BERIMBANG.COM, Jakarta – Pertandingan di nomor ganda putra antara pasangan Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan ganda Korea, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong, dijadwalkan menjadi penutup turnamen Malaysia Open Super Series Premier 2015 pada hari ini, 5 April 2015, di Stadion Putra, Bukit Jalil, Kuala Lumpur.
Ahsan/Hendra menjadi satu-satunya wakil Indonesia di babak final turnamen berhadiah US$ 500 ribu ini, setelah di babak sebelumnya berhasil mengandaskan ganda Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Sedangkan Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong menekuk pasangan Taiwan, Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin.
Pemain-pemain Cina kembali mendominasi Malaysia Open dengan meloloskan enam wakilnya di babak final turnamen tahun ini. Terjadi all-Chinese final di sektor tunggal putra dan ganda campuran.
Berikut ini jadwal lengkap pertandingan Malaysia Open Super Series Premier 2015 yang akan dimulai pada pukul 13.00 waktu Malaysia atau pukul 12.00 waktu Indonesia barat:
Ganda Putri: Luo Ying/Luo Yu (Cina) melawan Chang Ye Na/Jung Kyung Eun (Korea)
Ganda Campuran: Zhang Nan/Zhao Yunlei (Cina) melawan Xu Chen/Ma Jin (Cina)
Tunggal Putra: Chen Long (Cina) melawan Lin Dan (Cina)
Tunggal Putri: Li Xuerui (Cina) melawan Carolina Marin (Spanyol)
Ganda Putra: Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong Korea melawan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia).(Tem)
BERIMBANG.COM, London – Seorang supir taksi menuai pujian karena kejujurannya setelah ia mengembalikan sebuah tas berisi uang 10 ribu poundsterling atau Rp 192 juta milik penumpangnya yang tertinggal di kursi mobilnya.
Supir taksi berusia 55 tahun bernama Mohammed Nisar ini membawa seorang pedagang bernama Adrian Quinn ke stasiun kereta api Walsall. Saat tiba di tujuan, sang penumpang turun dengan tergesa-gesa sehingga melupakan tasnya.
Quinn membawa uang yang cukup banyak setelah mencairkan cek yang ia terima sebagai warisan dari ibunya yang baru saja meninggal dunia. Dan, saat menyadari tasnya tertinggal, ia mengaku kebingungan.
“Kehilangan uang sebanyak itu bisa berarti akhir dari bisnis saya. Saya benar-benar sakit secara fisik!,” kata Quinn yang berusia 46 tahun.
Quinn menyadari tas itu tertinggal di dalam taksi yang ditumpanginya. “Saya tengah berjalan melewati tempat parkir saat saya menyadari saya tak membawa tas itu dan saya panik. Saya mencoba menyetop taksi lain untuk mengejar taksi tadi, tapi semuanya penuh.
“Saya lalu merasa sakit. Tubuh saya seperti lumpuh dan saya tak tahu apa yang harus saya lakukan.. Saya menjadi linglung. Jika saya kehilangan uang itu, bisnis saya akan tamat.
“Kami membangun bisnis ini dari nol dalam sembilan tahun terakhir dan kami adalah pedagang. Kami tak punya pinjaman dari bank. Semua itu adalah kerja keras.
Setelah menyetop satu taksi lainnya, Quinn akhirnya kembali ke tempat mangkal taksi dan menemukan Nisar duduk di dalam mobilnya dengan tas yang disimpan aman di jok penumpang.
“Saya sangat emosional saat itu. Saya bilang kepadanya, ‘Tahukah Anda apa yang ada di dalam tas itu? Begini, itu bukan sekotak roti lapis atau koran. Ada 10 ribu poundsterling di dalamnya’.”
Quinn kemudian memberikan imbalan uang kepada Nisar sebagai ucapan terima kasih dengan menulis “kepada sahabat terbaik di dunia” pada amplopnya. Ia bahkan mengundang supir taksi itu bersama istrinya untuk makan bersama keluarganya.
“Ia hampir kena serangan jantung, ia benar-benar cemas!,” kata Nisar.
“Ia menghampiri saya dan bertanya apakah saya tahu apa yang ada di dalam tas miliknya. Ia sangat berterima kasih. Ia baru saja membeli mobil, tapi lupa tasnya yang penuh uang.”
Ini bukan kali pertama Nisar yang telah telah 15 tahun menjadi supor taksi, menemukan barang-barang penumpang yang tertinggal di dalam mobilnya.
Dua tahun lalu seorang penumpang meninggalkan dompetnya yang berisi uang 150 poundsterling dan Nisar langsung memutar balik ke rumah orang itu untuk mengembalikannya.
Kini, Nisar mengajak rekan-rekannya sesama supir taksi agar melakukan hal serupa jika berada dalam situasi seperti dirinya.
Dinding tembok retak akibat aktifitas pabrik PT. Meiwa Indonesia. (Foto : Rakiman )
BERIMBANG.COM, Depok – Dampak lingkungan yang terjadi akibat adanya pabrik PT Meiwa Indonesia di Jalan Raya Bogor, Cimanggis Kota Depok terhadap bangunan rumah tinggal di area Pabrik menimbulkan keretakan tembok warga belum terselesaikan.
Salah satu warga RT 1/3 yang terkena dampak langsung, H. Heri Setiawan mengatakan PT Meiwa harus tanggung jawab atas keretakan yang timbul oleh aktifitas di dalam pabrik.
” Dengan aktifitas di dalam pabrik, tembok rumah jadi retak-retak dan tidak ada kepedulian manajemen pabrik untuk memperbaikinya sehingga menimbulkan kerugian materi,”ujar Heri dikediamannya ketika ditemui berimbang.com belum lama ini.
Menurut Heri, semenjak 6 tahun yang lalu sudah ada pertemuan dengan Muspika setempat, tapi belum ada penyelesaian sampai sekarang, Pihak Managemen PT.Meiwa Indonesia pada saat itu di wakili H. Romli menantang warga untuk menuntut PT. Meiwa ke pengadilan .
Sementara itu bagian HRD PT. Meiwa Indonesia, Sugino ketika di Konfirmasi Berimbang.com mengatakan pernah ada keberatan terkait protes warga kepada pihak managemen sekitar beberapa tahun yang lalu bahwa menurutnya, keberatan warga tersebut sudah selesai diatasi pihaknya.
” Dulunya pernah kami memakai mesin berat yang menimbulkan getaran dan sekarang kami tidak menggunakannya lagi dan kami juga sudah dimediasi oleh muspika dan RT RW setempat dan sudah tidak ada masalah lagi,” ucap Sugino. (Yuli Efendi)
BERIMBANG.COM, Jakarta – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta mengeluarkan putusan sela menunda pelaksanaan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM (SK Menkumham) yang mengesahkan kepengurusan Partai Golkar kubu Agung Laksono. Menkumham Yasonna Laoly pun menyambut baik hasil putusan itu.
“Menteri Hukum dan HAM menghormati putusan PTUN tanggal 1 April 2015 tentang Penetapan Penundaan Perkara nomor 62/G/2015/PTUN-JKT tersebut,” kata Yasonna dalam keterangan tertulisnya pada wartawan, Rabu (1/4/2015).
Yasonna tak akan mengambil langkah hukum apapun terhadap putusan itu. Dia akan menunggu hasil PTUN hingga selesai. “Menteri Hukum dan HAM menunggu pemeriksaan lanjutan menyangkut pokok perkara atas gugatan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, serta komposisi dan personalia Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya,” pungkas dia.
Sebelumnya, Majelis Hakim PTUN memerintahkan kepada Menkumham menunda pelaksanaan putusan kepengurusan partai Golkar Kubu Agung Laksono. Hal ini dilakukan sampai ada putusan berkekuatan hukum tetap.
“Mengabulkan permohonan penggugat (Aburizal Bakrie),” kata Ketua Majelis PTUN Jakarta Teguh Setya Bakti membacakan putusan sela di PTUN Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Rabu. (mt)
BERIMBANG.COM, Depok – Dinas Pendidikan Kota Depok memberikan kesempatan kepada warga Depok untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana S1 bagi lulusan SLTA tahun 2013, 2014,2015 dan siswa berprestasi di kelasnya tentunya dengan persyaratan yang telah ditentukan.
Tidak hanya beasiswa gratis saja yang ditawarkan, uang saku perbulan pun ditanggung oleh Pemerintah Kota Depok selama siswa menuntut ilmu di Perguruan Tinggi sampai lulus.
Salah satu warga Depok, Nuraeni menyambut gembira dengan diadakannya program beasiswa gratis bagi siswa SLTA yang ingin melanjutkan ke jenjang S1 karena sangat membantu sekali, apalagi siswa tersebut berprestasi di kelasnya.
” Yang penting Pemkot Depok lebih gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat agar berjalan sesuai yang di harapkan Pemerintah Depok dan Masyarakat Depok khususnya kearah yang lebih baik serta mencerdaskan bangsa kedepannya,” ujar Nuraeni ketika ditemui di pusat perbelanjaan di Kota Depok. Senin (30/3/2015).
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Heri Pansila mengatakan program beasiswa S1 sudah berjalan selama 2 tahun dan sudah meluluskan 34 siswa di akhir tahun 2014.
Harapannya supaya penerimaan beasiswa menjadi teladan masyarakat dan menjadi calon pemimpin masa depan bangsa.(Yuli Efendi)
Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Distarkim Kota Depok, Citra Indah Yulianti. (Foto: Yuli Efendi)
BERIMBANG.COM, Depok – Sekitar 500 bangunan yang ada di sepanjang Jalan Margonda akan ditertibkan, penertiban yang akan dilakukan Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Kota Depok adalah bangunan yang tidak memiliki IMB dan memiliki IMB tapi melanggar Garis Sepada Jalan (GSJ) akan di bongkar paksa.
Pantauan Berimbang.com di sepanjang Jalan Margonda Raya hampir semua bangunan melanggar GSJ yang telah ditetapkan Perda Kota Depok dengan jarak 10 m dari jalan sampai batas bangunan.
Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Distarkim Kota Depok , Citra Indah Yulianti mengatakan Penertiban di Jalan Margonda tidak tebang pilih terhadap siapapun tak terkecuali pejabat kepolisian dan pejabat TNI mendapatkan surat peringatan.
“Semua sudah diberikan SP1 sampai SP3 kepada pemilik bangunan yang melanggar GSJ agar segera dibongkar oleh pemiliknya sendiri, bila tidak diindahkan akan dibongkar paksa,”ujar Citra saat ditemui Berimbang.com di Kantornya. Senin (30/3/2015)
” Pemberian Surat Teguran dilakukan secara bertahap di mulai dari lampu merah ramanda sampai ujung Jalan Juanda dan terus sampai BSI Flyover UI,” tutur Citra.
Menurut Citra, hampir bangunan di sepanjang Jalan Margonda masih diberlakukannya peraturan Kabupaten Bogor dimana GSJ antara 5m dan 7 m, itupun kata dia sudah sekitar 20 tahun yang lalu.
Dengan peraturan Walikota Depok, semua bangunan yang masih pakai peraturan Kabupaten Bogor akan direvisi perizinannya ke peraturan Perda Depok.
Target penertiban bangunan yang akan dilakukan Distarkim di akhir Bulan April akan selesai. (Yuli Efendi)
Maket Rekonstruksi pembangunan Pasar Cisalak. (Foto : Yuli Efendi)
BERIMBANG.COM, Depok- Proses Lelang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Pasar Cisalak menelan dana APBD tahun anggaran 2015 dengan nilai penawaran 451.060.000 rupiah di menangkan oleh PT Marina Cipta Pratama sebagai peringkat pertama dengan bobot nilai 74.13.
Persyaratan lelang klasifikasi usaha yang diselenggarakan Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) dan sebagai panitia lelang dari Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) Kota Depok di pertanyakan oleh pemerhati lingkungan dan juga tim kuasa hukum Serikat Pedagang Cisalak Kota Depok , Donny Sudrajat dimana dalam proses lelang tidak sesuai dengan Peraturan LPJK No. 3 Tahun 2013 tentang Sertifikat Badan Usaha (SBU) Perusahaan Bidang Tata Lingkungan dengan Sub Bidang Jasa Konsultasi Lingkungan bahwa setiap badan usaha harus mempunyai dan menunjukan SBU saat lelang berlangsung.
Selanjutnya menurut Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 7 Tahun 2010 tentang Sertifikasi Amdal dan Persyaratan Pelatihan Lembaga Kompetensi Penyusun Amdal menerangkan lembaga penyedia jasa penyusun Amdal adalah badan hukum yang bergerak di bidang penyusunan Amdal.
“ Dari proses lelang tidak menyebutkan klasifikasi usaha hanya ada keterangan mempunyai pengalaman pada pekerjaan penyusunan Amdal dan tidak menyebutkan persyaratan kompetensi penyusun Amdal seharusnya ULP mewajibkan adanya SBU diumumkan sedangkan SBU nya saja tidak diumumkan dalam proses pelelangan karena di pengumuman LPSE sebagai jasa konsultasi lingkungan adalah berbentuk badan hukum dan bukan berbentuk perorangan,”ujar Donny.
“Sedangkan dalam proses penyusunan Amdal kalau kita lihat di LPSE, pemenang lelang diumumkan di bulan Januari akhir dan lelang pembangunan rekonstruksi di bulan maret, mana mungkin penyusunan Amdal bisa secepat itu, seperti contoh masukan dari masyarakat sekitar bisa memerlukan waktu 2 bulan dalam pengumpulan data belum lagi di sidang komisi amdal butuh beberapa bulan.
” Bagaimana Amdal bisa di pertanggungjawabkan bila proses awalnya saja tidak sesuai aturan dan proses penyusunannya hanya satu bulan,”tutur Donny
“Amdal bila penyusunannya tidak hati-hati akan bahaya karena akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar dan pastinya akan merusak lingkungan,”tambah Donny
Berbeda dengan pernyataan Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kota Depok, Kania Parwanti saat dihubungi Berimbang.com bahwa proses lelang sudah sesuai dengan aturan yang ada.
“Yang kita jadikan acuan lelang bukan SBU melainkan menurut aturan sah bila disusun oleh ahli yang bersertifikat karena kita sudah lewati sidang di komisi penilai Depok yang anggotanya PPSMLI UI dan BPLHD Jabar,”tulis Kania melalui pesan singkat. (18/3/2015) belum lama ini.
“Karena kalau tidak memenuhi syarat tidak bisa melewati sidang Kerangka Acuan Kerja, jadi setahu saya dalam penilaian Amdal yang dilihat penyusunnya, untuk apa menunjukan SBU kalau Amdalnya tidak sah,”tulis Kania.
Sementara itu Manager Penanganan Bencana Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Pusat, Mukri Friatna mengatakan Proses dalam penyusunan Amdal ada 3 tahapan yaitu KAK, Amdal dan UKL-UPL sesudah itu Dokumen Amdal, menurutnya proses tahapan itu diperkirakan waktunya 6 bulan.
“Kalau waktu penyusunan Amdal dalam waktu sebulan, saya rasa tidak cukup karena proses penyusunannya ada skedul waktu yang ditentukan dan bila penyusunan Amdal belum selesai, proses pembangunan jangan dikerjakan,” ucap Mukri saat di hubungi Berimbang.com melalui telepon selulernya.(Ber-1)
Rapat Komite SDN Kemirimuka 3 dengan Wali Murid. (Foto:Yuli Efendi)
BERIMBANG.COM, Depok – Rencana penghapusan SDN Kemirimuka 3 di Kelurahan Kemirimuka Kota Depok menuai penolakan wali murid, penolakan tersebut didasari karena dekatnya sekolah dengan rumah orang tua siswa, sehingga orang tua siswa tidak mau anaknya jauh dari sekolah.
Sementara itu salah satu wali murid, Agus mengatakan penghapusan SDN kemirimuka sangat memberatkan orang tua.
” Kita sudah nyaman anak belajar di km 3, akses jalan juga tidak terlalu jauh dan dekat dengan sekolah.
Komite sekolah SDN KM 3, Pungut mengungkapkan terkait penghapusan sekolah membuat resah wali murid karena tidak ada kepastian dari pihak Dinas Pendidikan Kota Depok. Dirinya juga mencoba untuk berbicara dengan dinas Pendidikan dan hasilnya sangat menggembirakan wali murid, rencana penghapusan SD dibatalkan.
” SDN kemirimuka 3 dekat dengan lingkungan setempat meliputi 6 RW dan memudahkan akses jalan bilamana SD ini di hapuskan sama saja menyakiti diri saya,” ungkap Pungut disaat sambutan rapat kepada wali murid.Sabtu (28/3/2015)
“SDN Kemirimuka harus dipertahankan walau bagaimanapun kami perjuangkan untuk berdirinya SDN KM 3 di Kelurahan Kemirimuka,” tambah Pungut. (Yuli Efendi)
Walikota Bekasi Rahmat Effendi meletakkan batu pertama kantor Polsek Jatisampurna (Ist)
BERIMBANG.COM, Bekasi – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, mulai pembangunan gedung Polsek Jatisampurna yang berlokasi di Perumahan Kranggan RW 15, Kecamatan Jatisampurna, Kamis (26/3).
Pembangunan gedung Polsek ini, untuk mempermudah pelayanan masyarakat dan mengurangi tanggung jawab Polsek Pondokgede, dalam menjaga keamanan wilayahnya.
Selama ini, tiga kecamatan yakni Kecamatan Pondokgede, Jatisampurna dan Pondokmelati merupakan wilayah hukum dari Polsek Pondokgede. Idealnya, satu kecamatan berada di bawah naungan satu Polsek.
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menjelaskan tahap awal pembangunan Polsek Jatisampurna menyerap anggaran Rp 800 juta.
Dengan anggaran itu, Polsek yang berdiri di atas lahan 1.000 meter persegi dan memanfaatkan lahan fasos fasum, pembangunan hanya bisa dilakukan untuk satu lantai saja. Rencananya, akan dibangun hingga tiga lantai dengan total biaya mencapai Rp 3,1 miliar hingga 2016 nanti.
“Kekurangan biayanya, pemerintah daerah akan menggandeng 30 perusahaan yang ada di Jatisampurna,” ujar Rahmat Effendi.
Dia mengatakan, apabila tidak tercapai dari penggalangan dana perusahaan di sekitar lokasi, Pemkot Bekasi dan DPRD Kota Bekasi akan bersinergi dengan menggunakan anggaran dari APBD.
Sementara itu, Kapolresta Bekasi Kota Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, keberadaan Polsek Jatisampurna menjadi kebutuhan masyarakat dan prioritas Polri dalam meningkatkan pelayanan. Nantinya, Polsek Jatisampurna akan diisi sekitar 100 personel.
Saat ini, kekuatan personel Polsek Pondokgede mencapai 164 personel untuk menjaga kamtibmas dari 3 kecamatan yang mencapai 442.419 orang dengan perbandingan 1:2.961 jiwa. Satu personel polisi menjaga sekitar 2.961 orang.
“Negara maju idealnya 1: 400 jiwa. Anggota Polsek Pondokgede kelebihan beban tugas sehingga pelaksanaan tugas tidak maksimal dijalankan,” ujar Kapolres.
Secara keseluruhan, Polresta Bekasi Kota memiliki delapan Polsek dari 12 kecamatan yang ada. Idealnya, satu kecamatan memiliki satu Polsek untuk melayani masyarakat. (sp)
BERIMBANG.COM, Kairo – Seorang wanita Mesir menyamar sebagai pria selama 43 tahun untuk membuat putrinya tetap bahagia setelah kematian suaminya. Sisa Abu Daooh, nama wanita ini, baru-baru ini dinobatkan sebagai “ibu ideal” oleh Pemerintah Provinsi Luxor dan diganjar penghargaan oleh Direktorat Solidaritas Sosial Luxor.
Abu Daooh, 64 tahun, kehilangan suaminya saat hamil. Setelah melahirkan, dia mendapati dirinya tak punya penghasilan. Budaya lokal di Mesir menentang perempuan berada di tempat kerja. Hal itu memaksanya berpakaian ala pria dan bekerja di luar rumah untuk menghidupi bayi perempuannya, Houda.
Dia bekerja membuat batu bata dan menyemir sepatu di jalan. Dia menjadi “pria” di luar rumah dan pulang kembali ke rumah sebagai ibu hingga anaknya dewasa dan menikah. Kariernya sebagai “pria” berakhir ketika jatuh sakit dan tak bisa lagi bekerja.
Selama menjadi “pria”, dia diuntungkan dengan busana tradisional laki-laki Arab yang mengenakan baju semacam jubah yang longgar. Jadi, dia hanya perlu membuka jilbabnya lalu menggantinya dengan sorban putih dan kadang-kadang topi pria yang disebut taqiyah serta sepatu hitam maskulin.
“Saya lebih suka bekerja seperti mengangkat batu bata dan kantong semen ataupun membersihkan sepatu ketimbang mengemis di jalan-jalan untuk mencari nafkah demi diri sendiri dan anak perempuan saya,” ucapnya.
Menurut dia, berbusana ala pria juga demi melindungi dirinya dari laki-laki. “Karena itu, saya memutuskan menjadi ‘pria’ dengan mengenakan pakaian mereka dan bekerja bersama mereka di desa lain yang tak seorang pun mengenal jati diri saya yang sebenarnya,” kata Abu Daooh.
Putrinya, Houda, menuturkan sangat kagum pada ibunya. “Ibu saya adalah orang yang mengabdikan dirinya untuk keluarga. Dia bangun setiap hari pada pukul 06.00 untuk menyemir sepatu di stasiun di Luxor,” ujarnya.
Dia tak henti bekerja kendati tenaganya mulai surut dimakan usia. Kini, satu-satunya pekerjaan yang masih ditekuninya adalah menyemir sepatu. “Saya yang membawakan peralatannya sampai ke stasiun,” ucap Houda.(Tem)