Depok

Depok

Saluran Air Terbuka di Kemiri Muka Picu Bau Menyengat, Warga Desak Pemkot Depok Segera Bertindak

Depok, Berimbang.com – Kondisi saluran air terbuka di kawasan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok, menuai keluhan warga. Pasalnya, sejak dilakukan penertiban dan pembongkaran bangunan liar pada akhir tahun 2025, hingga kini belum ada tindak lanjut penataan dari pemerintah setempat.

Ketua RW 015 Kemiri Muka, Arif Afifullah, mengungkapkan bahwa saluran air yang dibiarkan terbuka tersebut menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu aktivitas warga.

“Bau yang muncul didominasi oleh limbah bulu dan darah hasil pemotongan ayam dari pasar Kemiri Muka,” ujarnya, Jumat (10/4).

Selain persoalan bau, kondisi saluran yang terbuka juga dinilai membahayakan. Arif menyebut sudah beberapa kali kendaraan terperosok ke dalam saluran air yang berada di samping rel tersebut.

“Sudah berkali-kali mobil terperosok karena saluran tidak ditutup atau dirapikan,” tambahnya.

Warga berharap Pemerintah Kota Depok segera mengambil langkah konkret untuk menutup dan menata ulang saluran air tersebut. Hal ini dinilai penting, tidak hanya untuk kenyamanan lingkungan, tetapi juga untuk keselamatan pengguna jalan.

Arif juga menekankan bahwa penataan yang baik dapat mencegah munculnya kembali bangunan liar di sepanjang saluran tersebut.

“Kami berharap segera ada tindakan, agar lingkungan lebih tertata dan tidak ada lagi bangunan liar yang berdiri di lokasi tersebut,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kota Depok terkait rencana penanganan saluran air di kawasan tersebut.

Iik

Depok

Gudang Online di Sukmajaya Diduga Berdiri di Lahan Fasos-Fasum, Warga Keluhkan Aktivitas Truk

BERIMBANG.com, Depok – Sebuah bangunan gudang yang digunakan untuk aktivitas jual beli online di Jalan Pertanian RT 01 RW 04, Sukmajaya, , menjadi sorotan warga. Gudang tersebut diduga berdiri di atas lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak pengelola (GDC) disebut telah melayangkan surat kepada pemilik bangunan agar segera melakukan pembongkaran. Namun, pemilik gudang dikabarkan meminta toleransi atau kebijakan agar bangunan tersebut tidak dibongkar.

Gudang Online di Sukmajaya Diprotes Warga, Diduga Tak Kantongi Izin Lingkungan

Di sisi lain, keberadaan gudang tersebut juga menuai keluhan dari warga sekitar. Sejumlah warga mengaku tidak pernah dimintai persetujuan atau izin lingkungan terkait pembangunan gudang yang lokasinya berdekatan dengan permukiman mereka.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keberatannya. Ia menilai aktivitas keluar-masuk kendaraan, khususnya truk, telah mengganggu kenyamanan lingkungan.

“Sejak berdiri bangunan tersebut tidak ada izin dari kami, padahal lokasinya bersebelahan dengan rumah. Kami terganggu dengan lalu lalang mobil truk di depan rumah,” ujarnya.

Ketika di konfirmasi , Kabid Pengawasan. Dan Pengaduan ( Wasdu), Maryadi mengatakan , sudah kami perintahkan orang lapangan untuk mengecek dan sudah melayangkan surat untuk klarifikasi.

” Kami sudah minta kepada pemilik gudang untuk klarifikasi, ” jelas Maryadi diruang kerjanya belum lama ini.

Selain persoalan izin lingkungan, warga juga menduga bangunan tersebut belum mengantongi izin resmi dari Pemerintah Kota Depok. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemilik bangunan maupun instansi terkait mengenai status legalitas gudang tersebut.

Kasus ini menambah daftar persoalan pemanfaatan lahan di kawasan permukiman, terutama terkait penggunaan fasos-fasum yang seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan bersama warga.

Iik

Depok

Bangunan di Bantaran Kali Dipersoalkan, Pemilik Usaha Sembako di Depok Buka Suara Soal Fungsi dan Aspek Kemanusiaan

Depok – Pemilik usaha sembako Bhakti Karya, H. Syafei, akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan media yang menyoroti bangunan usahanya yang disebut berdiri di bantaran sungai atau garis sepadan kali.

Menurut H. Syafei, lokasi bangunan tersebut memang berada dekat aliran Kali Baru, bukan Kali Pesanggrahan seperti yang sempat diberitakan. Ia juga menegaskan bahwa kondisi kali tersebut sudah lama tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Dahulu kali itu digunakan untuk pengairan sawah. Namun seiring perkembangan pembangunan di , fungsi tersebut sudah hilang dan area persawahan berubah menjadi daratan,” ujarnya, Senin (6/4), di kediamannya di kawasan Sawangan.

H. Syafei menambahkan bahwa bangunan tersebut telah berdiri sejak masa kepemimpinan sebagai Wali Kota Depok. Ia mengklaim, pada saat itu belum terdapat regulasi yang secara tegas mengatur terkait pembangunan di area tersebut.

Lebih lanjut, ia menilai pembongkaran bangunan bukanlah solusi yang tepat, mengingat bangunan tersebut telah berdiri permanen dan menjadi sumber penghidupan.

“Bangunan ini sudah permanen, sangat sulit jika harus dibongkar. Kami juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan, karena usaha ini membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar,” jelasnya.

Hingga saat ini, polemik terkait keberadaan bangunan di sempadan kali masih menjadi perhatian publik, terutama terkait aspek tata ruang dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Di sisi lain, keberadaan usaha tersebut juga dinilai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Iik

Depok

Gudang Online di Sukmajaya Diprotes Warga, Diduga Tak Kantongi Izin Lingkungan

Depok, Berimbang.com – Sebuah bangunan yang difungsikan sebagai gudang produk online di Jalan Pertanian RT 01 RW 04, Sukmajaya, Kota Depok, menuai keluhan warga sekitar. Bangunan yang berdiri menghadap kawasan Perumahan Grand Depok City itu diduga belum mengantongi izin lingkungan dari warga terdekat maupun pemerintah setempat.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keberatan atas keberadaan gudang tersebut. Ia menyebut, sejak awal pembangunan hingga beroperasi, tidak pernah ada pemberitahuan atau permohonan izin kepada warga sekitar.

“Sejak berdiri bangunan tersebut tidak ada izin dari kami, padahal posisinya bersebelahan langsung dengan rumah kami. Kami sangat terganggu dengan lalu lalang mobil truk di depan rumah,” ujarnya dengan nada kesal, belum lama ini.

Keluhan warga tidak hanya terkait perizinan, tetapi juga aktivitas operasional gudang yang dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan, terutama karena intensitas kendaraan besar yang keluar masuk kawasan permukiman.

Saat dikonfirmasi oleh Berimbang.com terkait legalitas dan perizinan gudang tersebut, pihak pengelola melalui seorang staf bernama Ika menyatakan bahwa pemilik gudang sedang tidak berada di lokasi. Ia juga menyarankan agar pertanyaan terkait izin disampaikan langsung kepada Ketua RT setempat.

“Kalau menanyakan perizinan, langsung saja tanyakan kepada RT,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemilik gudang maupun aparat pemerintah setempat terkait status perizinan bangunan tersebut. Warga berharap ada kejelasan serta tindakan dari pihak berwenang agar aktivitas usaha tetap berjalan tanpa merugikan lingkungan sekitar.

Iik

Depok

Ramadan Penuh Cinta: Asia87 Foundation Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim di Kemirimuka

Depok, Berimbang.com – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Asia87 Foundation melalui kegiatan buka puasa bersama dan santunan bagi anak yatim dan dhuafa di Masjid Sabilul Muhtadin, RW 015 Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Ramadan Penuh Cinta dan Kebahagiaan” ini diikuti sekitar 50 anak yatim dan dhuafa dari wilayah Kemirimuka dan sekitarnya. Selain buka puasa bersama, panitia juga membagikan kado Lebaran berupa bingkisan makanan, perlengkapan sekolah, serta santunan uang tunai.

Ketua Asia87 Foundation, Dwimawan Heru, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap Ramadan sebagai bentuk kepedulian sosial para alumni Sekolah Islam Al Azhar angkatan 1987.

“Alhamdulillah kami dapat kembali hadir untuk berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim dan dhuafa. Kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi antara alumni Asia87 dengan masyarakat sekitar,” ujar Dwimawan dalam sambutannya.

Ia menambahkan, kegiatan sosial tersebut juga bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar terus menebarkan energi positif melalui kegiatan sosial di bidang keagamaan, pendidikan, serta seni budaya.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan kebahagiaan bagi anak-anak serta memotivasi lebih banyak pihak untuk ikut berbagi kepada sesama,” katanya.

Ketua RW 015 Kelurahan Kemirimuka, Arif Afifullah, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Asia87 Foundation kepada warga di lingkungannya. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim.

“Atas nama warga RW 015, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan santunan yang diberikan kepada anak-anak yatim dan dhuafa di lingkungan kami,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DKM Masjid Sabilul Muhtadin, H. Rusnadi, mengatakan kegiatan tersebut diisi dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari tausiyah, kebersamaan bersama anak-anak, hingga buka puasa bersama yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Ia berharap kegiatan berbagi seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan jumlah penerima manfaat yang semakin banyak.

“Kami berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim di lingkungan kami,” katanya.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan simbolis dana pembinaan yatim kepada pihak DKM, majelis taklim, serta pengurus RW 015, yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama seluruh peserta kegiatan.

Iik

Depok

Dituding Tipu Gadai Pajero Rp65 Juta, Handiana Sihombing Buka Suara: “Faktanya Tidak Seperti Itu”

DEPOK – Perselisihan terkait dugaan penipuan bermodus gadai mobil mencuat di Kelurahan Sukmajaya, Kota . Kasus ini melibatkan Kasno, Ketua RT 08/10 yang mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah, serta Handiana Sihombing (HS) yang membantah tuduhan tersebut dan menyebut informasi yang beredar telah diputarbalikkan.

Kasno sebelumnya menyatakan telah menyerahkan uang sebesar Rp65 juta kepada HS pada 27 Februari 2026 untuk proses gadai satu unit Pajero Sport. Namun hingga kini mobil yang dijanjikan belum diterima. Dari uang tersebut, menurut Kasno, baru Rp25 juta yang dikembalikan sehingga masih tersisa Rp40 juta.

Menanggapi tudingan itu, HS memberikan klarifikasi bahwa kronologi yang sebenarnya tidak seperti yang disampaikan.

Menurut HS, awalnya justru Kasno yang berulang kali menghubunginya untuk mencarikan mobil jenis atau yang bisa digadaikan dengan jaminan BPKB.

“Pak Kasno yang berulang kali menelepon saya untuk dicarikan mobil Pajero atau Fortuner yang ber-BPKB. Bukti percakapan semuanya ada,” kata HS melalui rekaman VN WA yang beredar belum lama ini.

HS mengaku sempat ragu menanggapi permintaan tersebut karena dirinya tidak berpengalaman dalam transaksi gadai kendaraan dan khawatir menimbulkan masalah di kemudian hari.

Namun kemudian ia mencoba membantu setelah mengetahui ada rekannya di Karawang yang berniat menjual mobil Pajero karena kebutuhan keluarga.

HS mengatakan penawaran tersebut disampaikan kepada Kasno dan disetujui, termasuk terkait penggunaan sebagian dana untuk memperpanjang pajak kendaraan.

“STNK-nya saat itu pajaknya habis. Saya minta izin menggunakan sebagian uang untuk memperpanjang pajak dan itu juga ada bukti chatnya,” jelasnya.

Selain itu, HS juga mengklaim telah melakukan inspeksi kendaraan sebelum diserahkan. Hasil pemeriksaan menunjukkan ada beberapa komponen yang perlu diperbaiki, termasuk bagian turbo.

Menurutnya, proses perbaikan di bengkel memakan waktu sekitar tiga hingga empat hari.

Namun sebelum mobil selesai diperbaiki, Kasno disebut meminta uangnya dikembalikan. HS menyatakan langsung mentransfer Rp25 juta yang masih berada di tangannya.

“Uang yang ada di saya Rp25 juta langsung saya transfer. Sisanya memang sudah digunakan sesuai izin untuk pajak dan perbaikan mobil,” ujarnya.

HS menambahkan bahwa pemilik kendaraan berjanji akan mengembalikan sisa dana setelah mobil tersebut terjual.

Selain itu, HS juga mengaku sempat merasa tertekan karena Kasno mendatangi rumahnya dan diduga mengancam akan membawa wartawan jika uang tidak segera dikembalikan.

“Menurut laporan dari orang rumah dan rekaman CCTV, dia datang dan menyampaikan kalau tidak dibayar akan membawa wartawan ke rumah saya,” kata HS.

Ia menegaskan tidak memiliki niat menipu. Bahkan menurutnya, jika memang berniat buruk, ia tidak akan mengembalikan sebagian uang tersebut.

“Saya hanya ingin menjaga kepercayaan kedua pihak, baik pemilik mobil maupun Pak Kasno. Makanya saya pastikan mobilnya layak sebelum diserahkan,” katanya.

HS juga menyebut dirinya telah mengenal Kasno sejak 2018 dan merasa terkejut dengan tuduhan yang muncul di media.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kasno tetap menyatakan masih menunggu pengembalian sisa dana sebesar Rp40 juta. Perselisihan antara kedua pihak tersebut masih menjadi perhatian warga setempat di wilayah Sukmajaya, .

Iik

Depok

Cucurak Penuh Kebersamaan! RW 15 Kemirimuka Sambut Ramadan 1447 H dengan Silaturahmi dan Pesan Saling Memaafkan

DEPOK – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, warga RW 15 Kemirimuka menggelar tradisi cucurak yang dirangkaikan dengan silaturahmi bersama perangkat lingkungan dan masyarakat setempat.

Kegiatan yang diinisiasi Ketua RW 15, Arif Afifullah, itu dihadiri para Ketua RT, ibu-ibu PKK, tokoh masyarakat, serta tokoh agama Ustaz Muhammad Furqon. Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Arif Afifullah mengatakan, kegiatan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus menjadi momentum saling memaafkan menjelang Ramadan.

“Sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan. Saya selaku Ketua RW mohon maaf kepada seluruh masyarakat apabila dalam menjalankan tugas terdapat kesalahan yang tidak disengaja,” ujar Arif dalam sambutannya. Selasa (17/2)

Ia menambahkan, kebersamaan dan kekompakan warga menjadi kunci terciptanya lingkungan yang harmonis. Karena itu, momentum cucurak diharapkan dapat memperkuat persatuan antarwarga.

Dalam kesempatan tersebut, Arif juga menyampaikan bahwa dirinya telah menghibahkan sejumlah kursi untuk kegiatan Posyandu di wilayah RW 15. Bantuan tersebut merupakan aspirasi dari anggota dewan, H. Imam Turidi dari Fraksi PDI Perjuangan.

Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan pelayanan kesehatan bagi balita dan ibu hamil di lingkungan setempat.

Sementara itu, Ustaz Muhammad Furqon dalam tausiyahnya mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan keimanan dan memperbanyak amal ibadah.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta ramah tamah antarwarga sebagai bentuk mempererat ukhuwah Islamiyah menjelang bulan suci.

Iik

Depok

Sekwan DPRD Depok Klarifikasi Isu Pengusiran Wartawan: Tidak Ada Niat Mengusir, Ini Murni Kesalahpahaman

DEPOK, BERIMBANG.COM – Menyikapi pemberitaan sejumlah media online terkait dugaan pengusiran terhadap wartawan, Sekretaris Dewan (Sekwan) , Kania Parwanti, memberikan klarifikasi resmi sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen menjaga hubungan baik dengan insan pers.

Kania Parwanti menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung kepada pihak yang disebut dalam pemberitaan, yakni DW. Berdasarkan hasil klarifikasi tersebut, yang bersangkutan tidak memiliki maksud ataupun niat untuk mengusir wartawan dari lokasi kegiatan.

“Setelah kami melakukan konfirmasi langsung, yang bersangkutan menyampaikan bahwa tidak ada niat untuk mengusir wartawan. Namun kami memahami bahwa telah terjadi kesalahpahaman dalam interaksi di lapangan,” ujar Kania melalui sambungan WhatsApp kepada berimbang.com.Sabtu (14/2)

Lebih lanjut, Kania menjelaskan bahwa DW juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada dua wartawati yang merasa kurang nyaman dalam peristiwa tersebut.

“Atas nama pribadi maupun lembaga, kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas hal-hal yang kurang berkenan. Peristiwa ini menjadi perhatian dan bahan evaluasi agar ke depan pelayanan serta komunikasi kepada rekan-rekan media dapat berjalan lebih baik,” tambahnya.

Kania menegaskan bahwa setiap kekeliruan yang terjadi di lingkungan kerja merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen menjadikan kejadian ini sebagai bahan koreksi serius demi peningkatan profesionalisme pelayanan publik.

“Kami tetap membuka ruang komunikasi yang konstruktif dengan seluruh insan pers. Kami berharap kemitraan yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat terus terjaga dalam semangat saling menghormati dan profesionalisme,” tegasnya.

Dengan klarifikasi ini, diharapkan situasi dapat kembali kondusif dan hubungan kemitraan antara lembaga legislatif dan insan pers di Kota Depok tetap harmonis.

Iik

Depok

Sumur Kramat Entuk Dandang Gelar Isra Mi’raj, Santuni Anak Yatim dan Janda di Pancoranmas Depok

Depok | Berimbang.com – Sumur Kramat Entuk Dandang yang berada di Taman Lembah Leli, Jalan Melati Raya, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok, menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan keagamaan yang rutin digelar setiap tahun ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Susunan acara meliputi pembacaan maulid Nabi, pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dan janda, serta ceramah agama.

Pemelihara Sumur Kramat Entuk Dandang, Fakhrurozi atau yang akrab disapa Mbah Pesing, mengatakan bahwa peringatan Isra Mi’raj memiliki makna penting, tidak hanya sebagai sarana syiar Islam tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar.

“Acara Isra Mi’raj ini kami laksanakan setahun sekali. Tujuan utamanya untuk menyiarkan agama sekaligus membantu anak-anak yatim dan para janda agar bisa sedikit terbantu,” ujar Mbah Pesing.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan meringankan beban penerima, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

“Pertama tujuan yang dilakukan acara ini untuk menyiarkan agama, dan bantuan yang kami berikan mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Mbah Pesing juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan mendukung terselenggaranya acara tersebut, baik dari warga sekitar maupun para donatur.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan,” tutupnya.

iik

Depok

Bantuan Sosial Harus Tepat Sasaran, Anggota DPRD Depok Dukung Evaluasi KIS, UHC  dan Program Wali Kota

DEPOK — Anggota DPRD Kota Depok Komisi A, M. Iman Yuniawan, menegaskan pentingnya penataan ulang dan evaluasi program bantuan sosial agar benar-benar tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Iman, kebijakan Pemerintah Kota Depok saat ini bukan bertujuan menghentikan bantuan, melainkan merapikan data penerima agar bantuan tidak salah sasaran. Ia menyoroti masih adanya warga yang secara ekonomi tergolong mampu—memiliki rumah dan kendaraan—namun tetap menerima bantuan, sementara warga yang benar-benar tidak memiliki penghasilan justru terlewat.

“Ini bukan soal distop atau tidak, tapi soal pemerataan dan ketepatan sasaran. Mana yang benar-benar butuh, mana yang sebenarnya sudah mampu,” ujar Iman, Selasa (3/2) di kediamannya di Cipayung.

Ia mencontohkan program bantuan yang kini dialokasikan secara merata hingga ke tingkat RW dengan nilai mencapai Rp300 juta per RW, berbeda dengan sebelumnya yang dinilai belum merata di tingkat kelurahan. Menurutnya, keberhasilan sebuah kota sangat ditentukan oleh manajemen dan ketelitian pendataan.

Terkait Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan program UHC, Iman menjelaskan bahwa evaluasi yang dilakukan Pemkot bukan berarti mencabut hak warga, melainkan memperbarui kondisi ekonomi penerima. Ia menilai, kondisi ekonomi masyarakat bersifat dinamis dan perlu disesuaikan dengan data terkini.

“Ada yang dulunya tidak mampu, tapi sekarang anaknya sudah bekerja dan ekonominya berputar. Tapi bantuannya masih berjalan. Sementara ada janda, tidak punya penghasilan tetap, kerja cuci-gosok, justru tidak dapat apa-apa,” jelasnya.

Iman menambahkan, proses survei sebenarnya sudah berjalan hingga tingkat kelurahan dengan melibatkan petugas dan unsur masyarakat. DPRD, kata dia, mendukung penuh langkah Wali Kota Depok,  Dr. Supian Suri beserta jajaran dinas agar program bantuan benar-benar menyentuh warga yang berhak.

Ia juga menyinggung kondisi fiskal daerah yang tengah mengalami efisiensi anggaran. Bahkan, menurutnya, DPRD sendiri telah mengalami pemangkasan anggaran hingga lebih dari 50 persen.

“Dengan kondisi ekonomi seperti sekarang, kita harus lebih cermat. Kami di DPRD mendukung penuh kebijakan Wali Kota selama tujuannya untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Selain bantuan sosial, Iman menyoroti komitmen Pemkot Depok di sektor pendidikan. Ia meminta masyarakat tidak terpaku pada sekolah negeri semata, karena Pemkot telah bekerja sama dengan banyak sekolah swasta untuk memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap bisa bersekolah tanpa biaya.

“Yang penting anak-anak kita tidak putus sekolah. Negeri atau swasta bukan soal, yang utama mutu dan akses,” pungkasnya.

Iik