Penulis: admin berimbang

Jakarta

Peran LPEI Dorong UMKM Naik Kelas Menjadi Eksportir Unggulan

BERIMBANG Jakarta – Pertumbuhan ekspor Indonesia pada periode November tercatat sebesar 5,6% (yoy) berdasarkan data Badan Pusat Statistik.

Dari sisi neraca perdagangan, Indonesia kembali mencetak surplus sebesar USD5,16 miliar, ditandai dengan kinerja ekspor yang baik selama 30 bulan berturut-turut.

Mengingat kondisi ekonomi global yang cukup dinamis dan cenderung memberikan risiko terhadap berbagai perkembangan yang terjadi, perlu dilakukan upaya untuk memastikan terjaganya pertumbuhan ekspor nasional di masa yang akan datang.

“Dengan kondisi dunia yang sedang sibuk menekan inflasi antara lain, yang diwujudkan dengan kenaikan suku bunga, akan menyebabkan kelemahan dari kinerja ekonomi negara-negara destinasi ekspor kita. Sehingga kita juga harus mewaspadai pengaruhnya kepada kinerja ekspor kita ke depan,” mengutip pernyataan yang disampaikan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati pada kanal Youtube Kementerian Keuangan RI (20/12).

Di tengah situasi pasca pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, sektor UKM (Usaha Kecil Menengah) menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia yang tetap bertahan dalam menyangga kebutuhan rantai pasok yang melibatkan jutaan pekerja.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank, Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI sebagai salah satu lembaga keuangan yang mendapatkan penugasan untuk membantu pelaku UKM dalam bentuk Penugasan Khusus Ekspor (PKE) Usaha Kecil Menengah (PKE UKM) ditujukan dalam rangka mendukung program Pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1 triliun.

Peran LPEI untuk meningkatkan kemampuan UKM diwujudkan dengan terus membantu para UMKM baik dari aspek finansial maupun non finansial untuk bisa naik kelas menjadi eksportir unggulan.

Direktur Pelaksana LPEI, Maqin U. Norhadi mengatakan, hingga November 2022, LPEI telah menyalurkan pembiayaan PKE UKM sebesar Rp666 miliar kepada 100 pelaku usaha yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia dan sektor usaha didominasi oleh produk furniture dengan pangsa sebesar 32% dari portofolio berdasarkan produk ekspor.

“Penyaluran pembiayaan melalui program PKE UKM difokuskan untuk mendukung peningkatan daya usaha pelaku UKM berorientasi ekspor, khususnya yang terdampak pandemi Covid-19,”

“Melalui fasilitas pembiayaan ini, LPEI berhasil mengakomodir hambatan-hambatan yang dihadapi pelaku usaha UKM antara lain keberlangsungan usaha, mempertahankan karyawannya,” ujar Maqin.

Aspek developmental impact juga menjadi pertimbangan LPEI dalam setiap penyaluran pembiayaan. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Indonesia Eximbank Institute (IEB Institute) bahwa setiap Rp1 miliar pembiayaan PKE yang disalurkan oleh LPEI menciptakan tambahan nilai konsumsi sebesar Rp2,2 miliar, nilai ekspor sebesar Rp2,03 miliar, nilai impor sebesar Rp1,66 miliar, dan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) senilai Rp4,09 miliar.

Maqin menambahkan, LPEI juga meningkatkan kelas pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) melalui program yang menyasar perbaikan aspek non finansial.

Bentuk Program-program tersebut seperti Coaching Program for New Exporter (CPNE) yaitu program pelatihan rintisan eksportir baru, Desa Devisa, yaitu program pengembangan masyarakat berbasis komoditas untuk menghasilkan devisa, dan marketing handholding, yaitu program untuk memasarkan UMKM lokal melalui marketplace global.

“PMN yang telah diperoleh LPEI merupakan bentuk kehadiran negara melalui lembaga yang diberikan penugasan khusus oleh Pemerintah untuk mendorong ekspor nasional melalui pelatihan dan pendampingan maupun pembiayaan ditujukan kepada pelaku usaha khususnya UKM berorientasi ekspor,”

“Kami berharap dengan adanya program PKE UKM ini LPEI dapat terus mendukung eksportir UKM di Indonesia agar tetap dapat melakukan kegiatan operasionalnya secara maksimal dan tetap memiliki daya saing di tengah kondisi guncangan global yang senantiasa terjadi,” ujar Maqin.***

Jabodetabek

Lurah Jatijajar Bangga Dan Puas Dengan Kinerja Pokmas

BERIMBANG.com, Depok – Wilayah Kelurahan Jatijajar yang terdiri dari 14 RW dan 95 RT merupakan kelurahan yang pertama kali mengadakan kegiatan Swakelola dibanding kelurahan lainnya. Dan Kelurahan Jatijajar terbilang paling banyak mengadakan kegiatan pembangunan, yakni kegiatan pembuatan 22 septic tank dan 4 pembangunan pos RW. Semua ini tidak terlepas dari jerih payah dan usaha keras H. Mujahidin selaku Lurah Jatijajar.

“Berawal di bulan September 2022, saya mengusulkan dan sekaligus membentuk Kelompok Masyarakat (PokMas) dengan mengumpulkan para stake holder untuk mengadakan pemilihan Ketua PokMas, setelah Ketua Pokmas terpilih, maka dibuatlah saya buatkan SK agar PokMas bisa segera bekerja,” ucap H. Mujahidin, Lurah Jatijajar, saat ditemui di kantornya, Kamis (29/12/2022).

Lebih lanjut Mujahidin menambahkan bahwa apa yang diinstruksikan pak Wali Kota dan Sekda Kota Depok terkait program Swakelola memang benar-benar bermanfaat untuk warga Jatijajar.

“Jadi apa yang diinstruksikan bapak Wali Kota dan Sekda Kota Depok terkait program Swakelola memang benar-benar bermanfaat untuk warga Jatijajar. Ada nilai rasa memiliki yang sangat luar biasa dari para warga,” tambahnya.

Pejabat Lurah yang baru setahun lebih menjabat di wilayah Jatijajar ini, mengatakan sangat puas dan bangga akan hasil kinerja Ketua PokMas Jatijajar, Achmad Mauludin dan Fitra beserta jajaran pengurus PokMas Jatijajar.

“Alhamdulillah Saya bangga dan sangat puas atas hasil kinerja Ketua PokMas dan jajarannya, sesuai dengan apa yang direncanakan dan diharapkan. Kedepannya agar lebih ditingkatkan lagi sistem koordinasinya,” ujar H. Mujahidin dengan bangga.

H. Mujahidin menjelaskan pula bahwa untuk tahun 2023 akan ada 13 kegiatan pembangunan, dan dirinya akan membentuk PokMas satu lagi agar pola kerja PokMas menjadi lebih sistimatis.*

Berita UtamaBogor

Road Show UKW Jabar Angkatan 53-54-55, 91 persen Kompeten

BERIMBANG.com – Misi Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menarget 1.000 wartawan kompeten yang didukung Persatuan Wartawan Indonesia Perwakilan Provinsi Jabar dan Dewan Pers.

Giliran Kota Bogor mendapat tempat menggelar Road Show Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 53-54 -55, di Hotel Salak Heritage, Kota Bogor, pada Selasa-Rabu (27-28/12/2022).

103 wartawan mengikuti UKW jenjang Muda, Madya dan Utama. Para penguji menyatakan kompeten dengan kelulusan mencapai 91 persen diungkap oleh Sekjen PWI Jawa Barat, Tantan ketika menutup UKW PWI Jabar 2022.

“Stigma Jabar sebagai Gudang HOAX terbantahkan, sebab wartawan di Jawa Barat semakin banyak yang dinyatakan berkompeten setelah mengkuti UKW,” kata Tantan.

UKW, lanjutnya, sebagai latihan dalam memahami tugas jurnalis terkait penulisan berita sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers No.40/1999, dan implementasi Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA).

“Wartawan yang dinyatakan berkompeten dapat mampu mengimplementasikan dalam menjalankan tugasnya sebagai jurnalis,” ujarnya.

Tantan menambahkan, bagi wartawan yang belum kompeten panitia memberi kesempatan mengikuti UKW berikutnya, setelah enam bulan kedepan.

Apresiasi Radjab Ritonga sebagai Direktur UKW PWI Pusat, road show UKW di Jabar yang bertekad mencetak para wartawan berkompeten, “Ini sangat bagus sekali, semua wartawan ikut serta UKW untuk menjadi kompeten,” ujarnya.

Radjab Ritonga menganalogikan kartu UKW sebagai SIM pengemudi kendaraan, dimana ketika sudah bisa membawa sepeda motor maka dibutuhkan kelengkapan seperti memiliki SIM.

“Apabila melakukan pelanggaran baik terhadap Kode Etik Jurnalis (KEJ) ataupun UU Pers nomor 40 tahun 1999, maka sama saja wartawan itu ditindak sesuai aturan. Bahkan kartu UKW nya juga bisa dicabut kembali,” tegasnya.

Bagi wartawan yang telah dinyatakan kompeten, Radjab berharap, agar menyiapkan diri untuk menjadi lebih baik lagi pada posisi jabatannya, untuk yang belum kompeten jangan berkecil hati, masih ada kesempatan ikut kembali.

Road Show UKW, menurut ketua PWI Jabar Hilman, upaya dalam meningkatkan kualitas wartawan, Jabar memiliki penduduk yang banyak atau berpopulasi padat yang simetris dengan pertumbuhan media massanya

“Media banyak, kalau wartawan atau konten kreatornya tidak terkualifikasi baik, bagaimana dengan beritanya? Kami ingin jurnalis memenuhi masuk kaidah jurnalistik di Indonesia,” ungkapnya. Selasa (27/12)

Selain itu dukungan Sekretaris Kota (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah Dwikorawati menerangkan tidak semua pemerintah provinsi peduli dengan mewujudkan kompetensi wartawan di wilayahnya.

“Dengan adanya UKW ini tentunya kami di daerah lebih tenang karena wartawan-wartawannya kompeten, tersertifikasi sehingga kami tenang bermitra. Kami dukung upaya Jabar mencetak wartawan tersertifikasi,” kata Syarifah.(*)

Keterangan foto: (Tengah berdiri) Penguji Rita Sri Hastuti mengawasi para peserta UKW

 

Bogor

Kolaborasi Diskominfo – PWI, Cetak Jurnalis Kompeten

BERIMBANG.com – Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jabar kembali berkolaborasi melanjutkan rangkaian Road Show Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Sebelumnya Diskominfo bekerja sama dengan PWI sukses menggelar UKW di Kota Bandung, November 2022.

Pada roadshow kali ini, 100 jurnalis dari kawasan Bogor Raya dan sekitarnya mengikuti UKW Angkatan 53-54-55 tahun 2022 di Hotel Salak Heritage, Kota Bogor, Selasa (27/12/2022).

Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat mengatakan, pihaknya berterima kasih pada Diskominfo Jabar yang telah mewujudkan misi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menargetkan 1.000 wartawan di Jabar jadi wartawan berkompeten.

“Terima kasih Diskominfo Jabar bisa mewujudkannya,” kata Hilman.

Menurut Hilman, UKW merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas wartawan. Pasalnya Jabar memiliki penduduk yang banyak atau berpopulasi padat yang simetris dengan pertumbuhan media massanya juga.

“Media banyak, kalau wartawan atau konten kreatornya tidak terkualifikasi baik bagaimana dengan beritanya? Kami ingin jurnalis memenuhi masuk kaidah jurnalistik di Indonesia,” katanya.

Untuk diketahui, pada pelaksanaan UKW di Kota Bogor diikuti 103 peserta untuk 3 katagori wartawan muda, madya, dan utama. Peserta wartawan muda mendominasi dengan 13 kelompok, disusul madya empat kelompok dan satu katagori utama.

Senada dengan Himan, Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah Dwikorawati menambahkan, tidak semua pemerintah provinsi peduli dengan mewujudkan kompetensi wartawan di wilayahnya.

“Dengan adanya UKW ini tentunya kami di daerah lebih tenang karena wartawan-wartawannya kompeten, tersertifikasi sehingga kami tenang bermitra. Kami dukung upaya Jabar mencetak wartawan tersertifikasi,” katanya.

Sementara itu Kepala Diskominfo Jabar Ika Mardiah mengatakan, kolaborasi Pemdaprov Jabar – PWI Jabar salam UKW lahir atas inisiasi Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Hal itu sebagai komitmen mendorong peningkatan SDM di kalangan wartawan yang berkompetensi dan berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan zaman.

“Target UKW yang digagas adalah 1.000 peserta digelar secara roadshow di 10 wilayah Jawa Barat. Untuk tahap pertama dilaksanakan di Bandung Raya November lalu dengan 100 peserta semua jenjang yaitu UK muda, madya dan utama, Kota Bogor _roadshow_ kedua dengan jumlah peserta 100 orang,” tuturnya.

Ika menambahkan, melalui UKW Pemdaprov juga berharap wartawan atau media sebagai garda terdepan dapat memerangi hoaks dan menjadi filter informasi, terlebih mendekati hajat besar demokrasi Pilkada Serentak 2024.

“Dengan wartawan kompeten Jabar kondusif, warga pun tenang,” pungkas Ika.

(Humas Jabar)

Bogor

Mengklaim Tanah Milik PT BSS Penggarap Terkesan Lucu, Malah Ingin Menuntut Pemilik Lahan

BERIMBANG.COM, Bogor – Penerima kuasa untuk pengamanan aset PT Bahana Sukma Sejahtera (BSS), terkesan mentertawakan penggarap yang ingin melakukan perlawanan terhadap pemilik sah dari lahan yang digarap sampai saat ini. Sebab dirinya menilai, bahwa penggarap sudah melampaui batas, Selasa (27/12/22).

Bahwasanya, para penggarap menggunakan lahan yang merupakan milik PT BSS, lalu secara paksa menginginkan untuk dimilikinya. Secara surat peralihan dari PT Perkebunan Nusantara XI, sudah dimiliki oleh PT Bahana Sukma Sejahtera, tapi yang heran, mengapa kini para penggarap mengklaim bahwa lahan tersebut seolah menjadi miliknya.

“Lucu saja rasanya, ada oknum mantan Kepala Desa mengaku menjadi penggarap dan tidak menerima ketika lahan tersebut mau digunakan. Harusnya sebagai mantan Kepala Desa Tahu dong, bahwa tanah tersebut dimiliki oleh perusahaan yaitu PT BSS yang akan membuat suatu pengembangan daerah,” kata Maulana, penerima kuasa pengamanan aset PT BSS, Selasa (27/12/22).

“Lagi juga sebagai penggarap harusnya ngerti dong, yang saat ini mereka garap itu merupakan lahan yang sudah dimiliki oleh orang lain. Dan selama belum digunakan lahan itu, seperti kemarin, yah dipersilahkan untuk digarap untuk bertani dan berkebun,” imbuhnya.

Maulana juga menyayangkan, bahwa penggarap tidak sadar akan hukum agraris, dimana lahan yang selama ini digunakan, merupakan milik perusahaan.

“Sangat disayangkan, penggarap bisa dibilang tidak sadar bahwa yang digarap selama ini tuh milik perusahaan, yaitu PT BSS dan kini kok seolah kita sih yang merebut lahan mereka,” paparnya.

“Sadar diri lah merekalah yang justru telah meresahkan, dengan cara ingin melakukan perlawanan andai lahan itu ingin digunakan oleh pemiliknya,” ucapnya.

Sementara, pihak penggarap akan melakukan konsolidasi tentang perlindungan hukum, karena menurutnya lahan tersebut telah lama digarap dan memanfaatkan lahan yang selama ini dianggap tidak terpakai.

“Saya dan masyarakat yang selama ini memanfaatkan lahan tersebut sedang melakukan konsolidasi dulu, terkait status hukum untuk melawan klaim PT BSS,” ungkap Indra Surkana, mantan Kades Cijeruk Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor yang dikutip dari salah satu media lokal, Selasa (27/12/22).

“Apa salahnya para penggarap diundang dan diberikan penjelasan tentang PT BSS, jangan mentang-mentang perusahaan lalu seenaknya saja,” pungkasnya.

(Na)

Bogor

Pemasangan Plang, Guna Mengamankan Aset PT Bahana Sukma Sejahtera (BSS) SHGB 6 Di Wilayah Desa Cijeruk

BERIMBANG.COM, Bogor – Pemasangan Plang serta Penguasaan Aset di 44 Titik guna mengamankan Aset PT Bahana Sukma Sejahtera (BSS), pada Selasa, 20 Desember 2022 kemarin.

Dalam pelaksanaan pemasangan Plang serta Penguasaan Fisik Aset PT. Bahana Sukma Sejahtera (BSS) bersama dengan Mul CS serta Warga Desa Cijeruk yang mendapat kuasa dari PT BSS. Sebelum dilaksanakannya kegiatan pemasangan Plang tersebut, Pihak BSS atau Mul CS melakukan konfirmasi dan Tembusan surat terlebih dahulu kepada Muspika Cijeruk, dari mulai Kecamatan, Polsek, Koramil, dan Desa Cijeruk, serta pengelola Aset Tanah PT BSS pun sudah di layangkan surat terlebih dahulu.

Maulana, Mul (CS) menyampaikan, Dirinya yang di tunjuk sebagai Koordinator lapangan pada pengamanan Aset PT. BSS SHGB 6 yang berlokasi di Wilayah Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, dengan SPK dan Surat Penugasan resmi dari pihak PT. Bahana Sukma Sejahtera ( PT. BSS ).

” Sebelum melaksanakan tugas tersebut, Saya terlebih dahulu memberikan surat tembusan penugasan Saya beserta Tim kepada pihak Muspika,” Ucap Maulana kepada Awak media Senin (26/12/2022).

Maulana (Mul Cs) selaku Koordinator Pengamanan Aset PT BSS dengan Nomor SPK 001/SPK/BSS-DIR/Xl/2022 pada Prinsip nya selalu mengedepankan Sosialisasi kepada Warga Masyarakat agar terjalin Sinergitas dan Kondusifitas di lapangan.

(Na)

Sukabumi

Peningkatan Kapasitas Pengelola BMT Dalam Pemanfaatan Teknologi Digital Bagi Unit Usaha BMT Melalui Pelatihan Aplikasi SIMAKU

BERIMBNG,COM, Sukabumi- Dalam pelaksanaan Program Intensif Pengabdian Masyarakat terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Berbasi Kinerja Indikator Kinerja Utama (IKU) bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tahun 2022 Program Studi Ekonomi Islam melakukan pelatihan dalam pemanfaatan teknologi digital bagi unit usaha Baitul Maal wat Tamwil (BMT) melalui aplikasi SIMAKU yang dilakukan di BMT Kabandungan yang terletak di Kampung Tangkolo Rt 26/ RW 10 Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, sabtu (24/12/2022)

Saeful Anwar selaku pengelola BMT mengatakan, Bahwa Perkembangan BMT Kabandungan saat ini cukup cepat, hal ini dibuktikan dengan peningkatan jumlah anggota BMT dari sekitar 50 orang pada awal pendirian menjadi 3.548 anggota BMT yang tersebar di kecamatan Kabandungan. Selama ini, dalam pengelolaan BMT Kabandungan masih sederhana, yaitu memanfaatkan Microsoft excel, sebagai pencatatan transaksi.

“Penggunaan teknologi tersebut tidak lagi memenuhi kebutuhan BMT yang semakin berkembang, yaitu dengan bertambahnya anggota dan jumlah produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, dibutuhkan peningkatan pemanfaatan teknologi digital bagi pengelola dan anggota BMT sehingga pengelolaan BMT akan lebih mudah, efektif dan efisien,” ucapnya.

Sementara itu, Tuti Kurnia selaku ketua dalam pengabdian ini mengatakan Aplikasi SIMAKU adalah aplikasi sederhana yang mudah digunakan oleh semua pihak bahkan oleh lulusan SMA.  Aplikasi ini sengaja dibuat untuk kegiatan kemandirian masyarakat bagi BMT Kabandungan yang berlatar belakang dari kebutuhan akan pengelolaan keuangan yang praktis dan mudah digunakan oleh pengelola unit usaha BMT yang memiliki latar belakang pendidikan mulai dari lulusan SMP sampai dengan lulusan SMA. Secara umum pengelola tersebut kesulitan dalam melakukan pelaporan keuangan sehingga hal ini mendorong untuk menyusun sistem aplikasi manajemen usaha yang sederhana namum memenuhi semua kebutuhan BMT Kabandungan.

Selanjutnya. Pengelola hanya mengisi pada menu pembelian dan penjualan, selanjutnya untuk penerimaan kas dan pengeluran kas akan otomatis terisi seiring pengisian pembelian dan penjualan yang dilakukan BMT.

” Pada menu pembelian pengelola BMT Kabandungan mengisikan tanggal, pemasok dan deskripsi.  Tanggal diisikan dengan tanggal transaksi, pemasok dapat diisikan dengan nama atau perusahaan, dan deskripsi diisikan dengan uraian transaksi yang terjadi.  Selain itu, pengelola juga mengisi  barang, kuantitas dan harga,” terangnya.

(Na)

Bogor

Konser Amal VRI, Peduli Korban Gempa Cianjur

BERIMBANG.com Bogor – Memperkuat rasa kepedulian serta solidaritas untuk korban-korban bencana gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, para musisi Rock menggelar acara amal bertajuk ‘Rock & Kindness Charity 2022′.

Berbagai acara disajikan kepada publik untuk penggalangan dana dan digelar atas inisiatif Creative Everything Organizer (CEO) bersama dengan para musisi dari Vokalis Rock Indonesia (VRI).

Acara amal ini berlangsung pada Kamis, 22 Desember 2022 lalu, di Rumah Kopi Premium, Jalan. A.Yani, Tanah Sareal, Kota Bogor, pukul 13.00–22.00 WIB.

Disisi lain, beberapa musisi Rock VRI yang terdiri dari Adie Roxx ,Ajisan jiung, Choky Blok M, Saleh Sadon, Tatan,Yannu Ramadhan, Adi Wild, Fitri Lucky , Wahyu Rawayan, Fey, Cepie, Erie Trasher, Icha Pangalo, dan beberapa musisi lainnya seperti X-RAY (band) yang turut memeriahkn acara tersebut, menyerukan ajakan kepada publik untuk peduli kepada korban bencana alam Cianjur.

“kita tetap support dan selalu mendoakan yang terbaik untuk saudara2 kita di cianjur dan sekitarnya” ujar Aji San, pengurus VRI pusat.

“Indonesia sedang tidak baik-baik saja, banyak bencana alam yg terjadi dimana-mana, jadi selayaknya kita sebagai musisi, harus juga memiliki empati terhadap apa yang terjadi di sekitar kita” Ujar Adie Roxx, Ketua VRI Chapter Bogor.

Chocky Blok M, sebagai Ketua VRI Chapter depok, turut serta hadir untuk support kegiatan-kegiatan positif seperti ini. “Semoga kita semakin kompak” Ujarnya.

Sebelumnya rentetan acara tersebut dimeriahkan dengan atraksi Pencak Silat Perguruan Paku Bumi, lomba hari Ibu ”Mother Love Child” dan pembagian Door prize bagi pengunjung di sana.

Selama konser, publik dapat menyalurkan donasi di tempat acara secara langsung dimanjakan sajian Kopi Premium dan makanan sambil menikmati hiburan yang memukau dalam acara amal peduli korban gempa Cianjur.***

Bogor

Program Wiratani Bangun Desa, Ratusan Alumni Muda IPB Siap Wirausaha

BERIMBANG.com – Himpunan Alumni (HA) IPB melakukan peluncuran program Wiratani Bangun Desa (WIBASA) bersamaan dengan kegiatan Forum Silahturahmi Alumni (FSA) IX di IICC Botani Square Bogor, pada Jumat (23/12/2022) sore.

Peluncuran program tersebut didukung sepenuhnya oleh BSI Maslahat yang merupakan divisi pada Bank Syariah Indonesia

‘“Program WIBASA merupakan program pendampingan bisnis bagi 300 orang alumni muda yang terpilih. Program ini akan berlangsung selama 24 bulan, dari memulai, menjalankan dan mengembangkan bisnis dikampung halaman asalnya, pada bidang pertanian dalam arti luas,” jelas
Ketua program WIBASA, Ivan Kuntara.

Dikatakan Ivan, program ini dilatarbelakangi dari hasil pendataan tim HA IPB yang menunjukkan potensi pengembangan ekonomi pertanian di desa cukup besar, karena produk pertanian adalah produk yang pertumbuhan konsumsi bisa dipastikan meningkat setiap tahun. Baik untuk kebutuhan domestic apalagi jika bisa diarahkan untuk pasar luar.

“Disadari pula bahwa manajemen pertanian yang efektif masih menjadi issue besar, masih belum dijalankan dengan baik oleh para petani. Apalagi sebagian besar sarjana baru IPB, yang sebenarnya mayoritas berasal dari daerah, lebih memilih untuk bekerja di kota besar,” kata Ivan.

Lebih lanjut, Ivan mengatakan kegiatan WIBASA dijalankan dengan memperhatikan dua sisi, yaitu latar belakang kondisi dan alumni baru, serta memperhatikan misi pengabdian HA IPB terhadap alumni dan masyarakat.

Adapun tujuan dari WIBASA adalah menempa dan kaderisasi alumni muda IPB untuk berwirausaha pertanian di desa asalnya, Meningkatkan kapasitas petani Indonesia khususnya di bidang manajemen dan bisnis pertanian dan Merealisasikan tanggung jawab sosial alumni IPB untuk membangun desa dan petani.

‘’Dalam pelaksanaannya, cakupan pendampingan pada kegiatan WIBASA mulai dari Pelatihan manajemen bisnis secara komprehensif dari topik perencanaan sampai pemasaran, serta pendampingan mapping lokasi & potensi usaha yang sesuai (karantina 1 bulan),”

“Kemudian Pendampingan eksekusi & coaching bisnis oleh alumni senior sampai menghasilkan dengan skala ekonomi yang sesuai, Pendampingan monitoring & evaluasi. Dan Bantuan Dana Usaha dengan skema Dana Bergulir (Soft Loan),” papar Ivan.

Untuk tahap pertama, kata Ivan ada dua lokasi yang dipilih untuk pelaksanaan program, yaitu Bogor (budidaya papaya California IPB) dan Garut (trading kopi Arabika).

Adapun komoditas papaya California, akan dibudidayakan di Kabupaten Bogor dengan luas lahan total 6 Ha, yang tersebar di Kecamatan Dramaga, Ciampea, Pamijahan, Leuwisadeng dan Sukajaya.

“Bibit yang digunakan adalah bibit pepaya unggul IPB-9 (Calina). Teknis penanaman dilakukan dengan pola tanam dengan SOP dan pendampingan oleh CEO,” kata Ivan.

Produk kedua, trading kopi Arabika Garut, berlokasi di Kabupaten Garut dengan luas lahan minimal 100 Ha. Produk yang banyak ditanam di Kecamatan Cikajang dan Pakenjeng, sebenarnya sudah dimulai pendampingannya sejak 2019.

Dimulai dengan memperbaiki kualitas kopi petani, sejak budidaya dan pengolahannya dengan system microlot project 90+.

Sementara Wakil Rektor 3 IPB University, Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc.F.Trop, dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagian besar atau sekitara 40 persen mahasiswa yang berkuliah IPB sebenarnya ingin berwirausaha. Tetapi kenyataannya setelah lulus hanya sekitar 6 persen saja yang benar-benar berwirausaha setelah lulus.

‘’Sehingga dibutuhkan upaya-upaya agar porsi lulusan yang berwirausaha dan berhasil menciptakan lapangan kerja buat dirinya dan lingkungannnya bisa semakin besar,” kata Dodik.***

DaerahJakarta

Ekspor Minyak Kelapa Meningkat

BERIMBANG.com Jakarta – Sebagai negara tropis Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Salah satu yang berpotensi besar untuk diekspor adalah minyak kelapa. Indonesia merupakan komoditas yang memiliki prospek untuk dikembangkan dan paling banyak diminati dalam pasar ekspor karena manfaatnya yang banyak.

Minyak kelapa menjadi salah satu produk utama yang dihasilkan dari proses pengolahan daging buah kelapa, baik melalui proses pengeringan daging buah kelapa (ekstraksi kering) maupun proses pemerasan santan daging buah kelapa (ekstraksi basah).

Adapun minyak kelapa banyak dimanfaatkan sebagai pengganti minyak goreng kelapa sawit karena memiliki kandungan asam lemak yang baik untuk kesehatan, tidak menimbulkan tumpukan lemak dalam tubuh, serta mengurangi risiko penyakit jantung. Juga banyak digunakan sebagai bahan campuran dalam industri kecantikan, karena minyak kelapa bisa dimanfaatkan sebagai pelembab yang efektif untuk kulit dan rambut.

Data olahan yang dibuat oleh Indonesia Eximbank Institute (IEB Institute) menyatakan bahwa secara kumulatif nilai ekspor produk minyak kelapa Indonesia periode Januari–Juli 2022 berhasil mengalami peningkatan di level 36,33% secara year on year (yoy), menjadi USD768,68 juta dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar USD563,82 juta.

Peningkatan ekspor ini terjadi karena meningkatnya minat dari negara tujuan ekspor utama. Pemerintah juga mendorong pengembangan hilirisasi industri kelapa, terutama untuk mendorong ekspor produk minyak kelapa dengan berbagai turunannya yang bernilai tambah.

Pada tahun 2021 Amerika Serikat tercatat sebagai negara tujuan ekspor Indonesia terbesar dengan mencapai angka 22,13% atau sejumlah USD212,24 juta.

Negara tujuan ekspor selanjutnya Malaysia dengan angka sekitar 18,16% sejumlah USD174,21 juta, diikuti oleh Tiongkok (17,15% atau USD170,23 juta), Belanda (12,46% atau USD119,55 juta), dan Sri Lanka (7,36% atau USD70,64 juta).

Berdasarkan jenis produk, minyak kelapa dan fraksinya diketahui sebagai produk ekspor utama turunan minyak kelapa yang banyak diekspor oleh Indonesia dengan porsi sekitar 55,45% yang setara dengan USD531,85 juta.

Perbandingan data olahan periode 2020-2021 nilai ekspor minyak kelapa mengalami peningkatan yang mengesankan. Nilai ekspor minyak kelapa Indonesia tahun 2021 mengalami pertumbuhan yang mengesankan, naik 75,89% yoy mencapai USD959,23 juta (dibandingkan tahun 2020 sebesar USD545,37 juta).

Produk minyak kelapa Indonesia menempati posisi ketiga pada tahun 2021 sebagai eksportir produk minyak kelapa dunia setelah negara Sri Lanka. Ini membuktikan bahwa produk minyak kelapa Indonesia memiliki daya saing yang baik di pasar global.

Kepala Divisi IEB Institute, Rini Satriani mengatakan “Daya saing produk minyak kelapa Indonesia juga didukung oleh produktivitas hingga kualitas buah kelapa yang dihasilkan, salah satunya dipengaruhi oleh kondisi iklim maupun tanah,”

“Selain itu teknologi pengolahan juga menjadi faktor pendorong yang mampu membawa produk Indonesia mampu bersaing di pasar global,”ujar Rini.***