Beranda blog Halaman 240

Logat Khas Depok, Kader PKK Kelurahan Depok Pandu Acara Ngobrash Sawali

0

BERIMBANG.com, Depok – Ada yang menarik di acara Ngobrolin Air, Sanitasi dan Hygiene Bersama Wali Kota Depok (Ngobrash Sawali) yang berlangsung secara virtual di Depok Operation Room (DeCOR), pada Jumat (17/07/2020).

Dalam kegiatan Ngobrash Sawali yang dikemas dalam video conference menghadirkan Wali Kota Depok Mohammad Idris, IUWASH PLUS Chief of Party, William James Parente, Kadisrumkin, Dinkes Kota Depok, Direktur PDAM Kota Depok, Bank BJB, Bank Mandiri dan Perusahaan Swasta.

Yang menariknya, Pembawa Acara (MC) dipercayakan oleh satu Kader Tim Monev (Monitoring Evaluasi) Kota Depok, Lili Shalihat yang dikenal ngablak apa adanya dengan logat khas Depok.

“Lah sempet gerogi juga awalnya. Karena harus mengikuti aturan protokol dalam membawakan acara Ngobrash Sawali. Meski gak langsung bertatap muka dengan Pak Wali Kota dan pejabat lainnya, tapi kan ditonton se-Depok,” kata Lili Shalihat, Jumat (17/07/2020).

Lili Shalihat yang memang salah satu Kader PKK di Kelurahan Depok dan tergabung dalam Tim Monev Kota Depok mengatakan, dirinya merasa lega karena diperbolehkan oleh pihak Diskominfo Kota Depok dalam membawakan acara (MC) dengan gaya khas dirinya.

“Alhamdulillah diberi kebebasan oleh Diskominfo dalam mengekpresikan gaya dan olah vocal ngebawain acara. Kan saya mah orangnya memang begini apa adanya kalo jadi MC,” ucapnya.

Sedangkan Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta United States Agency for International Development (USAID) untuk memperpanjang program Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH PLUS) hingga 2026. Hal ini perlu dilakukan guna memfasilitasi masyarakat yang belum terlayani sanitasi air bersih dan perilaku higiene.

“Kami minta program IUWASH PLUS diperpanjang minimal dari tahun 2021-2026. Karena masih banyak warga yang belum terfasilitasi terkait sanitasi air bersih,” ujarnya

Dikatakan Mohammad Idris, selama kurun waktu 2017-2020, terdapat empat kelurahan yang mendapat program IUWASH PLUS ini. Diantaranya Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kemiri Muka, Depok dan Abadi Jaya dengan total 37 RT dan 14 RW.

“Di Kota Depok terdapat 5.223 RT dan 908 RW, namun hanya 0,007 persen yang sudah dimonitoring teman-teman tim monev. Sisanya masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) kita semua. Untuk itu perlu kiranya, program ini terus berlanjut,” pungkasnya.

Red

SPRI Surati Kepala Daerah dan Menteri Terkait UKW dan Verifikasi Media

0

BERIMBANG.com Menyusul terbitnya Surat Keputusan Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor: KEP.2/152/LP.000.000/III/2020 tentang Registrasi Standar Kompetensi Kerja Khusus Wartawan Serikat Pers Republik Indonesia, maka secara resmi profesi wartawan di Indonesia sudah memiliki standar kompetensi kerja khusus.

Serikat Pers Republik Indonesia atau SPRI adalah organisasi pertama dan satu-satunya yang memiliki registrasi standar kompetensi khusus wartawan yang teregistrasi di Kementrian Ketenagakerjaan RI. Ada 15 unit kompetensi yang resmi diregistrasi Dirjen Binalatas Kemenaker dengan nomor: Reg.24/SKPK-DG/2020.

“Pada tahun 2019 lalu Dewan Pimpinan Pusat SPRI juga sudah mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi Pers Indonesia dan saat ini sedang mengurus lisensinya di Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP,” beber Ketua Umum DPP SPRI Hence Mandagi melalui siaran pers yang dikirim ke redaksi, kamis, (16/07/2020).

Dikatakan dia, pelaksanaan UKW yang dilakukan Dewan Pers melalui Lembaga Sertifikasi Profesi yang lisensinya ditetapkan sendiri secara sepihak oleh Dewan Pers adalah bertentangan dengan Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279), Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional, dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2016 tentang Sistem Standardisasi Kompetensi Kerja Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 257).

“UKW yang dilaksanakan oleh Dewan Pers adalah cacat hukum karena pelaksananya adalah LSP yang lisensinya bukan dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP,” tandas Mandagi.

Selain persoalan UKW, DPP SPRI juga menyoroti polemik Verifikasi Perusahaan Pers yang terjadi di berbagai daerah.

Menurut Mandagi, pernyataan Dewan Pers yang menyebutkan bahwa kerja sama Pemerintah Daerah dengan media atau Perusahaan Pers yang belum terverifikasi Dewan Pers akan berpotensi menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan adalah informasi sesat yang berpotensi menghilangkan hak ekonomi perusahaan pers yang berbadan hukum resmi.

Mandagi secara gamblang menyampaikan bahwa Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia telah dua kali mengirim surat ke DPP SPRI dengan surat nomor: 438/S/X.2/11/2019 Perihal: Tangapan BPK atas Permohonan klarifikasi terkait kerja sama antara Pemerintah Daerah dengan Perusahaan Pers yang belum terverifikasi Dewan Pers dan surat nomor: 105/S/X.2/03/2020 Perihal: Tanggapan BPK atas permohonan klarifikasi dan konfirmasi dari Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pers Republik Indonesia.

Dijelaskan juga, dalam isi suratnya disebutkan bahwa BPK yang di antaranya memiliki tugas pemeriksaan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan pada Kementrian Komunikasi dan Informatika, termasuk Dewan Pers di dalamnya, tidak pernah menyampaikan pernyataan dan memberikan pendapat kepada Dewan Pers bahwa kontrak kerja sama Pemerintah Daerah dengan Perusahaan Pers yang belum terverifikasi oleh Dewan Pers dapat/akan menjadi temuan pemeriksaan BPK.

“Dengan adanya penegasan dari BPK tersebut maka tidak ada alasan lagi bagi Pemerintah Daerah untuk takut bekerja sama dengan Perusahaan Pers yang belum terverifikasi Dewan Pers,” pungkasnya.

Mandagi juga menambahkan, DPP SPRI tidak lagi menjadi konstituen Dewan Pers dan saat ini sudah menjadi konstituen dari Dewan Pers Indonesia atau DPI.

Lebih lanjut dikatakan, DPI yang ikut didirikan SPRI melalui proses panjang lewat Musyawarah Besar Pers Indonesia 2018 dan Kongres Pers Indonesia 2019 adalah lembaga independen yang didirikan sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers oleh 12 Organisasi Pers berbadan hukum.

Dan saat ini, menurut  Mandagi yang juga menjabat Ketua Dewan Pers Indonesia hasil Kongres Pers Indonesia 2019, DPP SPRI sedang melaksanakan program Sertifikasi Media bagi Perusahaan Pers yang belum terverifikasi Dewan Pers untuk menjadi bagian di Dewan Pers Indonesia melalui Sertifikasi Media di SPRI.

Atas beberapa pertimbangan itu, DPP SPRI, tertanggal (15/07/2020) secara resmi menyurati seluruh Kementrian, pimpinan Lebaga Negara, para Gubernur, Walikota, dan Bupati.

“Kami menghimbau agar kiranya pemerintah dapat memahami maksud dan tujuan penjelasan di atas dan semoga dengan iklas tetap melayani wartawan non UKW dalam menjalankan tugas peliputan dan tidak ragu lagi bekerja sama dengan Perusahan Pers non verifikasi Dewan Pers yang sudah menjadi bagian dari Jaringan Media Dewan Pers Indonesia,” pungkasnya.

(HM/Red)

154 Kepala Keluarga di Kota Bogor Terima BSPS Kementerian PUPR

0

BERIMBANG.com Sebanyak 154 Kepala Keluarga (KK) di Kota Bogor, khususnya di Kecamatan Bogor Barat menerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Bantuan stimulan tersebut diserahkan secara simbolis berupa buku rekening oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim di Kebun Wisata Ilmiah Tanaman Obat, Balitro, Jalan Tentara Pelajar, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/07/2020).

Bantuan yang diberikan di tengah kondisi pandemi Covid-19 dan kondisi kesulitan dari segi keuangan, menurut Dedie merupakan upaya pemerintah untuk tetap memberikan kontribusi kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam rangka stimulan bantuan pemukiman atau rumah.

“Tahun 2020, Kota Bogor menargetkan sebanyak 4.000 lebih RTLH ditambah 1.800 dari BSPS, namun ditengah kondisi pandemi, Kota Bogor hanya bisa mengalokasikan setengahnya, yakni kurang lebih 2.000 dan dari BSPS 1.800,”

“Alhamdulillah, mudah-mudahan dengan bantuan ini, para keluarga yang menerima bisa memperbaiki taraf hidup masing-masing,” kata Dedie A. Rachim yang didampingi Asisten Pemerintahan Setda Kota, Irwan Riyanto.

Realisasi BSPS di Kota Bogor sebanyak 3.206 unit dengan rincian 1.726 unit (2019) dan 1.823 unit rumah (2020). Sedangkan untuk RTLH kurang lebih sebanyak 4.000 unit (2019) dan tahun 2020 kurang lebih sebanyak 2000 unit rumah.

Dedie selaku Ketua GTPP Covid-19 Kota Bogor, tidak lupa mengingatkan warga akan pentingnya ventilasi udara di rumah untuk mendukung kesehatan keluarga, khususnya di tengah kondisi pandemi.

Selain itu, dirinya menekankan pentingnya kepedulian antar sesama dalam menghadapi kondisi saat ini. Salah satunya penggunaan masker sebagai langkah pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19.

“Selain itu bantu kondusifitas Kota Bogor,” Ujar Dedie, Kepada masyarakat Kota Bogor, ia mengajak warga untuk menjaga kondusifitas Kota dan bersabar menghadapi kondisi yang ada sambil tetap berikhtiar. Hingga saat ini pemerintah telah mengalokasikan 159 ribu bantuan sosial.

Sebelumnya, Camat Bogor Barat, Juniarti Estiningsih menerangkan, total ada 340 KK penerima BSPS, untuk tahap pertama diberikan kepada 154 KK.

Selain Camat, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Muhammad Hutri menerangkan, setiap warga penerima BSPS akan menerima total sebesar Rp 17,5 juta dengan rincian Rp 15 juta dalam bentuk material dan sisanya diperuntukan untuk upah kerja.

(Prokompim)

Ridwan Kamil : MPLS Diharapkan Mampu Siapkan Mental Siswa Baru

0

BERIMBANG.com, Depok – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) diharapkan mampu menyiapkan mental siswa yang baru memasuki masa pembelajaran di SMA, SMK, dan SLB yang merupakan lingkungan baru. Hal tesebut disampaikan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil pada Pembukaan MPLS Tahun Ajaran 2020/2021 melalui konferensi video, Senin (13/7/2020).

Untuk menyiapkan mental tersebut, kata Gubenur, para siswa akan mendapatkan banyak materi dan pengetahuan melalui kegiatan tersebut. “Adik-adik akan mendapatkan pengenalan mendalam terkait sekolah. Ada pendidikan dasar kepemimpinan, materi tentang cinta tanah air, kearifan budaya lokal, dan Jabar Masagi,” tuturnya.

Gubernur pun mengajak seluruh guru dan tenaga pendidik untuk menyukseskan MPLS tahun ini. Ia juga memberi semangat kepada para siswa untuk mengikuti MPLS. “Saya percaya, Adik-adik adalah barudak Jabar yang Juara Lahir Batin,” ungkapnya.

Di tengah pandemi saat ini, Gubernur mengajak seluruh siswa untuk terus menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. “Lakukan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Deden Saeful Hidayat menjelaskan, kegiatan MPLS sangat strategis karena mewadahi siswa untuk mengenali potensi diri serta menumbuhkan motivasi belajar siswa. “Karena, situasi sebelumnya, mereka belajar di tingkat SMP, sekarang ke tingkat yang lebih atas. Tentu diperlukan motivasi belajar yang lebih baik,” tuturnya.

Selain itu, MPLS pun menjadi media adaptasi bagi para peserta didik untuk menghadapi pendidikan di tingkat yang lebih tinggi. Ia berharap, MPLS tahun ini berjalan baik dan lancar. “Meski dalam kondisi menghadapi Covid-19, mudah-mudahan pelaksanaan MPLS tetap terlaksana dengan baik,” harapnya.

Konferensi video pembukaan MPLS di Jabar ini diikuti oleh Kadisdik Jabar, Dedi Supandi, seluruh kepala bidang di lingkungan Disdik Jabar, Kepala UPTD Tikomdik, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I-XIII, Ketua MKKS SMA/SMK/SLB provinsi dan kabupaten/kota, Ketua MKPS SMA/SMK/SLB provinsi dan kabupaten/kota serta perwakilan ketua OSIS di tiap kabupaten/kota.

MPLS digelar sejak 13-17 Juli 2020, mulai pukul 07.00-13.00 WIB. Sebagian besar pelaksanaan MPLS dilakukan secara daring, kecuali di beberapa sekolah di Kota Sukabumi yang dilakukan secara tatap muka, namun tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.***

Kasat Lantas : Forum Lalu Lintas Bentuk Sinergisitas Kepolisian Dengan Pemkot Depok

0

BERIMBANG.com, Depok – Pemerintah Kota Depok menggelar kegiatan Forum Lalu Lintas (lalin) dengan melibatkan seluruh pihak terkait (stakeholder). Forum tersebut membahas berbagai persoalan di bidang transportasi dan lalin.

Kasat Lantas Polres Metro Depok Kompol Erwin Aras Genda, SH, SIK, MT mengatakan, Forum Lalu Lintas dilaksanakan sebagai bentuk sinergitas antara Kepolisian, Pemkot Depok, akademisi dan stake holder lainnya dalam mengatasi permasalahan lalu lintas yang ada di Kota Depok.

Menurut Kompol Erwin Aras Genda, SH, SIK,MT, saat ini pihaknya sedang fokus membenahi masalah lalu lintas, daerah blackspot (ruas jalan dengan fatalitas laka tertinggi), troublespot (ruas jalan dengan kemacetan tinggi) serta karakteristik jalan yang ada di wilayah Kota Depok, secara khusus kami membahas Jl Raya Sawangan, menjelang exit Tol baru.

Perwira menengah lulusan Akademi Kepolisian tahun 2003 ini juga menyatakan bahwa penempatan personil lantas didaerah rawan macet yang ada di Kota Depok telah dilakukan sebagai bentuk wujud nyata pelayanan Polri kepada masyarakat, sehingga keamanan, keselamatan serta kelancaran lalu lintas dapat terwujud di Kota Depok.

Iik

Peresmian SMAN 14, Warga Berharap Tahun Depan Dibangun Gedung Baru

0

BERIMBANG.com, Depok – Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menghadiri peresmian SMAN 14 yang berlokasi di SMPN 5 , Jalan Mandar No.30 , Beji Kota Depok. Belum lama ini.

Selain Wakil Walikota Depok, hadir para jajaran Kepala Cabang Dinas ( KCD) II Dinas Pendidikan Jawa Barat beserta Plt Kepala Sekolah SMAN 14 Abdul Fatah.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menyampaikan , Pembangunan gedung untuk SMAN di wilayah Beji belum dapat terlaksana sehingga SMAN 14 yang ada sekarang menumpang di SMPN 5.

” Dengan Adanya SMAN 14 di Kecamatan Beji , Insya Allah dapat memenuhi kebutuhan warga yang bertempat tinggal dekat dengan sekolah dan ini merupakan keinginan dari masyarakat Kecamatan Beji dan juga jawaban dari Pemerintah Kota Depok,” ujar Pradi.

Ditambahkan Plt. Kepala SMAN 14 Depok, Abdul Fatah, untuk sementara Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih menumpang di SMP Negeri 5 Depok untuk rahun ajaran baru 2020/2021 baru menerima tiga rombongan belajar (rombel) dengan jumlah 36 siswa setiap rombelnya.

“Ke depan tentunya akan dibangun gedung sendiri karena sudah ada tiga titik lokasi yang dipersiapkan untuk pembangunannya,” katanya usai peresmian SMA N 14 Depok.

Sementara itu, Warga Kukusan, Aminah mengatakan , walaupun masih jauh dari tempat tinggalnya, dia sangat senang karena di Kecamatannya punya sekolah SMAN.

” Walaupun dianggap jauh dari kukusan, tetap gak jauh2 juga dibandingkan SMAN yang terdekat yang ada sekarang ini yaitu SMAN 1,” ucap Aminah.

Aminah juga berharap dengan adanya SMAN 14 yang baru, jangan sampai nanti setelahnya pindah ketempat jauh seperti SMAN 11 yang terdahulu.

” Mudah – mudahan punya gedung sendiri di tahun yang akan datang , jangan sampai kejadian kaya SMAN 11 yang pindahnya ke Kecamatan Tapos,” Tutupnya.

Iik

PWI Jaya Minta Polisi Secepatnya Ungkap Peristiwa Pembunuhan Editor Metro TV

0

BERIMBANG.com Jakarta – ersatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa pembunuhan Yodi Prabowo, editor stasiun televisi Metro TV, yang ditemukan tewas di pinggir jalan tol Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/07/2020).

PWI Jaya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar Metro TV yang kehilangan salah satu editor andalannya.

“PWI Jaya meminta kepada pihak kepolisian Metro Jaya untuk mengusut tuntas sekaligus mengungkap motif pembunuhan terhadap Yodi Prabowo,”

“Ini sangat penting agar peristiwa ini menjadi terang benderang, sehingga tidak menimbulkan dugaan-dugaan lain, terutama yang terkait dengan profesinya sebagai wartawan televisi,” kata Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah dalam siaran persnya, Sabtu (11/07/2020).

PWI Jaya prihatin dengan peristiwa tragis yang dialami Yodi Prabowo sekaligus menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum serta keluarga besar Metro TV.

“Semoga polisi bisa secepatnya mengungkap kasus yang menjadi perhatian masyarakat dan pers ini,” kata Sayid.

PWI Jaya juga mengutuk keras pembunuhan ini apapun alasan dan latar belakang peristiwa itu. PWI Jaya mengimbau kepada para wartawan untuk lebih berhati-hati baik sedang atau tidak sedang menjalankan tugasnya.

“Apa yang dialami Yodi bisa menimpa siapa saja. Karena itu PWI Jaya mengimbau agar rekan-rekan sesaama wartawan bisa lebih berhati-hati dan waspada di manapun berada. Baik saat bertugas maupun sedang tidak bertugas,” ucap Sayid.

Sebagaimana diketahui, Yodi Prabowo ditemukan tewas pada Jumat (10/07/2020), di pinggir Tol JORR Pesanggrahan, Jalan Ulujami Raya, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan,

Menurut Kasat Reskrim Polsek Pesanggrahan Fajhrul Choir mengatakan, mayat Yodi ditemukan pada pukul 11.45 WIB. Berdasarkan data yang dikumpulkan, mayat Yodi ditemukan tiga anak kecil yang bermain layangan di pinggir Tol JORR.

(Red)

Jamal: Mantan Kapolres Barru Tidak Terlibat Kisruh Reklamasi Pantai Kupa Mallusetasi

0

BERIMBANG.com Barru – Kisruh kasus dugaan reklamasi pantai Kupa Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan berbuntut pada ditetapkannya mantan Kapolres Barru, AKBP BR sebagai pesakitan.

Kasus yang bermula dari laporan Ahmad Manci ke Polda Sulsel ini sudah bergulir di Pengadilan Negeri Barru dan telah digelar beberapa kali persidangan.

Dalam perkara reklamasi pantai tersebut, AKBP BR dituduh terlibat langsung pada kegiatan fisik reklamasi pantai Kupa Mallusetasi dan pembangunan bangunan fisik di atasnya.

Padahal menurut pengakuan pemilik lahan, Jamal Tajuddin, mantan Kapolres Barru AKBP BR tidak tahu-menahu dan tidak terlibat sama sekali pada kegiatan fisik pekerjaan reklamasi Pantai Kupa di Mallusetasi itu.

Jamal berkali-kali membantah keras keterlibatan mantan Kapolres Barru AKBP BR dalam perkara ini. “Saya sendiri yang melakukan kegiatan fisik, bukan mantan Kapolres Barru AKBP BR,” tegas Jamal.

Ironi memang, sambung Jamal, yang sudah beberapa kali dipanggil ke Krimsus Polda Sulsel dan diperiksa. Saat pemeriksaan, Jamal disuruh mengaku supaya menyebut bahwa yang menyuruh dirinya melakukan reklamasi dan pembangunan di tempat itu adalah Kapolres Barru (mantan Kapolres Barru – red) AKBP BR.

Jamal bersikeras mengatakan kepada penyidik bahwa hal itu tidak benar. “Tidak benar Pak. Saya sendiri sebagai pemilik lahan yang melakukan pekerjaan fisik reklamasi pantai tersebut,”

“Itupun sebenarnya bukan reklamasi, hanya pembuatan tanggul pemecah ombak. Pak Kapolres Barru (mantan Kapolres Barru – red) AKBP BR tidak terlibat,” kata Jamal kepada penyidik Krimsus Polda Sulsel.

Dia juga meminta agar Polisi tidak melibatkan BR dalam masalah ini. “Jangan libatkan beliau,” pinta Jamal.

Begitu seterusnya, pengakuan Jamal, pada setiap kali pemeriksaan selalu didahului kata-kata bilang saja Pak Kapolres Barru (mantan Kapolres Barru – red) AKBP BR yang suruh.

Namun, Jamal tetap bersikeras dan tetap pada prinsipnya bahwa dia sendiri (Jamal – red) yang melakukan pekerjaan fisik pembuatan tanggul pemecah ombak (bukan reklamasi).

Hal itu disampaikan Jamal saat diwawancarai oleh pewarta media beberapa waktu lalu.

“Mengapa saya buat tanggul pemecah ombak? Yah, karena samping kiri lahan milikku,” kata Jamal, “semua sudah bikin tanggul pemecah ombak. Itupun kami lakukan setelah mengantongi izin penguasaan lokasi dari Gubernur Sulsel serta Dinas PU pengairan”.

“Setelah terbit izin penguasaan, perlahan-lahan kami membuat tanggul pemecah ombak untuk mengatasi hempasan air yang senantiasa naik di rumah milikku ketika ombak besar,” kata Jamal memelas.

Menurut pengakuan Jamal, pengerjaan pembuatan tanggul pemecah ombak belum tuntas dilakukan. “Baru sebatas pembuatan pondasi dengan ukuran 20 x 150 meter.”

“Sementara, di samping kiri milikku sudah lama terbangun. Ada yang menambah panjang 50 meter dan itu sudah masuk reklamasi sesuai pasal 34 Undang-Undang No. 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Pulau-pulau Kecil,”

“Dalam aturan itu disebutkan bahwa reklamasi diukur dari pinggir jalan lurus ke pantai minimal 50 meter, itu sudah masuk reklamasi,” terang Jamal.

Oleh karena itu, Jamal mempertanyakan mengapa pembuatan pondasi pemecah ombak miliknya dipersoalkan.

“Kenapa saya saja yang diperiksa, sementara sebelah kiri lahan milikku (tetangganya-red) ada yang mencapai 100 meter, ada yang 200 meter menjulang keluar, ke tengah laut? Bahkan ada yang mencapai 400 meter, itu hanya dijadikan tontonan petugas,” sergah Jamal.

Sementara, kata Jamal lagi, lahannya tersebut pemberian orang tuanya, hanya 20 meter keluar, dirinya membuat pondasi untuk pembuatan tanggul pemecah ombak (bukan reklamasi), dipersoalkan. “Dimana letak keadilan?” tanya Jamal gusar.

Anehnya lagi, lanjut Jamal, kenapa mantan Kapolres Barru AKBP BR yang terseret, dituduh terlibat, sementara dirinya sendiri selaku pemilik lahan yang mengerjakan? “Ironi memang Pak, kenapa orang lain yang dituduh?” tanya Jamal lagi.

Jamal terheran-heran dan bingung, kenapa mantan Kapolres Barru AKBP BR selalu disebut-sebut terlibat. “Ada apa di balik semua ini?” keluh Jamal masgul.

Seusai menghadiri sidang kedua yang mendudukkan mantan Kapolres Barru, AKBP BR, sebagai tersangka, wartawan sempat mewawancarai Jamal Tajuddin selaku pemilik lahan yang menjadi objek reklamasi.

Jamal mengakui bahwa dirinyalah yang membangun pondasi tanggul pemecah ombak dengan biaya Rp. 110 juta. 22 nota pembelian materialnya, berupa pembelian pasir dan batu gunung serta semen sudah disita penyidik Krimsus Polda Sulsel.

Jamal juga mengakui bahwa di atas lokasinya, ia telah membangun fisik bangunan 3 buah rumah yang dibuat pada tahun 2008, jauh sebelum mantan Kapolres Barru Dr. Burhaman, SH., MH, bertugas di Barru sebagai Kapolres.

“Bangunan fisik 3 buah di atas lahan saya itu sudah ada sejak 2008, sementara Pak Burhaman bertugas sebagai Kapolres Baru dari Februari 2017 hingga Desember 2019. Jadi, laporan Ahmad Manci itu tidak benar,” ungkap Jamal.

Sebagai pemilik lahan, Jamal Tajuddin mempersilahkan oknum pelapor untuk melihat sendiri bahwa tidak ada usaha (kegiatan) di atas lokasi yang diperkarakan itu. “Silahkan datang lihat lokasi saya, tidak ada kegiatan usaha di atasnya,” beber Jamal.

Iapun menyampaikan bahwa ukuran lokasi miliknya hanya seluas 20 x 150 meter, sementara laporan resmi Ahmad Manci ke Polda Sulsel seluas 40 x 170 meter.

“Bohong, pabelle-belle. Ini contoh kecil bahwa laporan Ahmad Manci palsu dan mengada-ada,” pungkas Jamal Tajuddin menggunakan istilah lokal, pabelle-belle (bahasa Bugis: bohong).

Berikut link video pernyataan mantan Kapolres Barru, AKBP Burhaman. https://youtu.be/zvZRI7cyBmQ

(JML/Red)

Sebanyak 572 Kepala Sekolah Tingkat SMA, SMK, Dan SLB Jabar Resmi Dilantik

0

BERIMBANG.com, Bandung – Sebanyak 572 kepala sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Jawa Barat (Jabar) resmi dilantik oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. Pelantikan dilakukan secara daring di Gedung Pakuan, Jln. Cicendo No. 1, Kota Bandung, Jumat (10/7/2020).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dedi Supandi menjelaskan, sebanyak 98 kepala sekolah merupakan guru yang mendapatkan promosi. Sedangkan sebagian besar adalah kepala sekolah yang dirotasi. “Lebih banyak yang tour of duty. Yang sudah menjadi kepala sekolah di atas 2 tahun diputar (ke sekolah lain). Ada juga sebagian kepala sekolah yang ditugaskan di dekat domisili rumahnya. Semuanya bersandar pada penilaian kinerja,” tuturnya.

Kadisdik berharap, para kepala sekolah mampu meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan di sekolah. Terlebih, pada tahun ajaran baru ini, sekolah dituntut kreatif melaksanakan pembelajaran pada adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Jabar, Asep Suhanggan mengatakan, kepala sekolah adalah pelopor peningkatan mutu satuan pendidikan. “Sebagai kunci pembuka masuknya program-program yang ada di sekolah, kepala sekolah harus mengoptimalkan kompetensi yang dimiliki,” ujarnya, seraya menambahkan, salah satu yang harus didorong adalah memberikan ruang lebih luas bagi guru untuk berkreativitas.

Hal tersebut, menurutnya, dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran secara daring yang diterapkan saat ini.

Sebab, ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh guru untuk mengajar secara daring. Yakni, siswa cepat merasa bosan, keberatan atas tugas yang diberikan guru, dan sulit berkonsentrasi lama. “Itu harus menjadi refleksi bagaimana guru harus mengajar secara kreatif dan inspiratif. Disitu kepala sekolah harus berperan,” pungkasnya.***

Kepsek SMAN/SMKN Di Depok Di Rotasi Total, Ini Daftarnya

0

BERIMBANG.COM, Depok – Sebanyak 16 Kepala Sekolah SMAN dan SMKN mengalami rotasi serentak di sejumlah SMAN dan SMKN yang ada di Kota Depok

. Dari semua yang dilantik ada 3 guru mendapatkan promosi jabatan sebagai kepala sekolah.

Pelantikan yang dilaksanakan di Gedung SMAN 3 di Jalan Raden Saleh, Sukmajaya Kota Depok dilakukan secara virtual.Jum’at ( 10/7).

Kepala Cabang Dinas ( KCD) wilayah II, Aang Karyana mengatakan, pelantikan Kepala Sekolah SMAN / SMKN se Jawa Barat dilakukan secara serentak hari ini.

” Hampir semua Kepala Sekolah SMAN/SMKN se Jawa Barat terkena rotasi total termasuk di Kota Depok, tujuannya adalah untuk penyegaran, ” ujar Aang.

Aang berharap, dengan adanya pelantikan, Kepala Sekolah yang baru saja dilantik dapat menyesuaikan diri dan dapat menjalankan tugasnya ditempat yang baru.

Hal yang sama juga disampaikan , sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, Masih Aang, Kepala Sekolah yang baru dilantik dapat mengemban tugas dengan sebaik -baiknya.

” Mudah – mudahan Senin depan sudah mulai bertugas sesuai dengan jabatan yang di embannya,” harapnya.

Berikut Daftar Kepala Sekolah SMAN dan SMKN yang di rotasi :

SMAN

Usep Kasman, dari SMAN 12 ke SMAN 1
Siti Faizah, dari SMAN 10 ke SMAN 2
Nurlaely, dari SMAN 8 ke SMAN 3
Dede Agus S , dari SMAN 9 Ke SMAN 4
Zarnifatma, dari SMAN 7 ke SMAN 5
Abdul Fatah, dari SMAN 3 ke SMAN 6
Supyana, dari SMAN 1 ke SMAN 7
Supeni, dari Guru ( promosi) ke SMAN 8
Mamad M, dari SMAN 13 ke SMAN 9
Didi , dari Guru ( Promosi) ke SMAN 10
Wawan, dari Guru ( Promosi) ke SMAN 11
Rahmat M, dari SMAN 2 ke SMAN 12
Tugino, dari SMAN 6 ke SMAN 13

SMKN

Lusi Triana, dari SMKN 3 ke SMKN 1
R. Cholil, dari SMKN 1 ke SMKN 2
Tatang K, dari SMKN 2 ke SMKN 3

Iik