Bogor

BogorJabodetabek

Ikarta Meriahkan Lomba Lintas Alam Di Kampung Bohlam

img-20161030-wa0067

BERIMBANG.COM, Bogor – Dalam rangka Hari Ulang Tahun ( HUT ) Ikatan Karang Taruna ( IKARTA) Ke – 9, acara di meriahkan dengan lomba Lintas Alam yang di gelar di Kampung Bohlam, Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Minggu (30/10/16)

 Acara tersebut di hadiri oleh 138 perserta Lintas Alam Diantaranya adalah: Parades, Rapi, Muspika Kecamatan, Rapi Tripel C, Mako Ciawi, Ormas dan KNPI Kecamatan Cigombong.

Saat di temui berimbang.com,  Ketua panitia Nanang (gonel) di tengah keramaian mengatakan, mengucapkan Allhamdulilah dalam rangka ulang tahun karang taruna ini sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Kita dapat berkumpul bersama di acara yang berbahagia ini, Sebagai bentuk kesemangatan kepada para pemuda dan pemudi yang mana disini kita adakan lomba lintas alam dan lomba kostum yang nanti kita nilai bersama, untuk regu lintas alam kami libatkan kepada para Siswa Dan siswi sekolah yang ada di kecamatan cigombong dan Kecamatan Caringin," Ungkapnya.

Di tempat yang sama Ketua (KNPI) H. Iwan sofwan Zaqi menambahkan,   Harapan kedepannya, kepada para pemuda agar lebih semangat untuk membangun Bangsa ini, karena menurutnya,  para pemuda konci utama untuk membangun masa depan bangsa Indonesia, di tahun depan  insya Allah acara seperti ini akan bisa lebih meriah lagi. (Nn/Yosef)

BogorJabodetabek

Pelajar SMPN Kab. Bogor Menjadi Korban Peredaran Obat-Obatan Terlarang

img-20161027-wa0016

BERIMBANG.COM, Bogor – Peredaran obat – obatan terlarang di kalangan pelajar di wilayah selatan Kabupaten Bogor sangat mengkwatirkan.

Kali ini SMPN 1 Cigombong, Kecamatan Cigombong, kabupaten bogor menjadi sorotan masyarakat banyak, di duga siswa siswinya menjadi korban pengguna Obat-obatan yang masuk kategori psycotropica golongan empat, diantaranya alprazolam, trihexypenidil, hexymer dan megadon, 

Saat di komfirmasi awak media Kepala Sekolah SMPN 1 Cigombong, Wahyudin mengatakan, awal mulanya kami aneh dengan sikap-sikap anak tersebut, Dari segi penampilan dan dari pembicaraan pun tidak nyambung, lama kelamaan kami curiga bahwa anak itu sudah menggunakan Obat-obatan terlarang lalu pihak sekolah memeriksa semua isi dalam tasnya di temukan lahh obat-obatan semacan alrpazolam, trihexypenidil, kami langsung melaporkan ke aparat kepolisian untuk mencari pengedar obat-obatan terlarang itu.

Selanjutnya pihak sekolah memeriksa anak tersebut, sehingga ada empat orang korban pengguna obata-obatan diantaranya dua siswa dan dua siswi yang masih duduk di kelas 7 dan 9. "Kami langsung memberitahukan kepada orang tuanya masing-masing, setelah kami panggil orang tuanya mereka begitu kaget sehingga ada orang tuanya yang pingsan," Ungkap Wahyudin kepada sejumlah awak media, Rabu (26/10/16) kemarin.

Isu di luaran yang terdengar, Lanjut Wahyudin, bahwa pihak sekolah telah mengeluarkan siswa- siswi tersebut. " Isu itu kami bantah dan tidak benar, Kami tidak pernah mengeluarkan yang ada kami meminta kerja sama kepada orang tua siswa yang anaknya terlibat untuk memeperbaiki sikap anak dan untuk tidak lagi menggunakan obat-obatan yang terlarang itu, tetapi keluarnya empat siswa-siswi atas kemauan orang tua dan anaknya sehingga meminta surat pengantar pindah ke sekolah lain dan untuk melanjutkan sekolahnya di daerah jawa tengah sampai ada yang pindah ke malaysia," jelasnya. (Red)

BogorJabodetabek

Gelar Razia, Polres Bogor Sita 154 Unit Sepeda Motor Bodong

161461_620

BERIMBANG.COM, Bogor – Kepolisian resor Bogor, Jawa Barat, berhasil menyita 154 unit sepeda motor 'bodong' tanpa surat resmi kendaraan dari warga masyarakat. Kendaraan bermotor yang diduga hasil pencurian sepeda motor itu disita petugas saat kepolisian menggelar razia September- 17 Oktober di wilayah hukum Kabupaten Bogor. "Ratusan sepeda motor ini kami sita dari masyarakat dalam rangka menekan tindak pencurian sepeda motor yang kian marak di wilayah hukum Polres Bogor," kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Bambang Waskito, Senin 17 Oktober 2016.

Dia mengatakan, penyitaan ratusan sepeda motor bodong hasil curian ini sebagai bentuk penindakan yang dilakukan petugas kepolisian langsung dari hilir atau dari masyarakat yang membeli sepeda motor tanpa dilengkapi surat resmi karena merupakan hasil curian. "Dari hilir dulu atau langsung dari penadah sepeda motor curian kami tertibkan dulu karena meningkatnya tindak curanmor karena masih tingginya permintaan dari pasar," kata dia

Untuk itu, pihaknya menghimbau masyarakat agar tidak membeli kendaraan tanpa surat resmi karena diduga merupakan kendaraan curian, "Bagi masyarakat yang membeli dan menggunakan barang hasil curian, maka bisa masuk dalam kategori penadah," kata dia.

Bambang Waskito mengakui jika wilayah Kabupaten Bogor merupakan daerah tujuan pelarian dan penjualan sepeda motor curian, "Wilayah Bogor merupakan penyangga ibu kota Jakarta sehingga menjadi tujuan untuk penjualan sepeda motor curian dari Jakarta, Bekasi dan Depok," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Polisi Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Andi Muhammad Dicky mengatakan, untuk menekan kejahatana curanmor roda dua dan roda empat, pihaknya sudah memerintahkan seluruh Kapolsek jajaran Polres Bogor dan Sat Reskrim melaksanakan razia khusus motor bodong yang dilaksanakan pada pagi hari, siang, sore, malam dan menjelang pagi "Buktinya ada sebanyak 3 unit kendaraan roda empat dan 154 unit kendaraan bermotor roda dua berbagai merek yang tidak dilengkapi dengan surat yang sah berhasil kami sita," kata dia.

Dalam operasi terhadap kasus terkait curanmor, Polres Bogor telah memproses 6 tersangka pelaku curanmor (pemetik) dan 20 orang pelaku kasus penjual/ penadah curanmor. "Kami juga memproses 25 orang pengguna motor bodong hasil curian, " kata dia

Kapolres menambahkan, untuk pelaku curanmor akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 13 tahun penjara, selanjutnya untuk penadah dan pengguna akan dikenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. "Para pengguna motor bodong membeli motor yang tidak dilengkapi dengan surat-surat yang sah alias motor bodong dengan harga murah dari penadah, yang mereka beli melalui media sosial seperti Facebook atau langsung dari penadah pelaku pencurian," kata dia

Dia mengatakan, pihak kepolisian menghimbau agar masyarakat, tidak membeli motor bodong yang harganya relatif murah, karena Kepolisian tidak segan-segan akan menindak tegas dan memasukkannya ke dalam kategori penadah. "Masyarakat yang akan membeli motor bekas diharapkan untuk mengecek terlebih dahulu nomor mesin dan nomor rangka Samsat untuk memastikan apakah motor tersebut sudah diblokir karena tindakan kejahatan atau tidak," kata dia. *

BogorJabodetabek

Dewan Kesenian Dan Kebudayaan Kota Bogor Gelar Rakerda

img-20161017-wa0024

BERIMBANG.COM, Bogor – Dewan Kesenian Dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) siang tadi Minggu, (16/10/2016) menggelar Rakerda yang bertempat di ruang Paseban sri Baduga Balaikota Bogor. Rapat kerja daerah yang pertama tersebut dihadiri oleh Usmar Hariman ketua umum dewan kesenian Kota Bogor jajaran pengurus, Kadisbudpar, perwakilan Dinas pendidikan, seniman, Budayawan, pelaku seni, peserta dan tamu undangan lainnya.

Agenda rapat kerja daerah (rakerda) yang dimulai pukul 09.00 Wib sampai dengan siang itu menjelaskan seputar tata tertib sidang, membentuk komisi – komisi, diantaranya bidang kesenian, kebudayaan dan bidang organisasi. Setiap komisi diberikan kesempatan untuk mengusulkan program kemudian menyampaikannya kepada ketua sidang.

Dalam amanatnya, ketua umum dewan kesenian Kota Bogor Usmar Hariman dihadapan peserta raker mengatakan, yang ingin saya katakan pada kesempatan berbahagia ini hanya sedikit orang-orang yang akan terpanggil keranah yang  mungkin disatu sisi kurang menjanjikan apa-apa, hanya sedikit hanya kita-kita saja yang hadir diruangan inilah yang telah tertakdirkan untuk bersama-sama memajuselaraskan agar kesenian.

"Agar nilai-nilai apa yang menjadi buah pikiran pak eman sulaeman, buah pikiran para inohong kebudayaan kota bogor itu bisa kita padukan menjadi sebuah yang betul-betul berarti bagi masyarakat kota bogor khsususnya, nusantara pada umumnya," kata Usmar.

Lanjutnya, begitu syarat kebudayaan kesenian dikota bogor ini menjadi sesuatu yang menjanjikan bagi kita jadikan sebagai upaya pemberdayaan secara keseluruhan baik itu untuk menjadi tontontonan, baik itu menjadi tuntunan.

"bahkan yang lebih nilai berkembang lagi itu akan menghasilkan sebuah karya ekonomi kreatif," ujarnya.(andy/yosep)

BogorJabodetabek

Milad Ke 29, Olah Raga Tarung Derajat Adakan Baksos Dan Santunan Yatim

Kegiatan Milad Tarung Derajat di Cimande Bogor ( Foto : Ist)
Kegiatan Milad Tarung Derajat di Cimande Bogor ( Foto : Ist)

BERIMBANG.COM, Bogor –  Keluarga Olah Raga Tarung derajat (Kodrat) Kota Depok memperingati hari jadinya yang ke 29 tahun. Keluarga Olah Raga Tarung Derajat (KODRAT) lahir di Kota Depok di cetuskan oleh seorang putra daerah bernama Kang H.Dede Gempar Kurnia,  biasa di sapa dengan sebutan Kang Gempar.

Kang Gempar sebagai pelatih utama dan sekaligus  pencetus KODRAT di beberapa wilayah khususnya Jabodetabek, pada perayaan Milad ke 29 kali ini, Kodrat Depok melaksanakan acara latihan sekaligus Baksos yangg dilaksanakan di wilayah Cimande Bogor pada tanggal 15 Oktober 2016.  Hal ini dilaksanakan dengan tujuan agar semua anggota Keluarga KODRAT Depok agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar dengan alam semesta.

Kang Sugeng Riyadi selaku ketua pelaksana Milad kodrat Depok berharap ada output yang dihasilkan dari agenda Milad yang dirangkai Baksos untuk membentuk pribadi mandiri serta peka terhadap lingkungan sosial sesuai Pokok Pokok ajaran Tarung Derajat yaitu Kekutan, Kecepatan, Ketepatan, Keberanian dan Keuletan, selain itu kang Sugeng berharap generasi Kodrat Depok pada masa sekarang dapat lebih kuat mempunyai jiwa militansi dan loyalitas terhadap Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) khususnya di kota Depok dan umumnya di nusantara.

Sementara itu, kang H.Dede Gempar Kurnia mempunyai  harapan Kodrat Depok dapat lebih berjaya di kancah lokal maupun internasional, selain itu pelatih utama yang biasa disapa kang Dede berharap semua anggota keluarga KODRAT dapat menghayati serta mengamalkan dari setiap ajaran luhur yg diwariskan dari H. Achmad Drajat yang biasa di sapa AA BOXER,  diantaranya moto Keluarga Kodrat "Jadikanlah Dirimu Oleh Diri Sendiri" serta "Aku Ramah Bukan Berati Takut,  Aku Tunduk Bukan Berarti Takluk" demikian  harapan yg disampaikan Kang H. Dede selaku pelatih Utama Kodrat Depok.

Adapun acara baksos yang dilaksanakan adalah santunan kepada anak yatim yang berada di wilayah tempat Milad dilangsungkan. 

Agenda Milad selain Baksos dan Silaturahmi antara anggota Kodrat Depok dirangkai dengan latihan gabungan seluruh anggota 16 Satlat Kodrat yang ada di Kota depok. (*).

BogorJabodetabek

Kedatangan Ketua DPD Golkar Jabar Bikin Heboh Masyarakat Cigombong

img-20161004-wa0047

BERIMBANG.COM, Bogor – Pagelaran wayang golek dan bodoran ohang yang di persembahkan untuk menghibur masyarakat kecamatan cigombong oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi nampak meriah, acara yang di selenggarakan di lapangan Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, senin (03/10/16).

Meskipun tidak naik panggung Dedi telah hadir di tengah-tengah lapangan ikut menyaksikan pagelaran woyang golek dan bodoran ohang dengan memakai pakaian sederhana sehingga banyak masyarakat yang tidak mengenalinya.

salah satu warga, acun(40) mengatakan kepada Berimbang.com, dirinya tidak mengenali Dedi Mulyadi sebagai ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat yang telah menghadiri acara di tengah lapang.

” Bahkan saya mendapatkan door prize dari patinia pelaksan acara dan banyak juga masyarakat lainnya yang mendapatkan door prize, dengan adanya acara pagelaran wayang golek dan bodoran ohang ini saya dan banyak masyarakat lainnya sangat terhibur”. Ungkapnya. (Nana/yosep bonang).

Editor : Redaksi

BogorJabodetabek

Hujan Deras Mengakibatkan Bencana Longsor Di Kampung Pasir Jaya

img-20160930-wa0060

BERIMBANG.COM, Bogor – Hujan deras yang mengguyur kawasan Bogor dan sekitarnya, kamis 29-09-16. Hujan deras mengakibatkan bencana longsor di kampung pasir jawa rt/03/06, Desa Pasir Jaya, Kecamatan cigombong, Kabupaten Bogor.

Ketua RW, 06 sumardi mengatakan “terjadinya Longsor jam 20:00 wib tidak ada korban dalam bencana ini hanya kandang ayam milik ujang abdulah ketua rt setempat yang tertipa tanah dan satu rumah warga, atapnya rusak dan dinding rumah retak.

” Alhamdulilah kepala desa (kades) gina garmina, antusias, dan langsung mendatangi ke lokasi bencana longsor, untuk melaporkannya ke tingkat kabupaten. “ujar sumardi.

Saat tim Berimbang.com meliput tempat kejadian longsor. hadir pula Bhabinkamtibmas desa pasir jaya, Brigadir Yudi Kohar Saputra sedang cek kejadian serta tidak lupa juga menghimbau kepada seluruh warga masyarakat khususnya Desa pasir jaya agar berhati-hati dan waspada karena tingkat curah hujan sangat tinggi dan lama dan apabila terjadi bencana alam agar semua pihak bekerja sama dan kordinasi antar intansi terkait karena tidak menutup kemungkinan ada bencana alam berikutnya yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. (Nana/suherman)

Editor : Redaksi

BogorJabodetabek

Wartawan Online Dikeroyok Puluhan Oknum Mata Elang Leasing

img-20160929-wa0010

BERIMBANG.COM, bogor- telah terjadi pengeroyokan terhadap Wartawan di wilayah kecamatan cigombong, Kabupaten Bogor, Rabu (28/09/16) sekitar pukul 01:20 WIB.

Korban, Egi Firmansyah (30)wartawan kabarpasundan.com di keroyokan oleh puluhan oknum Matel (Mata Elang) leasing di Taman Gajah Villa Mutiara Lido – Cigombong, Kabupaten Bogor, korban langsung di bawa ke rumah sakit terdekat cigombong.

Awal mulanya dari Jalan Raya Cijeruk sampai jalan raya Cigombong, Kabupaten Bogor. Dalam perjalanannya Egy melihat sekelompok orang yang diduga Mata Elang sedang berkumpul di Jalan Warung Kupa Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Menurut keterangan warga Diduga Mata Elang tersebut akan melakukan razia motor yang hanya berbekal STNK saja,” Kata warga yang enggan disebutkan namanya.

Dengan penasaran Egi dan rekannya herman alias uling memantau di sekitaran lokasi, tak lama kemudian Egi menerima kabar dari mertuanya bahwa motornya dirampas oleh oknum yang diduga mengatas namakan Matel (Mata Elang)

Mendapat kabar bahwa motor yang dirampas itu ada di Mutiara Lido Cigombong, akhirnya Egi mendatangi ke lokasi dimana ormas sedang berkumpul, ternyata di lokasi sedang terjadi perkelahian Ormas Gempa dengan pihak Matel (Mata Elang). Egi langsung meliputnya, ketika mengambil Foto, lalu Egi dipukuli oleh matel dan Id Card miliknya di rampas.

Ketua Perkumpulan Masyarakat Pemerhati Pembangunan Pasundan Raya (PMP3R) Anwar Resa Mengatakan, “Tindakan tersebut merupakan tindakan kriminal, Diminta kepada pihak aparat hukum untuk mengambil tindakan tegas terhadap oknum Mata Elang (Matel) tersebut.

“Bahkan diduga pula oknum mata elang tersebut yang meresahkan masyarakat dengan penyitaan motor tengah malam pada setiap-tiap kampung. Inilah kesempatan bagi kepolisian untuk mengungkap adanya keresahan penyitaan motor yang mengaku-ngaku anggota,” Tutur Anwar.

Terpisah, Kapolsek Cijeruk – Cigombong Komisaris Polisi Suhartono mengatakan, sementara ini kita akan mengumpulkan saksi-saksi dulu dibantu oleh tim buser Polres, peristiwa yang menimpa saudara Egi dikenakan Pasal 351 Junto 170 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Terjadinya pemukulan terhadap seorang Wartawan yang secara hukum di lindungi Undang-Undang. Pada pasal 8 Bab III Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 1999, tentang Pers, dalam melaksanakan profesinya WARTAWAN mendapat perlindungan hukum.

Pada Bab ketentuan pidana VIII pasal 18 (1) Setiap orang yang secara hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah), (Nana/suherman/yosep)

BogorJabodetabek

Kapolres Bogor : Tidak Benar Adanya Razia Door yo Door

img-20160928-wa0056

BERIMBANG.COM, Bogor – Menanggapi terkait isu informasi yang beredar di masyarakat tentang pelaksanaan Razia Motor Bodong Door to Door di wilayah Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky P.G. S.Sos, SIK, MH. “Menyatakan Tidak benar adanya kegiatan Razia Motor Bodong Door to Door Tersebut, karna dengan razia/ operasi dijalan saja sudah terjaring banyak motor , buat apa razia dirumah”

Kapolres Bogor menegaskan bahwa tidak ada anggota Polres Bogor yang melakukan hal seperti itu,. ” Saat ini Polres Bogor memang sedang melaksanakan operasi terhadap curanmor termasuk motor – motor bodong. Tidak ada yang melakukan door to door untuk merazia motor bodong”.

Kami menilai bahwa isu yang tidak bertanggung jawab tersebut, sengaja di setting oleh pihak tertentu yang ingin mencari-cari kesalahan polisi atau terganggu dengan upaya polisi memerangi curanmor. Dari gambar yang tersebar tersebut semuanya berada di jalan dan tidak berada di rumah, Bakan berada di beberapa tempat operasi yang berbeda sehingga diduga membuat berita ini memang berniat untuk menjatuhkan Citra polisi.

Hasil penelusuran kami terhadap akun yg awal menyebarkan isu tersebut sudah tidak ada lagi, sehingga kami anggap itikadnya tidak baik. Polres bogor mengundang para pihak yg mungkin ingin konfirmasi atau mengetahui terkait masalah curanmor atau motor bodong, kami akan senang sekali bila ada masukan yg bertanggung jawab apalagi sekarang jamannya transparansi.

Polres Bogor sudah melakukan sosialisasi selama sebulan terkait operasi motor bodong baik melalui spanduk, media massa dan tatap muka.

Setelah sosialisasi terbut, Setiap hari Polres dan Polsek jajaran melakukan razia lalu lintas sesuai dengan prosedur. Apabila dalam pelaksanaan razia terdapat motor yang tidak dilengkapi surat – surat kendaraan. (*)

BogorJabodetabek

Kurangnya Pengawasan, Anggaran RTLH Pemkab Bogor Tidak Tepat Sasaran

img-20160928-wa0046

BERIMBANG.COM, Bogor-Kurangnya pengawasan ketat dari pemkab Bogor dengan adanya bantuan anggaran Rumah Tidak Layak Huni yang sudah terealisasikan tidak tepat sasaran,karena masih ada rumah warga yang sudah tidak layak Huni.

Pantauan berimbang.com dilapangan,Jajang (55) salah seorang warga kampung Kubang RT05/03 berharap kepada Pemerintah Desa (Pemdes) agar merealisasikan anggaran Rumah tidak layak huni (RTLH) Untuk membangun rumahnya yang sudah rusak.

” Saya berharap kepada pemerintah Desa memperhatikan keadaan rumah saya yang sudah rusak parah, karena saya bersama keluarga saya tidak mampu memperbaiki rumah, dengan keadaan saya kerja sebagai pengamen bisa nyari untuk makan sehari-hari juga udah Alhamdulilah,” harap jajang.

Harapan saya kepada pemerintah Desa maupun pemerintah Pemkab Bogor Minta Agar Merealisasikan Anggaran Rumah Tidak Layak Huni buat rumah saya yang sudah rusak parah, karena sudah bertahun- tahun saya belum mampu untuk membangun rumah yang sudah rusak” keluhnya. (Suherman/NN)