Beranda blog Halaman 255

Pemdes Wates Jaya Bersama Baja Perindo Melakukan Pengasapan Fogging Ke Wilayah

0

BERIMBANG.COM, Bogor – Pemerintah Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor bersama DPP Barisan Penajaga (BAJA) Perindo melakukan Bakti Sosial (Baksos)  pengasapan (Fogging) guna pencegahan Penyakit Demam Berdarah (DBD), sabtu (2/5/20) pagi tadi.

Kegiatan Fogging dilakukan diseluruh Wilayah Desa Wates Jaya yang terdiri dari delapan Rw, hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Wates Jaya beserta Sataf, Ketua Baja Perindo beserta Anggota, Babinsa Babinmas Desa Wates Jaya, Rt/Rw serta Masyarakat Wates Jaya.

Kepala Desa (Kades) Wates Jaya, Rudi Irawan S.IP mengatakan, Sehubungan dengan semakin banyaknya kasus yang terpapar penyakit Demam Berdarah, maka pihaknya bekerja sama denga DPP Baja Perindo, serta mengajak Rt/Rw se-Desa dan lapisan masyarakat untuk berperan aktif melakukan upaya pencegahan wabah DBD dengan melakukan pengasapan (Fogging) Diwilayah Rw’nya masing-masing. Rudi berharap, semoga dengan upaya-upaya tersebut warganya bisa terhindar dari penyakit DBD.

“Mudah-mudahan dengan dilakukannya Fogging ini bisa menumpas sarang nyamuk dan memberantas gejala-gejala penyakit DBD, dan kami berharap masyarakat Wates Jaya selalu melakukan cara pola hidup sehat dan bersih,” ujarnya

Sementara itu, Drisye Siahana Ketua DPP Baja Perindo mengatakan, Dilakukannya kegiatan pengasapan (Fogging) bentuk kepedulian pihaknya terhadap masyarakat.

“Terkait mengantisipasi penyakit DBD, Bukan hanya Covid-19 belas saja yang bisa membahyakan kesehatan, namun seperti yang diketahui penyakit Demam Berdarah pun juga perlu diantisipasi karena tingkat kerawanannya juga sangat tinggi,”ungkapnya.

Pantauan berimbang.com dilapangan, Pihak Pemerintah Desa Wates Jaya juga saat ini sedang sibuk dengan berbagai kegiatan penanganan Covid-19, seperti kegiatan PKK yang turun langsung kewilayah untuk membagikan paket sembako kepada warga masyarakat yang benar benar membutuhkan, kegiatan pembagian sembako tersebut yang langsung dipimpin ketua PKK Desa Wates Jaya.

(Na)

Damkar dan Penyelamatan Kota Depok Monitoring Kampung Siaga Covid-19, Bagikan Masker dan Handsanitezer

0

BERIMBANG.COM, Depok – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok lakukan monitoring dengan membagikan 200 masker kain dan 200 hand sanitizer ke kampung siaga Covid-19 di saat penerapan PSBB tahap kedua berlangsung.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok R. Gandara Budiana mengatakan, hari ini terjun ke titik lokasi Kampung Siaga Covid-19 Ke RW di Kecamatan Sukmajaya.

“Titik lokasi yang di kunjungi ke Rw. 03 Kelurahan Tirtajaya, Rw. 01 Kelurahan Mekarjaya, Rw. 03 Kelurahan Abadijaya dan Rw. 04 dan 05 Kelurahan Cisalak,” kata Gandara Kepada media berimbang.com, Sabtu (2/5/2020) yang di dampingi Kabid Penanggulangan Bencana Damkar dan Penyelamatan Kota Depok Deny Romulo.

Tujuannya menurut Gandara, melaksanakan pemantauan kesehatan, keamanan dan logistik di RW setempat, di masa penerapan PSBB tahap kedua.

“Yang paling penting meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pelaksanaan PSBB untuk Pencegahan Penyebaran Covid 19, bisa segera berakhir,” ucapnya.

Sementara itu Menurut Kabid Penanggulangan Bencana Deni Romulo, dengan pemberian masker dan hand sanitizer bisa memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan demikian, mereka harus membiasakan diri untuk hidup bersih dan selalu mencuci tangan dengan air mengalir, serta mengenakan masker jika keluar rumah.

“Kami ingin masyarakat semakin menyadari perlunya menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Terlebih dalam kondisi wabah Covid-19 ini. Jadi di rumah saja jika tidak ada kepentingan yang mendesak,” tuturnya. (adi).

Masih Bandel, SatPol-PP Depok Tutup Toko Pasadena

0

BERIMBANG.COM, Depok – Kembali di hari kedua sejumlah toko yang pengecualian tidak mematuhi aturan penerapan PSBB di kota Depok.

Satpol PP yang di pimpin langsung Kasat Lienda Ratnanurdiany bersama TNI dan Polri tutup paksa puluhan toko yang tetap berjualan.

“Jika tetap membandel, petugas mengancam akan mencabut izin usahanya,” Kata Kabid Penegakan Perda SatPol-PP Kota Depok Taufiqurrahman, kepada awak media di lokasi toko pakaian Pasadena jalan Raya Sawangan.

Penutupan paksa ini dilakukan petugas Satpol PP bersama petugas TNI dan Polri terhadap toko yang masih buka di sejumlah jalan protokol seperti di Jalan Margonda Raya, jalan Kartini, jalan ARH, jalan Nusanatara jalan Dewi Sartika dan terakhir jalan Sawangan tepatnya menutup Toko pakaian Pasadena.

“Tak hanya menutup, petugas juga menempel stiker penutupan sementara,” ucap Taufiq.

Sementara itu di tempat yang sama Kasatpol PP kota Depok, lienda Ratnanurdiany mengatakan, tindakan tegas ini dilakukan lantaran masih banyak pelaku usaha yang tidak menghiraukan imbauan petugas untuk mematuhi aturan PSBB yang berlaku di kota Depok.
Penutupan paksa ini berlaku sejak PSBB kota Depok diperpanjang hingga tanggal 12 Mei mendatang.

Sebelumnya ucap Lienda, setelah pembatasan sosial berskala besar tahap pertama berakhir hari ini tanggal 28 April, PSBB tahap kedua diperpanjang kembali selama 14 hari ke depan mulai Rabu 29 April sampai 12 Mei 2020.

“Agar perpanjangan PSBB ini berjalan lebih efektif dan maksimal, kami hari ini harus menutup,” tutur Lienda, Meskipun mendapat perlawanan dari toko tersebut.

Lienda mengajak, untuk memutuskan mata rantai virus maka diperlukan kerja sama masyarakat dan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat diminta kesadarannya mau menaati aturan demi kesehatan bersama.

“Harapannya masyarakat berperan serta ikut aktif. Karena, PSBB bukan kewajiban pemerintah saja tapi bersama. PSBB adalah mencegah penyebaran,” tutur Lienda.

Dia mengungkapkan, tujuan PSBB adalah mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19. PSBB ini akan berjalan baik jika ada kesadaran dari masyarakat.

Diketahui bahwa PSBB tahap II Depok akan berlangsung sejak 28 Maret hingga 12 Mei 2020. “Kami gabungan bersama TNI Polri melakukan penutupan sementara sampai 12 Mei. Sejauh ini sudah hampir 90 persen toko tutup. Kecuali sektor yang dikecualikan, seperti toko makanan, bangunan, komunikasi, dan fasilitas kesehatan. Di luar itu kami tutup,” papar dia. (adi).

Pemerintah Umumkan Stok Beras Defisit Di Sejumlah Daerah

0

BERIMBANG.COM, Jakarta – Wabah virus corona yang berbarengan dengan bulan puasa Ramadan menjadi perhatian khusus pemerintah.

Apalagi sekarang, fokus pemerintah adalah stok pangan di Indonesia.

Baru-baru ini Presiden Jokowi mengumumkan langsung kabar buruk soal defisit kebutuhan pokok di sejumlah daerah.

Mulai dari beras hingga telur ayam.

Dilansir dari TribunWow.com, Jokowi meminta jajarannya, khususnya kepada Menteri Pertanian untuk mengantisipasi dan mempertimbangan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.

Jokowi tidak ingin ketersediaan bahan pokok untuk masyarakat terganggu.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Bogor, Selasa (28/4/2020) yang tayang di kanal Youtube Sekretariat Presiden.

“Langkah-langkah antisipasi harus kita lakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok bagi rakyat kita,” ujar Jokowi.

“Oleh sebab itu yang pertama saya ingin agar dilakukan hitungan yang cepat terhadap kebutuhan bahan pokok setiap daerah setiap provinsi agar dihitung mana provinsi yang surplus mana provinsi yang defisit,” jelasnya.

Sejumlah daerah alami defisit

Orang nomor satu di Indonesia itu kemudian menjelaskan daerah-daerah yang mengalami defisit bahan pokok.

Seperti misalnya untuk stok beras, menurut Jokowi mengalami defisit pada 7 provinsi.

Hal itu menjadi pertimbangan tersendiri mengingat beras merupakan bahan makanan utama.

Selain itu, stok minyak goreng diperkirakan mengalami defisit di semua provinsi di Indonesia.

“Dan laporan yang saya terima untuk stok beras defisit di 7 provinsi, stok jagung defisit di 11 provinsi, kemudian stok cabai besar defisit di 23 provinsi, stok cabai rawit defisit di 19 provinsi, stok bawang merah juga diperkirakan di 1 provinsi dan stok telur ayam defisit di 22 provinsi,” jelasnya.

“Stok untuk minyak goreng diperkirakan cukup untuk 34 provinsi, tetapi untuk stok gula pasir diperkirakan defisit di 30 provinsi dan stok bawang putih defisit di 30 provinsi,” sambungnya.

Maka dari itu, Jokowi meminta jajarannya untuk segera mengambil langkah cepat, yakni bisa manfaatkan daerah yang mengalami surplus untuk bisa menutup daerah lain yang mengalami defisit.

Dirinya mengingatkan untuk pendistribusian tetap bisa berjalan meski di tengah penerapan PSBB maupun larangan mudik.

“Pastikan distribusinya baik, sehingga daerah yang mengalami defisit kebutuhan pokoknya dapat disuplay melalui distribusi dari daerah yang surplus,” kata Jokowi.

“Oleh sebab itu, transportasi distribusi pangan antar provinsi antar wilayah antar pulau tidak boleh terganggu, saya akan cek terus karena dengan penerapan PSBB dari beberapa provinsi, beberapa kabupaten kota memang saya mendengar satu dua yang sudah mulai terganggu terutama berkaitan dengan transportasi pesawat,” pungkasnya.

Meski begitu, sejumlah daerah terus gencar membagikan sembako di tengah wabah corona.

Sip

Nasib Pembuat Nasi Anjing Hingga Di Laporkan Ke Polda Metro Jaya

0

BERIMBANG.COM, Jakarta – Pembagian nasi bungkus berlogo kepala anjing yang dilakukan Komunitas Yayasan Kristen ARK Qahal Family untuk warga terdampak Covid-19 di wilayah Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara berbuntut panjang. Komunitas itu dilaporkan ke polisi karena dianggap melecehkan agama Islam.

Ialah Rina Triningsih yang melaporkan hal tersebut ke Polda Metro Jaya pada Kamis (30/4/2020). Ia didampingi oleh para advokat yang tergabung dalam Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI). Laporannya telah diterima dengan Nomor TBL/2.576/IV/YAN/2.5/2020/SPKT/PMJ.

“Pembagian nasi bungkus gratis Nasi Anjing, berlogo Kepala Anjing berakibat meradang dan gaduhnya sebagian besar masyarakat muslim, karena tidak terima agamanya dilecehkan dan dihina sedemikian rupa,” demikian tertulis dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Novel Bamukmin, salah satu advokat pendamping, Jumat (1/5/2020).

Sementara itu, Novel menambahkan kalau anjing merupakan binatang yang haram untuk dimakan dan termasuk ke dalam kategori najis level berat sehingga umat Islam disebutkannya harus menghindarinya.

Dengan adanya pemberian nasi bungkus dengan logo kepala anjing itu diyakininya melecehkan keyakinan beragama umat muslim dan merusak toleransi umat beragama.

“Oleh karenanya para pihak yang telah melakukan perbuatan dan pembagian nasi bungkus tersebut patut dijatuhkan sanksi sesuai hukum yang berlaku. Agar menimbulkan efek jera bagi masyarakat, sehingga tidak terulang lagi peristiwa serupa,” ucapnya.

Sebelumnya, bantuan makanan berupa nasi yang dibungkus dengan kertas bertuliskan Nasi Anjing membuat geger warga Tanjung Priok, Jakarta Utara. Diketahui bantuan nasi tersebut disalurkan oleh komunitas ARK Qahal.

Koordinator Komunitas ARK Qahal, Andi angkat bicara menjelaskan tujuan pihaknya menyalurkan bantuan nasi dengan bungkus berlogo anjing.

Menurutnya, bantuan nasi tersebut dibagikan atas dasar untuk membantu masyarakat yang kesusahan dalam situasi pandemi virus Corona Covid-19.

“Tujuannya sudah jelas untuk membantu masyarakat yang butuh makan sehari-sehari dengan situasi bangsa kita yang lagi mengalami situasi yang sama-sama mengalami kesusahan, masa kami berdiam diri aja ga melakukan apa-apa,” kata Andi kepada Suara.com, Senin (27/4/2020).

Andi mengklaim, bantuan nasi anjing yang diberikan kepada masyarakat tanpa memandang latar belakang agama, ras dan suku.

“Sebagai manusia kami enggak melihat agama, suku, ras tapi sesama warga negara hati kami ini terketuk lah untuk membantu mereka itu aja sih,” kata dia.

Namun ketika disinggung mengapa bantuan nasi tersebut diberi nama Nasi Anjing, Andi tak memberikan keterangan lebih lanjut.

Ia hanya mengatakan, bahwa polemik Nasi Anjing ini sudah selesai dan sudah dilakukan mediasi dengan warga yang merasa dilecehkan.

Nekat Buka Saat PSBB, Satpol PP Depok Tutup Paksa Toko

0

BERIMBANG.COM, Depok – Kasat Pol PP memimpin langsung bersama dengan TNI, Polri melakukan penertiban terhadap pelaku usaha yang tidak termasuk dalam sektor pengecualian untuk beroperasi. Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II Depok dilaksanakan dengan lebih tegas.

Kasat Pol PP Lienda Ratnanurdiany mengatakan, Pada PSBB tahap I, petugas masih memberikan sosialisasi bahwa saat ini Depok sedang melakukan PSBB untuk mencegah penyebaran COVID-19. Namun pada PSBB tahap II ini petugas melakukan tindakan lebih tegas dengan menutup toko yang masih nekat beroperasi.

“Tahap satu masih sosialisasi. Sekarang Satpol PP selaku bagian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 melakukan patroli dan penegakan Perwal Nomor 22 tahun 2020. Seperti penutupan toko yang tidak dikecualikan di PSBB,” kata Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda, Jumat (1/5/2020), yang di dampingi Kabiq Penegakan Perda Taufiqurahman, TNI dan Polri.

Lienda menuturkan, melakukan patroli untuk memantau toko yang masih beroperasi. Jika peringatan petugas tak diindahkan, sanksi tegas selanjutnya akan diterapkan, yaitu mencabut izin usaha, sebab Jumlah Depok Paling Tinggi Jumlah Positif Corona.

“Izinnya akan dicabut. Kami sudah mendapatkan arahan Gugus Tugas. Harapannya Kita memperkecil penyebaran Covid19 ini harus kerja sama semua. Kesehatan masyarakat adalah hukum tertinggi,” ujarnya.

Lienda mengajak, untuk memutuskan mata rantai virus maka diperlukan kerja sama masyarakat dan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat diminta kesadarannya mau menaati aturan demi kesehatan bersama.

“Harapannya masyarakat berperan serta ikut aktif. Karena, PSBB bukan kewajiban pemerintah saja tapi bersama. PSBB adalah mencegah penyebaran,” tutur Lienda.

Dia mengungkapkan, tujuan PSBB adalah mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19. PSBB ini akan berjalan baik jika ada kesadaran dari masyarakat.

Diketahui bahwa PSBB tahap II Depok akan berlangsung sejak 28 Maret hingga 12 Mei 2020. “Kami gabungan bersama TNI Polri melakukan penutupan sementara sampai 12 Mei. Sejauh ini sudah hampir 90 persen toko tutup. Kecuali sektor yang dikecualikan, seperti toko makanan, bangunan, komunikasi, dan fasilitas kesehatan. Di luar itu kami tutup,” papar dia. (adi).

Cegah Covid-19, RW 01 Beji Timur Bagikan Paket Sembako

0

BERIMBANG.COM, Beji Timur – Posko Siaga Covid-19 (PSC) RW 01 Kelurahan Beji Timur Kecamatan Beji Kota Depok, membagikan paket sembako ke warga setempat yang terdampak wabah virus Corona. Mereka yang terdampak di antaranya kaum dhuafa, anak yatim, para pekerja harian, single parent, janda dan warga yang membutuhkan.

Penyerahan bantuan sosial yang berlangsung di Posko Siaga Covid-19 RW 01 Kelurahan Beji Timur, Jumat,(01/05/2020) pukul 09.00 wib.
Dalam acara di hadiri, Lurah Beji Timur Sobaruddin, Babinkamtibmas Beji Timur Iptu Triyono dan juga warga RW 01, dan tokoh masyarakat serta Ikatan Remaja Kapling (Ireka).

Menurut Lurah Sobaruddin, telah berdiri banyak Posko Siaga Covid-19 di semua Rw. Pihaknya selama ini terus melakukan sosialisasi ke warga agar terus menjaga jarak, menggunakan masker termasuk hand sanitizer.

Upaya ini menurut Sobaruddin, sebagai langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran Covid-19, Ia terus mengupayakan agar warga mau peduli dan bergotong royong serta mau mematuhi protokol kesehatan.

“Selalu jaga jarak, pakai hand sanitizer, pakai masker jika keluar rumah. Dan jika tidak penting cukup diam di rumah saja. Dengan diam di rumah itu membantu memotong penyebaran virus Corona,” jelasnya.

Sementara itu Ketua RW 01 Endang Suhandar menuturkan, penyebaran Corana di wilayah, bahwa Posko Kampung Siaga Covid-19 dibentuk atas Surat Edaran Walikota Depok. Dengan tujuan untuk membantu himbauan pemerintah guna memerangi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Beberapa agenda yang dikerjakan antara lain penyemprotan disinfektan mandiri sebanyak 4 kali ke seluruh rumah warga di RW 01.

Dalam dalam kesempatan itu, Posko Siaga juga membagikan 215 bungkusan sembako ke warga yang terdampak. Sedang sembako tersebut atas sumbangan dari donasi dari warga RW. 01, hasil kerja sama ketua RT se RW 01 dan tokoh masyarakat.

Menurut Endang yang biasa panggil Loy ini berbagai sumbangan warga yang kurang berkecukupan hasil dikumpulkan untuk disumbangkan ke warga yang membutuhkan atau terkena dampak akibat serangan virus Corona. (adi).

Polisi Berikan Tips Agar Mudik Tidak Dilarang

0

BERIMBANG.com, Jakarta – Keputusan pemerintah melarang kegiatan mudik lebaran 2020 bukan mutlak 100 persen.

Warga masih diperbolehkan untuk melakukan perjalanan jauh.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Istiono menjelaskan ada beberapa yang masih diperbolehkan untuk melakukan perjalanan jauh atau mudik.

“Apabila darurat ada keluarga yang sakit, meninggal asal ada keterangan diijinkan,” jelas Irjen Istiono.

Menurutnya jika ada surat keterangan itu, warga tidak perlu sembunyi-sembunyi untuk melakukan perjalanan.

“Tidak perlu naik truk, naik kontainer dikhawatirkan menimbulkan masalah lain,” jelas Istiono.

Kakorlantas pun menegaskan, pihaknya terus melakukan pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 yang dikhususkan memutus rantai penyebaran Corona.

“Selama empat hari ini pelaksanaan operasi ketupat di jalur arteri cukup bagus dan efektif,” katanya.

“Termasuk penyekatan untuk kendaraan roda dua maupun roda empat,” jelasnya.

Istiono juga mengatakan penyekatan dari Lampung sampai Jawa Timur pelaksanaanya juga sudah cukup efektif.

“Secara keseluruhan 9.393 kendaraan diperintahkan untuk putar balik. Serta indikasi pemudik setiap hari menurun.” jelas Jenderal Bintang Dua tersebut.

Panti Asuhan Jual Bayi Ramai Di Medsos, Polisi Selidiki Pemilik Akun

0

BERIMBANG.COM, Depok – Sebuah panti asuhan Di Depok menjadi viral di media sosial karena menjual bayi lewat akun Instagram-nya. Polisi memastikan bahwa pihak yayasan tidak pernah memperjualbelikan bayi.

Polresta Depok menyelidiki posting-an viral itu pada Rabu (2/4). Tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Unit Krimsus Polresta Depok kemudian melakukan penelusuran ke Yayasan Panti Asuhan Sakinah di Depok, Jawa Barat.

“Setelah didatangi dan diklarifikasi terkait posting-an akun tersebut, Saudara Bahja Wijaya selaku Ketua Yayasan Panti Asuhan Sakinah mengatakan bahwa posting-an tersebut tidak benar,” kata Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (30/4/2020).

Di sisi lain, tidak ada balita yang diasuh di panti asuhan tersebut. Sedangkan akun Instagram yang mencatut nama yayasan memperjualbelikan bayi dan balita.

“Karena anak asuh yang ada di panti asuhan tidak ada yang balita atau paling kecil umur 11 tahun dan paling besar umur 19 tahun,” imbuhnya.

Firdaus mengatakan pihaknya masih menyelidiki pemilik akun @Jual_Beli_babyyyyyy itu.

“Pemilik akun masih kita telusuri,” kata Firdaus.

Posting-an akun tersebut menjadi viral di media sosial karena memperjualbelikan bayi. Di bio akun tersebut tertulis harga bayi dan balita sebesar Rp 5 juta sampai Rp 1 miliar.

Akun tersebut mem-posting sejumlah foto bayi dan balita. Saat dilihat detikcom pagi ini, akun tersebut sudah dihapus.

BNI Dan DMC Salurkan Sembako ke 3 Panti Asuhan di Depok

0

BERIMBANG.COM, Depok, Pandemi Covid-19 membuat sendi-sendi kehidupan terguncang, banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan bahan pangan. Di Kota Depok, BNI Cabang Margonda dan Depok Media Center (DMC) menyalurkan ratusan sembako kepada anak-anak yatim yang ditampung di tiga panti asuhan.

BNI yang dikenal sebagai agen pembangunan, menyadari bantuan sembako sangat dibutuhkan panti asuhan yang belum tersentuh bantuan langsung pemerintah. Bantuan sembako itu juga menjadi gerakan BNI Berbagi yang berlangsung simultan di seluruh Indonesia.

“Hari ini kami membagikan sembako ke semua masyarakat yang membutuhkan secara simultan di Indonesia, khusus di Kota Depok kami menyalurkan ke tiga panti asuhan anak yatim, “kata Nano Wicaksono Wakil Pemimpin Cabang BNI Margonda, Kamis (30/4/2020), di Panti Asuhan Sakinah, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kota Depok.

Menurut Nano, setiap bulan Ramadhan gerakan BNI Berbagi selalu menyediakan bantuan sembako kepada masyarakat. Hanya saja, dengan adanya pandemi Corona, gerakan sosial itu disesuaikan dengan kebijakan pemerintah untuk membantu membangun perekonomian masyarakat.

Pada tahap awal ini, BNI Berbagi menyediakan masing-masing 150 paket bantuan sembako untuk setiap panti asuhan.

Ketua Yayasan Panti Asuhan Sakinah Depok Bagja Wijaya yang menerima bantuan ini, terharu dengan bantuan yang diberikan. Karena dalam kondisi saat ini memang sembako sangat dibutuhkan pada anak asuhnya.

“Anak asuh kami ada 66 orang memang membutuhkan bantuan seperti sembako ini, kami harus menjaga kesehatan mereka dari ancaman virus Corona,” ujar Bagja.

Tiga panti asuhan yang diberikan ini, atas rekomendasi wartawan yang tergabung di DMC.

Ketua Pembina DMC Rusdy Nurdiansyah sangat mengapresiasi kepedulian BNI Berbagi. Pada bulan Ramadhan, Depok Media Center (DMC) akan terus menebar manfaat kebaikan bagi sesama wartawan dan masyarakat.

“Saatnya kita wartawan untuk berbuat lebih bagi kebaikan dan kemanfaatan orang lain. Jika kita berbuat baik dan bermanfaat bagi orang lain tanpa pamrih maka kita juga telah berbuat baik dan bermanfaat bagi diri sendiri,” ujar Ketua Pembina DMC, Rusdy Nurdiansyah.