Bogor

Bogor

Walikota Bogor Dukung Konferensi PWI, Berharap Kolaborasi Semakin Harmonis

BERIMBANG.com – Pertemuan panitia Konferensi PWI Kota Bogor 2021 bersama jajaran pengurus PWI Kota Bogor dengan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, di Rumah Dinas Walikota Bogor, Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (14/09/2021).

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengapresiasi dan mendukung penuh penyelenggaraan Konferensi Cabang PWI Kota Bogor yang akan dilaksanakan pada tanggal 02 Oktober 2021 mendatang.

Bima juga mengapresiasi kinerja PWI Kota Bogor di masa kepimpinan Arihta Subakti selama ini. PWI Kota Bogor terus melakukan terobosan program dan kolaborasi dengan berbagai pihak, utamanya dengan Pemkot Bogor.

“Saya berharap konferensi yang diselenggarakan akan lebih memperkuat organisasi PWI agar bisa menjadi mitra kolaborasi dengan Pemerintah Kota saat ini maupun di masa mendatang,” jelas Bima.

Hubungan kemitraan, kata Bima, antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan PWI Kota Bogor yang sudah terjalin harmonis selama ini, bukan berarti dirinya secara pribadi selaku Kepala Daerah membelenggu hak-hak teman-teman para jurnalis untuk mengkritik jajaran ASN di lingkungan Pemkot Bogor, apalagi yang bersifat membangun.

“Yaa, saya mempersilahkan teman-teman untuk mengkritik Pemkot Bogor,” tegasnya.

Sementara, Ketua PWI Kota Bogor, Arihta Utama Surbakti mengatakan, konferensi PWI Kota Bogor yang akan dilaksanakan untuk periode 2021-2024. “Kami sudah membentuk panitia SC dan OC untuk pelaksanaan konferensi, dan progresnya hingga saat ini sudah 50 persen kepanitiaan berjalan. Jadi tinggal pelaksanaannya saja nanti,” ucap Ari sapaan akrabnya ini.

Ari menjelaskan dihadapan Wali Kota Bima Arya, selain melaksanakan konferensi dengan agenda utama pemilihan Ketua PWI masa bakti 2021-2024, juga akan dilaksanakan peresmian Masjid An Naba PWI Kota Bogor.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bogor, utamanya ke Walikota Bogor yang selalu mendukung berbagai kegiatan PWI Kota Bogor,”

“Kolaborasi akan terus dilakukan PWI Kota Bogor siapapun nanti yang terpilih menjadi Ketua PWI Kota Bogor pada konferensi tanggal 02 Oktober 2021 mendatang. Bahkan akan terjalin lebih erat kerjasama dengan berbagai pihak lainnya,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Pelaksana Konfercab PWI Kota Bogor, Suhairil Anwar, menuturkan, pertemuan dengan Walikota Bogor, Bima Arya berharap dapat mensuport penuh kegiatan dalam konferensi besok.

“Karena kegiatan konferensi ini bukan hajat ketua atau hajat pribadi seseorang, melainkan hajat organisasi besar yang ada di Kota Bogor,” ujarnya.

Anwar juga berharap orang nomor satu di Kota Bogor ini bisa hadir dan membuka konferensi PWI Kota Bogor yang dilaksanakan di Aula Mapolresta Bogor. “Kita berharap Walikota Bogor bisa membuka konfrerensi tanggal 02 Oktober nanti,” ucapnya.(*)

Bogor

Desa Pondok Udik Masuk IDM Tertinggi Di Indonesia, Bupati Bogor: Sangat membanggakan

BERIMBANG com – Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, berhasil menjadi 10 desa di Indonesia dengan Indeks Desa Membangun (IDM) tertinggi, hal itu mendapat apresiasi Bupati Bogor, Ade Yasin.

Apresiasi tersebut diberikan Ade Yasin pada peluncuran Program Sekolah Pemerintahan Desa dan Desa Presisi, sekaligus penganugerahan pemenang lomba video profil desa, di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, kemarin Senin (13/9/2021).

Hadir secara langsung pada acara tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor M. Romli, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor dan unsur Forkopimda. Sementara, Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Bogor mengikuti acara tersebut secara virtual.

“Sangat membanggakan, tahun ini Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, masuk dalam 10 desa di Indonesia dengan Indeks Desa Membangun (IDM) tertinggi pada Direktorat Jenderal Pembangunan Desa Dan Perdesaan Kemendes, PDT dan Transmigrasi RI, tepatnya di urutan ke-8 dengan nilai IDM 0,9778 dan persentase pertumbuhan +0,39 %,” ungkap Ade Yasin.

Ade Yasin menjelaskan, bahwa program Samisade dapat mendorong pemulihan ekonomi sekaligus mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s) Desa.

Program Samisade dengan pola padat karya diharapkan dapat membawa dampak penyerapan tenaga kerja dan menggerakkan sektor riil di akar rumput dan menciptakan multiflier effect yang mendorong pemulihan ekonomi sekaligus mempercepat pencapaian SDG’s Desa.

“Samisade tak hanya mengentaskan desa tertinggal, tapi juga mendorong desa dari status berkembang menjadi maju. Mengentaskan desa tertinggal memang menjadi salah satu target di tahun 2021. Sejak awal menjabat pada tahun 2018 hingga akhir tahun 2021 kita berhasil menaikkan status 45 desa tertinggal menjadi desa berkembang dan desa maju,” tandas Ade.

Selanjutnya, kata Ade Yasin, berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) Kabupaten Bogor tahun 2021 yang ditetapkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia, terdapat desa mandiri sebanyak 48 desa, desa maju sebanyak 188 desa, desa berkembang sebanyak 180 desa dan 0 (nol) desa tertinggal.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Universitas IPB Dorong Ade Yasin Jadi Ibu Pembangunan Desa

BERIMBANG.com – Institut Pertanian Bogor (IPB) University nobatkan Bupati Bogor, Ade Yasin sebagai Ibu Pembangunan Desa. Hal tersebut diutarakan Wakil Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM IPB), Sofyan Syaf pada peluncuran Program Sekolah Pemerintahan Desa sekaligus penganugerahan pemenang lomba video profil desa, di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, Senin (13/9/2021).

Wakil Ketua LPPM IPB University, Sofyan Syaf mengungkapkan, “Alhamdulillah di Kabupaten Bogor ini sudah zero desa tertinggal atau tidak ada lagi desa tertinggal. Ini merupakan pondasi besar, untuk mendorong desa-desa di Kabupaten Bogor sebagai desa-desa percontohan yang dapat menjawab tantangan The New Economics Growth,”

“Luar biasa ini adalah perjuangan Bupati Bogor, Ade Yasin bersama Pemerintah Kabupaten Bogor yang fokus membangun desa-desanya. Ketokohan Bupati Bogor dapat mencerahkan Indonesia, karena kami sangat sulit sekali menemukan Kepala Daerah yang mau betul-betul fokus dalam pembangunan desa. IPB University akan dorong Bupati Bogor menjadi Ibu Pembangunan Desa,” ungkap Sofyan.

Sofyan menambahkan, hari ini Bupati Bogor menginisiasi untuk meningkatkan kapasitas para aparatur desa, serta para pemuda-pemudi yang ada di desa, melalui Sekolah Pemerintahan Desa. IPB akan setulus hati berkomitmen, membantu Kabupaten Bogor dalam melaksanakan pembangunan desa.

“Mudah-mudahan apa yang sudah diusung oleh Bupati Bogor ini, menjadi bagian penting sebagai contoh keteladanan yang dapat ditiru untuk pembangunan desa-desa di Indonesia,” tandas Wakil Ketua LPPM IPB University, Sofyan Syaf.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Bupati Bogor Canangkan Bulan Vaksinasi Covid-19, Percepat Capaian Target

BERIMBANG.com – Demi percepatan capaian target vaksinasi yang ditentukan pemerintah pusat. Bupati Bogor, Ade Yasin mencanangkan Bulan Vaksinasi Covid-19 yang dimulai sejak, Kamis 9 September hingga 9 Oktober 2021.

Hal tersebut diungkapkannya pada kegiatan Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi Kabupaten Bogor, di Auditorium Sekretariat Daerah, Cibinong, Kabupaten Bogor, kemarin Kamis (9/9/2021).

Hadir secara langsung Danrem 061/Suryakancana, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor, Dandim 0621, Perwakilan Lanud ATS, Perwakilan Kejari Cibinong, Perwakilan Kankemenag Kabupaten Bogor.

Hadir pula jajaran Kepala SKPD, seluruh Camat se-Kabupaten Bogor beserta Kapolsek, Danramil dan Kepala Puskesmas.

Ade Yasin mengungkapkan, pemerintah pusat menargetkan Kabupaten Bogor untuk melaksanakan vaksinasi 4.225.790 orang atau sebanyak 8.451.580 dosis sampai dengan Desember 2021.

Sampai saat ini capaian vaksin Kabupaten Bogor per 8 September 2021, totalnya 1.337.898 atau setara 15,83 %.

“Untuk percepatan capaian target yang ditentukan pemerintah pusat, maka Kabupaten Bogor akan menargetkan capaian 100.000 per hari, melalui pencanangan bulan vaksinasi Covid-19. Dimulai hari ini 9 September sampai 9 Oktober 2021,” ungkap Ade.

Ade menambahkan, untuk mencapai target 100.000 orang per hari, harus mengerahkan semua sumber daya. Sekretaris daerah nantinya akan mengevaluasi Camat dan kepala Puskesmas yang tidak memenuhi target capaian. Selanjutnya, Dandim Dan Kapolres akan mengevaluasi jajarannya.

“Saya juga ingatkan para Camat, untuk memutus mata rantai penyebaran wabah dan penyebaran varian baru, mohon agar tetap waspada. Disiplin penerapan Protokol Kesehatan, ketentuan PPKM level 3 tetap jadi acuan, kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan agar dihindari, dan upayakan isolasi terpusat,” tandas Bupati Bogor, Ade Yasin.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Kabupaten Bogor Dapat Apresiasi Menko Marves, Penerapan Sistem Ganjil Genap

BERIMBANG.com Bogor – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan memuji kebijakan sistem ganjil genap bagi kendaraan yang akan memasuki kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

Hal tersebut diucapkan Luhut, saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM di Jawa Bali. Bupati Bogor, Ade Yasin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti Rakor tersebut secara virtual di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, kemarin Selasa (7/9/2021).

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan di Kabupaten Bogor, yakni penerapan pembatasan mobilitas dengan sistem ganjil genap untuk kendaraan yang akan masuk ke Puncak,”

“Hal ini bisa mengendalikan pergerakan masyarakat yang terus meningkat seiring turunnya level PPKM. Kami juga akan terus memonitor perkembangan harian di Jawa dan Bali,” tandas Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut menjelaskan, situasi Covid-19 di Jawa Bali mulai membaik, Indonesia jadi model penanganan Covid. Ini semua karena jajaran di daerah yang sudah bekerja keras menangani Covid. Terima kasih telah menangani Covid dengan baik sehingga nama Indonesia menjadi baik dan menjadi empat negara tujuan investasi di dunia.

“Selanjutnya ada 20 tempat wisata outdoor di kabupaten/kota pada PPKM level 3 yang akan coba dibuka dengan Protokol Kesehatan ketat dan implementasi aplikasi peduli lindungi. Kemudian rencana pelonggaran untuk perkantoran non esensial,” ungkap Luhut.

Uji cobanya akan dilaksanakan pada tanggal 14 September 2021, di Kota Semarang, Jakarta, Surabaya dan Bandung, dengan 25% karyawan Work From Office (WFO) tergantung pada situasi Covid. Sosialisasi Protokol Kesehatan dan penggunaan aplikasi peduli lindungi akan dilakukan satu minggu ke depan.

“Kesimpulannya, tinggal 11 kota/kabupaten di Jawa Bali yang belum keluar dari level 4. Kita berharap minggu depan sudah bisa turun dan juga lebih banyak yang menjadi level 2 dan 1,”

“Seiring dengan banyaknya daerah yang turun level PPKM, mobilitas masyarakat ikut meningkat. Maka upaya peningkatan 3T, 3M, dan cakupan vaksinasi harus terus dilakukan,” kata Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Rapat Virtual Bupati Bogor Dengan Kemenhub RI, Penerapan Ganjil Genap

BERIMBANG.com – Sosialisasi Kebijakan dan Pengaturan Lalu Lintas Ruas Jalan Nasional Ciawi-Puncak, Kemenhub RI gelar rapat secara virtual diikuti Bupati Bogor Ade Yasin, di Aula Bawah Pendopo Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, kemarin Senin (6/9/2021).

Bupati Bogor menjelaskan, jika dalam dua minggu hasil uji coba penerapan kebijakan ganjil genap belum signifikan berpengaruh terhadap pengurai kemacetan dan penurunan volume kendaraan.

Mungkin, kata Ade Yasin, uji coba seterusnya akan diganti pola, jika setuju dengan pola perminggu berdasarkan pertemuan beberapa waktu lalu bahwa Kementerian menerangkan prosesnya juga panjang.

“Dan ini juga untuk bekal saya pertemuan dengan tokoh masyarakat, Ormas dan perwakilan masyarakat yang ada di kawasan Puncak yakni Cisarua, Megamendung, dan Ciawi untuk berkonsultasi dengan kami tentang penerapan ganjil genap,”

“Akan dilaksanakan hari Rabu, 8 September jam 9 pagi. Pertama apakah ganjil genap ini menggantikan buka tutup yang sudah berjalan atau akan berjalan dua-duanya, ganjil genap jalan, buka tutup jalan, mereka perlu ketegasan dari kami,” terang Ade Yasin.

Menurutnya, tujuan mengundang masyarakat wilayah kawasan Puncak untuk memberikan penjelasan, dan meminta masukan kepada masyarakat yang kemudian akan ia sampaikan ke kementerian sebagai bahan kajian, karena penerapan ganjil genap ini tidak boleh terburu-buru dan sembarangan dilakukan tetapi harus melalui kajian yang komprehensif,

karena disana ada pelaku ekonomi, pelaku wisata, dan tentunya ini juga menyangkut produk yang ada di wilayah tersebut. Jangan sampai banyak kebijakan akhirnya mematikan usaha mereka itu berbahaya juga.

Lebih lanjut Ade Yasin menyatakan, ada beberapa organisasi yang dinamakan Puncak Ngahiji mengeluh, mereka belum tersosialisasikan dengan baik, mereka merasa Puncak lagi, Puncak lagi, padahal Puncak adalah jalan nasional.

“Kami hanya melakukan uji coba sebetulnya untuk keperluan masyarakat, tapi ini mudharat atau manfaatnya kita lihat dari hasil kajian dan hasil diskusi dengan masyarakat. Kita akan melihat situasi uji coba dua minggu, sehingga kami belum bisa memutuskan apakah akan diperpanjang. Nanti keputusannya ada di kementerian,” ujar Ade.

Sebetulnya ganjil genap, Bupati Bogor menegaskan, ini tidak langsung menurunkan volume kendaraan, karena diliihat dari pantauan kondisinya masih macet.

“Karena Puncak banyak jalan tikus atau jalan kecil yang bisa orang ke Puncak tanpa melalui Gadog atau Ciawi. Saya kira ini penurunannya belum signifikan makanya harus dikaji bagaimana penanganan Puncak ini supaya bisa lancar jalannya, tetapi masyarakat juga tidak dirugikan,” tegasnya.

Secara Virtual, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengungkapkan, saat ini dirinya akan segera menyiapkan regulasinya karena itu merupakan jalan nasional yang kewenangannya ada di pihak Kemenhub.

“Sejak seminggu lalu kami diminta pak menteri untuk merancang terhadap langkah peraturan hari ini, dari tol kemudian Gadog sampai dengan ke Puncak Pass, berikutnya memang kita rencananya itu sampai dengan Cianjur. Regulasi akan kami sesuaikan sesuai opsi yang dipilih Satlantas Polres Bogor dan Polantas Polri,” tambah Budi.

Lebih lanjut kata dia, Kemampuan kapasitas jalan dengan volume kendaraan, lanjutnya, ini harus diimbangkan kembali. Melihat dengan VC ratio dirinya menilai sudah tidak ideal lagi.

Disinilah fungsi pemerintahan untuk mengedukasi, mengajak dan menyadarkan masyarakat, dan menampung aspirasi masyarakat sebagai bahan laporan ke Menteri Perhubungan,

untuk melengkapi apa yang disampaikan daerah, terutama Kabupaten Bogor, karena ia sempat membaca di media sosial dampak dari pembatasan ganjil genap di Puncak itu, banyak masyarakat yang mengalihkan wisata ke Kota Bogor.

“Nyatanya memang kebijakan ini tidak hanya di Kabupaten, tetapi juga tetangganya di Kota Bogor, sampai dengan Cianjur, atau bahkan yang sudah dipantau sampai dengan Sukabumi, mungkin bisa diatur sampai sana,”

“Kami akan menyiapkan satu forum dengan beberapa media, dan akan melakukan kampanye lebih masif. Minimal pencegahan masyarakat untuk tidak menggunakan plat palsu dan juga tindakan kepolisian yang bertugas di Polres Bogor,” tukasnya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

UPT Pengelola Sampah DLH Wilayah III Ciawi,  Kab.Bogor Terus Tingkatkan Kinerjanya Demi Menjaga Kebersihan

BERIMBANG.COM, Bogor – Unit Pelaksana Teknis (UPT)  Pengelola Pampah (PS) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wilayah III Ciawi, Kabupaten Bogor terus meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan pengelolaan sampah. Dalam meningkatkan kinerjanya tersebut UPT pengelola sampah wilayah III Ciawi terus berupaya berkolaborasi dengan Camat, Kades, Tokoh Masyarakat dan Organisasi Kemasyarakatan yang peduli dengan kebersihan.

Pihak UPT pengelola sampah DLH Wilayah III Ciawi, dalam meningkagkan kinerjanya tidak hanya melakukan pengelolaan saja, juga melakukan pengangkutan sampah – sampah liar. Hal tersebut dilakukan demi menjaga kebersihan lingkungan.

Rudi Andryanto, Kepala UPT PS DLH Wilayah III Ciawi Kabaupaten Bogor mengatakan, Dalam menjaga kerbersihan lingkungan merupakan tanggagung jawab bersama. Jadi masyarakat juga harus peka dalam menjaga situasi lingkungan agar tetap bersihan.

“Masyarakat harus peka dalam menjaga kebersihan lingkungan, agar terhindar dari penyakit serta harus menciptakan pola hidup sehat dengan cara salah satunya, yaitu menjaga kebersihan lingkungan,” ucapnya.

Rudi juga mengatakan, sampai saat ini masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan di pinggir – pinggir jalan sehingga adanya tumpukan sampah liar, hal tersebut sudah beberapa kali ditemukan.

“Masih ditemukan tumpukan – tumpukan sampah yang liar akibat dibuang sembarangan sehingga kita (DLH) yang harus mengangkut sampah – sampah tersebut. Kami berharap tidak ada lagi yang buang sampah sembarangan, karena dengan membuang sampah sembarangan sama aja dengan mengungdang penyakit, juga dapat menyebabkan banjir serta merusak kenyamanan lingkungan,” pungkasnya.

(Na)

Bogor

Pemerintah Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong Launching Program Samisade

BERIMBANG.COM, Bogor – Pemerintah Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Launching pembangunan jalan desa melalui Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) Jumat (3/9/2021)

Pelaksana Tugas (PLT) Camat Cigombong, Asep Achadiat Sudrajat mengatakan, bahwa Kepala Desa dan Tim Pelaksana Kegiatan harus mampu mengelola anggaran pembangunan jalan desa lewat program Satu Miliar Satu Desa (Samisade).

” Saya menginginkan dana besar yang sudah dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Bogor  sebagai upaya pemulihan ekonomi itu  tepat sasaran,” ungkapnya.

Menurut Asep, Kepala Desa dan TPK melakukan pola pembangunan desa dengan padat karya tunai desa yang menunjang terhadap pemulihan ekonomi akibat pandemik covid-19.

“Samisade merupakan langkah Pemkab Bogor untuk upaya pemulihan ekonomi. Asumsinya, dengan memberikan pekerjaan kepada masyarakat, dapat membantu perekonomian, sekaligus meningkatkan infrastruktur desa,” ucapnya.

Asep mengingatkan, Agar tidak terjadi penyelewengan. Dalam Program Samisade tersebut, Bupati Bogor telah menggandeng Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor untuk ikut melakukan pengawasan. Oleh karena itu, Kepala Desa bersama TPK harus mengikuti regulasi yang telah ditetapkan baik berupa juklak maupun juknis.

Diakhir pembicaraan, Asep juga menyampaikan, Program Samisade tersebut merupakan pelaksanaan janji kampanye pasangan Ade Yasin dan Iwan Setiawan semasa kampanye pilkada yang lalu dan pengejawantahan Pancakarsa Bogor Membangun. Untuk itu, soliditas jajaran Forkopimcam,  Kades, Ketua BPD, Ketua LPM, Ketua RW dan RT, Babinsa, Banbinkamtibmas, Organisasi Kepemudaan, Organisasi Kemasyarakatan, termasuk para tokoh agama tetap terjaga untuk sama-sama mengawal program Samisade tersebut.

(Na)

Bogor

Strategi Percepatan Perlindungan Perempuan dan Anak, Pemkab Bogor Luncurkan SIGADIS

BERIMBANG.com – Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meluncurkan Sistem Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Masyarakat atau SIGADIS, melalui Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB)

Hal tesebut dijelaskan Bupati Bogor Ade Yasin saat peluncuran SIGADIS yang digelar di Auditorium Sekretariat Daerah, Cibinong, Kabupaten Bogor, kemarin Kamis (2/9/2021).

“Hari ini (2/9) saya meluncurkan Sistem Layanan Terpadu Percepatan Perlindungan Perempuan dan Anak atau SIGADIS. SIGADIS adalah sistem pelaporan tindak kekerasan yang menimpa perempuan dan anak secara online, melalui layanan aplikasi atau website www.sigadis.bogorkab,” terang Ade.

Pemkab Bogor, lanjut Ade, melakukan penyusunan Peraturan Bupati Bogor tentang Strategi Percepatan Perlindungan Perempuan dan Anak melalui Aplikasi SIGADIS, dan pembentukan lima Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) SIGADIS pada lima UPT sebagai pilot project.

“Penting bagi kita untuk mengoptimalkan percepatan perlindungan perempuan dan anak. Alhamdulillah Kabupaten Bogor tahun 2020 dinobatkan sebagai Kabupaten Layak Anak kategori madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia,” katanya.

Ade Yasin berpesan, jangan sampai sistem ini aktif hanya satu dua bulan saja, tapi selanjutnya tidak terurus, jadi ketika ada yang betul-betul membutuhkan pertolongan tapi ketika dibuka aplikasi atau webnya sudah tidak ada apa-apanya. “Kalau kita sudah membuka sistem layanan, kita harus konsisten untuk mengurus sistem tersebut, dijaga agar korban yang melapor segera ditindaklanjuti,”

“Kemudian, Satgas PPA dibentuk di masing-masing desa dengan beranggotakan masyarakat di desa setempat, sehingga bersama-sama pemerintah dapat saling bersinergi dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” pesan Ade.

Berikutnya, lanjutnya, Satgas PPA jangan melulu mengatasi persoalan kekerasan anak, tapi juga menjadi Satgas pendidikan anak. Misalkan ada satu keluarga yang di dalamnya ada usia anak sekolah, apakah sekolahnya berjalan dengan baik, jika tidak dicari solusinya agar anak tersebut bisa sekolah.

“Alhamdulillah, angka kekerasan terhadap anak mengalami penurunan, karena banyak program kita yang sampai menjangkau ke desa-desa. Tidak hanya Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD), tapi banyak ibu-ibu di organisasi perempuan, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, sampai tingkat desa yang konsen terhadap perlindungan anak dan perempuan,” terang Bupati Ade Yasin.

Sementara itu Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Nurhayati menjelaskan, dalam melakukan strategi percepatan perlindungan perempuan dan anak, “ melakukan langkah-langkah diantaranya memberikan kepastian hukum melalui Peraturan Bupati Bogor Nomor 67 tahun 2021, pelaporan berbasis online melalui aplikasi SIGADIS, dan pembentukan Satgas PPA di setiap desa,” katanya.

“Sebagai proyek percontohan kami membentuk Satgas PPA di Desa Dukuh Kecamatan Cibungbulang, Desa Tugu Utara Kecamatan Cisarua, Desa Cibentang Kecamatan Ciseeng, Desa Pabuaran Kecamatan Sukamakmur, dan Desa Tamansari Kecamatan Tamansari,”

“Dengan pembentukan Satgas berbasis masyarakat ini, harapannya masyarakat dapat berperan aktif dalam penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengingat rentang kendali di Kabupaten Bogor ini sangat luas,” jelas Nurhayati.

Selanjutnya Nurhayati menuturkan, dengan SIGADIS harapannya bukan hanya ada pengaduan tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak saja, tapi program-program pemberdayaan pun dapat diakses melalui satu pintu.

“Jadi kita mengintegrasikan seluruh program kegiatan untuk pemberdayaan perempuan dalam aplikasi SIGADIS. Hal ini dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan perempuan dan meningkatkan perekonomian keluarga,”

“Semoga dengan adanya kepastian hukum, pelaporan berbasis online, dan pembentukan Satgas di setiap desa, dapat memberikan percepatan penanganan permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bogor,” ujar Nurhayati.

(Diskominfo Kab.Bogor)

Bogor

Sebagai Mantan Prajurit Letkol Purnawiran Suparno Dipercaya Menjadi Ketua DPW I BPBN Prov Jabar, Pengabdian Tanpa Batas

BERIMBANG.COM, Bogor – Danrem 061/Sk.Bogor, Brigjen TNI Achmat Fauzi Pimpin Acara Syukuran Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke- 72 Korem 061/Sk pada tanggal 1 September 2021.

Dalam Acara tersebut, Danrem 061/Sk. telah Melepas 20 Personil Perwira dan Bintara yang telah selesai Purna Tugas Sebagai Prajurit TNI-AD. Diantara Wisuda Purnawira adalah Letkol (Purn) Suparno dalam Massa Pengabdian 37 Tahun di Lingkungan TNI-AD

Letkol (Purn) Suparno, mengatakan, Sebagai sesosok Lulusan Seorang Prajurit saat ini dirinnya dipercaya untuk Menakodai Dewan Pimpinan Daerah I Barisan Patriot Bela Negara (BPBN) Provinsi Jawa Barat.

“Dengan Jiwa Patriotisme Dan Semangat Kebangsaan, Kami Mengajak dan Menghimbau kepada rekan-rekan Prajurit yang Purna Tugas jangan merasa menjadi Laskar tak berguna. Maka dari itu, mari kita Tetap Semangat dan berkarya dimana pun berada,” ujarnya

Dibawah Kepemimpinan Letkol (Purn) Suparno BPBN siap membantu TNI, Polri dan Pemerintah Daerah dan bersinergi dengan Komponen Bangsa lainnya.

(Na)