Bulan: Maret 2020

Jakarta

Berhasil Bangun Zona Integritas, Badiklat Dirikan Monumen WBK dan WBMM

BERIMBANG.com Jakarta – Setelah mendapat predikat dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, mendirikan monumen sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Kepala Badandiklat Kejaksaan RI Setia Untung Arimuladi mengatakan monumen ini simbol sejarah, lantaran Kampus para Jaksa itu berhasil membangun Zona Integritas menjadi wilayah WBK/WBBM.

“Sebujur batu marmer hitam yang keras bagai komitmen bersama yang kuat dalam melakukan perubahan. Bersanding dengan Trapsila Adhyaksa yang agung dan luhur yakni Tri Krama Adhyaksa, menjadi landasan jiwa dan raihan cita cita Adhyaksa,” ucap Untung kepada Wartawan, Jakarta, Selasa (03/02/2020).

Pencanangan dan peresmian monumen zona integritas itu dibuka bersama oleh Kabandiklat Setia Untung selaku Pelapor Perubahan dan Sekretaris Badiklat Abdoel Kadiroen selaku Agen Perubahan dan disaksikan oleh seluruh jaksa, widyaswara, staf Badiklat dan petugas kebersihan taman dan lingkungan serta pegawai honorer pada Senin 2 Februari 2020, kemarin.

Saat disinggung makna dari monumen itu, Setia Untung dengan rendah hati mengatakan sebagai tanggung jawab bersama untuk mempertahankan predikat tersebut.

“Dibangunnya monumen ini setidaknya secara psikologis adalah bagian agar seluruh pegawai Badiklat punya tanggungjawab bersama, harus merawat dan menjaga predikat WBK/WBBM itu,” tegas dia yang pernah menjabat sebagai Kepala Kejati Jawa Barat dan Riau itu.

Sebelum selubung monunen dibuka secara bersama, Setia Untung mengatakan bahwa manajemen komunikasi diperlukan yang bertujuan agar satuan unit kerja menjadi lebih terbuka. Agar dapat menilai bagaimana pelayanan yang diberikannya, dan apa tanggapan masyarakat atau penilaiannya dalam setiap kegiatan.

“Setiap kegiatan yang dilakukan oleh satuan unit kerja, harus dilakukan monitoring dan evaluasi (Monev). Untuk memastikan dan mengetahui apakah langkah yang dilakukan oleh satuan unit kerja telah berjalan sesuai dengan alurnya atau Standar Operasional Prosedur (SOP),” ungkap mantan Kapuspenkum Kejaksaan Agung ini.

Lalu, dia mengajak kepada seluruh peserta apel agar merenung dan mengingat kembali kenangan saat perjuangan berat dan melelahkan ketika awal meraih zona integritas WBK/WBBM tersebut. Monumen itu hadir sebagai pengingat atas perjuangan bersama.

“Kita hadir sebagai catatan sejarah bahwa ditempat ini telah terjadi perubahan yang fundamental tentang mindset dan perilaku kerja menuju kearah yang lebih baik,” ujarnya.

Setia Untung yang juga Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia itu juga menyampaikan penghargaan dan terimakasihnya kepada para agen-agen perubahan yang telah bekerja keras untuk mewujudkan mimpi Badan Diklat ini.

Kata dia, kepada para OB (office Boy) dan petugas kebersihan taman yang telah memberi perhatian besar sehingga lingkungan Badan Diklat ini menjadi bersih dan asri.

“Sekarang kita semua berdiri disini, untuk membuka selubung dan melihat sebuah monumen tentang kekuatan perubahan yang telah dijalankan sebagai pengingat dan pemelihara komitmen bersama kita semua,” tegas dia.

Karenanya, dia mengajak seluruh pegawainya dan menyampaikan harapannya, mari bekerja dengan cepat, tepat waktu, terukur dan produktif, sebab saat ini dibutuhkan.

Sekedar Informasi, monumen yang terbuat dari batu marmer berwarna hitam berbentuk buku dan diatasnya terletak bintang tiga dan di situ terstempel pin WBK dan dibawahnya tertulis Tri Krama Adhyaksa, dengan penjelasan satya, adhi, wicaksana.

Kemudian di sebelahnya terstempel pin WBBM dan tertulis dibawahnya pesan mulia untuk mereka yang bertugas di Badiklat khususnya para calon jaksa yang menempuh pendidikan di kampus para Korps Adhayksa tersebut. Berikut torehan tangan bertinta emas yang tertera di monumen tersebut dibawah ini:

Ditempat ini tertulis secarik catatan indah…
Tentang kekuatan sebuah harapan untuk perubahan…
Ketika perubahan menyatu biru…

Segenggam tekad bergandeng tangan…
Menyatukan langkah, seberkas asa…
Menghilangkan ego-ego tak bertepi
Mengandalkan keteladanan
Menyandarkan konsistensi
Keikhlasan adalah pusakanya
Ketulusan adalah jiwanya
Disiplin dan tertib itu obat
Gerakan hati nurani itu semangat
Berbuat… bertindak…
Untuk masa depan penuh impian
Untuk Kejaksaan maju
Untuk Indonesia Jaya

Tertanda Agen Perubahan Abdoel Kadiroen dan Pelopor Perubahan Setia Untung Arimuladi.

(Edo/TYr)

Bogor

PSSI Tinjau Kesiapan Kabupaten Bogor Calon Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021

BERIMBANG.com Bogor – Inspeksi PSSI meninjau kota-kota yang menjadi kandidat tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 kembali berlanjut. Selasa, 3 Maret 2020,

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan berkunjung ke tiga daerah sekaligus, menengok Stadion Pakansari Cibinong di Kabupaten Bogor, Stadion Wibawa Mukti Cikarang di Kabupaten Bekasi dan Stadion Patriot di Kota Bekasi.

Di Stadion Pakansari, Iriawan yang datang bersama Sekjen PSSI Ratu Tisha diterima Bupati Bogor Ade Yasin, Wakil Bupati Iwan Setiawan dan para perangkat kabupaten seperti Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga serta Ketua KONI dan Ketua PSSI Askab Bogor.

Bupati Bogor menyebut daerahnya bersemangat dan sangat siap begitu Stadion Pakansari disebut sebagai salah satu kandidat venue Piala Dunia U-20 2021.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan Kemenpora dan Kementerian PUPR,” kata Ade Yasin, dengan menekankan visi Bogor sebagai kabupaten yang bergiat mengembangkan sektor ‘sport tourism’.

Dalam paparannya, selain mempresentasikan akses jalan serta rute dari bandara, tol, menuju hotel dan stadion, Ade juga menunjukkan rencana Kabupaten Bogor membangun Tugu FIFA World Cup U-20 2021.

“Kami pun akan membenahi parkir truk yang selama ini semrawut di Sentul serta menyiapkan Pakansari sebagai stadion berstandar internasional,” ungkapnya.

Ade mengatakan, pemerintah Kabupaten Bogor menganggarkan Rp 300 miliar untuk persiapan pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021, jika Stadion Pakansari ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah.

Menanggapi paparan Ade Yasin, Iriawan menyatakan Kabupaten Bogor termasuk daerah yang cukup serius mempersiapkan diri menyambut Piala Dunia U-20 2021.

“Tapi terkait enam kota yang nanti dipilih sebagai tuan rumah, kami akan mendiskusikan semuanya dengan FIFA,” kata Iriawan.

Pria yang akrab disapa ‘Iwan Bule’ ini mengungkapkan kedatangan delegasi FIFA ke Indonesia untuk menentukan tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 akan dipercepat.

“Dari awalnya akhir bulan menjadi sekitar 10 Maret,” kata Bule.

Iriawan menjelaskan beberapa hal yang menjadi pertimbangan FIFA dalam menentukan tuan rumah Piala Dunia U-20 2021, antara lain ketersediaan dan kelayakan satu stadion utama, lima lapangan latihan, serta obyek-obyek terkait seperti hotel dan rumah sakit rujukan.

“Jangan lupa, kesiapan dan dukungan pemerintah setempat menjadi poin tersendiri. Kalau pemerintahnya kurang atensi, tentu jadi penilaian tersendiri,” tegas Bule.

Iriawan menyatakan, hampir semua daerah menginginkan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

“Karena momen ini adalah sejarah besar bagi Indonesia. Lebih dari 70 tahun merdeka, kita belum pernah ketempatan jadi tuan rumah event olahraga berskala dunia,” katanya.

Usai meninjau lapangan pertandingan, tribun, dan kamar ganti, Iriawan mengapresiasi kondisi Pakansari. Apalagi tempat duduk di stadion berkapasitas 30 ribu penonton ini sudah berupa ‘single seat’.

“Tinggal memperbaiki kamar ganti, toilet, ruang media, dan juga melengkapi infrastruktur yang kurang seperti jacuzzi atau kolam berendam air hangat untuk sarana pemulihan pemain,” kata Iriawan.

Dari Pakansari, Iriawan dan rombongan kemudian meninjau lapangan tempat latihan di sekitar Stadion Pakansari dan juga Stadion Mini Cibinong.

Selain lapangan latihan yang sudah ada, di area Pakansari juga ada lapangan panahan yang akan dikonversi menjadi lapangan sepak bola, serta lahan motocross yang akan diubah menjadi dua lapangan latihan sepak bola.

(Andi/Diskominfo)

Bogor

Dinkes Kabupaten Bogor Maksimalkan Intervensi Stunting & Gizbur

BERIMBANG.com Bogor – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengklaim pihaknya tangani maksimal persoalan stunting dan gizi buruk. Contohnya pada tahun 2019 lalu, angka stunting sudah ada di 0,0017 persen dengan sasaran 577.656 balita usia 0-59 bulan.

“Untuk stunting ini memang berbeda dengan gizi buruk (Gizbur), yang sifatnya akut kronis. Dan tahun ini, ada penambahan locus atau wilayah yang menjadi prioritas. Dari 8 kecamatan, tahun ini menjadi 11 kecamatan,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Mieke Suwardi, senin (02/03/2020).

Penyebabnya mendasar, kata dia, faktor ekonomi memang menjadi masalah yang selalu berkaitan erat dengan stunting maupun gizi buruk. Selain memang karena pola asuh, pola hidup bersih dan sehat (PHBS), ataupun persoalan penyakit penyerta yang diderita oleh masyarakat.

“Dari hasil riset kesehatan daerah (Riskesda), pada 2018 penderita stunting ada sekitar 32,9 persen. Namun pada 2019 lalu menurun menjadi 19,08 persen. Itu semua merupakan hasil penimbangan balita di posyandu,” terang Mieke.

Ia menjelaskan, turun signifikan, alasannya adalah upaya intervensi yang selalu dilakukan oleh Dinkes. Ada dua tindakan intervensi yang dilakukan. Yakni intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.

Lanjut dia, Untuk spesifik, tiga sasaran yakni primer, sekunder, dan tersier terbagi dalam sub yang berbeda. Untuk primer, ada upaya untuk suplementasi tablet besi, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita gizi kurang, promosi dan konseling, pemberian imunisasi dan vitamin A, dan pemantauan pertumbuhan di posyandu serta pemberian obat cacing pada ibu hamil.

“Bahkan kami siapkan suplemen tablet tambah darah pada remaja putri dan juga konseling untuk calon pengantin. Intervensi spesifik 30 persen yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, sisanya oleh dinas lain yang berkaitan. Itu masuk intervensi gizi sensitif,” kata Mieke.

Selain Dinkes, Kasus stunting maupun gizi buruk di Kabupaten Bogor ternyata juga mendapat perhatian dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil. Istri dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ini bahkan lansung melakukan pengecekan di Kecamatan Babakan Madang.

“Kewilayahan sudah melakukan intervensi dengan maksimal saya kira. Memang tidak mudah menurunkan angka tersebut karena banyak faktor. Tidak saja terkait dengan pola makan, namun pola asuh juga. Ada saja juga yang menderita penyakit bawaan,” ujar Atalia, saat berkunjung ke Kantor Kecamatan Babakan Madang,

Akan tetapi, mesti begitu ada perubahan yang signifikan dari penanganan stunting maupun gizi buruk. “Upaya ini ada titik terangnya, bahwa yang kita lakukan selama ini tidak sia-sia,” tambah Atalia.

(Andi)

Bogor

Potong Birokrasi, Mendagri: Dana Desa Untuk Pemerataan Pembangunan

BERIMBANG.com Bogor – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memimpin Rapat Kerja Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa (DD) Tahun 2020 Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Acara digelar di Sentul International Convention Center (SICC) Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (02/03/2020).

Rapat kerja ini diikuti oleh seluruh Kepala Desa se-Jawa Barat. Hadir pula Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh dan Bupati Bogor Ade Yasin.

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan dana desa yang merupakan program pemerintah yang tujuannya untuk pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.

“Bapak Presiden semenjak menjabat pada tahun 2014 ingin membangun Indonesia dari pinggiran dan pedesaan, tujuannya untuk pemerataan pembangunan,” kata Tito.

Lanjut dia, terpusatnya pembangunan di perkotaan membuat pemerintah menaruh perhatian secara khusus pada pembangunan di pedesaan. Selain pemerataan pembangunan, dana desa juga ditujukan untuk menekan angka urbanisasi dan pengangguran di desa.

“Salah satu konsep dari Bapak Presiden adalah membangun seluruh desa, dan jantung dari pembangunan itu adalah anggaran, sehingga Bapak Presiden sudah menggelontorkan anggaran sejak masa jabatan pertamanya hingga saat ini,” terang Tito.

Mendagri juga menjelaskan, perubahan mekanisme penyaluran dana desa semata-mata untuk memotong birokrasi.

Ia meminta kepala desa tak salah dalam memaknai penyaluran dana desa yang kini ditranfer ke Rekening Kas Desa.

“Skema baru transfer dari pusat ke desa tujuannya untuk memberikan keleluasaan bagi desa untuk mengelola anggaran. Prinsip Bapak Presiden adalah memotong birokrasi supaya cepat, tidak perlu mampir ke instansi atasnya,” jelas Mendagri.

Ditempat yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta kepada Kementerian Keuangan agar Provinsi Jawa Barat diberikan anggaran lebih untuk pembangunan desa.

“Desa kita di Jawa Barat ini kan kecil tapi wilayahnya kan luas maka anggarannya tiap tahun itu habis untuk infrastruktur yang enggak beres-beres, sedangkan di provinsi lain anggarannya sudah untuk pemberdayaan masyarakat, ekonomi, sosial,” kata Gubernur.

“Saya mohon ada pertimbangan dari Kementerian Keuangan agar factor kepadatan penduduk itu bisa dijadikan dasar untuk penambahan anggaran bagi Jawa Barat,” ungkap Ridwan Kamil.

(Derima/Parman/Humas Diskominfo Kab. Bogor)

Daerah

Giat Upgrading BEM FH UIR, Kajari Kampar: Berorganisasi Itu Sangat Penting

BERIMBANG.com Pulau Gadang – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kampar kunjungi objek wisata Tepian Mahligai, ia memberi semangat para mahasiswa, di Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar diakhir Pekan,

Suhendri,SH.MH selaku Kepala Kajari Kampar menyempatkan diri untuk memberi motivasi kepada rombongan mahasiswa Fakultas Hukum UIR yang sedang mengadakan kegiatan Upgrading BEM FH UIR, Sabtu (29/02/2020) lalu, di pulau Ranta Island. Riau.

Dalam paparannya Suhendri berbagi pengalamannya mulai dari mahasiswa hingga menjadi Jaksa dan Kajari serta kegemaran dirinya berorganisasi.

“Berorganisasi itu sangat penting disamping kita punya banyak teman, dengan berorganisasi bisa menjadi jembatan kita untuk menuju sukses dan ini sudah saya rasakan,” ujar Kajari yang senang humor ini.

Diceritakan Suhendri sebelum menjadi Jaksa dirinya juga pernah bergabung di salahsatu LBH, “dari sini saya banyak sekali mendapat pengalaman sebelum saya melangkah ke dunia Jaksa,” imbuhnya.

Sementara itu Maulana Syaifurrasyid
Gubernur Mahasiswa Fakultas Hukum UIR menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kajari Kampar yang bersedia memberikan motivasi kepada para mahasiswa.

“Kami dari BEM FH UIR  sangat berterimakasih kepada bapak Kajari yang menyempatkan diri dan mau memberikan motivasi untuk kami yang saat ini lagi menimba ilmu hukum dan bisa sukses seperti beliau,” ucap maulana.

Maulana berharap apa yang telah disampaikan Kajari baik itu, “pengalamannya maupun proses dirinya hingga menjadi sukses seperti saat ini bisa menjadi motivasi bagi kita semua dalam mencapai cita-cita yang diimpikan,” sambung Maulana.

“kita memang mempunyai program untuk hearing dengan Kejati dan Kapolda serta stakeholder yang ada, untuk itu kalau memang Pak Suhendri bersedia, inshaaAllah dalam waktu dekat kita akan jadwalkan. Guna berdiskusi dan membahas persoalan yang terjadi saat ini,” tutupnya.

Kegiatan yang bertemakan “Organisasi Menempah karakter mahasiswa yang siap bertanggungjawab, berintelektual, mandiri, dan kreatif”, ini khusus untuk anggota BEM FH yang diikuti sekitar 30 orang dan dihadiri juga oleh staf ahli DPRD kabupaten Siak, serta beberapa alumni yang memiliki basic di organisasi.

(Edo/Red)

Daerah

Kongres II Wita Mori Usulkan Raja Mori Menjadi Pahlawan Nasional

BERIMBANG.com Kolonodale – Kongres II Wita Mori di Kolonodale, Morowali Utara secara resmi mengusulkan Raja Mori, Mokole Marunduh, sebagai Pahlawan Nasional dari Provinsi Sulawesi Tengah.

Hal itu dikatakan Pramaartha Pode kepada wartawan, pada Minggu, 1 Maret 2020. Doktor Ilmu Politik UGM itu menjelaskan, usulan tersebut dimunculkan mengingat saat ini belum ada Pahlawan Nasional dari Sulawesi Tengah.

“Raja Mori, Mokole Marunduh, gugur di medan perang melawan Belanda di Benteng Wulanderi,”

“Tidak seperti daerah lain yang rajanya takluk kepada Belanda, Raja Mori memilih lebih baik mati daripada menyerah kepada Belanda,” ujar Praamartha Pode menjelaskan secara singkat tentang pengorbanan Mokole Marunduh.

Pode adalah Putra Asli Daerah Morowali Utara melanjutkan, bahwa dengan peran yang sangat besar di masa kemerdekaan, Raja Mori Mokole Marunduh layak diberi anugerah sebagai pahlawan nasional.

“Menurut hemat kami, Raja Mori ini sangat layak diberi penghargaan berupa gelar Pahlawan Nasional,” imbuh Pode.

Lanjut dia, anggota Dewan Pakar Badan Musyawarah Adat Sulawesi Tengah itu menargetkan tahun 2021 usulan ini sudah dapat dipertimbangkan Pemerintah Pusat karena proses pengurusannya berjenjang mulai dari Kabupaten, Provinsi dan terakhir di Pusat.

kata dia, usulan ini diterima dengan baik oleh Kongres II Wita Mori dan akan segera diproses sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku.

Pemberian gelar pahlawan nasional ini, tentunya berpedoman pada UU No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, khususnya pasal 26.

Dalam pasal ini dijelaskan gelar yang diberikan kepada seseorang yang telah meninggal dunia dan yang semasa tinggal pernah melakukan perjuangan atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Perkuat Silaturahmi Sesama Anak Suku Mori

Kongres II Wita Mori dilaksanakan di gedung Tepo Asa Aroa Morokoa, di Kota Kolonodale, sebuah kota tua di mulut Teluk Tolo, yang saat ini menjadi Ibukota Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Kongres berlangsung selama 2 hari, yakni tanggal 28-29 Februari 2020 lalu. Ketua Panitia Reimon Monsangi, SE melaporkan bahwa pelaksanaan Kongres Wita Mori diselenggarakan berdasarkan pasal 18 b dan Pasal 28 i UUD 1945, AD/ART Dewan Adat Wita Mori, Akta Notaris Dewan Adat Wita Mori dan Keputusan Dewan Adat Wita Mori tentang panitia penyelenggara kongres Wita Mori.

Tujuan dilaksanakan Kongres II Wita Mori, dalam rangka menghimpun berbagai pendapat dan gagasan dari berbagai perspektif narasumber.

Dengan demikian peserta Kongres terarah dan termotivasi merumuskan sikap, mewujudkan masyarakat Mori yang beradab inklusif, damai, dan demokratis. Hal itu dapat dicapai melalui bahasa, adat istiadat dan budaya serta kesenian.

Selain itu juga untuk menanamkan kembali idealisme To Mori (Orang Mori) dalam merajut kebersamaan Wita Mori (Morowali Utara) menjadi daerah kabupaten yang maju di Provinsi Sulawesi Tengah.

Bupati Morowali Utara Ir. Aptripel Tumimomor, MT memberikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait, khususnya panitia, yang telah berupaya mewujudkan Kongres II Wita Mori dapat terlaksana.

Bupati Morowali Utara, Tumimomor bersyukur atas perhatian dan kepedulian para Tokoh Wita Mori, baik yang berada di Kabupaten Morowali Utara maupun di luar (perantauan), dalam rangka ikut menjaga serta melestarikan nilai luhur budaya Wita Mori.

Bupati mengatakan dirinya optimis pelaksanaan Kongres Wita Mori II dapat berjalan dengan baik dan sukses.

“Jadikan Tepo Asa Aroa sebagai wadah dalam mewujudkan pemikiran dan gagasan, khususnya mempersatukan 44 anak suku Wita Mori di kabupaten morowali Utara,” harap Tumimomor.

Semangat Tepo Asa Aroa dikedepankan untuk menjalin tali silaturahmi antar anak suku Mori. Diharapkan melalui kegiatan tersebut, seluruh peserta Kongres juga ikut membahas serta melahirkan inovasi dalam melestarikan budaya Wita Mori.

(PDE/Red)

Jakarta

FWJ Kembali Gebrak Event Karnaval Budaya Satoe Hati di Ancol

BERIMBANG.COM, Jakarta – Forum Wartawan Jakarta (FWJ) kembali lakukan gebrakan kebudayaan yang ketiga kalinya setelah di Irti Monas dan Tapos Depok. Gelaran Kebudayaan yang ditampilkan dengan penuh warna warni budaya Betawi ini digelar di The Sunrise Com Timur Taman Inpian Jaya Ancol, 28 Februari – 1 Maret 2020.

Dengan mengusung tema ‘Jalih Kasih Karnaval Budaya Satoe Hati’ Forum Wartawan Jakarta (FWJ) tidak pernah letih mengibarkan Kebudayaan sebagai harga diri bangsa. Hal itu dikatakan Ketua Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Mustofa Hadi Karya yang biasa disapa bang Opan saat membuka sambutannya di hadapan para tamu undangan, Jum’at (28/2/2020).

Ia juga berharap semua pihak dapat mendukung setiap kegiatan sosial dan kebudayaan sebagai bentuk terwujudnya bangsa yang berbudaya.

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga keutuhan bangsa ini. Kita sepakat NKRI harga mati, tetapi jangan pernah dilupakan bahwa Kebudayaan Harga diri bangsa. Alhamdulillah sudah 3 kali kami gelar kegiatan event kebudayaan, namun tanpa dukungan semua pihak, kami rasakan sukit karena sudah tidak ada lagi yang kami jual untuk gaungkan kebudayaan. “Kata Opan.

Sebagai ketua umum FWJ, Opan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Diskominfo DKI Jakarta, Sudin Kebudayaan Jakarta Utara, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Polres Jakarta Utara, Polres Kepulauan Seribu, serta terkhusus Taman Impian Jaya Ancol.

“Trimakasih untuk Gubernur DKI Jakarta melalui Staf khususnya Naufal yang diwakili Diskominfo, Kapolda Metro Jaya yang diwakili Kabid Humas Kombes Pol Yusri Yunus, Pangdam Jaya yang diwakiki Dandim 0502/JU Kolenel Kav Tri Handaka, S.H, Taman Impian Jaya Ancol terkhusus Agung Praptono VP Corporate Secretary, Topan Marketing Ancol dan Midun, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta beserta Walikota Jakarta Utara yang diwakili Kasudin kebudayaan Jakarta Utara Asiantoro, Kapolres Jakarta Utara, Kapolres Kepulauan Seribu, teman-teman sanggar kebudayaan DKI Jakarta, serta para panitia Karnaval Budaya Satoe Hati. “Ucap Opan.

Ditempat yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri menyambut baik gelaran kebudayaan yang dilaksanakan Forum Wartawan Jakarta. Ia juga mengapresiasi bahwa FWJ memiliki corak tersendiri dalam berkarya.

“Polda Metro Jaya selalu mendukung kegiatan-kegiatan positif yang digelar Forum Wartawan Jakarta ini, terlebih memberikan warna baru bagi perkembangan kebudayaan di DKI. Sukses selalu untuk Forum Wartawan Jakarta. “Jelas Yusri.

Sementara Asiantoro selaku Kasudin Kebudayaan Jakarta Utara juga mengatakan FWJ telah menyuguhkan kebudayaan yang luar biasa. Ia menilai FWJ telah memberikan bukti nyata dalam berkarya, bahkan Forum Wartawan Jakarta (FWJ) telah merangkul semua pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian kebudayaan Betawi.

“Bila ada seseorang atau kelompok yang memikirkan tentang budaya, maka itulah sejatinya mereka yang memahami pentingnya keutuhan bangsa. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mempertahankan dan melestarikannya, jangan nanti pas kebudayaan kita diklaim oleh pihak lain, barulah kita marah, tapi kita sendiri tidak perduli dengan kebudayaan itu sendiri. “Beber Asiantoro.

Ia mengajak semua pihak untuk saling mendukung kegiatan-kegiatan kebudayaan yang dilakukan Forum Wartawan Jakarta (FWJ), meski diakuinya anggaran terbatas, namun jika ditopang dari semua pihak pasti akan terselenggara dengan baik.

“Kita tetap komitmen meski minimnya anggaran dari dinas, tetapi semangat dan penuh perjuangan Forum Wartawan Jakarta untuk terus melestarikan kebudayaan Jakarta telah memberikan kesadaran kepada kita, semangat terus untuk Forum Wartawan Jakarta. “papar Asiantoro.

Terlepas dari itu, ketua panitia pelaksana event Jalin Kasih Karnaval Kebudayaan Satoe Hati, Tri Wulansari menyambut baik atas hadirnya para undangan sebagai bentuk penghormatan atas kepeduliaan bersama terhadap kebudayaan.

“Terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah mendukung hingga terlaksananya kegiatan kami ini. Semua dukungan baik moril dan materil yang diberikan menjadi corong penyemangat kami. “Ujarnya.

Ia berharap juga kepada teman-teman jurnalis untuk terus berkarya dan bukan hanya sebagai sekedar sebagai pengkritik, namun apa yang dikritik bisa dilakukan apa solusi dari yang dikritik, “urai Wulan.

Dengan konsep Satoe Hati diharapkan dapat menjaga dan menjalin kesatuan persatuan meskipun beda pendapat dan beda keinginan, namun tetap bersatu dalam memberikan kontribusi positif. ” tutupnya. *

Depok

Kapolres Dan Dandim Depok Kompak Semarakan HPN 2020

RIMBANG.COM, Depok – Kapolrestro Depok Depok Kombes Pol. Azis Andriansyah dan Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Agus Isrol Mikroj kompak menghadiri Semarak Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2020 Kota Depok yang berlangsung  di Gedung Balai Rakyat Depok Utara, Beji, Depok, Sabtu (29/02/2020).

Kekompakan Kapolres dan Dandim terlihat juga dari pakaian yang dikenakannya mengenakan baju kaos putih-putih dan celana Jins Biru, petanda acara ini benar-benar bernuansa kebebasan pers.

“Selamat dan sukses untuk Penitia Semarak HPN Tahun 2020 Kota Depok. Ini bukti kekompakan dan kebersamaan insan pres di Kota Depok dalam menyemarakan HPN tahun 2020 di Kota Depok,” ujar Kapolrestro Depok Depok Kombes Pol. Azis Andriansyah.

Senada, Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Agus Isrol Mikroj menambahkan, dirinya juga mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Semarak HPN tahun 2020 Kota Depok.

“Pertahankan kekompakan dan kebersamaan para awak media yang ada dan bertugas di Depok. Kami Dandim 0508/Depok bersama Kapolretro Depok selalu siap bersinergi dengan para awak media di Kota Depok. Sekali lagi selamat dan sukses buat Ketua Panitia Adie Rakasiwi dan para pengurus panitia lainnya, Maju dan dan terus berkarya wartawan Kota Depok,” ucapnya.

Hadir dalam kegiatan Semarak HPN Tahun 2020 Kota Depok, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, Kadiskominfo Kota Depok Sidik Mulyono, Anggota DPRD Jawa Barat Hasbullah Rahmad, Kapolsek Beji Kompol Fatimah, Sekum PWI Jaya Kesit B Handoyo, Ketua PWI Kota Depok Tardip Pangabean, Kamsul Hasan Ahlis Pers Dewan Pers, dan Tokoh Masyarakat dan Pengusaha H. Acep Azhari . *