Penulis: admin berimbang

Daerah

Pantau Korban Luka Tragedi Kanjuruhan BidDokkes Polda Jatim Turunkan Dokter Spesialis Mata dan Bedah

BERIMBANG.com – Program Bhayangkara Prioritas untuk Korban Luka dan Trauma akibat Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu, terus dioptimalkan Tim Biddokes Polda Jatim.

Tidak hanya melakukan Trauma Healing dan memberikan bantuan tali asih kepada korban, Tim Biddokes Polda Jatim juga mulai menghadirkan sejumlah Dokter Spesialis dari sejumlah RS Bhayangkara di Jawa Timur.

Dalam proses pemantauan dan pemeriksaan korban tragedi Kanjuruhan yang digelar dikawasan Desa Maron Wetan-Probolinggo Jumat siang (14/10), Tim Biddokes Polda Jatim menghadirkan Dokter Spesialis Mata, Dr.Lindawati Sp.M dari RS Bhayangkara Nganjuk, dan Dokter Spesialis Bedah, Dr Heri Budiono Sp.U dari RS Bhayangkara Bondowoso.

Korban luka tragedi Kanjuruhan diperiksa kondisi mata dan bagian kaki serta badannya akibat terinjak saat tragedi Kanjuruhan berlangsung.

Kemudian, tidak hanya melakukan pemantauan dan pemeriksaan Korban luka, Tim Biddokes Polda Jatim yang dipimpin langsung KabidDokkes Polda Jatim, Kombes Pol Dr. Erwinn Zainul Hakim MARS. MH.Kes juga menjenguk keluarga korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan.

Sejumlah keluarga korban meninggal mendapat Self Healing Terapy untuk penyembuhan psikologis pasca meninggalnya keluarga mereka akibat Tragedi Kanjuruhan.

“Kita akan Optimalkan Program Bhayangkara Prioritas untuk Korban Luka Kanjuruhan. Kita hadirkan sejumlah Dokter Spesialis dari sejumlah RS Bhayangkara di Jawa Timur untuk memastikan dan mendukung penyembuhan korban Kanjuruhan yang masih menjalani proses penyembuhan,” tegas Kombes Pol dr. Erwinn Zainul Hakim MARS. MH.Kes.

Seperti biasanya, sebagai usaha untuk menghibur dan membantu kondisi psikis keluarga korban tragedi Kanjuruhan, Tim Biddokes Polda Jatim menyerahkan sejumlah tali asih, baik untuk keluarga korban meninggal maupun korban luka tragedi Kanjuruhan.***

DaerahJakarta

Kapolda Jatim Resmi Dimutasi, Kadiv Humas Polri: Mutasi Sudah Hal Biasa

BERIMBANG.com Jakarta – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, dipromosikan sebagai Sahli Sosbud (Staf Ahli Bidang Sosial Budaya) Kapolri. Nantinya, komando berikutnya akan diemban oleh Irjen Pol Teddy Minahasa Putra, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sumatra Barat.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Rahasia (STR) Nomor : ST/2134/X/KEP/2022.

“Ya Betul tour of duty dan tour area,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, Senin (10/10/2022),

Irjen Dedi mengatakan, tindakan mutasi tersebut merupakan hal yang biasa. Dia menyebutkan, mutasi bertujuan agar kinerja kepolisian meningkat.

“Mutasi adalah hal yang alamiah di organisasi Polri dalam rangka promosi dan meningkatkan kinerja organisasi,” ucap Irjen Dedi.

Irjen Nico Afinta yang menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur, kini digantikan oleh Irjen Teddy Minahasa Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat.

Kemudian, Kapolda Sumatera Barat akan dijabat oleh Irjen Rusdi Hartono. Sedangkan, Irjen Nico Afinta dimutasi menjadi Sahli Sosbud (Staf Ahli Bidang Sosial Budaya) Kapolri.***

Berita UtamaBogor

Aksi Mafia Tanah di Kota Bogor, Kuasa Hukum: Nanti Timbul Negosiasi, Bicara Rupiah

BERIMBANG.com – Sejumlah warga di Kecamatan Sareal Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat mengaku menjadi korban ‘mafia tanah’. Lahan dan bangunan milik korban diserobot tiga orang pelaku berinisial SA, EM, dan MA dengan modus menempati rumah dan lahan kosong untuk dikuasai dan dipermasalahkan secara perdata.

Ketiga pelaku yang telah dilaporkan pidana ke Polres Bogor, lalu ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga kini kasusnya malah digiring ke ranah perdata bukan pidana.

Akibatnya para korban pun melakukan perlawanan dan upaya hukum untuk menuntut hak kepemilikannya yang kini dikuasai pihak tertentu dengan cara-cara yang dianggap penyerobotan.

Ketiga warga yang menjadi korban ‘mafia tanah’ adalah Lany Mulyati, Tjoe Hok Bwee, dan Effendy Djaja. Sementara korban ‘mafia tanah’ lainnya di lokasi yang berdekatan dengan milik ketiga korban sebelumnya adalah Johanes Bachtiar Tedjanegara.

Kasus tanah dan rumah milik Johanes Bachtiar agak berbeda dengan yang dialami ketiga korban, namun modusnya mirip, yakni menempati lahan dan bangunan kosong secara ilegal dan kemudian bertahan dengan tameng hukum perdata.

Melalui kuasa hukumnya Fahmi Assegaf, korban mengatakan, pihaknya telah membeli tanah dan rumah milik almarhum mantan Kapolres Bogor Agus Saleh. Namun belakangan seorang warga bernama Mutiara tiba-tiba melakukan dugaan penyerobotan dengan dalih ada putusan pengadilan yang menyatakan dirinya sebagai salah satu ahli waris lahan seluas 44 hektar yang di dalamnya ada rumah mantan kapolres yang sudah dibeli Yohanes Bachtiar.

Kuasa Hukum Yohanes Bachtiar, Fahmi Assegaf menuturkan, tanah dan bangunan yang berlokasi di jalan Dadali nomor 08 a RT 05/ RW 05 Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, Jawa Barat itu telah dibeli kliennya pada tahun 2001 berdasarkan Sertifikat hak milik nomor 78, seluas 948 Meter Persegi.

Hal itu disampaikan Assegaf saat menggelar jumpa pers dan sesi diskusi bertajuk ‘Misteri Sindikat Mafia Tanah di Bogor’ yang digelar di 18 Office Park Building Lantai 12, Jakarta Selatan, kemarin Senin (10/10/2022).

Advokad Assegaf menjelaskan, kliennya Johannes Bachtiar Tedjanegara merupakan korban penyerobotan lahan bangunan yang telah menang perkara perdatanya di PN Bogor tingkat I. “Namun pihak lawan menggunakan kasasi yang diduga tidak menandatangani untuk permohonan banding,” ungkap Assegaf.

Assegaf juga membeberkan, usai dibeli dari pihak Agus Sholeh, kliennya tinggal di Tangerang Selatan, dan rumah yang sudah dibeli tersebut dibiarkan dalam keadaan kosong dan terkunci. Dan ada warga yang berinisial BS meminta ijin menempati rumah tersebut untuk membuka usaha.

Setelah rumah tersebut hendak dikosongkan, lanjut cerita Assegaf, orang yang menempati rumah kliennya bersihkeras tidak mau keluar dari rumah itu. “Pihak kami sudah berusaha maksimal, sudah negosiasi untuk mengeluarkan beliau secara baik-baik. Namun yang bersangkutan tetap bertahan,” tuturnya.

Selama kurang lebih 7 tahun BS menempati lahan dan bangunan klien Assegaf, menurutnya tidak ada itikad baik untuk keluar. “Dengan sangat terpaksa klien kami melaporkannya ke Polresta Bogor dan BS sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan dikenakan pasal 385 KUH Pidana. Berkas sudah ditetapkan P19 sampai sejauh ini,” terangnya.

Selanjutnya, lahan dan bangunan yang dibeli Yohanes Bachtiar Tedjanegara dari Agus Shaleh berdasarkan Akta Jual Beli No.10 yang dibuat oleh PPAT Nixon Rudy Dewa Hasibuan S.H, hendak dilakukan pengosongan sejak (30/9/2022) lalu, namun belum ada tanda-tanda BS hendak keluar dari rumah tersebut.

Tanah dan bangunan dengan Sertipikat Hak Milik No.78/ Tanah Sereal yang terletak di Jalan Dadali No 8A, RT05 RW05, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor dengan luas 948 meter persegi, kini masih ditempati BS dan keluarganya meski dirinya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Assgaf juga membeberkan, salah satu orang yang menempati rumah tersebut, Mutiara, malah mengaku sebagai ahli waris. “Dia mengaku memiliki kuasa di situ karena sedang berproses perkara di PN nomor 134/2021 Bogor, dan perkara perdatanya sudah putus dan perdata diterima dan dengan alasan objek tanah ada 44 hektar, berada di kawasan Tanah Sareal Kota Bogor tersebut,” urainya.

Assegaf merasa ada kejanggalan, soalnya pihak Mutiara mengklaim tanah yang diwarisinya ada 44 Hektar yang di dalamnya ada tanah dan bangunan milik Yohanes Bachtiar Tedjanegara yang sebelumnya dibeli dari mantan kapolres.

“Yang jadi pertanyaan kami adalah kenapa tanah dan bangunan kita yang dirampok dan dipersoalkan. Padahal, ada 44 hektar tanah mereka termasuk tanah Pemda Kota Bogor dan lain-lain,” ujar Fahmi Assegaf mempertanyakan.

“Apalagi mereka mengakui berdasarkan putusan yang objek tanah bukan di daerah kelurahan Tanah Sareal,” lanjutnya.

Assegaf justeru menjadi curiga, praktek yang dilakukan BS Cs adalah praktek ‘mafia tanah’ yang menyasar rumah kosong untuk ditempati secara ilegal, agar setelah dikuasasi bisa dinegosiasikan. “Nanti timbul negosiasi untuk bicara rupiah ?” celetuk Assegaf.

Pegangan mereka pun, lanjut Assegaf, hanya berdasarkan putusan pada tahun kisaran 1980. “Baik itu putusan pengadilan, MA tidak ada yang menerangkan tanah itu berlokasi di jalan Dadali nomor 08a, namun mereka klaim. Itu menyangkut ahli waris, bukan kepemilikan tanah dengan seluas 44 Hektar,” jelasnya.

Luas tanah milik kliennya, menurut Assegaf, seluas 948 meter persegi. “Lalu, mengapa tanah dan bangunan di sebelahnya, tidak mereka klaim. Maka itulah saya menuntut perhatian Pemerintah Republik Indonesia karena hal ini masuk kategori mafia tanah,” imbuhnya.

“Mafia tanah tidak boleh menang. Khususnya, mafia tanah di tanah Sareal yang mencari-cari penghuninya di rumah yang tidak ditempati,” ujar Assegaf.

Dia juga menyarankan pemerintah membentuk satgas untuk pengawasan ketat terhadap mafia tanah.

Sementara itu, pengacara Nurma Sadikin selaku kuasa hukum Lany Mulyati, Tjoe Hok Bwee, dan Effendy Djaja mengatakan, kasus penyerobotan tanah bangunan seluas kurang lebih 4.267 M2 saat ini sudah dilaporkan pidana ke polisi dan para pelaku sudah dijadikan Tersangka, sehingga lokasi tanah sudah di ‘Police Line’.

Nurma mengungkapkan, kliennya memiliki bukti SHM. “Selain itu ada juga bukti rekaman cctv di mana terjadi pengrusakan bangunan milik kliennya,” ujar Nurma.

Sebagai bukti kepemilikan, Nurma juga mengatakan, kliennya memiliki bukti penerimaan ganti rugi lahan atas proyek pelebaran jalan yang diterimanya dari pihak BPN pada tahun 2008. “Tanah yang klien saya miliki teruji kebenarannya. Dan kami sudah dua kali rapat koordinasi dengan pihak Kemenkumham,” papar Nurma Sadikin.

Nurma menambahkan, pada 21 Juli 2022 lalu kliennya telah mengikuti rapat koordinasi ke-2, yang ikut dihadiri Asdep I, Deputi V / Kamtibmas Kmenkopolhukam, dan juga dihadiri BPN Kota Bogor, Polres Kota Bogor, Polda Jabar, Satgas Mafia Tanah Mabes Polri, dan Wasidik Mabes Polri.

Hadir pula dalam diskusi tersebut, Niko Mustamu dari perwakilan Serikat Pers RI selaku salah satu pendukung kegiatan diskusi dan konferensi pers tentang mafia tanah ini, juga anak dari Bachtiar Tedjanegara bernama Rivan, dan para korban mafia tanah.

(HM/Niko)

DaerahJakarta

Mempererat Hubungan Wartawan ASEAN, Giliran Indonesia Akan Jabat President CAJ

BERIMBANG.com Jakarta – Selesai dari perhelatan presidensi G20 pada tahun ini, sorot mata dunia akan kembali mengarah pada Indonesia dan Presiden Joko Widodo karena pada tahun 2023, Indonesia kembali akan memegang posisi penting dalam forum internasional sebagai ketua ASEAN, setelah sebelumnya Indonesia pernah menjadi ketua pada tahun 1976, 2003, dan 2011.

Selama masa Indonesia menjadi Ketua ASEAN pada tahun 2023, diperkirakan lebih dari 300 pertemuan akan terselenggara di Indonesia, baik dari Pilar Politik dan Keamanan, Pilar Ekonomi, maupun Pilar Sosial-Budaya. Pelaksanaan pertemuan-pertemuan tersebut diprioritaskan untuk dilakukan secara fisik mengingat perkembangan situasi pandemi COVID-19 semakin membaik.

Selama beberapa dekade terakhir, dinamika di kawasan Asia Tenggara tengah mengalami transformasi. Banyak isu-isu di kawasan yang hingga saat ini belum terselesaikan.

Peran wartawan dalam penyampaian pesan kepada masyarakat ASEAN pun menjadi salah satu hal penting, terlebih Indonesia akan menjadi President Confederation of ASEAN Journalist (CAJ) periode 2022 – 2024 yang dalam hal ini akan dijabat oleh Atal S Depari selaku Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Indonesia secara resmi akan menerima jabatan tersebut dari Thailand dalam Sidang Umum Konfederasi Wartawan ASEAN atau General Assembly Confederation of ASEAN Journalist yang akan berlangsung di Bali dari 12-14 Oktober mendatang. Posisi Indonesia sendiri sebelumnya adalah Vice President CAJ.

“Dalam aturan CAJ, setelah dua tahun Thailand menjabat sebagai President CAJ maka Vice President CAJ yang saat ini dijabat oleh Indonesia otomatis menjadi President CAJ,” jelas Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari ketika baru mendarat di Bali, Senin (10/10).

Ditambahkannya, Kamboja akan menjadi President CAJ berikutnya untuk menggantikan Indonesia karena posisi Vice President CAJ periode 2022 – 2024 dijabat oleh Kamboja.

Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) atau Konfederasi Wartawan ASEAN didirikan di Jakarta tanggal 11 Maret 1975 oleh para utusan dari organisasi wartawan nasional negara-negara anggota ASEAN (Association of South East Asian Nations atau Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara).

“Untuk itu, melalui kiprah para wartawan serta medianya di wilayah ini perlu dijalin kerjasama, konsultasi serta diwujudkan saling pengertian dan saling memahami antara warga atau masyarakat Asia Tenggara,” kata Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari.

Dijelaskannya, pada awalnya pendiri CAJ hanya terdiri atas PWI (Indonesia), NUJM (Malaysia), NPC (Filipina), SNUJ (Singapura) dan CTJ (Thailand), namun kemudian menyusul VJA (Vietnam) dan LJA (Laos) pada bulan Maret 1996. Dan seiring berjalannya waktu, organisasi wartawan Myanmar dan Kamboja turut bergabung dalam wadah ini.

“Dengan diselenggarakannya kegiatan General Assembly CAJ di Bali ini diharapkan dapat ikut mendukung Presiden Joko Widodo sebagai Ketua ASEAN sehingga dapat melakukan desiminasi pemberitaan di kawasan anggota negara ASEAN dan memajukan kehidupan jurnalisme serta meningkatkan kehidupan pers yang bebas dan bertanggung jawab,” harap Atal S Depari didampingi Sekjen PWI Pusat, Mirza Zulhadi.

Disamping itu, tambah Atal, melalui CAJ kita dapat mempererat hubungan internal para wartawan ASEAN dan antara wartawan ASEAN dengan organisasi wartawan di seluruh dunia.

“Meningkatkan saling pengertian dan kerjasama antarwarga ASEAN demi terwujudnya kesejahteraan, keadilan sosial dan perdamaian serta memperjuangkan aspirasi dan kepentingan warga ASEAN sehingga terjalin saling pengertian dan penghargaan yang lebih baik oleh masyarakat dunia,” ujar Ketua Umum PWI Pusat.

Humas

Daerah

Polda Jatim Bantu Penanganan Trauma Healing Korban Tragedi Kanjuruhan

BERIMBANG.com – Polda Jawa Timur melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim, serta Himpunan Sikologi (HIMPSI) Jatim, terus berupaya melakukan trauma healing kepada korban dan keluarga korban tragedi Kanjuruhan.

Hal ini dilakukan sebagai upaya Polri untuk membantu pemulihkan psikis para korban, baik korban yang sedang dirawat, maupun keluarga korban yang ditinggalkan, sehingga tidak mengalami kecemasan berlarut-larut.

AKBP Diah Ika Kabag Psikologi SDM Polda Jatim menjelaskan, pihaknya bekerjasama dengan Biddokes Polda Jatim dan HIMPSI Jatim, guna membantu para korban atau keluarga Korban dalam tragedi Kanjurahan pada 1 Oktober lalu.

“Tim trauma healing Polda Jatim ini tidak berdiri sendiri, kita punya konselor yang tersebar di seluruh Polres, dengan kejadian kemarin kami berkolaborasi dengan para konselor di Polres Malang, Polres Batu dan konselor dari Polres Malang Kota juga, Kita datang kita hadir memberikan penanganan awal secara psikologi atau Psychological First Aid (PFA),” tandas Kabag Psikologi SDM Polda Jatim.

“Korban trauma tidak hanya untuk dewasa saja tapi juga untuk anak-anak. Kami mengajak himpunan psikologi di Malang, untuk bersama dalam penanganan psikologi korban,” tambah AKBP Diah Ika Kabag Psikologi SDM Polda Jatim saat di temui di Mapolda Jatim, pada (10/10/2022).

Selain itu, Polda Jatim juga terus melakukan koordinasi dengan rumah sakit maupun instansi terkait, sehingga diharapkan dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada korban dan keluarganya.***

DaerahJakarta

Bob Iskandar Sosok Dibalik Layar Confederation of ASEAN Journalists di Bali

BERIMBANG.com Jakarta – Meski sempat tertunda beberapa tahun karena pandemi Covid-19, Sidang Umum Wartawan ASEAN atau Confederation of ASEAN Journalist (CAJ) ke-20 akan digelar di Kuta, Bali 11 hingga 15 Oktober 2022 ke depan.

Perhelatan Wartawan se-Asia tenggara kali ini, tak lepas dari Figur wartawan senior yang berkecimpung di kancah internasional selama kurun waktu 30 tahun. Ya, Bob Iskandar namanya, Brand Ambassador Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) khusus membidangi hubungan luar negeri ini bisa disebut sebagai tokoh di balik layar atas suksesnya berbagai macam penyelenggaraan kegiatan jurnalis dunia.

Bukan tak beralasan, Om Bob sapaan akrabnya, sering terlibat dalam pertemuan jurnalis tingkat dunia. Di antaranya, asosiasi wartawan di Afrika, Eropa, Amerika dan International Federation of Journalists, Brussels, Belgium.

Selain senior director CAJ, Bob Iskandar dikenal sebagai ‘jembatan’ terjalinnya kerjasama wartawan lintas negara dalam berbagi informasi dan pengalaman seputar jurnalistik dunia.

Uniknya, di era revolusi Industri 4.O atau yang dikenal penerapan teknologi modern, Om Bob masih aktif menulis menggunakan pena pada secarik kertas. Bahkan, naskah sajian dalam rangka pertemuan ke 20 Confederation Of ASEAN Journalists di Bali, ikut disajikan dengan tulisan tangan yang sangat rapi.

“Saya telah mempersiapkan mulai dari bahan persidangan, buku panduan, kehadiran peserta Negara Asean hingga kordinasi dan berkonsultasi langsung dengan Mr. President CAJ Thepchai Yong,” ungkap Bob Iskandar saat dihubungi, Minggu (9/10/22).

Ia menyebutkan, walaupun dari keputusan terakhir pimpinan PWI cukup singkat waktunya, tapi ia telah menyiapkan dari 3 bulan lalu untuk mempersiapkan segalanya agar acara berjalan sesuai rencana. “Cukup komplikasi, sebab harus tau nama-nama peserta, copy paspor dan berbagai administrasi lain yang harus dilengkapi,” bebernya

Namun, atas dasar pengalaman di bidang luar negeri khususnya CAJ, om Bob mampu mempersiapkannya dengan matang. Ia pun berharap agar acara di Bali itu menjadi suatu ekspose positif kepada internal PWI dari dunia luar agar makin dikenal oleh masyarakat pers dunia, baik yang berada di Kawasan Asean, Asia Selatan, Asia Pasifik hingga seluruh dunia.

“Saya berharap acara ini sukses dengan gegap gempita agar bisa dinikmati oleh peserta pers se-asean dan menjadi kebanggan bagi PWI ataupun wartawan indonesia serta peran wartawan menjadi bangkit mendunia untuk go internasional,” tandasnya

Sebagai informasi, berdirinya CAJ bertujuan untuk memajukan kehidupan jurnalisme dan meningkatkan kehidupan pers yang bebas dan bertanggung jawab; mempererat hubungan internal para wartawan ASEAN dan antara wartawan ASEAN dengan organisasi wartawan di seluruh dunia; meningkatkan saling pengertian dan kerjasama antarwarga ASEAN demi terwujudnya kesejahteraan, keadilan sosial dan perdamaian; memperjuangkan aspirasi dan kepentingan warga ASEAN sehingga terjalin saling pengertian dan penghargaan yang lebih baik oleh masyarakat dunia.

Gagasan pendirian CAJ ini muncul pada awal 1970-an dari para tokoh wartawan/editor senior. Mereka ingin agar melalui berbagai media masing-masing di lingkungan ASEAN mampu menyumbangkan berbagai pemikiran serta gagasan kepada para pendiri perhimpunan bangsa-bangsa ASEAN agar kawasan Asia Tenggara ini bebas dari pengaruh maupun rivalitas Perang Dingin saat itu.

Untuk itu melalui kiprah para wartawan serta medianya di wilayah ini perlu dijalin kerjasama, konsultasi serta diwujudkan perdamaian di antara hati dan pikiran warga atau masyarakat Asia Tenggara

Sementara itu, organisasi wartawan yang masuk ke dalamnya adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI/Indonesian Journalists’Association), National Union of Journalists’ Malaysia (NUJM), National Press Club of the Philippines (NPC), Singapore National Union of Journalists (SNUJ), Confederation of Thai Journalists (CTJ), Vietnam Journalists Association (VJA), Laos Journalists Association (LJA).

Rahmad Mauliady

DaerahJakarta

LPSK Klarifikasi Video Kerusuhan di Kanjuruhan yang Hilang

BERIMBANG.com Jakarta – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyampaikan klarifikasi dari salah seorang saksi tragedi Kanjuruhan yang mengaku video miliknya dihapus oleh penyidik saat diperiksa pada Senin (3/10) lalu.

“Waktu diperiksa penyidik Senin (3/10), Kelfin mendengar dari penyidik bahwa video dan medsosnya akan dihapus,” kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu melalui pesan WhatsApp di Jakarta, Jumat malam.

Ia mengatakan pada Kamis (6/10), Kelfin menyampaikan informasi tersebut kepada LPSK. Kemudian pada Jumat (7/10) yang bersangkutan didampingi LPSK mengambil kembali telepon genggam (HP) miliknya yang diserahkan oleh penyidik.

Hal itu setelah sehari sebelumnya LPSK mempertanyakan kepada penyidik tentang telepon genggam itu. “Kelfin kemudian memeriksa ternyata video dan akun medsosnya masih ada,” ujarnya.

Hal tersebut kemudian disampaikan kembali oleh Kelfin sebagai klarifikasi kepada LPSK. Kelfin juga meminta maaf karena terjadi kesalahpahaman dan faktanya ia menyampaikan apa yang didengar dari penyidik saat diperiksa pada Senin (3/10).

“Dengan demikian, faktanya adalah video dan akun medsos Kelfin masih ada sampai saat ini,” tambah Edwin.

Terakhir, LPSK mengapresiasi sikap Polri, dalam hal ini Kepolisian Daerah Jawa Timur, yang memang tidak melakukan intervensi terhadap telepon genggam Kelfin serta tidak mempersoalkan unggahannya.

Sebelumnya, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyayangkan sikap aparat kepolisian yang menghapus barang bukti video tragedi Kanjuruhan milik salah seorang saksi berinisial K.

“LPSK menilai penghapusan video itu berlebihan,” kata Edwin Partogi kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Hal tersebut disampaikan Edwin menyusul adanya pemberitaan mengenai salah seorang saksi sekaligus Aremania (suporter Arema FC) yang diperiksa polisi karena diduga mengunggah video yang memperlihatkan kepanikan massa saat berada di dalam Stadion Kanjuruhan.

Edwin mengatakan saksi berinisial K tersebut dijemput polisi di mes atau tempat tinggalnya pada Senin (3/10). Ia diperiksa usai mengunggah video kepanikan massa di Stadion Kanjuruhan pada Minggu (2/10) siang. K diperiksa polisi sejak pukul 16.00 hingga 18.00 WIB dan selanjutnya diperbolehkan pulang.

Peristiwa kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang usai pertandingan Liga 1 antara Arema FC versus Persebaya Surabaya pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022, mengakibatkan 131 orang meninggal dunia dan ratusan suporter mengalami luka ringan dan berat.***

Daerah

Kapolda Jatim Takziah Ke Rumah Dua Anggota Polri yang Meninggal Saat Pengamanan di Stadion Kanjuruhan

BERIMBANG.com Tulungagung – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, didampingi Pejabat Utama Polda Jatim diantaranya Karo SDM Kombes Pol Harry Kurniawan, Karoops Kombes Pol Puji Santosa, Kabidhumas Kombes Pol Dirmanto dan Kabiddokkes Kombes Pol dr.Erwinn Zainul Hakim, Minggu (9/10/2022) pagi, takziah ke rumah duka dua anggota Polri,

Keduanya meninggal saat bertugas pengamanan pertandingan sepak bola antara Arema FC VS Persebaya Surabaya, pada Sabtu (1/10/2022) lalu, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Dua anggota polri yang meninggal yakni, almarhum Aipda Anumerta Andik Purwanto, anggota polres Tulungagung, yang beralamat di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumber Gempol, Kabupaten Tulungagung. Dan almarhum Brigadir Anumerta Fajar Yoyok Pujiono, anggota Polres Trenggalek, yang beralamat di Desa Sumber Ringin, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek.

Almarhum Aipda anumerta andik purwanto, meninggalkan satu orang istri dan dua orang anak. Sedangkan almarhum Brigadir anumerta Fajar Yoyok Pujiono, meninggalkan satu orang istri dan belum mempunyai seorang anak.

Irjen Pol Nico Afinta, Kapolda Jawa Timur, saat takziah ke rumah almarhum Aipda anumerta Andik Purwanto, menyampaikan, kami dari jajaran polda jawa timur bersama bupati serta kapolres bertemu dengan keluarga almarhum andik yang diterima istri dan dua anaknya.

Pertama kami mengucapkan bela sungkawa, memastikan hak hak anggota polri dapat langsung diberikan seperti yang disampaikan pimpinan kami

“Ketiga ingin menyampaikan bahwa kita semua masih tetap keluarga besar polri, sehingga kalau ada hal hal yang ingin disampaikan kami jajaran polda terkait dengan bidang pendidikan, kesehatan akan selalu mendukung,” kata Irjen Pol Nico Afinta, usai takziah ke rumah duka almarhum Andik, di Tulungagung, Minggu (9/10/2022) siang.

Lanjut Irjen Nico, tadi juga ada penyampaian, bahwa putra pertamanya atas nama Arkan, yang sekarang kelas 3 SD bercita cita ingin menjadi anggota polri, kami akan membimbing dengan waktu yang ada sehingga nantinya tercapai cita citanya.

“Kami jajaran Polda mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati, Dandim dan Kapolres, dan seluruh stakeholder Kabupaten Tulungagung, yang sudah bekerja dan mengecek jumlah korban menginformasikan dan melakukan langkah langkah supaya semua mendapatkan hak nya,” lanjut Nico.

Kedepan kami, kata dia, akan melakukan koordinasi dengan Mabes Polri, Komnas HAM, Kompolnas dan juga TGIPF yang dibentuk oleh Menkopolhukam kemudian juga PSSI. Kedepan kerjasama yang kami laksanakan guna mengevaluasi sehingga nanti kedepan penyelenggaraan sepak bola yang aman, nyaman dan menyenangkan bisa terlaksana.

“Tentunya untuk mewujudkan ini tidak hanya polri, tetapi semua stakeholder dan semua pihak yang terkait. Seperti nanti ada regulator dari PSSI, kemudian operator dari direktur LIB, panitia pelaksana yang didalamnya ada bagian dari suporter, polri untuk pengamanan dan media,” lanjutnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Kami mohon masukan kepada semua pihak. Sehingga polri khususnya polda jatim bisa menerima masukan sehingga selaras dengan aturan aturan yang ada.

“Terkait dengan pemeriksaan sampai sekarang masih ada pemeriksaan yang berjalan, baik dari anggota polres maupun polda yakni Brimob. Kemudian dari direktur LIB juga panpel akan direncanakan diperiksa pada hari Selasa,” ungkapnya.

Apa yang disampaikan bapak kapolri, katanya, sudah jelas, bahwa terkait anggota kami yang bersalah juga akan diproses. Kemudian pemanggilan saksi saksi ini dalam rangka melengkapi hasil penyidikan dan akan koordinasi dengan kejaksaan dan akan diajukan persidangan.

“Diluar itu ada 19 anggota kami yang dilakukan pemeriksaan kode etik. Dan kami akan terus mendata kondisi korban yang masih dirawat secara periodik setiap hari. Semoga korban bisa sembuh dan menjalankan aktifitas kembali,” pungkasnya.

Sampai saat ini, Kata Kapolpda, secara umum di Malang Kota maupun Malang Kabupaten kondusif. Kami terus melakukan komunikasi dengan Wali Kota, Bupati, kemudian Gubernur dan Pangdam. Dalam komunikasi itu kami menampung aspirasi.

“Terima kasih sudah dilaksanakan acara 7 harian doa bersama berjalan dengan aman. Dan setelah doa bersama itu, situasi semakin membaik,” tutur dia.

Usai melakukan takziah ke rumah duka Aipda anumerta Andik Purwanto, kapolda bersama pju, menuju ke rumah duka Brigadir anumerta Fajar Yoyok Pujiono, anggota Polres Trenggalek, yang beralamat di Desa Sumber Ringin, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek.

Kepada pihak keluarga, Kapolda juga menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Brigadir anumerta Fajar Yoyok Pujiono.***

Daerah

Investigasi Lanjutan TPIGF Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang

BERIMBANG.com Malang – Tim Gabungan Independen Pencari Fakta ( TPIGF) terus bergerak mencari fakta-fakta tragedi Stadion Kanjuruhan Malang usai pertandingan Arema vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022).

Meski Polri sudah menetapkan enam orang tersangka, namun komitmen pihak kepolisian dan TPIGF menuntaskan kasus tragedi Kanjuruhan terus dilakukan.

Seperti yang dilakukannya di Malang kemarin, Jumat (7/10/22) TPIGF juga melakukan pengecekan kendaraan dinas Polri maupun kendaraan milik pribadi yang rusak akibat kerusuhan di stadion Kanjuruhan Malang.

Dalam kegiatan ini TPIGF yang hadir adalah Dr. Nur Rochmad (Sekretaris TGIPF), Mayjen (Purn) Suwarno dan Irjen Pol. (Purn) Sri Handayani (Anggota TGIPF), serta Mayjen TNI Heri Wiranto (Deputi Bidkoor Pertahanan Negara Kemenko Polhukam) dan Kol. Pontjo (Kabid pada Kemenko Polhukam).

TPIGF juga didampingi oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta beserta Pejabat Utama Polda Jatim.

Kepada awak media Kapolda Jatim Irjen Pol Nico menyampaikan akan menyiapkan semua data yang dibutuhkan oleh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta.

“Tim sudah memeriksa 13 unit kendaraan yang rusak akibat kejadian tersebut, 10 unit di antaranya mobil dinas Polisi dan 3 unit mobil pribadi,” kata Kapolda Jatim.

Sebanyak 10 mobil dinas Polri tersebut lanjut Irjen Nico terdiri dari mobil Brimob, Sat Lantas dan mobil unit K-9.***

 

Bogor

Bertugas Ditengah Guyuran Hujan, Aksi Kapolsek Caringin Dipuji Warga

BERIMBANG.COM, Bogor – Aksi Kapolsek Caringin, AKP Waluyo  yang tengah mengatur arus lalu lintas di ruas jalan Cikereteg, Desa Ciderum Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor di tengah guyuran hujan deras, menuai simpati dari warga sekitar. Bahkan tanpa disadari, aksi perwira pertama di institusi Polri itu pun sempat direkam warga dan viral di jejaring sosial.

“Ini baru sosok seorang pimpinan, mau terjun langsung tanpa peduli pakaian dan badannya basah kuyup diguyur hujan deras demi kelancaran lalu lintas,” ujar Rudi, warga Kota Bogor yang mengaku salut saat melihat aksi kapolsek disebuah unggahan akun Tik Tok dengan username @sampOernamildd itu.

Menurutnya, aksi AKP Waluyo yang tengah melakukan pengalihan arus kendaraan dari arah Pancawati ke arah Cikereteg dialihkan ke arah jalur alternatif Ciderum –  Citapen, Kecamatan Ciawi. Pengalihan arus dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan parah di sekitar Pasar Cikereteg yang saat ini tengah diperbaiki.

“Iya kalau lewat Cikereteg pasti bakalan macet parah, karena saat ini pengecoran jalan belum selesai. Karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya tumpukan kendaraan, sementara waktu pihak polsek melakukan pengalihan arus ke jalan alternatif,” tandasnya.

Dede, warga lainnya juga memberikan tanggapan positif video berdurasi 27 detik tersebut. Tak hanya mengapresiasi aksi kapolsek, ia pun memberikan komentar positif untuk petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang turut membantu mengalihkan arus kendaraan di lokasi, tepatnya di simpang Ciderum.

“Hormat saya buat pak kapolsek dan petugas dari Dishub yang rela basah kuyup demi kelancaran arus kendaraan. Tentu ini hal positif yang layak ditiru oleh petugas lainnya,” ucapnya.

Terpisah, H Saprudin Jepri, tokoh masyarakat Caringin juga turut mengomentari video tersebut. Bahkan mantan Kades Ciherang Pondok dua periode itu pun mengaku terharu melihat aksi AKP Waluyo yang tetap menjalankan tugasnya di bawah guyuran hujan deras.

“Jujur saya terharu saat melihat video itu. Tentunya ini sebuah contoh positif yang harus ditiru oleh aparat lainnya. Dan dengan tidak berlebihan, saya menganggap ini sebuah perbuatan yang patut menjadi tauladan dan sebuah dedikasi nyata yang patut dicontoh, tak hanya oleh aparat saja, namun bagi semua pihak,” imbuh mantan Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bogor tersebut.

Terlebih, lanjut ini, institusi Polri tengah diuji karena ulah segelintir oknum aparat yang menuai stigma negatif di tengah masyarakat. Dan kata dia, munculnya video itu menjadi bukti jika masih sangat banyak sosok polisi baik dan dengan tulus menjadi pengayom masyarakat.

“Betul, kita tidak bisa menyamaratakan, karena pada kenyataannya, masih teramat banyak aparat kepolisian yang memang mendedikasikan diri kepada masyarakat dengan tulus. Artinya, kita tidak bisa menggeneralisasi atau menyamaratakan, tidak hanya profesi polisi saja, tapi profesi apapun,” pungkas pria yang sempat digadang – gadang layak bersaing menjadi Bupati Bogor 2024 mendatang itu.

(Yosef/anto/Na)