DEPOK – Dewan Sesepuh Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB) Kota Depok menyatakan keprihatinannya terhadap dinamika internal organisasi. Sikap tersebut disampaikan dalam kegiatan Riung Mungpulung Forum Silaturahmi Dewan Sesepuh yang digelar di Rumah Makan Apung, Jatijajar, Tapos, Kota Depok, pada 20 Juni 2026.
Pertemuan yang diinisiasi para sesepuh BPPKB Kota Depok itu membahas berbagai aspirasi yang berkembang terkait perjalanan organisasi selama periode kepengurusan 2020–2026.
Inisiator kegiatan, Tb. Tatang Tohani, yang juga mantan Ketua DPC BPPKB Kota Depok periode 2010–2015 dan 2015–2020, menyampaikan penilaiannya bahwa roda organisasi dinilai telah keluar dari khittah serta garis besar haluan organisasi sebagaimana diatur dalam AD/ART 1998.
Menurutnya, sejumlah program pengembangan organisasi tidak berjalan sebagaimana amanat Musyawarah Cabang (Muscab) Tahun 2020. Ia juga menyoroti berkurangnya jumlah kepengurusan di tingkat kecamatan maupun kelurahan.
“Dari sebelumnya terdapat 10 Pengurus Anak Cabang (PAC) dan 48 ranting, kini tersisa 9 PAC dan 47 ranting. Kondisi ini menunjukkan adanya penurunan dalam pembinaan dan pengembangan organisasi,” ujar Tatang.
Ia juga mengemukakan adanya dugaan bahwa organisasi mulai diarahkan untuk kepentingan pribadi sehingga dinilai tidak lagi sejalan dengan moto BPPKB, yakni “Berjuang, Beramal, Berakhlaqul Karimah.”
Atas berbagai persoalan tersebut, Dewan Sesepuh menyatakan akan mengambil langkah evaluasi secara bertahap (gradual) demi menjaga marwah organisasi dan memastikan BPPKB Kota Depok tetap berjalan sesuai tujuan pendiriannya.
Sikap tersebut turut diamini oleh sesepuh BPPKB Kota Depok, Tb. Toto Sudiarto dan Abah Ibing, yang berharap evaluasi dapat membawa perbaikan bagi organisasi sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Iik
