Bulan: Maret 2019

Depok

Untuk Kepentingan Umum Yang Lebih Besar, PDAM Respon Keluhan Masyarakat

BERIMBANG.COM, Depok – Keluhan Masyarakat dengan adanya galian pipa PDAM ditanggapi dengan cepat oleh Pihak PDAM Depok, menurutnya itu merupakan masukan yang baik dari pengguna jalan kaki maupun pengguna kendaraan bermotor yang melintas di Jalan Margonda Raya.

Manajer Pemasaran Pipa PDAM Tirta Asasta Depok, Imas Diah Pitaloka membenarkan, bahwa adanya proyek galian PDAM yang sedang dikerjakan. Proyek galian pemasangan pipa air PDAM Depok kali ini cukup besar yang akan dikerjakan mulai dari Jalan Kartini hingga sepanjang Jalan Margonda sampai fly over UI. Pekerjaan proyek senilai Rp 11 miliar itu diperkirakan akan memakan waktu enam bulan lamanya.

“Ya betul kami sedang ada proyek cukup besar yakni revitalisasi pemasangan pipa air di dua jalan utama yakni di Jalan Kartini dan Jalan Margonda sepanjang 7,7 kilometer,” ujar Imas.

Menurutnya, bahwa jenis pipa air yang dipasang yakni pipa jenis HDPE dengan berdiameter 500 mm, 300 mm dan 200 mm di sepanjang Jalan Kartini dan Jalan Margonda. Selain itu, pengerjaan tersebut diperkirakan akan memakan waktu selama enam bulan.

“Namun, kami akui sudah banyak menerima keluhan masyarakat. Jadi, kami mohon maaf dan pengertian ke masyarakat dan para pengguna jalan. Kegiatan ini untuk kepentingan umum yang lebih besar,” tutur Imas.

Imas juga memaparkan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Polres Depok, Dinas Perhubungan (Dishub) Depok.
“Kami berkoordinasi dengan instansi terkait untuk minimal dapat mengurangi gangguan lalulintas, kemacetan. Ini bentuk pemahaman dan respon kami atas keluhan masyarakat. Kami juga mengerahkan 40 personil untuk mengawasi pelaksanaan proyek pemasangan pipa air tersebut,” paparnya.

Dia menambahkan, bahwa pada tahun ini, pihaknya juga akan melakukan pemasangan pipa jaringan distribusi utama (JDU) di beberapa wilayah di Kota Depok, diantaranya di Jalan Raya Tanah Baru dan Jalan Curug Agung sepanjang enam kilometer serta dari Jalan Nangka ke Jalan Raya Akses UI sepanjang 4,5 kilometer.

“Proyek ini untuk memkasimalkan pelayanan ke masyarakat dalam pengunaan air PDAM dan berharap masyarakat beralih tidak menggunakan air tanah lagi. Kami targetkan hingga 2022 bertambah 100 ribu pelanggan di seluruh Kota Depok. Saat ini baru 65 ribu pelanggan air PDAM.

“Untuk 2019, target pemasangan sebanyak 7.500 pelanggan dengan perolehan laba sekitar Rp 28 miliar sedangkan saat ini baru Rp 16 miliar dari target Rp 21 miliar. Jadi, untuk mencapai target kami terus berupaya membangun jaringan pipa di 11 kecamatan di Kota Depok,” pungkas Imas.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, pihaknya sejak awal sudah meminta pekerjaan pemasangan jaringan pipa air bersih PDAM harus mengikuti aturan dan menjaga kenyamanan pemakai kendaraan seperti tanah galian tidak boleh berceceran ke badan jalan, dan selesai dipasang lubang galian langsung ditutup.

“Maka dari itu, sejak awal sudah diingatkan agar menjaga kenyamanan dan kebersihan di lokasi proyek pekerjaan,” ucap orang nomor dua di Kota Depok.( red).

Depok

Kembali Nyaleg, Hasbullah Komitmen Perjuangkan Masalah Kesehatan, Infrastruktur Dan Pendidikan

BERIMBANG.COM,Depok – H.M.Hasbullah Rahmad, S.Pd, M.Hum atau yang biasa dipanggil bang Has kelahiran Lahat, Sumatera Selatan, 15 Juni 1971 adalah anggota DPRD Propinsi Jawa Barat periode 2014-2019 dan Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kota Depok periode 2010-2015.

Hasbullah kembali mencalonkan diri menjadi anggota legislatif DPRD Jabar dari Partai PAN daerah pemilihan Depok-Bekasi dan berkomitmen untuk terus konsisten memperjuangkan masalah layanan kesehatan, infrastruktur dan pendidikan.

Nama lengkap : H.M Hasbullah Rahmad, S.Pd, M.Hum
Tempat tgl lahir : Lahat 15 Juni 1971

Riwayat :

1999-2004 (Wakil Ketua DPRD Depok)
2004-2009 (Ketua Badan Kehormatan DPRD Depok)
2014-2019 (Angota DPRD Jabar)
Pernah jadi sekjen ADEKSI (Asosiasi Dewan Kota Se Indonesia)
Manajer klub Persikad 1997

Depok

Mengenal H. Sariyo Sabani Caleg DPRD PAN Dapil 1 Panmas

Nama Lengkap : Drs. H. Sariyo Sabani, MM
Tempat Tanggal Lahir : Kebumen, 10 Agustus 1960

RIWAYAT PENDIDIKAN

  1. SDN Cilodong, Tahun 1974
  2. SMP PGRI Cibinong, Tahun 1977
  3. STM YAPIS, Tahun 1980
  4. SGO (Sekolah Guru Olahraga), Tahun 1982
  5. S1 IKIP Negeri (Sekarang UNJ), Tahun 1990
  6. S2 SATYAGAMA, Tahun 2000

RIWAYAT PEKERJAAN

  1. Tenaga Pendidik/Guru Tahun 1984 – 1999
  2. Kasie Sarpras Dinas Kota ·Depok, Tahun 1999 – 2001
  3. Kabag Umum dan perlengkapan Serda Kota Depok, Tahun 2001 – 2004
  4. Kabag Umum, Tahun 2004 – 2006
  5. Kasatpol PP Kota Depok, Tahun 2006 – 2011
  6. Staf di BLH Kota Depok, 2011 – 2016
  7. Kabid di Dishub Kota Depok, Tahun 2016 – 2017
  8. Kabid Sarpras Disdik Kota Depok, 2017-2018 (Pensiun)

PENGALAMAN ORGANISASI

  1. Ka Kwarcab Pramuka Kota Depok, 2005-2015
  2. Aktif di berbagai Organisasi Kepemudaan, KONI, PERSl­KAD, PASI, PODSI, PDBI.

PENGHARGAAN

  1. Anggota Kehormatan Ku mpulan Orang-orang Depok (KOOD)
  2. Penghargaan KONI KOTA DE POK Atas Prestasi dan dedi­ kasinya terhadap pengembangan dan kemajuan dunia Olahraga di Depok sejak Tahun 2001 – sampai sekarang.
  3. Satya Lencana Panca Warsa 1 – 4 dari Kwarda Jawa Barat
  4. Satya Lencana Dharma Bhakti dari Kwartir Nasional
  5. Satya Lencana Karya Satya 20 tahun dari Presiden RI.

Insha Allah jika masyarakat mempercayakan saya duduk di DPRD Kota Depok,
1. Saya akan menjaga amanah
2. Saya ingin dekat dan peduli pada rakyat, karena rakyat adalah amanahNYA.

Jargonnya, PAS
Peduli, Amanah dan Solutif

Depok

Galian PDAM Jalan Kartini – Margonda Sudah Sesuai Aturan

BERIMBANG.COM, Menyikapi pemberitaan Media Online yang mengatakan bahwa pekerjaan galian PDAM sepanjang Jalan Kartini Sampai Jalan Margonda Raya, kelurahan Pondok Cina dinilai memyalahi aturan dan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.

Pelaksana Proyek, Iwan menjelaskan, dalam pekerjaannya pun sudah sesuai aturan yang ada, dilihat setiap tanah bekas galian dimassukkan karung dengan rapi tanpa adanya ceceran tanah begitu banyak ke muka jalan protokol Margonda

Untuk sosialisasi kepada masyarakatpun, pihak pelaksana sudah memasang papan nama bertuliskan bahwa sedang ada pekerjaan galian Pipa PDAM.

” Rambu – rambu yang kita pasang bukannya bekas tapi baru, terlihat bekas mungkin terkena tanah ditambah seringnya hujan,” ujar Iwan

Terkait masalah diharuskannya memakai banner warna warni agar masyarakat tidak langsung melihat galian yang sedang dikerjakan, pihak pelaksana menegaskan bahwa banner tidak ada di Rencana Anggaran Biaya ( RAB).

” Kami sudah ciptakan pekerjaan supaya rapi dengan menggunakan karung agar tanah tidak tercecer ke jalan dan sebelum Ulang Tahun Pemerintah Kota Depok pada tanggal 27 April kami upayakan pekerjaan galian sudah selesai,” Tutup Iwan.(Iik).

Depok

Profil Lengkap Caleg DPRD Partai PAN Dapil Cilodong – Tapos, H. Igun Sumarno

Data Diri Bakal Calon Legislatif Partai Amanat Nasional Kota Depok Periode 2019-2024

Nik KTP : 3276051107710012
Nama Lengkap : H. Igun Sumarno, S.Pd, MM
Email:igunsumarno@ymail.com
Nomor telpon : 08111105815 Tempat, Tanggal Lahir : Lebak, 11 Juli 1971 Umur : 46 thn Jenis kelamin : laki-laki Agama : Islam Status Perkawinan : Kawin Nama istri/suami : Siti Cholifah, S.Pd Jumlah Anak : 4

Alamat lengkap : jl. Raya Jakarta bogor KM 37,5 Kp Sidamukti, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok.

Jenjang pendidikan :
1.SD Negeri Citorek 03 Banten 1984.
2.SMP PGRI VII Bogor 1987. 3.SMA Pembangunan 1 Bogor 1990. 4.Universitas Ibn Khaldun Bogor 1995. 5.IMMMI Jakarta 2008.

Riwayat organisasi :
1.DPD PGDSRI Kab Bogor jabatan Sekretaris Umum
2006-2010.
2.BPPKB Kota Depok Jabatan Bendahara 2004-2009. 3.BPPKB Kota Bogor Jabatan Sekretaris 2009-2014. 4.DPD PGDSRI Kabupaten Bogor Jabatan Ketua Umum 2010 – 2015

5.K3SK Kabupaten Bogor Jabatan Korwil Kec Cibinong 1999-Sekarang.
6.Yayasan Pendidikan Sumarno Jabatan Ketua Dewan Pembina.

Riwayat pekerjaan :
1.Guru SMP PGRI VI Bogor 1992.
2.Guru SMP YAPNI CITEREUP 1994.
3.Guru di SMA AL-nur 1996. 4.Kepala Sekolah di SMP Tunas Bangsa 2004.
5.Kepala Sekolah SMK Mekanik Cibinong 1999. 6.Wakil Ketua DPRD Kota Depok 2014.

Tanda penghargaan :
Riwayat perjuangan : 1.Sekretaris Ranting 1999-2004.
2.Wakil Ketua DPC Sukmajaya 2004-2009. 3.Ketua DPD PAN Kota Depok 2015-2020.

Daerah Pemilihan : Cilodong Tapos

Depok

Pemkot Depok Berkomitmen Menjadikan Depok Sebagai Kota Layak Anak

BERIMBANG.COM, Depok – Wali Kota Depok Muhammad Idris menyaksikan penandatanganan dalam workshop Pembentukan Sekolah Ramah Anak Tahun 2019 termasuk pesantren yang ada di Kota Depok, di Aula Teratai, Kantor Wali Kota Depok, Selasa (19/3). Penandatanganan juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Mohammad Thamrin dan Kepala Dinas Perlindungan Anak Nessy Hapsari.

Idris mengatakan, ini merupakan strategi bangsa, berbeda dengan urusan perut. “Persoalan-persoalan anak kita kadang membuat mengelus dada tapi kita harus berusaha untuk mengurus anak kita,” ujarnya.

“Pemerintah sebagai fasilitator yang memberikan hak kepada anak akan memberikan dampak yang positif, sehingga dirasakan oleh anak kita sebagai kota layak anak ada dampaknya,” paparnya

Ditambahkan Wali Kota Depok, untuk mewujudkan sebagai kota layak anak, infrastruktur yang ada di sekolah-sekolah baik negeri atau swasta ditambah pesantren, harus ditingkatkan. “Terutama kualitas anak-anak agar ke depan bisa berhasil dalam bidang pendidikan,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Depok berkomitmen untuk menjadikan Kota Depok sebagai kota layak anak, Hal itu dituangkan dalam penandatanganan oleh setiap perwakilan guru sekolah negeri maupun swasta ditambah guru pesantren untuk mewujudkan Kota Depok sebagai kota layak anak.

Kadis Pendidikan Mohammad Thamrin menambahkan, pada prinsipnya sangat setuju Kota Depok dijadikan kota layak anak sejak dini.

“Sehingga Kota Depok dari segi pendidikan sudah menyiapkan mulai dari PAUD, TK, dan seterusnya. Juga agar anak-anak menyukai dunia pendidikan,” imbuhnya.(Red).

Depok

Wakil Walikota Depok Hadiri Focus Group Discussion Di Polres Depok

BERIMBANG.COM, Depok – Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Polres Depok yang mengangkat tema

“Peran Serta Potensi Masyarakat Dalam Memerangi Hoax dan Radikalisme Agar Tercipta Pemilu 2019 Yang Aman, Damai & Sejuk di Wilayah Kota Depok”. FGD berlangsung di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Selasa (19/3).

Pradi yang hadir mewakili Wali Kota Depok, menyambut baik pertemuan tersebut dan berharap masyarakat dapat memperoleh berita-berita yang benar. Menurutnya, dalam konteks radikalisme kita sepakat tidak ada satu agama pun setuju adanya radikalisme. “Itu kita perangi, tidak boleh tumbuh di Kota Depok,” tegasnya.

“Dalam rangka pemilihan umum di bulan april kita harus menjaga agar pemilu di Depok aman, nyaman, dan menyejukkan,” imbuhnya.

Pradi juga berharap agar setelah pertemuan ini disebarkan ke masyarakat, khususnya yang ada di lingkungan kita, agar permasalahan bisa diketahui sedini mungkin dan tidak melebar jauh.

Sementara Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto menjelaskan alasan mengangkat tema tersebut berdasarkan berita-berita hoaks, baik melalui media konvensional atau media sosial, nasional maupun internasional.

Menurut Kapolresta Depok, masyarakat perlu diberi pemahaman jangan sampai ketika berita diterima mempunyai efek opini atau pemahaman yang salah.

“Fenomena yang ada di masyarakat selalu diteruskan melalui group. Makanya sekarang kalau ada berita kurang benar yang disebarkan akan kena konsekuensi dengan Undang-Undang ITE,” jelas Didik.

“Indonesia adalah negara yang multisukubangsa, multietnis, dan multiagama. Tugas kita adalah harus memberi pandangan kepada masyarakat agar nilai kebangsaan wajib kita junjung tinggi,” pungkasnya.(Red).

Depok

Pradi Perkenalkan Golok Depok Menjadi Ciri Khas Budaya Depok

BERIMBANG.COM, Depok – Perhelatan Milad ke-2 Golok Depok yang digelar di Kampung 99 Pepohonan, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok dihadiri Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, Camat Limo Herry Gumelar, Lurah Meruyung, Kapolsek Limo, Danramil 07/Limo, anggota DPRD Kota Depok dan anggota Komunitas Persaudaraan Golok Depok, Minggu (17/03/2019).

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengatakan, kegiatan ini bukan hanya ingin melestarikan salah satu budaya di Kota Depok, tetapi juga memperkenalkan ciri khas budaya kota Depok, yaitu Golok Depok.

“Milad ke-2 Golok Depok ini untuk menumbuhkan semangat berkreasi. Golok Depok bukan hanya sekedar lambang saja, tetapi juga memiliki nilai unsur budaya,” ujar Pradi Supriatna.

Dikatakan Pradi, makna dari golok Depok bukan berarti kita gagah-gagahan dan terkesan golok itu menyeramkan dan galak. Tetapi harus dipahami nuansa budayanya dengan tidak meninggalkan rasa persaudaraan. Karena itu, kita harus bisa menggali informasi sedalam-dalamnya sampah sejauh mana pemahaman kita terkait golok Depok.

“Kenapa kita menjadikan golok sebagai budaya Depok, ini bukan sekedar gagah-gagahan tetapi kita harus mengerti tentang golok Depok. Ini merupakan ciri budaya kita,” jelasnya.

Menurut Pradi, berdasarkan pengalamannya berkunjung ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Terdapat beberapa senjata yang menjadi ciri khas nuansa budaya mereka. “Kita juga ingin memunculkan golok sebagai unsur budaya Depok. Ini potensi luar biasa dan harus ditonjolkan,” tegas Pradi.

Selain itu, dirinya juga ingin memperkenalkan budaya lain di Depok, seperti bahasa Depok yang lebih kental kepada bahasa Betawi seperti kata bentet, jojogan, dan ngejedok.

“kita jangan malu dengan bahasa seperti itu, itu ciri budaya Depok yang harus dipahami. Di Bekasi saja bisa kok bahasa seperti itu jadi budaya mereka, kenapa kita tidak. Kita harus menyelamatkan budaya Depok kepada generasi selanjutnya dengan memahami budaya kita sendiri,” pungkasnya.(iik).

Depok

Tak Terima Uang 200 Juta, Hersong Berencana Tuntut Balik Entin Dan Dian

BERIMBANG.COM, Depok- Aktivis pemuda Kota Depok, Hery Prasetyo (HP) alias Hersong menyangkal keras dituduh telah menipu dua pengusaha wanita Entin Partiwi dan Dian Dwi Kurniawati. Hersong dilaporkan ke polisi oleh Entin dan Dian atas dugaan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 200 juta seperti diberitakan depoktren.com, Kamis (21/3/2019).

Laporan ke Mapolres Kota Depok tertuang dalam surat laporan/pengaduan, bernomor STPLP/2589/K/IX/2018/Resta Depok, tertanggal Senin 26 September 2018 yang ditandatanggani Kanit I SPKT, Inspektur Pol Sumari, SH dengan pelapor Entin Partiwi dan terlapor Hery Prasetyo.

“Itu fitnah!. Saya tidak pernah terima uang sebesar itu. Uang yang saya terima cuma Rp 100 juta sebagai uang operasional, itupun uangnya dibagi-bagi bersama-sama mereka juga. Calo kok laporin calo,” ujar Hersong saat mengadakan jumpa pers hak jawab di Rumah Makan Lele Nongkrong, Jalan Merdeka Raya, Sukmajaya, Kota Depok, Sabtu (23/3/2019).

Menurut Hersong, hubungannya dengan Entin dan Dian merupakan hubungan sesama broker proyek atau calo yang merancang untuk mendapatkan kegiatan proyek di Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. “Saya akui kalau telah mencatut nama Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo (HTA). Itu upaya lobi-lobi saya, walaupun akhirnya HTA marah dan mereka sempat diusir saat bertemu. Saya tegaskan HTA nggak terlibat dan saya minta maaf telah mencatut namanya dan itu sudah saya tuangkan di dalam surat pernyataan diatas materai,” tutur Hersong.

Dia menambahkan, sebenarnya pihak kepolisian Polres Depok akan memediasi masalah ini untuk diselesaikan secara musyawarah. “Ya, saya sudah dipanggil dan dimintai keterangan pihak Polres Depok. Saya juga sudah dipertemukan dengan Entin dan Dian. Keputusannya, saya menyangupi pengembalian uang Rp 100 juta pada akhir Maret 2019. Tapi saya sayangkan, kok mereka sudah memblowup permasalahan yang mau diselesaikan dengan musyawarah ini ke media, kan jadi kacau semua,” jelas Hersong geram.

Perihal kwitansi senilai Rp 200 juta dari Dian yang ditandatanganinya tertulis untuk uang operasional. “HTA tidak pernah terima uang Rp 80 juta seperti dituduhkan. Pemberian uang secara bertahap dan saya semua yang menerimanya, HTA clear. Lucu kan, yang melapor ke Polres Depok itu Entin tapi kok yang merasa dirugikan Dian. Saya nggak merasa ada urusan dengan Dian. Saya akan lihat situasi dan pelajari dulu apakah akan menutut balik Entin dan Dian, tukas Hersong.

Sementara itu, HTA membantah terlibat saat dihubungi Radar Depok pada Jumat (22/3/2019). “Biarkan saja dulu, yang pasti itu tidak benar,” tuturnya.

Hal tersebut diyakinkan dengan dikirimkannya foto surat pernyataan yang dibuat Hersong pada tanggal 2 Agustus 2018. Dan ditandatangani di atas materai, yang menyatakan urusan yang berkaitan dengan pihak Entin dan kawan-kawan tentang hutang piutang atau titipan uang sesuai kuitansi yang ada di pihak Entin. Tidak ada kaitannya dengan HTA, adapun yang tertera dalam kuitansi adalah hanya sebuah pencatutan nama saja. Dirinya pun tidak menyerahkan dana apapun ke HTA.

“Biar Hersong saja yang jelaskan seperti apa, saya tidak ada urusannya. Sebelum naik berita, tidak ada klarifikasi ke saya kok,” tegas HTA.

Iik

Depok

Idris Berencana Naikkan Dana Operasional Posyandu Sebesar 8 Juta Pada Tahun 2020

BERIMBANG.COM, Depok – Walikota Depok, Mohammad Idris akan menaikkan bantuan operasional posyandu se Kota Depok pada tahun 2020 mendatang.

“Kami sedang menghitung uangnya, ini bukan janji ya. Untuk dana operasional posyandu kami naikkan dua kali lipat. Dalam RKPD besok kami hitung total semuanya untuk kegiatan RPJMD, jika sudah tercover semuanya kami akan cek lagi mana yang belum tercover tapi sudah masuk dalam RPJMD, itu akan kami tambah,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (12/3).

Ia menambahkan, dana operasional setiap posyandu yang ada di Depok tahun ini hanya Rp 4 juta. Dari itu, Idris akan menaikkan menjadi dua kali lipat atau sebesar Rp 8 juta pada tahun 2020 mendatang.

“Kalau memang cukup uangnya kami naikkan menjadi Rp 8 juta, itu untuk operasional,” terangnya.

Tak hanya menaikkan bantuan operasional posyandu, Pemerintah Kota Depok di tahun ini juga akan memberikan bantuan kepada lebih 20 posyandu yang ada di Depok dengan nilai masing-masing Rp 50 juta.

“Itu untuk pembangunan fisiknya Rp 50 juta per satu posyandu. Misalnya ada wakaf atau hibah lahan untuk posyandu, itu anggaran pembangunannya kami berikan Rp 50 juta, sisanya swadaya masyarakat,” katanya.

Idris juga berharap, lahan fasos-fasum yang diberikan pengembang tidak melulu dibelikan lahan untuk pemakaman namun dapat juga dibangun posyandu dan fasilitas umum lainnya.(Iik).