Penulis: admin berimbang

Daerah

Tahlilan Ke 7 Korban Insiden Kanjuruhan, Ketua PWNU Jatim: Mari Doakan Bersama, Jangan Mudah Terprovokasi

BERIMBANG.com – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH. Marzuqi Mustamar mengimbau kepada seluruh warga nahdliyin untuk ikut mendoakan dalam rangka 7 hari korban insiden Kanjuruhan, hal ini dalam kanal youtube pengajian KH. Marzuqi Mustamar.

Dalam peringatan 7 hari korban insiden Kanjuruhan, KH. Marzuqi Mustamar mengimbau kepada warga nahdliyin khususnya dan warga Jawa Timur pada umumnya, untuk mengikuti kegiatan doa bersama di stadion Kanjuruhan, jika tidak bisa datang di Kanjuruhan KH. Marzuqi Mustamar menyarankan untuk tahlil di masjid atau musolah terdekat.

“Saya mengimbau warga NU khususnya, kaum muslimin pada umumnya monggo tetap prihatin, berbelasungkawa, berduka dan rasa belasungkawa itu kita wujudkan dalam bentuk kirim doa untuk para korban, juga mendoakan bagi yang sakit semoga lekas sembuh,” ucapnya.

Dalam video pengajian tersebut juga disampaikan oleh KH Marzuqi untuk masyarakat agar tidak terprovokasi dengan freaming yang malah memperkeruh situasi.

“Jangan ada yang memperkeruh keadaan, jangan ada yang memperkeruh situasi dengan membikin freaming, isu macam-macam, tuntutan macam-macam. Tetap pasti ada penegakan hukum, Kalau yang sakit itu waras (sudah sehat) baru nanti proses hukum, penyidikan, BAP itu bisa sempurna, karena jika yang sakit itu sudah sembuh, bisa menyampaikan kesaksiannya, sehingga BAP itu bisa lengkap,” jelasnya.***

Daerah

Polda Jatim Salurkan Tali Asih Kepada Keluaga Korban Insiden Kanjuruhan

BERIMBANG.com – Polda Jawa Timur secara bertahap menyalurkan tali asih dari Kapolri dan Kapolda Jatim, kepada keluarga korban atau Aremania yang meninggal dunia dalam peristiwa Kanjurahan pada 1 Oktober 2022, sabtu lalu.

Pemberian tali asih tersebut diberikan oleh Dirbinmas Polda Jatim beserta Kasat Binmas Polres dan seluruh Bhabinkamtibmas, yang diwilayahnya ada korban meninggal dunia akibat kerusuhan di stadion Kanjuruhan malang.

Menurut Dirbinmas Kombes Pol Asep Irpan Rosadi, seluruh Babinkamtibmas juga telah melaksanakan kegiatan takziah awal kepada keluarga korban, kemudian membantu pelaksanaan pemakaman serta menyalurkan Tali Asih dari Kapolri dan Kapolda Jawa Timur kepada keluarga korban.

“Para Bhabinkamtibmas yang warganya menjadi korban insiden Kanjuruhan telah menyalurkan santunan dari bapak Kapolri dan Kapolda Jatim, kepada keluarga korban,” katanya.

Sementara, pihak kepolisian telah memberikan tali asih kepada keluarga korban meninggal dunia, 2 diantaranya keluarga anggota Polri yang turut menjadi korban. Berikut data penyaluran tali asih kepada keluarga korban:

1. Polres Malang; jumlah korban 68 orang.

2. Polresta Malang Kota; jumlah korban 30 orang.

3. Polres Probolinggo; jumlah korban 3 orang

4. Polres Probolinggo Kota; jumlah korban 1 orang

5. Polres Blitar; jumlah korban 4 orang.

6. Polres Blitar Kota; jumlah korban 2 orang.

7. Polres Pasuruan; jumlah korban 5 orang.

8. Polres Pasuruan Kota; jumlah korban 2 orang

9. Polres Tulungagung; jumlah korban 7 orang yaitu 6 masyarakat dan 1 Bhabinkamtibmas.

10. Polres Jember; jumlah korban 2 orang.

11. Polres Jombang; jumlah korban 1 orang.

12. Polres Batu; jumlah korban 1 orang

13. Polres Magetan; jumlah korban 1 orang.

14. Polres Gresik; jumlah korban 1 orang.

15. Polres Trenggalek; jumlah korban 1 orang Bhabinkamtibmas.

Pemberian tali asih kepada keluarga korban ini dilakukan oleh Bhabinkamtibmas didampingi oleh Kapolres, Wakapolres, Kasat Binmas, atau Kanit Binmas di desa tempat tinggal korban.***

Daerah

Pacar Kiper Arema FC Adilson Maringa Ungkap Sang Kekasih Dipukul Diperut oleh Aremania

BERIMBANG.com – Pacar kiper Arema FC Adilson Maringa, Tiphaine Poulon akhirnya buka suara terkait pemukulan yang dialami kekasihnya setelah laga Arema menjamu Persebaya, pada Kamis (1/10/2022) di stadion Kanjuruhan.

Tiphaine Poulon membenarkan informasi adanya kekerasan yang dilakukan Aremania terhadap pemain Arema FC.

Kiper Adilson Maringa disebutnya, mendapatkan pukulan di bagian perut dan makian yang diduga dilakukan Aremania.

Tiphaine Poulon mengatakan, kekerasan itu diterima kekasihnya Adilson Maringa usai pertandingan di Stadion Kanjuruhan yang berakhir tragedi.

Kesaksian Tiphaine Poulon itu diungkapkan di story Tiktoknya Tiphaine pada Senin (3/10/2022).

Story Tiphaine kemudian viral di twitter. Dari kesaksiannya Tiphaine Poulon mengatakan bahwa saat itu kekasihnya Adilson Maringa mau meminta maaf kepada suporter karena kalah 2-3 oleh Persebaya Surabaya dalam pertandingan Liga 1.

Saat itu, tim sudah mulai mundur masuk ke ruang ganti pemain. Namun, ketika itu kiper andalan Arema FC itu tertinggal. Tiba-tiba ada dua tiga orang Aremania mau memeluk Adilson Maringa.

Namun kata Tiphaine, sejumlah orang lainnya yang meringsek masuk ke lapangan justru mau menghajar kekasihnya itu.

Ada sekitar 20 orang yang hendak mau menghajar Adilson Maringa.

Bahkan saat itu Adilson Maringa terkena pukul di bagian perutnya oleh salah satu pria yang diduga Aremania.

Saat itu juga, Adilson Maringa dimaki dengan kata kotor oleh sejumlah pria yang diduga Aremania.

Padahal kata Tiphaine Poulon, tadinya Adilson Maringa hendak memeluk balik fansnya namun hal itu terhalang oleh sejumah pria yang menghadangnya.

Adilson Maringa kemudian diselamatkan oleh kepolisian dan berhasil masuk ke ruang ganti pemain.

Diketahui sebelumnya 125 orang dinyatakan meninggal dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Mereka yang tewas lantaran terinjak-injak dan sesak nafas saat berupaya mencari jalan keluar dari Stadion Kanjuruhan.

Kepanikan suporter Aremania yang hendak keluar stadion dipicu dari gas air mata yang dilontarkan oleh polisi sesaat ribuan penonton menorobos masuk ke tengah lapangan Stadion Kanjuruhan.***

Daerah

Tokoh Aremania Mengimbau agar Aremania Dimanapun Berada untuk Tidak Arogan

BERIMBANG.com – Tokoh Aremania Romo KH Soeroso yang juga pengasuh Ponpes Rejo Darul Musthofa di Gondang Legi Kab Malang, menyampaikan imbauan untuk Aremania agar tetap tenang dan percaya kepada pemerintah, hal ini disampaikan Romo KH Soeroso melalui pesan berantai di media sosial WhatsApp, pada (5/10/2022).

Dalam tulisan tersebut, tokoh aremania ini tak lupa mengucapkan salam semboyan aremania. Dalam tulisannya Romo KH Soeroso menggunakan bahasa jawa untuk meredam para Aremania agar tetap kondusif, sehingga perjuangan mereka untuk menuntut keadilan tidak sia-sia, berikut imbauan Romo KH Soeroso tokoh Aremania.

Salam Satu Jiwa !!! Arema.

Kami pribadi maupun pondok Rejo Darul Musthofa mengucapkan bela sungkawa yang sebesar – besarnya kepada keluarga besar Aremania maupun Polri yg wafat dalam tragedi kanjuruhan

Kanggo Mas – masku, adik – adikku, anak – anakku Kabeh tetap tenang Nggeh, Kulo lan pondok nggeh susah sanget, mosok cita-cita kita bersatu dengan teman – teman sesama Arema dan semua, tapi apa persatuan bisa terjadi dengan tragedi seperti ini ?

Sepurane aku sanjang ngene kerono cintaku Nang sampean kabeh lan aku yakin sampean luwih wero ati kulo

Tetap tenang dan mempercayakan proses penanganan kasus kepada tim yang sudah dibentuk oleh Pemerintah

Masyarakat ojo sampek menilai kita yg arogan, tetap kita jaga Malang dengan kondusif supoyo masyarakat sing menilai untuk menambah kebaikan dan nama besar Arema. Semoga masalah secepatnya bisa terselesaikan dgn sebaik baiknya

Romo KH. Suroso (Pengasuh Ponpes Rejo Darul Musthofa – Gondang legi Malang).

***

Daerah

AlMulk Indonesia Apresiasi Pemberian Beasiswa dari Kapolda Jawa Timur

BERIMBANG.com – Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku Indonesia(Almulk Indonesia) memberikan apresiasi kepada Kapolda Jawa Timur Irjen. Pol. Nico Afinta yang memberikan Beasiswa kepada seorang anak yang orang tuanya menjadi korban dalam Tragedi Kanjuruhan.

Menurut Fauzan Ohorella Ketua Umum DPP AlMulk Itu, bahwa kebaikan Kapolda Jawa Timur telah menunjukan rasa kepeduliannya atas tragedi tersebut.

“Pertama, saya sampaikan belasungkawa kepada anak yang orang tuanya telah menjadi korban dalam tragedi Kanjuruhan. Kedua, tentu saya juga apresiasi pemberian beasiswa dari Kapolda Jatim kepada anak tersebut. Menurut saya, hal itu adalah wujud kepedulian Polri untuk peristiwa ini.” Ucap Fauzan Ohorella, (05/10/2022).

Diketahui, bahwa saat ini peristiwa Kanjuruhan, adalah tragedi yang bukan hanya membuat pilu sepak bola Indonesia, tetapi juga Dunia. Hal itu dia ungkapkan, saat melihat pernyataaan dari Presiden FIFA dan beberapa tim sepak bola dunia yang memberikan rasa duka cita mereka.

“Duka ini telah menjadi duka persepak bolaan internasional. Jadi, jangan lagi publik melihat peristiwa ini sebagai alat untuk menyudutkan institusi Polri.” Sambungnya

Fauzan juga menambahkan lagi, bahwa hampir seluruh siaran tv nasional hingga pada platform sosial media, terkesan seperti menyudutkan Polri dalam peristiwa Kanjuruhan ini. Padahal, menurut dia, narasi Publik yang amat tendensi terhadap Polri adalah tidak tepat.

“Penglihatan saya, ada yang dengan sengaja ingin sudutkan Polri. Sehingga segala peristiwa, institusi Polri selalu dijadikan sebagai kambing hitam. Padahal, kita sudah tahu, kalau saja, LIB bisa mengikuti rekomendasi yang disampaikan oleh pihak intel, mungkin peristiwa tersebut tidak akan terjadi.” pungkasnya.***

Daerah

PKC PMII Jawa Timur Dukung Penuh atas Dibentuknya Tim Investigasi Kasus Kanjuruhan

BERIMBANG.com – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur menyutujui adanya tim investigasi yang baru saja dibentuk oleh pemerintah dalam rangka mencari keadilan bagi para korban dari tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022 lalu.

Diketahui Menko Polhukam, Mahfud MD, atas nama pemerintah dirinya telah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), Senin (03/10/2022).

“Kami atas nama PKC PMII Jawa Timur mendukung penuh atas dibentuknya tim investigasi dalam kasus ini,” terang Baijuri selaku Ketua Mandataris PKC PMII Jawa Timur masa khidmat 2022-2024, Rabo (05/10/2022) saat diwawancarai.

Mantan Ketua Cabang PMII Jember itu juga menegaskan bahwa tim investigasi yang telah dibentuk harus objektif.

“Penting kiranya mengingatkan, bahwa tim ini nantinya harus benar-benar profesional dan objektif dalam menilai, karena ini menyangkut kehormatan para korban dan keluarga yang harus kita junjung tinggi atas nama kemanusiaan,” katanya.

Sekitar 13 anggota tersusun dalam TGIPF tragedi Kanjuruhan yang berasal dari berbagai pihak.

Sementara itu, lebih lanjut, PKC PMII Jawa Timur menghimbau agar seluruh elemen masyarakat, pengurus organisasi sepak bola, para suporter, klub-klub bola, dan pemerintah bersama-sama saling merangkul.

“Insiden ini sungguh tragis. Kami mengutuknya dan usut tuntas sampai ke akar-akarnya. Tak boleh ada nyawa yang hilang hanya demi sepak bola. Semua pihak harus tenang dan saling bahu membahu untuk segera keluar dari musibah ini. Mari kita saling jaga kondusifitas, teman-teman dimanapun khususnya Malang,” sahutnya.

Per Selasa (04/10/2022) kemarin jumlah korban meninggal bertambah enam orang sehingga total ada 131 orang. Tragedi berdara ini kemudian juga menjadi sorotan dunia internasional termasuk FIFA.

“Sekali lagi turut berduka cita semoga tidak ada hal seperti ini lagi kedepannya. Dunia internasional bahkan FIFA juga telah mengetahui insiden ini, jadi mari kita fokuskan kepada korban baik yang meninggal maupun luka-luka,” katanya.

Baijuri juga berharap adanya terapy healing bagi korban yang mengalami luka-luka dan keluarga.

“Penting itu (teraphy healing) dilakukan, jajaran Pemprov dan Pemkab mohon diatensi hal ini,” pungkasnya.***

Daerah

Saksi Mata, Marselino Ferdinan Melihat Kerusuhan Kanjuruhan dari Dalam Barakuda

BERIMBANG.com Surabaya – Usai pertandingan Arema FC vs Persebaya, pemain Persebaya langsung masuk mobil barakuda yang mengangkut para pemain.

Para pemain Persebaya sempat tertahan dan melihat kerusuhan tersebut. Momen itu diceritakan oleh Marselino Ferdinan. Secara singkat Marselino menceritakan kesaksiannya saat mengalami peristiwa itu.

“Secara singkat habis pertandingan selesai peluit akhir langsung masuk locker room, kita lari, kita langsung cepat-cepat ganti baju, ganti pakaian. Setelah itu kita langsung lari ke barakuda,” kata Marselino kepada wartawan usai doa bersama di Balai Kota, Selasa (4/10/2022).

Saat sudah keluar dari stadion dan berada di dalam barakuda, kata Marselino, barakuda justru tak bisa berjalan. Sebab mobil panser yang mengangkut pemain persebaya dan Patwal diblokade oleh Aremania.

“Habis itu kita diblokade, gak bisa keluar sama Aremania. Jadi, kita menunggu di sana sekitar dua jam semuanya. Baru kita bisa keluar dari stadion tersebut,” cerita Marselino.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu mengaku sempat melihat kerusuhan yang terjadi. Marselino melihat sendiri kerusuhan di luar stadion karena barakuda yang ditumpanginya berada di depan

“Kalau lihat, lihat. Karena barakuda saya ada paling depan. Jadi saya lihat semuanya yang bakar-bakar, patwal yang diinjak-injak dan lain-lain. Iya sempat. Dilempari botol, batu,” jelasnya.

Meski begitu, Marselino tak merasa trauma atas kejadian itu. Bahkan malam ini, ia juga mengikuti doa bersama yang digelar Pemerontah kota Surabaya yang mengundang Persebaya, suporter hingga Forkopimda untuk korban tragedi Kanjuruhan.

“Kalau trauma enggak sih. Bonek hadir sangat istimewa. Di sini kita tahu kemanusiaan lebih penting daripada sebuah sepak bola,” pungkas Marselino.***

 

Daerah

Pangdam V/Brawijaya Meminta Maaf Atas Sikap Oknum Prajuritnya di Peristiwa Stadion Kanjuruhan

BERIMBANG.com Surabaya – Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto meminta maaf atas prilaku oknum prajuritnya yang Overacting, sehingga membuat suporter Aremania ada yang tersakiti. Hal ini disampaikan Pangdam V Brawijaya usai upacara HUT TNI ke – 77, pada (5/10/2022) di Lapangan Makodam V Brawijaya Surabaya.

Upacara peringatan HUT TNI ke-77 yang dihadiri oleh Forkopimda Jatim diantaranya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangkoarmada, Ketua DPRD Jatim, Kajati Jatim, serta seluruh instansi terkait.

Menurut Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto, peringatan HUT TNI kali ini dilakukan secara sederhana hanya parade, kemudian syukuran, mengingat situasi dan suasana yang tidak memungkinkan maka beberapa kegiatan panggung prajurit dibatalkan, pihaknya hanya fokus kepada acara sederhana namun hikmat.

Dalam kesempatan ini, Pangdam V Brawijaya menyampaikan permohonan maaf atas prilaku oknum prajuritnya yang berlebihan dan membuat Aremania ada yang tersakiti.

“Pada kesempatan ini saya lakukan Pangdam V Brawijaya, saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya, atas apa yang terjadi di Kanjurahan, dimana ada oknum prajurit kami yang bertindak diluar atau Overacting sehingga menyebabkan ada beberapa suporter Aremania yang mungkin tersakiti,” ucap Mayjend TNI Nurchahyanto usai mengikuti upacara HUT TNI ke-77.

“Jadi saya selaku Pangdam V meminta maaf untuk itu, dan prajurit ini sudah atau sedang diproses sesuai hukum yang berlaku manakala terbukti bersalah pasti akan dihukum, dan di sisi lain memang ada prajurit kami yang melakukan pelanggaran tapi sisi lain para media juga melihat sendiri banyak sekali prajurit kami yang bahu membangun dengan Aremania, dengan petugas kepolisian memberikan pertolongan pertama kepada para korban, sangat luar biasa itu, saya apresiasi mereka, saya apresiasi kepedulian mereka terhadap para korban ini,” pungkasnya.***

Opini

Tragedi Kanjuruhan: Tindakan Polri adalah Preventive Force yang Lawful Bukan Excessive Force

BERIMBANG.com – Oleh: Prof. DR. Indriyanto Seno Adji. SH, MA. Guru Besar Hukum Pidana/Pengajar PPS Bidang Studi Ilmu Hukum Universitas Indonesia.

– Kita semua berduka tentang musibah Kematian sekitar 130 orang menjadi tragedi nasional di bidang olah raga, betapa tidak, karena musibah ini baru sekali terjadi pada olahraga Indonesia dan musibah kematian no 2 di dunia pada olahraga sepakbola,

 

– Mengapa Polri dituding bertanggungjawab atas musibah ini?. Mengenai musibah ini dari sisi Hukum Pidana belum memberikan argumentasi yang utuh, jelas dan tegas antara makna “Excessive Force” dengan kondisi darurat chaos di lapangan penyelenggaraan sepak bola ini yg dikategorikan sebagai abnormaal tijden (kondisi darurat),

bahkan kalau dikaitkan dengan suasana chaos dengan kategori kondisi force majeur, sehingga penggunaan gas air mata yang dilakukan oleh Penegak Hukum Polri yang dianggap sebagai pemicu tragedi Kanjuruhan, bahkan penggunaan gas air mata dianggap melanggar aturan internal FIFA.

 

– Ada polemik mengenai legitimasi dan levelitas antara regulasi FIFA dan Hukum Nasional mengenai dampak picuan penggunaan gas air mata,

Kedua aturan ini, FIFA dan Hukum Nasional memiliki relasi dan integritas yg saling mengisi, namun haruslah dipahami bahwa “the sovereignty of national law is the supreme law”. Haruslah diakui bahwa Kedaulatan Hukum Nasional harus diapresiasi sebagai hukum tertinggi.

Bahkan Hukum secara universal mengakui bahwa dalam kondisi darurat chaos kebutuhan tindakan preventive force adalah lawful dan legitimatif untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap kondisi dan lingkungan yang membahayakan saat itu,

 

– Keadaan darurat chaos menggunakan senjata gas air mata, yang justru harus dilakukan karena adanya picuan serangan atau ancaman yang variatif, yaitu serangan seketika itu yang melawan hukum terhadap petugas penegak hukum Polri dan para pemain/official Persebaya.

Kericuhan diantara para supporter (pembakaran kendaraan Polri dan pribadi) yang karenanya tindakan preventive force yang proporsionalitas dan subsidaritas adalah tindakan yang justru dibenarkan secara hukum (Lawfull).

 

– Salah satu penyebab musibah kematian diperkirakan karena masih terkuncinya beberapa pintu gerbang utama keluar stadion tersebut,

karena itu pemeriksaan obyektif atas musibah ini harus dilakukan secara utuh dan tidak bisa dilakukan secara parsial, yaitu pemeriksaan sebatas dugaan excessive force penggunaan gas air mata,

karena kasus ini memiliki Relatie Causaliteit dengan pendekatan preventive force, yaitu polemik tanggung jawab tidak terhadap penggunaan gas air,

tetapi kondisi chaos tertutupnya beberapa gerbang keluar yang masih terkunci sehingga terkadi desak2an, terjepit dan terinjak sesama penonton tersebut .

 

– Padahal perlu diketahui bahwa musibah ini sebagai dampak atau akibat chaos dari kegaulaan serangan dan ancaman serangan terlebih dahulu yang dilakukan oleh penonton/suporter terhadap penegak hukum/pemain Persebaya/official .

 

– Pemeriksaan yang dibuat secara parsial atas dugaan tuduhan kepada Polri bisa menimbulkan kesan adanya Pemahaman Sesat kepada publik.

Pola dan karakter chaos pada saat selesaianya sepak bola itu memang sangat kuat diduga melakukan aksinya secara anarkis dan telah menimbulkan chaos, baik limitatif maupun ekstensif masif, dan apalagi sudah melakukan perlawanan terhadap Polisi sebagai aparatur kekuasaan dibidang keamanan dan ketertiban umum.

Polri memiliki kewenangan maupun diskresi (wetmatigheid dan Doelmatigheid) untuk melakukan tindakan hukum dengan berbasis dan bernilai secara proporsionalitas dan subsidiaritas, yang dalam pemahaman implementatif adalah tindakan tegas dan terukur.

Tindakan Polisi masih dalam batas-batas kewenangan yang dimiliki dan sama sekali tidak mengandung perbuatan yang dikategorikan unlawful, baik SOP
sebagai Internal Rules maupun Hukum
Nasional (Pidana).

Adanya tindakan pencopotan jabatan Kapolres dan beberapa perwira Brimob adalah terkait tindakan administratif disiplin (disciplinary administrative rules) yang tentunya tidak terkait pelanggaran hukum, tidak terkait adanya excessive force yang unlawful.***

DaerahJakarta

PT LIB Dinilai Tidak Profesional dan Harus Periksa terkait Insiden Kanjuruhan

BERIMBANG.com Jakarta – Studi Demokrasi Rakyat (SDR) menyampaikan belasungkawa atas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan supporter Arema FC. Tragedi tersebut terjadi usai pertandingan di Liga 1 saat Arema FC menjamu Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kota Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10) lalu.

“Kami dari Studi Demokrasi Rakyat (SDR) menyampaikan duka dan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa kericuhan antara Arema FC dan Persebaya,” kata Direktur Eksekutif, Hari Purwanto dalam keterangan resminya, pada Selasa (4/10/2022).

Menurut Hari, tragedi luar biasa dalam dunia sepak bola ini menjadi tanggung jawab seluruh stakeholder. terutama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku penyelenggara Liga 1.

“Dari peristiwa persepakbolaan kita bahwa banyak stakeholder yang harus bertanggungjawab apalagi ratusan jiwa melayang hanya karena dukung mendukung klub kesayangan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Hari menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Irjen Nico Afinta untuk segera mengambil langkah cepat, menginvestigasi dan mengusut tuntas tragedi tewasnya supporter Aremania itu.

Selain itu, Hari memandang langkah hukum juga harus segera dilakukan, yakni dengan memeriksa PT LIB karena ketidak profesionalan dan menangkap Direktur PT LIB sebagai pihak yang bertanggungjawab atas jatuhnya korban jiwa.

“Semestinya pembenahan di seluruh bidang, seperti penentuan protap pengamanan dalam sebuah pertandingan, perbaikan sistem Liga, hingga pendidikan suporter bisa dilakukan jauh-jauh hari karena PT LIB sebagai penanggungjawab acara sudah memiliki pengalaman kenapa langkah antisipasi tidak dilakukan?,” tukasnya.

Seharusnya, PT LIB selaku penyelenggara dari Liga 1 sudah mempelajari karakteristik para suporter dari masing-masing klub sepak bola.

“Karena itu perlu juga diambil langkah hukum pengusut tuntas motif bisnis PT LIB yang tidak mengindahkan faktor keamanan dalam pertandingan. Bahkan info di lapangan pihak kepolisian sudah mengantisipasi kerawanan laga dengan mengajukan percepatan gelaran laga akan tetapi ditolak oleh PT LIB,” tuturnya.

Hari menegaskan, bahwa permasalahan kisruh suporter merupakan permasalahan teknis yang seharusnya bisa diantisipasi. Sehingga menurutnya, tragedi tewasnya ratusan suporter Arema FC menjadi tanggung jawab PT LIB dan pengurus kedua klub yang berlaga, yakni Arema FC dan Persebaya.

“Tentunya kesimpulan permasalahan kisruh suporter di Stadion Kanjuruhan bisa diantisipasi karena masalah teknis dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penyelenggara PT LIB dan pengurus Arema FC dan Persebaya,” pungkasnya.***