Penulis: admin berimbang

Bogor

TFJ Ciherang & YCBM Perkuat Aksi Nyata Jaga Lingkungan Lewat Kaliber 2025

Bogor — Upaya menjaga lingkungan di wilayah Bogor kembali mendapatkan dorongan berarti melalui gelaran Kali Bersih (Kaliber) 2025 yang digagas PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ) Plant Ciherang bersama Yayasan Ciherang Bersatu Mandiri (YCBM). Program yang menyasar aliran anak Sungai Cisadane di Desa Ciherangpondok, Kecamatan Caringin, ini kembali menunjukkan kolaborasi aktif antara perusahaan dan warga.

Factory Manager TFJ Ciherang, Enoh, menegaskan bahwa Kaliber bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, selama empat tahun berjalan, program ini terbukti efektif karena dukungan masyarakat setempat yang konsisten menjaga kebersihan dan kelestarian aliran sungai.

Sementara itu, FM 2 TFJ Ciherang Iwan Irawan bersama DH IRGA Azhar Firdaus menuturkan bahwa Kaliber merupakan bagian dari rangkaian CSR perusahaan yang ditujukan untuk memberikan dampak langsung bagi warga. “Kami berupaya menghadirkan program yang tidak hanya terlihat, tapi juga dirasakan,” ujar mereka.

Pada pelaksanaan Kaliber 2025 ini, kegiatan tidak berhenti pada pembersihan sungai saja. Panitia menanam ratusan bibit pohon, melakukan penebaran benih ikan, menggelar senam sehat, membuka bazar UMKM–IKM, hingga memberikan santunan bagi anak yatim.

Pembina YCBM sekaligus Ketua Panitia, Ujang Zaenudin, mengingatkan bahwa menjaga alam bukan tanggung jawab satu pihak. “Kesadaran kolektif menjadi kunci agar lingkungan tetap lestari,” tegasnya. Senada, Ketua YCBM Firdaus Kadir menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen penanaman pohon berkelanjutan yang selama ini dilakukan bersama TFJ.

Kegiatan Kaliber 2025 turut dihadiri perwakilan pemerintah desa dan kecamatan, tokoh masyarakat, hingga unsur UPT Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, menandai dukungan lintas elemen terhadap pelestarian lingkungan di Ciherang.

Yosep Bonang
Nasional

Depok Dikepung “Mata Elang”: Ketika Jalan Raya Jadi Ladang Ketakutan

BERIMBANG.com, Depok – Jalan-jalan utama di Kota Depok kini tak hanya dipadati kendaraan. Di balik deru mesin dan panas aspal, warga dibayangi rasa waswas. Di setiap tikungan, bisa saja muncul sosok “mata elang” — sebutan untuk debt collector yang kerap menghadang pengendara di tengah jalan, bahkan tanpa dasar hukum yang jelas.

Keresahan warga mencapai puncaknya setelah video viral memperlihatkan sepasang suami istri diadang dua pria berhelm di Jalan Raya Bogor, Cilodong, Sabtu (8/11/2025). Video yang diunggah akun @depok24jam itu memperlihatkan pengendara yang berkali-kali menegaskan motornya sudah lunas, namun dua pria tersebut tetap berupaya menghentikan mereka.

“Pemilik sepeda motor mengatakan bahwa surat-surat dan BPKB-nya sudah lunas,” ujar Kasi Humas Polres Metro Depok, Iptu Made Budi, Selasa (11/11/2025).

Polisi memastikan kendaraan korban tidak sempat diambil para pelaku. Hasil pemeriksaan menunjukkan dokumen motor tersebut sah tanpa tunggakan.

Kini, dua pria yang diduga sebagai pelaku masih diburu aparat gabungan Polsek Sukmajaya, Polsek Cimanggis, dan Polres Metro Depok.


Empat Titik Rawan “Mata Elang”

Kasus ini memicu peringatan serius bagi aparat. Polres Metro Depok telah memetakan sedikitnya empat titik rawan tempat para penagih bayangan itu sering muncul:

  • Jalan Margonda
  • Jalan Tole Iskandar
  • Jalan Siliwangi
  • Jalan Raya Bogor

Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras, menginstruksikan peningkatan patroli di titik-titik tersebut untuk mencegah aksi intimidasi.

“Kami tindak tegas para matel yang meresahkan. Banyak yang menggunakan cara-cara menakutkan. Ini bukan lagi penagihan, tapi bisa menjurus ke perampasan,” tegas Made.


Ketika Debt Collector Jadi “Predator Jalanan”

Fenomena mata elang bukan hal baru. Namun, yang kian mengkhawatirkan adalah munculnya debt collector palsu — kelompok kriminal yang memanfaatkan nama leasing untuk merampas kendaraan warga.

Dalam beberapa kasus, pelaku mengaku dari perusahaan pembiayaan dan langsung memaksa pemilik menyerahkan kendaraan di jalan raya. Padahal, menurut aturan, penarikan kendaraan harus dilakukan dengan surat resmi dan disaksikan pihak berwenang.

Pengamat hukum pidana menilai, lemahnya pengawasan terhadap praktik penagihan membuat jalanan berubah menjadi “ladang ketakutan”.

“Negara tidak boleh diam. Pemerintah harus menertibkan perusahaan pembiayaan yang menyerahkan urusan penagihan ke pihak luar tanpa kontrol,” ujar pengamat hukum Andi Rasyid.


Langkah Pemerintah Dinanti

Meski Polres Depok sudah melakukan langkah cepat dengan patroli dan penyelidikan, masyarakat menunggu langkah konkret dari pemerintah pusat dan OJK.

Penertiban izin lembaga pembiayaan, pengawasan ketat terhadap tenaga penagih, hingga aturan tegas soal penarikan kendaraan menjadi tuntutan warga.

Sementara itu, di setiap simpang dan jalur padat, bayang-bayang mata elang masih menghantui. Warga Depok berharap, jalanan mereka bisa kembali menjadi ruang aman — bukan arena perburuan di bawah terik siang dan tatapan tajam para penagih bayangan.**”

Depok

Pengamat Transportasi, Prof Ridwan :Depok Macet Parah: Kota Tumbuh Cepat, Solusi Transportasi Jalan di Tempat

BERIMBANG.COM – DEPOK.
Kemacetan di Kota Depok kini telah mencapai titik kritis. Sebagai kota penyangga ibu kota, pertumbuhan penduduk dan pembangunan perumahan yang pesat membuat arus lalu lintas di Depok kian semrawut. Ironisnya, pembangunan infrastruktur transportasi belum mampu mengimbangi laju mobilitas warganya.

Meski jalan tol dan transportasi publik mulai diperbanyak, kemacetan justru makin meluas hingga ke pintu-pintu keluar tol. Contohnya di Tol Sawangan arah BDN dan Jalan Raya Sawangan–Parung Bingung, antrean kendaraan terjadi hampir setiap jam sibuk. Hal serupa juga tampak di Pintu Tol Pamulang arah Bojongsari. Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan transportasi Depok tak cukup diselesaikan hanya dengan menambah jalan baru.

Pemerintah Kota Depok sejatinya telah berupaya menghadirkan Bus Trans Depok (Biskita) serta membuka rute menuju Jakarta dan Bandara. Namun, efektivitasnya masih jauh dari harapan. Volume kendaraan pribadi tetap mendominasi, terutama pagi dan sore hari, menandakan solusi publik belum menyentuh akar masalah.

Akar Masalah: Tidak Terintegrasi dan Kurang Terencana

Menurut pengamat transportasi sekaligus Ketua BPD KKSS Depok, Prof. Dr. Ir. Ridwan, MT, kemacetan Depok bersumber dari tata kelola mobilitas yang belum menyeluruh. Ia menilai, ada beberapa langkah strategis yang perlu segera dilakukan agar Depok tidak semakin tertinggal dalam urusan transportasi.

1. Akses Terbatas Melalui Kawasan UI

Selama ini, kawasan Universitas Indonesia (UI) tertutup bagi kendaraan umum maupun pribadi. Padahal, jalur tersebut berpotensi menjadi koridor penghubung penting dari Margonda ke Kukusan hingga Sawangan. Pembukaan akses terbatas dengan sistem pengaturan yang baik dinilai bisa membantu distribusi kendaraan dan mengurangi beban Margonda yang kerap macet parah.

2. Pelebaran Jalan Raya Sawangan

Beberapa titik seperti Parung Bingung dan Tugu Sawangan Permai sudah lama menjadi “simpul neraka” kemacetan. Pelebaran jalan di kawasan tersebut, ditambah penerapan lampu lalu lintas cerdas, diyakini bisa memberikan efek signifikan terhadap kelancaran arus kendaraan.

3. Pengembangan Angkutan Feeder

Transportasi pengumpan atau feeder dari kawasan perumahan ke stasiun kereta terdekat sangat dibutuhkan. Pemerintah daerah disarankan menggandeng swasta untuk menyediakan layanan ini, sehingga warga Depok yang bekerja di Jakarta tidak perlu selalu menggunakan mobil pribadi.

4. Fasilitas Park and Ride di Stasiun

Area parkir di sekitar Stasiun Depok dan Citayam saat ini sangat terbatas. Akibatnya, warga dari Sawangan dan Cipayung terpaksa membawa kendaraan pribadi hingga ke Jakarta. Penyediaan lahan parkir yang luas dan tarif terjangkau akan mendorong masyarakat beralih ke transportasi massal.

5. Optimalisasi Jalur Alternatif

Pembukaan akses Jalan atau Gang 2000 dari Perumahan Sawangan Permai ke Rawa Denok dan Rumah Sakit Anak Negeri juga dianggap penting. Jalur ini dapat menjadi rute alternatif bagi kendaraan roda empat dan mengurangi beban lalu lintas di jalan utama Sawangan.

Transportasi Publik yang Nyaman dan Aman

Ridwan menegaskan, kunci perubahan juga ada pada peningkatan kualitas layanan transportasi publik. “Angkutan yang bersih, aman, dan tepat waktu akan membuat warga mau meninggalkan kendaraan pribadinya,” ujarnya. Ia juga menyoroti perlunya penertiban pengamen dan pungli di angkutan kota yang selama ini membuat warga enggan beralih ke moda umum.

Depok kini berada di persimpangan: antara menjadi kota maju dengan sistem transportasi modern, atau terus menjadi kota padat yang tertinggal karena mobilitas warganya tersendat. “Tanpa keberanian menata ulang tata ruang dan sistem transportasi secara terintegrasi, kemacetan Depok hanya akan menjadi kisah tanpa akhir,” tegas Ridwan.

Iik

Depok

Fanny Fatwati Tinjau Renovasi BSPS di Jatijajar Depok: Pastikan Tepat Sasaran, Tak Sekadar Janji Pemerintah

DEPOK, BERIMBANG.com —
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok dari Fraksi Partai Golkar, Fanny Fatwati Putri, S.H., M.I.Kom, meninjau langsung pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Sabtu (8/11/2025).

Kunjungan lapangan tersebut dilakukan untuk memastikan program pemerintah pusat itu benar-benar tepat sasaran, sesuai rencana, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dalam kesempatan itu, Fanny meninjau sejumlah rumah warga penerima bantuan. Beberapa rumah sudah selesai direnovasi, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

“Monitoring langsung di lapangan sangat penting agar kualitas bangunan sesuai standar dan penerima manfaat tepat sasaran,” ujar Fanny kepada wartawan di sela kunjungan.

Politisi muda Golkar itu menjelaskan, program BSPS merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat MBR meningkatkan kualitas rumah dan lingkungannya. Melalui bantuan dana stimulan, warga dapat memperbaiki atau membangun rumah yang lebih layak huni.

“Alhamdulillah, sebanyak 25 rumah di Kelurahan Jatijajar sudah mulai direnovasi. Ini bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah,” tegasnya.

Selain di Jatijajar, lanjut Fanny, program serupa juga menyasar 30 rumah di Kelurahan Cilangkap. Ia menekankan, dalam pelaksanaannya kualitas bangunan harus menjadi prioritas utama, baik dari segi struktur, kelayakan huni, maupun administrasi pekerjaan agar sesuai ketentuan.

“Pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan agar proses renovasi tidak tersendat dan hasilnya sesuai spesifikasi,” tambahnya.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Tapos dan Cilodong, Fanny menegaskan Komisi D DPRD Kota Depok akan terus mengawal agar program BSPS berjalan efektif dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.

“Insyaallah, saya di DPRD Kota Depok akan terus berupaya menjembatani agar masyarakat bisa merasakan bantuan pemerintah. Harapannya, jumlah rumah tidak layak huni yang direnovasi ke depan bisa terus meningkat,” ujarnya optimistis.

Fanny juga mendorong agar rumah yang sudah rampung segera ditempati warga sehingga manfaat program bisa langsung dirasakan. Ia berharap pemerintah daerah turut mendampingi masyarakat pasca-renovasi, termasuk memberikan edukasi tentang perawatan rumah agar tetap layak huni dalam jangka panjang.

“Tidak cukup hanya dibangun, tapi juga harus dijaga bersama,” pungkasnya.***

Depok

Hajatan 13 Beji: Saat Gen Z Depok Menyatukan yang Terserak

BEJI, BERIMBANG.com – Siapa sangka, dari sekadar nongkrong santai anak-anak muda di lingkungan Kelurahan Beji, Depok, lahir gagasan besar yang kini menjelma jadi perayaan kreatif: Hajatan 13 Beji. Digerakkan oleh generasi muda Beji—gabungan Gen Z dan kaum milenial—acara ini menjadi simbol semangat kolaborasi lintas komunitas yang ingin menyatukan potensi kreatif anak muda di wilayahnya.

Usai sukses dengan kegiatan Keriaan Beji, mereka kembali menyalakan semangat lewat Hajatan 13 Beji 2025. Di bawah komando Riza, sang koordinator acara, para relawan muda membentuk wadah bernama KOMPAK (Komunitas Pemuda Kreatif Depok). Wadah ini menekankan pengembangan Usaha Mikro, Pertanian Kota, dan gerakan penanggulangan sampah lingkungan—sebuah kombinasi cerdas antara kreativitas dan tanggung jawab sosial.


Dukungan dari Tokoh dan Pemerintah

Acara puncak Hajatan 13 Beji digelar pada Minggu, 9 November 2025, di Lapangan Serbaguna Jl. Komodo, Beji. Hadir dalam kegiatan ini, Anggota DPRD Kota Depok, TM Yusufsyah Putra, atau yang akrab disapa Bang Putra.

Dalam sambutannya, Bang Putra menegaskan pentingnya peran generasi muda di wilayah Beji:

“Salah satu bonus demografi terbesar di Kota Depok ada di wilayah Beji. Ini merupakan anugerah, dan saya mengapresiasi para pemangku wilayah, RT, dan RW yang mampu membina remaja sehingga bisa mengembangkan potensi positif yang ada. Salah satunya adalah Hajatan 13 Beji,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Beji yang juga Plt. Lurah Beji menyoroti sinergi antara generasi muda dan pelaku usaha kecil:

“Ujung tombak perekonomian kota ada di tangan usaha mikro. Saya sangat mengapresiasi generasi muda Beji yang mengedepankan kemitraan dengan pelaku usaha mikro dalam setiap kegiatan mereka,” katanya.


Didukung Banyak Pihak

Hajatan 13 Beji juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Viberlink sebagai penyedia internet cepat dan murah, Sosro, Diplomasi Kopi, Tatanata Studio, Brodie Talkie, Hiko Studio, Blue Parking, serta Karang Taruna tingkat Kelurahan Beji dan Kota Depok.


Panggung Seni dan Kebudayaan

Acara berlangsung meriah dengan beragam pertunjukan seni dan budaya tradisional, termasuk tarian dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Borneo. Tak hanya itu, seni kontemporer dan modern juga turut hadir, salah satunya dari Sanggar Ayodyapala, yang menyuguhkan perpaduan budaya lama dan baru.

Menurut Riza, Ketua Pelaksana Hajatan 13 Beji 2025, kegiatan ini bukan sekadar hiburan.

“Hajatan 13 Beji 2025 adalah upaya untuk menyatukan seluruh potensi muda yang banyak terserak di Kota Depok. Kami mulai dari Beji, dan berharap kegiatan ini bisa jadi agenda tahunan, bersinergi dengan Keriaan Beji dan agenda kebudayaan Kota Depok lainnya,” tuturnya.


Menyatukan yang Terserak

Dengan semangat kolaborasi, Hajatan 13 Beji menjadi simbol harapan baru bagi Beji dan Depok: bahwa dari tangan anak muda, perubahan positif bisa dimulai.***

Daerah

MKGR Maluku Mantap Dukung Umar Ali Lessy, Sinyal Kuat Konsolidasi Baru di Golkar

Ambon, Berimbang.com — Dukungan politik di tubuh Partai Golkar Maluku mulai mengerucut. Organisasi Masyarakat Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Maluku secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Bung Umar Ali Lessy sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Maluku yang akan digelar dalam waktu dekat.

Pernyataan dukungan itu disampaikan langsung oleh Ketua Ormas MKGR Provinsi Maluku, Bung Yudi Betaubun, dalam pertemuan hangat dan penuh nuansa kekeluargaan di Ambon, Rabu (6/11/2025).

Menurut Yudi, dukungan MKGR kepada Umar bukan sekadar langkah politik, tetapi juga bentuk panggilan moral dan ideologis untuk menjaga roh kekeluargaan dan gotong royong yang menjadi fondasi Partai Golkar dan masyarakat Maluku.

“Bung Umar Ali Lessy adalah sosok berintegritas, berpengalaman, dan memiliki kedekatan emosional dengan rakyat Maluku. Kami di MKGR yakin beliau mampu membawa Golkar Maluku menjadi partai yang solid, kuat, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” ujar Yudi Betaubun.

Lebih jauh, Yudi menegaskan bahwa MKGR memandang pentingnya kepemimpinan yang memahami nilai-nilai musyawarah, pela gandong, dan semangat orang basudara sebagai modal sosial membangun politik di bumi Maluku.

“Kepemimpinan di Maluku bukan sekadar soal siapa yang menang, tapi soal siapa yang mampu merangkul semua golongan dan menjaga keseimbangan sosial. Bung Umar memahami jiwa dan denyut nadi Maluku,” tegasnya.

Selain menyatakan dukungan, Yudi juga menekankan kesiapan MKGR menjadi garda terdepan konsolidasi kader dan masyarakat demi memastikan Musda XI Golkar Maluku berjalan damai, demokratis, dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar merepresentasikan semangat rakyat.

Dukungan MKGR Maluku ini dipandang sebagai sinyal kuat konsolidasi internal di tubuh Partai Golkar. Di tengah dinamika politik jelang Musda XI, langkah MKGR mempertegas arah dukungan dinilai memperkuat peluang Umar Ali Lessy menjadi figur pemersatu dan nahkoda baru partai berlambang pohon beringin di Maluku.***

Bogor

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Apresiasi Tiga Siswi SMA Negeri 1 Cigombong Yang Berhasil Ciptakan Inovasi Mitigasi Gempa Bumi

BERIMBANG.COM, Bogor – Tiga Siswi SMA Negeri 1 Cigombong, berhasil membuat inovasi berupa Automatic Rescue & Isolation System(A-RIS) atau alat untuk mendektesi gempa dan menjadi finalis lomba Gelar Inovasi Daerah(GID) yang diselenggarakan oleh BappedaLitbang kabupaten Bogor.

Ketiga siswi tersebut asal warga Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong. Yaitu, Dyah sekar, Siti Anggun, dan Harsyani kelas XI6. Hal ini juga telah mendapat apreasi dari Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Komisi IV Bidang Pendidikan.

H. Ading Ahmad Nazir, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Komisi IV yang membidangi Pendidikan mengunjungi SMA Negeri 1 Cigombong untuk bertatap muka dengan ke-3 Siswi tersebut dan berbicang dengan para Guru dan juga dengan Sekcam Cigombong Yedi Rachmawan dan memberikan apresiasi serta penghargaan kepada 3 Siswi SMA yang telah membawa nama harum Kecamatan Cigombong.

” Ke Tiga Siswi ini telah berhasil membuat inovasi mitigasi gempa, sehingga inikan anak kelas XI SMA Negeri 1 Cigombong, dan ke Tiganya juga perempuan warga Desa Ciburayut, inovasi mereka telah masuk nominasi juara dan kemungkinan akan maju ke utusan tingkat Provinsi,” ujarnya kepada media, Rabu (5/11/2025)

Dirinya berharap, sehingga dengan inovasi yang dibuat oleh Siswa tersebut akan lahir inovasi – inovasi yang lainya. Menurutnya, mereka adalah cikal bakal yang akan melahirkan inovasi terbaru yang dibuat oleh generasi muda dari Kecamatan Cigombong.

” Saya sebagai warga Kecamatan Cigombong dan selaku Anggota DPRD dari Komisi IV, tentunya sangat bangga, dan memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi – tingginya kepada Tiga Siswi SMA Negeri 1Cigombong, dengan harapan akan munculnya inovasi yang dibuat oleh generasi muda lainya di Kecamatan Cigombong,” paparnya.

Sementara itu, Warno Humas SMA Negeri 1 Cigombong mengungkapkan rasa bangganya dengan inovasi yang dibuat oleh anak didinya tersebut, sehingga mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kabupaten Bogor. Semoga apa yang di ciptakan oleh ke Tiga Siswanya itu menjadi motivasi Siswa dan Siswi lainya.

” Alhamdulilah Sekolah kami dikunjungi oleh Anggota Dewan, beliau melihat kinerja dari alat yang di buat siswi kami, tentunya Anggota Dewan, Pak H. Ading ini memberikan apreasi kepada siswi kami ini, tentunya ini suatu kehormatan bagi sekolah kami, atas kunjungan beliau ini, dan kami berharap kedepanya muncul inovasi yang baru dari anak – anak didik kami yang lainnya,” ucapnya.

(Na)

Depok

Ketua DPRD Depok: Pemimpin Terpilih Harus Jadi Negarawan, Lanjutkan Pembangunan dengan Semangat Keberlanjutan

BERIMBANG.com, DEPOK – Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, menegaskan pentingnya semangat keberlanjutan dalam pembangunan daerah. Ia berharap pergantian kepemimpinan di Kota Depok ke depan dapat berjalan mulus tanpa mengorbankan program dan kebijakan baik yang sudah dijalankan oleh pemimpin sebelumnya.

“Sejarah akan mencatat bagaimana kita bisa jadi negarawan ketika sudah melayani publik,” ujar Ade saat menghadiri kegiatan sosialisasi kinerja DPRD di Kantor PWI Depok, Selasa (4/11).

Menurutnya, makna keberlanjutan dari satu pimpinan ke pimpinan berikutnya harus menjadi budaya dalam tata kelola pemerintahan daerah.

“Pemimpin yang akan datang harus menghormati apa yang sudah direncanakan dan dilakukan oleh pemimpin terdahulu. Begitu juga sebaliknya, pemimpin sebelumnya menghormati keterpilihan pemimpin yang baru. Nah, ini jadinya bagus,” ucapnya.

Ade menilai, contoh konkret keberlanjutan pembangunan sudah terlihat di Depok, khususnya melalui pembenahan kawasan jalan Margonda. Ia menyebut inisiatif seperti pembangunan Depok Open Space (DOS) oleh Wali Kota sebelumnya, Mohammad Idris, merupakan simbol ruang temu publik yang humanis.

“Pak Idris sudah membangun ruang temu yang luas, Depok Open Space 1 dan 2, dengan membongkar tembok Kantor Wali Kota Depok agar lebih terbuka dan bisa diakses warga. Sekarang ruang itu hidup dan sering dipakai berbagai kegiatan,” jelas Ade.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi Wali Kota Depok Supian Suri yang meneruskan semangat tersebut melalui kebijakan Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Margonda dan penataan ruang publik tanpa beban anggaran besar.

“Ini bentuk keberlanjutan yang nyata. Dampaknya bukan hanya meningkatnya kebahagiaan warga, tapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal. Ruang publik itu jadi titik temu masyarakat dan pusat kegiatan ekonomi kecil menengah,” kata Ade.

Ketua DPRD Depok itu menegaskan, yang dibutuhkan Depok ke depan adalah sosok pemimpin politik yang setelah terpilih dapat segera bertransformasi menjadi negarawan, yakni pemimpin yang berpikir dan bertindak untuk seluruh warga tanpa sekat kepentingan politik.

“Ke depan, Depok butuh pemimpin yang berdiri di atas semua golongan, melanjutkan yang baik, dan membuka ruang partisipasi publik lebih luas,” tutup Ade Supriyatna optimistis.

Iik

Daerah

Ziarah ke Banten: MT. Balai Wartawan Depok Rayakan Milad ke-4 dengan Spirit Keteladanan Ulama

BANTEN, BERIMBANG.com – Dalam rangka memperingati Milad ke-4, Majelis Taklim (MT) Balai Wartawan Kota Depok menggelar kegiatan ziarah ke makam Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Sabtu (1/11/2025).
Rombongan tiba sekitar pukul 11.15 WIB dengan suasana penuh khidmat, kekeluargaan, dan semangat kebersamaan.

Ustadz Syahruddin El Fikri, didampingi Ustadz Salwani selaku pembimbing majelis, menegaskan bahwa ziarah bukan sekadar ritual tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi refleksi spiritual untuk memperdalam keimanan dan mempererat ukhuwah antaranggota MT Balai Wartawan.

“Alhamdulillah, pada Milad ke-4 ini kita diberi kesempatan berziarah ke makam Sultan Maulana Hasanuddin di Serang, Banten. Ziarah ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia pasti akan mengalami kematian,” ujar Ustadz Syahruddin dengan nada teduh.

Ia menambahkan, momentum ziarah ini juga menjadi sarana muhasabah diri agar setiap jamaah memperbanyak amal saleh dan memperkuat hubungan dengan sesama.

“Ketika kita tiada, hanya tiga hal yang kita bawa: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa dari anak-anak atau sahabat kita. Maka penting bagi kita menjaga persahabatan dengan orang-orang saleh agar tetap dikenang dan didoakan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ustadz Syahruddin menegaskan bahwa ziarah ke makam ulama besar merupakan pengamalan langsung dari ajaran Rasulullah SAW yang menganjurkan umatnya untuk mengingat kematian sebagai bentuk introspeksi.

“Rasulullah bersabda, ziarah kubur dapat mengingatkan kita pada kematian. Maka kegiatan ini bukan seremonial belaka, tapi momentum memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MT. Balai Wartawan Kota Depok, Adie Rakasiwi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Milad ke-4 yang akan dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan keagamaan dan sosial.

“Alhamdulillah, ziarah ini memang sudah menjadi bagian dari program rutin MT Balai Wartawan setiap tahun dengan lokasi yang berbeda. Tahun ini kami memilih Banten sebagai simbol keteladanan perjuangan dan keilmuan Islam di Nusantara,” ujarnya menutup kegiatan.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai spiritual yang kuat, Milad ke-4 MT. Balai Wartawan Depok bukan hanya menjadi ajang syukur, tetapi juga pengingat untuk tetap rendah hati dan beramal nyata di tengah masyarakat.***

Depok

Ketua Fraksi PKB Depok Dilaporkan ke BK, Dianggap Arogan dan Langkahi Wewenang

TAPOS | berimbangcom — Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Depok, Siswanto, tengah menjadi sorotan usai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Depok Parliament Watch (DPW) melaporkannya ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Depok.

Laporan itu dipicu oleh pernyataan Siswanto yang dinilai arogan dan melangkahi kewenangan BK, terkait langkahnya menonaktifkan salah satu anggota fraksi berinisial TR, yang sebelumnya telah mendapat sanksi etik dari BK.

Sekretaris Jenderal DPW, Mohammad Khalilou, menyampaikan kecaman keras terhadap sikap Siswanto dalam konferensi pers di sekretariat DPW, kawasan Tapos, Kamis (31/10) malam.

“Kami sangat menyayangkan pernyataan Saudara Siswanto yang terkesan arogan dan sepihak dalam mengambil keputusan,” ujar Khalilou dikutip dari platmerah.net.

DPW menegaskan dua poin utama dalam sikap resminya:

  1. Dukungan terhadap Keputusan BK DPRD Depok.
    DPW mendukung penuh keputusan BK yang menjatuhkan sanksi sedang kepada TR atas pelanggaran kode etik. Sanksi ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh anggota dewan agar lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas.
  2. Kritik terhadap Pernyataan Ketua Fraksi PKB.
    DPW menilai langkah Siswanto yang berencana menonaktifkan TR dari Alat Kelengkapan Dewan (AKD) merupakan tindakan offside dan berpotensi menimbulkan polemik baru.
    “BK sudah menjatuhkan hukuman. Mengapa Ketua Fraksi justru ingin menjatuhkan sanksi tambahan? Ini jelas melangkahi wewenang BK,” tegas Khalilou.

Sebagai tindak lanjut, DPW telah melayangkan laporan resmi ke BK DPRD Depok pada Senin (3/11/2025). Ketua DPW, Pardong, membenarkan langkah tersebut.

“Sudah tadi pagi surat pelaporannya kami serahkan ke BK DPRD Depok,” ujarnya.

DPW juga menuntut agar Siswanto mencabut pernyataannya yang dianggap kontroversial. Jika tidak, lembaga itu mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Depok untuk mendesak sanksi tegas terhadap yang bersangkutan.

“Jika hal ini dibiarkan, akan menjadi preseden buruk bagi DPRD Depok. Kami tidak ingin lembaga legislatif ini tercoreng oleh tindakan yang tidak etis,” pungkas Khalilou.

Sementara itu, saat dihubungi berimbang.com melalui telepon selulernya Ketua Fraksi PKB DPRD Depok Siswanto belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut***