Penulis: admin berimbang

Bogor

Capaian Vaksinasi COVID-19 Kabupaten Bogor 50,54%, Bupati: Wilayah Kami Luas

BERIMBANG.com – Upaya percepatan vaksinasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor Sinergi dengan TNI, Polri dan seluruh stakeholder dilakukan untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok wilayah.

Pemerintah pusat menargetkan Kabupaten Bogor melaksanakan vaksinasi 4.225.790 orang atau sebanyak 8.451.580 dosis sampai dengan Desember 2021.

Capaian vaksin Kabupaten Bogor, data per 2 November 2021, dosis pertama sebanyak 2.135.630 atau setara 50,54%, dosis kedua 1.403.332 atau setara 33,21%, dosis ketiga untuk tenaga kesehatan 11.896 atau setara 90,57%. Total tercapai 3.550.858 dosis.

Bupati Bogor, Ade Yasin menjelaskan bahwa vaksinasi terkendala wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang mencapai 5,4 juta jiwa, atau 11,24 persen penduduk Jawa.

Maka Kabupaten Bogor, kata Ade, tidak bisa dibandingkan dengan kota kabupaten lain yang jumlah penduduknya lebih sedikit.

Perlu diketahui saat ini Kabupaten Bogor berstatus PPKM level 3. Walaupun capaian vaksin lebih dari 50% tapi vaksinasi lansia dibawah 40%.

Sedangkan syarat turun ke level 2 harus 50 persen vaksinasi dan 40 persen vaksinasi lansia. Jadi penentuan level PPKM yang menentukan adalah pemerintah pusat.

Ade mengungkapkan, dengan jumlah penduduk yang sangat banyak, Kabupaten Bogor memiliki target vaksinasi terbanyak di tingkat daerah, yakni 4,2 juta jiwa, atau 8,5 juta dosis vaksin.

“Saat ini kami juga mengalami, keterbatasan Nakes untuk menjangkau pelosok-pelosok desa,” katanya. “Jumlah penduduk kami terbanyak se-Indonesia, selain itu wilayahnya pun sangat luas,”

“Masih ada warga kami yang harus berjalan kaki sejauh 2 km hingga 4 km dari dusun untuk menjangkau lokasi vaksinasi, baik itu di kantor desa maupun kecamatan,” ungkap Ade Yasin.

Ketersediaan vaksin, lanjut Ade, cukup, hanya saja ada kendala berkaitan dengan kesulitan jangkauan, karena luasnya wilayah kami, sehingga jauh untuk mengadakan vaksinasi di desa-desa, terutama di daerah pelosok dan harus dilakukan secara jemput bola.

“Kesulitan ini juga telah dikeluhkan oleh para kepala desa seperti di Kecamatan Sukamakmur, Jonggol, Cariu, Tanjungsari, dan Nanggung. Mereka mengeluh tentang jangkauan masyarakat ke desa,”

“Jadi ada masyarakat yang kalau jalan kaki, mereka mungkin tidak sanggup karena jauh. Jadi saya kira perlu penjemputan dari desa ke lokasi mereka,” ujar Ade.

Meski demikian, Ade Yasin tetap optimistis bisa mencapai target 70 persen di akhir tahun, meskipun ada kendala jangkauan luas wilayah tersebut.

“Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk mengakselerasi vaksinasi dengan cara kolaborasi dan sinergitas dengan TNI, Polri, dan seluruh stakeholder,”

“Untuk itu kepada pemerintah pusat, selain terus membantu memenuhi kebutuhan dosis vaksinasi, harus juga dapat membantu memenuhi kebutuhan Nakes beserta biayanya,” kata Ade.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Daerah

Polda Jatim Tingkatkan Kemampuan Kapolsek dan Kasat se-Jatim

BERIMBANG.com – Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta bersama Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo dan Pejabat Utama Polda Jatim, gelar pelatihan peningkatan kemampuan kepada seluruh Kapolsek dan Kasat se-Jawa Timur, pada Rabu (3/11/2021).

Pelatihan peningkatan kemampuan yang digelar oleh Polda Jatim ini, bertujuan untuk menjaga Kamtibmas di tengah pandemi covid-19, sesuai dengan Tugas Wewenang dan Tanggung Jawab (TWT), dalam rangka mewujudkan polri yang Presisi di era Police 4.0.

Dalam kesempatan ini, Kapolda Jatim didampingi Wakapolda Jatim dan Karo SDM Polda Jatim menyampaikan, agar seluruh jajaran mengetahui tugas wewenang dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan tugas pokok, harkamtibmas, melindungi mengayomi masyarakat, dan penegakan hukum.

“Harapannya dengan pelatihan dan peningkatan kemampuan ini seluruh Kapolsek dan Kepala satuan di jawa timur lebih adaptif terkait dengan perubahan-perubahan yang terjadi,” harapan Kapolda Jatim.

Kapolda juga berpesan kepada Kapolsek dan Kasat dalam penanganan covid-19 yang masih terus ada di sekeliling kita, ini terus menerus harus diketahui dan dilaksanakan oleh seluruh kapolsek dan Kasat,

tentunya dengan adanya pelatihan peningkatan kemampuan ini yang diikuti seluruh Kapolsek dan Kasat, berikutnya untuk bisa bekerja yang lebih baik, bisa merespon perubahan-perubahan yang terjadi, bisa berkomunikasi dengan seluruh stakeholder terkait.

“Tidak lupa kita semua terus berdoa mudah-mudahan semuanya bisa diberi kesehatan, kekuatan sehingga pelaksanaan tugas bisa berjalan dengan baik,”

“Saya kira penting ini semua untuk dilakukan, saya harap para Kapolsek dan Kasat juga memberi pelatihan kepada para anggota di bawahnya, karena kalau anggota bisa bekerja dengan baik, tentunya organisasi akan menjadi lebih baik lagi,” tandasnya.(***)

Daerah

Komitmen Kapolda Jatim: Hukum Anggota yang Melanggar, Beri Rewards yang Berprestasi

BERIMBANG.com Surabaya – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, memberikan pernyataan tegas bagi anggota yang melakukan pelanggaran akan diproses secara disiplin, kode etik bahkan pidana, dan juga akan dilakukan pemecatan jika terlibat Narkotika.

“Akan juga diberikan penghargaan pada anggota yang berprestasi yang melaksanakan tugas wewenang dengan baik. Saya minta seluruh anggota komitmen melaksanakan perintah Bapak Kapolri,” tegas Kapolda Jatim Irjen Nico.

“Seluruh kepala satuan wilayah, kepala satuan kerja, untuk mengecek dan membina memberikan arahan kepada anggota sehingga bisa melaksanakan tugasnya dengan baik memberikan pelayanan bagi masyarakat,” lanjut dia.

Sampai saat ini sedang dalam proses jalannya sidang bagi anggota yang melanggar kode etik. Nantinya pada rilis akhir tahun akan kami sampaikan.

“Saya melihat langsung proses jalannya sidang, supaya tidak main main. Saya memberikan komitmen, apalagi anggota yang memakai narkoba maupun bandar narkoba harus dipecat,” jelasnya.

Kami meminta kepada para Kapolres dan seluruh Kasatker agar betul betul mengecek anggotanya hadir atau tidak dan jangan dibiarkan. Jika dibiarkan, maka pimpinan harus tanggung jawab.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab bagi saya, untuk melihat proses bagaimana berjalan atau tidak didalam penegakan khususnya di lingkungan polri,” sebutnya.

Sementara itu, polda jawa timur membuka pelayanan untuk pelaporan polisi nakal. Yang pertama bisa ke Irwasda, Propam dan Kabid Humas Polda Jatim. Untuk menerima laporan dari insan media massa.

“Selain itu kami juga membuka Yanduan dibawa koordinir Irwasda,” pungkasnya.(***)

Daerah

Dukungan Psikososial Polri Terhadap Anak Korban Covid-19 dan Penyandang Disabilitas

BERIMBANG.com – Polda Jawa Timur berikan dukungan psikososial bagi anak-anak yatim piatu terdampak covid-19 dan penyandang disabilitas, di Universitas Brawijaya, Malang. Selasa (2/11/2021), dengan tema ‘Peduli Anak Indonesia Tangguh’.

Kegiatan ini secara serentak diselenggarakan oleh seluruh Polda di Indonesia dan dihadiri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto secara virtual di Lemdiklat Polri.

Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai disini, karena mereka adalah anak-anak kita.

“Tentunya saya mengharapkan bahwa program konseling ini harus dilaksanakan secara berkelanjutan. Jadi tidak berhenti hanya sampai di hari ini saja. Jadi saya minta khususnya pak As SDM, biro psikologi, kegiatan ini berkelanjutan sehingga kita bisa mengetahui terus menerus bagaimana pertumbuhan psikologi dari anak-anak kita,” pesan Kapolri.

“Pastikan apakah dengan membuka layanan khusus secara hotline menggunakan aplikasi-aplikasi ataupun mungkin datang secara langsung sehingga kita betul-betul bisa mengetahui bagaimana perkembangan psikologi anak-anak kita,” ujarnya saat memberikan sambutan secara virtual di Lemdiklat Polri.

Sementara, di Polda Jatim sendiri kegiatan ini berlangsung di Universitas Brawijaya Malang. Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, bersama ketua Bhayangkari Daerah Jawa Timur Ully Nico Afinta, serta pejabat utama Polda Jatim dan Forkopimda Malang, berikan dukungan psikososial kepada 70 anak yatim piatu terdampak covid-19 dan penyandang disabilitas di wilayah Malang Raya.

Kapolda Jatim dan Ketua Bhayangkari juga memberikan bingkisan berupa sembako kepada anak-anak yatim piatu terdampak covid-19 dan penyandang disabilitas.

Hal ini bertujuan untuk memberikan kekuatan mental yang dimiliki anak – anak. Tidak kehilangan minat untuk beraktivitas. Membantu mengatasi rasa sedih tanpa berlarut-larut, dan dapat membangun komunikasi dengan baik tanpa adanya hambatan.

70 anak tersebut diantaranya, 24 anak, 34 remaja dan 12 disabilitas, mendapatkan pendampingan dari tim psikologi dari Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jatim.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, acara ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, yang dihadiri langsung Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri Sosial serta Menteri Pemberdayaan Anak.

“Tujuan daripada acara ini adalah, kami baik dari unsur pemerintahan, TNI, Polri, maupun dari lembaga pendidikan, serta seluruh masyarakat. Kita diharapkan untuk memperhatikan anak-anak yang terdampak covid-19, dimana orang tuanya antara lain bapak atau ibu, atau keduanya yang meninggal, itu bisa kita saling berbagi,” kata Kapolda Jatim.

Lebih lanjut Kapolda menjelaskan, bahwa di antara kita hal itu sudah berjalan. Kapolda yakin sekali, karena pernah mengadakan acara sebanyak 7400 anak-anak yang terdampak untuk diberikan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Jadi kami bekerja sama dengan BPJS dan setiap anak itu mendapatkan kartu BPJS sehingga dia bisa berobat di rumah sakit mana saja di Wilayah Jawa Timur ini berobat khususnya di seluruh rumah sakit Bhayangkara, hal ini berlaku juga untuk rekan-rekan dari TNI karena saya yakin Bapak Pangdam juga mengadakan kegiatan yang sama. Tentunya Bapak Walikota dan kepala daerah yang lain juga,” papar Kapolda Jatim usai mengikuti kegiatan.

“Ini tidak bisa berjalan tanpa ada dukungan dari unsur pendidikan. Saya yakin dengan pendidikan yang baik untuk anak-anak yang terdampak psikososial ini, mereka tetap akan mempunyai semangat untuk maju dan berdiri sendiri. Mudah-mudahan keadaan makin membaik, kita tetap melaksanakan protokol kesehatan dan ekonomi bisa berjalan,” pungkasnya Irjen Pol Nico Afinta dihadapan awak media.(***)

Bogor

Apresiasi Kapolresta Bogor Kota Pemenang Festival Mural Bhayangkara Tingkat Polda Jabar

BERIMBANG.com Bogor – Kepolisian Republik Indonesia mengadakan festival Mural Bhayangkara tahun 2021, Jumat – Sabtu 29-30/10/2021, dengan Tema “Peran generasi muda untuk berkreasi dalam menyampaikan informasi yang positif dimasa pandemi Covid19″, untuk tingkat Polda Jabar.

Kegiatan ini serentak di seluruh Indoneaia yang langsung di buka oleh Kapolri Jend. Listyo Sigit Prabowo secara virtual dari Mabes Polri Jakarta dengan menyapa seluruh pemural dan tamu undangan yang hadir,

Sementara di Bandung di buka oleh Kapolda Irjen. Ahmad Dofiri dan Wakapolda Brigjen Eddi S Tambunan serta turut hadir Pejabat Utama di jajaran Polda Jabar. bertempat di Kiara Artha Park Jl. Soekarno Hatta Bandung.

Festival Mural Bhayangkara 2021 ini diikuti sebanyak 31 peserta yang mewakili dari masing-masing Polres Se-Jawa Barat.

Perwakilan tim Polresta Bogor kota mengirimkan satu tim, M. Effan Pratama dan Alfisya Yudi Pratama dengan manager tim sekaligus pelukis mural Ifan Jafar Siddik. Yang merupakan Juara 2 Festival Mural Bhayangkara 2021 di Bandung.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro menyambut gembira dan rasa bangga kepada pemenang Festival Mural Bhayangkara 2021,

Dia mengatakan, “Saya sangat bangga atas pencapaian yang di capai Effan dan Alfisya sebagai perwakilan dari Polresta Bogor Kota yang telah memenangkan lomba Festival Mural Bhayangkara 2021 tingkat Polda Jabar, yang meraih juara-2,”

“Saya berharap semoga kedepannya mural semakin dikenal oleh masyarakat luas serta muncul generasi-generasi baru dalam menyampaikan pesan positif,” ujar Susatyo, Senin, (1/11/2021).

Ditempat yang sama Ifan Jafar Sidik menambahkan, “Alhamdulilah, pastinya saya dan tim sangat senang bisa memenangkan Festival Mural ini,”

“Selain piala dan piagam sertifikat kami juga mendapat uang tunai sebesar Rp. 10.000.000 serta satu buah sepeda dari undian doorprize, ini smua merupakan kerjasama tim,” tambahnya.

Sementara itu Effan dan Alfisya mengatakan, “Kalau saya pribadi sih sudah sejak masih sekolah belajar di dunia Mural, sekitar tahun 2006 belajar secara otodidak,”

“Awal mulanya saya melihat gambar dipinggir jalan, akhirnya saya tertarik dari mulai itulah belajar gambar sampai akhirnya saya coba dan bisa,” ujarnya.

“Untuk persiapan mengikuti lomba ini kurang lebih 1 bulan, soalnya kita harus buat sketsanya terlebih dahulu supaya ada gambaran dan setelah itu hasil sketsa tersebut diseleksi oleh panitia penyelenggara Festival Mural Bhayangkara 2021,” Tuturnya

Dia berharap adanya festival pemural bisa mendapat tujuan yang jelas, “Harapan saya kedepan, semoga dengan adanya festival mural yang diadakan oleh pihak kepolisian ini akan menjadikan para pemural lebih terarah dan ter wadahi untuk menyampaikan pesan dan kritiknya,”

“Yang tentunya untuk menambahkan kreativitas yang positif. Dan para generasi muda yang lain dapat memahami bahwa mural adalah seni dan bukan sekedar corat-coret yang tidak beraturan sehingga hasilnya dapat di apresiasi oleh masyarakat,” tutupnya.

Sekedar diketahui, hasil karya lomba dari festival ini akan di aplikasikan ke ruang publik di kota Bandung.

(IJS)

Daerah

Kapolda Jatim Apresiasi Aiptu Sumilak ‘Mantri Pasar’ Ciptakan Rasa Aman

BERIMBANG.com – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, sambangi Polisi Wanita (Polwan) Aiptu Sumilak selaku Pembina Potensi Masyarakat atau biasa dikenal dengan sebutan ‘Mantri Pasar’ di pasar Pon Sawahan, Desa Sumbertebu, Mojokerto, Senin siang (1/11/2021).

Selain sebagai mantri, Aiptu Sumilak berdinas di SPN. Kapolda bersama Pejabat Utama Polda Jatim didampingi Kapolres Mojokerto, di pasar Pon Mojokerto memastikan aktifitas apa yang dilakukan Polwan kelahiran Ponorogo ini yang mendapat respon positif dari pedagang pasar tempat ia bertugas.

Interaksi secara langsung dipasar, Kapolda mendengar cerita dari para pedagang tentang Aiptu Sumilak bekerja dan membina.

“Saya dengar langsung adanya anggota kami Aiptu Sumilak, yang dipercaya untuk melakukan pembinaan kepada pedagang di pasar ini, untuk menciptakan suatu sistem sosial di pasar yang baik,”

Sistem kebersihan, sistem keamanan dan kenyaman, Kata Kapolda, semula diawal tahun 2018 situasi sistem tersebut belum tercipta,

“Kemudian ibu Sumilak ini diminta turut membantu dan akhirnya sampai sekarang sudah dua kali dia diminta untuk melakukan pembinaan, Kalau bahasa disini disebut Mantri pasar,” terang Kapolda Jatim.

Beberapa pedagang di pasar Pon.yang ikut berbincang, salah satunya ibu Mutmainah yang berjualan pakaian mengatakan sejak Sumilak menjadi mantri pasar situasi menjadi aman dan nyaman.

“Lingkungan bersih, tidak ada pungli dan premanisme serta bisa tenang dalam berjualan,” katanya. “Bu mila (sapaan akrab Sumilak) disiplin orangnya, tegas, jadi tertib dan aman disini,” tutur Mutmainah.

Tanggapan Mutmainah direspon ibu Warti pedagang Bumbu dapur pun mengatakan bahwa Sumilak atau bu Mila sangat baik orangnya.

“Ibu mila tiang Sae niku pak” ucap bu Warti saat ditanya kapolda sambil menimbang bawang putih dan jahe yang dibeli oleh kapolda dalam kunjungannya.

Mukhlason selaku Kepala desa Sumbertebu menyatakan bahwa Sumilak akan diminta kembali untuk menjadi mantri pasar ketiga kalinya atas aspirasi para pedagang pasar Pon Sawahan desa Sumbertebu.

Mendengar respon baik kinerja Sumilak Kapolda mengatakan, “Saya dengar nanti ada pemilihan yang ke tiga kalinya, dan bu Sumilak diminta lagi. Saya ikut bangga apa yang sudah dilakukan oleh ibu Sumilak di sini,”

“Saya sudah mendengar langsung dari pedagang yang menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh ibu Sumilak melebihi tugas dan tanggung jawabnya,” jelas Kapolda usai sidak di pasar.

Lebih lanjut, orang nomer satu di kepolisian Jawa Timur ini juga mendorong untuk semua anggota Polri bersama-sama dengan TNI, bersama-sama dengan pemerintah dalam menciptakan hal-hal yang baik.

Menciptakan struktur sosial yang baik, yaitu keamanan ketertiban sehingga roda ekonomi bisa berjalan.

“Yang paling penting dalam situasi Prokes sampai kapan pun kita harus patuhi prokes, jadi kegiatan ekonomi berjalan protokol kesehatan berjalan, keamanan dan ketertiban dengan sinergi antara TNI Polri dan pemerintah juga berjalan,” ujarnya.

Menurut Kapolda Jatim, Sumilak telah menunjukkan dan mengambil peran kinerjanya, ia menyampaikan semua orang bisa berperan, tidak hanya Sumilak saja,

Melainkan, lanjut Kapolda, pedagangnya bisa berperan, pemerintah atau kepala desanya juga berperan, disini juga ada Babinsa, Bhabinkamtibmas juga bisa berperan.

“Ayo kita ciptakan situas kamtibmas disini, khusus untuk ibu sumilak terus semangat, sinergi terus dengan semua unsur disini sehingga nanti masyarakat bisa terpadu,” pungkas Kapolda Jatim, sembari memberikan semangat dan motivasi kepada anggotanya.(***)

Daerah

Peringati Hari Pahlawan 2021 Polda Jatim Gelar Lomba Olahraga, Irjen Nico: Jaga Sportivitas

BERIMBANG.com Surabaya – Memperingati Hari Pahlawan tahun 2021, Polda Jawa Timur (Jatim) menggelar berbagai macam perlombaan olahraga diantaranya, Bola Volly, Tenis Lapangan dan Bulutangkis.

Pertandingan olahraga akan dilaksanakan mulai tanggal 1-6 November 2021 dan diikuti oleh 43 tim terdiri dari 39 Polres jajaran dan 4 gabungan Satker Polda Jatim.

Sebelum dimulai pertandingan, dibuka secara langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta. Lomba olahraga sendiri dilaksanakan di Lapangan Tenis Presisi Mapolda Jatim.

Dalam sambutannya Irjen Nico Afinta menyampaikan kepada peserta lomba selamat melaksanakan pertandingan dan jaga sportivitas antar peserta lomba.

“Ada tiga hal yang perlu dipedomani oleh peserta lomba dalam berolahraga yaitu sabar, semangat dan berpikiran positif. Serta kepada peserta agar tetap menjaga sportivitas antar peserta ” kata Irjen Nico, dalam sambutannya, Senin (1/11/2021) pagi.

Sementara itu ketua panitia menyampaikan lomba untuk kesehatan fisik dan menjaga kekebalan tubuh para personil ini dilaksanakan memperingati hari pahlawan tahun 2021.

“Merupakan bentuk pembinaan jasmani personil Polri untuk memelihara kondisi kesehatan jasmani dan meningkatkan imunitas anggota Polri di massa pandemi Covid-19,” jelasnya.

Pemukulan Gong oleh Kapolda menjadi simbolis dibukanya perlombaan. Pertandingan perdana adalah cabang olah raga Bola Volly antara tim volley Polda Jatim melawan tim volly Polres Magetan dan Kapolda Jatim melakukan servis bola volly pertama tanda dimulainya pertantingan.(***)

Jabodetabek

Ketua Timses Calon Ketua Kadin Depok, Dian Nufarida Soroti Keberadaan Kantor Sekretariat

BERIMBANG.com, Depok – Ketua Tim Pemenangan (Timses) Calon Ketua Kadin Kota Depok, Dian Nufarida, Rudi Murodi menyoroti keberadaan sekretariat Kadin Kota Depok yang saat ini masih berada pada Kantor Ketua Kadin Kota Depok Periode 2016-2021 yang telah berakhir masa jabatannya pada tanggal 10 Oktober 2021. Terlebih Kadin Kota Depok ini, baik dari pengurus dan anggotanya merupakan para pengusaha yang notabene tidak akan kesulitan keuangan untuk memiliki kantor sendiri.

Rudi mengatakan, semestinya dengan berakhirnya masa jabatan Ketua Kadin Kota Depok tersebut, sudah di pindahkan ke tempat lain agar Sekretariat Panitia Mukota Kadin Kota Depok berada di tempat yang netral, apalagi mengingat saat ini Ketua Kadin Kota Depok Periode 2016-2021 turut serta sebagai petahana mencalonkan diri kembali dalam bursa Calon Ketua Kadin Kota Depok Periode 2021-2026.

“Kami yakin sekali ini akan banyak menimbulkan opini yang bisa saja beranggapan kurang baik terhadap panitia. Dengan berada di tempat yang sama bisa jadi kerahasiaan data dari para calon dapat di ketahui oleh yang bukan panitia yang berada dalam satu kantor tersebut,” kata Rudi Murodi, Minggu (31/10/2021) malam.

Dikatakan Rudi, sejatinya ketika para bakal calon sudah mendaftarkan diri bahkan telah menyerahkan berkas kelengkapan formulir pendaftaran tidak boleh lagi ada pertemuan yang sifatnya intens antara panitia dan bakal calon. Hal tersebut bisa saja menimbulkan opini akan terjadinya intervensi atau kongkolingkong antara panitia dan bakal calon yang sering bertemu.

“Saya sendiri sebetulnya belum memahami apakah ada aturannya jika bakal calon boleh atau tidak secara intens bertemu dan berkomunikasi secara langsung terhadap panitia diluar rapat resmi yang di ketahui oleh semua bakal calon atau tidak,” ujarnya.

Dirinya berharap, bahwa Sekretariat Panitia Mukota Kota Depok berada pada tempat yang netral atau berdiri sendiri.

“Saya sangat yakin semua panitia pastinya akan bekerja secara profesional dalam menjalankan tugasnya, tapi tidak menutup kemungkinan hal-hal yang di luar dugaan pun bisa saja terjadi jika setiap saat panitia dan salah satu bakal calon bisa bertemu secara intens di luar rapat resmi karena berada dalam tempat yang sama,” tegasnya.

Sementara Sekretaris OC Mukota ke-V Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Depok, Desfandri mengatakan memang hingga saat ini Kadin Kota Depok belum memiliki kantor sendiri. Sehingga Kantor Kadin Kota Depok mengikut dengan Ketua terpilih.

“Kantor Kadin Kota Depok hingga saat ini memang menjadi suatu dilema tersendiri, karena tidak memiliki gedung sendiri. Dulu pernah bersekretariat di dekat lampu merah Ramanda, Margonda, namun setelah Pak H.Miftah terpilih sebagai Ketua Kadin, kantor Kandin pun pindah ke Kantornya Pak H. Miftah. Makanya kita bilang Sekretariat bukannya Kantor Kadin,” tutupnya. (**)

Bogor

Kejar Target, Bupati Bogor Ajak Para Tokoh Agama Menyerukan Vaksinasi COVID-19

BERIMBANG.com – Usai peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren AR-Raudhoh, Bupati Bogor Ade Yasin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), meninjau kegiatan vaksinasi di Desa Cibening, Kecamatan Pamijahan, Minggu (31/10/2021).

Dua tahun Indonesia dilanda pandemi Covid-19, kata Ade, Kabupaten Bogor jadi satu-satunya di Jabodetabek yang masih level 3 karena vaksinasinya belum mencapai 50%.

“Mudah-mudahan dengan dukungan kegiatan vaksinasi hari ini capaian vaksinasi Kabupaten Bogor bisa mencapai 50% sampai 70% di bulan Desember,” katanya.

Ade Yasin menyebut penduduk yang ia pimpin paling banyak se-Indonesia, untuk mencapai 70% vaksinasi harus tercapai 4.2 juta masyarakat Kabupaten Bogor tervaksin.

“Saat ini kita baru 3,5 juta penduduk yang sudah divaksin belum 50%, makanya kita masih di PPKM level 3. Untuk itu saya minta para tokoh agama dan masyarakat sukseskan vaksinasi dengan gencar sosialisasi dan mengajak masyarakat untuk divaksin,” papar Ade Yasin.

Menurut Ade Yasin, yang menjadi persoalan sekarang adalah desa-desa jangkauannya agak sulit, untuk itu kerjasama dengan TNI terus dilakukan untuk mempercepat dan meningkatkan capaian vaksinasi. Bahkan TNI AL telah menyiapkan 15.000 dosis vaksinasi.

“Persoalan kami bukan tidak memiliki vaksin, vaksin banyak, bukan masalah tidak memiliki tenaga, tetapi dari masyarakatnya sendiri yang tidak mau, belum yakin kalau vaksin itu aman,”

“Mumpung vaksin itu masih gratis izinnya, kalau sudah lewat harus bayar tapi sekarang masih gratis disediakan oleh pemerintah, mumpung ada vaksin dimana-mana ayo kita vaksin,” ajak Bupati Bogor.

Sementara, Pimpinan Pondok Pesantren AR-Raudhoh, Habib Mahdi menyatakan bahwa antusias masyarakat sekitar terhadap kegiatan vaksinasi Covid-19 sangat tinggi.

Dia berterima kasih kepada Bupati Bogor Ade Yasin berkenan hadir meninjau langsung, terima kasih juga kepada para kepala desa dan Camat Pamijahan yang telah memfasilitasi kegiatan vaksinasi untuk warga masyarakat.

“Masya Allah antusias luar biasa, hari ini target kami 2.000 dosis vaksin, mudah-mudahan bisa tercapai,”

“Jangan ragu untuk vaksinasi, urusan halal semuanya sudah diserahkan pada MUI yang menjamin itu semua. MUI sudah musyawarah, sudah ada hasil penelitian, sudah berdasarkan hasil riset. Insyaa Allah beliau-beliau semua yang akan bertanggung jawab di depan Allah SWT,” tandasnya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Jabodetabek

Lagi, Kota Depok Raih Penghargaan Anugerah Paritrana 2020

BERIMBANG.com, Depok – Patut di Banggakan, kesekian kali nya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok meraih penghargaan bergengsi lagi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) di tahun 2020. Kali ini Kota Depok mendapatkan peringkat terbaik ketiga Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau Anugerah Paritrana Tahun 2020.

Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan dan pemerintah daerah yang tertib administrasi dan implementasi jaminan sosial. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Supian Suri yang mewakili Wali Kota Depok, Mohammad Idris menerima langsung penghargaan itu di Pullman Bandung Grand Central Hotel, Selasa (26/10/21).

Sekda Kota Depok, Supian Suri mengatakan, Kota Depok berhasil meraih peringkat ketiga terbaik dalam kategori Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota Tingkat Jabar Tahun 2020. Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemkot Depok untuk terus memaksimalkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah kota.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jabar khususnya Bapak Gubernur Ridwan Kamil,” kata Supian Suri, usai menerima Penghargaan Anugerah Paritrana 2020.

Supian Suri menjelaskan, atas arahan Wali Kota Depok Mohammad Idris, ke depan cakupan jaminan sosial kepada tenaga kerja akan terus diperluas. Sekaligus diperkuat dengan regulasi yang akan dibuat.

“Dengan begitu akan lebih banyak masyarakat yang dapat menerima perlidungan sosial khususnya di bidang ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Untuk diketahui, penghargaan ini diberikan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jabar Nomor 002.6/Kep.24-BKD/2021. Yakni tentang Pemberian Penghargaan Daerah Kepada Pemenang Anugerah Paritrana Tingkat Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2020.

Hal ini juga sebagai bentuk apresiasi Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Tingkat Daerah Provinsi Jabar hasil penilaian tahun 2020 kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dan perusahaan baik kategori besar, menengah maupun usaha kecil mikro.

Acara pemberian penghargaan diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Tujuannya untuk meningkatkan peran Pemerintah Kabupaten/Kota untuk meningkatkan perlindungan Jamsostek, meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan Jamsostek serta meningkatkan awareness dan citra positif pemerintah.

Terdapat empat indikator penilaian untuk kategori Pemerintah Kabupaten/Kota. Pertama, kebijakan (15 poin). Kedua, penerapan (15 poin). Ketiga, kinerja (50 poin) dan keempat yaitu wawancara (20 poin).

Indikator kebijakan meliputi produk hukum terkait dengan penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan. Indikator penerapan, berkaitan dengan kepesertaan non ASN dan keberlangsungan perlindungan dan kepatuhan pemberi kerja.
Sementara indikator kinerja terkait coverage kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PU), coverage kepesertaan Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dan kontribusi Pemda terhadap perlindungan pekerja rentan dan relawan Covid-19.

Terakhir indikator penilaian wawancara, berkaitan dengan narasumber dan materi.
Pada pencapaian penghargaan tersebut, Kota Depok, bersanding dengan penerima Anugerah Paritrana Tahun 2020. Peringkat pertama diraih Kabupaten Purwakarta dan Kota Bekasi berada di peringkat kedua. Red