Beranda blog Halaman 179

DPUPR Depok Bantu RSUD Pasok Oksigen Medis, Dadan : Kami Siap Jika Dibutuhkan

0

BERIMBANG.com, Depok – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok menginstruksikan Satuan Tugas (Satgas) Sumber Daya Air (SDA) untuk membantu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok memasok oksigen medis. Hal ini perlu dilakukan, mengingat keterbatasan petugas dan tidak adanya kendaraan pembawa oksigen.

“Kemarin malam (06/07) dua Satgas dengan satu unit mobil dumptruck menuju Cileungsi, tempat pengisian atau pabrik oksigen untuk mengambil pasokan oksigen. Nantinya, oksigen ini diperuntukan bagi pasien yang mengalami sesak akibat Covid-19,” ujar Kepala DPUPR Kota Depok Dadan Rustandi, Rabu (07/07/21).

Dadan menyebut, sampai saat ini pihaknya belum mendapat kepastian, sampai kapan kerja sama ini berlangsung. Namun demikian, pihaknya selalu siap jika dibutuhkan.

“Kita tidak tau ke depannya bagaimana. Yang jelas kami siap jika diminta bantuan oleh RSUD. Karena kami mengerti, saat ini sedang terjadi lonjakan kasus Covid-19,” terangnya.

Dirinya berharap, dengan upaya ini bisa membantu meringankan tugas tenaga kesehatan dalam menangani pasien Covid-19. Terutama, mereka yang membutuhkan oksigen.

“Mudah-mudahan bisa meringankan tugas tenaga kesehatan maupun orang-orang yang bekerja di dalamnya,” harapnya.

Selain armada untuk RSUD, masih Dadan, pihaknya juga menerjunkan armada untuk membantu Dinas Kesehatan Kota Depok agar penanganan Covid 19 cepat segera dapat terkendali.

” Bukan hanya armada yang di RSUD saja tetapi ada juga satu armada yang digunakan Dinas kesehatan untuk membantu Rumah Sakit yang kekurangan O2, serta bantuan 4 alat berat untuk 2 lokasi Pemakaman covid (Tapos dan Pasir putih ). ” Tambahnya.

Iik

PPKM Darurat, Kapolda Jatim: Tolong Patuhi Demi Keselamatan Masyarakat

0

BERIMBANG.com Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta didampingi Dirlantas dan pejabat utama Polda Jatim, Rabu siang (7/7/2021), melakukan pengecekan di titik-titik penyekatan,

khususnya dipenyekatan bundaran Waru, dan melakukan evaluasi, guna menyelamatkan masyarakat sesuai dengan Instruksi Mentri Dalam Negeri (Inmendagri) nomer 16 tahun 2021.

“Kami bersama jajaran melakukan pengecekan titik-titik penyekatan yang telah dilaksanakan seluruh Jawa Timur,” ucap Kapolda Jatim saat Berada di Penyekatan Waru, Surabaya.

“Saat ini kami bersama jajaran Ditlantas, gabung dengan Polrestabes Surabaya, yang di-back up oleh jajaran Kodam, Korem maupun Satpol PP, melakukan penyekatan dititik Waru,”

“melihat dan mengevaluasi, apakah pelaksanaan penyekatan dapat berjalan efektif, tujuan dari Inmendagri 16, ini sudah jelas, untuk menyelamatkan nyawa kita semua,” paparnya.

Irjen Pol Nico Afinta juga mengatakan, ada komponen-komponen yang terlibat, yaitu komponen pertama dari pemerintah, diantaranya ada TNI, Polri dan pemerintah,

selanjutnya yang kedua ada komponen dari pengusaha, yaitu pengusaha yang termasuk esensial, non esensial, kritikal dan non kritikal, lalu yang ketiga ada masyarakat, serta yang keempat dari bidang kesehatan.

“Empat komponen utama ini didukung oleh semua komponen, dan harus bekerja bersama-sama. Pemerintah mengeluarkan aturan, kami melaksanakan, masyarakat pendukung,”

“kemudian pengusaha disektor non esensial dan non kritikal juga memberitahu pada karyawannya, supaya tidak masuk kerja dulu, dapat diatur bekerja dari rumah. Sabar diam dulu di rumah,” tandasnya.

Bagi yang tidak termasuk sektor esensi dan kritikal, tujuannya adalah mengurangi penyebaran. Sudah banyak yang sakit bahkan banyak yang meninggal.

“Kami berharap dengan patuh aturan ini perlahan-lahan nanti akan bisa menurun angka positifnya. Jadi itu harapan kami, ayo kerja sama supaya kita bisa melandaikan angka pertambahan covid,” harapan Kapolda.

Sementara jalur Ahmad Yani tutup total, menyusul jalur penyekatan lainnya namun melihat hasil evaluasi dari penyekatan di daerah tersebut berjalan efektif atau tidak, jika tidak efektif maka akan dilakukan hal yang sama atau di tutup total.

Namun sekali lagi pertanyaannya apakah masyarakat atau orang pekerja masih bisa?

“Mereka wajib melengkapi dengan surat ijin atau surat keterangan dari kantornya. Yang dibidang esensial ataupun kritikal. Jadi sementara yg diluar itu semua tutup dulu,” ucap Kapolda.

“Pengusaha yang masuk kriteria esesial dan kritikal harus memanggil karyawannya memberitahukan untuk melengkapi dokumennya seperti surat keterangan bekerja dari perusahaan, surat hasil negatif swab antigen, baru bisa masuk. Kalau tidak ada membawa persyaratan itu tidak bisa, Saya tegaskan lagi, tidak bisa. Kita harus tegakkan aturan supaya menyelamatkan masyarakat,” tegasnya.

Kapolda juga menyampaikan, bahwa ini menjadi tugas kita bersama. Petugas akan mempermudah, dengan datang ke Babinkamtibmas, Babinsa, atau Polsek, lapor kepada pimpinan perusahaan untuk minta surat keterangan, kemudian dengan melakukan swab antigen.

Kapolda Jatim juga berpesan kepada perusahaan katagori esensial dan kritikal untuk mengatur jam waktu masuk karyawan untuk tidak bersamaan, agar bisa diatur bergantian masuk arah kota surbaya.

“Bagi pengusaha ataupun perusahaan sektor esensial dan kritikal Jam Masuk kerjanya juga agar kalau bisa diatur antar perusahaan satu dengan yang lain, contoh jam tujuh, jam delapan, jam sembilan atau jam sepuluh. Nanti kami akan berkordinasi dengan bapak Sekda provinsi terkait surat keterangan serta pengarahan kepada seluruh pengusaha,” paparnya.

Kapolda mengharapkan agar seluruh masyarakat jawa timur mematuhi aturan yang sudah ditetapkan pemerintah, selama beberapa hari ke depan utk tetap tinggal di rumah tidak bepergian sehingga angka aktif covid dapat menurun dan ekonomi jawa timur kembali bangkit.

“Sekali lagi Kami menghimbau dana meminta kesadaran kepada masyarakat agar satu atau dua minggu ke depan tetap tinggal di rumah tidak kemana mana, jangan malah mencari celah jalan seperti terkesan kucing-kucingan dengan petugas. Semua Demi keselamatan kita bersama.” tutup kapolda jawa timur.(***)

Forkopimda Jatim Tegaskan Penerapan Prokes di Zona Merah Sidoarjo

0

BERIMBANG.com Forkopimda Jawa Timur melakukan pengecekan Posko PPKM Darurat di desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu (7/7/2021).

Dalam kunjungannya Forkopimda Jatim terus memberikan arakan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat khususnya di daerah zona merah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta serta didampingi sekda prov, pejabat utama Polda Jatim dan pejabat utama kodam v/brawijaya memberikan himbauan kepada seluruh warga dan Muspika setempat untuk tetap waspada terhadap lingkungan sekitar.

Gubernur Jawa Timur, mengatakan. Setiap selasa sore, ada update yang dilakukan oleh BLC (Bersatu Lawan Covid). Ada 15 indikator epidipologis, diumumkan ada 20 kabupaten /Kota di Jawa Timur yang masuk zona merah, dan 18 zona oranye, minggu lalu masih ada satu zona kuning di Kabupaten Probolinggo, dan per Selasa kemarin sudah orange.

“Ini artinya bahwa warning kepada kita semua, resiko tinggi itu ada di 20 kabupaten/kota resiko sedang ada di 18 kabupaten/kota. Zona merah yang kategori resiko tinggi dari 15 indikator epidiologis itu memberikan warning kepada kita semua, monggo stay at home pada posisi seperti ini, kecuali yang melaksanakan tugas kategori critical dan yang melaksanakan tugas kategori esensial,” kata Khofifah.

“Oleh karena itu, saya mengajak kembali hari ini bersama Pangdam, dan Kapolda, hari ini bersama Kajati, karena kita di Sidoarjo hari ini bersama Bupati Sidoarjo dan Sekda. Kita ingin mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur, kembali menurut BLC (Bersatu Lawan Covid) yang dirilis setiap Selasa per kemarin ada 20 kabupaten/kota masuk zona merah,” tambah Gubernur.

Kalau zona merah berarti kategorinya resiko tinggi, 18 diantaranya masuk zona orange. Berarti masuk kategori resiko sedang. Tapi mobilitas masyarakat ini menjadi penting untuk disampaikan bersama.

“Ayo yang bukan kategori kritikal dan bukan kategori esensial monggo sementara kita menahan diri untuk tidak keluar rumah kita sementara tinggal di rumah kondisinya seperti ini untuk kebaikan keselamatan dan perlindungan kita monggo kita sama-sama menjaga diri kita menjaga keluarga kita dan menjaga seluruh warga bangsa,” jelas Khofifah.

Sementara, Pangdam V Brawijaya dalam kesempatan ini juga menjelaskan, mekanisme penanganan di pos PPKM darurat, desa ini sudah paham. dirinya mendapat paparan bahwa saat ini ada 53 masyarakat desa Sawotratap ini yang isolasi mandiri gara-gara terinfeksi covid-19.

“Langkah-langkahnya sudah betul bahwa yang ringan dan tanpa dijalani oleh kepala desa, oleh Babinsa, Babinkamtibmas, dan bidan desa tidak langsung dibawa ke rumah sakit, tapi dilakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing,” jelas pangdam.

Lanjut pangdam mengatakan, 4 pilar di posko PPKM darurat ini sudah paham, bahwa dipisahkan antara yang negatif dengan yang positif. Kemudian yang utama adalah tentu saja yang harus dilakukan oleh seluruh masyarakat adalah terkait dengan memastikan 5M, itu khususnya dalam hal membatasi mobilitas.

“Jadi di desa sini jangan sampai mobilitasnya semakin tidak terkendali. Kemudian juga memastikan tidak ada kerumunan. Apabila ada orang yang berkerumun segera dibubarkan. Selanjutnya juga terkait dengan 3M, memakai masker, pastikan semuanya pakai masker, kemudian mencuci tangan dan menjaga jarak,” tegas Pangdam.

Kemudian TNI-Polri memperkuat personil di desa ini sejumlah 3 orang di masing-masing desa. Nah, tiga orang ini nanti membantu tugas, Babinsa, dan Babinkamtibmas, Kepala Desa dan bidang desa dalam menegakkan protokol kesehatan.

“Tadi kami sudah memberikan target bahwa keberhasilan dari posko PPKM darurat di desa ini adalah, berkurangnya 53 yang disolasi mandiri harus setiap hari semakin lama semakin sembuh, kemudian tidak ada lagi penambahan kasus baru, tidak ada lagi yang dirawat rumah sakit, tadi yang dirawat ada dua orang,” katanya.

“Itulah tolak ukur atau target yang harus dicapai oleh desa, apabila kami cek lagi ternyata lima puluh-tiga orang yang isolasi mandiri ini sudah berkurang, rumah sakit juga tidak ada yang nambah, apabila seminggu atau sepuluh hari ke depan ini ternyata jumlah yang isolasi mandiri meningkat artinya ini hanya slogan, artinya posko PPKM darurat di desa ini adalah hanya dalam rangka seremonial, pelaksanaan di lapangannya tidak berhasil, Itu tolak ukurnya,” tandas Pangdam

Sementara, Kapolda Jatim menyoroti korban yang meninggal ada 4 orang, dan isoman terkait dengan pengobatan yang dilakukan di rumah. Sistem pelaporan tolong Kapolres, Dandim dan Bupati berkoordinasi terkait penambahan angka kasus.

“Ada aplikasi BLC atau bersatu lawan covid, untuk melaporkan desa agar dilaporkan dengan kegiatannya,” tambah Kapolda.

Lebih lanjut, Kapolda menjelaskan, pastikan orang Isoman itu terpantau kondisinya melalui WA grup, langsung dimonitor tiap hari melalui grup ketika dilaporkan, sehingga nyambung antara pemerintah dengan pembuatan posko, ada permasalahan di sini, masalah covid sudah berjalan dengan baik.(***)

Teriak Teh Cucu Warga Cianjur Saat Ditengok Tim Wasev TMMD ke 111

0

BERIMBANG.com Cianjur – Teh Cucu Teriak bahagia Saat Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Brigjen TNI Sasongko Hardono, S.Sos.,M.M yang didampingi Dandim 0608/Cianjur Letkol Kav. Ricky Arinuryadi bersama anggota meninjau jalan yang telah di perbaiki oleh Satgas dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa ( TMMD ) ke – 111 Tahun anggaran 2021.

Cucu merupakan salah satu warga asli Desa Ciandam, Kecamatan Mande, yang merasa senang dengan program tersebut. Dikatakannya bahwa dengan perbaikan jalan di kampungnya itu akan berdampak baik pada perekonomian.

“Dari masih saya kecil jalannya rusak pak, alhamdulilah sekarang bagus, seneng banget Terimakasih pak,” tutur Cucu dengan sumbringah, di titik nol betonisasi Jalan, tidak jauh dari rumahnya, pada Selasa, (06/07/2021).

Cucu menambahkan, bahwa kini dengan kondisi jalan yang baik akan mudah mengakses kendaraan dan tidak akan khawatir terjatuh ketika mengendarai motor.

“Dulu banyak batu dan licin, sekarang naik motor akan terasa nyaman,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu Brigjen TNI Sasongko Hardono bersama Letkol Kav. Ricky Arinuryadi berpesan kepada warga Desa Ciandam agar menjaga dan merawat apa yang telah dilakukan pemerintah melalui program TMMD tersebut.

(Tatang)

Petugas Gabungan di Cianjur Tinjau Pelaksanaan PPKM Darurat

0

BERIMBANG.com Upaya memutus mata rantai penyebaran virus Copid 19. Aparat Keamanan berpatroli secara intensif guna mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sebagai bagian dari Protokol Kesehatan adalah upaya pemerintah Kabupaten Cianjur guna melindungi masyarakat dari paparan virus Covid 19.

Petugas Kepolisian, Camat,TNI, SATPOL PP dan Petugas Kesehatan dari Kecamatan Cibeber Cianjur melakukan Patroli di Wilayah Hukum Polsek Cibeber  selasa, 06 Juli 2021.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Cibeber Kompol Bambang Kristiono SH., MH. adalah sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Cianjur untuk Melaksanakan Penegakkan Protokol kesehatan dan himbuan untuk mengurangi aktifitas dalam rangka menekan, mencegah dan memutus Penyebaran Covid-19.

“Petugas gabungan melakukan pemantauan kesetiap ruas jalan dan lingkungan yang berpotensi terjadi kerumunan, para pedagang dan pelaku usaha dihimbau agar supaya mentaati peraturan PPKM darurat, agar tidak terkena sangsi,” kata Kompol Bambang Kristiono SH., MH.

Tindakan tegas yang dilakuakan dari mulai  Teguran Lisan, Membuat perjanjian tertulis, sangsi fisik sampai sangsi denda dilakukan terhadap  Masyarakat yang berkerumun/berjualan dan pedagang kaki lima yang melakukan aktifitas pada saat PPKM Darurat serta tidak mematuhi Protokol Kesehatan,” pungkasnya.

(Tatang)

Polda Jatim Terjunkan Satgas Gakkum, Hari Ke 4 Pelaksanaan PPKM Darurat

0

BERIMBANG.com Surabaya – Polda Jatim menerjunkan Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) dalam Operasi Aman Nusa II di hari keempat pelaksanaan PPKM darurat.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, Satgas Gakkum personelnya terdiri dari Ditreskrimum, Ditreskrimsus dan Ditresnarkoba.

“Tugasnya adalah memantau atau melakukan pemeriksaan terhadap dugaan adanya surat-surat keluar masuk wilayah yang diduga ilegal,” kata Gatot Repli Handoko, di Bundaran Cito, Selasa (6/7/2021).

Gatot menambahkan, untuk pemeriksaan kendaraan dari luar kota dilakukan secara acak dan random di pos cek poin. Untuk pengendara yang tidak dapat menunjukkan surat bebas Covid-19 di luar nopol L dan W diputar balik.

“Untuk surat bebas Covid-19 ilegal belum ditemukan. Seluruh Satgas Gakkum Polda dan Polres jajaran yang tergabung dalam aman nusa lanjutan ini tetap melaksanakan tugasnya,” tegasnya.

Alumnus Akpol 1991 ini menjelaskan, Polda Jatim dan jajaran juga terus melakukan pengawasan terkait maraknya informasi kelangkaan oksigen di tengah lonjakan kasus Covid-19.

“Polres jajaran saat ini terus melakukan pengecekan distribusi oksigen. Apabila ditemukan adanya penyimpangan, penyelewengan akan ditindak,” ungkapnya.

Pamen dengan tiga melati di pundaknya ini menyatakan, telah menerima hasil pengecekan polres-polres. Selain itu, juga sudah menerima laporan dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jatim.

“Sampai sekarang mencukupi. Kita belum tahu nanti ke depan. Akan kami awasi terus,” pungkasnya.(***)

Tim Wasev Mabes TNI AD Tinjau Lokasi TMMD 111 di Desa Ciandam Cianjur

0

BERIMBANG.com Tim pengawasan dan evaluasi (Wasev) Mabes TNI AD melakukan peninjauan ke lokasi Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 111 yang tengah berlangsung di Desa Ciandam, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa, (06/07/2021).

Ketua Tim Wasev Brigjen TNI Sasongko Hardono, S.Sos.M.M yang didampingi Dandim 0608/Cianjur, Letkol Kav. Ricky Arinuryadi mengatakan, bahwa sangat berbahagia melihat raut wajah para warga di Desa Ciandam yang nampak senang dengan adanya pembangunan dari program tersebut.

“Alhamdulilah kita sudah melaksanakan peninjauan dari mulai pembangunan Jalan sepanjang 2400 meter, pembangunan rumah tidak layak huni menjadi layak, pembangunan MCK, Renopasi mesjid, dan pembuatan Poskamling,” katanya di lokasi rutilahu yang tengah di bangun.

Brigjen TNI Sasongko juga sangat mengapresiasi warga Desa Ciandam yang sangat antusias dan guyub bersama para satgas mengsukseskan program TMMD tersebut.

“Ini yang kita harapkan, warga dan TNI bisa berbaur bersama dan insya Allah program 1000 kilo meter dari bupati juga segera dilaksanan,” pungkasnya.

Selain itu juga Brigjen TNI Sasongko sangat mengapresiasi kegigihan seorang kakek yang berusia tujuh puluh (70) tahun namun masih semangat membantu program TMMD tersebut.

“Semoga warga Desa Ciandam kedepannya menjadi lebih baik, perekonomiannya berjalan dengan baik, dan selalu diberi kesehatan,” tutupnya.

(Tatang)

Wakapolda Jatim Cek Penerapan PPKM Darurat di Surabaya, Dan Swab Antigen On The Spot Random

0

BERIMBANG.com Surabaya – Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, bersama Plt Sekda Provinsi, Kajati Jatim, didampingi pejabat utama (PJU) Polda Jatim serta Asops Kodam V Brawijaya, Selasa (6/7/2021) pagi, melaksanakan pengecekan pengendalian mobilitas PPKM Darurat di Kota Surabaya.

Pengecekan diawali dari Jalan Tegalsari, Tugu Pahlawan dan Walikota Mustajab.

Pengecekan pertama diawali dengan Kawasan Perkantoran di Jalan Basuki Rahmat kemudian dilanjutkan dengan pengecekan PKL di Jalan Tegalsari Kota Surabaya, Peninjauan PKL di Jalan Tugu Pahlawan depan Bank Indonesia, dan berlanjut ke Peninjauan PKL di Jalan Walikota Mustajab.

“Kegiatan pengecekan meliputi Pengetatan aktifitas masyarakat sektor essensial dan non essensial dan kritikal yang diberlakukan sesuai ketentuan yang berlaku, kemudian pemberlakuan pelaksanaan makan/minum di tempat umum diterapkan Take Away Only dan pelaksanaan Swab Antigen di tempat oleh Dokkes Polda Jatim,” kata Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, usai meninjau di Surabaya, Selasa (6/7/2021).

Selain melakukan pengecekan, tim dokkes dari polda jatim, juga melakukan swab antigen kepada masyarakat yang duduk-duduk disepanjang jalan yang dilakukan pengecekan.

“Dan hasilnya, beberapa masyarakat yang sudah diswab antigen, semua menunjukkan hasil yang negatif,” pungkasnya.(***)

Forkopimda Jatim Pantau Pemberlakuan PPKM Darurat Melalui Jalur Udara

0

BERIMBBANG.com Surabaya – Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Selasa (6/7/2021) pagi, melakukan pengecekan pengendalian mobilitas masyarakat disaat penerapan PPKM Darurat di wilayah Jatim, melalui pantauan udara.

Forkopimda Jatim pertama melakukan pangecekan PPKM Darurat melalui udara seputar Kota Surabaya, berlanjut ke Kabupaten Gresik, Sidoarjo hingga ke Malang.

Kegiatan patroli udara yang dilakukan oleh forkopimda Jatim ini dilakukan di titik-titik penyekatan, Jalan Protokol, yang memiliki mobilitas tinggi untuk menganalisa kepatuhan masyarakat dalam pelaksanaan PPKM Darurat.

Irjen Nico Afinta, menyebutkan, melakukan pengecekan pelaksanaan PPKM Darurat, dalam kebijakan PPKM Darurat, melihat terkait penyekatan yang dilakukan antar Kabupaten/ Kota dan Provinsi.

“Dari pantauan udara terlihat pengurangan volume kendaraan dari yang biasanya, kami akan lakukan analisa dan evaluasi terkait dengan masalah pengetatan,” kata Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta, Selasa (6/7/2021).

Langkah selanjutnya, Lanjut Nico, akan melakukan pengecekan di perusahaan, apakah perusahaan bisa menjalankan aturan Instruksi Mendagri, ia menghimbau agar bisa mengatur para karyawan bisa mengurangi pekerja dan bekerja dari rumah sesuai aturan.

“Saya minta hal ini dilakukan sebagai upaya mengurangi penyebaran Covid-19,” lanjut dia.

Sementara untuk 4 (empat) hari  penerapan PPKM Darurat yang dilaksanakan di Jawa Timur. Yang perlu dilakukan evaluasi. Yakni soal membedakan antara pekerja di sektor kritikal dan sektor esensial.

“Jalan keluarnya kami akan memberikan surat kepada asosiasi perusahaan agar bisa menghimbau kepada anggotanya terkait aturan PPKM Darurat, serta akan dipasang spanduk-spanduk pemberitahuan kriteria sektor kritikal dan esensial,” tutupnya.

Terkait dengan tempat ibadah, ia menambahkan, mendapatkan arahan dan himbauan dari ketua MUI, NU dan Muhammadiyah sehingga untuk sementara pelaksanaan ibadah bisa dilakukan dirumah saja.(***)

Pemerintah Desa Cijeruk Terus Melakukan Penyemprotan Disinfektan Guna Antisipasi Penyebaran Covid-19

0

BERIMBANG.COM, Bogor – Beredarnya informasi semakin meningkatnya penyebaran Virus Covid-19 di berbagai wilayah. Pemerintah Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor terus berupaya untuk mengantisipasi penyebaran Virus Covid-19 tersebut

Upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19 yang dilakukan Pemerintah Desa Cijeruk dengan kembali melaksanakan penyemprotan Cairan Disinfektan disetiap Pasilitas Umum dan rumah-rumah warga. Selasa (7/07/2021).

Kepala Desa Cijeruk, Asep Saepul Rohman mengatakan, Pihaknya kembali melaksanakan penyemprotan Cairan Disinfektan ke tempat-tempat Pasilitas Umun kususnya diwilayah Pemerintahan Desa Cijeruk dan ke rumah-rumah warga.

“Hari ini kami melaksanakan penyemprotan Disinfektan ke lingkungan sebagai upaya antisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19). Disamping itu juga kami menghimbau kepada masyarakat agar terus menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes) terutama bagi warga yang bepergian untuk ada kepentingan harus memakai maskar,” ungkapnya.

Asep, yang akrab dipanggil Fahad menjelaskan, Dirinya akan terus berupaya untuk warga masyarakatnya agar terhindar dari penularana Virus Corona yang saat ini informasi penyebarannya semakin meningkat. Sebagai upaya tersebut pihaknya akan mengadakan Vaksinasi Massal bagi warganya yang rencananya akan dilaksanakan di kantor Desa Cijeruk.

” Upaya – upaya pencegahan antisipasi penularan Virus Corona (Covid-19) kami terus lakukan dari mulai Penyemprotan Disinfektan, Pembagian Maskar, dan terus melakukan himbauan sesuai aturan Pemerintah Pusat untuk selalu mejalankan Protokol Kesehatan. Sesuai waktu yang telah dijadwalkan pada Tanggal 23 Juli 2021 nanti kami juga, (Pemerintah Desa) akan mengadakan Vasinasi Massal di Kantor Desa, mudah – mudah dengan berbagai upaya ini warga kami terhindar dari penyebaran Virus Covid-19, dan untuk warga masyarakat agar selalu mengikuti aturan Pemerintah dimana, saat ini kita sedang memasuki penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat,” jelasnya.

(Na)