Satu Oknum Berulah, Satu Profesi Tercoreng: Stop Menghakimi Secara Massal!
Berimbang.com – Fenomena satu oknum melakukan pelanggaran namun berdampak pada citra seluruh profesi kembali menjadi sorotan publik. Di tengah derasnya arus informasi, tak sedikit masyarakat yang terburu-buru menarik kesimpulan dan memberikan stigma negatif secara menyeluruh.
Padahal, tindakan tersebut sejatinya merupakan perbuatan individu, bukan representasi dari profesi secara keseluruhan.
Pengamat hukum, , menegaskan bahwa masyarakat perlu lebih bijak dalam menyikapi persoalan semacam ini.
“Jangan melihat dari profesinya, tetapi lihat pada oknum atau individunya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masih banyak individu di berbagai profesi yang bekerja secara profesional, menjunjung tinggi kejujuran, serta taat pada hukum. Oleh karena itu, tidak tepat jika kesalahan satu orang digeneralisasi menjadi kesalahan kolektif.
Menurutnya, setiap dugaan pelanggaran harus melalui proses hukum yang berlaku. Tanpa pembuktian yang jelas, penilaian sepihak justru berpotensi merugikan banyak pihak yang tidak bersalah.
Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap objektif, kritis, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar, khususnya di media sosial yang kerap memicu penilaian instan.
Pesan Kuat:
Satu oknum bisa berbuat salah, tetapi satu profesi tidak bisa serta-merta disalahkan.
Yosep Bonang
