Bogor

Bogor

10 Wartawan PWI Kota Bogor Ikut Seleksi Pekan Olahraga Wartawan Nasional

BERIMBANG.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor memberangkatkan 10 orang wartawan yang akan mengikuti seleksi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwarnas) tingkat Jawa Barat di Bandung, Rabu (19/01/2022).

Dari delapan cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan, Kota Bogor mengirim untuk seleksi dua cabor Futsal dan Biliar. Dari 10 yang berangkat, untuk Futsal menurunkan enam wartawan, sedangkan billiar empat orang.

Ketua Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Kota Bogor, Ryan Muttaqien mengatakan seleksi yang diikuti oleh wartawan Bogor ini sesusai dengan arahan dari ketua PWI.

“Melihat kemampuan dan skil teman-teman kita percaya diri ada yang bisa lolos seleksi dan membela tim jabar. Meskipun kita tidak dituntut untuk menang, setidaknya Kota Bogor bisa bersaing dalam seleksi untuk tim Jabar,” ujarnya.

Menurut Ryan, seleksi ini juga pembuktian bahwa wartawan Kota Bogor tidak cuma pandai menulis berita tapi juga pandai dan mahir berolahraga di berbagai cabang.

“Harapannya, secara teknis kita bisa punya perwakilan dalam kontingan Jabar nanti di Porwanas. Yang kemungkinan akan digelar pada bulan juli 2022,” ucap Ryan.

Informasi sementara, kata Ryan, penetapan yang lolos seleksi baru akan dilakukan pada bulan Februari mendatang, “Tapi kita optimis ada teman-teman yang lolos seleksi,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor Arihta Subakti berharap dari 10 wartawan yang berangkat untuk seleksi Porwarnas di Bandung Jawa Barat, ada yang yang lolos.

“Kita mah ikut berpartisipasi aja, engga lolos juga tidak apa-apa, tapi saya berharap ada yang lolos dari bogor satu aja minimal,” tukasnya.**

 

Bogor

14 Hari Kerja, BPN Kantah Kabupaten Bogor Belum Menjawab Surat

BERIMBANG.com – Warga Kabupaten Bogor yang merasa tidak pernah memperjualbelikan sebidang tanah warisan orangtua yang masih bersurat tanah adat, lalu terbit nomor sertipikat 9xxx dilahan tersebut bukan atas nama pemilik para ahli waris.

Hal itu diungkap Advokat Deni Hudaefi SHI, MH melalui surat, selaku kuasa hukum 6 ahli waris pemilik lahan sebidang tanah itu.

Surat Deni Hudaefi SHI, MH, nomor 006/DH&P/XII/2021, tertanggal 23 Desember 2021, ditujukan kepada ATR/BPN RI, Cq kepala Badan Pertanahan Nasional, kantor pertanahan (BPN Kantah) Kabupaten Bogor. Perihal: permohonan pembatalan sertipikat hal milik (SHM) Nomor 9xxx.

Deni menguraikan dalam surat, pertimbangan yuridis pasal-pasal dan ayat-ayatnya, serta bukti-bukti kepemilikan lengkap dengan lampiran-lampirannya.

Selain itu Deni juga menjelaskan Kronologi terbitnya sertipikat yang diduga terdapat cacat hukum secara administratif, satu diantaranya surat kematian pemilik lahan, dan dasar kwitansi terbitnya sertipikat 9xxx.

Kuasa pengurus surat Endang Mahendra mengirim surat pada Rabu 29 Desember 2021, ia menunjukan foto tanda terima surat masuk loket di BPN Kantah Kabupaten Bogor

Menurut keterangan Endang belum ada balasan surat, “Sudah lebih dari 12 hari kerja, belum ada jawaban tertulis dari BPN, saya hitung per hari ini telah 14 hari kerja,” ujarnya. Selasa 18 Januari 2022.

Karena penasaran, Endang mendatangi BPN Kantah Kabupaten Bogor bermaksud meminta jawaban lisan, “Hari ini (18/1) saya datang ke BPN, masih juga proses, saya diminta menunggu, dan diberikan nomor WA (aplikasi whatsapp) untuk konfirmasi,” katanya.

Keterangan foto: Lokasi lahan SHM nomor 9xxx, yang diminta untuk dibatalkan. 

(Tengku Yusrizal)

Bogor

BPN Kantah Kabupaten Bogor Klarifikasi Para Pihak, Adzan: Buka Blokir

BERIMBANG.com – Badan Pertanahan Nasional Kantor Pertahanan (BPN Kantah) Kabupaten Bogor, menindaklanjut masalah tanah sertipikat nomor 2xxx yang dimiliki klien Mohammad Adzan SH, MH, MKn, dengan pihak yang mengaku memiliki Akta Jual Beli (AJB) tahun 2014.

Tindaklanjut BPN Kantah Kabupaten Bogor mengundang pertemuan para pihak terkait untuk klarifikasi pada kamis 13 Januari 2022.

Undangan yang ditujukan kepada Mohammad Adzan SH, MH, MKn, selaku kuasa hukum pemilik tanah bersertipikat dan pemilik tanah, serta pembuat AJB 2012, pembuat AJB 2014 dan yang memintanya, inisial S yang sempat memasang plang ditanah klien Mohammad Adzan dan Kepala Desa Cijayanti.

Dalam ruang rapat, Kepala Kantah Kabupaten Bogor beserta dua kepala seksi dan Para pihak hadir, hanya saja pembuat AJB 2014 diwakilkan oleh pengacaranya dan pihak Desa Cijayanti diwakilkan oleh Sekretaris Desa.

Sebelum memulai klarifikasi, Kepala kantor Kabupaten Bogor membuka percakapan dengan menanyakan kepada semua pihak yang hadir dalam ruangan, termasuk wartawan, kepentingan menghadiri klarifikasi tersebut.

Kepala Kantah Kabupaten Bogor Sepyo Achanto SH, MH, memutuskan dan meminta yang tidak berkepentingan untuk keluar ruangan, termasuk wartawan. Sebab pihak pengacara pembuat AJB tahun 2014 menginginkan agar yang tidak berkepentingan tidak ikut menyaksikan dalam klarifikasi tersebut.

Usai pertemuan klarifikasi dihari yang sama (13/1), Mohammad Adzan SH, MH, MKn, selaku kuasa hukum pemilik sebidang tanah di Cijayanti tidak puas dengan klarifikasi tersebut, menurutnya tidak membuahkan hasil yang jelas, sebab, “Kepala Kantor meminta kita musyawarah,” katanya.

“Kenapa harus pengacaranya (yang membuat AJB 2014) yang datang, seharusnya pihak PPAT yang menandatangi, mengetahui peristiwa hukum saat itu, emang pengacara mengetahui peristiwa hukum yang terjadi,” ujar Adzan panggilan akrabnya.

“Ini kan klarifikasi bukan bicara pengadilan, tapi sah-sah saja, namun tidak pada substansinya, masa klarifikasi yang jawab pengacaranya,” ujar Adzan, “Kenapa kepala BPN tidak menanyakan peristiwa yang terjadi kepada PPATnya langsung dari dia yang mengalami atau mengetahui,” kata Adzan

Lanjut dia menegaskan, “klien saya menyanggah itu bukan tanda tangan dia (dalam AJB 2014), jelas klien saya mengatakan dengan tegas ‘tidak pernah menjual itu (bidang) tanah,” katanya. “Ya sesuai aturan, pihak BPN (Kabupaten Bogor) harus membuka blokir itu dan harus patuh aturan,” ujar Adzan.

Adzan menjelaskan aturannya, “Menurut peraturan menteri Agraria dan tata ruang bahwa blokir yang berlaku 30 hari dan selanjutnya ditempuh secara hukum dan gugatan di pengadilan,” ujarnya.

“Dan BPN harus bisa memberikan sanksi kepada PPAT yang telah melanggar sumpah dan jabatan terhadap perbuatan pidana yang dilakukan oleh PPAT,” terang Adzan.

Sementara, dikantin Kantah Kabupaten Bogor pihak kuasa hukum yang membuat AJB 2014, meminta kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

Hingga berita ini dimuat, Pihak BPN Kantah saat hendak di konfirmasi pejabat yang berkapasitas, tidak ada yang bisa ditemui,

Melalui telpon Kepala seksi penetapan Hak dan Pendaftaran, BPN Kabupaten Bogor, Soleh Hendrawan merijek sambungan telpon lalu ia membalas melalui whatsapp, “Maaf kang sy (saya) masih lanjut mediasi masalah yg (yang) lain,” balas Soleh singkat, dengan emoticon maaf.

Sekedar diketahui, prosedur untuk menemui para pejabat di BPN Kantah Kabupaten Bogor harus mengisi form daftar tamu lengkap dengan tujuannya, juga melewati beberapa keamanan dalam gedung.

Diberitakan sebelumnya, penjelasan Mohammad Adzan SH, MH, MKn selaku kuasa hukum pemilik sertipikat, “karena AJBnya dinyatakan hilang oleh mantan bos nya Aris (kliennya) yang dahulu dimintai tolong oleh Aris untuk membuatkan Sertipikat dengan biayanya potong gajinya Aris tiap bulan,” ujar Adzan.

Lebih lanjut Adzan menjelaskan, “Namun, sertipikat yang di janjikan oleh mantan bosnya itu selama satu tahun tidak juga beres, dan akhirnya Aris minta AJBnya dikembalikan saja biar Aris urus sendiri,”

“Bosnya Aris menyatakan hilang dan bilang ke Aris ‘tanahnya saya bayarin saja,’ tapi Aris tidak mau di jual,” jelas Adzan.

“Dan akhirnya beberapa hari kemudian Aris di datangi oleh orang suruhan mantan bosnya itu untuk buat surat pernyatan agar tanahnya itu diserahkan ke anaknya tanpa melalui jual beli yang sah menurut hukum,” jelas Adzan.

(Tengku Yusrizal)

Bogor

Bangun Kolaborasi Usaha Bersama, Presiden PT. IRJ Temui Tommy Soeharto

BERIMBANG.com Bogor – Presiden Direktur PT Imza Rizki Jaya Group, Hj Rizayati SH MM temui Tommy Soeharto di Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Pertemuan tersebut disebut oleh Rizayati untuk menjalin persaudaraan dan kerjasama usaha ke depan yang akan di bangun bersama-sama.

Sebelum tiba di homestay nya Tommy Soeharto, Rizayati yang didamping oleh suami dan staffnya harus berusaha keras melawan medan jalan yang masih rusak berat. Bahkan, sang suami harus rela turun mobil dan ikut mendorong kendaraan mereka yang terjebak lumpur basah.

“Perjuangan kami di jalan menuju tempat pak Tommy cukup menantang, melewati medan berlumpur. Namun dengan niat baik dan bantuan dari yang punya wilayah, alhamdulillah kami sampai dan akhirnya bersilaturahmi dengan beliau. Banyak hal kami bicarakan, mulai dari usaha, bisnis dan potensi yang Indonesia milik untuk bersama kita kembangkan demi kesejahteraan rakyat dan bangsa ini,” kata Rizayati di Sentul, Kamis 13 Januari 2022.

Rizayati mengatakan usaha yang pertama di bahas ialah tentang penerangan di wilayah yang ia kunjungi hari ini, meliputi wilayah Kabupaten Bogor hingga tembus ke Kabupaten Cianjur. Selain itu, Rizayati juga mengatakan akan membantu membangun jalan penghubung dua daerah tersebut yang hari ini masih berbentuk tanah dan bebatuan yang membelah gunung.

“Banyak hal, selain penerangan dan insfrastruktur jalan, kita juga bicarakan bisnis ekspor kopi Aceh, serta produk UMKM kita agar bisa mendunia. Prioritas kerjasama kami, ialah membantu warga masyarakat agar yang memiliki usaha bisa tembus pasar internasional. Dengan begitu, kesejahteraan rakyat Indonesia bisa kita bantu naik perlahan,” kata Rizayati menjelaskan.

Untuk pemasangan penerangan di wilayah area Tommy Soeharto itu, Rizayati mengatakan akan dibangun penerangan jalan umum tenaga surya atau PJU-TS yang memang menjadi bidang usaha miliknya. Rizayati menyebut, untuk pemasangan PJU-TS akan dilaksanakan langsung oleh anak usaha mereka yakni PT. Defa Dirgantara Jaya.

“Pokonya untuk membangun NKRI, kami akan selalu kompak bergandeng tangan untuk NKRI harga mati. Termasuk pengerjaan proyek di jalan dan lahan milik pak Tommy, kami serahkan langsung ke PT. Defa Dirgantara Jaya selaku anak usaha dari PT. Imza Rizki Jaya,” tutup Rizayati.(*)

Bogor

Pelantikan Pengurus PWI Kabupaten Bogor, Wabup: Kedepankan Kode Etik Jurnalistik

BERIMBANG.com – Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan hadiri kegiatan Pelantikan Pengurus PWI Kabupaten Bogor Periode 2021-2024, yang dilaksanakan di Ballrom M One Hotel, Sukaraja, Rabu (12/1/2021).

Wabup ingin PWI dapat semakin adaptif, inovatif, memiliki kompetensi jurnalistik, serta menghindari penyalahgunaan profesi dengan mengedepankan kode etik jurnalistik dalam menjalankan profesinya.

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengungkapkan, disrupsi digital berdampak pada model bisnis, proses produksi berita dan distribusi konten dalam industri media, sehingga jurnalisme saat ini dituntut untuk semakin adaptif, inovatif, menggali hal-hal yang unik dan eksklusif, dan menyesuaikan dengan gaya masyarakat mengkonsumsi berita dengan kemudahan yang ditawarkan media multiplatform.

Beragam tantangan untuk menghadirkan jurnalisme yang berkualitas, menurut dia, antara lain ekonomi politik, clickbait, hoax, traffic seeker, manipulasi opini publik di medsos dan masih rendahnya kesadaran publik tentang jurnalisme berkualitas sebagai tanggung jawab bersama.

“Untuk itu, setiap wartawan semestinya memiliki kompetensi jurnalistik, menguasai teknologi multimedia, dan mampu menyikapi secara bijak kebebasan pers serta menghindari penyalahgunaan profesi bagi kepentingan yang bertentangan dengan kode etik wartawan,” kata Iwan Setiawan.

Lanjut Iwan Setiawan menyampaikan, terpilihnya Subagiyo sebagai Ketua PWI Kabupaten Bogor dua periode itu merupakan aklamasi yang luar biasa sesuai dengan taglinenya kompak, hal itu dibuktikan dengan suksesi kepengurusan PWI Kabupaten Bogor.

“Saya lihat struktur organisasi PWI Kabupaten Bogor mulai dari ketua, wakil ketua, ketua bidang hingga sekretarisnya tidak berubah ini berarti konstruksi yang dibangun melalui Pak Subagiyo sangat bagus. Atas nama Pemkab Bogor kami ucapkan selamat dan semoga PWI bisa mengedepankan kode etik jurnalistik dalam menjalankan profesinya,” bebernya.

Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Kabupaten Bogor, lanjut Iwan, perlu ditingkatkan lagi, karena saat ini ia melihat masih banyak insan pers yang belum melakukan UKW. Mudah-mudahan uji kompetensi ini bukan hanya untuk pribadi dan organisasi tetapi penting juga untuk Pemkab Bogor.

“Insyaallah Diskominfo yang senantiasa bermitra dengan pengurus PWI bisa mendukung program UKW, kami siap dukung anggarannya tanpa mengurangi independesi hasil uji kompetensi tersebut,” tandasnya.

Sementara, Ketua PWI Kabupaten Bogor, Subagiyo mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor yang selalu bermitra dengan PWI Kabupaten Bogor.

Perlu dinformasikan bahwa 30% atau 29 anggota PWI sudah lulus UKW. Dirinya juga selalu melakukan seleksi dan evaluasi terhadap para anggotanya, dari 115 hanya 82 anggota yang dinyatakan aktif, disiplin menulis dan lainnya.

“PWI komitmen harus berkompeten dalam menjalankan profesi, untuk mengoptimalkan peran PWI Kabupaten Bogor. Kami minta kepada Pemkab Bogor untuk mendorong dan memfasilitasi UKW untuk memfasilitasi teman-teman yang belum UKW,”

“Saya juga himbau kepada teman-teman khususnya di media online untuk hati-hati dan teliti saat menyebar berita, untuk menghindari terjadinya berita menyimpang. Untuk teman-teman yang sudah berbadan hukum segera daftarkan ke dewan pers,” tegas Subagiyo.

Ditempat yang sama, Ketua PWI Jabar, Hilman Hidayat menuturkan, dengan pelantikan ini semoga Ketua PWI Kabupaten amanah, karena telah bersumpah untuk menjalankan UU Nomor 199 mengenai Kode Etik Jurnalistik dan Kode Etik Perilaku Wartawan, sebab adanya perkembangan dan perubahan teknologi berpengaruh terhadap independensi profesi wartawan.

“Ingat profesi wartawan ada etiknya, teman-teman wartawan daerah itu mengekor beritanya, tidak independen. Saya berbincang dengan para bupati/walikota mereka juga butuh informasi otentik, akurat dan independen,”

“Pesatnya perkembangan teknologi membuat saat ini banjir informasi tetapi didominasi dengan informasi keliru, datanya benar, fotonya benar tetapi isi kontennya sesat,”

“Junjung tinggi kode etik jurnalistik hanya wartawan yang punya kode etik jurnalistik dan hati nurani yang berani meciptakan kebenaran, kasihan masyarakat dibodohi, pemerintah diberikan informasi palsu. Benteng terakhirnya adalah di kode etik jurnalistik,” tutup Hilman.

Sebagai informasi turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Perwakilan Korem, Kapolsek Sukaraja, Ketua Kadin dan Ketua IWAPI.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Sambut HPN 2022 PWI Kota Bogor Ajak Warga Bogor Ikut Lomba Video Kampungku

BERIMBANG.com Bogor – Menjelang puncak dari Hari Pers Nasional (HPN) pada bulan Februari 2022 mendatang yang akan dipusatkan di Kota Kendari Sulawesi Tenggara nanti.

Berbagai rangkaian kegiatan diselenggarakan disetiap wilayah Kota dan Kabupaten oleh organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk menyambut HPN 2022.

Seperti yang dilakukan PWI Kota Bogor dengan menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan guna memeriahkan HPN 2022 seperti perlombaan Video.

Perlombaan yang mengangkat potensi wilayahnya ini diperuntukkan bagi 68 Kelurahan se-Kota Bogor.

PIC Lomba Video HPN PWI Kota Bogor, Aru Prayogi menyampaikan, perlombaan video ini memang diperuntukkan bagi 68 Kelurahan se-Kota Bogor dalam rangka mengangkat potensi yang berada di wilayahnya masing-masing.

“Karena peran media sosial sudah sangat mempermudah, jadi perlombaan video yang mengangkat potensi wilayahnya, baik potensi destinasi wisatanya maupun dari segi UMKM-nya. Nanti videonya tinggal di upload di medsos baik IG dan di tag ke akun @PWIkotabogor,” ujar Aru panggilan kesehariannya.

Perlombaan Video ini, menurut Aru Prayogi tidak akan dikenakan biaya apapun alias (Gratis).

“Dengan ketentuan, Video yang di Upload belum pernah dibuat sebelumnya dan belum pernah dilombakan. Format video dengan durasi maksimal 3 menit,” jelasnya.

Lebih lanjut, Aru mengatakan, isi dari video tersebut harus sesuai dengan norma-norma sosial serta tidak mengandung SARA.

Selain itu, panitia dapat mendiskualifikasi peserta dengan hasil karya yang dianggap mengandung unsur SARA atau melanggar norma serta etika.

“Karya video harus menggambarkan dan mencerikan potensi dan unggulan yang akan ditonjolkan kearifan lokalnya yang akan mengangkat citra baik dari suatu Kelurahan itu sendiri,” tuturnya.

Aru menambahkan, lokasi pengambilan video berada di dalam wilayah Kelurahan masing-masing dengan menyesuaikan tema yang ada.

Selain itu, karya video yang di upload wajib mencantumkan Judul dan tema serta deskripsi singkat. Penamaan file dengan format: (nama Kelurahan), (judul/tema Video).

“Setiap Kelurahan hanya dapat mengirimkan 1 karya video, bisa menggunakan perangkat apapun yang penting kualitas dari videonya” katanya.

Karya Video diunggah melalui Instagram Kelurahan masing-masing dan di tag ke akun @pwikotabogor dengan hastag #inilahpotensidaerahku.

“Video paling lambat di upload pada 20 Januari 2022 pukul 00:00 WIB. Pengumuman pemenang akan diumumkan pada puncak acara Hari Pers Nasional 2022 pada 7 Februari di Gedung DPRD Kota Bogor dan keputusan dewan juri ialah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” pungkasnya.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi :
Aru Prayogi  : 0857-8118-8600
Dadan Gandara : 0812-9916-2674
Sally Sumeke : 0813-8686-7741

(***)

BogorDaerah

Relawan Peka PWI Kota Bogor dan Warga Berjibaku Bangun Sarana Ibadah di Lumajang

BERIMBANG.com – Kelompok relawan Bogor mulai membangun sarana ibadah bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru di Kampung Tunggeng, Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jumat, (7/1/2022).

Bersama warga setempat, tim dari Polmas Bogor Raya bahu-membahu mendirikan gazebo untuk tempat belajar mengaji Alquran bagi anak-anak.

Ketua Relawan Peka PWI Kota Bogor, Y. Irawan mengatakan, pembangunan gazebo ini untuk melengkapi sarana dan prasarana masjid. Selain itu, agar bisa menampung lebih banyak jemaah. Sebab, di kampung ini sedang dibangun hunian sementara (Huntara).

“Kami bangun gazebo dilengkapi toilet, karena nanti ada penambahan penduduk jika Huntara sudah selesai. Jadi dipastikan disini akan lebih banyak jemaahnya,” kata Irawan.

Tak hanya itu, tim juga akan merenovasi masjid mengingat kondisinya banyak mengalami kerusakan. Seluruh bantuan ini hasil donasi dari warga Bogor dan PT Mulyagiri.

“Bantuan ini kami salurkan untuk merenovasi, membangun sarana ibadah hingga membagikan alat-alat tulis serta kebutuhan lainnya,” terangnya.

Diketahui, pemerintah tengah membangun huntara bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Saat ini, masih dalam tahap pemadatan tanah dan membangun unit percontohan huntara.

Sudah lebih dari 25 hektar yang dilakukan pemadatan dari total 81 hektar lahan milik Perhutani ini. Dari jumlah luasan tersebut, akan didirikan 1500 unit Huntara tahap pertama.***

Bogor

Sidang Lanjutan Sita Paksa Mobil, Pengacara: Perbuatan Melawan Hukum

BERIMBANG.com – Sidang lanjutan perkara gugatan BCA Finance Bogor, menyoal penyitaan paksa kendaraan oleh debt colector atas suruhan leasing BCA Finance Bogor , kembali di gelar Pengadilan Negeri Bogor, Kamis (6/1/2021).

Sidang Gugatan Sederhana (GS) dengan perkara no.28/Pdt.GS/2021/PN Bgr, dipimpinm Majelis Hakim PN Bogor, Setiawati SH M.H, di hadiri kedua belah pihak yaitu penggugat H. Azwar (kreditur) bersama kuasa hukumnya, Irawansyah SH.MH

Dan dari pihak tergugat Legal BCA Finance, Dewo.SH yang pada sidang sebelumnya mangkir dari panggilan pihak Pengadilan Negeri Bogor.

Dalam materi gugatan, Kuasa Hukum Irawansyah SH menyampaikan ada 14 point yang menjadi dasar dan alasan diajukannya Gugatan Sederhana perbuatan melawan hukum terhadap BCA Finance Bogor.

“Perbuatan tergugat BCA Finance Bogor dengan menyuruh debt colector menarik kendaraan penggugat secara paksa adalah perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam pasal 1365 KHPerdata,” jelas Irawansyah SH.

Untuk itu, Irawansyah meminta kepada tergugat untuk mengembalikan kendaraan milik kliennya secara utuh dan lengkap yang disertakan dengan Bukti kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).

Tuntutan primer lainnya, menurut Irawansyah, menghukum tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp.500.000,- perhari yang harus dibayar dan apabila lalai dalam melaksanakan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Sebenarnya kliennya masih ingin memiliki kendaraan tersebut dengan cara membayar cicilan sesuai dengan perjanjian pembiayaan Multiguna dengan pembayaran secara angsuran tertanggal 31 Januari 2019,” katanya.

“Bahkan klein kami juga bersedia untuk melunasi kendaraan sesuai kemampuan, setelah adanya kesepakatan dengan pihak tergugat BCA Finance,” ungkapnya

Dalam materi gugatan, pihak penggugat juga mengungkapkan kronologis penyitaan paksa kendaraan oleh debt colector yang diakui suruhan tergugat BCA Finance Bogor.

Sebelum datang ke kantor BCA Finance Bogor bersama dua orang debt colector, klien kami kata Irawansyah sudah bersekapat dengan debt colector yang mengaku bernama Bram, tidak ada penyitaan kendaraan dan sifatnya hanya berdiskusi terkait cara pembayaran selanjutnya.

“Namun setiba di kantor pihak eksternal BCA Finance Bogor, klien saya merasa tertekan secara psycologisnya dan diperdayai oleh debt colector. Bahkan mereka lebih dari tiga orang yang silih berganti berbicara yang intinya apabila klien kami tidak melunasi dan membayar uang lainnya, maka kendaraan tersebut akan disita,” ujarnya

Padahal selama lebih satu tahun berjalan, pembayaran angsuran klien kami, kata dia, tidak ada masalah karena pembayaran melalui auto debit.

Namun disaat adanya wabah pandemi Covid-19, kliennya, mengalami kendala keuangan, tetapi dengan itikad baiknya, pada Bulan Agustus 2020, kliennya mengajukan keringanan pembayaran yang disebut Relaksasi kepada BCA Finance(tergugat).

Setelah pihak tergugat BCA Finance mengeluarkan kontrak baru (adendum) dimana kliennya diberikan keringanan dengan mekanisme penjadwalan kembali pembayaran angsuran.

“Ironisnya ada penambahan jangka waktu selama dua tahun yang disebut Relaksasi sehingga angsuran kendaraan tersebut berakhir hingga 8 Desember 2025 dengan tagihan hutang sebesar Rp. 89 juta lebih yang diangsur selama 54 bulan,” ungkapnya

Dijelaskan Irawansyah SH, cara Relaksasi yang dilakukan BCA Finance (tergugat), jelas sangat merugikan kliennya. Sehingga Kliennya yang seharusnya angsuran berakhir Desember 2023 jadi ditambah 2 tahun hingga 2025.

Setelah menyampaikan materi GS terhadap gugatan terhadap BCA Finance, hakim Tunggal Setiawati SH M.H yang menyidangkan perkara tersebut meminta kepada tergugat BCA Finance untuk menyampaikan jawabannya pada persidangan selanjutnya pada 11 Januari 2022.

Majelis hakim sebelum menutup persidangan tersebut mengingatkan kedua belah pihak bisa secara cepat melakukan mediasi diluar persidangan.

“Kita tidak banyak waktu, mengingat perkara GS harus segera diputuskan selama 25 hari atau 8 februari 2022 sudah ada putusan tetap dari Pengadilan Negeri Bogor,”kata hakim Setiawati S.H., M.H., ***

Bogor

Bupati Bogor Berharap Guru Penggerak Dapat Mewujudkan Generasi Unggul

BERIMBANG.com – Audiensi Bupati Bogor Ade Yasin dengan Direktur Pendidikan Profesi Guru Kemenristek Dikti, mengenai pentingnya guru penggerak dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, di Ruang Serbaguna 1 Setda, Kamis (6/1/2021).

Bupati Bogor berharap guru penggerak bisa jadi pemimpin yang dapat mewujudkan generasi unggul di masa depan.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengungkapkan bahwa tidak akan ada generasi unggul seperti ini, jika tidak ada guru, karena guru penggerak memiliki kelebihan dimana metode pembelajarannya dengan menciptakan pembelajaran yang berpusat kepada murid.

Guru penggerak mampu menggerakkan komunitas belajar guru di sekolah dan di wilayahnya serta dapat menemukan kepemimpinan murid untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila atau berjiwa nasionalis.

“Apa yang ada di Pancasila harus kembali diajarkan, sebab anak sekarang kiblatnya ke gawai, apalagi ditambah dua tahun selama pandemi metode pembelajaran yang kita lakukan daring sehingga anak-anak ketergantungan kepada gadget, sehingga diperlukan inovasi agar mereka tidak ketergantungan kepada gawai, kita harus memperbaiki kondisi ini,”

“Tentunya memerlukan orang yang mau mencurahkan jiwa dan raganya untuk dunia pendidikan salah satunya guru penggerak yang senantiasa mengabdikan dirinya untuk menciptakan pelajar yang nasionalis,” kata Ade Yasin.

Di Kabupaten Bogor, kata Bupati, untuk membudayakan kearifan lokal dilakukan melalui program “Kamis Nyunda” artinya setiap hari Kamis harus ada muatan lokal bahasa Sunda karena Kabupaten Bogor bagian dari Jawa Barat.

“Walaupun di dalamnya ada Batak, Padang, Jawa dan lainnya, tapi kita harus budayakan kearifan lokal, Bahasa Sunda merupakan muatan lokal untuk mengimbangi bahasa lain, minimal kita kuasai tiga bahasa yakni bahasa daerah, Bahasa Indonesia dan Inggris,”

“Guru penggerak sudah ada komunitasnya yakni Komunitas Belajar Guru Penggerak (KBGP), mudah-mudahan jadi wadah dan pengembangan diri dan ajang silaturahim dalam mengembangkan pendidikan di Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Lanjut Ade Yasin menerangkan, berbicara pendidikan dirinya tidak hanya fokus pada sekolah negeri tetapi juga pada sekolah swasta.

Melalui Program Bogor Cerdas, ia berusaha bersikap adil terhadap lembaga pendidikan baik swasta maupun negeri, sehingga bantuan pendidikan yang diberikan tidak sebatas untuk sekolah negeri tetapi swasta bahkan madrasah, tahun 2021 ada sekitar 200 lembaga pendidikan yang ia bantu melalui program pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) maupun rehab.

“Kami tidak hanya memperhatikan sekolah negeri saja tetapi swasta pun berkontribusi besar terhadap pendidikan jadi tetap kita perhatikan,”

“Kami ingin memperlakukan mereka sama antara negeri dan swasta karena semuanya tujuannya mendidik anak-anak menjadi generasi yang lebih intelektual dan lebih pintar,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Pendidikan Profesi Guru Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan, Temu Ismail menambahkan bahwa program pendidikan guru penggerak diharapkan dan dicanangkan dalam penyiapan kepemimpinan dalam jabatan pengawas dan kepala sekolah, guru penggerak mempunyai standar kompetensi yang ditetapkan Permendikbud.

Kata dia, dengan program guru penggerak mulai dari seleksi administrasi, substansi hingga wawancara sangat ketat selama 9 bulan. Program itulah ke depan untuk penyiapan calon-calon pemimpin dalam satuan pendidikan untuk diberikan tugas sebagai kepala sekolah atau diangkat jabatan pengawas sekolah maupun guru pamong dan profesi guru lainnya.

“Ada sekitar 114 lulusan guru penggerak di Kabupaten Bogor diharapkan bisa berdaya dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Kabupaten Bogor,”

Lanjutnya, perlu sinergi kebijakan pusat dan daerah karena kita tahu kewenangan kepegawaian PAUD dan pendidikan dasar kewenangannya ada di kabupaten/kota sedangkan SMA dan SMK ada di provinsi.

“Sehingga kedatangan kami ini untuk bersinergi agar para guru penggerak dapat diberikan penugasan sebagai kepala sekolah yang tentunya sudah memenuhi persyaratan,” tutur Ismail.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Wawalkot Bogor Resmi Melepas Tim PWI Kota Bogor Peduli Semeru Salurkan Bantuan

BERIMBANG.com – Wakil Wali Kota (Wawalkot) Bogor Dedie A Rachim secara resmi melepas keberangkatan Tim Peduli Semeru di Kantor Sekretariat PWI di Jalan R.M. Tirto Adhi Soerjo, Kota Bogor, Rabu (5/1/2022).

Tim Peduli Semeru ini terdiri dari PWI Peduli Kemanusiaan (PEKA), Polmas Bogor Raya dan Perumda Tirta Pakuan. Tim berangkat menuju Lumajang untuk menyalurkan bantuan dari para donatur untuk pemulihan paska Bencana Alam Erupsi Gunung Semeru.

Ketua PWI Kota Bogor Arihta Utama Surbakti (Arie) mengatakan bahwa pelepasan Tim Peduli Semeru diawali dari pengumpulan donasi dan pembentukan sumber daya yang ada baik untuk penggalan dana ataupun tim yang berangkat langsung untuk menyalurkan bantuan.

“Orientasi kita disana bukan untuk memberikan bantuan kedaruratan, tapi lebih kepada pemulihan. Disana kita akan membangun MCK dan sarana ibadah mushola, dan alhamdulillah tidak hanya PWI peduli atau PEKA tapi dibantu oleh Polmas Bogor Raya, Perumda Tirta Pakuan, BPBD Pemkot Bogor dan para donatur lainnya,” ungkap Arie.

Sementara, Ketua Polmas Bogor Raya Rino Indira mengatakan bahwa ide awal keterlibatan Polmas Bogor Raya adalah berawal dari pengumpulan donasi yang dilakukan oleh anggota Polmas.

“Jadi hari ini kita bener benar berangkat dari ide kecil dari teman polmas yang ngecrek di pinggir jalan ada seminggu di beberapa titik kita ngumpulin akhirnya kita ngobrol-ngobrol sama pihak PWI kita ngumpul di ruangan saya tercetus ide tiba-tiba banyak donartur yang memberi,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Dirut Perumda Tirta Pakuan.

Dari sana kata Rino kemudian tercetus ide untuk membuat MCK. Namun kata Rino keberadaan MCK kurang lengkap jika tidak dilengkapi sarana ibadah.

“Iya kalau mck enggak ada musholanya kurang, kita niatkan lagi dibuatin gambarnya untuk bikin mushola tersebut tiba-tiba ada yang ngasih ngebangunin mushola ya memang semua niat baik itu dimudahkan sama Allah,” kata Rino.

Nantinya, Rino melanjutkan, tim Peduli Semeru ini akan berada di lokasi bencana sekitar satu minggu. Ia pun berharap pembangunan MCK dan Mushola ini bisa bermanfaat untuk warga yang menjadi korban bencana.

“Iya mudah-mudahan dalam waktu satu minggu bisa membangun MCK bisa membangun mushola kita mempersembahkan dari masyarakat Kota Bogor untuk masyarakat Lumajang,” kata dia.

Sementara itu Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim yang juga sebelumnya telah memberikan bantuan memberikan bantuan tambahan untuk operasional tim peduli Gunung Semeru. Dedie pun memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah ikut membantu.

“Kebaikan itu datang dari kebaikan sebelumnya, jadi InSaaAllah kalau niat baik pasti semuanya akan dimudahkan dan terbukti tadi sudah disampaikan oleh pak Dirut niat baiknya adalah niat membantu saudara kita yang terkena dampak bencana di Semeru lumajang,”

“Nah jadikan ini menjadi satu pengalaman batin, pengalaman spiritual bencana alam dimana pun tanpa ada yg bisa menduga seperti rezeki datangnya, jadi rezeki bencana itu kurang lebih sama,” ujar Dedie.

Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Dedie A Rachim juga melepas rombongan dengan doa bersama. Ia pun mengingatkan bahwa peristiwa bencana alam bisa datang kapan saja. Namun dengan kolaborasi dan sinergitas untuk saling peduli maka semua permasalahan bisa dihadapi bersama.

“Mudah-mudahan berangkat sehat selamat dan kembali pulang sehat selamat, masyarakat yang dibantu juga sehat selamat, kita doakan juga warga yang terdampak tentu akan segera pulih dari kebencanaan dan mudah-mudahan tidak ada lagi bencana besar yg terjadi di negara kita,”

“Tentunya karena kita berada di ring of fire tempatnya bencana tentu kita harus siap siaga, sehingga kolaborasi dan kebersamaan itulah kunci kita sebagai masyarakat Indonesia hari ini Lumajang terkena bencana, suatu saat daerah lain, nah dengan kerjasama dan kolborrasi kunci kita membangun indoensia semakin kuat,” tukasnya.

Penyaluran bantuan ini juga terselenggara atas kepedulian dan dukungan dari semua masyarakat serta para donatur dari Perumda Tirta Pakuan, Telkom Bogor, IKPTK, Indocement, SEG (Sejahtera Eka Graha), SIG Mortar Indonesia, Alfamart, Kanma Group, Weekend Pedalers dan SLR. (*)