Jabodetabek

BogorJabodetabek

Miris! Tinggali Hutang, Siswa SDN Cigombong 4 Tidak Naik kelas

IMG-20160611-WA0001

BERIMBANG.COM , Bogor  – Siswa kelas satu  Sekolah Dasar Negeri ( SDN ) Cigombong 4, Desa cigombong, Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor, FH tidak naik kelas diduga orang tua murid memiliki tunggakan pribadi dengan wali kelas SDN Cigombong 4 yang bernama Dedeh.

Kepada berimbang.com, orang tua murid SL menyesalkan, hanya cuma gara gara orang tua murid mempunyai hutang pribadi,  anaknya tidak di naikan kelas, sedangkan temannya yang jarang masuk sekolah dan jarang belajar  bisa naik ke kelas dua. Jumat (10/06/2016).

” Masa gara-gara saya punya hutang ke wali kelas, anak saya tidak naik kelas, lagian inikan persoalannya pribadi dengan saya, jangan dibawa-bawa ke urusan sekolah,” ujar SL dengan nada kesal.

Terpisah,  Kepala Unit Pelaksana Teknis Pendidikan (UPT P)  Jenudin ketika dikonfirmasi mengatakan, akan menangani permasalahan yang menimpa siswa  SDN Cigombong 4.

“Insya Allah, akan kami tangani dan kami sampaikan permasalahan tersebut kepada yang bersangkutan , kalo memang karena gara-gara tunggakan pribadi, mudah-mudahan ada jalan keluarnya,” Tandas Jenudin. ( Surya )

Editor : Suci Iriana

BogorJabodetabek

Limbah Peternakan Sapi Di Protes Warga

IMG-20160610-WA0000

BERIMBANG.COM , Bogor – Peternakan sapi milik H. Iwan. s yang sudah berdiri sejak tahun 2008 di Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, di protes warga, pasalnya dampak yang ditimbulkan seperti air dan kotoran sapi mengganggu warga lingkungan sekitar. Kamis (9/6/2016)

“Setiap hujan turun, air dari kotoran sapi tersebut sangat bau, dan sudah beberapa kali kami menyampaikan persoalan tersebut ke pemerintah daerah. namun, hingga saat ini , belum ada langkah serius untuk mengatasi masalah ini”. ungkap warga yang enggan disebut namanya di sekitar proyek sapi

Ditambahkan warga , jumlah sapi tersebut kurang lebih ada 39 ekor, peternakan sapi berdiri diatas lahan garapan, dan untuk perizinan tidak ada izin sama sekali, dari dinas peternakan maupun dinas kesehatan tidak pernah memantau perkembangannya.

Terpisah, kepada berimbang.com Iwan mendukung dengan adanya peternakan, karena menurut Iwan,  dengan adanya peternakan sapi tidak pernah limbahnya mencemari warga, justru dengan adanya peternakan sapi dapat membantu warga setempat yang tidak bekerja, tabung penampung bio gas pun sudah disediakan.

” Saya berharap Pemerintah Kabupaten Bogor bisa memberikan solusi. Tidak harus dipindah, tetapi setidaknya ada upaya untuk membuat aturan soal pengolahan limbah kotoran. Mungkin bisa dijadikan pupuk atau apalah, yang penting bau kotoran jangan sampai masuk ke dalam lingkungan masyarakat. Tandasnya (Irwan /Nana)

Editor : Suci Iriana

BogorJabodetabek

Terkait Pembebasan Lahan Tol, Pihak MNC Di Komplain Warga

IMG-20160608-WA0005

BERIMBANG.COM , Bogor – Musyawarah antar warga Desa Wates Jaya dan pihak MNC tak kunjung usai pada pertemuan ke – 2, di gedung aula PGRI Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor. Pasalnya, ahli waris dari pemilik lahan menuntut ganti rugi dikarenakan belum ada pembayaran pembebasan lahan yang akan di bangun di  Jalan Tol Ciawi – Sukabumi (Cisuka). Rabu (8/6/2016).

 Tanah yang terkena pembangunan Jalan Tol Cisuka tersebut diantaranya, milik H. Suparman dengan luas  tanah 3000 meter , sedangkan tanah milik H. Ahmad Armun 4000 meter

Pantauan berimbang.com, saat rapat musyawarah berjalan sempat terjadi adu mulut antar si pemilik lahan dan pihak MNC . Ahli waris menanyakan dasarnya menjual tanahnya sedangkan pihak MNC melakukan pembayaran berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang sah dari BPN.

Tim Pengadaan Tanah (TPT), Bambang Suharto mengatakan, kalau memang ada pihak yang merasa dirugikan atau pemilik tanah dengan cara apapun,  pihaknya siap melakukan kekeluargaan ataupun jalur hukum.

” Mau cara kekeluargaan apa dengan jalur hukum, sebab pihak kami melakukan pembayaran sudah sesuai prosedur,” tutur Bambang.

“Insya Allah akan saya fasilitasi permasalahan ini, karena sifatnya disini saya hanya bisa membantu,” tambahnya.

Sementara itu di tempat terpisah , Sekretariat Pengadaan Tanah BPN Kabupaten Bogor,  Ngadio menjelaskan, belum bisa memastikan apakah tanah warga tersebut terjual, karena sampai saat ini data satelitnya ada di peta dan belum diketahui , oleh karena itu data tersebut akan di olah dulu terlebih dahulu oleh pihak BPN. (Irwan / Surya)

Editor : Suci Iriana

JabodetabekJakarta

Dua kontainer Terbakar Di Tol Cikampek, Kemacetan 18 Km

aecb8da0807da21152157cddbc785171f

BERIMBANG.COM, Jakarta – Macet parah terjadi dari arah tol Jakarta menuju Cikampek, Selasa, 7 Juni 2016. Kemacetan tersebut disebabkan adanya kecelakaan yang mengakibatkan kendaraan terbakar.

Salah satu petugas call center Jasa Marga, Riko menjelaskan, kecelakaan yang mengakibatkan kendaraan terbakar ini terjadi sejak Selasa sore, hingga kini sudah berhasil dievakuasi.

“Dari informasi yang diterima, kecelakaan ini melibatkan tiga kendaraan. Dua kontainer dan satu mobil boks. Tetapi yang terbakar itu dua trailer saja. Sekarang sudah berhasil dipindahkan,” ujar Riko sata dihubungi VIVA.co.id.

Riko menjelaskan, efek dari kecelakaan ini mengakibatkan kendaraan mengantre panjang, dari lokasi kejadian tepatnya di KM 18 hingga KM 0 yang berada di kawasan Cawang Jakarta Timur.

“Kemacetan kurang lebih 18 kilometer, saat ini belum terurai,” kata Riko.

JabodetabekJakarta

Kebakaran Hanguskan Pemukiman Di Gang Krindo Tambora

d2207d5f5299ae136f96b25b0940a1b1f

BERIMBANG.COM, Jakarta – Kebakaran kembali terjadi di Jakarta. Kali ini si jago merah menghanguskan permukiman di Gang Krindo, RT 05 RW 04, Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan, kebakaran ini terjadi mulai pukul 00.30 WIB.

Suku Dinas Kebakaran Jakarta Barat mengerahkan 6 mobil pemadam ke lokasi permukiman padat tersebut.

“Info #Kebakaran Gang Krindo RT.05/04, Kel. Duri Selatan, Kec. Tambora, Jakarta Barat saat ini Tim Damkar sdh 6 Unit meluncur ke lokasi,” cuit BPBD DKI Jakarta melalui akun Twitter-nya @BPBDJakarta, Senin (6/6/2016).

Hingga kini proses pemadaman masih berlangsung. Belum diketahui penyebab dan taksiran kerugian akibat kebakaran tersebut. (Rin)

BogorJabodetabek

Puluhan Warung Remang-Remang Di Cileungsi Diratakan Petugas Gabungan

e137970dbdf64e14ee0fa5d78992d2bff

BERIMBANG.COM, Bogor – Setelah tempat hiburan malam ilegal, petugas gabungan kembali membongkar puluhan warung remang-remang atau warem di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Sebanyak 50 warung remang-remang di Desa Cileungsi Kidul dan Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi diratakan petugas Satpol PP, kepolisian, dan TNI.

“Pembongkaran kali ini khusus untuk warem. Minggu kemarin kami sudah membongkar 19 tempat karaoke ilegal di wilayah Kemang,” kata Kabid Pembinaan dan Pemeriksaan Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah, Sabtu (4/6/2016).

Menurut dia, bangunan semi permanen dan permanen itu diduga kerap dijadikan tempat untuk pesta minuman keras dan prostitusi.

“Banyak aduan dari masyarakat kawasan ini kerap dijadikan tempat maksiat. karena itu kita ratakan,” kata dia.

Agus mengatakan, sebelum dilakukannya eksekusi, Satpol PP sudah berulang kali memberikan surat peringatan kepada para pemilik bangunan untuk membongkar sendiri bangunan mereka. Namun sampai peringatan ketiga, tidak indahkan mereka.

“Penertiban ini sesuai dengan komitmen bersama untuk memberikan rasa aman dan Kondusif bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa serta melakukan pengamanan berupa pencegahan penyakit masyarakat,” kata dia.

Ia menambahkan, imbauan pembongkaran bangunan tak berizin tersebut sudah dilakukan sejak 2015. Bahkan sudah bukan rahasia umum cafe-cafe yang berada di dua desa itu jadi tempat mangkal pekerja seks komersial (PSK)

“Ya ini kelemahan kita. Tapi ke depan akan kita awasi lewat apartur di wilayah supaya tempat ini tidak dijadikan lagi warem atau tempat maksiat lainnya,” ujar Agus.

Sementara itu terkait para muncikari yang membandel dan dan membuka usahanya kembali setelah penggusuran pihaknya berjanji akan mengawasinya dan ditindak tegas.

Sementara tidak ada perlawanan saat dilakukan pembongkaran yang berlangsung sejak Sabtu pagi hingga sore itu. Para pemilik warem terlihat pasrah sambil menyaksikan tempat usaha mereka dibongkar.(rin)

JabodetabekJakarta

Gedung Kantor Cabang Bina Area Persada Di Jakarta Diresmikan

IMG_20160531_112109

BERIMBANG.COM, Jakarta – Gedung Kantor Cabang PT. Bangun Area Persada (BAP) di Kelurahan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur baru saja diresmikan. Perusahaan yang bergerak dibidang pengamanan ini memperkerjakaan sekitar kurang lebih 19.000 pegawai yang tersebar dibeberapa wilayah. Selasa (31/5/2016).

Direktur PT. BAP (Bina Area Persada) Abraham dalam sambutannya mengatakan, perusahaan yang didirikan tahun 1990 dapat memberikan nilai-nilai positif di kalangan masyarakat dan untuk pertama kalinya didirikan di Surabaya dan sekarang dibuka cabang baru di wilayah Bambu Apus, Jakarta Timur..

Abraham juga menuturkan, perusahaan security dibawah pimpinannya bukan karena sakti atau.kekuatan dari pihak lain tetapi merupakan kepercayaan masyarakat yang diberikan.

” Ini berkat masyarakat, perusahaan menjadi besar bukan karena pihak lain atau kekuatan lain, saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat yang mendukung kami,” ucap Abraham.

” Semoga dengan dibuka cabang baru perusahaan di Bambu Apus, Jakarta dapat bermanfaat kepada masyarakat dan supaya dapat di percaya oleh masyarakat untuk lebih berkarya ke depannya,” tambahnya.

Kapolsek Cipayung diwakili AKBP Rusman,  mengatakan, dengan dibuka cabang di Jakarta dapat menjadikan petugas keamanan (Security.red) yang handal dan profesional dalam menjalankan tugas pengamanan ditempatnya bertugas.

” Ya, kami mengharapkan juga dapat menjalin persaudaraan dengan masyarakat di Jakarta,” ucapnya.

JabodetabekJakarta

Bocah 4 Tahun Jatuh Dari Lantai 18 Apartemen

7277610311eb714071c586fbe2ceb280f

BERIMBANG.COM, Jakarta – Seorang bocah berusia empat tahun bermama Korbar Marceilo jatuh dari lantai 18 unit AK Tower A Green Bay, Pluit, Jakarta Utara sekira pukul 11.30 WIB.

Insiden itu terjadi saat korban sedang ditinggal ibunya, yakni Tju Henny (35) yang tengah ada keperluan di lobi apartemen.

“Ibunya lagi turun ke lobi mau ambil surat. Di kamar dia lagi ditinggal sendirian,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono kepada wartawan di ruangannya, Jakarta, Senin (30/5/2016).

Setibanya di kamar, ibunya pun kaget melihat anaknya sudah berada di lantai dasar dengan tubuh berlumuran darah. Padahal, dia hanya lima menit meninggalkan anaknya.

Akibat peristiwa tersebut, bocah itupun tewas seketika. Terlihat ia mengalami luka di bagian muka dan pundak sebelah kiri.

Saat disinggung adakah unsur kelalaian yang dilakukan ibunya, Awi mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih dulu.

“Nanti kita lihat sesuai proses penyidikan ada atau enggak (kelalaian), apalagi ini anak sendiri. Jangan sampai nanti sudah jatuh malah ketimpa tangga,” tukas Awi.(Abd)

JabodetabekJakarta

Tolak Aplikasi Clue, Ahok Pecat Ketua RW

3e2e481da25186f80dff2da162b69853f

BERIMBANG.COM, Jakarta – Lantaran menentang kebijakan Pemprov DKI terkait kewajiban mem-posting di aplikasi Clue, Agus Iskandar, Ketua RW 012, Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dipecat oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Iya betul hari Jumat kemarin. Tapi legalitas formalnya saya belum terima, menunggu keputusan dari wali kota, baru ucapan dari lurah saja,” kata Agus, Minggu (29/5/2016).

Sebab, berdasarkan undangan dengar pendapat dengan Komisi A DPRD Jakarta yang membicarakan SK-Gub 903/2016 tentang Pemberian Uang Penyelengaraan Tugas dan Fungsi Rukun Tetangga dan Rukun Warga tidak ada sanksi bahwa Ahok bisa mencopot pengurus warga.

“Dalam Pergub 903 itu tidak ada sanksi. Kenapa saya harus diberhentikan? Sanksinya kalau saya tidak melaksanakan pemotoan tiga kali sehari saya enggak terima duit, ya saya enggak masalah,” ketus Agus.

Agus sendiri merasa heran soal pemecatannya. Ia pun menyebut Ahok sebagai pemimpin bertangan besi.

“Dan aturan manapun tidak membenarkan Gubernur memecat RT RW karena prinsipnya kan yang namanya RT RW legalitasnya sebenarnya di masyarakat. Mereka yang ngangkat, yang jadi masalahnya ini tangan besi,” tegasnya.

Atas peristiwa yang dialaminya itu, hari ini Agus bersama seluruh RT & RW di DKI Jakarta yang dihadiri oleh LBH Jakarta dan beberapa LSM akan melakukan konsolidasi hasil dengar pendapat dengan komisi A DPRD DKI Jakarta tentang SK Gubernur Nomor: 903 Tahun 2016 tentang pemecatannya.

Adapun agenda itu akan dilaksanakan pukul 20.00 WIB di halaman Kantor RW 012 Kelurahan Kebon Melati, Jalan Sabeni Raya No.1. (Abd)

JabodetabekJakarta

Pembangunan RPTRA Terhambat, Ahok Salahkan RT Dan RW

4330cac9fc2f0e2d3fa90af4d29c961ff

BERIMBANG.COM, Jakarta – Diprotes soal penggunaan aplikasi Qlue, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) balik menyerang. Ahok menuding pihak-pihak yang melakukan protes merasa tak leluasa lagi melakukan pungutan liar, hingga tuduhan adanya kepentingan politik di balik kritik keras tersebut.

Tak berhenti sampai di sana, mantan Bupati Belitung Timur itu juga menuding para pemprotes Qlue yang merupakan pengurus RT/RW adalah pengemplang tanah yang menyebabkan pembangunan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) terhambat.

“Terus ada enggak oknum RT/RW yang ngemplang jalur hijau, saluran peghubung, bikin kios, sewain Rp 1,5 juta satu bulan, parkir liar, itu semua oknum RT/RW. Ada enggak oknum RT/RW dudukin fasos fasum, banyak. RPTRA kami terhambat berapa puluh gara-gara oknum RT/RW dudukin. Buat apa? buat rumah, sewain kontrakan, parkir mobil,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (27/5/2016).

Ahok melanjutkan, oknum pengurus RT/RW tersebut seolah berkuasa atas lahan di lingkungannya. Karenanya, melalui Qlue dan berbagai kebijakan lain, Ahok hendak menjadikan lurah seperti manajer perumahan yang membawahi pengurus RT/RW, bertugas mengurus lingkungan secara sukarela dan disediakan uang insentif operasional secukupnya.

“Nah sekarang saya minta RT/RW jadi perpanjangan lurah yang menjadi estate manager dan bapak ibu asuh. Kalau kamu enggak bisa jadi bapak ibu asuh ya silakan mengundurkan diri. Kenapa mesti ke DPRD? Main politik dong,” lanjut dia.

Kepentingan politik menjelang Pilgub pun tak luput dari sorotan Ahok. Menurutnya, dengan adanya protes semacam ini, ada indikasi ancaman para pengurus RT/RW tak akan memilih Ahok dalam Pilgub mendatang.

“Itu lebih tepat saya terjemahin, ‘kita (pengurus RT/RW) ngancam enggak mau pilih lu. Kita akan pilih DPRD dari partai yang nerima kita’. Saya terjemahin aja yang lebih tepat,” tukas dia. ( Ako)