Bulan: November 2021

Bogor

Rapat Paripurna Pemkab Bogor, Penyampaian Dua Raperda dan Dana Cadangan Pemilu

BERIMBANG.com – Rapat Paripurna Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan bersama Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Bogor, penyampaian dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 30 Tahun 2011 tentang Retribusi Perijinan Tertentu dan Raperda Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten,

Serta Penetapan Persetujuan Bersama DPRD Kabupaten Bogor dengan Kepala Daerah Terhadap Raperda Tentang Pembentukan Dana Cadangan Penyelenggaraan Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Bogor Tahun 2024, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Kamis (25/11/2021).

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengungkapkan bahwa ada dua Raperda dan penetapan persetujuan dana cadangan yang disampaikan.

Untuk dana cadangan, ia memastikan bahwa tahun 2024 Kabupaten Bogor siap melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah, sebagai bukti dengan mencadangkan dana pada tahun 2022 sebesar Rp50 milyar dan tahun 2023 sebesar Rp100 milyar artinya nanti dana cadangan sebesar Rp150 milyar dalam dua tahun.

Sehubungan, lanjut Iwan, telah terbitnya Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

Merujuk hal itu, kata dia, maka Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 30 tahun 2011 tentang Retribusi Perizinan Tertentu, perlu diubah dan disesuaikan.

“Materi pokok yang diatur dalam Raperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 30 Tahun 2011 tentang Retribusi Perizinan Tertentu antara lain objek retribusi persetujuan bangunan gedung, subjek retribusi persetujuan bangunan gedung, perhitungan nilai retribusi persetujuan bangunan gedung,” ungkap Wabup Iwan.

Wabup Iwan menambahkan, dalam rangka peningkatan laba usaha Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dari PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten,

Raperda tentang penyertaan modal Pemerintah Daerah Pada PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, katanya, perlu dilakukan penambahan penyertaan modal Pemerintah Daerah Pada PT. BPD jabar dan Banten,

berdasarkan ketentuan pasal 78 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Bahwa penyertaan modal daerah dapat dilaksanakan apabila jumlah yang akan disertakan dalam tahun anggaran berkenaan telah ditetapkan dalam Perda mengenai penyertaan modal daerah bersangkutan.

“Materi pokok yang diatur dalam Raperda tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, antara lain penyertaan modal dalam bentuk uang, tata cara penyertaan modal, hak dan kewajiban, bagian laba usaha serta pembinaan dan pengawasan,” terangnya.

Selain menyampaikan dua Raperda, Iwan mengurai, dilakukan penetapan persetujuan bersama DPRD Kabupaten Bogor dengan Kepala Daerah terhadap Raperda tentang Pembentukan Dana Cadangan Penyelenggaraan Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Bogor tahun 2024.

Itu dilakukan karena untuk membiayai kegiatan penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bogor tahun 2024 tidak dapat dibebankan pada satu tahun anggaran. Akan tetapi Pemerintah Kabupaten Bogor perlu mengalokasikan dana cadangan secara bertahap pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor tahun anggaran 2022 dan tahun anggaran 2023.

Berdasarkan ketentuan pasal 80 Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, pemerintah daerah dapat membentuk dana cadangan guna mendanai kegiatan yang penyediaan dananya tidak dapat dibebankan dalam satu tahun anggaran yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

“Raperda tentang Pembentukan Dana Cadangan Penyelenggaraan Pemilihan Umum Bupati Dan Wakil Bupati Bogor Tahun 2024, mengatur antara lain penetapan jumlah dan sumber dana cadangan,”

“Dimana dana cadangan tersebut bersumber dari penyisihan atas penerimaan daerah, yang penggunaannya dibatasi untuk pengeluaran tertentu berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, untuk menunjang kelancaran penyelenggaraan Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Bogor tahun 2024,” papar Wabup.

Harapannya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dengan DPRD senantiasa terjalin erat, produktif dan saling mendukung dalam upaya bersama memenuhi amanah rakyat serta terwujudnya Kabupaten Bogor Termaju, Nyaman dan Berkeadaban.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Bupati Bogor: Program Makmur Diharapkan dapat Memakmurkan Petani

BERIMBANG.com – Bupati Bogor, Ade Yasin bersama Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah Kementerian Koodinator Bidang Perekonomian Erdiriyo lakukan Gerakan Tanam Padi Program Makmur di Desa Cibadak Kecamatan Tanjungsari, Kamis (24/11/2021).

Itu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan memakmurkan petani Indonesia, terlebih saat ini memasuki puncak penanaman padi untuk wilayah timur yakni: Cariu, Jonggol dan Tanjungsari.

Ade Yasin mengatakan gerakan tanam bersama memang November-Desember ini merupakan waktu yang tepat untuk menanam padi dan ini adalah salah satu program percontohan makmur yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Tanjungsari.

“Program Makmur ini ternyata mampu menaikkan 40% produktivitas dari hasil petani yang saya kira baik untuk di implementasikan disini dan mudah-mudahahan ini juga dapat memperbaiki dan menambahkan penghasilan petani,” ungkapnya.

Menurutnya, kenaikan 40% merupakan kenaikan dari hasil panen pendampingan yang dilaksankan oleh petani gabungan baik dari BUMN, Kemenko bidang Perekonomian, juga pihak swasta yang dinamakan Program Makmur di tiga Kecamatan Tanjungsari, Jonggol dan Cariu.

“Mudah-mudahan Insyaallah meningkat, tapi jangan lupa setelah ada jangan beli dimana-mana, pokoknya beli di petani Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Selanjutnya, Deputi Keuangan Syariah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Erdiriyo berharap Kabupaten Bogor menjadi percontohan karena Bupati Bogor memiliki program Bogor Gercep yang melibatkan anak-anak milenial yang langkah dan aksinya sangat cepat.

Bahkan, kata Erdiriyo, di daerah lain belum ada yang mengimplementasikan, di Kabupaten Bogor sangat cepat aksinya, “Saya sangat berterima kasih, kami ucapkan selamat atas peluncuran Program Makmur, mari kita majukan usaha rakyat,” pujinya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Diskominfo Ajak PPID Pembantu Se- Kabupaten Bogor Aktif Kelola Informasi

BERIMBANG.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor, lakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Informasi Publik dan Pemuktahiran Konten Pada Website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), di Aula Diskominfo Kabupaten Bogor, Rabu (24/11/2021).

Bimtek secara virtual dengan PPID Pembantu Dinas dan Kecamatan se-Kabupaten Bogor, untuk meningkatkan pelayanan keterbukaan informasi publik dan pemutakhiran konten web PPID Pembantu yang ada di lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor.

Turut hadir dikegiatan tersebut, Kabid PIKP Ratih Purnamasari, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Ilham, Narasumber Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat Fathul Ulum, Narasumber Direktur Utama CV Gilang Solution Technology Asep Permana, dan jajaran pegawai Diskominfo Kabupaten Bogor.

Sekretaris Diskominfo Kabupaten Bogor, Nia Indrawathi mengungkapkan pentingnya mengelola informasi publik bukan hanya merupakan amanat dari Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 f, tetapi informasi yang dikelola dengan baik akan berdampak dalam meningkatkan partisipasi dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, karena partisipasi dari masyarakat diperlukan untuk perbaikan pelayanan publik.

“Sesuai UU KIP Nomor 14 Tahun 2008 yang diamanatkan didalam pasal 9 & 10 tentunya kita wajib menyebarkan informasi publik dengan cara yang mudah dijangkau oleh masyarakat,”

“Salah satunya dengan memanfaatkan website, untuk itu melalui kegiatan ini kami lakukan sebagai upaya dalam membantu menyelesaikan kendala-kendala yang ada di setiap PPID Pembantu, agar kita bisa memberikan pelayanan informasi yang berkualitas, sehingga masyarakat pun yang membutuhkan informasi menjadi mudah, kita pun sebagai pengelola juga mudah,” tegasnya.

Nia berharap Bimtek ini dapat membantu para pengelola di tingkatan PPID Pembantu, agar selalu dapat memutakhirkan website yang menjadi tanggung jawabnya, dan dapat bekerja maksimal dalam pelayanan informasi publik sehingga Kabupaten Bogor akan mendapat nilai badan publik yang informatif.

Selanjutnya, Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat Fathul Ulum mengatakan, informasi adalah hak asasi manusia yang harus dipenuhi karena informasi dapat memberikan jaminan, peran aktif, pengetahuan, partisipasi masyarakat serta dapat mendorong terwujudnya pemerintahan yang baik, karena pemerintahan yang baik tidak terlepas dari keterbukaan informasi, transparan dan akuntabilitas.

“Kewajiban badan publik baik PPID utama dan PPID pembantu memiliki kewajiban menunjuk PPID, mengembangkan sistem informasi dan dokumentasi, menyediakan informasi secara akurat, benar dan tidak menyesatkan, baik informasi berkala, serta merta, ataupun setiap saat,” tandasnya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Bupati Bogor: Kelola Zakat, Agar Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

BERIMBANG.com – Pengelolaan zakat, infaq dan shodaqoh dilakukan dengan maksimal agar dana yang terkumpul bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor.

Demikian dikatakan Bupati Bogor, Ade Yasin saat rapat koordinasi dan evaluasi dengan 610 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kabupaten Bogor tahun 2021, di Gedung Pendulum Nusantara Hall, IPC Residence & Convention, Ciawi, Selasa (23/11/2021).

Dalam kegiatan ini Bupati Bogor Ade Yasin juga menyerahkan secara simbolis bantuan sarana dan modal usaha kepada mustahik yang dioprasionalkan panti yatim dan bantuan 1.000 paket sembako yang akan disalurkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

Ade Yasin menjelaskan, pendayagunaan dana zakat, infaq dan shodaqoh dengan tepat dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi umat yang sangat strategis.

Oleh sebab itu, kata dia, perlu pemaduan dan penyelarasan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian dalam pengelolaan zakat, infak, shodaqoh serta dana sosial keagamaan lainnya agar dapat betul-betul memberikan kesejahteraan bagi ummat.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh pengelola Unit Pengumpul Zakat (UPZ), yang selama ini telah melaksanakan pengumpulan zakat profesi di lingkungan ASN Pemerintah Kabupaten Bogor. Semoga zakat, infaq, dan shodaqoh yang terkumpul bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Bupati Bogor.

Lanjut Ade Yasin menyatakan dana yang bersumber dari zakat dapat juga diperuntukan untuk berbagai program seperti bantuan sosial untuk fakir miskin, yatim piatu, bencana alam dan lainnya, sehingga dapat mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menurunkan kesenjangan sosial dan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Alhamdulilah atas bantuan-bantuan yang diberikan kepada masyarakat, dan saya harus berterima kasih karena selama ini Baznas sudah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menangani bantuan terhadap korban bencana, kemarin sudah dikirim ke Sukamakmur,”

“Lalu juga bantuan kepada yatim piatu, amil, guru ngaji, marbot masjid, bantuan modal kepada UMKM, bantuan biaya pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Insyallah juga sedang dibangun rumah singgah bagi keluarga pasien miskin yang berobat di RSUD Cibinong, dan tahun 2022 akan segera dioperasionalkan semoga segera selesai dan ini baru di Cibinong sebagai percontohan dulu,” terangnya.

Bupati Bogor juga menghimbau kepada para pimpinan Perangkat Daerah, para Camat, kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor agar berperan aktif mengkoordinir dan mengumpulkan zakat, infaq dan shodaqoh para pegawai di lingkungan kerjanya masing masing.

“Untuk itu saya himbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara yang beragama muslim di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor agar menyalurkan zakat, infak, shodaqohnya melalui Baznas Kabupaten Bogor rutin setiap bulan,” pintanya.

Dirinya juga berharap kepada Baznas Kabupaten Bogor untuk terus meningkatkan kinerja dan menjadi lembaga pengelola zakat, infak dan shodaqoh yang amanah, transparan, akuntabel dan profesional, yang senantiasa meningkatkan pelayanan kepada muzaki dan mustahik serta peka terhadap kondisi masyarakat dhuafa seperti korban bencana alam dan keluarga miskin atau yang terdampak Covid-19.

Sementara, Ketua Baznas Kabupaten Bogor, Lesmana menambahkan, Rapat Evaluasi Pengelolaan ZIS dilakukan untuk mengoptimalkan pengumpulan dan pendistribusian dana zakat, infaq dan shodaqoh dalam upaya mensejahterakan ummat.

“Kami berharap kepada seluruh UPZ untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat fitrah, zakat maal, infaq dan shodaqoh serta melaporkan dan menyetorkannya kepada Baznas Kabupaten Bogor setiap bulan,” tandasnya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Jabodetabek

Majlis Taklim Balai Wartawan Depok Gelar Pengajian Perdana

BERIMBANG.com, Depok – Majelis Taklim (MT) Balai Wartawan (Balwan) Kota Depok menggelar pengajian bulanan untuk pertama kalinya di Sekretariat Balai Wartawan Kota Depok pada Senin, 22 November 2021 yang dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Manto didampingi Kabid, Oding.

“Awalnya pesimis pengajian ini dapat terbentuk dan berjalan, namun nyatanya dapat terlaksana hingga saya dapat hadir di pengajian perdana MT. Balwan Kota Depok. Saya sangat apresiasi atas terbentuk dan terlaksananya pengajian bulanan ini,” kata Kadiskominfo Kota Depok, Manto dihadapan para jamaah wartawan dari berbagai organisasi dan komunitas yang ada di Depok.

Manto mengatakan, dengan adanya Majelis Taklim Balwan Kota Depok ini dapat mempererat tali silaturahmi rekan-rekan wartawan di Kota Depok. Selain itu juga dapat menambah nilai-nilai syiar dari para kyai dan ustad yang dihadirkan para pengurus Majelis Taklim tiap bulannya.

“Alhamdulillah, saya sangat menyambut baik adanya majelis taklim ini yang jamaahnya para wartawan yang berkiprah di Kota Depok,” ungkap Manto.

Dirinya berharap, dengan adanya pengajian ini diharapkan dapat konsisten untuk setiap bulannya diadakan, khususnya di bidang kerokhanian untuk menambah perbendaharaan ilmu dibidang agama.

“Pesan saya agar anggota yang ada saat ini dapat bertambah, Alhamdulillah kepada rekan-rekan wartawan khususnya yang berkiprah di Kota Depok,” harapnya.

Sementara Ketua MT. Balwan Kota Depok, Adie Rakasiwi mengucapkan rasa syukur pada Allah SWT, pengajian yang perdana ini dapat berjalan dengan lancar. Kehadiran Kadiskominfo Kota Depok ditengah-tengah jamaah para wartawan yang sehari-hari bertugas liputan di Kota Depok, menjadi penyemangat para pengurus dan anggota MT. Balwan Kota Depok untuk terus berkiprah setiap bulannya mengadakan pengajian.

“Terima kasih atas kehadiran Kadiskominfo Kota Depok, Bapak Manto dipelaksanaan perdana pengajian bulanan wartawan. InsyaAllah harapan dan arahannya dapat dijalankan setiap bulan diadakan pengajian,” ujarnya.

Adie mengucapkan terima kasih kepercayaan amanah yang diberikan rekan-rekan wartawan serta kerjasamanya dalam menjalin silaturahmi antar wartawan kota Depok dalam naungan MT. Balwan Kota Depok. Dirinya juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi, suport dan bantuan yang diberikan para donatur dan Kabag Umum Kota Depok sehingga pengajian perdana MT. Balwan Kota Depok dapat berjalan lancar.

“Semoga apa yang telah diberikan para donatur menjadi ladang pahala kelak, amin,” ucapnya.

Kegiatan pengajian bulanan MT. Balwan Kota Depok yang perdana ini menghadirkan Ustad Mukhrij Sidqy menyampaikan tausyiah dan Kyai Waluyo dengan terapy dzikir.**

BandungBerita UtamaDaerah

Wartawan Bukan untuk Ditakuti

BERIMBANG.com Bandung – Hingga masih banyak pihak yang merasa “takut” atau terintimidasi saat didatangi wartawan. Namun, sejatinya, apabila memang tujuan kedatangan wartawan itu benar dan pihak yang didatangi tak punya kesalahan, ketakutan itu seharusnya tak perlu terjadi.

Demikian dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Dr Asep Nana Mulyana SH, MHum, saat bersilaturahim dengan jajaran pengurus PWI Jabar di Kantor PWI Jabar, Jalan Wartawan 2 Nomor 23, Kota Bandung, Senin (22/11/2021).

“Kalau ada wartawan datang ke kantor kita dan bertanya sesuatu yang memang tupoksi kita, hadapi. Jelaskan apa adanya. Wartawan bukan untuk ditakuti atau dijauhi tapi ajaklah berdiskus,” katanya.

Kajati hadir dengan didampingi sejumlah pejabat utama Wakajati Sungarpin, Asintel Sugeng Hariadi, Asdatun Wahyudi, Asbin Benny Darmawan, Kajari Kota Bandung M Iwa Suwia Pribawa, Kajari Kabupaten Bandung Sunarko, serta Kasi Penkum Dodi Gazali Emil. Rombongan diterima Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat dan para pengurus harian.

Asep menuturkan, apabila ada wartawan yang datang ke kantor kejaksaan untuk bertanya perkembangan kasus, setiap kajari harus terbuka untuk menjelaskannya. “Jelaskan saja perkembangan kasus yang sedang diselidiki dan berikan pengertian bahwa kasus A masih berjalan,”

“Apabila memang ada hal-hal yang harus ditunda sementara publikasinya karena untuk mencegah pelaku kabur atau menghilangkan barang bukti, sampaikan,”

“Saya yakin, dengan keterbukaan itu teman-teman wartawan akan sangat mengerti karena itu terkait proses penyidikan. Kalau tidak dijelaskan, malah nanti ada pemikiran yang tidak-tidak dari media atau publik,” ujar pria asal Tasikmalaya ini.

Oleh karena itu, Asep tidak mau mendengar ada berita seorang kajari di Jabar yang kabur dari pintu belakang untuk menghindari pertanyaan para wartawan.

“Kalau ada kajari saya yang sulit diakses dan tertutup, laporkan ke saya atau Asintel saya. Kami sangat terbuka,” kata Guru Besar Luar Biasa di Undip dan Unpad tersebut.

Lebih lanjut Asep menuturkan, saat ini, profesi wartawan sangat rentan untuk dikriminalisasi. Hal itu tak lepas dari banyaknya sejumlah aturan yang bisa menjerat para wartawan atas berita yang dimuatnya apabila tak mengikuti kaidah yang tepat.

Atas hal itu, Asep mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi dengan media, salah satunya PWI Jabar, apabila ada anggota PWI Jabar yang terjerat hukum. “Tentunya, dengan tetap saling menjaga profesionalitas masing-masing,” katanya.

Kolaborasi lainnya adalah saling pengayaan terkait aturan-aturan yang ada serta tupoksi masing-masing pihak. “Banyak aturan yang bisa mengancam seorang wartawan terjerat kasus hukum. Di sinilah kami akan sharing. Termasuk tentang penggunaan istilah-istilah hukum yang tepat sehingga berita yang dibuat semakin press klaar,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat mengapresiasi kehadiran Kajati Jabar dan para pejabat utamanya ke Kantor PWI Jabar.

Pada kesempatan itu, Hilman juga memaparkan tentang aktivitas jurnalisme yang saat ini sangat rentan untuk dijerat hukum. Sejumlah aturan menjadikan seorang jurnalis mesti hati-hati sebelum membuat sebuah berita. Namun, tidak semua jurnalis memahami hal tersebut.

Oleh karena itu, pengayaan dari aparat penegak hukum, khususnya terkait hal-hal yang bisa menjerat jurnalis ke dalam hal pidana, menjadi sebuah keniscayaan.

“Kolaborasi ini akan sangat bermanfaat bagi kami di PWI Jabar serta seluruh anggota kami. Keterbukaan dan transparansi yang menjadi semangat Kajati, tentunya akan sangat membantu para wartawan di daerah-daerah, untuk mengakses informasi di setiap kejari,” ujarnya.

Hilman pun membeberkan, di tengah ledakan disrupsi digital saat ini, ribuan situs berita online pun muncul di Jabar. Namun, tidak semuanya telah terverifikasi oleh Dewan Pers. Wartawan pun sangat banyak namun tak semuanya tersertifikasi oleh PWI atau pun organisasi pers lainnya.

“Untuk PWI Jabar, anggota kami yang sudah tersertifikasi saat ini mencapai 600 lebih. Insyaallah anggota kami tidak melenceng dari aturan-aturan jurnalisme dalam menjalankan tugasnya,”

“Namun, apabila ada wartawan yang mengaku anggota PWI Jabar dan bermasalah dengan hukum karena sebuah pemberitaan, kami siap dikonfirmasi oleh rekan-rekan di kejaksaan,” katanya.

Konfirmasi diperlukan untuk memastikan apakah dia memang anggota PWI Jabar atau bukan. Sekaligus memastikan apakah jeratan pidana itu terkait dugaan tindak pidana di bidang pers atau bukan.

“Kalau memang terkait delik pers, kami harus memastikan pula agar proses penyidikannya berpedoman pada Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Jika tidak, maka bisa dikenai pidana umum,” ucapnya.***

Jabodetabek

Tingkatkan Pelayanan, PDAM Tirta Asasta Depok Miliki 29 Unit Data Logger

BERIMBANG.com, Depok – Perkembangan teknologi dan upaya meningkatkan pelayanan ke pelanggan air bersih di wilayah Kota Depok jajaran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta terus berbenah termasuk memiliki 29 unit data logger atau diartikan sebagai alat untuk mencatat data atau data logging yang hasilnya bisa dilihat melalui komputer di pusat kontrol.

“Kami sekarang telah memiliki sekitar 29 unit data logger diantaranya 19 unit data logger sudah aktif, tujuh unit data logger berstatus maintenance dan tiga unit data logger yang masih tersedia, ” kata Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Depok, M. Olik Abdul Holik didampingi Direktur Operasional Tirta Asasta Depok, Sudirman S.T, Jumat (19/11).

Untuk ke 19 unit data logger yang aktif telah dialokasikan pada sejumlah titik seperti Cinere Resort, ITC, pelanggan Non-Domestik dan beberapa titik lainnya yang dinilai memerlukan pemantauan tentunya kegiatan pemantauan ini akan memaksimalkan layanan Tirta Asasta kepada para pelanggan sesuai dengan Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas(K3).

Menurut dia, dimasa mendatang pihak PDAM Tirta Asasta Depok telah merencankan pengadaan Data Logger untuk setiap Meter Induk yang dimiliki karena data Logger adalah sebuah alat elektronik dengan daya penghantar berupa baterai yang digunakan untuk mencatat data dari waktu ke waktu yang terintegrasi dengan sensor data instrument yang dapat langsung dilihat di melalui komputer di kantor pusat.

Perangkat elektronik tersebut tentunya dapat memberikan informasi berupa data tekanan, debit air (flow), dan angka meter (totalizer) sehingga akan berguna untuk memantau parameter air yang menuju dan masuk ke lokasi-lokasi yang menjadi prioritas pemantauan jaringan air Tirta Asasta yang sulit dijangkau untuk dapat dipantau secara intensif.

“Melalui perangkat ini, kita dapat melakukan penyeimbangan data antara data rekening yang ditagihkan dengan total air meter yang dikeluarkan, tidak hanya itu perangkat ini juga memberikan data-data yang kemudian dapat digunakan untuk melakukan maintenance, analisa hingga pengambilan kebijakan yang tepat bagi manajemen, ” ujarnya.

Tidak hanya memiliki data logger saja, imbuh dia, pihaknya juga akan menempatkan Remote Terminal Unit (RTU) pada setiap Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dimiliki Tirta Asasta. “Untuk sekarang ini terdapat dua unit RTU pada IPA Legong, dua unit RTU pada IPA Citayam dan satu unit RTU pada IPA Duser yang ditempatkan untuk memantau tidak hanya tekanan, debit air, angka meter tetapi juga level reservoir, tingkat kekeruhan, sisa chlor dan status pompa,” katanya yang menambahkan RTU sendiri memiliki kemampuan pembacaan yang lebih tinggi dikarenakan RTU memperoleh daya melalui daya listrik sehingga semakin banyak data yang didapatkan melalui perangkat ini.**

 

Bogor

Bupati Bogor Bersama Kapolda Jabar Tinjau Vaksinasi Massal di Cibinong

BERIMBANG.com – Bupati Bogor, Ade Yasin bersama Kapolda Jabar Irjen Pol. Suntana, Dandim 0621 Letkol Sukur Hermanto dan Kapolres Bogor AKBP Harun tinjau langsung pelaksanaan kegiatan vaksinasi di wilayah Cibinong Kabupaten Bogor,

Salah satunya vaksinasi massal di Pondok Pesantren Daarur Rasul, Nanggewer, Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor, Jumat (19/11/2021)

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan bahwa saat ini capaian vaksinasi Kabupaten Bogor sudah diatas angka 50%, tinggal vaksinasi masyarakat lanjut usia yang harus dikejar sampai 50%.

“Kita akan terus lakukan door to door, bahkan vaksinasi malam juga kita lakukan. Pokoknya dengan segala cara kita lakukan percepatan vaksinasi ini,”

“Untuk persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti kita koordinasikan dulu dengan pusat dan Forkopimda, aturan mana yang akan kita terapkan untuk membatasi kegiatan masyarakat,” tutur Ade Yasin.

Selanjutnya, Kapolda Jabar, Irjen Pol. Suntana menyatakan bahwa peninjauan kegiatan vaksinasi kali ini selain silaturahmi juga ingin melihat giat vaksinasi di wilayah Jawa Barat khususnya di Kabupaten Bogor yang sedang berjalan.

“Alhamdulillah Kabupaten Bogor saat ini sudah masuk di level ke-3, vaksin sudah di angka 58% mudah-mudahan giat vaksinasi massal ini terus dilaksanakan dan dikomandani oleh Bupati Bogor, Ade Yasin,” ungkap Kapolda

Dirinya juga berharap capaian vaksinasi di Kabupaten Bogor pada akhir November ini bisa di angka 60% dan di akhir Desember sebelum Natal dan Tahun Baru (Nataru) bisa di angka 70%.

“Saya mohon kepada seluruh masyarakat supaya untuk tidak takut divaksin, kemudian walaupun sudah divaksin tetap harus mentaati Protokol Kesehatan dengan selalu menggunakan masker dan menjauhi kerumunan,” tandasnya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Daerah

PWI Kabupaten Purwakarta Gelar UKW, 4 Peserta dari Kota Bogor

BERIMBANG.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Purwakarta dan Diskominfo Purwakarta sukses menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, diselengarakan pada 17-18 November 2021, di Hotel Harper Purwakarta.

Demikian disampaikan Ketua Panitia UKW PWI Purwakarta, Adam Sumarto mengatakan secara umum pelaksanaan UKW PWI Purwakarta angkatan 3 dan 4 ini berjalan sukses dan lancar.

Dia mengungkapkan, untuk peserta yang mengikuit UKW berasal dari Kabupaten Karawang, Bogor, Sukabumi, Majalengka, Indramayu, Cirebon, Subang, Kota Bandung dan Kabupaten Purwakarta.

“Dari 55 peserta yang tidak hadir dua orang, dari 53 peserta tersebut sebelas orang dinyatakan belum kompeten dan 42 orang dinyatakan kompeten. Tingkat kelulusan mencapai 80 persen,” ujar Adam.

“Ada dua tingkatan yang diuji pada UKW ini, yaitu untuk UKW Utama sebanyak tujuh peserta dan UKW Muda sebanyak 46 peserta,” kata Adam.

Khusus kota Bogor diikuti 4 orang UKW Utama yakni Deffan de Purnama, Azwar, Suhairil Anwar dan Eko Hadi. “Saya bangga beberapa peserta didampingi oleh ketua dan pengurus PWI, Kota Bogor, Majalengka, Indramayu, Sukabumi, Karawang dan Purwakarta ” ujarnya.

Dia juga menginformasikan, untuk peserta yang dinyatakan belum kompeten, bisa mengikuti UKW pada tahun berikutnya, setelah tenggang waktu 6 bulan.

“Insyaallah, tahun depan, PWI Purwakarta akan menggelar UKW lagi. Dan dalam waktu dekat ini ada juga program Gubernur Jabar yang akan menggelar UKW gratis untuk seribu wartawan,” kata Adam.

Diketahui, penutupan acara UKW PWI Purwakarta angkatan 3 dan 4 itu dilakukan oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Purwakarta, Siti Ida Hamidah. Ia mengucapkan terimakasih dan apresiasi pada kegiatan yang digelar PWI Purwakarta itu.***

 

Daerah

Program Samisade, Mendes PDTT Puji Bupati Bogor Cerdas dan Tepat

BERIMBANG.com Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar memuji program Satu Milyar Satu Desa (Samisade) yang diluncurkan Bupati Bogor, Ade Yasin.

Menurut menteri, bisa menggambarkan sosok Ade Yasin melalui dua kata, yakni Bupati yang cerdas dan tepat, cerdas dalam mengambil kebijakan dan tepat dalam mengambil langkah. Dikatakannya secara live di Program Indonesia Forward, CNN Indonesia, Kamis (18/11/2021).

Dalam Sustainable Development Goals (SDGs) desa, Menurut Mendes Abdul Halim, ini adalah goals yang ke sembilan, yakni infrastruktur dan inovasi desa sesuai kebutuhan.

Kalau masalah-masalah pembangunan dilakukan dengan pendekatan level desa dan berbasis data mikro, kata dia, pasti cepat selesainya. Bupati Bogor mengambil kebijakan memberikan prioritas penyelesaian urusan infrastruktur desa dengan berbasis pada hasil telaahan.

“Dua kata untuk Bupati Bogor, Ibu Ade Yasin yaitu cerdas dan tepat, cerdas dalam berpikir tepat dalam melangkah, karena infrastruktur di desa itu memang sebuah masalah yang hampir dihadapi seluruh desa di Indonesia,”

“Dengan Samisade, saya yakin dalam satu periode kepemimpinan, pasti banyak yang dilakukan dan pasti dapat menggembirakan masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Abdul Halim.

Ia selalu menyampaikan ke desa-desa agar membangun desa berdasarkan pada problem, pada masalah bukan pada keinginan tapi karena pada kebutuhan. Banyak dulu-dulu itu perencanaan pembangunan desa baik yang bersumber dari dana desa maupun dari pembangunan lain, selalu berdasarkan keinginan.

“Keinginan kepala desa, keinginan bupati, keinginan tokoh ulama, keinginan aset. Nah sekarang sudah dicontohkan Bupati Bogor, perencanaan pembangunan berdasarkan kebutuhan,” kata Abdul Halim.

Mendes mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bupati Bogor, karena apa yang dilakukan ini sangat tepat dan sesuai dengan kebutuhan oleh masyarakat desa di Indonesia.

Oleh Karena itu, lanjutnya, Kabupaten Bogor bisa menjadi contoh untuk daerah lain, dan desa-desa di Kabupaten Bogor bisa menjadi contoh bagi desa-desa di seluruh Indonesia.

Karena model pembangunan desa yang cepat adalah replikasi, yakni amati, teliti, dan modifikasi. “Di Kabupaten Bogor ada program Samisade dan saya pamerkan ke desa-desa lain, desa lain akan melihat dan akan dicontoh keberhasilannya serta dimodifikasi sesuai kebutuhannya masing-masing,”

“Saya mohon dengan sangat Bupati Bogor dapat mengakomodasi ketika banyak desa atau kabupaten lain yang datang ke Kabupaten Bogor untuk meniru konsep ini,” katanya.

Mendes berharap pendampingan dari bupati kepada desa lebih diintensifkan lagi, bukan hanya untuk program Samisade tapi juga dana desa, “Saya minta didampingi dalam perencanaan, supaya terintegrasi dengan seluruh program yang selaras dengan strategi pembangunan nasional,” pungkasnya.

Sementara Bupati Bogor, Ade Yasin mengungkapkan, dengan Samisade, bagaimana caranya menyelesaikan persoalan infrastruktur di desa, karena ketika melihat, masih ada jalan yang susah dilalui oleh manusia, apalagi oleh kendaraan,

Sehingga, kata dia, munculah ide kami dan termasuk visi misi kami, yaitu bagaimana desa membangun. Desa yang membangun, jadi bukan membangun desa, tapi desa yang membangun. Artinya desa ini harus bisa membangun desanya.

“Samisade ini dilaksanakannya harus dengan perencanaan desa. Artinya ada musyawarah desa terlebih dahulu. Dalam musyawarah desa itu, kepala desa melibatkan tokoh masyarakat, RT, RW, jadi mereka tau kebutuhannya mana yang harus dibangun,” ungkap Ade Yasin.

Salah satu contohnya, jelas Ade, ada jalan hutan yang kecil dan orang pun takut masuk situ, apalagi kalau sudah malam. Jadi dianggapnya karena panjang, dianggapnya mustahil ini dibuat jalan, mustahil untuk bisa dilewati. Tapi dengan adanya program Samisade, dibukalah oleh desa.

“Dan sekarang masyarakat desa katanya ini sudah tidak mustahil lagi, diganti jadi jalan Alhamdulillah,”

“Sebagian masyarakat yang punya tanah di situ juga Alhamdulillah menghibahkan, karena mereka juga senang dengan adanya pembangunan ini. Mereka mau menghibahkan secara sukarela untuk dibangun jalan demi kepentingan bersama,” kata Ade Yasin.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)