Bulan: November 2020

Bogor

Wabup Bogor Tanggapi Dua Pembahasan di Sidang Paripurna DPRD

BERIMBANG.com Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan menghadiri Sidang Paripurna terkait Penetapan Persetujuan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor dengan Kepala Daerah,

Bahas tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021 dan Penetapan Keputusan DPRD terhadap Program Pembentukan Peraturan Daerah Tahun 2021, di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, pada Senin (30/11/2020).

Iwan Setiawan mengatakan APBD tahun anggaran 2021 ini merupakan dokumen strategis yang akan menjadi pedoman program pembangunan tahun 2021, sekaligus menjadi tahun ketiga dari upaya perwujudan visi dan misi Bupati Bogor terpilih periode 2018-2023.

“Proses penyusunan Rancangan APBD tahun 2021 ini telah disinkronisasi dengan program prioritas pancakarsa dengan tetap menjaga konsistensi dengan proses perencanaan yang telah disepakati,” ujar Iwan, dalam sambutannya.

lalu ia menyampaikan Pendapatan Daerah pada tahun 2021, ditargetkan sebesar 6, 759 triliun rupiah sedangkan  Belanja Daerah direncanakan sebesar 7,639 triliun rupiah,  defisit sebesar 880 Milyar rupiah sesuai ketentuan perundang-undangan mengenai pengelolaan keuangan daerah harus ditutupi oleh pembiayaan netto.

Selanjutnya, Wakil Bupati mengatakan sehubungan dengan rencana Program Pembentukan Peraturan Daerah tahun 2021, prakarsa Pemerintah Kabupaten Bogor sebanyak sebelas Rancangan Peraturan Daerah, yang terdiri dari:

1. Rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup; 2. Rencana detail tata ruang Cibinong; 3. Penyertaan modal daerah pada Perusahaan Umum Daerah Pasar Tohaga Kabupaten Bogor; 4. Pengelolaan keuangan daerah;

5. Pendidikan anak usia dini; 6. Pengarusutamaan gender; 7. Perubahan atas peraturan daerah nomor 4 tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bogor tahun 2018-2023;

8. Perubahan atas Peraturan Daerah nomor 11 tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor tahun 2016-2036; 9. Pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2020;

10. Perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2021; dan 11. Anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2022.

(Tim Humas Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Trofi Anugerah PWI Kota Bogor, Digarap Khusus oleh Seniman Bogor

BERIMBANG.com Bogor – Trofi khusus Anugerah PWI Kota Bogor bagi pejuang pada masa pandemi covid-19 di Kota Bogor, digarap seniman Bogor. Prosesi yang akan berlangsung pada Jumat, 11 Desember 2020 nanti, di Museum PETA Bogor, Jawa Barat.

Penghargaan khusus berupa trofi Anugerah PWI Kota Bogor 2020 serta medali kehormatan bagi pihak yang dinilai peduli dalam upaya kemanusiaan dan kesetiakawanan sosial.

Trofi berbentuk khusus itu kini tengah diproduksi oleh seorang seniman patung asal Bogor, Yana W Sucipto.

Dirancang dengan dominasi warna emas dan memiliki tinggi sekitar 40 cm dengan lebar sekitar 15 cm, trofi ini sangat berbeda dan terlihat khusus.

“Meski masih dalam taraf modeling dan saat ini sedang proses cetak, bentuknya sudah bisa dilihat dan nampak sangat berbeda,” ujar Yana, saat ditemui baru-baru ini di studio patungnya di bilangan Cimanggu, Kota Bogor.

Rancangan trofi yang dibuat panitia ini didasarkan pada logo kegiatan Anugerah PWI Kota Bogor 2020, yang didesain oleh Rifki Setiadi. Unsurnya adalah obor dengan nyala api, kelopak bunga dan pena.

Yana menuturkan, panitia memberikan kebebasan untuk mengeksplorasi bentuk dan stilasi yang diterapkan dalam unsur-unsur itu.

“Konsep umumnya yang saya terapkan berdasarkan diskusi dengan perancang dan panitia adalah menularkan semangat nilai kejuangan,” tutur Yana.

Untuk mewujudkan konsep itu, Yana WS dituntut untuk menyelesaikan kurang dari satu bulan. “Desainnya memang berbeda,”

“Tidak rumit tapi filosofinya kuat dan konstruksinya sangat ergonomis untuk dipegang. Beratnya juga cukup. Saya berusaha menyelesaikannya sesuai deadline yang diminta panitia,” terang Yana.

Trofi dengan badan bentuk pena itu, menancap dalam lingkaran berupa potongan limas sebagai base. Sedangkan di bagian atasnya terdapat kelopak bunga yang menopang api membara dari obor.

Ia melanjutkan, unsur obor dan api itulah yang menjadi puncak dari makna trofi yang tengah dibuatnya.

“Perancang menempatkan api sebagai simbol semangat, pemberi cahaya yang bisa diartikan sebagai nilai juang atau informasi yang bersifat edukatif. Mengingat di pangkal obornya dijadikan bentuk pena yang menancap tajam,” bebernya.

Sementara unsur kelopak bunga memberi makna pengabdian, tanda jasa dan rasa syukur. “Saya melihat pemaknaan kelopak bunga ini terkait peran para pejuang pandemi yang diusung dalam acara ini,” tilik Yana.

Bunga juga sering diartikan sebagai penghormatan dan nama harum.
“Banyak para pejuang pandemi di Kota Bogor yang akhirnya harus mengorbankan nyawanya, gugur dalam perjuangan melawan pandemi,”

“Makna kelopak bunga itu juga dianggap penting dalam rancangan ini,” ujar pematung senior yang sudah berkarya sejak 1975 ini.

Yana memproduksi trofi ini dengan bahan dasar polyresin dan plat metal chrome.
Setelah modeling dibuat dan disetujui, Yana mulai memproduksi dengan terlebih dahulu membuat cetakan untuk perbanyakan.

Setelah cetak selesai, proses berikutnya adalah pengeringan. “Proses itu dilanjutkan dengan membersihkan dan menghaluskan permukaan hingga rata dan tidak ada sedikitpun bagian yang kasar,” papar lelaki kelahiran 1957 ini.

Bagian finishing dari proses pembuatan itu adalah galvanisasi atau semacam pelapisan dengan kuningan warna emas sekaligus sebagai pelindung dari trofi.

“Permukaannya harus sangat halus dan rata. Warna emasnya juga harus muncul. Proses ini harus membuat trofi semakin berkilau karena ini acara bergengsi,” lanjut seniman lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini.

Selain membuat trofi untuk Anugerah PWI Kota Bogor 2020, Yana WS juga banyak membuat berbagai trofi lainnya sejak awal tahun 2000 seperti festival teater, musik, tari hingga film.

Ia juga dikenal sebagai seniman yang pernah membuat patung Bima Arya dalam versi wayang yang kini menjadi koleksi seni Walikota Bogor.

(rf/release)

Jelajah Desa

Babinsa Dan Babinmas Desa Pasir Jaya Dampingi Kegiatan Ravid Test Yang Digelar Oleh Puskesmas Ciburayut

BERIMBANG.COM, Bogor- Dinas Kesehatan Puskesmas Ciburayut menggelar pelaksanaan Ravid Test masal bagi warga masyarakat, senin (30/11/2020) pagi tadi

Pantauan Berimbang.com, kegiatan Ravid Test tersebut bertempat dipelataran Parkir Indomart Pasir Menjul, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, yang didampingi Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Pasir Jaya.

Dalam Rilis Laporannya, Babinkamtibmas Desa Pasir Jaya, Bripka Yudi Kohar Saputra menympaikan, Jumlah yang di Ravid Test sebanyak 42 Orang, adapun hasil Ravid Test tersebut.
3  Orang Reaktif
39  Orang Non Reaktif.
Selanjutnya yang 3 Orang tersebut menunggu hasil Swab dan selama menunggu hasil Swab di sarankan Isolasi mandiri di rumah masing-masing serta menerapkan pola 3M.
Menurutnya kegiatan yang dimulai dari pukul 09.30 sampai pukul 12.00 wib, seluruh rangkaian berjalan lancar dengan situasi kondusif

(Na)

Artikel

Bukti Sejarah Kerajaan Galuh Memang Benar Ada

BERIMBANG.com – Budayawan Betawi Ridwan Saidi kembali membuat geger. Setelah sebelumnya menyebut Sriwijaya fiktif, kali ini giliran kerajaan di Jawa Barat yang disasar. Dalam video unggahan kanal YouTube “Macan Idealis”, Babe, panggilan akrab Ridwan Saidi, menyebut jika di Ciamis tidak ada kerajaan. Menurutnya daerah Ciamis tidak memiliki indikator eksistensi adanya kerajaan, yakni indikator ekonomi.

Babe mempertanyakan sumber penghasilan Ciamis untuk pembiayaan kerajaannya, mengingat daerah itu tidak memiliki pelabuhan dagang. Ia juga meragukan sumber-sumber tentang Ciamis yang sudah ditemukan, seperti bekas bangunan dan punden berundak. Hal tersebut, kata Babe, perlu diteliti karena bisa jadi itu bekas bangunan biasa atau hanya Kabuyutan (tempat berkumpul) saja.

“Sunda-Galuh saya kira agak keliru penamaan itu, karena Galuh artinya ‘brutal’,” ucapnya.

Ucapan Babe itu mendapat tanggapan yang beragam. Kalangan masyarakat Sunda, khususnya warga Ciamis, merasa pernyataan itu keliru. Ridwan Saidi dianggap telah menyebarkan informasi yang salah tentang sejarah. Mereka meminta Babe menarik ucapannya dan segera meminta maaf kepada masyarakat Ciamis.

Namun pada unggahan lain (14 Februari 2020), Ridwan Saidi mencoba mengklarifikasi ucapannya tentang sejarah Ciamis dan kerajaan Galuh. Ia membuka percakapan di dalam video tersebut dengan permintaan maaf atas kegaduhan yang dibuatnya.

“Saya tidak bermaksud membuat sensasi sejarah, tapi rekonstruksi sejarah. Kalau ini membuat heboh sementara pihak ya saya minta maaf, karena memang begitulah perjuangan untuk merekonstruksi sejarah dalam rangka persatuan Indonesia dan dalam rangka memotivasi generasi baru untuk maju ke depan menghadapi tantangan zaman,” ucapnya.

“Tetapi terus terang, kutipan dari (kamus) Armenian-English itu ga bisa saya ubah,” lanjut Ridwan Saidi. “Mengenai arti Galuh itu.”

Lantas apakah ucapan Ridwan Saidi tentang Galuh itu benar adanya?

Membuktikan Keberadaan Galuh
Pada 1970-an, para sejarawan yang tergabung dalam Tim Peneliti Sejarah Galuh berhasil mengumpulkan informasi terkait kedudukan Galuh dalam narasi sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara. Dalam laporan tahun 1972, Galuh Ciamis dan Tinjauan Sejarah, tim peneliti tersebut berhasil mengumpulkan nama-nama kerajaan yang masih berkaitan dengan Galuh.

Menurut Mumuh Muhsin Z, dalam Ciamis atau Galuh, kata “galuh” secara bahasa mengandung tiga makna. Pertama, kata galuh berasal dari bahasa Sansekerta galu, yang berarti “permata yang paling baik”. Kedua, kata galuh berasal dari kata aga, berarti “gunung” dan lwah, berarti “bengawan, sungai, laut”. Ketiga, kata galuh bisa dimaknai juga galeuh (bahasa Sunda) yang berarti “bagian di dalam pohon yang paling keras”.

“Arti-arti kata tersebut jelas sangat simbolis dan sarat muatan makna yang sangat dalam,” ucap sejarawan dari Universitas Padjadjaran itu.

Ada lebih dari 10 nama kerajaan yang terkait dengan Galuh. Lokasinya pun tidak hanya di Jawa Barat sebagai daerah yang diyakini sebagai wilayah kekuasaan kerajaan Galuh. Berikut beberapa di antaranya: Kerajaan Galuh Sindula, berlokasi di Lakbok, ibukota Medang Gili; Kerajaan Galuh Rahyang, berlokasi di Brebes, ibukota Medang Pangramesan; Galuh Kalangon, berlokasi di Roban, ibukota Medang Pangramesan; Galuh Lalean, berlokasi di Cilacap, ibukota Medang Kamulan; Galuh Pakuan, ibukota di Kawali; Galuh Kalingga, Galuh Tanduran, dan sebagainya.

Berdasar informasi tersebut para peneliti meyakini jika Galuh adalah sebuah kerajaan dengan ibukota yang berpindah-pindah. Mereka tidak menetap di satu wilayah saja. Sejalan dengan itu, Nugroho Notosusanto dan para peneliti sejarah, dalam Sejarah Nasional Indonesia Jilid II, juga menyebut Galuh sebagai pusat kerajaan yang berpindah.

“… maka nama Galuh, Pakuan Pajajaran, atau Pajajaran kemungkinan besar adalah nama pusat kerajaan yang telah mengalami perpindahan beberapa kali,” tulis Notosusanto.

Hasil penelusuran Notosusanto juga mendapati bahwa secara umum kerajaan di Jawa bagian barat, selepas runtuhnya kekuasaan Tarumanegara, hanya ada satu sebutan, yakni Sunda. Namun nama tersebut tidak terikat oleh satu kerajaan semata. Informasi itu didapat dari berbagai sumber, mulai dari prasasti, naskah, catatan perjalanan, dan keterangan bangsa asing yang pernah mengunjungi Tatar Sunda.

Prasasti tertua yang mengungkap hal tersebut adalah prasasti Rakryan Juru Pangambat, berangka tahun 932 Masehi, ditemukan di Desa Kebon Kopi, Bogor. Prasasti lainnya ada Sang Hyang Tapak dan Sang Hyang Tapak II, berangka tahun 1030 Masehi. Sedangkan Carita Parahiyangan (akhir abad ke-16) menyebut Sunda sebagai nama kawasan. Berita Cina, dalam Nusantara dalam Catatan Tionghoa, pada zaman dinasti Ming juga menyebut adanya penguasa bernama Sun-la.

“Dari bukti-bukti tersebut dapat disimpulkan bahwa daerah Jawa Barat sebenarnya umum dikenal dengan nama Sunda. Sedang nama-nama lain yang berhubungan juga dengan daerah ini adalah nama pusat kerajaan atau ibukota. Misalnya Galuh yang berkali-kali disebutkan dalan Carita Parahiyangan,” ungkap Notosusanto.

Sementara sejarawan Sunda Nina H. Lubis dalam Sejarah Kota-Kota Lama di Jawa Barat, mengungkapkan jika penyebutan nama kerajaan di dalam sumber sejarah bisa saja berubah-ubah. Terutama karena adanya kebiasaan dari negara-negara di Asia Tenggara untuk menyebut nama kerajaan dengan nama ibukotanya.

“Jadi kalau sebuah sumber menyebut nama kerajaan Galuh, itu bisa berarti kerajaan Sunda yang beribukota di Galuh,” ucapnya.

Berdirinya Kerajaan Galuh
Untuk membuktikan secara historis kapan kerajaan Galuh berdiri, keberadaan prasasti dan berita-berita sezaman amat penting. Ada beberapa prasasti yang memuat informasi mengenai Galuh, meski sebagian ditemukan tanpa penjelasan tentang lokasi dan waktunya. Dalam prasasti berangka tahun 910, seorang raja bernama Balitung disebut sebagai “Rakai Galuh”. Dalam prasasti Siman, berangka tahun 943, terdapat nama Galuh yang berkuasa atas sebuah wilayah.

Sementara pada naskah Carita Parahiyangan, dalam Carita Parahiyangan: Naskah Tititlar Karuhun Urang Sunda abad ka-16, kisah tentang kerajaan Galuh dimulai ketika era politik kerajaan Tarumanegara di Tatar Sunda berakhir. Ketika para penguasa bekas Tarumanegara mendirikan Sunda, beberapa orang menolak bergabung. Di bawah pimpinan Wretikendayun, mereka pun akhirnya mendirikan kerajaan yang kemudian berpusat di Galuh (Ciamis) pada abad ke-7.

Menurut sejarawan Sunda Budimansyah, Wretikendayun dan penerus kerajaan Tarumanegara, Trarusbawa, sepakat membagi wilayah Tatar Sunda menjadi dua bagian dengan batas kekuasaan di Sungai Citarum. Hal itu dilakukan untuk menghindarkan kedua kerajaan itu dari pertikaian dan kepentingan politik lainnya.

“Citarum ke arah timur, sampai Ciserayu di selatan dan Cipamali di utara, menjadi wilayah kerajaan Galuh. Lalu dari Citarum ke arah barat menjadi wilayah kerajaan Sunda. Jadi Galuh dan Sunda (Pakuan Pajajaran) lahir secara bersamaan,” ucap Budiansyah kepada Historia.

Di dalam naskah Carita Parahiyangan juga diceritakan tentang raja-raja yang pernah berkuasa di Galuh. Termasuk intrik yang terjadi antara para penguasa Galuh. Seperti cerita tentang Raja Sena, penguasa ke-4 Galuh yang dikalahkan oleh Rahyang Purbasora, saudaranya sendiri. Akibatnya Sena diasingkan ke Gunung Merapi bersama keluarganya. Beberapa tahun kemudian penerus Sena, Sanjaya, berhasil membalaskan dendam pendahulunya.

Nama Galuh sebagai pusat kerajaan disebut berkali-kali dalam Carita Parahiyangan. Nama-nama tempat yang disebutkan di naskah ini juga umumnya terletak di Jawa Barat bagian timur, yang merupakan wilayah Galuh sesuai perjanjian dengan penerus Tarumanegara. Jadi, kata Nina, dapat disimpulkan bahwa pada abad ke-8 M pernah ada Raja Sanjaya yang berkuasa di Galuh.

 

Depok

DPC PBB Nyatakan Sikap Di Pilkada Depok

BERIMBANG.com, Depok – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Depok menyatakan sikap siap mendukung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember mendatang, Jumat (27/11).

Ketua DPC PBB Kota Depok Edi Hotman Saragih mengatakan, sikap tersebut diambil pihaknya karena PBB bukanlah organisasi politik maupun sayap partai.

“Pemuda Batak bersatu bukanlah organisasi sayap partai parpol atau bukanlah organisasi parpol tapi adalah organisasi masyarakat,” sebut Edi di kantor sekretariat PBB DPC Kota Depok, yang beralamat di Jalan Tole Iskandar Raya no.41 Kecamatan Sukmajaya.

“Pemuda Batak bersatu bersinergi dengan TNI-Polri dan juga kepada penyelenggara pemilu dalam mengontrol atau membantu tugas TNI Polri apabila dibutuhkan dalam masa Pilkada sebelum maupun sesudah Pilkada,” lanjutnya.

Untuk itu dirinya menegaskan jika ada anggota maupun pengurusnya yang kedapatan terlibat dalam politik praktis menggunakan nama PBB ataupun atributnya, akan diberi sanksi.

“Apabila kami menemukan ada pengurus maupun anggota yang mengatasnamakan organisasi, tentu kami akan mengambil sikap tegas, pengurus tersebut akan kami panggil dan sanksi terberat adalah pencabutan KTA anggota,” tegas Edi.

Edi berharap, Wali Kota Depok terpilih nanti dapat memberikan kemajuan yang baik kepada seluruh masyarakat Kota Depok. Terkhusus, kepada seluruh anggota dan pengurus PBB DPC Kota Depok.

“Kami dari pemuda Batak Bersatu berpesan untuk siapapun yang terpilih, hendaklah bisa membangun Kota Depok dengan kemajuan yang pasti didambakan oleh seluruh masyarakat khususnya, anggota Pemuda Batak bersatu yang ada di Kota Depok,” tutup Edi. (Novo)

Depok

Proyek Pekerjaan Turab Kali Laya Rp 1,5 Miliar Dikerjakan Tidak sesuai aturan

BERIMBANG.com, Depok – Proyek penurapan Kali Laya yang berlokasi di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis Depok dikerjakan asal-asalan.

Dari pantauan wartawan, terlihat bahwa pengerjaan proyek yang dilaksanakan oleh CV Marshada dengan nilai kontrak sebesar Rp 1.533.306.211,10 itu tidak mengindahkan aturan main sebagaimana mestinya.

Adukan semen terlihat dituang menggunakan ember meskipun saat itu kondisi di lapangan masih penuh dengan genangan air.

Tak hanya itu, pelaksana kegiatan juga tidak menggunakan pasir sebagai alas lantai dasarnya.

Para pekerja proyek juga banyak yang tidak menggunakan alat kelengkapan K3 saat bekerja di lokasi tersebut.

Sayangnya, saat akan dikonfirmasi, tidak ada satupun dari pihak perusahaan (CV Marshada) yang berada dilokasi kegiatan.

Bahkan, konsultan pengawas dan monitoring Dinas PUPR Kota Depok juga tidak terlihat berada dilokasi padahal saat itu pekerjaan sedang berlangsung.

Suto, salah seorang warga Tugu yang ditemui di lokasi kegiatan mengaku prihatin dengan kinerja dari pihak rekanan yang terkesan asal-asalan tersebut.

Suto juga mengaku heran, kontraktor pelaksana kegiatan kok bisa kerja seenaknya tanpa diawasi oleh konsultan pengawas.

“Mudah-mudahan Kejaksaan Negeri Kota Depok bisa segera mendapatkan informasi terkait hal ini. Jangan sampai uang negara habis, sementara hasil pekerjaan dilapangan asal-asalan seperti ini”, ujar Suto kecewa.

Sebagai informasi, pekerjaan proyek Penurapan Kali Laya, Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis dilelangkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok melalui situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp 2 Miliar.

Dari 11 perusahaan yang mengikuti proses lelang, CV. Marshada (Nomor urut 2, red) dinyatakan sebagai pemenang lelang dengan nilai penawaran Rp 1.533.306.211,10.

Perusahaan yang beralamat di Perum Diva Cluster Kav. E Rt.002/009 Kelurahan Mekarsari Kecamatan Cimanggis, Depok Jawa Barat itu pun akan menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 30 hari kalender, terhitung sejak 19 November 2020 sampai dengan 18 Desember 2020 mendatang. *

Jabodetabek

Idris Abai Patuhi Protokol Kesehatan, Projo Depok Doakan Agar Segera Sembuh Dari Corona

BERIMBANG.com, Depok – Calon Wali Kota Depok Mohammad Idris dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan keterangan tim suksesnya. Dari hasil test swab Idris dinyatakan positif terpapar Covid-19 dan saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Depok.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Projo Depok, Aan Rusdianto merasa prihatin dan mendoakan agar segera sembuh. “Tentu, kami prihatin dengan kabar sakitnya Pak Idris sebagai calon wali kota petahana, namun kami sekaligus menyesalkan kecerobohan beliau dan menunjukkan tidak konsistennya beliau dengan himbauannya sendiri, yakni selaku pakai masker, hindari kerumunan, dan jaga jarak. Itu semua dilanggarnya sendiri!,” ujarnya, Jumat (27/11/2020).

Menurutnya, informasi Idris terpapar Covid-19 menjadi pertanyaan, sekalgius sebuah ironi bagi masyarakat Depok. Dirinya menyesalkan tidak konsistensnya Idris yang tega mengabaikan protokol kesehatan. “Pak Idris itu kan Ketua Gugus Tugas Covid Kota Depok dan juga publik figur. Namun, beberapa protokol nampaknya dilanggar dengan hadir di kerumunan yang terjadi di Petamburan beberapa waktu lalu. Jelas, ini lebih didorong oleh nafsu ambisi kekuasaan daripada berpikir dan bertindak untuk keselamatan dan kemaslahatan masyarakat banyak. Khususnya warga yang tinggal di Depok. Sudah jelas Covid-19 telah menimbulkan banyak korban, lalu apa gunanya data statistik Covid-19 di Kota Depok. Jelas ini sebuah kecerobohan,” paparnya.

Dari kasus terpapar covid Idris, Projo Depok berhharap keseriusan Gugus Tugas Covid-19 Kota Depok. Yaitu: untuk tracing lebih banyak kepada para pihak yang bersinggungan erat dengan Idris, seperti tim sukses dan lainnya. Mereka harus ditrace dan wajib isolasi mandiri jika terbukti ikut terpapar. Menurutnya, hal itu semata untuk kebaikan bersama dan menjaga tidak ada cluster baru di Depok. Projo Depok siap membantu Satgas Covid Depok dan pihak yang berwenang apabila membutuhkan bantuan. Terkait Pilkada dirinya mengajak warga Depok untuk datang ke TPS dengan protokol kesehatan. “Kita ikut mendorong KPUD Depok untuk memastikan persiapan Prokes Covid di Tiap TPS secara pruden dan aman.

“Tak perlu takut. Mencuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak. Untuk memilih pemimpin yang amanah, yang layak dipercaya, sesuai perkataan dan tindakan!,” tegasnya.

Sementara itu, pedagang bubur di Margonda Kasnadi nampak kecewa dengan pemimpin Depok. Menurutnya, pedagang dan warga yang tinggal di Depok mempertanyakan kebijakan yang dibuat oleh Walikota Depok terhadap protokol kesehatan di masa pandemi covid19.

“Kami mendapat surat edaran jam buka usaha sampai dengan jam malam. Lucunya sebagai pembuat kebijakan justru melanggar aturan yang dibuatnya sendiri. Kami mesti menanggung beban ekonomi karena omset yang menurun, eh dia langgar aturannya dengan enaknya cari simpati untuk dapat dipilih lagi. Apa layak kita pilih pemimpin yang seperti itu.” tutupnya.**

Bogor

Mantapkan Pengurus M1R Kabupaten Bogor, Menyerahan Legalitas ke Kesbangpol

BERIMBANG.com Bogor – Organisasi Masyarakat Maluku Satu Rasa disingkat M1R, menyerahkan legalitasnya ke Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bogor dalam rangka melengkapi syarat administrasi.

Ketua M1R yang berkedudukan di Kabupaten Bogor, Rudi beserja jajaran memantapkan kepengurusannya, dengan menyerahkan legalitas M1R ke Kesbangpool di kantor M1R Ruko dua Raja Desa Cijujung Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor, Jum’at (27/11/2020).

Rudi menyampaikan semua anggota M1R turut dalam membesarkan organisasi, “terima kasih atas kehadiran untuk semuanya , karna di sini kita perlu lebih bersinergi untuk tim..”

“saya tanpa kalian apalah mau di kata, semoga di tahun 2021 ini Organisasi kita semakin berkembang dan lebih baik lagi di kemudian hari.”katanya.

Sementara itu, Komandan Propos M1R Kabupaten Bogor Alfons yang selalu mendukung apa yang di sampaikan oleh Ketua M1R Rudi, patut menjadi kebijakan yang harus diikuti oleh semua anggota.

menurutnya hierarki itu menjadi dasar dalam sebuah organisasi masyarakat, sangat penting bagi anggota saling  bekerjasama sesama anggota lainnya, agar bisa terjalin sinergitas dalam menjalankan program.

Ia pun menyarankan “Bersinergi itu penting, dan kedepannya saling membantu dan harus ada pertemuan sebulan sekali untuk membahas bagaimana jalannya organisasi M1R lebih baik kedepannya,” jelas Alfons.

Reporter : R Rindiawan.

Bogor

Deklarasi FWBB, Ketua: Wartawan Wajib Tunduk Pada UU Pers & KEJ

BERIMBANG.com Bogor – Perkumpulan wartawan yang menamakan Forum Wartawan Bogor Bersatu (FWBB), mendeklarasikan keberadaanya di Kabupaten Bogor, jalan raya Bojonggede Pabuaran, pada Jumat 27 November 2020.

Forum pers lokal khusus Bogor ini, memprioritaskan pemberitaan untuk kepentingan masyarakat Bogor, mulai dari pelayanan serta kinerja pemerintah.

Deklarasi yang didukung penuh oleh pemerintah setempat diantaranya Camat Bojonggede Kabupaten Bogor, dan para Kepala Desanya serta Aparat penegak hukum setempat yang hadir dalam pengukuhan tersebut.

Camat Bojonggede Dace Hatomi, pada kesempatan itu ia menyampaikan dukungan terhadap para kuli tinta agar memperhatikan dan peduli terhadap rekan dan masyarakat yang membutuhkan.

Atas dasar itu, ia mengulas kesempatan diskusi dengan para wartawan yang sekarang menjadi pengurus FWBB, membahas tujuan dan juga sumber daya manusia wartawan didalamnya.

“menarik saat diskusi Iwan (Ketua FWBB) mengatakan kepada saya, bahwa dirinya bukan mencari oramg pintar untuk menjadi anggotanya, tetapi mencari orang beradab. itu menurut saya keren, meniru ungkapa ulama,” katanya.

Ia menceritakan rekam jejak terbentuknya FWBB, untuk mengedepankan kepedulian, Dace mengusulkan terbentuknya perkumpulan yang saling peduli terhadap rekan.

“Awalnya mengusulkan paguyuban wartawan yang tinggal di Kabupaten Bogor khusunya Bojonggede. Dengan segala dinamikanya terbentuklah Forum Wartawan Bogor Bersatu,” terangnya.

Selain itu ia memberi motivasi, mencontohkan bahwa wartawan bisa sukses seperti para senior yang telah berhasil diantaranya, “Seperti Dahlan Iskan yang telah sukses pwrnah menjadi menteri,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Desa Cimanggis Azis mengapresiasi pergerakan FWBB sebelum deklarasi dalam memberi informasi positif kepada masyarakatnya, ia menyampaikan pentingnya sinergitas dengan para jurnalis.

Mendukung program pemerintah, kata dia, satu diantaranya program pancakarsa yang menjadi progres Bupati Bogor, yang begitu peduli terhadap masyarakat, “Mari sama-sama kita memajukan Kabupaten Bogor,” katanya.

Ketua FWBB Iwan Boring, mengatakan, “Semoga FWBB ini bisa menjaga marwah wartawan khususnya di Bogor. Terbentuknya forum ini juga bisa menjadi motivasi para wartawan dalam mencari berita,”

Iwan mengingatkan pentingnya wartawan patuh terhadap Undang-Undang Pers serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ), “Wajib tunduk terhadap UU Nomor 40 tahun 1999 dan KEJ, karena itu Rel kita wartawan,” katanya.

“Kami telah menyiapkan tempat untuk berkumpul bagi para rekan wartawan, bisa buat istirahat sekalian membuat berita, sambil ngopi-ngopi, yang bisa juga menjadi tempat diskusi,” katanya.

(Panitia)

Jabodetabek

Kesiapan Pilkada, PJs Walikota Depok Kunjungi KPU Depok

BERIMBANG.com, Depok – Pejabat Sementara Walikota Depok, Dedi Supandi, mengunjungi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok untuk mengecek persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, pada Senin (17/11/2020).

Pada kunjungan itu, Dedi juga membahas mengenai penyelenggaraan Pilkada bebas Covid-19.

” Saya mengecek mulai dari penggunaan masker dan kampanye protokol kesehatan lainnya,”ujarnya.

Tidak hanya itu pihaknya juga mempertanyakan sejauh mana kesiapan KPU dalam menyelesaikan tahapan pemilu serta penetapan hasil pleno DPT.

“Kita cek semua karena kami mau semua selesai pada waktunya,” katanya.

Sementara itu,Ketua KPU Kota Depok, mengapresiasi kunjungan Pjs Walikota Depok ke tempatnya. pihaknya berkomitmen akan menyukseskan Pilkada 2020 di Kota Depok dengan kondusif.

” Saat ini KPU telah menyelesaikan 99 persen tahapan pilkada. Dengan begitu tahapan pilkada aman dan damai akan terealisasikan,”katanya

Dikatakan Nana bahwa saat ini
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok menetapkan 1.229.362 daftar pemilih tetap (DPT) dalam Pilkada Depok 2020.

Hal itu diputuskan usai penyelenggaraan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tingkat Kota Depok.

“Kami sudah tetapkan sebanyak 1.229.362 pemilih yang tersebar di 11 kecamatan,” ujar anggota KPU Kota Depok Divisi Program, Data, dan Informasi, Jayadin.

Jumlah DPT ini berkurang hampir 1.000 orang dibandingkan jumlah pemilih dalam daftar pemilih sementara (DPS) sebelumnya.

Pada DPS yang dirilis KPU pada September lalu, jumlah pemilih di Pilkada Depok mencapai 1.230.341 orang.

Dari hasil perbaikan sebelum ditetapkan menjadi DPT, jumlah pemilih yang tidak memenuhi syarat dilaporkan lebih banyak ketimbang jumlah pemilih baru yang masuk dalam daftar.

“Pemilih yang sudah pindah, meninggal, maupun kami temukan ganda, bila dibandingkan dengan pemilih yang baru, itu lebih banyak yang memilih tidak memenuhi syarat,” kata Jayadin.

“Kemudian dibandingkan dengan pemilihan saat 2019, DPT kita juga mengalami penurunan dan ini terjadi bukan hanya di Depok. Di Jawa Barat, hampir semua kota dan kabupaten mengalami penurunan juga,” jelasnya.

Iik