BERIMBANG.COM – Tyas Mirasih seolah tahu kalau Anggita Sari mengungkap kekecewaannya di media. Senin (4/1), Anggita memang muncul di acara “Rumpi: No Secret” dan membahas kenapa dirinya bisa diblokir oleh Tyas.
Anggita juga mengakui kalau Tyas sering minta pekerjaan sampingan padanya dan Robby. Robby sendiri merupakan mucikari yang dipenjara karena kasus prostitusi artis.
Berbeda dengan Anggita yang sudah buka-bukaan, Tyas masih saja membisu. Ia justru mengunggah postingan baru yang seolah menegur Anggita. Namun ini juga bisa jadi sindiran untuk haters yang selalu mengkritiknya.
Postingan tersebut juga diunggah, Senin (4/1), dan berbunyi, “You should do better,dude!(Kamu seharusnya melakukan yang lebih baik, kawan).” Lalu Tyas mengunggah kata-kata yang menegaskan kalau seseorang hanya bisa merasakan kedamaian, jika seseorang itu mengurus masalahnya sendiri. Ini juga seolah peringatan agar siapapun tak berhak mencampuri kehidupan orang lain seperti yang dialami Tyas saat ini.
Menanggapi “sindiran” tersebut, netter berharap Tyas mau terbuka dan mengklarifikasi jika tudingan Anggita itu memang tidak benar. “Kalo memang itu ga bener gampang toh tinggal lapor polisi atas pencemaran nama baik..itu berita kan udah lama..kenapa pula tyas diem aja kalo memang smua itu ga bener…biar publik juga jadi ga tanda tanya dengan smua ini…jd berita nya ga simpang siur..yah liat aja tar kebenerannya setalag si robby abas kluar dan klarafikasi ini smua!..yg penting kita ga suudzhon aja!,” kata netter.
BERIMBANG.COM – Ternyata kesukaan pria terhadap bokong wanita sudah terjadi sejak zaman dahulu kala.
“Tapi tentu saja, obsesi pria dengan pantat wanita adalah bukanlah hal yang baru, kata David Buss, Ph.D, seorang profesor psikologi di Universitas Texas di Austin, seperti yang dikutip Teropongsenayan dilaman womenshealthmag, Sabtu (5/12/2015).
Tak hanya itu, wanita mempunyai begitu banyak senjata untuk membuat laki-laki tertarik dengan dirinya. Pinggul, payudara, dan bokong sudah menjadi daya tarik bagi laki-laki sejak dahulu kala memandang wanita.
“Bagian-bagian itu sudah menjadi indikator kesuburan sejak zaman nenek moyang kita. Pria menilai, jika wanita yang memiliki hal itu (pingggul, payudara, bokong-red) bagus punya cukup lemak untuk dapat mengandung,” kata Buss lagi.
Masih menurut Buss, bokong besar dan bundar juga merupakan simbol dari usia muda. Mereka dinilai mampu menjadi seorang istri dan mampu mengurus anak-anak mereka jika mereka melahirkan kelak.
Sebuah studi dilakukan oleh peneliti di Universitas Buenos Aires juga mengungkapkan, faktor geografis dan budaya juga menyebabkan kesukaan pria terhadap wanita berbeda-beda.
Penelitian itu menyebutkan, 59 persen pria disana lebih menyukai bokong besar ketimbang payudara besar.
Tapi hasil penelitian berbeda diungkapkan oleh para peneliti di Universitas College di London. Disana pria lebih menyukai payudara wanita ketimbang bokong wanita.
BERIMBANG.COM, Jakarta – Konflik Partai Golkar yang tak kunjung usai dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap eksistensi partai tersebut.
Meski Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) telah mencabut surat keputusan (SK) Golkar kubu Agung Laksono, namun bukan berarti kisruh selesai.
Pasalnya, dicabutnya SK tersebut tanpa mensahkan SK Dewan Pengurus Pusat (DPP) Golkar yang lain membuat spekulasi bahwa partai tersebut telah hilang dari peredaran.
“Gaya politik era revolusi dimainkan saat Masyumi dan PSI dibubarkan. Saya khawatir nanti Menkumham meminta Presiden dan MA untuk membubarkan Golkar,” ujar Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI) Tri Joko Susilo, Sabtu (2/1/2016).
Jokowi dituding ketar-ketir dengan elektabilitas Prabowo Subianto yang menurut survei Poltracking akhir 2015 lebih kuat darinya.
“Semua kekuatan Prabowo dilemahkan, termasuk Golkar yang menjadi pilar penting Koalisi Merah Putih (KMP),” kata dia.
Tri pun menyarankan agar kedua kebu Golkar melibatkan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto mengingat ayahnya, almarhum Soeharto yang mendirikan partai tersebut.
Dia pun mempertanyakan kewibawaan dua ketua umum Golkar yang ada. Menurut dia, Golkar dikelola dengan main-main dan para figur di dalamnya tidak mempunyai kekuatan sehingga Menkumham ‘bermain’ politik.
Bangunan yang melanggar GSS. (Foto : Rahmat Budianto
BERIMBANG.COM, Depok – Bangunan Workshop yang juga dijadikan gudang bengkel pembuatan cerobong asap milik CV. Tekhnik Karya Mandiri berdiri tegak persis diatas Garis Sepadan Sungai (GSS).
Pantauan berimbang.com, bangunan yang berlokasi di RT 04/RW 01 Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya Kota Depok, jelas melanggar GSS dan tidak sesuai aturan Izin Mendirikan Bangunan.
Pemilik Gudang, Sunarno (59) ketika di konfirmasi berimbang.com mengatakan bangunan yang berdiri sejak lima bulan lalu memang belum memiliki IMB dan dirinya belum pernah didatangi dari pihak Dinas yang terkait, hanya baru dari pihak kecamatan.
” Memang pernah didatangi dari kecamatan tetapi belum pernah ketemu karena saya selalu di lokasi proyek dan jarang sekali digudang,” kilah Sunarno belum lama ini.
” Kalau mau dibongkar silahkan saja, tanah ini milik saya, tanah saya hanya terpentok oleh aturan, kalau memang mau dibongkar, bongkar semua bangunan yang tidak sesuai aturan, toh tanahnya tidak akan dibawa mati,” Ucap Sunarno dengan nada kesal.
Sunarno juga menyampaikan dengan perkataan tidak pantas. ” Seandainya Walikotanya mati, toh tanah dan kalinya akan tetap seperti itu,” Ucapnya dengan nada geram. (Rahmat Budianto)
BERIMBANG.COM, Depok – Terpidana kasus perzinaan dan pemalsuan dokumen pernikahan, dokter Dwi Prasetyo Okta Agung Wicaksono, hingga sekarang ditengarai kuat belum dimasukkan Lapas Jombang.
Padahal, dokter muda, bersama selingkuhannya, Lely Novitasary, sudah divonis dengan pidana penjara masing 3,5 bulan dan 1,5 bulan pada sidang putusan di PN Jombang, Selasa 8 Desember lalu.
Menurut salah satu sumber terpercaya di kalangan penegak hukum Jombang, pasca putusan PN, dr Dwi Prasetyo belum dieksekusi oleh pihak Kejaksaan Negeri Jombang (Kejari).
Memang dalam sidang putusan tersebut, sambung sumber itu, kedua orang yang saat itu berstatus terdakwa, menyatakan pikir-pikir untuk menyatakan banding atau tidak.
“Tapi setelah seminggu berlalu, keduanya tidak melakukan banding. Dengan demikian seharusnya, keduanya langsung dieksekusi dengan memasukkan ke Lapas Jombang,” cetus sumber yang menolak disebut nama itu, Rabu (30/12/2015) sore.
Kalapas Jombang Nurhadi membenarkan hingga kini penyerahan terpidana atas nama dr Dwi Prasetyo Okta Agung Wicaksono dan Lely Novitasari. ”Namun boleh jadi sudah dieksekusi, tapi statusnya menjadi tahanan rumah atau tahanan kota,” ujar Nurhadi.
Data di Bagian Kasasi dan Banding PN Jombang menyebutkan, kedua terpidana tidak melakukan banding atas putusan yang diterimanya. ”Setelah putusan hakim kedua terpidana tidak mengajukan banding. Artinya mereka sudah menerima putusan itu,” ujar Agi, staf PN Jombang.
Kasi Pidum Kejari Jombang Nurmahdi belum mau ditemui, meski telah ditunggu beberapa awak media di ruang lobi Kejaksaan Negeri. ”Sepertinya Pak Nur masih banyak pekerjaan, belum bisa ditemui,” ujar salah satu staf kejaksaan.
Diberitakan, dr Dwi Prasetyo Agung Wicaksono warga asli Blitar yang pernah tinggal di Dusun Patuk, Desa/Kecamatan Ngoro, Jombang, terdakwa kasus perzinaan dan pemalsuan dokumen pernikahan, divonis 3,5 bulan. Sedangkan Lely Naryani Novitasary divonis 1,5 bulan 15 hari.
Betonisasi jalan punak yang digagalkan warga. (Ist)
BERIMBANG COM, Depok – Status Jalan Punak, Pangkalan Jati, Cinere Kota Depok di pertanyakan oleh warga Komplek AL, pasalnya Jalan Punak masih dalam status Barang Milik Negara (BMN) yaitu milik TNI AL dan TNI AL belum pernah menyerahkan aset ke Pemerintah Kota Depok.
Warga Komplek TNI AL menilai Pemkot Depok tidak pernah mengembangkan akses jalan dari Depok terutama dari kawasan Cinere menuju DKI Jakarta sehingga menimbulkan beban jalan lingkungan yang melampaui kapasitasnya akibat bangkitan lalu lintas dari permukiman di sebelah selatan sehingga merugikan lingkungan kami yang berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta.
” Dimalam hari pun kendaraan berat melintasi jalan lingkungan kami yang kelas jalannya hanya kelas IIIa sehingga membuat warga keberatan dan mempertanyakan Ijin Amdal dalam pembangunan yang memerlukan alat berat melintasi wilayah ini,” Ujar Ketua RT 03/04 Komplek TNI AL, Bambang dibilangan Cinere belum lama ini kepada berimbang.com.
Terpisah, salah satu warga, Elnard Peter mengatakan, Jalan Punak tidak sesuai dengan peruntukannya sehingga jalan yang seharusnya jalan lingkungan di pergunakan untuk jalan akses yang menghubungkan kedua propinsi ditambah fasilitasnya tidak diperhatikan, sehingga menurut Peter sangat merugikan warga sekitar.
” Carut marut ketentraman kehidupan warga disini merupakan rapor merah Pemkot Depok bersama DPRD Depok selama ini tidak menguntungkan warga malah sebaliknya merugikan moril dan materiil karena menjalankan pembangunan yang melawan hukum khususnya dalam pengawasan dan pengendalian permukiman baru,” ujar Peter.
” Krisis ekonomi yang diperburuk hasil Pilkada Kota Depok kemarin telah menjadi catatan warga, bahwa partisipasi masyarakat Depok yang hanya 56% tentu akan berimplikasi dalam kehidupan bermasyarakat di Depok sebagai pertimbangan dalam evaluasi penggunaan jalan lingkungan untuk kepentingan umum di kemudian hari,” ucap Peter dengan nada keras.
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan Lingkungan di Dinas Bimasda Agus Sopian ketika di konfirmasi berimbang.com mengatakan, status Jalan Punak Cinere bukan lagi termasuk jalan lingkungan melainkan jalan besar.
” Kewenangan Jalan Punak, Cinere bukan dikami melainkan di Kabid Jalan dan Jembatan,” ucap Agus.
Hal senada dikatakan Kepala Bidang Jalan dan Jembatan (Jajem) di Dinas Bimasda, Hardiman bahwa status Jalan Punak merupakan Jalan Propinsi yang menghubungkan Propinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Hardiman juga mengatakan bahwa status jalan tersebut sudah menjadi aset Pemerintah Kota Depok sehingga Pemkot Depok berhak memperbaiki jalan tersebut.
Disamping itu, Hardiman menyesalkan proyek peningkatan jalan punak yang rencananya akan dilaksanakan di tahun 2015 dengan mengggunakan anggaran dana Propinsi Jawa Barat tetapi gagal dilaksanakan disebabkan sebagian warga menolak betonisasi jalan karena menurut Hardiman, penolakan warga dikarenakan Jalan Punak tidak mempunya Amdal.
” Pemenang lelang sudah diumumkan karena dengan adanya penolakan warga dan warga juga menghalang-halangi pekerjaan akhirnya kontraktor mundur dan tidak melaksanakan pekerjaannya, kontraktorpun merugi,” Ujar Hardiman. (Yuli Efendi)
BERIMBANG.COM, Jakarta – Sepanjang tahun 2015, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengendus 59 kepala daerah yang melakukan transaksi keuangan mencurigakan.
Kepala PPATK, Muhammad Jusuf menyebut hal itu sudah dilaporkan ke penegak hukum.
Ia mengatakan belum semua laporan dari PPATK ke penegak hukum yang ditindaklanjuti.
M Jusuf memaklumi hal tersebut, karena memang tidak mudah membuktikan adanya kejahatan korupsi.
“Bukan ditindaklanjuti, tapi terbentur dengan bukti,” ujarnya di kantor PPATK, Jakarta Pusat, Senin(28/12/2015).
Saat ditanya apakah kepala daerah yang transaksinya ditelusuri PPATK itu ada yang kembali terpilih pada pemilihan kepala daerah serentak kemarin, Muhammad Jusuf tidak mau menjelaskan.
Ia kembali mengingatkan, bahwa belum tentu transaksi mencurigakan itu adalah bukti kejahatan.
“Yang kita kirim itu mencurigakan, belum tentu pidana. Ada yang kita temukan orang yang masuk LHA (Laporan Hasil Analisis), tapi terpilih,” jelasnya.
M Jusuf mengakui dirinya pun kecewa bila ada pejabat yang terendus melakukan transakai mencurigakan, namun tidak bisa ditindak lanjuti kasusnya.
Ia berharap, ke depannya walaupun kasusnya tidak jalan, sang pejabat bisa dimintai pajak lebih.
“Tapi kalau lama kan kadalurasa. Kita cari yang paling mungkin dulu lah, pajaknya,” ujar M Jusuf.
Hal itu kata dia tidak hanya bisa diterapkan pada perorangan. Perusahaan yang diduga menyembunyikan kekayaannya, dapat ditarik pajak yang lebih mahal sesuai seluruh kekayaannya baik yang disembunyikan maupun yang tidak sebelum kejahatannya terbukti.
BERIMBANG.COM – Mencegah kemacetan ekstrim di Pulau Jawa pihak KEMHUB RI dapat mempertimbangkan pengembangan teknologi informasi berbasis aplikasi dalam mengelola penggunaan jalan raya & tol dan dapat menekan jumlah kecelakaan seperti pada awal libur panjang akhir tahun 2015.
Setiap ruas jalan memiliki kapasitas tampung sehingga perlu penataan bersama yang melibatkan langsung para “calon pengguna jalan” dengan merincikan rencana destinasi dan rute pilihan melalui aplikasi tersebut sebelum libur panjang tiba.
Kesediaan calon pengguna jalan baik tol maupun non-tol dalam merencanakan perjalanannya di musim libur melalui aplikasi online akan sangat membantu pemanfaatan jalan karena ada rujukan bagi pihak yang berwenang guna mengendalikan kemacetan ekstrim termasuk ekses lingkungan yang ditimbulkan.
Manfaat utamanya tentu ketersediaan waktu yang cukup bagi pihak otoritas jalan berkoordinasi vertikal ke Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk mempersiapkan personil dan rencana rekayasa lalu lintas yang mungkin akan diperlukan. Demikian halnya manfaat tersebut dapat diakses oleh pihak berwenang lain seperti operator tol, kepolisian bahkan pelaksana emergensi di jalan dalam melaksanakan tugasnya.
Apabila terdapat adanya tendensi lonjakan trafik bahkan berpotensi kemacetan ekstrim, maka para calon pengguna jalan pun dapat mengevaluasi lagi rute ataupun waktu bepergiannya bahkan masih ada kesempatan untuk beralih moda transportasi lain.
Proyeksi lalu lintas pada musim libur dapat juga digunakan dalam penyediaan BBM oleh operator SPBU, kesiapan operator rest area, kesiapan, pelaku usaha objek kunjungan ataupun kesiapan masyarakat yang ruas jalan sekitarnya akan mengalami peningkatan trafik ekstrim.
Pemantauan jalan langsung melalui CCTV yang bisa diakses oleh calon ataupun pengguna jalan memang sebagian sudah terpenuhi, demikian pula aplikasi peta online yang memuat kondisi trafik, namun pengelolaan yang lebih sistematis namun sederhana dengan mengedepankan aspek proaktif yang melibatkan calon pengguna jalan sudah menjadi kebutuhan dalam mengendalikan kemacetan ekstrim dan dampaknya di waktu tertentu.
Dengan adanya partisipasi calon pengguna jalan pihak otoritas jalan bisa menata penggunaan jalan nasional, provinsial dan lokal dengan kualitas keamanan, keselamatan dan kenyamanan yang optimal di Pulau Jawa.
BERIMBANG.COM, Denver – Banyak orang merayakan Natal dengan kegiatan yang positif seperti memberikan sumbangan atau bantuan kepada orang-orang yang kurang beruntung. Hal itu juga yang dilakukan oleh sebuah lembaga amal di Amerika Serikat (AS).
Hanya saja bantuan yang diberikan lembaga amal bernama Cannabis Can itu berbeda dengan yang biasa kita lihat. Alih-alih mendapat bantuan makanan, para gelandangan di Kota Denver, Colorado, AS mendapat jatah lintingan ganja gratis.
“Cannabis (ganja) bisa memberikan perubahan, itulah yang kami perjuangkan,” kata pendiri organisasi non profit tersebut, Nick Dicenzo, sebagaimana dilansir Russia Today, Minggu (27/12/2015).
Aksi tersebut merupakan sebuah upaya untuk mendekati komunitas gelandangan di Colorado dengan cara yang unik pada Natal kali ini. Sekelompok sukarelawan dari Cannabis Can turun ke jalan dan membagikan sekira 1.000 linting.
Menurut Nick, acara amal itu merupakan bagian dari kampanye “Restroom and Groom” (toilet dan perawatan) yang mereka lakukan. Tujuan kampanye tersebut adalah mengumpulkan cukup dana untuk menyediakan akses toilet, kamar mandi, dan cukur rambut bagi para gelandangan.
“Banyak orang yang kami ajak bicara berkata ‘jika saya memiliki akses untuk mandi, dan cukur rambut, hidup saya akan jauh lebih baik. Saya akan mendapatkan kesempatan yang lebih banyak,’” ujarnya.
Colorado merupakan salah satu negara bagian di AS yang telah melegalkan ganja bagi warganya yang telah cukup umur. Sejak disahkannya sebuah amandemen pada November 2012, semua warga berusia lebih dari 21 tahun diperbolehkan menghisap ganja untuk rekreasi.
BERIMBANG.COM, Depok – Ganasnya ombak pantai selatan Jawa Barat tak hanya menghilangkan Aldi Pratama (17), santri pondok pesantren (pompes) di Cikeas.
Seperti diketahui, Aldi hanyut terseret ombak Pantai Kebon Kalapa Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (26/12/2015) sekitar pukul 06.30 WIB.
Masih pantai di wilayah Kabupaten Sukabumi, seorang nelayan, Yoga (45) mengalami kecelakaan ketika melaut dengan seorang temannya di laut Pantai Ujunggenteng.
Akibat kecelakaan laut, ia ditemukan tak bernyawa di pinggir Pantai Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi, sekitar pukul 10.00 WIB.
“Adapun Yoga bersama seorang rekannya melaut untuk mencari ikan menggunakan perahu atau congkreng pada Jumat 25 Desember 2015 sekitar pukul 16.00 WIB,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, melalui pesan singkatnya, Sabtu (26/12/2015) malam
Sulistyo mengatakan, perahu yang ditumpangi kedua nelayan tersebut rusak setelah dihantam ombak besar.
Akibatnya perahu terbalik dan hancur sehingga membuat keduanya berusaha menyelamatkan diri ke pinggir pantai.
Namun Yoga tak selamat berenang ke darat dan ditemukan tewas oleh rekannya sendiri yang berhasil berenang ke darat.
“Korban dibawa ke Rumah Sakit Jampangkulon dengan Menggunakan mobil ambulance. Setelah itu diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Sulistyo
Ia menyebut Yoga merupakan warga Kampung Gunung Batu, Kecamatan Ayah, Kabupaten Banten, Provinsi Banten.
“Kami terus mengoptimalkan pengamanan tempat wisata terutama pantai di wilkum Polres Sukabumi bekerjasama dengan Balawisata dan Tim SAR Kabupaten Sukabumi dalam rangka antisipasi pengunjung,” ujar Sulistyo. (cis)