Beranda blog Halaman 377

Solar Isi Air Di SPBU Jalan Juanda Dilaporkan Ke Mapolres Depok

0

4-563x330

BERIMBANG.COM, Depok – Solar berisi air di SPBU Jalan Juanda, Sukmajaya Depok dilaporkan konsumen ke Mapolres Depok setelah mengetahui truck yang dikemudikannya mendadak mogok setelah mengisi bahan bakar.

Direktur LBH Senapati Donny Sudrajat, tindak lanjut laporan SPBU ke Mapolres Depok dikarenakan pihak SPBU lempar tanggung jawab kesalahan akibat kiriman dari truk tanki Pertamina bahwa solar tersebut mengandung air bukan berasal dari SPBU tetapi dari sumber pengiriman Pertamina Plumpang.

Karena itu dengan adanya saling lempar tanggung jawab dari pengelola SPBU ke Pertamina ia melaporkan dengan tuduhan bahwa SPBU tersebut menyalahi Undang – Undang Pelayanan Konsumen (UUPK) no 8 tahun 1999 pasal 6 terkait hak dan kewajiban pelaku usaha (dengan ancaman ganti rugi 2 milyar minimal lima ratus juta rupiah) yang menyebabkan kerugian kliennya akibat solar yang bercampur kandungan air sehingga menimbulkan mobil bus mogok dan tidak dapat disewakan.

“Persoalannya adalah solar yang mengandung air berasal dari SPBU dijalan Juanda, kalaupun pihak pengelolanya membantah kesalahan dari kiriman Pertamina tetap harus diusut pihak kepolisian sampai tuntas karena ini mengakibatkan kerugian para pengguna solar,”terang Donny usai mendampingi kliennya melaporkan kasus tersebut diMapolres Depok Sabtu (12/11).

“Ini baru satu kejadian yang terungkap solar bercampur air disalah satu SPBU dan itu harus menjadi perhatian bagi pemilik mobil yang menggunakan solar, dan kalau mengalami hal yang sama cepat dilaporkan kepada pihak Kepolisian baik sendiri ataupun didampingi pengacara,”himbau Donny.

Sementara itu barang bukti berupa solar bercampur air telah diambil oleh tim Reserse kriminal khusus dari truk tanki Pertamina dan dari tanki sumur penyimpanan SPBU sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.(Iik)

Hidup Sehat Pasca Berhenti Merokok

0

431833_620

BERIMBANG.COM – Apakah Anda seseorang yang baru berhenti merokok? Jika ya, tetaplah bersemangat melanjutkan usaha ini. Seperti kita ketahui, merokok merupakan kebiasaan yang sangat tidak sehat. Rokok mengandung nikotin, yang bisa sangat berbahaya bagi kesehatan.

Ketika seseorang merokok, paru-parunya akan dipenuhi dengan tar nikotin dan asap. Selain itu, juga rentan menderita sejumlah penyakit, seperti gangguan pernafasan, penyakit paru-paru, kanker paru-paru, sariawan, gangguan pencernaan, disfungsi ereksi, infertilitas, depresi dan banyak lagi.

Bagi Anda yang baru berhenti merokok, yuk, sukseskan niat Anda dengan mengikuti tip berikut:

Tip #1
Saat berhenti merokok, pastinya akan muncul godaan dan keinginan untuk merokok lagi. Penting bagi Anda untuk menguatkan niat berhenti merokok. Setiap kali godaan itu datang, lekas alihkan dengan kegiatan lain, misalnya dengan berolahraga atau mengkonsumsi makanan-minuman sehat.

Tip #2
Orang yang berhenti merokok cenderung mengalami stres dan kecemasan. Jadi, pastikan diri Anda tetap tenang dan sebisa mungkin hindari situasi yang bisa memicu stres untuk sementara waktu..

Tip #3
Berolahraga secara rutin setiap hari dapat memperkuat sistem pernapasan Anda yang telah melemah akibat merokok.

Tip #4
Pastikan Anda mengkonsumsi banyak buah dan sayuran, karena banyak mengandung serat dan antioksidan yang dapat membuang tar dan racun dari dalam tubuh Anda.

Tip #5
Jika Anda ingin menghindari penyakit setelah Anda berhenti merokok, kunjungi dokter untuk pemeriksaan kesehatan secara teratur, setidaknya untuk beberapa bulan.

Tip #6
Berlatih meditasi dan teknik pernafasan dapat membantu memperkuat sistem pernapasan, sehingga Anda dapat mencegah sejumlah penyakit pernapasan, terutama akibat merokok.

Tip #7
Pastikan Anda mendapatkan banyak udara segar, bisa dengan berjalan-jalan dan tinggal di tempat yang berventilasi baik. Kondisi paru-paru Anda yang lemah akibat rokok akan membutuhkan banyak udara segar untuk proses penyembuhannya.*

Sebagai Wadah Aspirasi Perempuan, PPLIPI Resmi Dilantik

0

photo_20161109_114327

BERIMBANG.COM, Jakarta – Organisasi kaum perempuan yang mengatasnamakan PPLIPI adakan pelantikan masa bakti periode 2016 – 2021 yang dimotori Indah Suryadharma Ali selaku Ketua Umum Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) dengan mengusung Bangkit Perempuan Indonesia menggelar pelatikan di K- link Tower, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Rabu (9/11).

Dalam sambutannya Indah Suryadharma Ali Ketua Umum PPLIPI mengatakan,bahwa organisasi PPLIPI sebagai wadah bagi para perempuan untuk menyumbangkan aspirasi kaum perempuan serta tenaga,pikiran dan materi dalam rangka mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia melalui peberdayaan dibidang politik,ekonomi,sosial dan kesehatan.

“Tugas strategis kaum perempuan dalam kancah nasional dan internasional sangat dibutuhkan dimasa yang akan datang,karena itu PPLIPI sebagai wadah organisasi sosial kemasyarakatan turut serta menyalurkan hak – hak dan kewajiban kaum perempuan secara kreatif dan mandiri dalam konteks membangun bangsa Indonesia agar menjadi lebih kuat.

Kedepannya Indah berharap solidaritas dan soliditas sesama kaum perempuan dapat terwujud didalam wadah PPLIPI yang akan memperjuangkan aspirasi perempuan dalam lintas profesi,”harap Ketua Umum PPLIPI.

Sementara itu hadir perwakilan Kementrian sosial,Kementrian Industri dan Perdagangan,serta melibatkan artis Elma Teana dan Angel Olga didalam kepengurusan PPLIPI.(Iik)

Penegakan Perda Di Kecamatan Gunung Putri

0

berimbang-foto1

BERIMBANG.COM, Gunung Putri – Penegakan Peraturan  Daerah ( PERDA ) Nomor 4 Tahun 2015 tentang  Ketertiban umum di wilayah Kabupaten Bogor terus dilakukan oleh satuan Polisi Pamong Praja (Satpol pp ) khususnya di Kecamatan Gunung putri yang dilakukan secara terus menurus sehingga terciptanya kondisi yang tertib dan aman.

Satuan Polisi Pamong Praja ( satpol pp ) Kecamatan Gunung putri dalam ini telah melakukan penertiban salah satunya adalah menurunkan berbagai spanduk dan umbul-umbul liar sesuai dengan kewenangan yang diberikan kepada Camat. Meski demikan, Perda Nomor 4 tahun 2015 terus di sosialisasikan pelanggaran – pelanggaran lainnya terus diawasi dan dipantau. Hal ini diungkapkan oleh Budi Lukmanul Hakim Camat Gunung Putri, itupun bukan hanya umbul-umbul dan spanduk termasuk juga Penertiban bangunan liar, perizin usaha, izin mendirikan bangunan, penertibant empat usaha, penertiban Menara Telekomunikasi dan tak luput juga tertib administrasi kependudukan serta kegiatan lainnya yang dianggap meresahkan masyarakat ujarnya.

81d7a9f6-6513-449c-adb0-2803702576af

Kegiatan – kegiatan yang bersifat lintas sektoral dalam mewujudkan ketertiban umum dilakukan bersama – sama unsure Muspika, seperti halnya penghentian kegiatan Galian Tanah merah yang tersebar di 3 ( Tiga ) Desa, yakni Desa Cicadas, Cikeas Udik dan Tlajung Udik.

Camat Gunung putri telah melakukan penutupan terhadap kegiatan tersebut sebagaimana tertuang dalam surat Nomor 300/356 – Kec, tanggal 06 September 2016. Hal ini dilakukan karena tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda ) Kabupaten Bogor tentang Ketertiban Umum, serta didukung dengan laporan masyarakat banyaknya terjadi kecelakaan, polusi udara dan perusakan lingkungan. Selanjutnya kegiatan lintas sektoral lainnya adalah Operasi Yustisi yang digelar oleh Polsek Gunungputri, dengan metode pendataan rumah –rumah Kost hal ini dilakukan agar mempersempit ruang gerak pelaku tindak kejahatan, penyebaran Narkobadan Terorisme.

Kegiatan lainnya adalah pelaksanaan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Desa Wanaherang yang dilaksanakan oleh Anggota Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol pp ) dan dipantau langsung oleh Kanit Pol pp Kecamatan Gunung putri pada tanggal 20 – 21 Oktober 2016, sebelum pelaksanaan kegiatan tersebut telah dilayangkan surat edaran dari Pemerintah Kecamatan Gunungputri kepada para pedagang kaki lima ( PKL ) sebagai upaya agar pedagang kaki lima tidak akan beralasan bahwa tidak ada pemberitahuan sebelumnya dan hal ini sesuai dengan standar operasional penertiban.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Wanaherang H. Agus Suherman SE, MM bahwa kegiatan tersebut agar terciptanya Desa Wanaherang Bebas dari Pedagang Kaki lima. Kegiatan penertiban Pedagang Kaki Lima dilanjutkan ke Desa Tlajung Udik Tepatnya disepanjang jalan Perumahan Griya Bukit Jaya pada tanggal 29 Oktober 2016 dengan melibatkan Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten Bogor, yang dibantu unsur kewilayahan Kecamatan Gunungputri.

Penertiban Pedagang Kaki Lima di Desa Tlajung Udik dalam pelaksanaannya berjalan dengan baik dan damai walaupun ada penolakan dari sekelompok orang/preman yang selama ini mengkoordinir para pedagang kaki lima. Kondisi tertib dan damai ini tercipta karena terlebih dahulu Pemerintah Gunungputri melakukan dialog sebelum dilakukan penertiban, yaitu dialog dengan Perwakilan Pemerintah DesaTlajung Udik, Desa Bojong Nangka,Bumdes Desa Tlajung Udik, Perwakilan Forum Pengurus RW GriyaBukit Jaya yang dihadiri oleh Kapolsek Gunungputri, Danramil Gunungputri yang dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2016.

Setelah rapat usai, sekelompok orang/preman yang selama ini mengkoordinir para PKL meminta tenggang waktu penertiban kepada Camat, akan tetapi Pemerintah Kecamatan Gunungputri tidak dapat memenuhi permintaan tersebut dikarenakan keputusan penertiban PKL merupakan kewenangan Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten Bogor dan juga para PKL telah cukup diberikan tenggang waktu yaitu terhitung mulai tanggal surat edaran pembongkaran diberikan kepada para Pedagang Kaki lima yakni 2 ( dua ) minggu sebelumnya, hal ini disampaikan oleh Sekcam Gunungputri Yudi Nurzaman, SH.MM. Kami telah layangkan surat pemberitahuan2 (dua) minggu sebelumya hal ini disampaikan oleh Sekcam Gunungputri Yudi Nurzaman, SH.MM.

Kami telah layangkan surat pemberitahuan2 (dua) minggu sebelum pelaksanaan eksekusi penertiban ini, dan penertiban PKL ini merupakan penertiban tahap yang kedua, intinya bahwa para Pedagang Kaki Lima agar membongkar bangunan dan membereskan barang dagangannya sendiri, agar memperingan resiko kerusakan bangunan dan barang miliknya, akan tetapi hal initidak diindahkan oleh sebagian para PKL.   

Hal ini senada diungkapkanoleh Kanit Satpol PP Kecamatan Gunungputri, Siti Nurhaida.SE, Kami melaksanakan pembongkaran sesuai dengan surat perintah dari Kabupaten Bogor tapi kami laksanakan juga sosialisasi dengan cara penyampaian surat pemberiahuan kepada PKL agar kami tidak disalahkan dan dianggap kejam kepada masyarakat kecil, yang saat diwawancarai didampingi oleh Kabid Satpol PP Kabupaten Bogor.

Penertiban PKL di Griya Bukit Jaya melibatkan 100 Anggota Satpol PP Kabupaten Bogor, 50 Anggota Kepolisian Sektor Gunungputri, 10 Anggota Koramil Gunungputri serta 20 Anggota Linmas dari setiap Desa, petugas PLN wilayah Cibinong, Unsur Dinas Pertamanan. (Rully)

 

 

 

 

 

 

 

DPP PPLIPI Adakan Penyuluhan Bahaya Rokok Dan Narkoba

0

img-20161107-wa0151

BERIMBANG.COM, Depok – DPP Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) bekerjasama dengan pihak BNNK Depok, pihak SMAN 3 Depok dan majalah Multi News mengadakan acara Penyuluhan Kesehatan tentang bahaya Rokok dan narkoba dengan tema “Jadilah Generasi Anti Rokok dan Anti Narkoba” bertempat di ruang aula Serba Guna SMAN 3 Kota Depok. Senin (7/11/2016).

PPLIPI fokus mengadakan penyuluhan kesehatan mengenai bahaya rokok dan narkoba di lingkungan sekolah, karena PPLIPI sangat peduli dengan perkembangan dan kemajuan masa depan generasi muda penerus bangsa, agar dapat melanjutkan estafet kepemimpinan NKRI dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Dan berupaya membantu Pemerintah Republik Indonesia untuk menurunkan tingkat ketergantungan generasi muda Indonesia terhadap konsumsi rokok dan memberantas peredaran narkoba.    

PPLIPI (Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia) merupakan sebuah organisasi sosial kemasyarakatan, dengan Ketua Umum ibu Indah Suryadharma Ali dan Sekretaris Jenderal ibu Maya Miranda Ambarsari yang merupakan tokoh wanita NKRI yang aktif di bidang politik, sosial dan ekonomi. PPLIPI dibentuk sebagai wadah bagi para perempuan untuk menyumbangkan tenaga, pikiran maupun materi dalam rangka mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia melalui upaya pemberdayaan perempuan di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan kesehatan, baik secara nasional maupun global.

PPLIPI berharap dengan diadakannya acara penyuluhan ini, para siswa didik mendapat informasi yang akurat  dari pihak BNNK Depok, sebagai badan yang ditunjuk Pemerintah untuk mengatasi bahaya narkoba di masyarakat, mengenai seluk beluk bahaya narkoba dan rokok . Dan diharapkan para siswa didik dapat segera membentengi diri sedini mungkin dari bahaya laten penyebaran narkoba. (*)

Silsilah Penemu Dan Penerus Kesenian Gong Sibolong Asal Tanah Baru Depok

0

Buang Jayadi memperlihatkan kesenian Gong Sibolong dan Bende ( Foto : Juli Efendi)
Buang Jayadi memperlihatkan kesenian Gong Sibolong dan Bende ( Foto : Juli Efendi)

BERIMBANG.COM, Depok – Kesenian asli Kota Depok Gong Sibolong mulai tergerus oleh zaman, seni modern mulai bermunculan dengan menampilkan alat – alat modern yang sangat digemari oleh para pemuda dan orang tua.

Menurut analisis sejarah kebudayaan peninggalan kerajaan dimasa lalu, bila diamati dan dikaji bahwa Gong Sibolong adalah lambang yoni (perempuan) bermakna secara garis herizontal merupakan tatanan hubungan antar manusia.

Buang Jayadi (71), penerus kesenian Gong Sibolong mengatakan, misteri dari Gong Sibolong yang sampai saat ini belum bisa terpecahkan lewat akal sehat adalah suaranya yang sangat keras dan merdu bila dimainkan dijaman dahulu.

" Tentunya di zaman dahulu belum ada yang namanya sound system bervoltase besar. Inilah salah satu keanehan Gong Sibolong," ujar Buang ketika ditemui di sanggarnya diwilayah Tanah Baru belum lama ini.

Masih menurut Buang, Gong Sibolong awalnya ditemukan oleh Pak Damung ( asal Ciganjur, Jakarta Selatan )  dengan seperangkat lainnya yang sudah siap pakai kurang lebih 1750 M pada areal tanah tegalan bersemak, tidak jauh dari curugan (air terjun kecil) dikampung curug. 

Pak Damong awalnya sedang melintas di wilayah Kampung Curug lalu terdengar suara gamelan ketika asal suara itu dicari, tidak ada suara gamelan yang dimainkan oleh sekelompok orang, setelah suara itu sudah berhenti, Pak Damong menemukan seperangkat alat gamelan bersama gong tersebut di Curug tetapi Pak Damung hanya membawa Gong, Bende dan Gendang bersama dengan temannya.

Sekian lama Gong Sibolong tersimpan dirumah Pak Damong, sekian lama juga ia tidak pergunakan karena Pak Damong tidak berbakat dalam seni gamelan. Sejalan dengan waktu Gong Sibolong diserahkan kepada Pak Sanim saudara dan kerabatnya yang tinggal di kampung Curug, kampung dimana Gong Sibolong ditemukan. Ditangan Pak Sanim Gong Sibolong bernasib sama lalu diserahkan kepada keluarga Pak Galung.

Ditangan Pak Galung, kesenian Gong Sibolong akhirnya mencapai kemajuan, termasyur kemana – mana, membawakan irama musik ajeng, irama gamelan yang mirip dengan permainan gamelan bali. Daerah yang pernah mengadakan pertunjukan Gong Sibolong adalah Cimanggis, Cibubur, Bojong Sari dan sampai jauh ke wilayah lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Setelah Pak Galung memasuki usia sepuh, kepemimpinan Gong Sibolong dipercayakan kepada putra tertuanya bernama Pak Saning kurang lebih tahun 1942 kemudian dipercayakan kepada  Ibu Asem.

Generasi ke 4 pewaris kepemimpinan kesenian Gong Sibolong adalah Pak Naman Eyot lalu diserahkan lagi ke sepupunya Pak Bagol dan sampai kepengurusan yang sekarang masih hidup adalah Pak Buang Jayadi, grup kesenian yang dipimpinnya terus mengalami kejayaan.

Lanjut Buang, akhir perjalanan Gong Sibolong pada tanggal 29 September 1979, Gong yang setiap saat digantung setelah mengikuti pertunjukan ( sudah jarang digunakan) tiba – tiba jatuh, bagian bawahnya pecah. Ini terjadi dirumah Pak Bahrudin yang berlokasi di Jalan Jerah, Tanah Baru RT 01/ RW 06 Kecamatan Beji. 

" Mungkin saja Gong Sibolongnya yang sudah ditinggalkan aura mistisnya. Hanya Allah yang tahu dengan pasti segala rahasia ciptaan-Nya," ucap Buang. (Iik)

 

 

Ratusan PKL Sepanjang Jalan Otista Berhasil Ditertibkan

0

img-20161102-wa0071

BERIMBANG.COM, Bogor- Penertiban dan pemindahan relokasi para pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) ke Jalan Suryakancana oleh Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor dibantu Kodim O606 Kota Bogor, Polres Bogor Kota dan DLLAJ Kota Bogor terhadap ratusan Pedagang Kaki Lima ( PKL) berhasil ditertibkan. (22/16/2016) belum lama ini.

Pantauan berimbang.com, terlihat disepanjang Jalan Otista, Bogor Tengah Kota Bogor bebas dari pedagang kaki lima (PKL) dan terlihat  pada kelancaran arus lalu lintas.

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Operasional (Dalops) Satpol PP Kota Bogor, Dimas Tiko mengungkapkan, dalam menata kawasan bebas Pedagang Kaki Lima (PKL) disepanjang Jalan Otista, dari mulai jembatan Apotik Berbakti sampai Gang Roda, pedagang sudah ditempatkan diatas sepanjang jalan Suryakancana dan tertata rapih. 

" Intinya setelah kami melakukan operasi sekala besar kemarin tanggal 22-24 Oktober 2016 kemarin, berlanjut tanggal 25 sampai tanggal 1 atau 2 dilanjutkan ke tahapan perawatan, pengawasan setelah satu minggu kedepanya tahapan berikutnya yaitu kami lakukan evaluasi terkait pedagang kaki lima(PKL) Jalan Otista,” ungkap Dimas.

Lanjut Dimas, pihaknya terus lakukan perawatan, pengawasan di sepanjang jalan tersebut dengan melakukan piket anggota Satpol PP, Dibantu Muspida.

" Kalo dari kami sendiri anggota Satpol PP lakukan piket bergantian, kita mulai Pukul.06.00 pagi sampai Pukul.06.00 Wib Sore. Ini kami lakukan agar dikawasan Jalan Otista ini streril, dan jalan harus kembali pada fungsinya yaitu untuk peruntukannya digunakan kendaraan dan bagaimanapun juga jalan Otista sebagai gerbang pintu masuk Kota Bogor,” pungkas Dimas. (Yosep/nana)

Ikarta Meriahkan Lomba Lintas Alam Di Kampung Bohlam

0

img-20161030-wa0067

BERIMBANG.COM, Bogor – Dalam rangka Hari Ulang Tahun ( HUT ) Ikatan Karang Taruna ( IKARTA) Ke – 9, acara di meriahkan dengan lomba Lintas Alam yang di gelar di Kampung Bohlam, Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Minggu (30/10/16)

 Acara tersebut di hadiri oleh 138 perserta Lintas Alam Diantaranya adalah: Parades, Rapi, Muspika Kecamatan, Rapi Tripel C, Mako Ciawi, Ormas dan KNPI Kecamatan Cigombong.

Saat di temui berimbang.com,  Ketua panitia Nanang (gonel) di tengah keramaian mengatakan, mengucapkan Allhamdulilah dalam rangka ulang tahun karang taruna ini sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Kita dapat berkumpul bersama di acara yang berbahagia ini, Sebagai bentuk kesemangatan kepada para pemuda dan pemudi yang mana disini kita adakan lomba lintas alam dan lomba kostum yang nanti kita nilai bersama, untuk regu lintas alam kami libatkan kepada para Siswa Dan siswi sekolah yang ada di kecamatan cigombong dan Kecamatan Caringin," Ungkapnya.

Di tempat yang sama Ketua (KNPI) H. Iwan sofwan Zaqi menambahkan,   Harapan kedepannya, kepada para pemuda agar lebih semangat untuk membangun Bangsa ini, karena menurutnya,  para pemuda konci utama untuk membangun masa depan bangsa Indonesia, di tahun depan  insya Allah acara seperti ini akan bisa lebih meriah lagi. (Nn/Yosef)

Pelajar SMPN Kab. Bogor Menjadi Korban Peredaran Obat-Obatan Terlarang

0

img-20161027-wa0016

BERIMBANG.COM, Bogor – Peredaran obat – obatan terlarang di kalangan pelajar di wilayah selatan Kabupaten Bogor sangat mengkwatirkan.

Kali ini SMPN 1 Cigombong, Kecamatan Cigombong, kabupaten bogor menjadi sorotan masyarakat banyak, di duga siswa siswinya menjadi korban pengguna Obat-obatan yang masuk kategori psycotropica golongan empat, diantaranya alprazolam, trihexypenidil, hexymer dan megadon, 

Saat di komfirmasi awak media Kepala Sekolah SMPN 1 Cigombong, Wahyudin mengatakan, awal mulanya kami aneh dengan sikap-sikap anak tersebut, Dari segi penampilan dan dari pembicaraan pun tidak nyambung, lama kelamaan kami curiga bahwa anak itu sudah menggunakan Obat-obatan terlarang lalu pihak sekolah memeriksa semua isi dalam tasnya di temukan lahh obat-obatan semacan alrpazolam, trihexypenidil, kami langsung melaporkan ke aparat kepolisian untuk mencari pengedar obat-obatan terlarang itu.

Selanjutnya pihak sekolah memeriksa anak tersebut, sehingga ada empat orang korban pengguna obata-obatan diantaranya dua siswa dan dua siswi yang masih duduk di kelas 7 dan 9. "Kami langsung memberitahukan kepada orang tuanya masing-masing, setelah kami panggil orang tuanya mereka begitu kaget sehingga ada orang tuanya yang pingsan," Ungkap Wahyudin kepada sejumlah awak media, Rabu (26/10/16) kemarin.

Isu di luaran yang terdengar, Lanjut Wahyudin, bahwa pihak sekolah telah mengeluarkan siswa- siswi tersebut. " Isu itu kami bantah dan tidak benar, Kami tidak pernah mengeluarkan yang ada kami meminta kerja sama kepada orang tua siswa yang anaknya terlibat untuk memeperbaiki sikap anak dan untuk tidak lagi menggunakan obat-obatan yang terlarang itu, tetapi keluarnya empat siswa-siswi atas kemauan orang tua dan anaknya sehingga meminta surat pengantar pindah ke sekolah lain dan untuk melanjutkan sekolahnya di daerah jawa tengah sampai ada yang pindah ke malaysia," jelasnya. (Red)

3 Pelajar SMPN 3 Terlindas Truk Di Cikarang

0

Ilustrasi
Ilustrasi

BERIMBANG.COM, Cikarang-Kecelakaan menimpa tiga pelajar SMPN 3 Cikarang Barat di Jalan Irian, kawasan industri MM2100 dekat PT. JST, Senin (24/10/2016) belum lama ini.

Humas Polres Metro Bekasi Kabupaten, AKP Endang Longla, A.Md menceritakan kronologi kepada wartawan di lokasi, kecelakaan bermula ketiga pelajar atas nama Haerul (14) kelas 7, Erlangga (14) kelas 8, Trisna Jodi Setiawan (14) kelas 8 berboncengan motor Scoppy B 3369 FOS melintas di Jl. Irian kawasan industri MM2100, ketiganya terlihat mengobrol, kemudian dari arah berlawanan melintas truk jenis wingbox Hino B 9591 BXR yang dikemudikan Aditya Permana (30). Haerul pengendara terlihat lengah kemudian ketiganya menabrak truk.

"Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, ketiga pelajar berboncengan menggunakan motor Honda Scoopy, karena asik mengobrol, tanpa sadar motor yang mereka kendarai menabrak dan terlindas truk wingbox warna hijau, ketiganya tidak menggunakan helm, baru pulang sekolah," ungkap Endang.

Satu korban meninggal dunia atas nama Trisna warga Jl. Perjuangan, Kampung Tangsi, Desa Sukadanau, Cikarang Barat dengan kondisi mengenaskan, sementara dua pelajar lainnya mengalami luka yang sama parah masih menjalani perawatan di RS. Karya Medika.

"Kami mengingatkan kepada orang tua agar tidak mengijinkan anak-anak mereka yang masih belum cukup umur untuk tidak mengendarai roda dua, karena akibatnya bisa seperti ini" tandasnya.(nana/yosef)