Berita Utama

Berita UtamaJabodetabek

Kapolres Bogor Kota Pimpin Langsung Operasi Skala Besar Di Tugu Kujang

BERIMBANG.COM, Bogor- Polres Bogor Kota melaksanakan Operasi Skala Besar dengan menurunkan 200 Personil ditambah Unit Patmor Brimob Kedung Halang Bogor yang ikut dilibatkan. Operasi tersebut dipusatkan di Tugu Kujang Kota Bogor, pada sabtu (14/10/17) sekitar pukul 23.Wib

Operasi di pimpin langaung oleh Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Ulung Sampurna Jaya S.I.K, M.H bertujuan untuk mencegah gangguan kriminalitas di kota Bogor, terutama aksi balapan liar dan kajahatan C3 (Curas, Curat dan Curanmor).

Kapolres Kota Bogor, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya S.I.K, M.H menegaskan, Pihaknya akan terus menekan angka kriminalitas di wilayah Kota Bogor, agar Kota Bogor bisa nyaman dan tenteram.

"Kami tidak akan segan bertindak tegas kepada para pelaku kriminal, terutama yang menjadi sasaran dalam operasi kali ini yakni, aksi balapan liar dan kajahatan C3 (Curas, Curat dan Curanmor)," tegasnya

Masih kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya S.I.K, M.H, selain Hartibkamtibnas jajaran Kepolisian juga melaklukan razia kendaraan untuk memeriksa kelengkapan surat dan pemeriksaan selektif terhadap penumpang dan angkutan barang yang diduga terdapat barang-barang yang mencurigakan seperti narkoba, sajam, senpi dan barang-barang lainnya yang diduga akan digunakan untuk melakukan kejahatan.

"Seluruh personil yang bertugas kami bagi menjadi 3 zona, dengan asaran utama tempat-tempat yang sangat rawan aksi tawuran dan balapan liar. Sementara untuk Body Sistem Apel Tugu Kujang dilakukan oleh jajaran Brimob Kedung halang," pungkasnya.

Sekedar untuk diketahui, sebelum pelaksanaan  apel Operasi Skala Besar,  terlebih dahulu seluruh personil dilakukan pengecekan kelengkapan dalam pelaksanaan tugas yang di pimpin oleh Kabag Ops Polresta Bogor Kota, Kompol Fajar Hari Kuncoro. (Na)

Berita UtamaDaerah

Pergerakan Tanah Di Kecamatan Tekokak Cianjur Terus Terjadi

BERIMBANG.COM, Cianjur- Kondisi dilokasi pergerakan tanah di Kecamatan Takokak Cianjur setiap harinya terus terjadi. Hal tersebut sampai saat ini mengakibatkan  bertambahnya kerusakan rumah warga lainnya.

"Sekarang pergerakan tanah sudah terasa dan bergerak sampai ke tempat penampungan evakuasi warga. Tadi pagi Masjid dan puskesmas tempat menampung warga keramiknya sudah mulai pecah dan nyembul keatas sehingga tembok dinding sudah mulai retak," Ujar Al Haidar, Ketua DPD Ormas Gempa yang berada dilokasi, jumat (13/10/17)

Menurut informasi dari warga, Al Haidar mengatakan, berhubung di Desa Waringin Sari sudah tidak ada tanah Desa, karena tanah di Desa Waringin sari telah dikuasai hampir 80%  oleh proyek cabe, yang aman dari pergerakan tanah. Adapun hasil rapat Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur, Pihak Pemda hanya akan membantu pembangunan rumah kayu, sedangkan untuk tanahnya warga harus nyari dan beli. 

" Dengan hasil rapat Pemda, untuk saat ini warga merasa kebingungan, karena Pemda hanya akan menyumbang kayu," terang Haidar

Menurut hasil penelitian, tanah atau kampung tersebut rawan untuk di tempati, dan bantuan yang saat ini diperlukan para pengungsi untuk kesehari -harian adalah, sembako, terpal atau tenda, selimut, serta baju layak pakai. (Wan)

Berita UtamaJabodetabek

Tingkatkan Keamanan, Kapolsek Caringin Kunjungi Para Tokoh Agama

BERIMBANG.COM, Bogor- Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Caringin, AKP Fitra Zuanda, belum lami ini kunjungi beberapa tokoh Ulama diwilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus meningkatkan keamanan dan ketentraman diwilayahnya.

Kapolsek Caringin, AKP Fitra Zuanda mengatakan, Dalam rangka meningkatkan kinerja dan keamanan, dirinya beserta Babinkantibmas kunjungi beberapa tokoh Ulama, satu-persatu Ulama tersebut digandeng agar seiring sejalan dalam upaya peningkatan mutu pelayanan keamanan dimasing masing wilayah

"Kunjungan silaturahmi dikediaman KH Eqntis Sutisna dan H.Abdul latif (ketua Mui) Kecamatan Caringin, kami mengajak untuk ikut  berperan serta aktif dalam peningkatan mutu pelayanan keamanan dilingkungan masing-masing daerahnya, dan berharap menjaga terus tali silaturahmi," ujarnya, jumat (13/10/17)

Dirinya akan menampung segala kritik dan saran dari masyarakat terhadap kinerjanya. Selain itu, apabila ada hal hal yang mencurigakan yang bisa mengakibatkan ketidak nyamanan diharap segera melapor.

"Tanpa kepedulian dari warga kami tidak bisa berbuat banyak, Untuk itu mari kita bersama -sama menjaga Kecamatan Caringin ini sehingga rasa aman dan nyaman bisa terwujud. Selain itu saya menginginkan agar tidak ada jarak antara masyarakat dengan pihak berwajib," pungkasnya. (Na)

ArtikelBerita Utama

Stasiun Boneka Selalu Ramai Dikunjungi Pembeli

BERIMBANG.COM ,BOGOR – Grosiran boneka yang bertempat di jalan Mayjen Ishak Juarsah Gunung Batu Kota Bogor lokasinya mudah dijumpai, hanya beberapa meter saja dari pasar Gunung Batu selalu ramai di kunjungi para pembeli, baik yang di dalam kota maupun yang di luar kota. Pasalnya pembeli yang datang ke grosiran stasiun boneka ini di berikan pelayanan maksimal dengan harga yang sangat terjangkau.

Menurut Adam Nasution, salah seorang pedagang di grosiran stasiun boneka mengatakan permintaan pembeli selalu mengalami peningkatan setiap harinya, baik yang dari dalam kota maupun yang dari luar daerah. Dan barang yang di sediakan pun selalu mengalami inovasi dan ide-ide baru. selain itu kualitas dan harga yang di tawarkan pun sangat terjangkau.

“Kalau untuk harga bervariasi, dari ratusan ribu sampai jutaan ada,” kata Adam Kamis, (12/10/2017)

Lanjut dia, pembeli bukan hanya dari sekitar Bogor saja, bahkan permintaan pesanan sampai kirim keluar daerah seperti ke Sumatera, Sukabumi, Cianjur, Kalimantan, Bandung, Jakarta, Bekasi, Papua dan daerah Indonesia lainnya.

“Alhamdulilah sampai hari ini permintaan terus berdatangan,” katanya.

Sementara itu saat dimintai keterangan, Ela salah seorang pembeli yang berjualan eceran di Sukabumi mengatakan pelayanan yang diberikan di sini pada ramah, baik dalam melayani pembeli, harganya pun relatif murah dan semua barang dii toko grosiran stasiun boneka ini bagus-bagus.

“Banyak pilihan dan pembeli dijamin tidak rugi beli disini,” ujarnya.

Saat berada dilokasi stasiun boneka, pembeli yang datang silih berganti. Bahkan, setiap model boneka karakter kartun terbaru jadi incaran mereka.

“Memberikan pelayanan dan ikhlas,” ujar Adam.

Produk lokal karya negeri ini tidak kalah dengan produk-produk dari luar negeri, seharusnya memang masyarakat mencintai hasil produk negeri sendiri untuk memajukan roda perekonomian usaha kecil menengah. 

"Diharapkan pemerintah turut membantu mereka para usaha kecil menengah," Ucapnya (yosep/Andy)

Berita UtamaBogor

Para Pengendara Kendaraan Bermotor Keluhkan Pembangunan Jembatan Cisalopa

BERIMBANG.COM, Bogor- Pembangunan jembatan Cisalopa, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor  yang sedang berjalan mengakibatkan kemacetan yang begitu parah. Hal tersebut dikeluhkan para pengendara bermobil maupun pengedara sepeda motor yang sering melintas diruas jalan tersebut. Terjadinya kemacetan karena dengan adanya sistem buka tutup satu jalur jalan yang digunakan untuk dua arah kendaraan.

Agus (27) salah satu pengendara pengangkut limbah mengatakan, semenjak adanya pembangunan jembatan Cisalopa dirinya setiap ngangkut barang terhambat dengan keadaan jalan yang sering macet disetiap hari.

" Iya bang sebelumnya saya ngangkut barang dari Cicurug ke kampung Ciadeg lancar, tapi sekarang saya sering terhambat karena terjebak macet," ujarnya, rabu (11/10/17)

Menurutnya, jika ada jembatan darurat kemacetan tidak akan parah seperti ini.
" mungkin bila ada jembatan darurat akan mengurangi terjadinya kemacetan, setidaknya bisa digunakan untuk kendaraan kecil seperti mobil pribadi dan angkot," katanya.

Pantauan dilapangan, saat ini jalur alternatif Cigombong keluar Pasir Muncang atau Caringin sudah kena imbas macet dari dimulainya pembangunan jembatan Cisalopa tersebut. (Wan)

Berita UtamaJelajah Desa

Janji Perubahan, Riki Ajak Warga Benda Pilih No 2 Dipilkades Benda

BERIMBANG.COM, Sukabumi – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, tinggal menghitung hari. Panitia Pilkades melaksanakan pengundian nomor urut calon di aula kantor desa setempat, senin (9/10/17). Pada pengundian itu, Riki Rahman bin H Oman Rahman mendapat nomor urut 2 (dua) dalam pertarungan politik memperebutkan kursi orang nomor satu di desa berpenduduk hampir 15 ribu jiwa dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) 13.048 suara.

" Alhamdulilah, saya mendapat nomor urut 2 (dua) pada Pilkades yang akan dilaksanakan 22 Oktober 2017 nanti," kata Riki Rachman kepada awak media.

Bicara program, Calon Kepala Desa yang mengusung slogan Benda Ngahiji (bersatu,red) ini pun telah menyiapkan segudang rencana kerja  bila terpilih, diantaranya transparansi pengelolaan keuangan desa serta pembangunan infrastruktur yang pro rakyat sehingga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

" Transparansi sangat penting, karena masyarakat harus mengetahui tata kelola keuangan desa. Disisi lain, kebersamaan alias bersatu (Ngahiji, red) seluruh warga Desa Benda diperlukan untuk membangun desa," imbuhnya.

Bapak dua anak ini pun mengajak seluruh komponen masyarakat di Desa Benda agar memilihnya saat berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) nanti demi sebuah perubahan yang lebih baik. Hal itu didasari rasa keterpanggilan hati nurani setelah melihat kondisi warga yang jauh dari kesejahteraan meskipun pemerintah pusat tengah rajin-rajinnya menggelontorkan dana bantuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan.

" Sangat miris, ditengah besaran dana bantuan dari pemerintah pusat melalui Dana Desa maupun program Rutilahu, tetapi banyak ditemukan rumah warga yang tidak layak," tandasnya. (Na/Wan)

Berita Utama

Era Pemerintahan Jokowi Banyak Permasalahan Hukum Dan Ham

537784_620

BERIMBANG.COM, Peneliti Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas, Andalas Feri Amsari, menilai, dalam dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, banyak permasalahan hukum dan hak asasi manusia (HAM) yang belum bisa diselesaikan. Pemerintah juga dianggap tidak mampu membangun birokrasi antikorupsi dengan baik

"Misalnya Jokowi tidak tegas bersikap dalam menyelesaikan kasus kriminalisasi terhadap pemimpin KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan para aktivis antikorupsi serta pembunuhan aktivis antitambang dan aktivis Muhammadiyah," ujarnya, Minggu, 23 Oktober 2016.

Menurut Feri, Jokowi tidak pernah secara langsung memerintahkan kepolisian dan kejaksaan mengusut tuntas kasus-kasus tersebut. Padahal Presiden memiliki kewenangan melakukan reformasi terhadap dua institusi itu jika ditemukan ada penyimpangan di sana.

Catatan lain ada pada pelaksanaan agenda pemberantasan korupsi dan mewujudkan pemerintahan yang bersih. Misalnya Jokowi justru meminta kepolisian dan kejaksaan tidak memidanakan kebijakan diskresi yang diambil para kepala daerah. Padahal, melalui diskresi ini, kepala daerah berpotensi mempermainkan anggaran keuangan negara.

"Sikap Jokowi tersebut memperlihatkan ketidakpahamannya dalam hukum pidana, hukum tata negara, dan hukum administrasi negara," ujarnya.

Selain itu, Feri menilai pemerintahan Jokowi-Kalla belum mampu membangun birokrasi antikorupsi dengan baik.(temp)

Berita Utama

KPK Tangkap Tangan Ketua DPD RI

1510472012-fot0115780x390

BERIMBANG.COM, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar konferensi pers terkait operasi tangkap tangan, Sabtu (17/9/2016) dini hari.

Dalam operasi tangkap tangan ini, KPK menangkap empat orang berinisial XSS sebagai dirut CVSB, istri XSS berinisial MMI, WS adalah WS yang merupakan adik dari XSS, serta IG yang disebut “bapak” .

Ketua KPK Agus Rahardjo lalu menuturkan kronologi operasi tangkap tangan keempat orang ini di rumah milik IG.

“Pada tanggal 16 September 2016, sekitar pukul 22.15, XSS, MMI, dan WS mendatangi rumah bapak IG di Jakarta. Pada pukul 00.30, ketiganya keluar dari rumah dan tim KPK menghampiri ketiganya di dalam mobil di halaman rumah bapak IG,” kata Agus.

“Tim KPK lalu minta tolong masuk ke rumah bapak IG dan di dalam rumah, penyidik KPK meminta bapak IG untuk menyerahkan bungkusan yang diduga merupakan pemberian dari saudara XSS dan MMI. Kemudian sekitar pukul 01.00, tim membawa saudara XSS, MMI WS dan IG ke gedung KPK,” tambahnya kemudian.

Dari operasi tangkap tangan ini, KPK mengamankan uang Rp 100 juta. Diduga, uang itu merupakan pemberian kepada IG terkait pengurusan kuota gula impor yang diberikan oleh Bulog kepada CVSB pada tahun 2016 untuk Provinsi Sumatera Barat.

Setelah melakukan pemeriksaan 1×24 jam, KPK lalu menetapkan XSS, MMI dan IG sebagai tersangka.

Sumber : Kompas

Berita Utama

Agung Laksono : Perlu Kocok Ulang Pimpinan DPR Bila SN Mundur

images (18)

BERIMBANG.COM, Jakarta – Mantan Ketua DPR periode 2004-2009 HR Agung Laksono menilai perlu ada wacana kocok ulang pimpinan DPR jika nantinya Ketua DPR Setya Novanto mengundurkan diri atau dimundurkan dari jabatannya berdasarkan hasil sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Pergantian pimpinan DPR bukanlah sesuatu yang mustahil menyusul dugaan pelanggaran etik Ketua DPR Setya Novanto atas kasus permintaan saham PT Freeport Indonesia.

“Menurut saya kalau saudara Novanto dimundurkan atau mengundurkan diri, sebaiknya kocok ulang ketua DPR harus dilakukan,” kata Agung Laksono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (6/12/2015).

Agung menyebutkan, pada periode sebelumnya , posisi K etua DPR selalu dari partai politik pemenang pemilu dan begitu seterusnya. “Ketua DPR periode 2004-2009 dipimpin Golkar di mana saya jadi ketua DPR-nya, dan pada periode 2009-2014 dipimpin Pak Marzuki Alie karena Partai Demokrat menang pemilu,” jelasnya.

Menurut Agung, menjelang habis masa jabatan DPR periode 2009-2014, ada persekongkolan di Koalisi Merah Putih (KMP) yang berusaha mengubah itu semua. “Menjelang berakhirnya masa jabatan dewan, di situ diubah bukan pemenang pemilu . Kita tahu pemilu 2014 yang menang adalah PDIP. Tapi karena persekongkolan KMP , ada perombakan UU MD3 yang seolah dipaksakan,” katanya.

Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Bali itu berharap , kocok ulang pimpinan DPR dikembalikan kepada yang berhak sesuai desain politik sebelumnya, di mana pemenang pemilu berhak mendapat jatah ketua DPR. “Kita kembali saja pada aturan MD3 yang lama, bahwa pemenang yang mendapatkan posisi ketua DPR yakni untuk sekarang ini adalah PDIP,” ujarnya .

Ia menambahkan, kalau MKD menyatakan Setya Novanto bersalah dan harus turun dari jabatannya atau mengundurkan diri, maka kepemimpinan DPR harus dikocok ulang. Partai Golkar sendiri harus ikhlas jika posisi tersebut diserahkan ke PDIP, selanjutnya sebagai wakil sesuai urutan pemenang Pemilu 2014.

“Dengan demikian maka pengisiannya dengan kocok ulang dan komposisinya PDIP sebagai K etua DPR. Diikuti Partai Golkar, Partai Gerindra dan berturut seterusnya,” katanya.(*)

Berita Utama

Di Bulan Desember 2015, Tarif Listrik Akan Naik Sebesar 11.6 %

images (14)

BERIMBANG.COM, Jakarta – Tarif listrik pelanggan rumah tangga berdaya 1.300 dan 2.200 VA pada Desember 2015 akan mengalami kenaikan sebesar 11,6 persen dibandingkan November 2015 menyusul pemberlakuan mekanisme penyesuaian tarif kedua golongan tersebut.

Kepala Divisi Niaga PT PLN (Persero) Benny Marbun di Jakarta, Minggu mengatakan, pada Desember 2015, tarif listrik pelanggan rumah tangga golongan berdaya 1.300 dan 2.200 VA ditetapkan sebesar Rp1.509 per kWh.

Sementara, pada November 2015, tarif golongan berdaya 1.300 dan 2.200 VA masih ditetapkan tarif sebesar Rp1.352 per kWh.

Dengan demikian, terdapat kenaikan Rp157 per kWh atau 11,6 persen.

Mulai Desember 2015, PLN memberlakukan mekanisme penyesuaian tarif (tariff adjustment) atau tidak mendapat subsidi lagi untuk pelanggan golongan rumah tangga berdaya 1.300 dan 2.200 VA.

Plt Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto mengatakan, sebenarnya, tarif listrik bagi rumah tangga daya 1.300 dan 2.200 VA sudah harus mengikuti mekanisme “tariff adjustment” per 1 Januari 2015 bersamaan dengan pelanggan 10 golongan lainnya.

Namun, lanjutnya, pemerintah dan PLN mengambil kebijakan untuk menunda penerapan “tariff adjustment” pada pelanggan rumah tangga daya 1.300 dan 2.200 VA tersebut.

Pertimbangannya, menurut dia, saat itu pelanggan golongan rumah tangga tersebut sudah mengalami kenaikan tarif listrik secara bertahap sejak Juli 2014 hingga November 2014.

“Penundaan itu untuk meringankan beban ekonomi pelanggan kedua golongan tersebut,” katanya.

Dengan demikian, per Desember 2015, sebanyak 12 golongan tarif listrik sudah mengikuti mekanisme “tariff adjusment”.

Ke-12 golongan tarif listrik tersebut adalah rumah tangga R-1/tegangan rendah (TR) daya 1.300 VA, rumah tangga R-1/TR daya 2.200 VA, rumah tangga R-2/TR daya 3.500 VA sampai 5.500 VA, dan rumah tangga R-3/TR daya 6.600 VA ke atas.

Selanjutnya, golongan bisnis B-2/TR daya 6.600VA sampai 200 kVA, bisnis B-3/tegangan menengah (TM) daya di atas 200 kVA, industri I-3/TM daya di atas 200 kVA, dan industri I-4/tegangan tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas.

Golongan lainnya adalah kantor pemerintah P-1/TR daya 6.600 VA sampai 200 kVA, kantor pemerintah P-2/TM daya di atas 200 kVA, penerangan jalan umum P-3/TR, dan ayanan khusus TR/TM/TT.

Bambang juga mengatakan, pada Desember 2015, tarif 10 golongan pelanggan yang sudah diberlakukan “tariff adjustment” per Januari 2015 mengalami penurunan dibanding November 2015.

Golongan tarif rumah tangga sedang (R-2) daya 3.500 VA sampai 5.500 VA dan rumah tangga besar (R-3) daya 6.600 VA ke atas turun dari Rp1.533 per kilo Watt hour (kWh) pada November 2015 menjadi Rp1.509 per kWh pada Desember 2015.

Untuk golongan tarif bisnis sedang, industri besar, kantor pemerintah, PJU dan layanan khusus juga mengalami penurunan tipis dibanding bulan sebelumnya.

“Penurunan itu dipengaruhi tingkat inflasi yang rendah dan nilai tukar rupiah yang menguat beberapa waktu terakhir,” katanya.

Sementara untuk pelanggan rumah tangga kecil daya 450 dan 900 VA, bisnis dan industri kecil serta pelanggan sosial tarifnya tetap dan tidak diberlakukan “tariff adjustment”.

“Pelanggan golongan ini masih diberikan subsidi oleh pemerintah,” kata Bambang. (Antara)