11/2020) mendatang. Hal ini dikatakan Wakil Ketua BPC Perhumas Bogor, Mey Cresentya Rahail.

“Penutupan tempat wisata akibat pandemi Covid-19 tak hanya di Indonesia tapi juga di dunia telah berdampak pada terpuruknya industri pariwisata.”

“Namun, pelan-pelan dunia pariwisata berupaya bangkit tentunya dengan menerapkan berbagai strategi menyesuaikan protokol kesehatan yang ada,” terang Mey, kemarin Senin (03/11).

Mey menambahkan, kondisi pariwisata saat ini dan ke depan telah menuntut peran pemimpin dan humas yang adaptif, inovatif dan kolaboratif melalui branding daerahnya.

Terutama dalam upaya menggerakkan kembali pariwisata dan penerapan kegiatan wisata di era adaptasi kebiasaan baru (AKB) Indonesia dengan segala keterbatasan akibat pandemi.

“Perhumas BPC Bogor dan Perhumas Muda Bogor akan menyelenggarakan kegiatan seminar daring yang akan membahas mengenai peran, kapabilitas dan strategis city branding pimpinan dan humas dalam menggelorakan pariwisata di Indonesia secara umum,” tandasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tujuan seminar ini nantinya bisa menjelaskan mengenai tantangan yang harus dihadapi oleh para humas dan pemimpin Indonesia dalam memulihkan dan menggelorakan kembali pariwisata di Indonesia to melalui city branding.

Seminar itu memberikan pemahaman mengenai pentingnya posisi dan peran pemimpin dan humas dalam mendorong membangun city branding di era adaptasi kebiasaan baru yang aman bagi wisatawan.

“Selanjutnya, mendiskusikan kontribusi yang dapat diberikan oleh masing-masing pemimpin dan humas untuk menjalin kerjasama dan inisiatif antar pemangku kepentingan dalam menguatkan city brnading pada era adaptasi kebiasaan baru yang aman bagi wisatawan,” ungkap Mey.

Seminar tersebut nantinya akan diisi pembicara diantaranya, Bupati Bogor Ade Yasin, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Insfrastruktur, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Dr .Wawan Gunawan, dan Ketua Umum Perhumas Indonesia Agung Laksamana.

Target peserta seminar adalah Pengurus, Anggota Perhumas dan Perhumas Muda. Mahasiswa dan peminat masalah komunikasi, public relations, dan pemangku kepentingan pariwisata. Praktisi, akademisi, pakar serta konsultan Humas dan pelaku pariwisata. 

(Rido/Diskominfo)

Bogor

Buka OKK PWI Kota Bogor, Bima Arya: Wartawan dan Politisi Sama

BERIMBANG.comWali Kota Bogor Bima Arya membuka Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor di Ballroom Hotel Bogor Valley, kemarin, Sabtu (31/10/2020).

Bima Arya menguraikan tentang politisi dan wartawan yang memiliki persamaan tantangan. bahwa politisi dan wartawan dibagi menjadi dua orientasi, yakni mata pencaharian dan pengabdian, dalam sambutannya.

“Tapi irisannya seringkali tidak hitam putih seperti itu. Ada pekerjaan yang orientasinya mata pencaharian, tetapi ada komponen pengabdian. Sebaliknya, ada juga yang sebetulnya semangatnya pengabdian, tapi muncullah mata pencaharian disitu,” ujar Bima.

Menurut Bima, ada tiga tantangan dan godaan utama yang kerap menghampiri politisi dan wartawan. “Pertama adalah tantangan untuk menjaga nurani. Politisi senior, founding father kita,”

“dan wartawan senior semuanya adalah orang-orang yang berhasil istiqomah menjaga nurani. Dari mulai kiprah awal sampai menutup mata, nuraninya betul-betul terjaga. Jauh dari pragmatisme,” kata Bima.

“Wartawan dan politisi sama. Godaannya adalah terjebak pada kepentingan owner. Kalau politisi, siapa ownernya, ya Ketum (Ketua Umum) partai. Kalau ketum partai bilang A padahal nurani kita B, maka kemudian nurani kita tergadaikan. Kepentingannya apa? Bisa kepentingan politik, bisa kepentingan bisnis.”

“Teman-teman wartawan juga begitu. Wartawannya idealis tapi kalau ownernya pragmatis disitulah pertarungannya. Makanya kemudian banyak politisi yang membangkang. Banyak wartawan yang keluar. Wartawan tidak mungkin membangkang, karena (kalau membangkang) dikeluarkan,” jelas Bima.

Kemudian, lanjut Bima, ada kesamaan lain dari politisi dan wartawan. Di mana, dahulu itu tidak mudah jadi politisi dan wartawan. “Karena semua tersortir oleh seleksi alam pengabdian tadi.”

“Hari ini menjadi politisi, ibarat kayak daftar kerja. Mau Pilkada, kumpulin modal, daftar, jadi politisi. Pencalegan, daftar, jadi politisi, padahal seumur-umur tidak pernah menyentuh politik, tetapi karena proses singkat, masuk dia jadi politisi,” terangnya.

“Sama wartawan juga begitu. Dulu tidak mudah, ada proses ini, proses itu, pelatihan, sertifikasi,  jadi kalau sudah melewati itu semua, teruji. Hari ini kan gampang.”

“Banyak juga yang ngaku pers, kalau jawabannya dari pers sudah tahu berarti ini abal-abal. Biasanya kalau wartawan ditanya langsung disebut medianya. Karena ada kebanggan korps tadi. Banyak yang instan sekarang ini, baik politisi maupun wartawan,” tandas Bima.

Tantangan yang kedua, lanjut Bima, menjaga akurasi dan presisi. “Politisi bisa asal ngomong, kemudian menjadi hoaks, memicu kerusuhan. Wartawan juga sama, dituntut deadline, harus setor berita sekian per hari, kejar setoran, dan akurasi nomor sekian. Ini tidak mudah.”

“Sekarang ini eranya post-truth. Apa itu? Ketika keyakinan mengalahkan kebenaran. Fakta dinomorduakan. Politisi dan wartawan itu sama. Kita ini diancam oleh kebangkitan sektarian, kebangkitan primordia, kebangkitan SARA. Tidak hanya di masa Pilkada, tapi di masa-masa biasanya juga begitu. Tidak ada presisi, tidak ada akurasi, terbawa oleh sentimen emosi,” ujar Bima.

Tantangan terakhir, menurut Bima, adalah bagaimana kita bisa melakukan inovasi. Karena di era sekarang, setiap orang yang memiliki smartphone seperti menjadi pemimpin redaksi melalui kanal sosial media mereka.

“Jadi netizen ini kreasinya, inovasinya luar biasa. Merambah semua kanal. Kalau teman-teman wartawan tidak mampu berkreasi dan berinovasi maka kita akan dimakan oleh arus mainstream hari ini. Politisi juga sama. Kalau pakem lama, model lama, komunikasi lama, gaya lama, copy paste APBD, business as usual, tidak bisa.”

“Jadi tantangan kita sama. Menjaga nurani, membangun akurasi dan melakukan inovasi,” kata Bima.

Menutup sambutan, Bima Arya memberikan saran kepada wartawan untuk menjadi pilar demokrasi, penguatan kapasitas, hingga membangun kesejahteraan. “Insya Allah Pemkot Bogor siap bersinergi selama berlandaskan nurani,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulton Bukhawan mengapresiasi keaktifan PWI Kota Bogor dalam menggelar berbagai agenda organisasi, salah satunya Orientasi Kewartawanan dan Keanggotaan (OKK) ini.

“OKK PWI memang sudah hampir jarang. Hanya beberapa daerah yang melakukan OKK. Ini untuk perbaikan organisasi, kita mencoba membenahi di internal organisasi dulu. Dan upaya-upaya baru untuk kita bisa mengembalikan marwah wartawan yang profesional. Setelah itu kita mulai bangkit lagi dengan kegiatan-kegiatan yang ada,” ujar Tantan.

Menurut Tantan, PWI mempunyai peran penting bagi identitas wartawan Indonesia saat ini. “Tadi sempat ngobrol sama Kang Ari (Ketua PWI Kota Bogor Arietha Surbakti). Bahwa PWI sempat masuk dalam masa PWI yang ‘kucel’. Orang hanya tau wartawan itu PWI.”

“Sementara dengan identitas PWI-nya, kadang-kadang disalahgunakan. Ada juga yang mengaku anggota PWI, tapi mereka tidak mau bangga dengan identitas asal media dia bekerja dimana. Dan PWI selalu dijadikan tameng,” terang Tantan.

“Ini mungkin menjadi tanggung jawab besar teman-teman calon anggota PWI, untuk menjadi wartawan yang baik, wartawan yang mempunyai idealisme, untuk menjadi wartawan pilar demokrasi tentunya kita harus mengetahui apa yang menjadi dasar kita sebagai jurnalis, yang pertama adalah kode etik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor Arihta Utama Surbakti mengungkapkan bahwa OKK di Kota Bogor baru lagi digelar, sejak 3 periode ketua sebelumnya.

“Alhamdulillah kita tetap bisa menggelar, itu semua berkat support Pemkot Bogor juga. Salut untuk calon anggota PWI. PWI Kota Bogor sebelumnya sempat mengalami masa suram, tapi itulah kondisinya. Di mana secara organisasi, ibarat kopi tinggal ampas saja,”

“Alhamdulillah ketika saya berprinsip bagaimana ini supaya terisi kembali, harus diisi air bersih secara terus menerus. Dan teman-teman yang menjadi peserta OKK adalah air bersih yang akan membersihkan PWI ke depan,” pungkasnya.

(prokompim)