Bogor

Bogor

Intruksi Bupati Bogor, Serap Anggaran dan Pengawalan Program Prioritas

BERIMBAMG.com Bupati Bogor, Ade Yasin mengambil apel bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor, di Lapangan Apel Setda, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (07/12/2020).

Arahan Bupati Bogor, menegaskan bahwa perkembangan kasus covid saat ini masih terus mengalami peningkatan, jumlah kasus terkonfirmasi per 6 desember 3.966 kasus,

Apalagi menjelang pelaksanaan Pilkades Serentak pada 20 Desember dan Pemilihan Antar Waktu di Sukaraja pada 13 Desember, diminta agar Satgas Covid besama DPMD dan Panitia Kecamatan terus melakukan sosialisasi dan edukasi,

Sesuai Permendagri 72 Tahun 2020 dan Peraturan Bupati Bogor Nomor 69 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan Penyebaran Wabah Covid-19.

“Satgas Covid bersama DPMD dan Panitia Kecamatan agar terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada panitia pemilihan tingkat desa, calon dan masyarakat secara masif dan terstruktur,”

“terkait penerapan protokol kesehatan pada pilkades serentak, jaga dan antisipasi betul agar pemungutan dan penghitungan suara jangan sampai menciptakan  kerumunan,” terang Ade.

Selain itu Ade Yasin dalam arahannya juga menyoroti realisasi anggaran dan pengawalan program prioritas, dimana waktu efektif pelaksanaan tinggal 16 hari lagi sampai dengan 23 Desember.

“Seluruh kepala perangkat daerah, saya perintahkan untuk melakukan pengawasan ketat pelaksanaan dan proses pencairannya setiap hari, bahkan kalau bisa tiap jam,” tegasnya.

Selanjutnya Ade Yasin meminta kepada Kadiskop UMKM dan Kadisnaker, agar segera merealisasikan bantuan Bansos, UMKM dan untuk korban PHK, dengan ekstra hati-hati dalam proses penyalurannya dan pengadministrasiannya.

Sedangkan terkait hibah pariwisata, Kadisbudpar sebagai leading sector, diminta untuk mengawal agar semua program dapat seluruhnya terealisasi dan sesuai dengan program pemulihan ekonomi.

Dalam hal menindaklanjuti Rakortas dengan para Perangkat Daerah terkait city beautification project, Bupati menyatakan bahwa kegiatan strategis jangan hanya sekedar jadi fisiknya tapi bagaimana merancang agar masyarakat dapat menikmatinya.

Untuk itu, agar berkoordinasi intensif dan mensinergikan antar perangkat daerah baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian, serta bagaimana mengatur pemanfaatannya setelah fisik bangunan berdiri.

Di akhir arahannya, Ade Yasin mengingatkan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana yang ditandai dengan curah hujan yang semakin tinggi.

“Mengingat curah hujan semakin tinggi dan hari Minggu kemarin, aliran sungai Cidurian meluap hingga merusak jembatan darurat di Kampung Cigowong, Desa Sukamaju Kecamatan Cigudeg. Saya minta BPBD agar tingkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi keadaan,” tutupnya.

(Cecep/Diko/Tim Humas Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Hibah Pariwisata Untuk Membantu Pemulihan Ekonomi

BERIMBANG.com Bogor – Hibah pariwisata untuk membantu pemulihan ekonomi melalui bantuan untuk hotel dan restoran serta meningkatkan kunjungan terhadap destinasi wisata.

Kabupaten Bogor merupakan satu dari empat daerah di Jawa Barat yang mendapatkan hibah dana bantuan pariwisata selain Kota Bandung, Kota Cirebon, dan Kota Bogor.

Berdasarkan Surat Penetapan Pemberian Hibah (SPPH) Nomor S-244/MK.7/20204 tanggal 12 Oktober 2020, perihal Penetapan Pemberian Hibah Pariwisata Tahun Anggaran 2020,

Kabupaten Bogor menerima alokasi Dana Hibah Pariwisata Tahun 2020 dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI sebesar Rp 80.988.380.000. (delapan puluh miliar sembilan ratus delapan puluh ribu rupiah).

Dana Hibah Pariwisata merupakan hibah dana tunai melalui mekanisme transfer ke daerah yang ditujukan kepada Pemda  serta usaha hotel dan restoran di 101 daerah kabupaten/ kota yang berdasarkan beberapa kriteria,

yaitu Ibukota 34 Provinsi, berada di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan 5 Destinasi Super Prioritas (DSP), daerah yang termasuk 100 Calendar of Event (COE), destinasi branding, juga daerah  dengan pendapatan dari Pajak Hotel dan Pajak Restoran (PHPR) minimal 15 persen dari total PAD tahun anggaran 2019.

Mekanisme pembagian dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 56.691.866.000 atau sekitar 70 persen untuk Hotel dan Restoran yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan.

Sementara 30 persen digunakan Pemerintah Daerah untuk penanganan dampak dari pandemi Covid-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Adapun dana 30 persen untuk kegiatan:
* Sosialiasi, Implementasi dan Bimtek Program CHSE.

* Dukungan revitalisasi sarana dan prasarana kebersihan, keindahan, dan keamanan (Pengadaan kursi taman, Revitalisasi Letter Sign, Revitalisasi Pos Satpam di objek wisata,

Revitalisasi MCK di objek wisata, Pengadaan Stand Booth Shop UKM di objek wisata, Peralatan Penanganan Korban Bencana dan Pelatihannya di objek wisata,

Pengadaan hand sanitizer dan masker untuk PKL disekitar Kawasan Puncak, Jaring apung Kawasan Minapolitan Kec. Parung, Gerobak Pemasaran Hasil Pertanian dan Perikanan, Vertikultur, Pengadaan Tempat Sampah Terpilah di objek wisata,

Pengadaan Wastafel Portable di objek wisata, Penanaman Pohon Pelindung Produktif, Pengadaan peralatan senam outdoor, Pengadaan sepeda gunung, sepeda lipat dan sepeda tandem, Kebun Mini Hidroponik, Stand booth olahan pangan lokal spesifik di objek wisata,

SWAB chamber di puskesmas dekat objek wisata, Sarana  Prasarana Protokol Kesehatan, Pengadaan PJU Solar System di objek wisata, Pengadaan Penunjuk Arah menuju objek wisata, APD).

* Operasional pelaksanaan Hibah Pariwisata dan Pengawasan APIP (Rapat Koordinasi, Publikasi/ Sosialisasi, Pendataan, Verifikasi/ review, Penetapan, Pengawasan/ monev, Pelaporan).

Dana Hibah ini digelontorkan dalam rangka menekan dampak Covid-19 dan upaya menjaga keberlangsungan ekonomi, khususnya pada sektor pariwisata sesuai dengan Keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor KM/704/PL.07.02/M-K/2020 mengenai Petunjuk Teknis Hibah Pariwisata.

Terdapat Empat kriteria untuk menerima Dana Hibah dari Pemerintah Kabupaten Bogor, diantaranya adalah:

1. Hotel dan Restoran sesuai database wajib pajak hotel dan restoran tahun 2019 didaerah penerima hibah.

2.Hotel dan Restoran masih beroperasi hingga pelaksanaan dana hibah pariwisata pada bulan Agustus tahun 2020.

3. Hotel dan Restoran penerima bantuan juga wajib memiliki perizinan berusaha yaitu tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) yang masih berlaku.

4. Hotel dan Restoran wajib membayarkan dan memiliki bukti pembayaran pajak pada tahun 2019.

Selain itu, Dana Hibah Pariwisata juga diharapkan dapat membantu industri pariwisata untuk meningkatkan kesiapan destinasi dalam penerapan protokol kesehatan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) dengan lebih baik. Dana Hibah Pariwisata akan dilaksanakan hingga bulan Desember 2020.

“Hal ini menjadi langkah awal dari pemulihan agar mampu meningkatkan kepercayaan dari wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata karena pelaksanaan protokol kesehatan dengan baik adalah kunci keberhasilan sektor pariwisata agar dapat lebih cepat bangkit,” kata Menparekraf Wishnutama.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin, mengatakan, meminta agar usulan kegiatan yang  dibuat harus sesuai sasaran.

“Kaji ulang secepatnya usulan kegiatan, program kegiatan harus mendukung pemulihan sektor pariwisata, memberikan dampak signifikan terhadap hotel, restoran dan tempat-tempat wisata lainnya,” katanya. (**)

Bogor

Sekretariat Ormas Kabupaten Bogor di Serang Sekelompok Orang Tak Dikenal

BERIMBANG.com Bogor – Sekitar 50 orang tak dikenal, menyerang seputaran Sekretariat Organisasi Masyarakat (Ormas) di Kabupaten Bogor. dijalan raya Bogor-Jakarta, Ciluar Sukaraja, Kabupaten Bogor. Jawa Barat.

Pantauan berimbang.com dilokasi, orang tak dikenal berteriak, “Serang.. Jangan ada yang lari,” teriak salah satu orang tak dikenal. Korban luka dari Ormas yang diserang Fredy luka bacok di tangannya langsung dibawa kerumah sakit.

Masyarakat setempat juga ada yang menjadi korban, Fahmi mengalami luka pukulan balok ditangannya, oleh orang tak dikenal, saat menonton dilokasi persis disamping sekretariat Ormas.itu, pada (05/12/2020) malam.

Gerak cepat kepolisian pada jam 23.00 WIB,(05/12) menurunkan pengamanan dilokasi, Kepolisian Resort (Polres) Bogor, Roni mengatakan pihaknya menurunkan 40 personil yang membackup Polsek setempat,

Menurutnya, dugaan masalah yang terjadi, ada pemasangan bendera salah satu Ormas yang belum diketahui, diwilayah seputaran sekretariat Ormas yang diserang.

Kapolsek Sukaraja, Kompol Arie Trisnawati, S.Pd, turun kelokasi ia mengarahkan untuk menjaga kondusifitas keamanan dilokasi, “sama sama menjaga, tidak ada yang berkumpul,” katanya.

Lanjut dia mengatakan agar melaporkan bila ada pihak yang dirugikan, “kami tunggu laporannya, di Polsek,” katanya.

Arie menjelaskan kronologi, “Dipicu dari beberapa hari lalu, salah satu Ormas memasang bendara, sehingga memicu kesalahfahaman. Sudah dapat kami mediasikan dan kondusif,” katanya

hingga berita ini ditulis, terpantau diduga dua motor pelaku penyerangan belum diketahui pemiliknya di lokasi sekretariat Ormas diamankan polisi, juga belum diketahui korban lainnya. Polisi masih berjaga.

(TYr)

Bogor

Sudah Saatnya Pemerintah Hadir Mensejahterakan Wartawan dengan Tunjangan Profesi

BERIMBANG.com Bogor – Sudah Saatnya Pemerintah Hadir Untuk Kesejahteraan Wartawan dengan Tunjangan Profesi

Oleh: Rohmat Selamat, SH, M.Kn

Dewasa ini, pertumbuhan media massa sangat cepat, seiring dengan berkembangnya teknologi informasi. Berkembangnya teknologi informasi ini, membuat informasi tersebar cepat dan bisa diakses secara global.

Perkembangan  teknologi informasi seperti sekarang ini, perlu dicermai oleh media massa dan wartawan. Banyak tantangan yang dihadapi,  dimana wartawan harus mampu  beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Pers memiliki peran strategis dalam mengawal perubahan. Tugas utama pers yang paling mendasar, yakni sebagai sebuah profesi yang bertanggung jawab langsung kepada masyarakat atas informasi yang dipublikasikan.

Profesionalisme merupakan salah satu kunci untuk menjawab tantangan perubahan.

Hanya pers yang profesional lah yang mampu memproduksi jurnalisme yang sehat. Untuk itu, diperlukan wartawan-wartawan profesional yang memiliki kompetensi dan sertifikasi.

Sebagai praktisi hukum dan media, untuk mendukung kerja jurnalistik yang profesional, saya sepakat jika pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kominikasi dan Informasi (Kemenkominfo), menyelenggarakan ujian sertifikasi jurnalis.

Sertifikasi ini penting, dan menjadi perlambang apakah seorang wartawan pantas menjalankan tugas jurnalistik atau tidak.

Sama seperti sertifikasi untuk guru, sertifikasi wartawan  ini penting sehingga profesionalisme kerja jurnalis lebih terjamin.

Dengan adanya standar kompetensi atau sertifikasi, wartawan terbekali dengan ilmu jurnalistik yang baik.

Selama ini, amat banyak laporan dari masyarakat yang kerap terganggu dengan adanya wartawan yang tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik  dan cenderung merugikan nara sumber, sehingga dihinggapi paranoid dengan wartawan.

Sudah seharusnya, aturan tentang uji kompetensi dan sertifikasi wartawan dilakukan, namun harus diimbangi dengan kesejahteraan wartawan yang telah memiliki sertifikasi.

Kesejahteraan ini penting, agar wartawan bisa hidup layak sebagaimana mengacu pada UUD 1945.

Pada UUD 1945 Pasal 28H ayat 1 dituliskan bahwa, “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.”

Kalimat diatas sudah cukup jelas bahwa setiap orang yang berada hidup berdasar UUD 1945 dan di bawah naungan Pancasila berhak hidup sejahtera lahir dan batin.

Sudah saatnya pemerintah, ikut memikirkan kesejahteraan wartawan dengan mengatur tunjangan profesi, sehingga memiliki dasar untuk memberi tunjangan kepada wartawan, mengingat peran wartawan dalam menyuarakan pesan-pesan pembangunan sangat besar.

          —o0o—

Sekedar informasi, selain praktisi hukum & media, Advokat Rohmat Selamat, SH, M.Kn, aktif dalam organisasi diantaranya: Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI), ketua komite hukum dan perundang-undangan di Kamar dagang industri (Kadin), di Kabupaten Bogor. (**)

Bogor

Bupati Bogor Kunjungi RSUD Cibinong di Hari Pertama Sembuh dari Covid-19

BERIMBANG.com Bupati Bogor, Ade Yasin kembali memulai aktivitas bekerja setelah sembuh dari Covid-19, pada hari pertamanya Bupati Bogor mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong pada Rabu (02/12/2020).

Ditemui saat selesai menemui Direktur Utama (Dirut) RSUD Cibinong dr. Wahyu Eko Widiharso, Sp.OT MARS dan jajarannya, Bupati Bogor mengatakan ini hari pertama masuk kerja setelah dua minggu istirahat, ucapan terima kasih kepada tim dokter yang sudah merawat sampai sembuh.

“Terima kasih kepada seluruh tim dokter yang telah merawat saya dari mulai saya sakit akibat virus Covid-19 sampai saya sembuh dan bisa beraktivitas kembali,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa ketersedian ruangan RSUD khusus penanganan Covid-19 masih bisa terfasilitasi dan angka kesembuhannya juga cukup tinggi, disamping tiga RSUD lainnya dan dua rumah isolasi, semoga Kabupaten Bogor bisa menangani pasien Covid-19.

“Semoga pandemi Covid-19 bisa segera turun dan kamar-kamar khusus penanganan pasien Covid-19 tidak terpakai dan dapat segera turun,” katanya.

Ia terus menghimbau agar terus melaksanakan protokol kesehatan dengan memperhatikan 3M.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Bupati Bogor Tinjau Pembangunan Pedestrian Jalan Pakansari Cibinong

BERIMBANG.com Bogor – Pembangunan jalan pedestrian dibeberapa titik wilayah Cibinong untuk mempertegas bahwa Cibinong merupakan Ibu Kota Kabupaten Bogor.

Hal tersebut dikatakan Bupati Bogor, Ade Yasin saat meninjau langsung Pembangunan Pedestrian disekitar Jalan Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, (02/12/2020).

“Saya hari ini bersama Kepala Dinas PUPR meninjau langsung pembangunan pedestrian diwilayah cibinong tepatnya di sekitaran pakansari.”

“Hal ini juga sekaligus penataan Kota Cibinong, saya ingin mempercantik beberapa titik yang ada diwilayah cibinong, pedestrian dan penataan kota mulai dari keluar tol Sentul sampai pakansari. Ini kita lakukan agar cibinong terlihat sebagai Ibu Kota Kabupaten Bogor,” kata Ade Yasin.

Lanjutnya, pembangunan pedestrian ini untuk memberikan kenyamana bagi masyarakat, “Wilayah sekitar jalan pakansari ini kan.. kanan kiri banyak tempat wisata kuliner,”

“Untuk itu kita tata dengan rapih sehingga masyarakat bisa lebih nyaman untuk berjalan-jalan disini, baik itu untuk kegiatan berolahraga atau mengajak keluarga kuliner. Intinya pedestrian ini untuk masyarakat lebih nyaman berada disini,” terangnya.

Lebih lanjut, Ade ingin pedestrian disini agar dipercepat proses pengerjaannya. “Pembangunan pedestrian di pakansari ini memang kita kasih waktu selama 6 bulan pengerjaanya, tapi kalau memang harus cepat selesai, saya minta ke penyedia jasa pembangunan ini untuk dikerjakan siang malam agar cepat selesai.”

“Karena kalau pembangunan ini terlambat tidak sesuai waktu juga akan mengganggu, saya harap dalam jangka waktu 6 bulan bisa selesai dan bisa dinikmati oleh masyarakat pada tahun 2021,” lanjutnya.

Selain mempercantik wilayah pakansari, Ade Yasin juga ingin pedestrian ini terintegrasi sampai ke arah pasar citeureup. “Dalam kurun waktu 2 tahun kita akan menata wilayah cibinong,”

“Saya juga ingin mulai dari sekitaran Cibinong City Mall (CCM) ke kiri ditata sampai ke arah pasar citeureup. Nantinya ketika sudah ditata dan dipercantik akan terintegrasi dan kalau sudah jadi diliatnya akan semakin bagus,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, total keseluruhan untuk penataan wilayah cibinong memakan biaya sekitar 300 milyar.

Dana tersebut untuk biaya penataan dari arah keluar tol sentul sampai ke pakansari memakan biaya sekitar 200 milyar. Penataan jalan tegar beriman 60 milyar, sementara untuk pembebasan warung-warung memakan biaya 15 milyar.

(Derima/Rizki/Tim Humas Diskominfo Kab. Bogor)

Bogor

Bappenda Kabupaten Bogor Ajak Seluruh ASN Ciptakan Layanan Inovatif 

BERIMBANG.com Bogor – Untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang inovatif dalam melayani masyarakat, serta meningkatkan kualitas pelayanan pajak yang mudah, cepat dan prima kepada masyarakat wajib pajak.

Badan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah (BAPPENDA) Kabupaten Bogor lakukan kegiatan Workshop Perubahan mindset pelayanan untuk optimalisasi penerimaan pendapatan daerah.

Seluruh pegawai Bappenda Kabupaten Bogor, mengikuti kegiatan tersebut, selama dua hari, di Auditorium Bappenda Kabupaten Bogor, 1-2 Desember 2020.

Bappenda menghadirkan Motivator Indonesia, Hamry Gusman Zakaria, dalam sambutannya ia mengatakan, untuk mewujudkan program revolusi mental sesuai inpres nomor 12 tahun 2016. reformasi birokrasi perlu dilakukan untuk menumbuhkan jiwa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melayani.

Khususnya masyarakat wajib pajak di Kabupaten Bogor. Karena Bappenda merupakan Perangkat Daerah (PD), yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Inovasi dalam memberikan layanan kepada masyarakat menjadi satu keharusan, untuk menciptakan pelayanan yang mudah, cepat, dan murah.

“Saat ini kita menuju 2025, menyongsong birokrasi yang dinamis. Kegiatan yang berorientasi pada manfaat yang dirasakan masyarakat. Harus diwujudkan dengan menciptakan pelayanan yang inovatif.”

“Selain bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, juga dapat mendukung mensukseskan program Pancakarsa di Kabupaten Bogor,” tegas Hamry.

Lanjutnya, melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak saja mampu meningkatkan motivasi seluruh pegawai Bappenda Kabupaten Bogor.

Juga bisa memotivasi seluruh Perangkat Daerah (PD) lingkup Kabupaten Bogor, untuk bersama-sama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Bogor. Dengan berkomitmen menjadi ASN yang berkualitas dan berdaya saing.

“Untuk menambah semangat mereka, kami juga adakan kompetisi pelayanan. Bagi yang paling inovatif, kami siapkan berbagai hadiah menarik, ini kami sebagai penyemangat serta untuk meningkatkan motivasi,” terangnya.

Selanjutnya, Sekretaris Bappenda Kabupaten Bogor, Kardenal menjelaskan, menciptakan inovasi pelayanan publik harus dilakukan, tentunya untuk menghilangkan pelayanan yang sifatnya banyak syarat dan prosesnya panjang.

Untuk menciptakan birokrasi dengan layanan yang nyaman, mudah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yg baik. Berintegritas tinggi untuk menjadi pelayan masyarakat sekaligus sebagai abdi Negara sesuai yang diharapkan masyarakat.

“Saat ini masyarakat semakin kritis terhadap kinerja ASN yang cenderung membandingkan dengan pelayanan yang dilakukan oleh pihak swasta.”

“Mari kita terus lakukan inovasi dan pengembangan diri. Tingkatkan kemampuan berkompetisi, rubah cara kerja kita yakni dengan iklas melayani. Sehingga pelayanan prima yang jadi harapan masyarakat bisa terwujud dengan maksimal,”ajak Kardenal.

Melalui zoom meeting, nara sumber lain, Kepala Puskesmas di Banyuwangi Hadi Kusairi menambahkan, dinobatkannya Puskeamas sebagai top sinopik top 99 pelayanan terbaik se-indonesia.

Meskipun UPT yang ia kelola non Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang tidak mengelola keuangan. Melalui kreatifitas dan semangat yang tinggi dalam menciptakan pelayanan terbaik kepada masyarakat,

Hadi mampu menciptakan layanan inovatif. Salah satunya Ambulan motor, dan pemburu ibu hamil pemberdaya masyarakat.

“Alhamdulilah, melalui layanan tersebut, kami berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Tentunya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan,”

“Kami berharap apa yang kita lakukan tidak hanya bermanfaat kepada masyarakat, juga mampu memberikan energi positif kepada daerah lain untuk sama-sama mencipatakan layanan yang inovatif tentunya untuk kepentingan masayrakat,” imbuhnya.

(Dewi/Angga/Diskominfo Kab.Bogor)

Bogor

Wabup Bogor Tanggapi Dua Pembahasan di Sidang Paripurna DPRD

BERIMBANG.com Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan menghadiri Sidang Paripurna terkait Penetapan Persetujuan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor dengan Kepala Daerah,

Bahas tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021 dan Penetapan Keputusan DPRD terhadap Program Pembentukan Peraturan Daerah Tahun 2021, di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, pada Senin (30/11/2020).

Iwan Setiawan mengatakan APBD tahun anggaran 2021 ini merupakan dokumen strategis yang akan menjadi pedoman program pembangunan tahun 2021, sekaligus menjadi tahun ketiga dari upaya perwujudan visi dan misi Bupati Bogor terpilih periode 2018-2023.

“Proses penyusunan Rancangan APBD tahun 2021 ini telah disinkronisasi dengan program prioritas pancakarsa dengan tetap menjaga konsistensi dengan proses perencanaan yang telah disepakati,” ujar Iwan, dalam sambutannya.

lalu ia menyampaikan Pendapatan Daerah pada tahun 2021, ditargetkan sebesar 6, 759 triliun rupiah sedangkan  Belanja Daerah direncanakan sebesar 7,639 triliun rupiah,  defisit sebesar 880 Milyar rupiah sesuai ketentuan perundang-undangan mengenai pengelolaan keuangan daerah harus ditutupi oleh pembiayaan netto.

Selanjutnya, Wakil Bupati mengatakan sehubungan dengan rencana Program Pembentukan Peraturan Daerah tahun 2021, prakarsa Pemerintah Kabupaten Bogor sebanyak sebelas Rancangan Peraturan Daerah, yang terdiri dari:

1. Rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup; 2. Rencana detail tata ruang Cibinong; 3. Penyertaan modal daerah pada Perusahaan Umum Daerah Pasar Tohaga Kabupaten Bogor; 4. Pengelolaan keuangan daerah;

5. Pendidikan anak usia dini; 6. Pengarusutamaan gender; 7. Perubahan atas peraturan daerah nomor 4 tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bogor tahun 2018-2023;

8. Perubahan atas Peraturan Daerah nomor 11 tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor tahun 2016-2036; 9. Pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2020;

10. Perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2021; dan 11. Anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2022.

(Tim Humas Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Trofi Anugerah PWI Kota Bogor, Digarap Khusus oleh Seniman Bogor

BERIMBANG.com Bogor – Trofi khusus Anugerah PWI Kota Bogor bagi pejuang pada masa pandemi covid-19 di Kota Bogor, digarap seniman Bogor. Prosesi yang akan berlangsung pada Jumat, 11 Desember 2020 nanti, di Museum PETA Bogor, Jawa Barat.

Penghargaan khusus berupa trofi Anugerah PWI Kota Bogor 2020 serta medali kehormatan bagi pihak yang dinilai peduli dalam upaya kemanusiaan dan kesetiakawanan sosial.

Trofi berbentuk khusus itu kini tengah diproduksi oleh seorang seniman patung asal Bogor, Yana W Sucipto.

Dirancang dengan dominasi warna emas dan memiliki tinggi sekitar 40 cm dengan lebar sekitar 15 cm, trofi ini sangat berbeda dan terlihat khusus.

“Meski masih dalam taraf modeling dan saat ini sedang proses cetak, bentuknya sudah bisa dilihat dan nampak sangat berbeda,” ujar Yana, saat ditemui baru-baru ini di studio patungnya di bilangan Cimanggu, Kota Bogor.

Rancangan trofi yang dibuat panitia ini didasarkan pada logo kegiatan Anugerah PWI Kota Bogor 2020, yang didesain oleh Rifki Setiadi. Unsurnya adalah obor dengan nyala api, kelopak bunga dan pena.

Yana menuturkan, panitia memberikan kebebasan untuk mengeksplorasi bentuk dan stilasi yang diterapkan dalam unsur-unsur itu.

“Konsep umumnya yang saya terapkan berdasarkan diskusi dengan perancang dan panitia adalah menularkan semangat nilai kejuangan,” tutur Yana.

Untuk mewujudkan konsep itu, Yana WS dituntut untuk menyelesaikan kurang dari satu bulan. “Desainnya memang berbeda,”

“Tidak rumit tapi filosofinya kuat dan konstruksinya sangat ergonomis untuk dipegang. Beratnya juga cukup. Saya berusaha menyelesaikannya sesuai deadline yang diminta panitia,” terang Yana.

Trofi dengan badan bentuk pena itu, menancap dalam lingkaran berupa potongan limas sebagai base. Sedangkan di bagian atasnya terdapat kelopak bunga yang menopang api membara dari obor.

Ia melanjutkan, unsur obor dan api itulah yang menjadi puncak dari makna trofi yang tengah dibuatnya.

“Perancang menempatkan api sebagai simbol semangat, pemberi cahaya yang bisa diartikan sebagai nilai juang atau informasi yang bersifat edukatif. Mengingat di pangkal obornya dijadikan bentuk pena yang menancap tajam,” bebernya.

Sementara unsur kelopak bunga memberi makna pengabdian, tanda jasa dan rasa syukur. “Saya melihat pemaknaan kelopak bunga ini terkait peran para pejuang pandemi yang diusung dalam acara ini,” tilik Yana.

Bunga juga sering diartikan sebagai penghormatan dan nama harum.
“Banyak para pejuang pandemi di Kota Bogor yang akhirnya harus mengorbankan nyawanya, gugur dalam perjuangan melawan pandemi,”

“Makna kelopak bunga itu juga dianggap penting dalam rancangan ini,” ujar pematung senior yang sudah berkarya sejak 1975 ini.

Yana memproduksi trofi ini dengan bahan dasar polyresin dan plat metal chrome.
Setelah modeling dibuat dan disetujui, Yana mulai memproduksi dengan terlebih dahulu membuat cetakan untuk perbanyakan.

Setelah cetak selesai, proses berikutnya adalah pengeringan. “Proses itu dilanjutkan dengan membersihkan dan menghaluskan permukaan hingga rata dan tidak ada sedikitpun bagian yang kasar,” papar lelaki kelahiran 1957 ini.

Bagian finishing dari proses pembuatan itu adalah galvanisasi atau semacam pelapisan dengan kuningan warna emas sekaligus sebagai pelindung dari trofi.

“Permukaannya harus sangat halus dan rata. Warna emasnya juga harus muncul. Proses ini harus membuat trofi semakin berkilau karena ini acara bergengsi,” lanjut seniman lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini.

Selain membuat trofi untuk Anugerah PWI Kota Bogor 2020, Yana WS juga banyak membuat berbagai trofi lainnya sejak awal tahun 2000 seperti festival teater, musik, tari hingga film.

Ia juga dikenal sebagai seniman yang pernah membuat patung Bima Arya dalam versi wayang yang kini menjadi koleksi seni Walikota Bogor.

(rf/release)

Bogor

Mantapkan Pengurus M1R Kabupaten Bogor, Menyerahan Legalitas ke Kesbangpol

BERIMBANG.com Bogor – Organisasi Masyarakat Maluku Satu Rasa disingkat M1R, menyerahkan legalitasnya ke Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bogor dalam rangka melengkapi syarat administrasi.

Ketua M1R yang berkedudukan di Kabupaten Bogor, Rudi beserja jajaran memantapkan kepengurusannya, dengan menyerahkan legalitas M1R ke Kesbangpool di kantor M1R Ruko dua Raja Desa Cijujung Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor, Jum’at (27/11/2020).

Rudi menyampaikan semua anggota M1R turut dalam membesarkan organisasi, “terima kasih atas kehadiran untuk semuanya , karna di sini kita perlu lebih bersinergi untuk tim..”

“saya tanpa kalian apalah mau di kata, semoga di tahun 2021 ini Organisasi kita semakin berkembang dan lebih baik lagi di kemudian hari.”katanya.

Sementara itu, Komandan Propos M1R Kabupaten Bogor Alfons yang selalu mendukung apa yang di sampaikan oleh Ketua M1R Rudi, patut menjadi kebijakan yang harus diikuti oleh semua anggota.

menurutnya hierarki itu menjadi dasar dalam sebuah organisasi masyarakat, sangat penting bagi anggota saling  bekerjasama sesama anggota lainnya, agar bisa terjalin sinergitas dalam menjalankan program.

Ia pun menyarankan “Bersinergi itu penting, dan kedepannya saling membantu dan harus ada pertemuan sebulan sekali untuk membahas bagaimana jalannya organisasi M1R lebih baik kedepannya,” jelas Alfons.

Reporter : R Rindiawan.