Jabodetabek

BogorJabodetabek

Kawanan Pencuri Satroni Rumah Wartawan, Dua Unit Sepeda Motor Dibawa Kabur

IMG-20160407-WA0008

BERIMBANG.COM, BOGOR – Belum usai penyidikan Polisi akan kasus dugaan perampokan di rumah Wantoro, seorang pensiunan Polisi di Kampung Cibandawa RT 6 RW 2, Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Selasa (6/4/16), pukul 19.30 WIB lalu, kawanan pencuri satroni rumah Wahyu Diansyah (38), seorang wartawan media online grup Rakyat Merdeka, warga Kampung Wates RT 3 RW 8, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kamis (7/4/16), sekitar pukul 03.00 WIB, dini hari tadi. Dalam aksinya, kawanan pencuri itu berhasil membawa 2 unit sepeda motor, 2 unit Hp Smart Phone serta uang jutaan rupiah.

Wahyu Diansyah, korban pencurian mengatakan, kejadian ini baru diketahuinya sekitar pukul 5.00 WIB pagi tadi. Saat ia bersama anggota keluarganya bangun tidur, didapati pintu depan rumahnya sudah terbuka.  Saat diperiksa,  sepeda motor honda beat new tahun 2015 bernomor polisi F 3357 QX dan Yamaha Mio J tahun 2014 dengan nomor Polisi F 3009 IC yang disimpan di ruang tamunya sudah hilang. Selain itu, 2 unit Hp merk Samsung juga turut raib digondol maling.

“Pencuri diperkirakan masuk rumah saya sekitar jam 3. Karena jam 2 saya belum tidur. Pas saya bangun subuh, pintu depan rumah sudah terbuka karena dicongkel maling. Dua unit motor dan dua hp saya berikut uang sekitar 5 juta didalam jok motor dibawa kabur maling”, kata Wahyu.

Sekitar pukul 7.00 WIB pagi tadi, lanjut Wahyu, tiga anggota Kepolisian Polsek Cijeruk Cigombong, sudah datang ke rumahnya untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Iman, warga setempat lainnya mengatakan, sekitar pukul 3.30 WIB dini hari tadi juga terjadi percobaan pencurian sepeda motor warga di kampung manggis yang lokasinya tidak jauh dari kampung Wates. Namun aksi pencurian berhasil digagalkan,  karena pemilik sepeda motor terbangun saat kawanan pencuri hendak membawa hasil curiannya.

“Motornya sudah mau dibawa kabur maling, tapi yang punya keburu bangun dan melawan pencuri itu sampai akhirnya pencuri itu kabur”, tutur Iman.

Pencurian kendaraan bermotor di kawasan Cigombong bukan terjadi kali ini saja. Sepekan terakhir, pencurian sepeda motor terjadi juga dirumah warga perumahan Gemilang dan di Perumahan Lido Permai Desa Ciburuy. (Raden)

BogorJabodetabek

Antam dan PPI Tanam 7.000 Pohon di Caringin

IMG-20160406-WA0003

BERIMBANG.COM, BOGOR – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bersama Himpunan Pemuda Pertambangan Indonesia (HPPI) melakukan penanaman 7.000 pohon durian jenis Matahari dan Montong di Kampung Limusnunggal, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Rabu (6/4/2016).

Penanaman 7.000 pohon durian sebagai salah satu implementasi corporate social responsibility (CSR) PT Antam ini, ditujukan untuk menjaga kelestarian alam di kawasan DAS Cisadane, menjaga produktivitas komoditi durian, dan meningkatan ekonomi masyarakat desa.

Vice President CSR PT Antam, Agus Yulianto, mengatakan, Antam adalah milik rakyat Indonesia karena Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. “Sehingga Antam selalu berkomitmen ikut melestarikan alam, meningkatkan produktivitas durian, sekaligus memberdayakan masyarakat dengan menambah penghasilan masyarakat,” katanya.

Penanaman pohon di Ciherang Pondok ini, kata Agus, adalah program keempat. Di mana tahun sebelumnya juga dilakukan di Cimande menanam pohon Jabon, menanam 4.000 pohon durian di Desa Tangkil, dan 6.000 pohon di Desa Cinagara. Total disebar di Kecamatan Caringin 18.000 pohon.

Ketua Umum DPP HPPI, Fahdli Alimin Hasyim, berharap pihak desa menyalurkan pohon durian ke masyarakat secara tepat sasaran, agar enam tujuh tahun ke depan bisa membantu taraf ekonomi masyarakat. “Cara tanam durian Montong dan Matahari ini disilang agar hasilnya bagus,” ujarnya.

Kepala Desa Ciherang Pondok, H Aldi Wiharsa, mengimbau masyarakatnya dan Ketua RT dan RW agar tidak menjual bibit durian tersebut. “Saya juga mengimbau agar jangan hanya ditanam langsung ditinggalkan. Tapi harus dipelihara. Pemdes akan terus pantau.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia yang juga isteri Kades, Novi Variana, juga mengajak masyarakat gemar menanam dan memelihara pohon. “Agar nyaman dan tak takut terjadi bencana alam dan mengurangi efek gas karbondioksida,” katanya.

Sekcam Caringin, Minarso, menambahkan, Desa Ciherang Pondok merupakan sentra durian meski yang terkenal adalah Durian Rancamaya. “Kualitas durian di Ciherang sangat bagus dan banyak variannya. Terbukti dalam kontes durian jadi juara II,” imbuhnya.

Acara penanaman pohon ini diikuti pula oleh Muspika Caringin, tokoh masyarakat, MUI, TNGP, Ketua RT dan RW, serta guru dan pelajar SD. (Raden)

BogorJabodetabek

Rumah Purnawirawan Polisi Disatroni Perampok, Korban Luka Dibacok

IMG-20160406-WA0002

BERIMBANG.COM, BOGOR – Rumah Purnawirawan Polisi di Kampung Cibandawa RT 6 RW 2 Desa Srogol Kecamatan Cigombong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/4) malam kemarin,  disatroni kawanan perampok bersenjata tajam. Wantoro (80), korban perampokan, menderita sejumlah luka serius dibagian kepala karena dibacok oleh para perampok saat mencoba melakukan perlawanan dan dirawat intensif di Rumah Sakit Medicare Cicurug.

Aksi kawanan perampok ini pertama kali diketahui oleh Rovik (20) tetangga korban yang mendengar teriakan korban yang kesakitan saat dianiaya para perampok yang diperkirakan berjumlah lebih dari tiga orang.

Rovik menceritakan, sekitar pukul 19.30 ia mendengar suara orang berteriak minta tolong dari arah rumah korban. Khawatir terjadi apa – apa, Rovik langsung mengintip kedalam rumah korban melalui kaca jendela samping rumah korban. Rovik mengaku terkejut saat melihat beberapa orang mencurigakan didalam rumah yang sedang menganiaya korban. Korban tidak berdaya melawan aksi kawanan perampok, karena dalam kesehariannya korban yang sudah berusia lanjut itu tinggal dirumahnya seorang diri.

“Saya reflek berteriak maling, kemudian ketiga orang itu langsung keluar rumah dan melarikan diri dengan menggunakan mobil pickup warna hitam yang parkir di seberang rumah korban ke arah bogor”, tutur Rovik, kepada berimbang.com.

Tetangga korban lainnya mengatakan, saat perampokan terjadi situasi disekitar rumah korban masih ramai. Bahkan, warga juga melihat sebuah mobil pickup warna hitam yang parkir diseberang rumah korban dalam keadaan mesin hidup. “Kami tidak menyangka kalau itu mobil perampok. Kami kira orang yang parkir biasa”, kata tetangga korban yang enggan menyebutkan namanya.

Rabu (6/4) pagi, jajaran Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Cijeruk – Cigombong melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian. (Raden)

BogorJabodetabek

UN Sekolah Menengah di Cigombong Berjalan Lancar

IMG-20160405-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tingkat Sekolah Menengah Tahun 2016 di wilayah Kecamatan Cigombong berjalan lancar dan tidak dijumpai adanya kendala. Meski tidak melibatkan pengawas dari independen,

pelaksanaan ujian tahun ini tidak luput dari pengawasan aparat Kepolisian setempat.

Di Madrasah Aliyyah Negeri (MAN) Cijeruk yang dipimpin oleh E. Supriyatman,  ujian diikuti oleh 262 peserta. Menurut ketua panitia ujian Agus Suhendar, para peserta itu terdiri dari 177 siswa siswi MAN Cijeruk, dan sisanya 95 orang siswa dari 5 sekolah swasta yang bergabung ke MAN. “UN di sekolah kami diikuti oleh 262 peserta. Sekolah kami merupakan Sub Rayon yang membawahi 19 sekolah, jadi pendistribusian soal ujian dikonsentrasikan di sekolah kami dengan pengamanan ketat tentunya”, kata ketua panitia UN yang juga pembina kesiswaan itu.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, pada hari ini soal yang diujikan ada beberapa mata pelajaran, sesuai dengan bidang jurusannya. “Untuk kelas Ipa diujikan mata pelajaran matematika dan biologi, kelas Ips Matematika dan Sosiologi dan kelas Agama diujikan mata pelajaran Matematika dengan Fiqih”, jelasnya.

Pelaksanaan UN juga diawasi oleh Jajaran Kepolisian Sektor Cijeruk dan Cigombong dipimpin langsung Kapolsek Kompol Suhartono. Dalam giat ini, selain monitoring, aparat Kepolisian juga melakukan sosialisasi terkait antisipasi kerawanan pelajar paska ujian.

Sementara itu UN di SMK Nuansa Cigombong diikuti oleh 137 peserta, dengan mengujikan satu mata pelajaran yakni Matematika. Menurut panitia, tidak ada kendala yang dihadapi dalam ujian tahun ini. “Ujian berjalan lancar tanpa kendala, karena sebelumnya kami telah melakukan persiapan dengan matang. Meskipun ada salah satu siswa kami yang mengalami kecelakaan, namun dia memaksakan hadir untuk mengikuti ujian”, pungkas Reslanit P. Soblely S. Pd, salah satu panitia UN di SMK Nuansa. (Raden)

BogorJabodetabek

Dilaporkan Kekasih, Siswa SMK Ini Ikuti UN Ditahanan Polsek

IMG-20160404-WA0007
Siswa SMK Cigudek sedang melaksanakan UN di polsek. ( Foto : Raden )

BERIMBANG.COM, BOGOR – Seorang pelajar salah satu Sekolah Menengah Kejuruan swasta di Kecamatan Leuwiliang, terpaksa mengikuti Ujian Nasional di Polsek Cigudeg. Pelajar laki – laki berusia 19 tahun berinisial VK itu ditangkap jajaran Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Cigudeg,  setelah dilaporkan teman dekatnya atas dugaan tindakan penganiayaan.

VK, pelajar SMK warga Kampung Lebakwangi Girang, Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, ditangkap jajaran reskrim Polsek Cigudeg, seusai menonton laga final sepak bola antara Persib Bandung dengan Arema Malang, di Gelora Bung Karno.

Kanit Reskrim Cigudeg AKP Asep Saepudin mengatakan, pelaku yang masih duduk dibangku sekolah menengah kelas XII itu dilaporkan kekasihnya yang bernama Siti Pia Ruckiyah (24), warga Kampung Babakan Lapangan, RT 02/01, Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, atas dugaan penganiayaan. “Pelaku kami amankan tadi pagi di stasiun kereta Parungpanjang dan langsung digelandang ke Mapolsek,” ujar AKP. Asep kepada berimbang.com.

Ia menjelaskan, pelaku mengikuti ujian dibawah pengawasan petugas UPT Pendidikan Leuwisadeng. Jika terbukti bersalah,  pelaku terancam hukuman yang cukup berat. “Atas perbuatannya, siswa SMK Widia Bhakti itu dijerat pasal 351 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” pungkasnya. (Raden)

BogorJabodetabek

Buang Sampah ke Galuga Tanpa Izin, Bima Arya Diadukan ke Mabes Polri

IMG-20160404-WA0003

BERIMBANG.COM, Bogor – Perjanjian antara Pemerintah Kota Bogor dengan Pemerintah Kabupaten Bogor terkait pembuangan sampah ke TPA Galuga per tanggal 31 Desember 2015 telah berakhir. Namun, hingga kini Pemerintah Kota Bogor masih membuang sampah ke lokasi tersebut. Walhasil, Senin (4/4/16) Forum Silaturahmi warga sekitar TPA Galuga (FOSGA) mengadukan Walikota Bogor Bima Arya ke Mabes Polri.

Menurut kordinator FOSGA Nanang, perjanjian antara Pemerintah Kota Bogor dengan Pemerintah Kabupaten Bogor nomor 658.1/2/PRJN/KS/2011 dan 658.1/PERJ.199-DKP/2011 tentang perpanjangan kerjasama pengelolaan TPA Galuga telah berakhir tanggal 31 Desember 2015,  dan hingga saat ini belum diperpanjang. Paska berakhirnya perjanjian tersebut maka pembuangan sampah yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bogor cq Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor ke TPA Galuga dalam rentang waktu Januari sampai dengan April 2016 adalah ilegal.

Selain itu, lanjut Nanang, merujuk ketentuan pasal 44 ayat (2) Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,  bahwa Pemerintah Daerah harus menutup tempat pemprosesan akhir sampah yang menggunakan sistem pembuangan terbuka paling lama 5 (lima) tahun sejak berlakunya undang undang ini. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak diperkenankan untuk memperpanjang perjanjian dimaksud.

Nanang aktivis yang lahir dari amanat penderitaan rakyat ini juga memaparkan, pembuangan sampah ke TPA Galuga selain melanggar Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,  juga diduga berpotensi melanggar Undang Undang Nomor 26 Tahun 2007, tentang Penataan Ruang dan Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Makanya, kata Nanang, Walikota Bogor Bima Arya bersama-sama Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor Irwan Riyanto yang memerintahkan petugas DKP Kota Bogor melaksanakan pembuangan sampah ke TPA Galuga patut diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana ketentuan pasal 421 KUHP bahwa seorang pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan memaksa seseorang untuk melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

 “Karena itu saya sebagai warga negara yang taat hukum mengadukan Bima Arya ke polisi untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku,” kata dia. (Raden)

BogorJabodetabek

Lomba UKS Merubah Paradigma Sekolah Agar Menjadi Lebih Baik

IMG-20160404-WA0002

BERIMBANG.COM, BOGOR – Implementasi program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)  merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan peran serta aktif dari semua pihak. Hal itu dikatakan Ketua Tim Penilai Lomba Sekolah Bersih Tingkat Kabupaten saat meninjau Sekolah Dasar Negeri Cisalada 1 di Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Senin (4/4/16).

Ketua Tim Penilai Lomba Sekolah Bersih Syarief Hidayat mengatakan, perlomba ini rutin dilaksanakan setiap tahun di bulan Maret dan April se Kabupaten Bogor, mulai dari Taman Kanak – kanak hingga sekolah menengah. Sarief menjelaskan, banyak kriteria yang dinilai dalam perlombaan. Diantaranya, bidang kebersihan dan kesehatan di lingkungan sekolah. “Kriteria penilaiannya banyak sekali, yang jelas bagaimana meningkatkan grafik kesehatan masyarakat di sekolah melalui pola hidup bersih dan sehat”, katanya.

Sarief menambahkan, sasaran utama dari kegiatan ini adalah pembinaan sekolah dalam melaksanakan Trias UKS, yakni Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Lingkungan Sekolah Bersih dan Sehat.

Masih di lokasi yang sama, Kepala SD Negeri Cisalada 1 Tatang Sobandi, mengaku puas dengan semua hal yang ditampilkan dalam perlombaan.  Karena, semua berasal dari dan oleh warga sekolah. “Kami sangat bangga, karena apa yang kani miliki saat ini di sekolah merupakan hasil swadaya murni dari warga sekolah, meskipun harus kami akui masih serba seadanya”, ujar Tatang, kepada awak media.

Sementara itu, Kepala Upt 38 Cigombong Zainudin mengatakan, perlombaan ini bukan hanya sebagai momen untuk mengejar kemenangan saja, akan tetapi lebih kepada merubah paradigma sekolah agar menjadi lebih baik dan berpola hidup bersih dan sehat. “Sekolah yang mengikuti perlombaan harus menjadi contoh bagi sekolah lain khususnya dibidang kesehatan dengan menerapkan PHBS. Program UKS juga harus berjalan di setiap sekolah”, tandasnya. (Raden)

BogorJabodetabek

Dua Titik Longsor di Puncak Diperbaiki

IMG-20160402-WA0003IMG-20160402-WA0003

BERIMBANG.COM, BOGOR – Paska bencana longsor yang melanda dua wilayah desa di kawasan Puncak Cisarua Bogor Jumat (1/4) petang kemarin, pemerintah desa bersama warga dibantu tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Sabtu (2/4) pagi,  bahu membahu memperbaiki area bencana.

Longsor terjadi di Desa Cilember Kecamatan Cisarua dan Desa Megamendung Kecamatan Megamendung, Jumat sore, saat hujan deras mengguyur. Sejak pagi tadi, Tim BPBD, aparat pemerintah  desa bersama warga Cilember, bergotong – royong melakukan evakuasi material longsoran tanah yang menutupi ruas jalan desa.

Kasie Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Budi Aksomo mengatakan, longsor terjadi di dua titik, yakni di Desa Cilember, Kecamatan Cisarua dan Desa Mengamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. “Iya, kemarin sore ada dua titik jalan longsor, hanya membuat jalan di perkampungan warga sempat terputus,” katanya, saat dikonfirmasi, awak media.

Budi menambahkan, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor di kawasan Puncak tersebut. “Tidak ada korban dalam bencana longsor ini. Sambil memperbaiki area bencana, kami juga masih mengumpulkan data dan memonitor juga di wilayah lain yang rawan bencana,” jelasnya.

Budi mengimbau, warga yang bermukim di daerah rawan longsor dan banjir, untuk tetap waspada, lantaran hujan hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. “Hujannya merata mengguyur Bogor. Kami imbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana agar waspada dengan kondisi seperti sekarang,” pungkasnya.

Hujan deras yang melanda kawasan Bogor dan sekitarnya kemarin juga memicu peningkatan debit air di aliran sugai. Lonjakan debit air juga mengakibatkan Tinggi Muka Air (TMA) di bendung Katulampa pada pukul 17.00 WIB kemarin mencapai 200 sentimeter  dan berstatus Siaga 1. Lonjakan debit air juga memicu aliran air sungai Ciliwung meluap, hingga merendam Pasar Induk Jambu Dua Kota Bogor. (Raden)

BogorJabodetabek

Puncak Diguyur Hujan, Katulampa Siaga 1, Pasar Induk Jambu Dua Bogor Direndam Banjir

IMG-20160401-WA0005

BERIMBANG.COM, BOGOR – Hujan deras yang mengguyur kawasan Puncak, Cisarua, Bogor dan sekitarnya,  Jum’at (1/4) sore, memicu kenaikan debit air di Pintu Bendung Air Katulampa hingga berstatus Siaga 1 dengan Tinggi Muka Air (TMA) mencapai 200 sentimeter.

“Informasi yang saya terima hujan deras di wilayah Puncak yang membuat debit air naik drastis,” kata petugas Bendung Katulampa, Andi Sudirman kepada berimbang.com.

Andi menjelaskan, Bendung Cibalok pun mengalami kenaikan TMA hingga mencapai 100 sentimeter, padahal biasanya ketinggian air hanya mencapai 40 hingga 50 sentimeter.

“Ketinggian air terus naik, karena di daerah Gadog sedang hujan,” singkatnya.

Sementara itu, kenaikan drastis debit air di aliran sungai Ciliwung juga mengakibatkan Pasar Induk Jambu Dua terendam banjir. Luapan sungai Ciliwung merendam kios di lantai basement Bolok A pasar induk Jambu Dua Bogor Utara, Kota Bogor. Banjir setinggu lutut orang dewasa itu menyebabkan pedagang tidak bisa berjualan.

Kejadian yang menimpa para pedagang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, saat debit sungai Ciliwung besar. “Ini air dari saluran air warga, memang setiap Ciliwung meluap airnya masuk lewat situ,” kata edi (40), pedagang setempat kepada berimbang.com di lokasi. (Raden)

BogorJabodetabek

Warga Cisadane Gempar, Mayat Lelaki Ngambang di Sungai

IMG-20160401-WA0000

BERIMBANG.COM, BOGOR – Warga bantaran Kali Cisadane RT04/ 03, Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor di gegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas, Kamis (31/03). Menurut Tim Evakuasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bogor,  mayat tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar yang hendak berangkat ke sawah.

“Pada saat korban dievakuasi tidak ditemukan identitas, dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Bogor untuk diidentifikasi,” kata Abdul Muid, anggota Tagana Kota Bogor, kepada sejumlah awak media.

Sementara itu, Kapolsek Bogor Barat Kompol Indrat ketika dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, penemuan mayat ini terjadi sekitar pukul 06:00 WIB.

“Setelah kami ditelusuri akhirnya identitas mayat tersebut dapat teridentifikasi, dengan nama Endih (50) warga Curug Mekar, RT 01/06, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor,” kata Indrat kepada Publik Bogor.

Ia menambahkan, jajarannya langsung menghubungi pihak keluarga untuk segera dimakamkan.

“Kalau informasi dari keluarganya memang dia memiliki riwayat penyakit epilepsi,” tutupnya. (Raden)