Bulan: Juni 2016

Daerah

Bekas Barak TNI Ludes Terbakar

b962220c048905fec74e825d4d2a2c5df

BERIMBANG.COM, Medan – Delapan unit rumah semi permanen bekas asrama 121 TNI barak Lumba-lumba di Jalan Teratai, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, ludes terbakar, Minggu petang, 12 Juni 2016.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rina Sari Ginting mengemukakan, api diduga berasal dari rumah milik Hotman Simangunsong. Saat kejadian kebakaran, rumah itu dalam keadaan kosong. Melihat hal itu, warga langsung membantu dan mengevakuasi barang-barang milik korban untuk dikeluarkan dari rumah tersebut.

“Keterangan saksi bernama Aman Nenggolan (66) tinggal di barak melihat ada kepulan asap dan api dari rumah Hotman Simangunsong di mana rumah tersebut dalam keadaan kosong,” kata Rina kepada wartawan di Medan, Sumatera Utara, Minggu malam, 12 Juni 2016.

Seluruh rumah yang terbakar itu dihuni pesiunan dan personel TNI AD aktif. Mereka adalah Hotman Simangunsong (46) Purn.TNI AD, Rambe (70) Purn.TNI AD, Isyak (70) Purn.TNI AD, S Lubis (52) TNI AD, Susi (40 tahun), Sinulingga (70) Purn. TNI AD dan dua unit rumah tidak dihuni alias kosong.

Dalam peristiwa kebakaran ini, belum diketahui persis penyebab kebakaran. “Untuk mengetahui persis penyebab kebakaran, Polres Binjai melakukan penyidikan dengan memintai keterangan saksi dan pemilik rumah,” ujar Rina.

Petugas pemadam kebakaran Kota Binjai menerjunkan empat unit mobil pemadam ke lokasi untuk menjinakkan api. “Dalam kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa dan kerugian materiil belum dapat ditaksir,” kata Rina. (Vi)

BogorJabodetabek

Jajaran Muspika Cigombong Himbau Hormati Bulan Ramadhan

IMG-20160611-WA0013

BERIMBANG.COM. Bogor – Selama Bulan Suci Ramadhan 1437 H /Tahun 2016, Camat Cigombong, Danramil Cijeruk , Kapolsek Cijeruk –  Cigombong ,  Kepala KUA, dan Ketua MUI Cigombong mengadakan himbauan bersama dalam rangka menciptakan menjaga keamanan, ketentraman, serta ketertiban umum.

Himbauan di tujukan kepada pengelola restoran, rumah makan,panti pijat dan tempat karaoke , agar siang hari di tutup selama bulan suci ramadhan kecuali setelah jam 16 : 00 WIB kembali dibuka usahanya.

Kepada berimbang.com, Kapolsek Cijeruk-cigombong, Komisaris Polisi, suhartono menghimbau agar diwilayah kecamatan cigombong dilarang membakar mercon , petasan ,main judi, minum-minuman keras , sabung ayam , dan perbuatan mungkar, keji , sehingga dapat mengganggu kegiatan warga yang sedang melakasanakan ibadah puasa dibulan suci ramadhan.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Cigombong, Hadli Attirmidzi berharap, Menjaga ketertiban dan keamanan hingga di bulan suci ramadhan terasa nyaman. Apabila himbauan ini tidak di indahkan atau dilaksanakan oleh pengelola, akan di kenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. (Surya / Irwan )

Editor : Suci Iriana

BogorJabodetabek

Miris! Tinggali Hutang, Siswa SDN Cigombong 4 Tidak Naik kelas

IMG-20160611-WA0001

BERIMBANG.COM , Bogor  – Siswa kelas satu  Sekolah Dasar Negeri ( SDN ) Cigombong 4, Desa cigombong, Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor, FH tidak naik kelas diduga orang tua murid memiliki tunggakan pribadi dengan wali kelas SDN Cigombong 4 yang bernama Dedeh.

Kepada berimbang.com, orang tua murid SL menyesalkan, hanya cuma gara gara orang tua murid mempunyai hutang pribadi,  anaknya tidak di naikan kelas, sedangkan temannya yang jarang masuk sekolah dan jarang belajar  bisa naik ke kelas dua. Jumat (10/06/2016).

” Masa gara-gara saya punya hutang ke wali kelas, anak saya tidak naik kelas, lagian inikan persoalannya pribadi dengan saya, jangan dibawa-bawa ke urusan sekolah,” ujar SL dengan nada kesal.

Terpisah,  Kepala Unit Pelaksana Teknis Pendidikan (UPT P)  Jenudin ketika dikonfirmasi mengatakan, akan menangani permasalahan yang menimpa siswa  SDN Cigombong 4.

“Insya Allah, akan kami tangani dan kami sampaikan permasalahan tersebut kepada yang bersangkutan , kalo memang karena gara-gara tunggakan pribadi, mudah-mudahan ada jalan keluarnya,” Tandas Jenudin. ( Surya )

Editor : Suci Iriana

BogorJabodetabek

Limbah Peternakan Sapi Di Protes Warga

IMG-20160610-WA0000

BERIMBANG.COM , Bogor – Peternakan sapi milik H. Iwan. s yang sudah berdiri sejak tahun 2008 di Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, di protes warga, pasalnya dampak yang ditimbulkan seperti air dan kotoran sapi mengganggu warga lingkungan sekitar. Kamis (9/6/2016)

“Setiap hujan turun, air dari kotoran sapi tersebut sangat bau, dan sudah beberapa kali kami menyampaikan persoalan tersebut ke pemerintah daerah. namun, hingga saat ini , belum ada langkah serius untuk mengatasi masalah ini”. ungkap warga yang enggan disebut namanya di sekitar proyek sapi

Ditambahkan warga , jumlah sapi tersebut kurang lebih ada 39 ekor, peternakan sapi berdiri diatas lahan garapan, dan untuk perizinan tidak ada izin sama sekali, dari dinas peternakan maupun dinas kesehatan tidak pernah memantau perkembangannya.

Terpisah, kepada berimbang.com Iwan mendukung dengan adanya peternakan, karena menurut Iwan,  dengan adanya peternakan sapi tidak pernah limbahnya mencemari warga, justru dengan adanya peternakan sapi dapat membantu warga setempat yang tidak bekerja, tabung penampung bio gas pun sudah disediakan.

” Saya berharap Pemerintah Kabupaten Bogor bisa memberikan solusi. Tidak harus dipindah, tetapi setidaknya ada upaya untuk membuat aturan soal pengolahan limbah kotoran. Mungkin bisa dijadikan pupuk atau apalah, yang penting bau kotoran jangan sampai masuk ke dalam lingkungan masyarakat. Tandasnya (Irwan /Nana)

Editor : Suci Iriana

Depok

Kartu BPJS Tidak Berlaku, RS Graha Permata Ibu Tolak Pasien

Kartu pasien peserta BPJS yang ditolak.   ( Ist)
Kartu pasien peserta BPJS yang ditolak. ( Ist)

BERIMBANG.COM, Depok – Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tidak berlaku di Rumah Sakit Graha Permata Ibu (GPI) yang beralamat di Jalan Raya Kukusan, Beji Kota Depok, pasalnya pasien BPJS ditolak oleh RS tersebut saat keluarga korban menunjukan Kartu BPJS kepada pihak Rumah Sakit. Senin (6/6/2016). Belum lama ini.

Salah satu keluarga pasien, Husni menuturkan, ketika pasien sudah berada di Unit Gawat Darurat (UGD) dan karena pasien sudah merasa tidak kuat atas penyakitnya akhirnya keluarga korban mengambil keputusan untuk rawat inap dengan pendaftaran pasien umum tanpa menggunakan kartu BPJS karena kartu BPJS yang akan diserahkan ditolak oleh pihak rumah sakit tambahnya lagi, alasan Rumah Sakit,kartu BPJS tidak bisa digunakan dan tidak memberikan arahan kepada keluarga korban apalagi memberikan penjelasan.

” Pasien sangat darurat agar segera cepat ditangani oleh pihak RS makanya kami tidak sempat membuat surat rujukan dari Klinik yang ditunjuk oleh BPJS,” ujar Husni.

” Apakah kami akan menunggu tindakan dari rumah sakit sedangkan pasien harus segera dilakukan tindakan medis karena ini menyangkut nyawa seseorang yang harus segera ditangani ,” ucap Husni dengan nada kesal.

Ketika pihak RS GPI di konfirmasi berimbang.com melalui bagian humas, Novita mengatakan, akan mengecek kondisi pasien, apakah bisa tanpa rujuk dari klinik peserta BPJS atau tidak karena yang menentukan itu Dokter yang ada di RS, bukan dari pasien.

” Akan kita cek dulu kondisinya, kalau memungkinkan tidak pakai rujukan dari klinik juga tidak apa-apa,” ungkap Novita. Kamis (9/6/2016).

Novita juga menyampaikan sebab BPJS ditolak dikarenakan sejak awal pasien melakukan perawatan tidak ada rujukan dari klinik peserta BPJS dan waktunya sudah melebihi 3 hari sejak pasien dirawat.

” Kami dari pihak RS sudah melakukan sesuai peraturan yang ada disini, makanya alasan kami menolak karena tidak adanya rujukan, untuk itu pasien di daftarkan sebagai pasien umum bukan peserta BPJS sebab tidak bisa merubah pendaftaran awal,” kilahnya.

Untuk diketahui bahwa Walikota Depok telah menghimbau kepada beberapa Rumah Sakit untuk menerima pasien BPJS. (Iik)

Bogor

Pemerintah Kota Bogor Rencanakan Tiga Taman Baru

IMG-20160608-WA0006

BERIMBANG.COM , Bogor  – Penambahan taman tematik kembali dibangun dengan tiga taman baru yang pengerjaannya akan dilaksanakan mulai juli 2016.

“Pada tahun 2016 ini ada tiga taman  yang akan dibangun oleh Pemerintah Kota Bogor, lelang sudah selesai , dan semoga di bulan Juli pengerjaan sudah bisa dimulai ,” ucap Kepala Bidang Pertamanan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor, Yadi Cahyadi di ruang kerjanya , Rabu (08/6/2016).

Kepada berimbang.com, Yadi menjelaskan ,  tiga taman yang akan dibangun yaitu Taman Sempur, Taman Matematik dan Taman Lingkungan. Dari ketiga taman tersebut dua taman dibangun baru dan satu taman yakni Taman Sempur merupakan revitalisasi.

“Total nilai anggaran pembangunan taman tahun ini Rp. 2,9 miliar. Nilai anggaran pembangunan taman tahun ini turun dari Rp10 miliar di tahun 2015, kini hanya Rp2,5 miliar,” ujarnya .

Menurutnya , di tahun ini Pemerintah Kota Bogor lebih fokus pada perawatan dan pemelihaan taman sehingga anggaran untuk perawatan dan pemeliharaan lebih diperbesar dari pada pembangunan taman baru.

“Tahun ini Pemkot Bogor mencanangkan sebagai Tahun Berbersih sehingga program diarahkan ke pemeliharaan dan perawatan taman,” kata Yadi.

Lanjut Yadi , menerangkan , bahwa tiga taman yang akan dibangun yakni Taman Sempur seluas satu hektare akan dibangun lintasan lari, tiang bendera permanen seperti di Istana Merdeka Jakarta, mengganti rumput, menata area taman, kursi taman, prasasti, dan ornamen lainnya.

“Biaya untuk pembangunan Taman Sempur Rp2,2 miliar, karena luasnya dan banyak ornamen yang akan dibangun,” katanya.

Taman berikut yakni Taman Matematik yang diperuntukkan bagi taman belajar anak-anak di Kota Bogor, terletak di Kelurahan Tegal Gundil dengan luas, 450 meter persegi, memakan biaya Rp320 juta.

“Karena lokasi taman ini berada di lingkungan sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Pemkot berinisiatif membuat taman belajar dengan konsep Matematika,” jelasnya .

Selanjutnya Taman Lingkungan yang juga terletak di Kelurahan Tegal Gundil. Taman seluas 300 meter dilengkapi dengan lintasan joging, tanaman dan lintasan terapi. Pembangunan taman tersebut menghabiskan anggaran Rp80 juta.

“Selain tiga taman ini, akan ada satu taman lagi yang juga dibangun tahun ini yakni Taman Kaulinan atau tempat bermaian anak-anak yang melibatkan swasta. Taman ini dananya CSR dari Alfamart,” terang yadi.

Total saat ini Kota Bogor telah memiliki 32 taman, 10 di antaranya merupakan taman tematik yang dibangun selama tahun 2015 yakni Taman Bogor, Taman Corat-Coret, Taman Skatepark, Taman Air Mancur, Taman Heulang, Taman Ekspresi, Taman Kencana, Taman Peranginan, Hutan Kota, dan Taman Malabar.

Pemerintah Kota Bogor mencanangkan Bogor sebagai Kota Sejuta Taman, dengan dibangunnya taman-taman tematik sebagai sarana warga untuk berkumpul dan berkreativitas. (Irwan /YF/Nn)

BogorJabodetabek

Terkait Pembebasan Lahan Tol, Pihak MNC Di Komplain Warga

IMG-20160608-WA0005

BERIMBANG.COM , Bogor – Musyawarah antar warga Desa Wates Jaya dan pihak MNC tak kunjung usai pada pertemuan ke – 2, di gedung aula PGRI Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor. Pasalnya, ahli waris dari pemilik lahan menuntut ganti rugi dikarenakan belum ada pembayaran pembebasan lahan yang akan di bangun di  Jalan Tol Ciawi – Sukabumi (Cisuka). Rabu (8/6/2016).

 Tanah yang terkena pembangunan Jalan Tol Cisuka tersebut diantaranya, milik H. Suparman dengan luas  tanah 3000 meter , sedangkan tanah milik H. Ahmad Armun 4000 meter

Pantauan berimbang.com, saat rapat musyawarah berjalan sempat terjadi adu mulut antar si pemilik lahan dan pihak MNC . Ahli waris menanyakan dasarnya menjual tanahnya sedangkan pihak MNC melakukan pembayaran berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang sah dari BPN.

Tim Pengadaan Tanah (TPT), Bambang Suharto mengatakan, kalau memang ada pihak yang merasa dirugikan atau pemilik tanah dengan cara apapun,  pihaknya siap melakukan kekeluargaan ataupun jalur hukum.

” Mau cara kekeluargaan apa dengan jalur hukum, sebab pihak kami melakukan pembayaran sudah sesuai prosedur,” tutur Bambang.

“Insya Allah akan saya fasilitasi permasalahan ini, karena sifatnya disini saya hanya bisa membantu,” tambahnya.

Sementara itu di tempat terpisah , Sekretariat Pengadaan Tanah BPN Kabupaten Bogor,  Ngadio menjelaskan, belum bisa memastikan apakah tanah warga tersebut terjual, karena sampai saat ini data satelitnya ada di peta dan belum diketahui , oleh karena itu data tersebut akan di olah dulu terlebih dahulu oleh pihak BPN. (Irwan / Surya)

Editor : Suci Iriana

JabodetabekJakarta

Dua kontainer Terbakar Di Tol Cikampek, Kemacetan 18 Km

aecb8da0807da21152157cddbc785171f

BERIMBANG.COM, Jakarta – Macet parah terjadi dari arah tol Jakarta menuju Cikampek, Selasa, 7 Juni 2016. Kemacetan tersebut disebabkan adanya kecelakaan yang mengakibatkan kendaraan terbakar.

Salah satu petugas call center Jasa Marga, Riko menjelaskan, kecelakaan yang mengakibatkan kendaraan terbakar ini terjadi sejak Selasa sore, hingga kini sudah berhasil dievakuasi.

“Dari informasi yang diterima, kecelakaan ini melibatkan tiga kendaraan. Dua kontainer dan satu mobil boks. Tetapi yang terbakar itu dua trailer saja. Sekarang sudah berhasil dipindahkan,” ujar Riko sata dihubungi VIVA.co.id.

Riko menjelaskan, efek dari kecelakaan ini mengakibatkan kendaraan mengantre panjang, dari lokasi kejadian tepatnya di KM 18 hingga KM 0 yang berada di kawasan Cawang Jakarta Timur.

“Kemacetan kurang lebih 18 kilometer, saat ini belum terurai,” kata Riko.

Bogor

Kelangkaan Gas Ukuran 3 Kg Dikeluhkan Ibu Rumah Tangga

IMG-20160607-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor  – Menjelang hari pertama puasa, kelangkaan gas berukuran tiga  Kilogram mulai dirasakan oleh para ibu rumah tangga yang berada di Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Senin 06/06/2016

Kepada berimbang.com, Devi mengatakan , gas berukuran 3 Kg sangat langka di hari pertama puasa , tak hanya Devi, beberapa ibu rumah tangga lainnya pun sama, mereka pun kebingungan dengan kelangkaan gas.

” Kamipun sangat kebingungan sampai mencari cari kesemua warung habis, padahal kami sangat membutuhkan sekali untuk persiapan bulan puasa”. Cetusnya

“Kalau ini di biarkan kami harus memasak pakai apa, apa kembali seperti jaman dulu lagi memakai kayu bakar,” ucap Devi dengan nada kesal.

” Kami selaku ibu rumah tangga berharap supaya permasalahan kelangkaan Gas ini bisa terselesaikan oleh pihak Pertamina,

” Jadi jangan sampai kelamaan tidak adanya Gas 3 KG , kelangkaan Gas ini sudah satu hari menjelang bulan Puasa, sampai kami mencari cari kesemua warung habis, padahal kami sangat membutuhkan sekali untuk persiapan bulan puasa,” Jelasnya. (Irwan)

Daerah

Bupati Purwakarta Bakal Potong Gaji PNS Malas Sebesar 300 Ribu

39675f91b06f89303a04ab1d0ba7efabf

BERIMBANG.COM, Purwakarta – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan gaji pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat akan dipotong sebesar Rp 300 ribu per hari jika tidak mengikuti apel selama Ramadan 1437 Hijriah/2016 Masehi.

“Kegiatan apel Ramadan ini tujuannya adalah untuk mengecek kesungguhan para PNS yang datang pagi ke tempat kerja karena selama bulan puasa jam kerja mengalami perubahan yakni mulai pukul 06.30 WIB dan pulang 13.30 WIB,” kata Dedi Mulyadi di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat di Kota Bandung, dilansir Antara, Senin (6/6/2016).

Dedi menjelaskan, aturan ini tidak berlaku bagi PNS yang berstatus pekerja lapangan, seperti tukang sapudan sopir truk kebersihan atau mereka yang bekerja di sektor pelayanan, tidak diwajibkan mengikuti apel Ramadan ini.

“Sanksi itu bisa berupa pemotongan gaji Rp 300 ribu per hari dan SP1 bagi yang tiga kali tidak mengikutinya. Namun, saya rasa dengan pemotongan gaji Rp 300 ribu per hari mereka pasti apel. Apalagi kalau mau Lebaran seperti ini, pasti sayang kalau kena potongan,” kata dia.

Menurut dia, kebijakan tersebut memang jauh berbeda dengan peniadaan apel atau upacara pada hari atau bulan biasa. Peniadaan apel di hari biasa bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pekerja agar waktu bekerja bisa dimaksimalkan.

Maka itu, kata dia, pekerjaan yang terstruktur dan teratur membuat serapan anggaran di Kabupaten Purwakarta menjadi yang tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 100 persen.

Sebelumnya, Pemkab Purwakarta memberlakukan waktu jam kerja lebih pagi yakni pukul 06.30 WIB dan pulang pada pukul 13.30 WIB, terkecuali PNS yang bertugas di bagian pelayanan seperti bagian perizinan dan pembuatan kartu identitas.

“Jadi salah satu yang mendasari hal tersebut agar pegawai tidak langsung tidur usai santap sahur yang dinilai tidak baik untuk kesehatan,” kata Bupati Purwakarta. (Er)