Penulis: Admin Berimbang

BogorJabodetabek

Antam dan PPI Tanam 7.000 Pohon di Caringin

IMG-20160406-WA0003

BERIMBANG.COM, BOGOR – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bersama Himpunan Pemuda Pertambangan Indonesia (HPPI) melakukan penanaman 7.000 pohon durian jenis Matahari dan Montong di Kampung Limusnunggal, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Rabu (6/4/2016).

Penanaman 7.000 pohon durian sebagai salah satu implementasi corporate social responsibility (CSR) PT Antam ini, ditujukan untuk menjaga kelestarian alam di kawasan DAS Cisadane, menjaga produktivitas komoditi durian, dan meningkatan ekonomi masyarakat desa.

Vice President CSR PT Antam, Agus Yulianto, mengatakan, Antam adalah milik rakyat Indonesia karena Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. “Sehingga Antam selalu berkomitmen ikut melestarikan alam, meningkatkan produktivitas durian, sekaligus memberdayakan masyarakat dengan menambah penghasilan masyarakat,” katanya.

Penanaman pohon di Ciherang Pondok ini, kata Agus, adalah program keempat. Di mana tahun sebelumnya juga dilakukan di Cimande menanam pohon Jabon, menanam 4.000 pohon durian di Desa Tangkil, dan 6.000 pohon di Desa Cinagara. Total disebar di Kecamatan Caringin 18.000 pohon.

Ketua Umum DPP HPPI, Fahdli Alimin Hasyim, berharap pihak desa menyalurkan pohon durian ke masyarakat secara tepat sasaran, agar enam tujuh tahun ke depan bisa membantu taraf ekonomi masyarakat. “Cara tanam durian Montong dan Matahari ini disilang agar hasilnya bagus,” ujarnya.

Kepala Desa Ciherang Pondok, H Aldi Wiharsa, mengimbau masyarakatnya dan Ketua RT dan RW agar tidak menjual bibit durian tersebut. “Saya juga mengimbau agar jangan hanya ditanam langsung ditinggalkan. Tapi harus dipelihara. Pemdes akan terus pantau.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia yang juga isteri Kades, Novi Variana, juga mengajak masyarakat gemar menanam dan memelihara pohon. “Agar nyaman dan tak takut terjadi bencana alam dan mengurangi efek gas karbondioksida,” katanya.

Sekcam Caringin, Minarso, menambahkan, Desa Ciherang Pondok merupakan sentra durian meski yang terkenal adalah Durian Rancamaya. “Kualitas durian di Ciherang sangat bagus dan banyak variannya. Terbukti dalam kontes durian jadi juara II,” imbuhnya.

Acara penanaman pohon ini diikuti pula oleh Muspika Caringin, tokoh masyarakat, MUI, TNGP, Ketua RT dan RW, serta guru dan pelajar SD. (Raden)

BogorJabodetabek

Rumah Purnawirawan Polisi Disatroni Perampok, Korban Luka Dibacok

IMG-20160406-WA0002

BERIMBANG.COM, BOGOR – Rumah Purnawirawan Polisi di Kampung Cibandawa RT 6 RW 2 Desa Srogol Kecamatan Cigombong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/4) malam kemarin,  disatroni kawanan perampok bersenjata tajam. Wantoro (80), korban perampokan, menderita sejumlah luka serius dibagian kepala karena dibacok oleh para perampok saat mencoba melakukan perlawanan dan dirawat intensif di Rumah Sakit Medicare Cicurug.

Aksi kawanan perampok ini pertama kali diketahui oleh Rovik (20) tetangga korban yang mendengar teriakan korban yang kesakitan saat dianiaya para perampok yang diperkirakan berjumlah lebih dari tiga orang.

Rovik menceritakan, sekitar pukul 19.30 ia mendengar suara orang berteriak minta tolong dari arah rumah korban. Khawatir terjadi apa – apa, Rovik langsung mengintip kedalam rumah korban melalui kaca jendela samping rumah korban. Rovik mengaku terkejut saat melihat beberapa orang mencurigakan didalam rumah yang sedang menganiaya korban. Korban tidak berdaya melawan aksi kawanan perampok, karena dalam kesehariannya korban yang sudah berusia lanjut itu tinggal dirumahnya seorang diri.

“Saya reflek berteriak maling, kemudian ketiga orang itu langsung keluar rumah dan melarikan diri dengan menggunakan mobil pickup warna hitam yang parkir di seberang rumah korban ke arah bogor”, tutur Rovik, kepada berimbang.com.

Tetangga korban lainnya mengatakan, saat perampokan terjadi situasi disekitar rumah korban masih ramai. Bahkan, warga juga melihat sebuah mobil pickup warna hitam yang parkir diseberang rumah korban dalam keadaan mesin hidup. “Kami tidak menyangka kalau itu mobil perampok. Kami kira orang yang parkir biasa”, kata tetangga korban yang enggan menyebutkan namanya.

Rabu (6/4) pagi, jajaran Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Cijeruk – Cigombong melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian. (Raden)

Depok

Dispenda Propinsi Wilayah Depok I Kejar Target

IMG-20160405-WA0006

BERIMBANG.COM, Depok – Kantor Cabang Pelayanan Dinas Pendapatan Daerah Propinsi Wilayah Depok I akan penuhi target Propinsi, Hal ini di jelaskan oleh Kepala Cabang Pelayanan Dinas Pendapatan Daerah Propinsi Wilayah Depok I, Iska Wahyuni SE, Smi melalui Kepala Bidang Tata Usaha, Dedi Darmawan.

Dedi Darmawan mengatakan, untuk jenis pajak yang diawasinya ada 4 jenis yakni pajak kendaraan bermotor, pajak air permukaan, pajak bahan bakar dan pajak rokok.

“Pajak yang kita kelola hasilnya  langsung diserahkan ke kas daerah. seperti Pajak PKB dan Pajak air permukaan sedangkan pajak bahan bakar dan rokok langsung di kelola oleh pusat, kita hanya memantau saja,” terang  Dedi kepada wartawan berimbang.com di kantornya. Senin (4/4/2016)

Lanjutnya, pajak air permukaan untuk tahun 2016 ditargetkan  sebesar Rp.110 milyar, saat ini sudah mencapai lebih dari 25%, pasalnya baru 3 bulan dilaksanakan pihaknya masih punya waktu 9 bulan kedepan untuk mencapai angka yang di targetkan oleh Propinsi Jawa Barat.

Sedangkan pajak kendaraan bermotor target untuk tahun 2016 sebesar Rp.318,640,000,000.00

(Tiga ratus delapan belas milyar enam ratus empat puluh juta) dan target pajak tahun 2015  mencapai 100%. Berkaitan dengan hasil dari pengelolaan pajak 70% untuk Propinsi Jawa Barat dan 30% untuk Pemerintah Kota Depok. (Rahmat budianto)

BogorJabodetabek

UN Sekolah Menengah di Cigombong Berjalan Lancar

IMG-20160405-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tingkat Sekolah Menengah Tahun 2016 di wilayah Kecamatan Cigombong berjalan lancar dan tidak dijumpai adanya kendala. Meski tidak melibatkan pengawas dari independen,

pelaksanaan ujian tahun ini tidak luput dari pengawasan aparat Kepolisian setempat.

Di Madrasah Aliyyah Negeri (MAN) Cijeruk yang dipimpin oleh E. Supriyatman,  ujian diikuti oleh 262 peserta. Menurut ketua panitia ujian Agus Suhendar, para peserta itu terdiri dari 177 siswa siswi MAN Cijeruk, dan sisanya 95 orang siswa dari 5 sekolah swasta yang bergabung ke MAN. “UN di sekolah kami diikuti oleh 262 peserta. Sekolah kami merupakan Sub Rayon yang membawahi 19 sekolah, jadi pendistribusian soal ujian dikonsentrasikan di sekolah kami dengan pengamanan ketat tentunya”, kata ketua panitia UN yang juga pembina kesiswaan itu.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, pada hari ini soal yang diujikan ada beberapa mata pelajaran, sesuai dengan bidang jurusannya. “Untuk kelas Ipa diujikan mata pelajaran matematika dan biologi, kelas Ips Matematika dan Sosiologi dan kelas Agama diujikan mata pelajaran Matematika dengan Fiqih”, jelasnya.

Pelaksanaan UN juga diawasi oleh Jajaran Kepolisian Sektor Cijeruk dan Cigombong dipimpin langsung Kapolsek Kompol Suhartono. Dalam giat ini, selain monitoring, aparat Kepolisian juga melakukan sosialisasi terkait antisipasi kerawanan pelajar paska ujian.

Sementara itu UN di SMK Nuansa Cigombong diikuti oleh 137 peserta, dengan mengujikan satu mata pelajaran yakni Matematika. Menurut panitia, tidak ada kendala yang dihadapi dalam ujian tahun ini. “Ujian berjalan lancar tanpa kendala, karena sebelumnya kami telah melakukan persiapan dengan matang. Meskipun ada salah satu siswa kami yang mengalami kecelakaan, namun dia memaksakan hadir untuk mengikuti ujian”, pungkas Reslanit P. Soblely S. Pd, salah satu panitia UN di SMK Nuansa. (Raden)

Depok

SMAN 3 Depok Ujian Nasional Tahun 2016 Gunakan Sistem Computer Best Test

IMG-20160405-WA0000

BERIMBANG.COM, Depok – Hari pertama Ujian Nasional Tahun 2016 di SMA Negeri 3 Kota Depok kembali menggunakan System Computer Best Test. Peserta didik terlihat seolah tidak ada beban seperti yang di sampaikan kepala sekolah melalui Wakil Kepala sekolah, Hamidah Mpd, yang juga sebagai humas dan guru kelas di SMA N 3 . di ruang Tata Usaha kepada Wartawan berimbangCom Senin (siang) tgl 4-April 2016 pukul 11,15 wib

Menurut Hamidah pihak sekolah telah melakukan persiapan sebelumnya dengan mengadakan tryller dan melakukan do’a bersama serta mengadakan latihan untuk para siswa yang akan mengikuti UN dengan mengerjakan soal mata pelajaran bahasa inggris menggunakan Laptop,

Selanjutnya para murid meminta maaf kepada para guru agar ada ketenangan saat mengerjakan soal.

” Jumlah siswa yang mengikuti UN tahun ini sebanyak 396 siswa dengan menggunakan Sistim unit Computer Best Test (UCBT). Sekolah kami sudah 2 kali melakasanakan UN dengan sistim CBT, Alhamdulillah pada tahun 2015 sekitar 98% siswa di nyatakan lulus UN, kita ingin UN tahun ini jumlah kelulusannya bisa mencapai 100%,” harap Hamidah.

Untuk siswa yang berhalangan mengikuti UN yang disebabkan sakit kita adakan ujian susulan, kebetulan salah satu siswa kita Yusril iza Mahendra murid kelas XII tidak bisa mengikuti ujian hari pertama di sebabkan sedang di rawat di RS Tugu Ibu karena menderita DBD,” Terang Hamidah.

Pada saat yang sama Tuti Kepala bidang Sarpras SMA N 3 Depok menjelaskan, sebelumnya pihak sekolah telah menyewa Genset dari Pt. 88 untuk menjaga jika terjadi mati lampu saat pelaksanaan UN.

“Pihak sekolah telah melakukan antisipasi dengan menyewakan mesin genset dari pihak PT 88 selama 6 hari kedepan sampai UN selesai dilaksanakan dan genset tersebut langsung kita hidup kan, Jelas Tuti.

“Mesin genset  perhari kita sewa dari PT.88 seharga Rp. 2.250.000 (Dua juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) di kalikan 6 hari dan digunakan 6 kelas untuk UN, pelaksanaan UN nya kita bagi menjadi tiga Sesi, masing-masing sesi sebanyak140 siswa dikarenakan laptop yang kita gunakan per kelas hanya tersedia 20 Unit laptop dan 6 unit laptop cadangan,”  Pungkas Tuti. (Rahmat budianto)

BogorJabodetabek

Dilaporkan Kekasih, Siswa SMK Ini Ikuti UN Ditahanan Polsek

IMG-20160404-WA0007
Siswa SMK Cigudek sedang melaksanakan UN di polsek. ( Foto : Raden )

BERIMBANG.COM, BOGOR – Seorang pelajar salah satu Sekolah Menengah Kejuruan swasta di Kecamatan Leuwiliang, terpaksa mengikuti Ujian Nasional di Polsek Cigudeg. Pelajar laki – laki berusia 19 tahun berinisial VK itu ditangkap jajaran Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Cigudeg,  setelah dilaporkan teman dekatnya atas dugaan tindakan penganiayaan.

VK, pelajar SMK warga Kampung Lebakwangi Girang, Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, ditangkap jajaran reskrim Polsek Cigudeg, seusai menonton laga final sepak bola antara Persib Bandung dengan Arema Malang, di Gelora Bung Karno.

Kanit Reskrim Cigudeg AKP Asep Saepudin mengatakan, pelaku yang masih duduk dibangku sekolah menengah kelas XII itu dilaporkan kekasihnya yang bernama Siti Pia Ruckiyah (24), warga Kampung Babakan Lapangan, RT 02/01, Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, atas dugaan penganiayaan. “Pelaku kami amankan tadi pagi di stasiun kereta Parungpanjang dan langsung digelandang ke Mapolsek,” ujar AKP. Asep kepada berimbang.com.

Ia menjelaskan, pelaku mengikuti ujian dibawah pengawasan petugas UPT Pendidikan Leuwisadeng. Jika terbukti bersalah,  pelaku terancam hukuman yang cukup berat. “Atas perbuatannya, siswa SMK Widia Bhakti itu dijerat pasal 351 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” pungkasnya. (Raden)

BogorJabodetabek

Buang Sampah ke Galuga Tanpa Izin, Bima Arya Diadukan ke Mabes Polri

IMG-20160404-WA0003

BERIMBANG.COM, Bogor – Perjanjian antara Pemerintah Kota Bogor dengan Pemerintah Kabupaten Bogor terkait pembuangan sampah ke TPA Galuga per tanggal 31 Desember 2015 telah berakhir. Namun, hingga kini Pemerintah Kota Bogor masih membuang sampah ke lokasi tersebut. Walhasil, Senin (4/4/16) Forum Silaturahmi warga sekitar TPA Galuga (FOSGA) mengadukan Walikota Bogor Bima Arya ke Mabes Polri.

Menurut kordinator FOSGA Nanang, perjanjian antara Pemerintah Kota Bogor dengan Pemerintah Kabupaten Bogor nomor 658.1/2/PRJN/KS/2011 dan 658.1/PERJ.199-DKP/2011 tentang perpanjangan kerjasama pengelolaan TPA Galuga telah berakhir tanggal 31 Desember 2015,  dan hingga saat ini belum diperpanjang. Paska berakhirnya perjanjian tersebut maka pembuangan sampah yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bogor cq Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor ke TPA Galuga dalam rentang waktu Januari sampai dengan April 2016 adalah ilegal.

Selain itu, lanjut Nanang, merujuk ketentuan pasal 44 ayat (2) Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,  bahwa Pemerintah Daerah harus menutup tempat pemprosesan akhir sampah yang menggunakan sistem pembuangan terbuka paling lama 5 (lima) tahun sejak berlakunya undang undang ini. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak diperkenankan untuk memperpanjang perjanjian dimaksud.

Nanang aktivis yang lahir dari amanat penderitaan rakyat ini juga memaparkan, pembuangan sampah ke TPA Galuga selain melanggar Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,  juga diduga berpotensi melanggar Undang Undang Nomor 26 Tahun 2007, tentang Penataan Ruang dan Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Makanya, kata Nanang, Walikota Bogor Bima Arya bersama-sama Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor Irwan Riyanto yang memerintahkan petugas DKP Kota Bogor melaksanakan pembuangan sampah ke TPA Galuga patut diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana ketentuan pasal 421 KUHP bahwa seorang pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan memaksa seseorang untuk melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

 “Karena itu saya sebagai warga negara yang taat hukum mengadukan Bima Arya ke polisi untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku,” kata dia. (Raden)

BogorJabodetabek

Lomba UKS Merubah Paradigma Sekolah Agar Menjadi Lebih Baik

IMG-20160404-WA0002

BERIMBANG.COM, BOGOR – Implementasi program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)  merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan peran serta aktif dari semua pihak. Hal itu dikatakan Ketua Tim Penilai Lomba Sekolah Bersih Tingkat Kabupaten saat meninjau Sekolah Dasar Negeri Cisalada 1 di Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Senin (4/4/16).

Ketua Tim Penilai Lomba Sekolah Bersih Syarief Hidayat mengatakan, perlomba ini rutin dilaksanakan setiap tahun di bulan Maret dan April se Kabupaten Bogor, mulai dari Taman Kanak – kanak hingga sekolah menengah. Sarief menjelaskan, banyak kriteria yang dinilai dalam perlombaan. Diantaranya, bidang kebersihan dan kesehatan di lingkungan sekolah. “Kriteria penilaiannya banyak sekali, yang jelas bagaimana meningkatkan grafik kesehatan masyarakat di sekolah melalui pola hidup bersih dan sehat”, katanya.

Sarief menambahkan, sasaran utama dari kegiatan ini adalah pembinaan sekolah dalam melaksanakan Trias UKS, yakni Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Lingkungan Sekolah Bersih dan Sehat.

Masih di lokasi yang sama, Kepala SD Negeri Cisalada 1 Tatang Sobandi, mengaku puas dengan semua hal yang ditampilkan dalam perlombaan.  Karena, semua berasal dari dan oleh warga sekolah. “Kami sangat bangga, karena apa yang kani miliki saat ini di sekolah merupakan hasil swadaya murni dari warga sekolah, meskipun harus kami akui masih serba seadanya”, ujar Tatang, kepada awak media.

Sementara itu, Kepala Upt 38 Cigombong Zainudin mengatakan, perlombaan ini bukan hanya sebagai momen untuk mengejar kemenangan saja, akan tetapi lebih kepada merubah paradigma sekolah agar menjadi lebih baik dan berpola hidup bersih dan sehat. “Sekolah yang mengikuti perlombaan harus menjadi contoh bagi sekolah lain khususnya dibidang kesehatan dengan menerapkan PHBS. Program UKS juga harus berjalan di setiap sekolah”, tandasnya. (Raden)

Sejarah

Danau Lido Cigombong, Obyek Wisata Sejarah Penuh Misteri

IMG-20160403-WA0001

BERIMBANG.COM, BOGOR – Danau Lido, terletak di Jalan Raya Bogor Sukabumi, tepatnya berada di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Danau ini konon menyimpan banyak cerita misteri.

Menurut mitos yang beredar di kalangan masyarakat, danau selaus 1,7 hektare tersebut dipercaya dijaga oleh seekor naga dan seekor buaya putih yang sewaktu – waktu menampakan diri di kawasan danau.

“Bentuknya ular naga berukuran besar dan buaya putih. Bahkan, warga yang sedang mancing juga pernah melihat daun ukurannya sangat besar tiba – tiba muncul ke permukaan air danau”  ujar Maksudi (60) warga yang bermukim tak jauh dari Danau Lido.

Dede (40) warga setempat lainnya menuturkan, beberapa tahun kebelakang, di Danau Lido kerap dilangsungkan upacara adat pelalungan kepala kerbau yang sebelumnya dilakukan upacara ritual yang dipimpin oleh seorang juru kunci. Namun kini tradisi itu seolah hilang tergeser perkembangan jaman.

“Dulu waktu saya kecil setiap tahun di danau ada upacara adat pelalungan kepala kerbau.  Tapi sudah beberapa tahun ini tidak ada.  Bahkan, juru kunci danaunya pun kini sudah tidak ada”, jelasnya.

Dilansir dari berbagai sumber, kawasan wisata Danau Lido dibuat pada zaman Belanda sekitar tahun 1898, saat Belanda membangun Jalan Raya Bogor – Sukabumi. Mereka mencari tempat untuk peristirahatan para petinggi pengawas pembangunan jalan dan pemilik perkebunan.

Danau Lido sendiri adalah danau buatan yang sumber airnya berasal dari aliran sungai dan mata air alam yang dibendung. Konon, bendungannya terbuat dari kaca berukuran tebal yang saat ini sudah tertimbun tanah yang berada di Kampung Tambakan. Danau Lido berada di sebuah lembah Cijeruk dan Cigombong. Jika dilihat dari atas, Danau Lido seperti mangkuk di kaki Gunung Gede – Pangrango. Di dekat danau ini juga terdapat air terjun Curug Cikaweni yang mengalirkan air yang sangat dingin di bahu Gunung Gede Pangrango.

Kawasan ini baru dibuka untuk umum pada tahun 1940, setelah Ratu Wilhelmina datang dan beristirahat di Lido pada tahun yang sama. Ketika itu, restoran pertama diresmikan sebagai pelengkap fasilitas kawasan wisata dan juga untuk menjamu Sang Ratu, yang saat ini bernama Oranje Lido

Sebelah kiri bawah di pinggir Danau Lido terdapat beberapa bangunan Villa  atau Cottage yang menyimpan kisah cinta  romantis. Cottage tersebut didirikan oleh seorang Belanda bernama  Antonius Johanes Ludoficus Maria Zwijsen, seorang Polisi yang ditugaskan oleh Pemerintah Hindia Belanda di Batavia (Jakarta saat ini – red).

Setelah bebas tugas sebagai polisi,  Zwijsen  bekerja di Hotel Nederlande di kawasan Gondangdia, Batavia. Saat usahanya berkembang, Zwijsen membeli sebuah hotel di daerah Harmoni dan mengembangkan usahanya dengan mendirikan penginapan di pinggir Danau Lido.

Pada 1935, Zwijsen bertemu seorang putri perwira polisi dari bangsanya yang bertugas di Sukabumi, Catharina anna beemster. Mereka menikah pada 1937. Dikisahkan,  Cottage ini didedikasikan untuk Anna istri tercintanya. Foto – foto keluarga pasangan Zwijsen – Anna tergantung di dinding ruang tunggu Hotel Lido saat ini.

Zwijsen dan Anna kerap menghabiskan waktu mereka di penginapan ini. Mereka acap mengundang sanak saudara, kenalan, dan berpesta di pinggir Danau Lido.  Perang dunia membuat mereka harus melepaskan Lido. Pasukan Jepang masuk dan merusak Hotel Lido sebelum kemudian direbut oleh pejuang Indonesia. Akhirnya pada 1953  Anna dan anak-anaknya pulang ke Negeri Belanda. Dua tahun kemudian, Zwijsen menyusul.

Selain Ratu Kerajaan Belanda Wilhelmina yang pernah menginap di Cottage Danau Lido pada tahun 1940,  Presiden Soekarno juga kerap beristirahat di kawasan ini. Presiden Soekarno konon menulis salah satu bukunya yang terkenal “Sarinah” yang berisi tentang sosok  perempuan Indonesia yang diidamkannya itu di kawasan wisata Danau Lido. (Raden)

Daerah

Hadad Mendeklarasikan Diri Maju Sebagai Bakal Calon Walikota Cimahi

IMG_20160402_185853

BERIMBANG.COM, Cimahi – Bakal Calon Wali Kota cimahi, Hadad bersama balad Hadad beserta tim Gabungan Relawan Deklarasikan maju sebagai calon walikota untuk Kota Cimahi , deklarasi dirinya di Lapangan the edge baros kota Cimahi, Sabtu 2 April 2016 dengan rangka silaturahmi menuju cimahi satu.

Salah satu Ketua RW di kelurahan Melong Kota Cimah, Haji Asep Hadad, SH. SE, MM atau yang lebih dikenal dengan nama Hadad mendeklarasikan diri sebagai bakal calon (balon) wali kota Cimahi pada Pilkada 2017. Deklarasi yang berlangsung di lapangan the edge Sabtu (2/4), dihadiri sejumlah tokoh, anggota DPRD kota Cimahi, dan sejumlah simpatisan Balad Hadad.

Dalam sambutannya, Haji Hadad selain sebagai dosen serta pengusaha, menyampaikan sejumlah janji dan komitmennya jika terpilih dalam Pilkada 2017 nanti.

“Saya berjanji di hadapan kita semua, dengan kewenangan lebih besar jika Allah menakdirkan saya terpilih sebagai wali kota cimahi periode 2017-2022, saya akan mengabdikan diri sepenuh hati dengan melibatkan semua komponen masyarakat untuk mewujudkan tatanan kota Cimahi yang lebih baik,” kata Hadad.

Ia menyebutkan, dengan dukungan masyarakat kota Cimahi serta dalam waktu dekat akan melakukan silahturami pada partai politik untuk mendapat dukungan .menurut beliau, yang pernah sebagai konsultan hukum saat ini Pemerintah Kota Cimahi sudah semestinya melakukan evaluasi dan perbaikan sistem birokrasi dan peningkatan sumber daya manusia.

“Kota Cimahi harus memiliki arah pembangunan yang lebih kongkrit. Tidak boleh ada sektor riil ekonomi masyarakat yang tidak tergarap maksimal. Ini yang akan kita lakukan ke depan untuk kota Cimahi  yang seluas kurang lebih 4 km dengan tiga kecamatan” ujar Hadad, (tim tn)