Rabu, April 29, 2026
Beranda blog Halaman 334

Unggah Status Tak Pantas Di Medsos, Bupati Mesuji Dianggap Lecehkan Wartawan

BERIMBANG.COM, Lampung,  27-04-2018. Seiring dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam melaksanakan fungsi pengawasan
atas pelaksanaan setiap produk Kebijakan hingga pelaksaan yang dilakukan SKPD, sehingga diharapkan dengan pengawasan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat itu sendiri.

Namun, pengawasan tersebut sungguh berbanding terbalik
dengan apa yang dilakukan oleh seorang Khamamik yang Notabene adalah seorang Bupati, seorang Pemimpin sekaligus tokoh yg seharusnya dapat memberikan contoh yang baik dan apresiasi kepada masyarakat yang melakukan pengawasan

Menyikapi beredarnya pemberitaan menyoal kebijakan Nota Dinas, sudah selayaknya Khamamik bisa  menyikapi secara lebih bijak bukan justru memilih bereaksi dengan mengunggah statmen yang tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat publik Melalui status di akun Facebook pribadinya

"Di Kabupaten Mesuji ada wartawan modalnya share-share, modal gaya seolah-olah segala-galanya,  tapi babar blas gak iso nulis. Yaah namanya juga usaha. Kaanggo gaya gayaan medeni (menaktuti, red) wong deso. 

Mau nyadap karet capek. Ndodos sawit Malees. Nguli gak kuat. Yaaahh jadi informan dan bermuka dua.Rai gadeg dan modal ngedableg. Dari pada nganggur di rumah gak punya malu,” ungkapnya di status facebooknya.

Statusnya yang di unggah sekitar pukul 21.16 WIB, Rabu 25 April 2018 ini beredar luas dan  menuai kecaman dari kalangan jurnalis, terutama jurnalis di Kabupaten  Mesuji.

Kecaman juga disampaikan oleh Forum Pers Indevenden Indonesia (FPII) Setwil Lampung.
Menurut Ketua FPII Setwil Lampung, Fikri,  status yang di Unggah orang nomor 1 di Mesuji itu patut di sangkakan telah melakukan tindakan pelecehan terhadap Profesi Jurnalis atau Wartawan.

Khamamik tidak seharusnya bereaksi seolah alergi terhadap kritik. Selayaknya sebagai seorang pemimpin Mesuji,  khamamik bisa merangkul semua pihak, termasuk Jurnalis/wartawan. Bukan justru merendahkan atau melecehkan profesi Wartawan terlepas dari wadah Organisasi mana yang menaungi Wartawan tersebut.

Masih menurut Fikri, jika memang Bupati Khamamik tidak suka dengan seseorang, atau pemberitaan dari salah satu media, seharusnya Khamamik dapat memberikan hak jawab,  jangan melampiaskan pada profesi secara umum, karena kalimat Wartawan/jurnalis menyangkut nama profesi bukan perorangan.

"Jadi jangan main-main, Profesi wartawan sah dan di lindungi UU No. 40 tahunn1999 dan merupakan bagian dari pilar demokrasi, Saya berharap khamamik segera mencabut ucapan nya atau beliau harus menyebut siapa yang di maksud ," ujarnya.

Sampai berita ini dinaikkan, Ketua FPII Setwil Lampung belum bisa mendapatkan konfirmasi dari Bupati Mesuji krn nomor HP selulernya tdk aktif.

FPII Setwil Lampung

Polsek Cijeruk Gelar Operasi Patuh Lodaya 2018

BERIMBANG.COM, Bogor-Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cijeruk menggelar Operasi Patuh Lodaya 2018 di Wilayah Kecamatan Cijeruk-Cigimbong. Operasi yang dilaksanakan di Jalan Raya Ciawi-Sukabumi, tepatnya didepan Taman Rekreasi Lido Resort  dan melibatkan anggota Dinas Perhubungan wilayah Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis (26/4/18) kemarin

Kanit Lantas Polsek Cijeruk-Cigombong, Iptu Ma'ruf mengatakan, Pelaksanan Operasi Patuh Lodaya dimulai hari ini tanggal 26 Maret sampai tanggal 9 Mei 2018, selama 14 hari.

"Tujuan dilaksanakannya Operasi tersebut untuk terciptanya situasi Lalu lintas yang aman, tertib dan lancar pada lokasi rawan laka, sekaligus mengantisifasi terjadinya kriminalisme, sehingga meningkatnya ketertiban dan kepatuhan serta disiplin masyarakat dalam berlalu lintas," ujarnya.

Iptu Ma'ruf menerangakan, Pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya dilaksanakan selama 14 hari mulai 26 April sampai 9 Mei 2018 diseluruh wilayah hukum NKRI serentak dalam membentuk Operasi Harkamtibmas yang mengedepankan giat Gakkum disertai giat Refresif dan Preventif secara selektif prioritas untuk mewujudkan Kamseltibcar lantas jelang Idul Fitri 1439 H.

" Dalam Operasi ini Dengan Sasarannya yaitu, menilang Pengendara Sepeda Motor yang melawan arus dan menyerobot lampu merah, Pengendara menggunakan HP, Pengendara SPM berboncengan lebih dari satu, Pengemudi dibawah umur serta pengemudi yang tidak membawa SIM / STNK, Melebihi batas kecepatan, Pengemudi dan Penumpang tidak pakai Helm, Safety Belt, dan Bus naik/turun penumpang tidak pada tempatnya," terangnya. (Na/Wan)

Resmikan Gedung SMPN 26 Depok, Walikota Depok Upayakan Pembangunan Tahap II Tahun 2019

Kepala Sekolah SMPN 26, Anthoni menyambut kehadiran Walikota Depok. ( Foto : Iik)

BERIMBANG.COM, Depok – Tepat di Tanggal 26 April 2018, Gedung UPTD SMPN 26 di Jalan Mangga No. 26 Beji Kota Depok  telah diresmikan oleh Walikota Depok, Mohammad Idris. Dalam melakukan sesi penyambutan di sambut dengan tarian lengser khas Jawa Barat dan penanaman pohon.

Peresmian dihadiri oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah, Camat Beji,Ues Suryadi , Kapolsek Beji, Yenny Angreni Sihombing serta para tokoh masyarakat dilingkungan Gedung SMPN 26.

Dalam sambutannya, Walikota Depok, Mohammad Idris menyampaikan bahwa Gedung SMPN 26 adalah bangunan termegah di Kota Depok diantara Gedung SMPN lainnya, pihaknya akan mengupayakan pembangunan untuk tahap dua akan segera selesai di tahun depan.

" Mudah – mudahan bangunan yang belum selesai segera kita kerjakan di tahun 2019, Insya Allah tidak ada kendala," ujar Idris.

Terkait dana pembangunan, Idris menyarankan jangan selalu mengandalkan Pemerintah Kota Depok, pihak sekolah melalui Komite sekolah bisa mengajukan bantuan kepada pelaku usaha Kota Depok khususnya di kecamatan beji.

" Banyak pengusaha di Kota Depok yang peduli dengan pendidikan ditambah bila ada perusahaan yang bisa menyalurkan dana CSR, itu sangat membantu dalam sarana dan prasana sekolah yang kurang memadai," harapnya. ( Iik ).

 

Pemdes Pasir Jaya Rutin Adakan Pengajian Bulanan Ibu-Ibu Sekaligus Mempererat Tali Silaturahmi

BERIMBANG.COM, Bogor- Pemerintah Desa (Pemdes) Pasir Jaya, melaksanakan Pengajian Rutin Ibu-Ibu yang merupakan pengajian rutin bulanan yang di gelar di Aula Kantor Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kepala Desa Pasir Jaya, Gina Garmina menerangkan, Salah satu bentuk meningkatkan keimanan adalah dengan bentuk pengajian rutin bulanan atau  Tausiah. Sebagai Pemerintahan Desa harus dapat terus meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan bagi seluruh warganya.

"Pemdes Pasir Jaya memiliki bentuk pengajian seperti ini yang dilaksanakan disetiap bulan yang hadiri oleh Ibu PKK, Kader, serta para jemaah Ibu-Ibu se-Desa Pasir Jaya. Dan dengan mengundang Ustadz yang telah ditunjuk sebelumnya dengan secara bergantian disetiap bulannya," terang Gina kepada berimbang.com saat ditemui diruangannya, kamis (26/4/18) pagi tadi

Diadakannya Pengajian ini, lanjut Gina, Selain meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan sekaligus mempererat tali silaturahmi sesama warga Desa Pasir Jaya, kususnya para ibu-ibu pengajian.

" Alhamdullilah pada kesempatan ini kita bisa berkumpul bersama dan bersilaturhmi, semoga dengan diadakannya kegiatan ini kita diberikan rahmat oleh Allah SWT, dan buat Ibu-Ibu yang hadir saya harap untuk lebih semangat lagi dalam melaksanakan pengajian rutin bulanan ini," tutupnya. (Na/Wan)

Rudi Irawan Menangkan Pemilihan Kepala Desa PAW Wates Jaya

BERIMBANG.COM, Bogor – Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa antar waktu (PAW) Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diselenggarakan di Aula Mesjid Al Adzim Cigombong, Minggu (22/04/18). Pemilihan tiga calon kepala desa itu diikuti oleh 172 tokoh perwakilan masyarakat setempat.

Paska seleksi tujuh bakal calon, panitia telah menetapkan tiga bakal calon yang dinyatakan lulus di sejumlah tes. Para calon yang duduk di bangku calon pilihan di lokasi pemungutan suara itu yakni, nomor urut calon kades 1 Rudi Irawan, nomor urut 2 Hendra Gunawan, dan nomor urut 3 Cecep Saepudin. Dari 172 hak pilih, yang hadir ke lokasi pemungutan suara untuk menggunakan haknya sebanyak 171 orang. 

Berdasarkan hasil perhitungan suara dalam pemilihan kepala desa antar waktu (PAW) Desa Wates Jaya, Rudi Irawan calon kepala desa dengan nomor urut 1 memperoleh suara terbanyak, dengan perolehan 83 suara. Sementara itu Hendra Gunawan nomor urut 2 memperoleh 35 suara, Cecep Saefudin nomor urut 3 memperoleh 52 suara dan 1 suara blanko.  Dengan demikian, Rudi Setiawan dinyatakan terpilih menjadi pelaksana amanah masyarakat Desa Wates Jaya beberapa tahun kedepan.

Rudi Irawan, Calon Kepala Desa Wates Jaya terpilih kepada awak media mengatakan dengan terpilih dirinya sebagai kepala desa, maka hari ini merupakan titik tolak dalam meningkatkan kinerjanya sebagai pelayan masyarakat. 

"Mulai hari ini saya bertekad untuk lebih memaksimalkan kinerja saya selaku kepala desa dan pelayan masyarakat. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan amanah masyarakat desa Wates jaya yang saya emban", kata Rudi.

Dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa PAW tersebut Sebagai antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban, Kapolsek Cigombong – Cijeruk Kompol. Dr Safiuddin Ibrahim mengatakan bahwa pengamanan  melibatkan aparat gabungan.

"Pengamanan melibatkan anggota TNI dari Koramil, anggota Polri dari Polres Bogor dan Polsek Cigombong – Cijeruk, anggota Sat Pol PP, dan Linmas", ujar Kapolsek. (Tim)

Pemdes Tanjungsari Mengadakan Rapat Sosialisasi Dan Pembinaan Bumdes

BERIMBANG.COM, Bogor- Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungsari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, mengadakan Rapat Sosialisasi dan Pembinaan Usaha Milik Desa (BUMDES), Jumat (20/4/18) siang. Hadir dalam rapat tersebut, Kepala Desa Tanjungsari Suryadi, Sekertaris Desa Wawan, Bendaha Desa Rian Hidayat, Kaur Pemerintahan Zakaria, Pengurus Bumdes Desa Tanjungsari, Pendamping Desa Ridwan, Serta BPD, LPM, dan seluruh Rt/Rw se- Desa Tanjungsari.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tanjungsari, Suryadi mengucapkan banyak terimakasih kepada BPD, LPM, dan seluruh Rt/Rw yang sudah menyemptkan waktu untuk hadir dalam rapat ini.

"Alhamdulilah pada hari ini kita bisa bertemu kembali, untuk rapat kali ini kita akan mensosialisasikan dan memberikan pembinaan tentang Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)," ucapnya.

Sementara itu, Sekertaris Desa Tanjungsari Wawan mengatakan, dalam rapat hari ini memberikan pembinaan mengenai mekanisme Bumdes dari segi pengelolaan maupun administrasi.

"Kita berikan pembinaan sekaligus menjelaskan tentang cara pengelolaan Bumdes, hal ini agar Rt/Rw sekaligus pengurus bisa memahaminya sehingga Bumdes Desa Tanjungsari ini berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat kususnya Desa Tanjungsari," ujarnya.

Pantauan berimbang.com, dalam rapat tersebut salain sosialisasi dan memberikan Pembinaan Bumdes, membahas juga Program-Program Desa, seperti adanya Sarana Air Bersih dan membahas evaluasi kinerja perangkat Desa kedepannya. (Na)

Warga Kampung Panjang Bojong Gede keluhkan Akses Jalan Hampir Terputus Karena Longsor  

BERIMBANG COM, Bogor – Pengendara Dan Pejalan Kaki diminta ekstra hati-hati saat melintasi Jalan Raya Perum Aneka Gas Desa Rawa Panjang yang Berada di wilayah Rw 17 Rt 05 Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor.Pasalnya, sebagian badan jalan ambrol. Padahal jalur ini satu-satunya satu-satunya akses bagi warga setempat.

Longsoran tebing setingi 8 meter dengan panjang kisaran yang terkena ambrol jalan 10 meter mengakibatkan akses jalan ini terancam terputus. Parahnya lagi, kondisi longsoran mulai mengkikis bibir jalan hingga membuat retakan.

Longsor terjadi setelah hujan Empat hari lalu. Tapi, hingga Jumat  (16/4/2017) belum juga diperbaki.

Akibatnya, jalan menyempit dengan lebar hanya dua meteran. Kendaraan yang melintas hanya cukup untuk satu mobil.

Salah seorang warga Kampung Leuwi Panjang,Dani mengatakan sebelumnya kondisi jalan sudah retak. Saat itu,hanya diberikan pembatas dan ditambal menggunakan semen.

“Perbaikan hanya sebatas pemberian semen jalan yang retak dibantu oleh petugas desa dan Koramil. Longsor yang menyebabkan jalan retak itu terjadi Senin pekan lalu,” katanya

Sementara itu, warga setempat berharap jalan yang longsor segera diperbaiki. Dikhawatirkan, bila dibiarkan kerusakan akan makin melebar.

“Saya harap bisa cepat diperbaiki, sebab rawan sekali banyak Pengguna jalan Melewati jalan ini, anak anak kecil  ,Ibu ibu yang melintas. Ini pun baru bisa dilalui motor Pelan Pelan Bahkan jalan tersebut satu-satunya akses warga disini,” ucapnya,

Tidak Ada Eksekusi Pasar Kemiri, Pedagang Minta Secara Tertulis Dari Pengadilan

BERIMBANG.COM, Depok – Ratusan Pedagang melakukan orasi dan berkumpul di setiap pos pengamanan untuk menghadang eksekusi dari Pengadilan Negeri Depok namun utusan dari Polres Depok mengumumkan eksekusi kepada seluruh pedagang bahwa eksekusi yang rencananya pada hari ini gagal dilakukan. Kamis ( 19/4/2018).

Kapolres Depok melalui Kompol Subandi mengatakan mendapat perintah dari kapolres untuk menyampaikan kepada seluruh pedagang untuk tetap berdagang seperti biasanya karena eksekusi hari ini tidak ada.

" Pedagang tidak usah resah berdaganglah seperti biasa karena tidak ada eksekusi hari ini karena bila akan melakukan eksekusi harus ada solusinya buat pedagang," ungkap Subandi.

Para pedagang sempat menanyakan kepada pihak polres jaminan tidak adanya eksekusi karena pedagang masih tidak percaya dengan dibatalkannya eksekusi hingga pedagang meminta jaminan secara tertulis dari Pengadilan Negeri.

Menanggapi pertanyaan pedagang,  pihak kepolisian hanya menjawab menjamin secara lisan bahwa tidak ada eksekusi.

" Masa tidak percaya bahwa hari ini tidak ada eksekusi, ini yang disampaikan Kapolres Depok kepada saya. Pedagang tidak usah khawatir," jelas Subandi.( Iik ).

 

Masyarakat Dan Pedagang Bangun Posko Pengamanan Antisipasi Eksekusi Pasar Kemirimuka

Kepala Dinas Perdagin, Kania Parwati ( jilbab) saat mengunjungi Posko pengamanan ( Foto : Iik )

BERIMBANG.COM, Depok – Menjelang Eksekusi pada hari ini tanggal 19 April warga sekitar Pasar Kemirimuka dan para pedagang melakukan pengamanan rencana eksekusi yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Depok.

Pengamanan dilakukan di pintu masuk pasar dengan mendirikan posko – posko pengamanan untuk mengantisipasi adanya eksekusi   penggusuran dan menggagalkan eksekusi yang selama ini membuat para pedagang dan lingkungan sekitar resah.

Ketua RW 13 Kelurahan Kemirimuka, Mulyono ketika dikonfirmasi berimbang.com mengatakan, Kami warga lingkungan RW 13 menolak keras dengan adanya eksekusi karena menurutnya bilamana eksekusi dilakukan dapat merugikan pedagang dan warga.

" Kami akan pertahankan sampai titik darah penghabisan untuk menggagalkan eksekusi karena dampaknya kepada lingkungan. Dengan adanya pasar dilingkungan sangat bermanfaat untuk warga," ungkap Mulyono.

" Yang kami bela bukan hanya pedagang tetapi juga warga kami karena warga kami juga ada yang mencari nafkah dipasar," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Industri, Kania Parwati ketika melakukan kunjungan ke posko pengamanan sangat mendukung dengan reaksi warga dan pedagang untuk menolak eksekusi yang akan dilakukan Pengadilan Negeri Depok.

Kania juga berharap nantinya bila dilakukan peremajaan pasar, Pemkot Depok yang harus mengelola pasar tersebut karena bilamana pengelolaan pasar di pegang oleh swasta harga harga di pasar tidak bisa di kontrol.

" Untuk itu kami sangat berharap agar tidak terjadi eksekusi dan para pedagang menjadi nyaman dalam berdagang," ucap Kania.

Pemerintah Kota Depok menurut Kania sudah mengajukan Hak Pengelolaan Lahan ( HPL)  Pasar Kemirimuka kepada BPN tetapi belum ada tindak lanjut ( Iik)

KP2D Gelar Raker Pertama Di Gedung Dibaleka 1

BERIMBANG.COM, Depok – Bertempat di Gedung Baleka 1 Lt.2 Ruang Rapat Dispenda Kota Depok, Komunitas Perempuan Peduli Depok atau biasa disingkat menjadi KP2D menggelar Rapat Kerja (Raker) pertama dengan diikuti 32 pengurus aktif yang membawahi sembilan bidang tugas dan pokok pekrjaan. Bidang-bidang tersebut meliputi bidang hukum/Pendampingan, bidang Ekonomi dan sosial, bidang Pendidikan, bidang Seni Budaya, bidang Kesehatan, bidang Litbang, bidang UKM, bidang Humas dan bidang Olah Raga. Selasa (17/4/2018).

Acara Raker dihadiri pula oleh dua orang Dewan Penasehat KP2D, H. Agus Purwoto, SE dan Djaya Kasawilaga. Selaku perwakilan dari pucuk pimpinan Kota Depok didelegasikan kepada Eka Bachtiar yang menjabat sebagai 
Kepala DInas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPA PMK) Kota Depok.

Dalam sambutan dan arahannya, Eka Bachtiar secara umum menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan Raker Pertama KP2D dan beliau ingin kegiatan organisasi KP2D agar selaras dan sinergi dengan visi, misi dan program Pemerintah Kota Depok, khususnya untuk program unggulan seperti Zero Waste City, Smart Healhty City dan Family Resilence City ( Kota Ketahanan Keluarga) dan yang terakhir merupakan program unggulan yg menjadi tupoksi DPA PMK. Beliau berharap KP2D  dapat membuat  dan menyusun program kerja yang mempunyai jangka waktu pendek, menengah dan panjang dari 3 tahun sesuai masa waktu pertanggungjawabannya di breakdown pertahun yang sekaligus diimplementasikan dalam aksi kegiatannya. Dan harapannya KP2D dapat menghasilkan program kerja yang dapat menyentuh masyarakat secara luas.

Sebagai Ketua organisasi KP2D, Inawati Neih berharap dengan  terlaksananya Raker Pertama KP2D ini, Kepengurusan dan 9 Bidang bisa melaksanakan program kerja yang telah disusun sesuai bidangnya masing-masing. Serta dapat bersinergi dengan para dinas terkait untuk merealisasikan berbagai kegiatan yang mencerminkan kepedulian kepada masyarakat. KP2D mandiri dalam bergerak dari kita untuk memberi manfaat kepada masyarakat.

KP2D didirikan pada  20 Des 2014 oleh beberapa perempuan hebat yang sangat mencintai Kota Depok. KP2D mendapat pengesahan Pendirian Badan Hukum berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI nomor : AHU-0071650.AG.01.07. TAHUN 2016 tanggal 24 Agustus 2016 berdasarkan Akta Notaris Rakhmat Mushawwir Rasyidi, SH, Mkn nomor 43 tanggal 19 Agustus 2016. Digawangi oleh Inawati Neih sebagai Ketua, dan dibantu oleh Kartika Hanafi sebagai Sekretaris beserta Emma Qojjimah sebagai Bendahara, KP2D sampai sekarang masih tetap eksis dan seringkali mengadakan beberapa kegiatan sosial kemasyarakatan.(Erna Multiningsih)