Bogor

Berita UtamaBogor

Aksi Mafia Tanah di Kota Bogor, Kuasa Hukum: Nanti Timbul Negosiasi, Bicara Rupiah

BERIMBANG.com – Sejumlah warga di Kecamatan Sareal Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat mengaku menjadi korban ‘mafia tanah’. Lahan dan bangunan milik korban diserobot tiga orang pelaku berinisial SA, EM, dan MA dengan modus menempati rumah dan lahan kosong untuk dikuasai dan dipermasalahkan secara perdata.

Ketiga pelaku yang telah dilaporkan pidana ke Polres Bogor, lalu ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga kini kasusnya malah digiring ke ranah perdata bukan pidana.

Akibatnya para korban pun melakukan perlawanan dan upaya hukum untuk menuntut hak kepemilikannya yang kini dikuasai pihak tertentu dengan cara-cara yang dianggap penyerobotan.

Ketiga warga yang menjadi korban ‘mafia tanah’ adalah Lany Mulyati, Tjoe Hok Bwee, dan Effendy Djaja. Sementara korban ‘mafia tanah’ lainnya di lokasi yang berdekatan dengan milik ketiga korban sebelumnya adalah Johanes Bachtiar Tedjanegara.

Kasus tanah dan rumah milik Johanes Bachtiar agak berbeda dengan yang dialami ketiga korban, namun modusnya mirip, yakni menempati lahan dan bangunan kosong secara ilegal dan kemudian bertahan dengan tameng hukum perdata.

Melalui kuasa hukumnya Fahmi Assegaf, korban mengatakan, pihaknya telah membeli tanah dan rumah milik almarhum mantan Kapolres Bogor Agus Saleh. Namun belakangan seorang warga bernama Mutiara tiba-tiba melakukan dugaan penyerobotan dengan dalih ada putusan pengadilan yang menyatakan dirinya sebagai salah satu ahli waris lahan seluas 44 hektar yang di dalamnya ada rumah mantan kapolres yang sudah dibeli Yohanes Bachtiar.

Kuasa Hukum Yohanes Bachtiar, Fahmi Assegaf menuturkan, tanah dan bangunan yang berlokasi di jalan Dadali nomor 08 a RT 05/ RW 05 Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, Jawa Barat itu telah dibeli kliennya pada tahun 2001 berdasarkan Sertifikat hak milik nomor 78, seluas 948 Meter Persegi.

Hal itu disampaikan Assegaf saat menggelar jumpa pers dan sesi diskusi bertajuk ‘Misteri Sindikat Mafia Tanah di Bogor’ yang digelar di 18 Office Park Building Lantai 12, Jakarta Selatan, kemarin Senin (10/10/2022).

Advokad Assegaf menjelaskan, kliennya Johannes Bachtiar Tedjanegara merupakan korban penyerobotan lahan bangunan yang telah menang perkara perdatanya di PN Bogor tingkat I. “Namun pihak lawan menggunakan kasasi yang diduga tidak menandatangani untuk permohonan banding,” ungkap Assegaf.

Assegaf juga membeberkan, usai dibeli dari pihak Agus Sholeh, kliennya tinggal di Tangerang Selatan, dan rumah yang sudah dibeli tersebut dibiarkan dalam keadaan kosong dan terkunci. Dan ada warga yang berinisial BS meminta ijin menempati rumah tersebut untuk membuka usaha.

Setelah rumah tersebut hendak dikosongkan, lanjut cerita Assegaf, orang yang menempati rumah kliennya bersihkeras tidak mau keluar dari rumah itu. “Pihak kami sudah berusaha maksimal, sudah negosiasi untuk mengeluarkan beliau secara baik-baik. Namun yang bersangkutan tetap bertahan,” tuturnya.

Selama kurang lebih 7 tahun BS menempati lahan dan bangunan klien Assegaf, menurutnya tidak ada itikad baik untuk keluar. “Dengan sangat terpaksa klien kami melaporkannya ke Polresta Bogor dan BS sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan dikenakan pasal 385 KUH Pidana. Berkas sudah ditetapkan P19 sampai sejauh ini,” terangnya.

Selanjutnya, lahan dan bangunan yang dibeli Yohanes Bachtiar Tedjanegara dari Agus Shaleh berdasarkan Akta Jual Beli No.10 yang dibuat oleh PPAT Nixon Rudy Dewa Hasibuan S.H, hendak dilakukan pengosongan sejak (30/9/2022) lalu, namun belum ada tanda-tanda BS hendak keluar dari rumah tersebut.

Tanah dan bangunan dengan Sertipikat Hak Milik No.78/ Tanah Sereal yang terletak di Jalan Dadali No 8A, RT05 RW05, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor dengan luas 948 meter persegi, kini masih ditempati BS dan keluarganya meski dirinya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Assgaf juga membeberkan, salah satu orang yang menempati rumah tersebut, Mutiara, malah mengaku sebagai ahli waris. “Dia mengaku memiliki kuasa di situ karena sedang berproses perkara di PN nomor 134/2021 Bogor, dan perkara perdatanya sudah putus dan perdata diterima dan dengan alasan objek tanah ada 44 hektar, berada di kawasan Tanah Sareal Kota Bogor tersebut,” urainya.

Assegaf merasa ada kejanggalan, soalnya pihak Mutiara mengklaim tanah yang diwarisinya ada 44 Hektar yang di dalamnya ada tanah dan bangunan milik Yohanes Bachtiar Tedjanegara yang sebelumnya dibeli dari mantan kapolres.

“Yang jadi pertanyaan kami adalah kenapa tanah dan bangunan kita yang dirampok dan dipersoalkan. Padahal, ada 44 hektar tanah mereka termasuk tanah Pemda Kota Bogor dan lain-lain,” ujar Fahmi Assegaf mempertanyakan.

“Apalagi mereka mengakui berdasarkan putusan yang objek tanah bukan di daerah kelurahan Tanah Sareal,” lanjutnya.

Assegaf justeru menjadi curiga, praktek yang dilakukan BS Cs adalah praktek ‘mafia tanah’ yang menyasar rumah kosong untuk ditempati secara ilegal, agar setelah dikuasasi bisa dinegosiasikan. “Nanti timbul negosiasi untuk bicara rupiah ?” celetuk Assegaf.

Pegangan mereka pun, lanjut Assegaf, hanya berdasarkan putusan pada tahun kisaran 1980. “Baik itu putusan pengadilan, MA tidak ada yang menerangkan tanah itu berlokasi di jalan Dadali nomor 08a, namun mereka klaim. Itu menyangkut ahli waris, bukan kepemilikan tanah dengan seluas 44 Hektar,” jelasnya.

Luas tanah milik kliennya, menurut Assegaf, seluas 948 meter persegi. “Lalu, mengapa tanah dan bangunan di sebelahnya, tidak mereka klaim. Maka itulah saya menuntut perhatian Pemerintah Republik Indonesia karena hal ini masuk kategori mafia tanah,” imbuhnya.

“Mafia tanah tidak boleh menang. Khususnya, mafia tanah di tanah Sareal yang mencari-cari penghuninya di rumah yang tidak ditempati,” ujar Assegaf.

Dia juga menyarankan pemerintah membentuk satgas untuk pengawasan ketat terhadap mafia tanah.

Sementara itu, pengacara Nurma Sadikin selaku kuasa hukum Lany Mulyati, Tjoe Hok Bwee, dan Effendy Djaja mengatakan, kasus penyerobotan tanah bangunan seluas kurang lebih 4.267 M2 saat ini sudah dilaporkan pidana ke polisi dan para pelaku sudah dijadikan Tersangka, sehingga lokasi tanah sudah di ‘Police Line’.

Nurma mengungkapkan, kliennya memiliki bukti SHM. “Selain itu ada juga bukti rekaman cctv di mana terjadi pengrusakan bangunan milik kliennya,” ujar Nurma.

Sebagai bukti kepemilikan, Nurma juga mengatakan, kliennya memiliki bukti penerimaan ganti rugi lahan atas proyek pelebaran jalan yang diterimanya dari pihak BPN pada tahun 2008. “Tanah yang klien saya miliki teruji kebenarannya. Dan kami sudah dua kali rapat koordinasi dengan pihak Kemenkumham,” papar Nurma Sadikin.

Nurma menambahkan, pada 21 Juli 2022 lalu kliennya telah mengikuti rapat koordinasi ke-2, yang ikut dihadiri Asdep I, Deputi V / Kamtibmas Kmenkopolhukam, dan juga dihadiri BPN Kota Bogor, Polres Kota Bogor, Polda Jabar, Satgas Mafia Tanah Mabes Polri, dan Wasidik Mabes Polri.

Hadir pula dalam diskusi tersebut, Niko Mustamu dari perwakilan Serikat Pers RI selaku salah satu pendukung kegiatan diskusi dan konferensi pers tentang mafia tanah ini, juga anak dari Bachtiar Tedjanegara bernama Rivan, dan para korban mafia tanah.

(HM/Niko)

Bogor

Bertugas Ditengah Guyuran Hujan, Aksi Kapolsek Caringin Dipuji Warga

BERIMBANG.COM, Bogor – Aksi Kapolsek Caringin, AKP Waluyo  yang tengah mengatur arus lalu lintas di ruas jalan Cikereteg, Desa Ciderum Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor di tengah guyuran hujan deras, menuai simpati dari warga sekitar. Bahkan tanpa disadari, aksi perwira pertama di institusi Polri itu pun sempat direkam warga dan viral di jejaring sosial.

“Ini baru sosok seorang pimpinan, mau terjun langsung tanpa peduli pakaian dan badannya basah kuyup diguyur hujan deras demi kelancaran lalu lintas,” ujar Rudi, warga Kota Bogor yang mengaku salut saat melihat aksi kapolsek disebuah unggahan akun Tik Tok dengan username @sampOernamildd itu.

Menurutnya, aksi AKP Waluyo yang tengah melakukan pengalihan arus kendaraan dari arah Pancawati ke arah Cikereteg dialihkan ke arah jalur alternatif Ciderum –  Citapen, Kecamatan Ciawi. Pengalihan arus dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan parah di sekitar Pasar Cikereteg yang saat ini tengah diperbaiki.

“Iya kalau lewat Cikereteg pasti bakalan macet parah, karena saat ini pengecoran jalan belum selesai. Karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya tumpukan kendaraan, sementara waktu pihak polsek melakukan pengalihan arus ke jalan alternatif,” tandasnya.

Dede, warga lainnya juga memberikan tanggapan positif video berdurasi 27 detik tersebut. Tak hanya mengapresiasi aksi kapolsek, ia pun memberikan komentar positif untuk petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang turut membantu mengalihkan arus kendaraan di lokasi, tepatnya di simpang Ciderum.

“Hormat saya buat pak kapolsek dan petugas dari Dishub yang rela basah kuyup demi kelancaran arus kendaraan. Tentu ini hal positif yang layak ditiru oleh petugas lainnya,” ucapnya.

Terpisah, H Saprudin Jepri, tokoh masyarakat Caringin juga turut mengomentari video tersebut. Bahkan mantan Kades Ciherang Pondok dua periode itu pun mengaku terharu melihat aksi AKP Waluyo yang tetap menjalankan tugasnya di bawah guyuran hujan deras.

“Jujur saya terharu saat melihat video itu. Tentunya ini sebuah contoh positif yang harus ditiru oleh aparat lainnya. Dan dengan tidak berlebihan, saya menganggap ini sebuah perbuatan yang patut menjadi tauladan dan sebuah dedikasi nyata yang patut dicontoh, tak hanya oleh aparat saja, namun bagi semua pihak,” imbuh mantan Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bogor tersebut.

Terlebih, lanjut ini, institusi Polri tengah diuji karena ulah segelintir oknum aparat yang menuai stigma negatif di tengah masyarakat. Dan kata dia, munculnya video itu menjadi bukti jika masih sangat banyak sosok polisi baik dan dengan tulus menjadi pengayom masyarakat.

“Betul, kita tidak bisa menyamaratakan, karena pada kenyataannya, masih teramat banyak aparat kepolisian yang memang mendedikasikan diri kepada masyarakat dengan tulus. Artinya, kita tidak bisa menggeneralisasi atau menyamaratakan, tidak hanya profesi polisi saja, tapi profesi apapun,” pungkas pria yang sempat digadang – gadang layak bersaing menjadi Bupati Bogor 2024 mendatang itu.

(Yosef/anto/Na)

Bogor

Komite SMAN 01 Caringin Merapatkan Barisan Dalam Menuju Mutu Sekolah

BERIMBNG.COM, Bogor – SMAN 01 Caringin yang berlokasi di pinggir jalan TOL Sukabumi Bogor sangat miris dengan kondisi sekolah yang rentan dengan longsor karena gedung sekolah dikelilingi tebing yang sangat tinggi. pihak sekolah sudah memberikan informasi bahkan pengajuan anggaran kepihak Dinas Pendidikan Propinsi namun belum mendapatkan tanggapan yang serius sampai saat ini. mengingat keadaan kultur tanah yang labil, belum lagi kurang nya kelas bahkan ruang gurupun menjadi PR nya pimpinan sekolah ( Kepala Sekolah).

pihak komite berinisiatif untuk meminta sumbangsihnya orang tua murid lewat rapat komite, mengingat putra putrinya harus nyaman dan aman dalam menerima ilmu disekolah. Bahkan kantin sekolahpun tidak tersedia mengingat lahanya tidak cukup.

kami komite menjaring penggalangan dana sesuai kebutuhan sekolah yang dalam keadaan darurat, ruang kelas yang sangat dibutuhkan siswa, ruang guru yang tidak layak dengan 1 meja 2 guru. mobleirpun sekolah kami belum juga tersentuh oleh pemerintah.

” Anak saya juga sekolah disini, bagaimana mau bagus mutu sekolah kalau orang tuanya tidak mau kerja sama dengan baik. Saya bukan tidak mau di konfirmasi saat ini kondisi fisik saya sedang kurang baik, Saya sendiri juga nyumbang kok, selain memajukan sekolah,” ucap ketua komite saat diwawancarai, Sabtu (24/9/2022)

krologis kebutuhan sekolah dalam mencari penggalangan dana dipicu dari keluhan siswa juga.
Saya melihat kelas 11-4 ngeri terbawa longsor, belum lagi ruangan kelas saya yang darurat setiap hari menghirup debu bila hujan becek gimana mau belajar, tapi sekarang udah mendingan walaupun berdinding tipblok tapi lantainya sudah beralaskan karpet, jelas siswa kelas 11.

selain itu pihak komite sudah berupaya keras untuk mendapatkan penggalangan dana dari luar dan PLT Bupati Bogor akan membantu mutu Sekolah Caringin dengan estimasi Rp 500juta.
pihak sekolah sudah memaparkan dengan terang dan jelas kepada orang tua murid saat rapat komite yang berkeberatan silahkan temui komite dan sumbangan yang disepakati orang tua murid tidak dipaksakan dan tidak mengikat.

sekolah SMAN 01 caringin sejak BPMU hadir pihak sekolah tidak memberdayakan SPP kepada siswa bahkan Daftar ulangpun pihak sekolah tidak membebankan siswa.
dalam hal ini kepada sosial kontrol. Pejabat publik, masyarakat, tokoh pemuda dan pemuka agama kami sangat mengharapkan perhatiannya baik pemikiran maupun inovasi dalam memajukan dunia pendidikan diwilayah kami.

(Yosef/Na)

Bogor

Sambangi PWI Kota Bogor, Manajemen Baru PSB Siap Launching Logo dan Tim Baru Jelang Liga 3

BERIMBANG.com – Jajaran manajemen klub sepakbola kebanggaan masyarakat Kota Bogor, Persatuan Sepakbola Bogor (PSB) menyambangi sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Kecamatan Tanahsareal, kemarin, Selasa malam (20/9/2022).

Manajer Klub Alfie Radithya Ferdian datang bersama Ketua Umum Nazrul Zahar dan Asisten Manajer Olahraga Indra Febrian, disambut Wakil Ketua PWI Kota Bogor Eko Hadi beserta jajaran pengurus.

Dalam kesempatan tersebut, selain mengenalkan manajemen baru, PSB Bogor pun bakal meluncurkan tim, jersey hingga logo baru jelang pertandingan pertama Liga 3 musim ini. Bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun PSB Bogor ke-72.

“Bertepatan dengan perayaan ulang tahun PSB ke-72, kami ingin mengenalkan beberapa perubahan. Mulai dari logo, jersey, tim dan manajemen. Launchingnya Rabu (21/9) malam,” kata Manajer PSB Alfie Radithya Ferdian.

Adit sapaan karibnya pun bertekad menguatkan citra PSB sebagai klub kebanggaan masyarakat Kota Hujan. Salah satunya dengan bersinergi dengan PWI Kota Bogor.

“Kami ingin menguatkan logo baru, tim baru serta pemain dan manajemen baru dalam menyambut Liga 3 ini. Dengan harapan sinergi ini bisa saling menguatkan demi PSB lebih maju untuk membanggakan Kota Bogor,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Adit juga menceritakan tentang perubahan logo baru PSB yang belum pernah berubah sejak klub berdiri pada 1950 silam.

Logo lama PSB, yang kental dengan lambang Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, disulap menjadi lebih fresh dan kekinian namun tetap mengutamakan ciri khas Kota Hujan.

“Selama 72 tahun atau sejak 1950 kan belum ganti logo. Sedangkan klub-klub besar di banyak negara itu sudah belasan kali ganti logo mengikuti perkembangan zaman. Artinya kita juga harus mengikuti zaman dan berevolusi,” ujarnya.

Pada logo baru klub berjuluk Laskar Pakuan itu, sambung Adit, berbentuk perisai segi enam dengan dominasi warga biru, disertai warna merah dan putih. Di tengahnya, terdapat ikon Kota Bogor, yakni Tugu Kujang.

Selain itu, pada logo tetap terdapat tulisan Kota Bogor di bagian bawah dan angka 1950 sebagai ciri tahun kelahiran PSB di bagian atas pada logo.

Adit menceritakan, awal mula berubahnya logo klub sebagai bentuk adaptasi perkembangan zaman dalam dunia sepakbola. Demi tetap menarik penggemar.

“Otomatis, kita ingin berevolusi juga pada logo karena 72 tahun belum ganti-ganti. Atas dasar itu, kita ngobrol dengan eks pemain, suporter, manajemen dan semua, ternyata setuju dengan ide ganti logo,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PWI Kota Bogor Eko Hadi menegaskan bahwa pihaknya mendukung langkah PSB Bogor yang ingin berevolusi mengikut perkembangan zaman. Sebab di sepakbola era modern, perlu ada perubahan untuk mendekatkan tim dengan penggemar serta lebih menguatkan citra klub.

“Mudah-mudahan sinergi ini bisa saling menguatkan. Kami bisa mendukung citra PSB lebih kuat, begitu pula sebaliknya. Kami juga berharap era baru PSB di tangan manajemen yang lebih fresh, bisa membawa prestasi dan membanggakan warga Bogor,” tuntas Eko. (ryn)

Bogor

PWI Jabar, Ketua DPRD dan Walikota Kompak Apresiasi Raker ke-2 PWI Kota Bogor

BERIMBANG.com – Rapat Kerja (Raker) ke-2 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor yang digelar sehari di aula Graha Pakuan Siliwangi, Universitas Pakuan, mendapat apresiasi dari berbagai pihak diantaranya dari Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto dan PWI Jawa Barat pada Sabtu, 3 September 2022.

Sebelumnya, turut hadir Ketua OKK PWI Jawa Barat, Ahmad Sukri beserta jajaran pengurus, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bogor, Sigit Prabawa Nugraha, Kadiskominfo Kota Bogor, Rahmat Hidayat, Wakil Rektor 2 Universitas Pakuan, Dr. Ir. Sufrin Hannan, Dirut Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan, Ketua KNPI Kota Bogor, Sapta Bela, Perwakilan Kapolresta Bogor Kota serta tamu undangan lainnya.

Adapun agenda tiga tahunan ini, dibuka langsung oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Dalam sambutannya, Bima mengajak kepada seluruh wartawan yang tergabung di PWI Kota Bogor untuk menjadi konten kreatif atau kreator melalui kanal-kanal media sosial atau digital.

Sebab, kata Bima, hal itu sangat penting. Kita melihat bahwa orang yang bergerak di dunia konten kreatif ini lebih cepat.

“Kita mengajak rekan-rekan PWI semangat untuk konsolidasi dengan melakukan inovasi dan mengajak juga agar bersinergi bersama pemkot terutama masuk ke dunia digital media supaya lebih menjangkau lebih banyak lagi viewer dan leaders,” ucap Bima.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan wartawan PWI yang telah beriringan bersama seluruh unsur di Kota Bogor terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19 hingga sekarang memasuki masa baru, era kebangkitan dan pemulihan ekonomi.

“Terima kasih atas kontribusinya yang telah menyampaikan segala informasi dari kami kepada masyarakat. Pada fase pemulihan ekonomi kedepan ini, diharapkan kita semua bisa terus bersama-sama dan kami mendukung apa yang telah disampaikan ketua PWI Kota Bogor tentang perlunya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan,” ungkapnya.

Sementara itu, mewakili Ketua PWI Jawa Barat, Ketua OKK PWI Jawa Barat, Ahmad Sukri mengapresiasi PWI Kota Bogor telah dengan baik melaksanakan rapat kerja ke-2.

Menurutnya, esensi raker adalah salah satunya indikator bahwa roda organisasi ini berjalan. Terutama, lanjutnya, secara garis besar niat untuk melaksanakan raker merupakan niat memulai sesuatu perubahan.

“Tujuan dari raker ini yang pertama adalah untuk meningkatkan profesionalitas wartawan, kinerja kita semua. Saya yakin nanti dalam raker ini tercipta program-program yang lebih baik khususnya di bidang kesejahteraan,” jelasnya.

Terpisah, Ketua PWI Kota Bogor, Arihta Utama Surbakti menambahkan, dirinya bersama pengurus PWI Kota Bogor bersyukur dapat melaksankaan raker ke-2 periode masa bakti 2021-2024.

“Alhmadulillah kita bisa berkumpul di aula Graha Pakuan Siliwangi, Universitas Pakuan ini untuk menyelenggarakan raker PWI Kota Bogor yang ke dua,”

“Terimakasih kepada panitia dan rekan-rekan yang telah membantu dan mensukseskan raker PWI Kota Bogor. Semoga semua program, ide dan gagasan yang tercipta hasil raker hari ini dapat terealisasi dan berdampak baik pada peningkatam kesejahteraan seluruh anggota dan pengurus PWI Kota Bogor,” singkatnya.***

Bogor

DPRD Jabarkan Pentingnya Perda Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin dalam Raker ke-2 PWI Kota Bogor

BERIMBANG.com – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor yakni Wakil Ketua I, Jenal Mutaqin dan Wakil Ketua II, Dadang I. Danubrata menjabarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 3 tahun 2015 tentang Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin.

Penjabaran perda yang dilakukan wakil rakyat tersebut masih dalam rangkaian Rapat Kerja (Raker) ke-2 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor di aula Graha Pakuan Siliwangi, Universitas Pakuan pada Sabtu, 3 September 2022.

Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, Perda nomor 3 tahun 2015 ini sangat penting dan strategis, terlebih dapat bermanfaat bagi masyarakat misal pendampingan hukum terhadap persoalan yang sedang dihadapi masyarakat seperti masalah perdata, pidana dan sebagainya.

“Urgensinya hari ini yang mengusulkan ada sekitar 68 LBH sementara penanganan kasus dari pemerintah ini terhadap pemberi bantuan hukumnya baru 30. Terkendalanya apa? Apakah anggaran atau LBHnya kurang? ternyata memang baru satu LBH yang bermitra dengan Pemkot Bogor dan itu dari tahun 2015 sejak perda ini dibuat,” ucap Jenal.

Menurut politisi dari Partai Gerindra ini, dari tahun 2020 LBH ada yang bermitra dengan pemkot dari Kabupaten Bogor sebanyak dua LBH, tetapi sekarang sudah tidak bermitra sehingga di Kota Bogor hanya ada satu.

Jenal menyayangkan, mengingat Perda tersebut bagus, tetapi kendalanya ada di jumlah LBH yang masih minim bermitra dengan pemerintah karena harus terakreditasi departemen hukum dan HAM. Ditambah, lanjut Jenal, memang anggarannya terbatas maksimal penanganan satu kasus senilai Rp10 juta untuk LBH.

“Idealnya LBH itu tidak hanya satu advokat, biasanya ada beberapa advokat sehingga minimal ada 3-5 advokat yang menangani kasus, misal ada 70 kasus namun LBHnya terbatas, ini yang jadi menghambat waktu,” ungkap Kang JM sapaan karibnya.

Kang JM menambahkan, pemkot perlu hyperaktif jemput bola, menawarkan diri kepada LBH lainnya terkait ada perda yang bagus untuk masyarakat.

“Saya harap pemkot yang harus jemput bola seperti mengundang Peradi atau LBH lainnya dengan menyampaikan program bagus, termasuk anggarannya terbatas namun manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, membantu mereka dari segi pendampingan hukum,” katanya.

Untuk diketahui, ada empat indikator yang mendorong atau yang menjadi alasan bagaimana perda ini bisa muncul di Kota Bogor berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Kemendagri tahun 2012-2018. Pertama adalah perintah Undang-Undang Dasar (UUD). Kedua, pelaksanaan daerah, Ketiga, pelaksaan daerah dan juga bantuan daerah, terakhir adanya aspirasi masyarakat.***

Bogor

Raker ke-2 PWI Kota Bogor, Sekda Paparkan Program Prioritas Pemkot Tahun 2023

BERIMBANG.com – Dalam rangkaian Rapat Kerja (Raker) ke-2 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan sosialisasi program prioritas Kota Bogor di tahun 2023.

Sosialisasi tersebut dipaparkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Hj. Syarifah Sofiah pada Sabtu, 3 September 2022 di aula Graha Pakuan Siliwangi, Universitas Pakuan, Kota Bogor.

“Dari tahun 2020 kita menghadapi pandemi Covid-19, kemudian 2022 kita mulai bangkit. Nah, di tahun 2023 ini kita harus sudah mulai meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mengusung tema Pemantapan Daya Saing Daerah dengan Mendorong Penguatan Ekosistem Inovasi Daerah,” ucapnya.

Syarifah mengatakan, dalam kondisi saat ini banyak hal yang harus dilakukan dalam rangka pemulihan ekonomi salah satunya berkolaborasi dengan semua stakeholder.

“Pemerintah tidak mungkin bisa membangun Kota Bogor sendiri, maka dari itu harus berkolaborasi dengan melibatkan unsur masyarakat, swasta, akademisi, komunitas termasuk pers. Itu semua mutlak harus dilakukan dalam rangka pembangunan,” ungkapnya.

Pada prinsipnya pembangunan daerah ini berjangka, misal tahun depan 2023 sampai 2024 masuk di jangka menengah pertama. Kemudian, 2025-2029 itu jangka menengah kedua.

Pada kondisi Covid-19 dua tahun sebelumnya laju indikator ekonomi di Kota Bogor minus, sehingga harus ada upaya untuk kembali memulihkan infikator tersebut. “Dalam realisasi indikator kinerja utama di tahun 2021 diantaranya laju pertumbuhan ekonomi, inflasi, indeks gini, IPM, angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka,” ujarnya.

Adapun highlight pembangunan yang sudah selesai atau masih dalam pembangunan di tahun 2021-2022 yakni pembangunan Alun-alun Kota Bogor, Kampung Perca, Biskita Transpakuan, jalur pedestrian dan sepeda, Bogor Creative Center, penangnaan longsor Tanah Sareal, penataan Situ Gede, penataan kawasan Siryakencana, penataan kawasan Batutulis, MoU pengembang dalam pembangunan BIRR, revitalisasi pasar Tanah Baru, pembangunan gedung Perpustakaan tahap I, area foodcourt Sempur dan Malabar, hibah lahan 6 hentar dari Kementerian Keuangan dan pembangunan lanjutan Masjid Agung Bogor.

Pun termasuk ada enam janji politik dalam periode Bima-Dedie harus di selesaikan di tahun 2023 diantaranya Bogor Lancar, Bogor Kasohor, Bogor Samawa, Bogor Merenah, Bogor Motekar dan Abdi Bogor.

Bogor Lancar yakni program konversi angkot, pembangunan jalan protokol dan alternatif, pembangunan Fly Over di Jalan RE. Martadinata dan Kebon Pedes, penataan kawasan stasiun kereta api, pembangunan gedung parkir di pusat kota, penuntasan sarana terminal Baranangsiang dan stasiun LRT.

Bogor Kasohor yakni pembangunan museum, revitalisasi perpustakaan kota dan pembangunan GOR di setiap kecamatan. Bogor Samawa yakni sekolah ibu, 50 beasiswa tiap tahun bagi pelajar berprestasi, merenovasi 20 ribu RTLH sampai tahun 2023, pemberian insentif bagi guru ngaji dan orang tua asuh.

Bogor Merenah yakni pembangunan jalur pedestrian yang terintegrasi di pusat kota, pembangunan kampung wisata, revitalisasi pasar tradisional, kampungku bersih dan hijau dan pembangunan pusat kuliner di setiap kecamatan.

Bogor Motekar yakni menciptakan 20 ribu kesempatan kerja dengan konsep kolaborasi antara pengusaha, UMKM, perbankan dan profesional, festival seni dan helaran budaya. Terakhir, Abdi Bogor yakni Mall Pelayanan Publik, kunjungan dokter ke keluarga, konseling dan Call Center 24 Jam, layanan malam kelurahan dan RSUD unggul.

“Tahun 2023 merupakan tahun strategis lantaran tahun terakhir periode wali kota saat ini Bapak Bima Arya Sugiarto dan Bapak Dedie A. Rachim. Ditambah visi misi Kota Bogor selama periode 2019 sampai 2024 yakni terwujudnya Kota Bogor yang ramah keluarga, sehat, cerdas dan sejahtera,” katanya.***

Bogor

PWI Kota Bogor Siap Menggelar Rapat Kerja ke-2 di Graha Universitas Pakuan

BERIMBANG.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor bakal menggelar Rapat Kerja (Raker) ke-2 di aula Graha Pakuan Siliwangi, Universitas Pakuan, Kota Bogor pada 3 September 2022.

Agenda raker ini rencananya akan membahas program kerja dari jangka pendek, menengah dan panjang selama 3 tahun kedepan di periode kepengurusan 2021-2024 yang dipimpin Arihta Utama Surbakti dengan mengusung tema ‘Bangkit Bersama Menuju Wartawan yang Mandiri, Kreatif dan Inovatif’.

Ketua Pelaksana Raker, Sandi M. Ilham mengatakan, di awal kegiatan sebelum raker akan dilakukan terlebih dahulu sosialisasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tentang program prioritas pemerintah kota tahun 2023 dan sosialisasi dari DPRD Kota Bogor tentang Perda Kota Bogor.

Setelah itu, lanjut Sandi, kegiatan dilanjutkan dengan seremonial pembukaan raker oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto serta dihadiri Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, Rektor Universitas Pakuan, Prof. Dr. rer pol. Ir. H. Didik Notosudjono. MSc, Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat dan Ketua PWI Kota Bogor, Arihta Utama Surbakti.

“Selain membahas program-program PWI kedepan, dalam raker juga membahas Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi PWI Kota Bogor serta raker ini lebih menekankan kepada identitas kewartawanan mulai dari kartu keanggotaan maupun administrasi,” ucapnya.

Untuk persiapannya, Sandi mengaku, sudah 100 persen siap tinggal pelaksaannya saja besok. “Insyaallah, semua persiapan sudah selesai, PWI Kota Bogor siap menggelar raker ke-2. Mudahan-mudahan berjalan lancar dan sukses,” katanya.***

Bogor

Tak Ada Pemberitahuan Sidang, Kuasa Hukum Pertanyakan Administrasi Tertib di PN Cibinong

BERIMBANG com – Lima pengacara yang mendampingi terdakwa RA, mengaku tidak mendapat pemberitahuan atau panggilan sidang pertama dan kedua, baik dari Jaksa penuntut umum (JPU) dan dari pengadilan.

Para Advokat tersebut: 1. Rinaldi Maha S.H. 2. Meka Dedendra S.H, 3. Agus Gunawan S.H, 3. Rohmat Selamat S.H., M.Kn, 5. Fahmi Marasahbessy S.H, menunggu sidang kedua dari pukul 10 pagi, hingga jam 16.10 WIB sidang baru dimulai, pada kamis 25 Agustus 2022,

Tertera dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP). nomor perkara 442/Pid.B/2022/PN Cbi. Sidang digelar dalam ruang Profesor Asikin, Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Rinaldi kuasa hukum RA mempertanyakan ke Hakim ketua, bahwa sidang pertama yang telah digelar pada kamis 18 Agustus 2022 yang lalu, dirinya mengetahui ada sidang, “Dari penyidik bahwa dia dipanggil sebagai saksi,” ujar Rinaldi, “itu di WA sama (oleh) penyidik,” katanya.

Setelah mendengarkan penjelasan Renaldi, Hakim ketua bertanya ke JPU, “Biar berimbang,” tanya Hakim ketua, JPU menjawab, “untuk saksi memang kita panggil, tetapi untuk saksi tidak ada yang melapor,” kata JPU, menjelaskan tidak menghafal masing-masing dari saksi, “kalau tidak melapor ke saya,” dalih JPU.

Hingga terjadi perdebatan Kuasa hukum dengan JPU, yang dilerai oleh hakim ketua, “Kapan akan diketemukan kebenaran meteril,” kata hakim ketua. “Ini kasihan ni (terdakwa) kapan ini diperiksa kebenaran materiilnya,” katanya menegaskan.

Perdebatan berlanjut para Advokat dengan Hakim ketua, mempertanyakan administrasi tertib terkait pemberitahuan terhadap kuasa hukum serta putusan sela. Kemudian dilerai oleh hakim anggota,

“Kalau gak bisa diatur, ketua majelis berhak untuk mengusir,” kata Hakim anggota dengan nada meninggi, “Kalau tidak puas,” katanya “Silahkan (tuangkan) dalam eksepsi silahkan (tuangkan) dalam pledoi,” kata hakim anggota dengan nada mulai mendatar kembali, “Ada jalurnya,”

Selanjutnya Hakim ketua meminta Jaksa Penuntut Umum, “Silahkan bacakan dakwaannya,” katanya.

Usai jaksa membacakan dakwaanya, Hakim ketua menjelaskan nomor register yang dipertanyakan oleh para pengacara secara teknis. Kemudian sidang akan dilanjutkan pada rabu, 31 Agustus 2022, pukul 10.00 WIB.

Rohmat Selamat S.H., M.Kn menanggapi persidangan, “Dalam persidangan terjadi perdebatan itu dinamika,” katanya, “Kita harus objektif ya, saya harap pada majelis hakim putusan akhir terdakwa bisa dibebaskan,” katanya, setelah sidang selesai.

Penulis & Editor: Tengku Yusrizal

Bogor

Warga Kampung Gajud Mengadakan Rangkaian Kegiatan Perlombaan Dalam Rangka Meriahkan HUT RI Ke-77 Tahun 2022

BERIMBANG.COM, Bogor – Dalam rangka memperingati 17 Agustus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-77 Tahun 2022, Warga Kampung Gajud, RW 08, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor menggelar berbagai rangkaian acara kegiatan perlombaan.

Diadakannya kegiatan perlombaan tersebut bentuk memeriahkan 17 Agustus yang setiap tahunnya dilaksanakan. Kegiatan yang dimulai dari tanggal 16 Agustus 2022, yang dibuka dengan acara Fashion Show (Peragaan Busana) yang dilanjut dengan perlombaan nyanyi.

Pada tanggal 17 Agustus 2022 masuk ke puncak acara peringatan Hari Kemerdekan Indonesia. Dan dimeriahkan dengan kegiatan perlombaan Makan Kerupuk, Balap Kelereng, Balap Karung, Balap Sarung, Gebuk Guling, Balap Mengejar Angsa, dan Panjat Pinang atau Rule Panjat Pinang yang dibagi dua kelompok, yaitu Tim Anak – Anak dan Tim Bapak – Bapak. Rangkaian kegiatan tersebut akan berlanjut pada tanggal 20 s/d 21 Agustus dengan bermacam – macam perlombaan lainnya yang melibatkan peserta dari mulai kalangan Anak – Anak, Orang Dewasa, Ibu – Ibu dan Bapak – Bapak yang di akhiri dengan pembagian hadiah.

Pantauan Berimbang.com, Semua rangkaian acara kegiatan tersebut yang diselenggarakan oleh warga Kampung Gajud Rw 08 itu sendiri yang kerja sama antar pemuda dan pemudi yang di gagas dengan Nama Anak Singkong.

Ferry, salah satu warga Gajud sangat mengapresiasi  pada setiap rangkaian kegiatan acara dalam rangka meriahkan Peringatan HUT RI tersebut. Dirinya juga akan terus mensuport pada setiap kegiatan apapun yang bersifat positif tentunya yang dapat mengembangkan lingkungan.

“Saya akan selalu mendukung pada kegiatan apapun yang ada dilingkungan, terutama dalam perkembangan dan kemajuan masyarakat,” ucapnya.

(Na)