Categories: Berita Utama

Bisakah Tersangka Yang Sakit Ditahan ? Ini Penjelasan Hukumnya

BERIMBANG.COM, Jakarta – Setelah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua DPR RI Setya Novanto ‘berupaya’ menghindari pemeriksaan. Beragam alasan pun dilontarkan, mulai dari membutuhkan izin Presiden, hingga mengajukan uji materi Undang-Undang KPK di Mahkamah Konstitusi.

Setelah berulang kali mangkir, Novanto juga sempat ‘menghilang’ saat penyidik KPK berupaya menjemput paksa di rumahnya. Terakhir, Novanto dikabarkan mengalami kecelakaan lalu lintas. Mobil yang ditumpanginya ringsek dan ia harus dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan. Lantas, apakah tersangka yang sakit sebenarnya bisa ditahan?

Menurut Peneliti Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan (LeIP), Arsil, tersangka yang mengaku sakit seperti Novanto, tetap bisa ditangkap dan ditahan oleh penyidik. Pasalnya, di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tidak diatur secara rinci apa-apa yang bisa menghalangi penangkapan dan penahanan.

“Mengenai seorang tersangka yang sakit tetap bisa ditangkap dan ditahan oleh penyidik. Ditahan atau tidaknya itu menjadi diskresi penyidik,” kata Arsil kepada hukumonline, Jumat (17/11).

Lebih lanjut Arsil menjelaskan, keadaan sakit dapat menjadi pertimbangan penyidik untuk mengambil keputusan. Memang, tidak ada standar baku sakit seperti apa yang menjadikan tersangka tetap ditahan atau tidak. Tetapi, Arsil mengatakan ada standar kemanusiaan yang bisa dijadikan kacamata untuk menilai jenis penyakit yang menghalangi penahanan.

Umumnya, penyidik juga memiliki tim dokter untuk mendampingi tersangka. Arsil mengatakan, selama penyakit yang diderita oleh tersangka masih bisa ditangani oleh tim dokter tersebut, maka tersangka tetap bisa ditangkap dan ditahan. Akan tetapi, jika memang penyakit yang diderita cukup parah dan tidak bisa ditangani oleh dokter penyidik, maka penyidik bisa memutuskan untuk tidak menangkap dan menahan tersangka.

“Kalau kanker sudah stadium lima, tentu tidak bisa ditahan. Karena membutuhkan perawatan serius. Tetapi, kalau hanya memar atau benjol-benjol ya tetap bisa lah ditangkap dan ditahan,” ungkap arsil.

Arsil pun mengatakan, keterangan dokter bukan merupakan bukti hukum yang harus diikuti oleh penyidik. Ia menjelaskan, ketarangan yang disampaikan oleh dokter terkait kondisi tersangka hanya menjadi bahan pertimbangan lain bagi penyidik untuk memutuskan apakah tersangka akan ditangkap dan ditahan atau tidak.

Selain itu, dokter juga tidak boleh dalam posisi membela tersangka. Menurut Arsil, pihak-pihak yang menghalangi penyidikan juga bisa diganjar sanksi pidana. Ia menuturkan, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengatur secara khusus mengenai hal ini.

Pasal 221 ayat (1) KUHP memberikan ancaman pidana bagi “siapapun yang dengan sengaja menyembunyikan orang yang melakukan kejahatan atau yang dituntut karena kejahatan, atau barang siapa memberi pertolongan kepadanya untuk menghindari penyidikan atau penahanan oleh penjahat kehakiman atau kepolisian, atau oleh orang lain yang menurut ketentuan undang-undang terus-menerus atau untuk sementara waktu diserahi menjalankan jabatan kepolisian”.

Selain itu, Arsil juga mengingatkan agar dokter yang memeriksa seorang tersangka jangan memberikan keterangan palsu. Sebab, jika penyidik berkeyakinan bahwa keterangan dokter tersebut adalah palsu, maka penyidik bisa melakukan pemeriksaan terhadap sang dokter.

Pasal 267 ayat (1) KUHP mengatur, “seorang dokter yang dengan sengaja memberikan surat keterangan palsu tentang ada atau tidaknya penyakit, kelemahan atau cacat, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun”.

“Jadi nanti bisa dilakukan pemeriksaan tersendiri bagi dokter yang memberikan keterangan palsu itu,” tambah Arsil.

Sumber : Hukum Online

 

Comments are closed.

Recent Posts

Camat Cimanggis Prioritaskan Musrenbang 2020 Untuk Pembebasan Lahan Pendidikan Dan RTH

BERIMBANG.COM, Depok - Camat Cimanggis, Eman Hidayat di Musyawarah Rencana Pembangunan ( Musrenbang) 2020 di Kecamatan Cimanggis akan lebih memprioritaskan… Read More

3 hari ago

Bahas Tangani Bencana, Bupati Bogor Temui Menteri PUPR dan Gubernur Jabar

BERIMBANG.com  Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, mengundang secara khusus beberapa Kepala Daerah di… Read More

3 hari ago

Syahrul Aidi Ditunjuk Sebagai Ketua GKSB DPR RI Untuk Palestina

BERIMBANG.com Jakarta - Anggota komisi V DPR RI, Syahrul Aidi Maazat ditunjuk sebagai Ketua Delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB)… Read More

4 hari ago

Bupati Bogor Lantik 51 Kepala Desa Gelombang Dua

BERIMBANG.com Bogor - Bupati Bogor, Ade Yasin melantik 51 kepala desa (kades) hasil pemilihan serentak tahun 2019 di Gedung Tegar… Read More

4 hari ago

Sekda Kab.Bogor: Masa Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang 14 Hari

BERIMBANG.com Bogor - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin memimpin Rapat Validasi Data Kebencanaan Kecamatan Terdampak, ia mengatakan masa tanggap… Read More

4 hari ago

Dirut KAI Edi Sukmoro Gelar Inspeksi Dadakan di Stasiun Medan

BERIMBANG.COM, Medan - Sebagai bentuk peningkatan program pembenahan pelayanan publik yang intensif, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro membuktikan kinerjanya… Read More

4 hari ago