Bulan: Januari 2016

Nasional

Kapolri Berikan Penghargaan Kepada 16 Anggota Polri

IMG_20160127_014337

BERIMBANG.COM, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti memberikan penghargaan kepada 16 anggota Polri di sela-sela Rapim Polri 2016.

Penghargaan tersebut diberikan kepada anggota Polri yang berjasa saat peristiwa teror bom dan penembakan di Jalan MH.Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) yang lalu.

Penghargaan tersebut diberikan setelah dikeluarkannya Surat Keputusan Kapolri No: KEP/68/1/2016 tanggal 24 Januari 2016 terkait pemberian penghargaan pada 16 anggota Polri yang berjasa di kasus bom Thamrin.

Penghargaan yang diberikan kepada ke 16 anggota Polri ini berupa kenaikan pangkat satu tingkat, selain itu juga pin perak dan pin emas.

Berikut nama ke-16 anggota Polri yang mendapat penghargaan:

1. Aiptu Deni Mahieu, anggota Satgatur Ditlantas Polda Metro Jaya mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

2. Aiptu Suhadi, anggota Satgatur Ditlantas Polda Meto Jaya mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

3. Aiptu Dodi Maryadi, anggota Satlantas Polres Jakarta Pusat mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

4. Aiptu Budiono, anggota Propam Polres Jakarta Pusat mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

5. Brigadir Suminto, anggota Satgatur Ditlantas Polda Metro Jaya mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Bripka.

6. Kombes Martuani Sormin, Karoops Polda Metro Jaya mendapat pin emas.

7. AKBP Ahmad Untung S, Pamen Pusdikpolair Lemdiklat Polri mendapat pin emas.

8. AKBP Dedi Tabrani, Kapolsek Menteng mendapat pin emas.

9. IPDA Tamat Suryani, Gadik Penyelia Pusdikpolair Lemdiklat Polri mendapat pin emas.

10. Bripda Wiliyansyah, driver Karoops Polda Metro Jaya mendapat pin emas.

11. Aiptu Purwanto, Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

12. Brigadir Fery Aldunan Afriandi, Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

13. Brigadir Heryanto Panjaitan, Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

14. Brigadir Tris Haryono anggota Polsek Menteng mendapat pin perak.

15. Briptu Muhammad Mustaqim, Ba satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

16. Briptu Andrian Nurdiawan, Ba Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

14. Brigadir Tris Haryono anggota Polsek Menteng mendapat pin perak.

15. Briptu Muhammad Mustaqim, Ba satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

16. Briptu Andrian Nurdiawan, Ba Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

Serta Kombes Martuani, AKBP Untung, dan IPDA Tamat masing masing mendapat penghargaan Pin Emas dari Kapolri. (Rahmat Budianto)

Depok

SDN Beji Timur 03 Salurkan Bantuan Program Indonesia Pintar

Kepala SDN Beji Timur 3, Jaenudin.   (Foto : Rahmat Budianto)
Kepala SDN Beji Timur 3, Jaenudin. (Foto : Rahmat Budianto)

BERIMBANG.COM, Depok – Sebanyak 419 Siswa SDN 03 Beji Timur Kecamatan Beji Depok menerima bantuan dana Program Indonesia Pintar tahun 2015.

Program PIP adalah program bantuan dari Kementrian Pendidikan untuk Operasional Siswa SD, SMP dan SMA termasuk juga Kelas Paket A, B Dan Kelas Paket C .

Program ini sebagai Pengganti BSM (Bantuan Siswa Miskin) yang di gulirkan serentak secara nasional.

Program ini telah di gulirkan sejak beberapa bulan lalu di akhir tahun 2015 untuk seluruh siswa SD, SMP Dan SMA termasuk kelas paket dan di rencanakan bulan februari mendatang pencairan dana PIP selesai seluruhnya.

Menurut Jaenudin Kepala Sekolah SDN 3 Beji Timur di kantornya Usai Melakukan Pencairan Dana PIP untuk peserta didiknya kepada  berimbang.com menjelaskan, seluruh siswa yang terdaftar di Dapodik ( Daftar Induk Peserta Didik) sejumlah 419 siswa seluruhnya sudah dapat menerima dari pencairan PIP secara kolektif ataupun Individu.

” Terakhir jum’at kemarin tgl 22- januari 2016, semua siswa yang datanya belum lengkap juga sudah mendapatkan,saya berharap saat pensiun nanti bisa menikmati masa pensiun dengan tenang dan tidak ada permasalahan berkaitan dengan masa kepemimpinan saya di sekolah ini,” ujar Jaenudin belum lama ini.

Ditempat terpisah kepala Unit Pelayan Pembantu BRI, Amri Firdaus kepada berimbang.com di ruang kerjanya mengatakan, berkaitan dengan adanya beberapa nama peserta didik dari SDN 03 beji timur yang tertunda pencairannya di sebabkan adanya data siswa belum lengkap dikarenakan harus mencocokan data siswa dengan persyaratan administrasi yang sudah di tentukan.

” Bahkan kami harus lembur kerja supaya data siswa yang sudah masuk secepatnya bisa mencairkan dana program tersebut, tugas kami hanya sebatas membayarkan lebih dari 3000 siswa yang dilayani dan kami juga melayani program sertifikasi untuk guru,” Terangnya (Rahmat Budianto)

BogorJabodetabek

Diduga Dibekingi Oknum Aparat, Toko Obat Sasaka 2 Jual Bebas Obat Terlarang

IMG-20160126-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Peredaran obat – obatan terlarang di kalangan anak dibawah umur di wilayah selatan Kabupaten Bogor kian mengkhawatirkan.  Betapa tidak, obat – obatan jenis penenang itu bisa diperoleh dengan mudah dan dijual bebas di sejumlah toko obat.

Berdasarkan hasil investigasi tim berimbang.com di wilayah Caringin, sebuah toko obat bernama Sasaka 2 yang berlokasi di pertokoan kawasan Cisempur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin,  menjual bebas obat – obatan yang masuk kategori psycotropica golongan empat, diantaranya alprazolam, trihexypenidil, hexymer dan megadon, kepada anak dibawah umur.

Berdasarkan pantauan berimbang.com di lokasi, dalam satu hari puluhan anak dibawah umur terlihat silih berganti mendatangi  toko obat tersebut. Awalnya, tim investigasi berimbang.com kesulitan saat mencoba mewawancarai bocah bocah belia yang diantaranya wanita itu, karena mereka ketakutan dan langsung melarikan diri dengan memacu sepeda motornya.

Namun setelah beberapa lama akhirnya tim berhasil mewawancarai diantaranya. Saat ditanya, bocah bocah belia itu mengaku sudah biasa membeli obat di toko Sasaka 2.

“Hampir setiap hari saya beli obat hexymer di toko obat ini, karena sudah langganan. Satu paket hexymer isinya 15butir, harganya 20 ribu”, ungkap bocah laki – laki,  yang mengaku masih bersekolah di kawasan Caringin itu, sambil menunjukan obat yang baru saja dibelinya di toko obat Sasaka 2, kepada berimbang.com, kemarin.

Ironisnya, saat awak media mengkonfirmasi ke toko obat Sasaka 2, penjaga toko yang diketahui bernama Nasir, menyangkal telah menjual bebas obat tersebut kepada anak dibawah umur.

Namun setelah wartawan menunjukan bukti, Nurdin pun mengakuinya. “Ya, memang kami menjual obat alprazolam, hexymer, trihexypenidil dan megadon. Tapi kami sudah berkoordinasi dengan Polsek Caringin melalui kanit reskrim, Polres Bogor bahkan Polda Jabar”, kata Nasir kepada sejumlah awak media, Senin (24/01/16) malam kemarin.

Nasir juga mengatakan, bahwa dirinya sudah diarahkan Kanit Reskrim Polsek Caringin untuk tidak menanggapi wartawan yang meminta keterangan kepadanya. “Barusan saya telpon Kanit, dan kata Kanit wartawan yang datang tidak usah ditanggapi”, ujarnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Caringin, Iptu Suseno, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penggerebegan ke toko obat Sasaka 2. “O itu pernah kita gerebeg dan diarahkan untuk urus legalitasnya. Cuma kita belum cek lagi perkembangannya”, kata Kanit Reskrim Polsek Caringin dalam pesan singkatnya.

Ketika ditanya terkait pernyataan penjaga toko soal koordinasi,  Suseno menepisnya. “Kanit yang mana?”, jawab Suseno dengan singkatnya.

Hingga Senin (25/01/16) siang kemarin,  masih terpantau anak – anak dibawah umur yang hilir mudik ke toko obat dan kosmetik Sasaka 2.

Sebagai tambahan informasi, dilansir dalam pemberitaan sejumlah media, Jum’at (22/01/16) lalu, jajaran Satnarkoba Polres Bogor Kota berhasil membongkar peredaran pil alprazolam di wilayah Kota Bogor. Pil itu dijual bebas dari toko obat Intan di kawasan Cilebut, dimana sebelumnya Satnarkoba juga berhasil menangkap seorang pengedar di kios pasar. Hasilnya, ratusan butir pil alprazolam diamankan oleh Satnarkoba Polres Bogor Kota. (Raden Supriyadi/Nana)

BogorJabodetabek

Kinerja Camat Caringin Dikritisi Organisasi Kepemudaan

IMG-20160125-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Kinerja Camat Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Rumambi,  mendapat kritikan pedas dari kalangan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di wilayahnya. Kritikan tersebut menyusul tidak ditanggapinya layangan surat dari OKP yang meminta audensi dengan camat Caringin beberapa waktu lalu.

“Jujur saja kami kalangan pemuda Kecamatan Caringin merasa sangat kecewa dengan sikap camat yang tidak kooperatif. Padahal apa susahnya memenuhi permintaan kami selaku warga yang ingin mempertanyakan kinerjanya,” ujar Ipan Sopandi, Penasehat OKP wilayah Kecamatan Caringin, kepada sejumlah awak media, Jumat (22/01/2016).

Menurutnya, selama menjabat, Camat Rumambi dianggap tidak proaktif terhadap masyarakat, kalangan pemuda, Organisasi Sosial (Orsos) hingga Kepanduan (Pramuka) dan berbagai kalangan lainnya.

Salah satu yang dikritisi pihaknya yakni tentang kejelasan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) atau gedung serbagunan Caringin.

“Ya itu salah satu hal yang ingin kita pertanyakan. Kami ingin tahu seperti apa kejelasan tentang Gor,” tegasnya.

Mantan Kepala Desa Pancawati ini pun menilai, penempatan Rumambi menjadi Camat Caringin merupakan kesalahan  Sekretaris Daerah (Sekda) serta Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kabupaten Bogor.

“Sebelum mendelegasikan, harusnya pertimbangkan dulu apa pantas orang tersebut memimpin wilayah, jangan asal menempatkan saja. Yang ada Caringin kini bukan makin berkembang, tapi sebaliknya malah stagnan setelah dipimpin camat itu,” cetusnya.

Seharusnya, lanjut Ipan, camat bisa membangun sinergitas dengan melibatkan peranan pemuda dalam berbagai program sebagai bentuk dukungan terhadap misi Kabupaten Bogor yang ingin menjadi kabupaten termaju di Indonesia. Tak hanya itu pihaknya juga mendesak para anggota legislatif daerah pemilihan (dapil) 3 turut mengevaluasi pendelegasian Rumambi sebagai Camat Caringin.

“Ya makanya jangan salahkan warga ataupun kami kalangan pemuda, jika berbagai program kecamatan tidak berjalan, karena camat tidak mau membangun sinergitas dengan masyarakat,” pungkasnya.

Dia menambahkan, karena tidak bisa menjalin sinergitas dengan berbagai kalangan, maka hal itu akan menjadi hambatan terhadap misi Kabupaten Bogor yang ingin menjadi kabupaten termaju.

“Kalau camatnya aja seperti itu, bisa-bisa yang ada harapan kabupaten termaju hanya jadi jargon belaka dan malah sebaliknya menjadi kabupaten termundur,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan,  Camat Rumambi belum bisa dimintai tanggapan terkait hal tersebut. (Raden Supriyadi)

Daerah

Kelompok Bersenjata Sandera 2 Anggota TNI

MERIAM HOWITZER KH 179 TNI AD

BERIMBANG.COM, Papua – Kelompok bersenjata menyandera dua anggota TNI di Enarotali, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua. Kedua anggota TNI yang disandera itu adalah Serda Lery, anggota Koramil Komopa dan Prada Sholeh, anggota Kostrad 303/Raider yang bertugas di Pos Komopa.

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Fransen Siahaan mengakui jika dua anggota TNI yang bertugas di Enarotali sejak Selasa (26/5) malam disandera oleh kelompok bersenjata.

“Saya sudah mendapat laporan tentang dua anggota TNI yang disandera kelompok bersenjata di Enarotali,” ujar Pangdam seperti dikutip dari Antara, Rabu (27/5).

Berdasarkan laporan yang diterima, kejadian itu berawal saat kedua anggota itu bersama warga lainnya berbelanja dengan menggunakan perahu motor (speed boat). Awalnya ada satu warga sipil yang ikut disandera bersama anggota TNI, yakni Elda Sanadi yang bekerja sebagai guru di SD Inpres Kamopa namun saat ini sudah dibebaskan.

“Informasi dilepasnya guru SD itu dari keluarganya yang mendapat telepon dari kelompok bersenjata,” kata Siahaan.

Ia menjelaskan sesaat setelah menerima laporan itu komandan koramil setempat kembali menelepon ke nomor itu yang kemudian dijawab, “Kedua anggota TNI sudah dimasak”.

“Jawaban kelompok bersenjata itu seakan mereka tidak memiliki iman”, kata Pangdam.

Jenderal bintang dua itu berharap, penyandera segera melepas kedua anggota TNI yang saat insiden tidak membawa senjata api.

Merdeka.com

JabodetabekJakarta

Konser Amal, GPS Al-Mawaddah Gandeng Group Musik Debu

imageContent

BERIMBANG.COM, Jakarta – Sejak muncul istilah GPS dari ponsel pintar (smartphone), alumni Pesantren Al-Mawaddah Ciganjur mendirikan organisasi dengan singkatan ini. GPS (global positioning system) merupakan sistem untuk melacak suatu letak di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan sinyal satelit. Namun, GPS ala santri ini merupakan singkatan “Gerakan Peduli Santri”.

Menurut Ketua GPS Al-Mawaddah Muhammad Haikal Haniful Fuad, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar Konser Amal bekerja sama dengan Grup Musik Debu. Acara bertema “Debu Peduli Pesantren” ini bakal digelar di Hotel Bumi Wiyata Depok, 6 Februari 2016 mendatang.

“Konser dimulai pukul 7 malam. Tiket masuk sebesar 500 ribu rupiah. Hasil konser amal tersebut 100 persen akan disumbangkan untuk pembangunan Pesantren Al-Mawaddah. Acara ini merupakan rangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan haul KH Muhammad Saalih, pendiri Pesantren Al-Mawaddah,” ujarnya.

Pada saat hadir pada perayaan Maulid Nabi di Al-Mawaddah, lanjut Haikal, Mustafa Kumayl bersama grup nasyid Debu juga tampil di hadapan hadirin. Dalam kesempatan tersebut, Mustafa mengajak hadirin untuk menonton konser amal yang digelar hasil kerjasama Grup Debu dan Pesantren Al-Mawaddah. “Soal tiket nanti hubungi panitia,” ujar Haikal menirukan Mustafa.

Menurut Haikal, organisasi yang dipimpinnya itu lahir atas keinginan alumni dan simpatisan Pesantren Al Mawaddah. Sebagai organisasi resmi, GPS berada di bawah naungan Yayasan Baitul Rahim Ciganjur. “GPS juga telah direstui kiai kembar, KH Abdullah Hasani dan KH Abdillah Hasani, selaku pengasuh Pesantren Al Mawaddah,” ungkapnya.

Maksud dan tujuan berdirinya GPS, lanjut Haikal, adalah membantu segala sesuatu yg bisa diupayakan demi perkembangan dan kemajuan Pesantren Al Mawaddah, antara lain di bidang kegiatan, bantuan sosial, dan pembangunan asrama pesantren.

Haikal menambahkan, alasan lainnya adalah karena di Al Mawaddah banyak memiliki santri yatim piatu dan dari keluarga kurang mampu secara ekonomi yang tentunya membutuhkan bantuan baik moril maupun materiil.

“GPS kini dikelola 35 pengurus yang siap kerja cepat, tepat dan tanggap demi kemajuan pesantren. Untuk kegiatan harian, saya dibantu Fajar Shodiq (sekretaris) dan Sapingudin (bendahara),” ujarnya.

Haikal berharap, ke depan pihaknya bisa merangkul dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama membantu pembanguna pesantren, baik dari kalangan pemerintah, pengusaha, pegawai, wiraswasta, dan berbagai pihak yang cinta pendidikan Islam. “Ini kami lakukan demi masa depan anak bangsa yang lebih cerah dan gemilang,” pungkasnya.

NU.online

Depok

Kapolres Depok : Perketat Ruang Gerak Teroris

Kapolres Depok dalam sambutannya di Balaikota.    (Foto : Rahmat Budianto)
Kapolres Depok dalam sambutannya di Balaikota. (Foto : Rahmat Budianto)

BERIMBANG.COM, Depok – Dalam rangka antisipasi dan mempersempit ruang gerak terhadap pelaku aksi teroris Kapolres Depok, Kombes Pol Dwiyono S.IKA, MSi  mengajak 3 Pilar Kamtibmas  samakan persepsi dan satukan langkah dalam menghadapi aksi teroris dengan cara membangun komunikasi kepada seluruh elemen masyarakat seperti tokoh pemuda tokoh agama, dan tokoh masyarakat serta elemen masyarakat lainnya.

Berkaitan dengan hal tersebut Kapolres depok dalam paparannya saat pertemuan dengan 3 pilar kamtibmas di gedung walikota belum lama ini menyampaikan aksi teroris yang terjadi di sarinah Jakarta Pusat beberapa hari yang lalu merupakan suatu kegagalan karena tidak dapat mendeteksi aksi bom bunuh diri.

Untuk itu menurut Dwiyono, semua harus berperan untuk menjaga keamanan, 3 pilar merupakan garda terdepan masyarakat.

” Sebagai aparat keamanan kita harus deteksi dini agar tidak terulang lagi, jika kejadian pengeboman terulang lagi maka kepercayaan masyarakat akan hilang,” ujar Dwiyono.

” Oleh karena itu, mari kita bergerak dengan unsur 3 pilar kamtibnas dengan persempit ruang gerak aksi teror,” himbau Dwiyono.

Lanjut Dwiyono, seperti pengalaman yang sudah pernah ada dengan penangkapan jaringan mereka di wilayag Cimanggis dan pengeboman di ITC tahun lalu. Kejadian bom bunuh diri di Jalan Thamrin minggu yang lalu merupakan kejadian yang pertama kali menggunakan bom dan senjata laras panjang.

” Kita harus memahami bahwa kejadian tersebut sudah bentukan Jaringan mereka yaitu, Dody (cirebon), Arif Hamka Gondrong (medan) yang menjembatani teror di Indonesia dan Dwi. Yang menjadi sasarannya adalah Obyek vital,” ucap Dwiyono.

” Babinkamtibmas dan Binmas lakukan pendataan kepada warga di wilayah masing masing, pengontrak dan pemilik kontrakan wajib lapor kepada aparat RT RW setempat, pastikan dan di cek betul betul secara langsung jangan mudah percaya dengan data atau daftar nama yang di ajukan,” Tambah Dwiyono. ( Rahmat Budianto )

BogorJabodetabek

Buruh VS Manajemen PT Deltapack Belum Sepakat

IMG-20160121-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Proses mediasi antara buruh dengan manajemen PT Deltapack, perusahaan yang memproduksi botol air minum merk Club di Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, masih belum menemui kesepakatan. Mediasi ini dilangsungkan pada Senin 18 Januari 2016 pukul 11.00 WIB di ruang rapat PT. Deltapack.

Manajemen PT Deltapack diwakili Hendarin Nurendra (manager), Ivan (HRD), Sabariman dan Bedjo (Disnakertrans Kabupaten Bogor), Kapolsek Cijeruk Kompol Suhartono dan jajaran, Ade (Ketua PUK PT. Deltapack), dan dua orang buruh perwakilan DPC FSPMI Kabupaten Bogor.

Dalam mediasi itu terungkap akan ada unjukrasa buruh pada Selasa 19 Januari 2016 lalu, terkait kebijakan yang diambil managemen.

Kapolsek Cijeruk Kompol Suhartono menjelaskan, dalam mediasi itu pihak manajemen menganggap bahwa perjanjian bersama pada 21 Oktober 2014 tidak sah karena adanya intimidasi dari pihak buruh yang menghentikan produksi selama satu jam. Apabila karyawan melaksanakan mogok kerja tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku maka menajemen akan memberikan sanksi.

“Sedangkan pihak buruh menuntut agar perusahaan menjalankan perjanjian bersama yang telah disepakati terhadap 11 orang karyawan. Buruh juga menuding adanya intimidasi dari pihak manajemen kepada karyawan yang akan melakukan demo akan di PHK,” jelasnya.

Sementara pihak Disnakertrans, menyarankan untuk melakukan perundingan terlebih dahulu dan tidak melakukan mogok kerja, selain itu agar permasalahan perjanjian bersama ini dilanjutkan ke PHI.Ketua PUK FSPMI, Ade, berharap 11 karyawan yang di-PHK agar bisa dipekerjakan kembali dan buruh siap ditempatkan di mana saja.

“Buruh tidak akan melaksanakan aksi unjuk rasa sampai dengan hari Kamis pukul 15.00 wib sore ini serta akan ada perundingan kembali,” ujarnya. (Raden Supriyadi)

Depok

Polsek Beji Gelar Operasi Cipta Kondisi

Polsek Beji gelar Operasi Cipta Kondisi di pertigaan PLN Beji.  (Foto : Rahmat Budianto)
Polsek Beji gelar Operasi Cipta Kondisi di pertigaan PLN Beji. (Foto : Rahmat Budianto)

BERIMBANG.COM, Depok – Dalam rangka Antisipasi dan menciptakan Suasana keamanan di wilayah   kepolisian Sektor Beji, beserta jajaran Melakukan razia terhadap kendaraan bermotor yang melintas di perempatan lampu merah Arief Rahman Hakim Kecamatan Beji. (19/01/2016).

Kapolsek Beji, Kompol Ni Gusti Ayu kepada berimbang.com mengatakan, razia yang dilakukan rutin dilakukan guna mengantisipasi pengendara membawa barang terlarang seperti senjata api, alat peledak, Narkoba, kelengkapan surat berkendara dan yang lainnya sehingga dapat membahayakan masyarakat umum.

Dalam razia yang dilakukan, Polsek Beji berhasil mengamankan pengendara kedapatan membawa narkoba dan senjata tajam.

” Memang tidak terlalu besar, tapi dapat membuat efek jera bagi pengendara yang kedapatan membawa barang terlarang,” ujar Ayu diruang kerjanya.

Disamping itu, Ayu juga menyampaikan kepada pengendara kendaraan bermotor agar mempunyai kesadaran untuk melengkapi surat-surat kendaraan supaya tidak ada hambatan di jalan dan menjaga keamanan diwilayah masing-masing agar tetap kondusif.

Terpisah Kanit Lantas Polsek beji, Suhardi di lokasi Razia mengatakan razia di laksanakan sebagai kegiatan rutin cipta kondisi dan sebagai antisipasi, sasarannya kendaraan roda dua dengan melakukan pemeriksaan STNK dan KTP pengemudi.

Sementara itu titik yg mendapat pantauan antara lain, Kelurahan Tanah Baru, Perempatan Kukusan, depan jalan kampus UI, PLN  dan titik yang di anggap rawan.  (Rahmat Budianto)

BogorJabodetabek

Diguyur Hujan, 2 Rumah Desa Ciadeg Dihantam Longsor

IMG-20160120-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Masyarakat hendaknya lebih waspada saat menghadapi musim penghujan saat ini.  Karena tanpa bisa diprediksi,  setiap saat bencana alam selalu mengancam. Seperti yang dialami warga Kampung Dukuh Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong,  yang tertimpa bencana longsor, akibat hujan deras yang mengguyur, Senin (19/01/16) lalu.

Rumah milik Ikah (62) dan Empud (56) yang berlokasi di Kampung Dukuh rt 02/14 Desa Ciadeg itu porak poranda dihantam longsoran tanah hingga salah satunya nyaris roboh. Meski tidak ada korban jiwa,  namun kerugian yang ditimbulkannya mencapai puluhan juta rupiah.

“Saat kejadian saya sedang berada di dalam rumah.  Tapi alhamdulillah keluarga saya selamat,  hanya motor anak saya rusak tertimpa bangunan yang roboh”, tutur Ikah, salah satu korban saat ditemui Berimbang.com dikediamannya.

Paska bencana, warga secara bahu membahu bersama aparat membantu memperbaiki rumah korban,  dan mengevakuasi puing –  bangunan yang tertimpa longsor. Sementara, pemerintah setempat memberikan bantuan tanggap darurat bencana.

“Kami sudah melaporkan kejadian bencana ini kepada pemerintah daerah melalui desa dan kecamatan.  Kami berharap pemerintah daera segera turun tangan dan memberikan bantuan kepada para korban”, kata Buyung, ketua Rw setempat kepada Berimbang.com, kemarin.

Reporter : Nana Suryana

Editor      : Raden Supriyadi