Bulan: Januari 2016

BogorJabodetabek

Peserta Pelatihan Budidaya Ikan Sidat Mulai Praktek Lapangan

IMG-20160131-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Usai dibekali materi pelatihan di hotel  Duta Berlian, Sabtu (30/01/16), para peserta Pelatihan Budidaya Ikan Sidat ke 22 tahun 2016 yang diselenggarakan PT Sidat Indonesia melanjutkan praktek lapangan di lokasi budidaya di Kampung Purwabakti, Rt 03 Rw 02, Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Minggu (31/01/16) siang. Di lokasi ini, para peserta diberikan pembekalan praktek secara langsung oleh Direktur Utama (Dirut) PT. Sidat Indonesia, Hery.

Para peserta dari berbagai daerah di Indonesia itu antusias mengikuti pelatihan tahap kedua yang digelar panitia. Dirut PT. Sidat Indonesia, Hery,  menjelaskan, dipelatihan tahap ke dua ini, para peserta mengikuti tahapan kegiatan pengenalan ikan sidat kedua, pendederan 1, persiapan media budidaya, persiapan kebutuhan pendederan tahap 2 dan 3, praktek perawatan dan penanggulangan penyakit pada ikan Sidat. Kegiatan diakhiri dengan Ishoma sambil mencicipi Shirayaki dan cara pengemasan ikan Sidat. “Usai pelatihan, seluruh peserta kami berikan sertifikat pelatihan, kartu anggota dan surat pernyataan membeli dari perusahaan kami”, ujar Hery.

Sementara itu, I Gede Sarjana, salah satu peserta dari Denpasar Bali, kepada berimbang.com mengatakan, motivasinya dalam mengikuti pelatihan untuk menimba ilmu tentang budidaya dan pengolahan ikan Sidat. “Saya mengetahui usaha ikan sidat dari internet. Setelah membaca artikelnya saya tertarik sehingga mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Sidat Indonesia, dengan harapan ketika saya sudah mendapatkan ilmu dan bisa mempraktekan,  saya akan mengembangkan usaha tersebut di kampung halaman saya untuk mensejahterakan masyarakat”, Pungkas I Gede Sarjana, yang juga seorang pengusaha jasa Tourism di daerahnya itu. (Raden Supriyadi/Nana)

BogorJabodetabek

Tiga Pengunjung Curug Hejo Sukamakmur Tertimpa Longsor

Ilustrasi
Ilustrasi

BERIMBANG.COM, Bogor – Tiga orang pengunjung obyek wisata Curug Hejo, di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor mengalami luka – luka setelah tertimpa tebingan batu yang longsor di area wisata, Sabtu (30/01/16). Salah satu korban diantaranya mengalami luka serius di bagian kepala.

Ogi (35) warga asal Desa Gunungsari Kecamatan Citeureup dan Ayu (25) warga perumahan Kenari asal Desa Puspasari, Citeureup Bogor, mengalami Cedera dibagian tangan dan kaki setelah tertimpa runtuhan tebing. Sementara Siska (30) Warga Bantar Gebang Bekasi, mengalami cedera yang cukup serius dibagian kepala karena tertimpa material bebatuan di lokasi yang sama.

Menurut Rusnandi, anggota Jaringan Komunikasi Udara (JKU) Puspasari Citeureup, peristiwa terjadi sekitar  pukul 15.30 WIB. “Saat kejadian, hujan mengguyur deras. Naas, ketiga pengunjung itu tertimpa tebingan batu yang longsor,” kata Rusnandi, yang mengaku mendapat informasi peristiwa itu dari anggota JKU sukamakmur.

Rusnandi menambahkan, setelah dievakuasi, ketiga korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Husada Cibinong dan Rumah Sakit Gatot Subroto Jakarta.

“Guna mendapat penanganan medis,  para korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Dua orang korban warga Citeureup yang mengalami luka ringan dilarikan ke RS Husada Cibinong, dan 1 orang korban lagi warga Bantargebang Bekasi yang mengalami luka serius dj bagian kepala dibawa ke RS Gatot Subroto Jakarta”, pungkasnya. (Raden Supriyadi)

Nasional

Setelah Gafatar, Muncul Ormas PETA, Ini Tanggapan Menteri Agama

images (24)

BERIMBANG.COM, Jakarta – Pada Kamis (29/1/2016), kemarin muncul isu berdirinya ormas Peta yang mewadahi berbagai organisasi.

Salah satu organisasi yang dinaunginya yakni Liga muslim Indonesia (LMI)‎ yang mendukung gerakan ISIS.

Salah satu tokohnya yakni Alfian yang menjabat sekretaris LMI dan menjadi pengurus Peta.

Ormas ini muncul setelah heboh ormas Gafatar.

Menaggapi isu munculnya ormas tersebut, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyatakan pihaknya telah melakukan tindakan pencegahan.

Pihaknya tidak bisa melakukan penindakan lantaran hal tersebut merupakan ranah penegak hukum.

“Jadi yang terkait hal itu, kita pada posisi preventif, kecuali yang bersangkutan sudah melakukan tindakan pidana,” ujar Menag di Balaikota DKI, jumat (29/1/2016).

Tindak preventif yang dimaksud yakni dengan penyuluhan untuk mengintensifkan peran keluarga . Keluarga sebagai kelompok inti mempunya dua tanggung jawab terhadap paham keagamaan.

“Setiap keluarga bertangjawab terhadap dua hal. Satu yakni apa dan bagaimana paham yang dimiliki anggota keluarga itu. Orang tua harus mengetahui bagaiman dan seperti apa paham masing masing anggota keluarga itu. Apakah ada ajaran Sholat tidak wajib atau ajaran macam macam lainnya,” katanya.

“Kedua dari mana paham tersebut di dapat, karena belajar agama itu harus dari pihak pihak otoritatif, dari ulama yang teruji, yang punya sejarah panjang, bukan hanya dari web internet atau lainnya.,” katanya.

Sebelumnya pada beberapa waktu lalu, beredar informasi berdirinya Organisasi Kemasyarakatan Pembela Tanah Air.

Mantan anggota TNI AD dengan pangkat terakhir Mayor Infanteri, Muhammad Saleh menproklamirkan diri sebagai Panglima Besar organisasi yang tujuannya memperjuangkan hak-hak pribumi dan hegemoni asing.

Seperti diberitakan Kepala BIN Sutiyoso membenarkan hal tersebut. Muhammad saleh merupakan eks parjurit TNI AD dengan jabatan terakhir wakil koman Yonif 754‎.

Namun menurutnya Muhammad Saleh yang mundur menjadi prajurit pada tahun 2012 tersebut, memiliki reputasi buruk selama menjadi Anggota TNI.

Sementara itu untuk Organisasi Peta, menurut Sutiyoso belum terdaftar di Kesbangpol dan Kemendagri.

Tribunews

BogorJabodetabek

Sidat Indonesia Berikan Pelatihan Budidaya Ikan Sidat

IMG-20160130-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Puluhan peserta dari berbagai daerah mengikuti Pelatihan Budidaya Ikan Sidat tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Sidat Indonesia di Hotel Duta Berlian,  Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/01/16).

Menurut Direktur Utama Sidat Indonesia, pelatihan ini bertujuan untuk membangun usaha kerakyatan yang membagi keuntungan usaha untuk rakyat indonesia.

Heri, Direktur Utama PT Sidat Indonesia mengatakan, Sidat Indonesia merupakan strategi alternatif yang dapat diandalkan. Selain tahan terhadap gempuran krisis ekonomi yang menyerang bertubi-tubi, Sidat Indonesia juga menyerap tenaga kerja yang minim pendidikan namun memiliki keahlian di bidang tertentu.

“PT Sidat Indonesia adalah perusahaan di bidang perikanan budidaya ikan sidat, yang saat ini kebutuhannya cukup tinggi, terutama untuk negara Jepang. Kami mengajak kepada investor untuk bersama-sama membangun usaha ini. Dengan sistem usaha bersama, kita tidak harus mengeluarkan modal cukup tinggi dan tidak perlu repot untuk mengelola usaha tersebut. Usaha ini sudah berjalan dan memiliki pasar tetap yaitu negara Jepang dan negara maju lainnya”, kata Heri, kepada berimbang.com,  disela pelatihan.

Lebih lanjut Heri menjelaskan, perusahaannya didirikan pada 19 Agustus 2013 dengan satu jenis usaha, berlokasi di Jl. Raya KH. Abdul Hamid KM. 17, Kp. Purwabakti, Rt 03 Rw 02, Kabupaten Bogor. Saat ini telah memiliki anggota sebanyak 250 orang, dan telah mengekspor Sidat sebanyak 10 ton per bulan. “Usaha ini saya rintis dari nol. Saat ini kami memiliki kolam pembesaran seluas 500m2 dan rumah pendederan  seluas 100m2. Hari ini peserta akan kami beri pelatihan teori dan dilanjutkan besok untuk pelatihan praktek secara langsung di lapangan”, jelasnya.

Peserta Pelatihan Budidaya Ikan Sidat ke 4 tahun 2016 dari berbagai kalangan ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, diantaranya dari Bogor, Bekasi, Tanggerang, Bandung, Bengkulu, Makasar, Sidoarjo, dan sejumlah daerah lainnya. Para peserta diberikan materi pelatihan seputar pembudidayaan, pemberdayaan Budidaya Ikan Sidat, produk olahan, pelayanan turunan dan dan materi penunjang lainnya. Dengan tujuan utama memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan bagi pemilik, karyawan, mitra usaha dan masyarakat. Hadir juga dalam kesempatan ini narasumber dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI). (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

DBMP Minta Pemdes Waspada Dalam Melaksanakan Pembangunan

DBMP-KAB-BOGOR

BERIMBANG.COM, Bogor – Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor mewanti-wanti agar seluruh Pemerintah Desa (Pemdes) waspada dalam melaksanakan pembangunan. Pemdes diminta berhati-hati khususnya dalam membangun infrastruktur jalan, jembatan, drainase, tembok penahan tebing (TPT), dan saluran irigasi khususnya yang menggunakan anggaran dari pusat.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Teknik Jalan dan Jembatan (TJJ) DBMP Wilayah II Ciawi, Eko Sulistyo, mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Pemdes memiliki kewenangan membangun Desanya sendiri menggunakan Dana Desa yang tercatat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Sehingga, jalan atau infrastruktur milik Desa tidak bisa lagi dibiayai oleh APBD.

“Nah, Pemdes harus hati-hati misalnya ketika melakukan pengaspalan jalan desa. Karena sampai sekarang juklak juknisnya belum jelas. Sedangkan anggaran Dana Desa kan dari APBN yang dipantau KPK dan BPK,” katanya kepada PAKAR (29/1)

Eko menegaskan, DBMP juga bakal menolak kalau diminta oleh Pemdes untuk melaksanakan pengaspalan jalan desa. “Maka solusinya pihak Pemdes harus rajin berkonsultasi dengan DBMP, kami selalu siap dan welcome. Kami sudah memiliki acuan harga satuan pekerjaan. Jadi bisa diketahui berapa biaya yang dibutuhkan untuk mengaspal jalan dengan panjang 200 atau 300 meter kali lebar empat meter misalnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubag Tata usaha, Karlan Affendi sangat menyayangkan, dari  delapan Kecamatan di bawah kewenangan UPT TJJ Ciawi, baru Desa-desa di Kecamatan Caringin dan Cisarua yang sudah intens berkonsultasi.

Sekadar informasi, sejumlah desa sedang berupaya menyerahterimakan jalan desa agar menjadi milik Kabupaten Bogor sehingga bisa dibiayai oleh APBD.

Terkait hal ini, pihak UPT DBMP menegaskan bahwa hal ini bisa dilakukan, namun harus menempuh prosedur yang bisa diserahterimakan ke Pemkab Bogor

“Itu hanya jalan desa yang pernah dibangun dengan APBD. Kualifikasinya pun jalan yang kapasitas lebarnya minimal tujuh meter. Empat meter badan jalan, dua meter bahu jalan di kanan-kiri dan satu meter drainase di kanan-kiri,” ujarnya.

Usulan tersebut harus diusulkan oleh Pemdes ke Gubernur melalui Bupati dan ditembuskan melalui persetujuan dan rekomendasi UPT, DBMP, dan Bappeda.(Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Antisipasi Peredaran Obat Terlarang, Kalangan Pendidikan Perketat Pengawasan

IMG-20160129-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Menyikapi maraknya peredaran obat terlarang dikalangan pelajar, kalangan pendidikan di wilayah Selatan Kabupaten Bogor perketat pengawasan terhadap peserta didik. Menurut Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  Nuansa Cigombong, pengawasan terhadap peserta didik butuh peran serta aktif dari orang tua dan masyarakat.

Kepala SMK Nuansa Cigombong, Lean Munuk Soblely S.E, mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan penyuluhan kepada para peserta didik di sekolahnya. “Dalam setiap kesempatan,  kami selalu memberikan penyuluhan kepada para peserta didik tentang banyak hal.  Salah satunya tentang bahaya mengkonsumsi obat – obatan terlarang. Selain itu  kami juga melakukan pengawasan secara langsung melalui sikap para peserra didik”, kata Kepala SMK Nuansa yang juga menjabat selaku Sekretaris Komisariat 10 SMK Wilayah Caringin itu,  saat ditemui berimbang.com diruang kerjanya Jum’at (29/01/16) siang tadi.

Lean juga mengatakan, terkait rumor maraknya peredaran obat terlarang dikalangan pelajar akan menjadi bahasan dalam rapat komisariat. “Rumor itu akan kami bahas dalam rapat komisariat,  agar disikapi juga oleh para kepala sekolah lainya”, tambah Lean.

Sementara itu ditempat terpisah, Kepala SMP Negeri Caringin H Yusuf Maksudi mengatakan, bahwa dampak mengkonsumsi obat terlarang berpengaruh besar terhadap mental siswa, yang memicu terjadknya penyimpangan prilaku.  Sehingga perlu disikapi serius dengan berbagai upaya.

“Kami akan terus melakukan pengawasan bahkan pemeriksaan terhadap siswa. Termasuk isi dalam handphone yang dibawa siswa, sebagai antisipasi berbagai penyimpangan prilaku para siswa”, tandas Yusuf. (Raden Supriyadi/Nana Suryana)

BogorJabodetabek

FPI Dapatkan Bukti, Ketua MWC NU Caringin : “Tutup Toko Obat Sasaka 2 Si Penjual Obat Terlarang !!!”

IMG-20160129-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Belasan anggota Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) DPC Caringin, Kamis (28/01/16) sore, mendatangi toko Obat dan Kosmetik Sasaka 2 di kampung Cisempur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Menurut ketua FPI Wilayah Caringin,  aksi yang dilakukannya ini sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat akan adanya penjualan obat terlarang. Walhasil, ratusan butir berbagai jenis obat-obatan terlarang ditemukan di toko itu.

“Ternyata informasi yang kami dapatkan bukan hisapan jempol belaka.  Kami temukan berbagai jenis obat terlarang yang dijual bebas di toko ini”, kata Ketua DPC FPI Wilayah Caringin, Jamal, kepada wartawan.

Lebih lanjut Jamal mengatakan, obat terlarang yang didapati itu selanjutnya disita sebagai barang bukti untuk ditindak lanjut. FPI meminta kepada pengelola toko tersebut untuk tidak menjual lagi obat obatan yang sama.  “Kami minta kepada pengelola toko agar tidak menjual lagi obat terlarang. Jika masih melakukan,  jangan salahkan kami dan masyarakat jika terpaksa menutup paksa toko ini dengan tindakan tegas”, ujar Jamal dengan tegasnya.

Nasir,  si penjaga toko, tidak bisa berbuat banyak ketika massa FPI dan LPI memintanya menunjukan obat – obatan terlarang yang selama ini diperjual belikan secara bebas di toko yang dijaganya. Satu persatu obat – obatan jenis penenang seperti alprazolam, hexymer dan trihexyphenidyl diserahkan Nasir kepada massa FPI dan LPI. Seperti saat dikonfirmasi wartawan, kepada FPI dan LPI juga, Nasir mengaku bahwa pemilik toko sudah berkoordinasi dengan aparat polsek, polres dan polda

“Ya saya cuma penjaga toko saja, soal koordinasi kata pemilik udah berkoordinasi dengan pihak aparat mulai dari kanit dan polsek, polres dan polda, ” ujar Nasir

Aktifitas toko obat itu pun memancing reaksi keras jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Caringin. Ketua MWC NU Caringin, Sarif Hidayat, S. Ag mendesak agar aparat berwenang segera bertindak dan menutup toko tersebut. “Sudah banyak Buktinya Klo memang toko obat itu menjual obat terlarang. sy dan kami sebagai masyarakat Cisempur Desa Cinagara meminta kepada aparat yg berwenang untuk segera menutup toko tersebut. Kami bersama masyarakat akan melakukan pengawasan terhadap toko itu,  jika masih ada aktifitas,  kami akan bertindak tegas”, tandas Ketua MWC NU Caringin,  yang akrab disapa Kang Endud ini. (Raden Supriyadi)

Jelajah Desa

Desa Pasir Jaya Realisasikan Kantor BPD, LPM Dan PKK

IMG-20160128-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Akhirnya pemerintah desa Pasirjaya, kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, dapat bernafas lega setelah berhasil menyelesaikan pembangunan kantor Badan Permusyawarahan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Program Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Menurut Kepala Desa (Kades) Pasirjaya Gina Garmina, fasilitas bangunan tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak aspirasi masyarakatnya yang direalisasikan melalui program Bantuan Provinsi Jawa Barat pada tahun lalu.

“Pembangunan kantor BPD, LPM dan PKK ini merupakan aspirasi masyarakat yang baru kami realisasikan setelah kami mendapat bantuan dari pemerintah provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2015“, kata Kades Pasir Jaya Gina Garmina, saat dijumpai berimbang.com diruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Gina menjelaskan, pembangunan kantor yang dimulai pada 15 desember 2015 lalu itu menghabiskan dana sebesar seratus dua puluh juta rupiah, dengan waktu penyelesaian selama satu bulan. “Dana bantuan provinsi yang kami terima sebesar seratus juta rupiah.  Sisanya yang dua puluh juta kami himpun dari dana swadaya”, jelasnya.

Gina menambahkan, ditahun 2016 ini pemerintah desanya masih berkonsentrasi pada pembangunan sarana infrastruktur. “Tahun ini kami akan melaksanakan pembangunan jalan lingkungan di wilayah rw 05,06,07 dan 08”, tandasnya.

Reporter  : Nana Suryana

Editor       : Raden Supriyadi

Depok

Razia Kendaraan Di Lingkungan Kampus, Pihak UI Gandeng Polsek Beji

Petugas sedang memberikan arahan.  (Foto : Rahmat Budianto)
Petugas sedang memberikan arahan. (Foto : Rahmat Budianto)

BERIMBANG.COM, Depok – Guna menertibkan pengendara roda dua di lingkungan Kampus UI Kota Depok , Unit Pelayanan Terpadu Pengelola Lingkungan Kampus (UPT PLK ) Universitas Indonesia Depok gelar rapat Koordinasi bersama Polsek Beji dan Koramil Beji di lingkungan Kampus UI.

Polsek Beji menggandeng PLK UI dan Koramil beji untuk melakukan Razia gabungan dalam rangka penertibkan pengendara roda dua yang tidak mentaati aturan di Lingkungan Kampus UI Depok .Rabu (27/1/2016) tadi pagi.

Pemeriksaan yang dilakukan diantaranya kendaraan yang tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)  dan yang tidak menggunakan Helm.

Menurut Kapolsek Beji melalui Seifo Humas Kapolsek Beji AKP, Asaeli Bate’e di lokasi kepada berimbang.com mengatakan, pihak UI berencana akan melaksanakan Razia Gabungan ini 2 bulan sekali dan rencananya akan di laksanakan pada tanggal 3 setiap bulannya pukul 16.00 WIB.

” Hal ini di lakukan sebagai Shockteraphy bagi pengendara roda dua, dari kalangan Mahasiswa dan masyarakat umum yang masuk di lingkungan kampus UI,” ujar Asaeli

” Untuk lokasi, sasarannya adalah Fakultas Tekhnik , Fakultas Ekonomi dan Pintu Keluar Fakultas Tekhnik. Jadwal nya akan di sesuaikan, terang Asaeli .

Hadir dalam rapat koordinasi yaitu Kapolsek Beji Kompol, Gusti Ayu Supiati, Pelda Edi W mewakili Koramil beji Serta Prof. Dr Ir Anondo Wijanarko. M. Eng, kepala UPT PLK Kampus UI. (Rahmat Budianto)

BogorJabodetabek

Laskar Pembela Islam Caringin : Perang Untuk Narkoba dan Miras

 IMG-20160127-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Penjualan bebas obat terlarang di toko Obat dan Kosmetik Sasaka 2 yang berlokasi di pertokoan kawasan Cisempur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, memancing reaksi sejumlah pihak. Laskar Pembela Islam (Lpi) Wilayah Caringin dalam waktu dekat akan melakukan tindakan tegas.  Hal itu dikatakan oleh ketua Lpi (Qo’id) Wilayah Caringin, Deden, saat ditemui berimbang.com dikediamanya, Selasa (26/01/16) kemarin.

“Kami akan pantau dan mencari buktinya.  Kalau sudah terbukti,  kami akan berkoordinasi dengan muspika dan akan mengambil langkah tegas! “, kata Deden, Qo’id Lpi Wilayah Caringin, kemarin.

Lebih lanjut, Deden mengatakan, apa yang dilakukan oleh pengusaha Toko Obat Sasaka 2 sudah tidak dapat ditolerir.  Karena menurutnya,  secara langsung sudah merusak generasi bangsa. Dalam hal ini  masih kata Deden, aparat penegak hukum harus segera mengambil tindakan.

“Kondisi ini harus segera disikapi oleh aparat penegak hukum, karena mental generasi penerus bangsa sudah dirusak mentalnya.  Apalagi pelanggaran hukum yang dilakukan penjual sudah sangat jelas.  Jangan sampai publik beropini adanya pembiaran”, tandas Deden.

Seperti diberitakan sebelumnya, Toko Obat Sasaka 2 menjual bebas obat terlarang jenis alfazolam, trihexyphenidyl, hexymer dan megadon pada anak dibawah umur. Ironisnya, saat dikonfirmasi, penjaga toko yang diketahui bernama Nasir mengatakan bahwa usahanya itu sudah dikoordinasikan dengan Polsek, Polres hingga Polda Jabar. (Raden/Nana/Yosef)