Bogor

BogorJabodetabek

Tiga Jenazah Gurandil Ditemukan

IMG-20160416-WA0015

BERIMBANG.COM, BOGOR – Pencarian empat  jenazah penambang emas tanpa izin (Peti atau Gurandil)   yang tertimbun tanah longsor dalam lubang Balon Front level CGA di Gunung Butak, Area PT Antam, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Bogor, Jawa Barat, akhirnya membuahkan hasil. Tim evakuasi gabungan berhasil menemukan tiga jenazah dari empat gurandil yang tertimbun dalam lubang.

Kapolsek Nanggung AKP Dody Rosjadi yang memimpin langsung pencarian tersebut mengatakan, tim evakuasi terdiri dari kepolisian, TNI, keamanan PT Antam, dan warga. “Tiga jenazah ditemukan sekitar pukul 15:30 WIB, dengan pencarian selama 2 hari,” kata Dody kepada awak media, Sabtu (16/4/16).

Ia menerangkan, jenazah ditemukan terkubur di kedalaman 300 meter dalam lubang balon level CGA Gunung Butak. “Kami telah mengetahui identitas ketiga korban,”tuturnya.

Ia menjelaskan, ketiga korban bernama Gugun Gunawan (30), warga Kampung Ciketug Tengah, RT 02/04, Desa Pangkal Jaya, Kecamatan Nanggung, Faqihudin Bin Sonip Ali Akbar (24), warga Kampung Ciketug, RT 01/11, Desa Pangkal Jaya, Kecamatan Nanggung, dan Ajum (20), warga Kampung Pongkor, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung.

Masih ada satu korban lagi,  lanjut Dody, yang belum ditemukan, yang diketahui bernama Koboi, warga Kampung Pasir Walang, Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya.

Ia menambahkan, ketiga jenazah yang berhasil dievakuasi di serahkan ke PT Antam, agar segera dikebumikan oleh pihak keluarga. (Raden)

BogorJabodetabek

Dandim : Anggota TNI yang Terlibat Narkoba Akan Dipecat Tidak Hormat

IMG-20160415-WA0012

BERIMBANG.COM, BOGOR – Anggota TNI yang terlibat dalam jaringan Narkoba akan dipecat dengan tidak terhormat. Hal itu ditegaskan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0621/Kabupaten Bogor, Letnan Kolonel (Letkol) Corp Zeni (Czi) Dwi Bima Nurahmat.

Dandim 0621/Kabupaten Bogor mewanti – wanti kepada anggotanya agar tidak terlibat dalam jaringan narkoba, baik secara langsung, maupun tidak langsung. Dalam hal itu, dirinya tidak akan ragu dan tidak akan memberikan pengecualian, untuk merekomendasikan pemecatan dengan tidak hormat anggotanya yang kedapatan terlibat jaringan Narkoba.

“Saya akan rekomendasikan pemecatan dengan tidak hormat dan proses hukum terhadap oknum pun akan tetap berjalan, tanpa ada pengecualian,” tegas Bima kepada berimbang.com, Jum’at (15/4/16).

Perwira TNI itu menjelaskan, pemberantasan penyalah gunaan narkoba harus dilakukan di semua lapisan masyarakat dan semua instansi, tak terkecuali di  jajaran TNI termasuk jajaran Kodim 0621. “Prajurit TNI harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, dan ikut berperan aktif dalam pemberantasan jaringan narkoba bersama Polres Bogor,” tandasnya. (Raden)

BogorJabodetabek

Lagi, Warga Cigombong Jadi Korban Perampokan

IMG-20160415-WA0009

BERIMBANG.COM, BOGOR – Rentetan peristiwa kriminal terus terjadi di wilayah Cigombong Kabupaten Bogor. Belum juga terungkap kasus dugaan perampokan yang akhirnya merenggut jiwa seorang pensiunan perwira Polisi di Kampung Cibandawa Desa Srogol, pekan lalu, seorang ibu rumah tangga warga Kampung Ciletuh Girang, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, kembali menjadi korban perampokan dengan kekerasan hingga mengalami luka serius dan kehilangan uang puluhan juta rupiah.  Saat ini, korban tengah dirawat intensif karena luka serius yang dideritanya. Keluarga korban berharap, aparat kepolisian segera mengungkap siapa dalang dibalik peristiwa yang terjadi.

Saat ditemui berimbang.com, Jumat (15/4/16), Dian (25) salah satu keluarga korban,  menuturkan kronologis perampokan seperti yang diceritakan korban kepadanya.  Pada hari Selasa (12/4/16) lalu, sekitar pukul 11.30 Wib, korban yang bernama Hj. Siti Nurhanifa (33), pergi ke Bank BCA Cicurug untuk mengambil uang sebesar 50 juta rupiah. Saat itu korban pergi sendiri dengan menggunakan sepeda motornya. Sesampainya di Bank BCA, setelah melengkapi administrasi dan menerima uang dari kasir, korban kemudian memasukan uang yang dambilnya itu ke dalam kantong plastik dan dimasukan ke dalam tasnya. Saat akan pulang, korban menyimpan tas berisi uang tersebut ke dalam bagasi sepeda motornya.

Ditengah perjalanan pulang, lanjut Dian,  di perbatasan antara wilayah Bogor dengan Sukabumi di jalan alternatif,  tepatnya di Kampung Manggis Girang RT 1/5 Desa Benda,  Kecamatan Cicurug, tiba – tiba korban dipepet orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Jupiter MX warna hitam biru. Orang tak dikenal itu langsung menendang korban hingga terjatuh. Saat korban terjatuh, datang lagi dua orang pengendara sepeda motor yang berboncengan mengendarai sepeda motor Satria FU warna hitam putih. “Awalnya bibi saya mengira dua orang yang pake motor satria itu mau nolongin, soalnya mereka teriak maling. Eh taunya kedua orang itu kawanan rampok juga. Mereka langsung ngambil paksa tas bibi saya yang berisi uang di dalam bagasi motor”, kata Dian, menirukan cerita Hj. Siti Nurhanifa kepadanya.

Meski dalam keadaan terluka, masih kata Dian, Hj. Siti Nurhanifa tidak mau menyerah begitu saja. Bersama dua orang warga yang menolongnya, Hj. Siti memaksakan diri untuk mengejar para pelaku. Namun naas menimpa kedua warga yang membantu korban. Saat mengejar pelaku di jalan alternatif Agro Wisata Taman Rekreasi Hotel Lido, sepeda motor yang dikendarainya mengalami kecelakaan,  hingga keduanya mengalami luka – luka dan patah tulang. “Ya, akhirnya perampok itu lolos, soalnya yang ngejar juga akhirnya pada jadi korban”, imbuh Dian.

Kasus ini sudah ditangani jajaran kepolisian sektor Cicurug. Namun aparat kepolisian belum bisa dimintai keterangan terkait perkembangan kasus tersebut.  Sementara, keluarga korban mendesak agar aparat kepolisian segera mengungkap siapa dalang dari aksi perampokan tersebut. Karena berdasarkan kronologis kejadian, para pelaku sepertinya sudah mengetahui bahwa korban membawa uang dengan jumlah yang banyak. (Raden)

BogorJabodetabek

Dua Napi Lapas Pondok Rajeg Kabur

IMG-20160415-WA0003

BERIMBANG.COM, BOGOR – Dua narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pondok Rajeg Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/4/16) malam,  dikabarkan melarikan diri.

Kepala Kesatuan Keamanan Lapas (KKLP) Pondok Rajeg, Supriyanto saat dikonfirmasi awak media, membenarkan tentang hal tersebut. Namun belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait kaburnya kedua tahanan.

“Ya, betul ada tahanan kami yang kabur. Tapi lebih jelasnya besok saja temen media datang ke lapas”, kata KKLP Pondok Rajeg, kepada awak media, saat dikonfirmasi melalui pesawat telponnya, Kamis malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun berimbang.com,  kedua narapidana yang melarikan diri itu bernama Dedy Hermanto bin Firman yang terjerat pasal 363 KUHP terkait pencurian, dan Sufento bin Min Kiong yang terjerat pasal 114 Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Raden)

BogorJabodetabek

Purnawirawan Perwira Polisi Korban Perampokan Meninggal

IMG-20160411-WA0013

BERIMBANG.COM, BOGOR – Setelah menjalani perawatan intensif di Rs. Madicare Cicurug selama beberapa hari, Wantoro, seorang Purnawirawan Polisi korban penganiayaan kawanan perampok yang menyatroni rumahnya, Selasa (6/4/16) malam lalu, di Kampung Cibandawa RT 6 RW 2, Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Bogor, Jawa Barat, akhirnya meninggal dunia pada Minggu (10/4/16) dini hari.  Jenazah pensiunan instruktur di Sekolah Kepolisian Negara berpangkat Perwira Menengah ini dimakamkan pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (Tpu) Perumahan Lido Permai Ciburuy, Minggu siang.

Almarhum Letnan Satu (istilah kepangkatan pada masanya, red) Purnawirawan Polisi Wantoro dilarikan ke rumah sakit, karena mengalami sejumlah luka bacokan di kepala dan beberapa bagian ditubuhnya,  saat melakukan perlawanan terhadap aksi kawanan perampok, yang diduga berjumlah lebih dari dua orang. Aksi kawanan perampok bersenjata tajam itu diketahui tetangga almarhum yang mendengar suara gaduh dari dalam rumah korban.

Lusy, salah satu anak korban menuturkan, ayahandanya meninggal dunia pada minggu dini hari sekitar pukul 4.30 wib. Dikatakannya, almarhum mengalami luka bacokan cukup serius di bagian kepala sehingga mengakibatkan pendarahan hebat. “Minggu subuh, bapak meninggal dunia, selain atas kuasa Allah juga akibat luka luka yang dideritanya”, katanya.

Menurut Lusy, almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik hati, taat beribadah dan diakuinya cenderung tertutup dalam hal apapun. Semasa dinasnya sebagai Instruktur di SPN Lido yang kini dikenal Sekolah kePolisian Negara Polda Metro Jaya (SPN PMJ), almarhum Wantoro dikenal sebagai sosok yang disiplin dan fokus pada pekerjaannya. “Bapak itu kalau selesai dinas langsung pulang dan gak kemana mana selain urusan kerja. Ya, bisa dibilang bapak itu orang rumahan”, imbuh Lusy.

Keluarga almarhum Wantoro berharap agar aparat kepolisian segera mengungkap siapa dalang pelaku dibalik peristiwa berdarah yang menimpa keluarganya. “Kami sudah ikhlas atas kepergian bapak,  tapi kami sangat geram atas apa yang telah dilakukan para pelaku. Kami berharap kepada aparat kepolisian agar segera mengungkap apa motifnya dan siapa pelaku keji yang membunuh bapak kami”, tandas keluarga korban lainnya. (Raden)

BogorJabodetabek

Kisruh di TPA Galuga, Forsa dan Ormas Nyaris Bentrok

IMG-20160407-WA0010

BERIMBANG.COM, BOGOR – Puluhan Warga dari tiga desa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Warga Sekitar TPS Galuga (FOSGA) Rabu (6/4/16), kembali melakukan unjuk rasa.  Pengunjuk rasa menghadang truk pengangkut sampah  yang melintas dijalan raya Bojong Rangkas Warung Borong, Kecamatan Ciampea, tepatnya di depan kantor UPT Bina Marga Ciampea.

Namun, aksi pengunjuk rasa itu memicu kemarahan anggota salah satu ormas yang biasa meraih keuntungan dari keberadaan TPA Galuga hingga nyaris terjadi bentrokan. Anggota ormas yang tidak terima truk sampah dihentikan, memaksa para sopir truk sampah yang berjejer di depan kantor UPT Bina Marga Ciampea untuk menerobos hadangan para pendemo.

“Apa-apaan ini, tadi gua udah bilang truk ini enggak boleh lewat,” teriak pengunjuk rasa saat menghadang truk sampah yang nekat melintas.

Teriakan itu dibalas oleh anggota ormas yang mengawal truk sampah milik Pemkot Bogor. ”Mau kamu apa?” balas anggota ormas.

Keributan tidak terhindarkan,  hingga berujung saling dorong antara masa pendemo dengan anggota ormas. Namun ketegangan itu tak berlangsung lama,  setelah sejumlah personel TNI dan Polri yang mengawal aksi tersebut berhasil meredam emosi kedua belah pihak.

Koordinator aksi Nanang mengungkapkan, warga menuntut Pemkot Bogor segera membayar ganti rugi terhadap lahan pertanian dan pemukiman warga setempat yang tercemar sampah TPA Galuga, serta menghentikan pembuangan sampah ke TPA Galuga.

“Pemkot Bogor harus menghentikan membuang sampah ke TPA Galuga sebelum mendapatkan izin dari Bupati,” terangnya.

Nanang meminta agar bupati bogor bersikap tegas dan tidak mengeluarkan izin perpanjangan TPA Galuga, sebelum menurunkan tim teknis untuk memeriksa kelengkapan sarana dan prasarana TPA Galuga.

Ia menambahkan, FOSGA sudah mengadukan Wali Kota Bima Arya ke Mabes Polri untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan adanya kejahatan lingkungan dalam pengelolaan TPA Galuga yang dilakukan oleh Pemkot Bogor. (Raden)

BogorJabodetabek

Kawanan Pencuri Satroni Rumah Wartawan, Dua Unit Sepeda Motor Dibawa Kabur

IMG-20160407-WA0008

BERIMBANG.COM, BOGOR – Belum usai penyidikan Polisi akan kasus dugaan perampokan di rumah Wantoro, seorang pensiunan Polisi di Kampung Cibandawa RT 6 RW 2, Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Selasa (6/4/16), pukul 19.30 WIB lalu, kawanan pencuri satroni rumah Wahyu Diansyah (38), seorang wartawan media online grup Rakyat Merdeka, warga Kampung Wates RT 3 RW 8, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kamis (7/4/16), sekitar pukul 03.00 WIB, dini hari tadi. Dalam aksinya, kawanan pencuri itu berhasil membawa 2 unit sepeda motor, 2 unit Hp Smart Phone serta uang jutaan rupiah.

Wahyu Diansyah, korban pencurian mengatakan, kejadian ini baru diketahuinya sekitar pukul 5.00 WIB pagi tadi. Saat ia bersama anggota keluarganya bangun tidur, didapati pintu depan rumahnya sudah terbuka.  Saat diperiksa,  sepeda motor honda beat new tahun 2015 bernomor polisi F 3357 QX dan Yamaha Mio J tahun 2014 dengan nomor Polisi F 3009 IC yang disimpan di ruang tamunya sudah hilang. Selain itu, 2 unit Hp merk Samsung juga turut raib digondol maling.

“Pencuri diperkirakan masuk rumah saya sekitar jam 3. Karena jam 2 saya belum tidur. Pas saya bangun subuh, pintu depan rumah sudah terbuka karena dicongkel maling. Dua unit motor dan dua hp saya berikut uang sekitar 5 juta didalam jok motor dibawa kabur maling”, kata Wahyu.

Sekitar pukul 7.00 WIB pagi tadi, lanjut Wahyu, tiga anggota Kepolisian Polsek Cijeruk Cigombong, sudah datang ke rumahnya untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Iman, warga setempat lainnya mengatakan, sekitar pukul 3.30 WIB dini hari tadi juga terjadi percobaan pencurian sepeda motor warga di kampung manggis yang lokasinya tidak jauh dari kampung Wates. Namun aksi pencurian berhasil digagalkan,  karena pemilik sepeda motor terbangun saat kawanan pencuri hendak membawa hasil curiannya.

“Motornya sudah mau dibawa kabur maling, tapi yang punya keburu bangun dan melawan pencuri itu sampai akhirnya pencuri itu kabur”, tutur Iman.

Pencurian kendaraan bermotor di kawasan Cigombong bukan terjadi kali ini saja. Sepekan terakhir, pencurian sepeda motor terjadi juga dirumah warga perumahan Gemilang dan di Perumahan Lido Permai Desa Ciburuy. (Raden)

BogorJabodetabek

Antam dan PPI Tanam 7.000 Pohon di Caringin

IMG-20160406-WA0003

BERIMBANG.COM, BOGOR – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bersama Himpunan Pemuda Pertambangan Indonesia (HPPI) melakukan penanaman 7.000 pohon durian jenis Matahari dan Montong di Kampung Limusnunggal, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Rabu (6/4/2016).

Penanaman 7.000 pohon durian sebagai salah satu implementasi corporate social responsibility (CSR) PT Antam ini, ditujukan untuk menjaga kelestarian alam di kawasan DAS Cisadane, menjaga produktivitas komoditi durian, dan meningkatan ekonomi masyarakat desa.

Vice President CSR PT Antam, Agus Yulianto, mengatakan, Antam adalah milik rakyat Indonesia karena Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. “Sehingga Antam selalu berkomitmen ikut melestarikan alam, meningkatkan produktivitas durian, sekaligus memberdayakan masyarakat dengan menambah penghasilan masyarakat,” katanya.

Penanaman pohon di Ciherang Pondok ini, kata Agus, adalah program keempat. Di mana tahun sebelumnya juga dilakukan di Cimande menanam pohon Jabon, menanam 4.000 pohon durian di Desa Tangkil, dan 6.000 pohon di Desa Cinagara. Total disebar di Kecamatan Caringin 18.000 pohon.

Ketua Umum DPP HPPI, Fahdli Alimin Hasyim, berharap pihak desa menyalurkan pohon durian ke masyarakat secara tepat sasaran, agar enam tujuh tahun ke depan bisa membantu taraf ekonomi masyarakat. “Cara tanam durian Montong dan Matahari ini disilang agar hasilnya bagus,” ujarnya.

Kepala Desa Ciherang Pondok, H Aldi Wiharsa, mengimbau masyarakatnya dan Ketua RT dan RW agar tidak menjual bibit durian tersebut. “Saya juga mengimbau agar jangan hanya ditanam langsung ditinggalkan. Tapi harus dipelihara. Pemdes akan terus pantau.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia yang juga isteri Kades, Novi Variana, juga mengajak masyarakat gemar menanam dan memelihara pohon. “Agar nyaman dan tak takut terjadi bencana alam dan mengurangi efek gas karbondioksida,” katanya.

Sekcam Caringin, Minarso, menambahkan, Desa Ciherang Pondok merupakan sentra durian meski yang terkenal adalah Durian Rancamaya. “Kualitas durian di Ciherang sangat bagus dan banyak variannya. Terbukti dalam kontes durian jadi juara II,” imbuhnya.

Acara penanaman pohon ini diikuti pula oleh Muspika Caringin, tokoh masyarakat, MUI, TNGP, Ketua RT dan RW, serta guru dan pelajar SD. (Raden)

BogorJabodetabek

Rumah Purnawirawan Polisi Disatroni Perampok, Korban Luka Dibacok

IMG-20160406-WA0002

BERIMBANG.COM, BOGOR – Rumah Purnawirawan Polisi di Kampung Cibandawa RT 6 RW 2 Desa Srogol Kecamatan Cigombong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/4) malam kemarin,  disatroni kawanan perampok bersenjata tajam. Wantoro (80), korban perampokan, menderita sejumlah luka serius dibagian kepala karena dibacok oleh para perampok saat mencoba melakukan perlawanan dan dirawat intensif di Rumah Sakit Medicare Cicurug.

Aksi kawanan perampok ini pertama kali diketahui oleh Rovik (20) tetangga korban yang mendengar teriakan korban yang kesakitan saat dianiaya para perampok yang diperkirakan berjumlah lebih dari tiga orang.

Rovik menceritakan, sekitar pukul 19.30 ia mendengar suara orang berteriak minta tolong dari arah rumah korban. Khawatir terjadi apa – apa, Rovik langsung mengintip kedalam rumah korban melalui kaca jendela samping rumah korban. Rovik mengaku terkejut saat melihat beberapa orang mencurigakan didalam rumah yang sedang menganiaya korban. Korban tidak berdaya melawan aksi kawanan perampok, karena dalam kesehariannya korban yang sudah berusia lanjut itu tinggal dirumahnya seorang diri.

“Saya reflek berteriak maling, kemudian ketiga orang itu langsung keluar rumah dan melarikan diri dengan menggunakan mobil pickup warna hitam yang parkir di seberang rumah korban ke arah bogor”, tutur Rovik, kepada berimbang.com.

Tetangga korban lainnya mengatakan, saat perampokan terjadi situasi disekitar rumah korban masih ramai. Bahkan, warga juga melihat sebuah mobil pickup warna hitam yang parkir diseberang rumah korban dalam keadaan mesin hidup. “Kami tidak menyangka kalau itu mobil perampok. Kami kira orang yang parkir biasa”, kata tetangga korban yang enggan menyebutkan namanya.

Rabu (6/4) pagi, jajaran Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Cijeruk – Cigombong melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian. (Raden)

BogorJabodetabek

UN Sekolah Menengah di Cigombong Berjalan Lancar

IMG-20160405-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tingkat Sekolah Menengah Tahun 2016 di wilayah Kecamatan Cigombong berjalan lancar dan tidak dijumpai adanya kendala. Meski tidak melibatkan pengawas dari independen,

pelaksanaan ujian tahun ini tidak luput dari pengawasan aparat Kepolisian setempat.

Di Madrasah Aliyyah Negeri (MAN) Cijeruk yang dipimpin oleh E. Supriyatman,  ujian diikuti oleh 262 peserta. Menurut ketua panitia ujian Agus Suhendar, para peserta itu terdiri dari 177 siswa siswi MAN Cijeruk, dan sisanya 95 orang siswa dari 5 sekolah swasta yang bergabung ke MAN. “UN di sekolah kami diikuti oleh 262 peserta. Sekolah kami merupakan Sub Rayon yang membawahi 19 sekolah, jadi pendistribusian soal ujian dikonsentrasikan di sekolah kami dengan pengamanan ketat tentunya”, kata ketua panitia UN yang juga pembina kesiswaan itu.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, pada hari ini soal yang diujikan ada beberapa mata pelajaran, sesuai dengan bidang jurusannya. “Untuk kelas Ipa diujikan mata pelajaran matematika dan biologi, kelas Ips Matematika dan Sosiologi dan kelas Agama diujikan mata pelajaran Matematika dengan Fiqih”, jelasnya.

Pelaksanaan UN juga diawasi oleh Jajaran Kepolisian Sektor Cijeruk dan Cigombong dipimpin langsung Kapolsek Kompol Suhartono. Dalam giat ini, selain monitoring, aparat Kepolisian juga melakukan sosialisasi terkait antisipasi kerawanan pelajar paska ujian.

Sementara itu UN di SMK Nuansa Cigombong diikuti oleh 137 peserta, dengan mengujikan satu mata pelajaran yakni Matematika. Menurut panitia, tidak ada kendala yang dihadapi dalam ujian tahun ini. “Ujian berjalan lancar tanpa kendala, karena sebelumnya kami telah melakukan persiapan dengan matang. Meskipun ada salah satu siswa kami yang mengalami kecelakaan, namun dia memaksakan hadir untuk mengikuti ujian”, pungkas Reslanit P. Soblely S. Pd, salah satu panitia UN di SMK Nuansa. (Raden)