Penulis: admin berimbang

Depok

Seleksi PPK dan PPS KPUD Depok Diduga Tidak Transparan Dan Sarat Peserta Titipan

BERIMBANG.com, Depok – Seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan atau biasa disebut PPK dan Peserta Pemungutan Suara ( PPS ) tingkat Kelurahan dinilai sebagian masyarakat di Kota Depok tidak transparan dan diduga ada pesanan dari oknum yang ingin meloloskan calon peserta untuk menjadi anggota PPK dan PPS.

Contohnya di salah satu Kecamatan, perekrutan PPK dan PPS sangat disayangkan oleh salah satu calon peserta PPK yang ikut seleksi pada bulan Desember 2022 dimana tahapan seleksi meliputi Tes Administrasi , Tes Tertulis dan langkah terakhir Tes wawancara. Dalam tahapan wawancara ini yang tidak ada transparansi dalam seleksinya karena dilakukan secara tertutup.

Informasi yang didapat serta hasil penelusuran berimbang.com, di ketemukan peserta calon PPK dalam melakukan seleksi wawancara sudah semaksimal mungkin dalam menjawab pertanyaan yang dilakukan anggota KPUD Depok tetapi tetap tidak lolos padahal dalam tes ( CAT) tertulis dengan nilai peringkat tertinggi ditambah dalam hal pengalaman sangat mempuni malahan ada yg pernah menjadi anggota PPK di Pemilu sebelumnya dan mendapatkan PPK Terbaik se Kota Depok juga tidak lolos.

Dalam perekrutan seleksi anggota PPK menduga ada jaringan tertentu yang meloloskan anggota PPK sehingga seleksi yang dilakukan tidak sehat, yang mempunyai kemampuan tidak lolos seleksi ditambah untuk pemahaman wilayah kurang berpengalaman.

Sementara itu, salah satu peserta seleksi PPS yang tidak mau disebutkan namanya menilai tahapan seleksi Administrasi dan Tes Tertulis sudah sangat transparan, seleksi wawancara yang belum transparan ditambah pertanyaan setiap peserta seleksi tidak sama hingga memungkinkan peserta seleksi hanya formalitas.

” KPUD Kota Depok harus transparan dalam perekrutan anggota PPK dan PPS karena ini menyangkut netralitas dan suksesnya penyelenggara pemilu yang berlandaskan azas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil, harapnya. Kamis ( 2/2/2023).

Kedepannya , masyarakat Kita Depok menginginkan untuk tes wawancara dilakukan secara transparan dengan menghadirkan para peserta seleksi administrasi yang lolos untuk hadir diruangan seleksi wawancara agar dapat mengetahui pertanyaan apa saja yang akan ditanyakan kepada peserta seleksi.

Iik

Bogor

PT BSS Resmikan Kantor Untuk Operasional Pembangunan Kawasan Wisata Alam, Sekaligus Mengadakan Pelayanan Kesehatan Secara Gratis

BERIMBANG.COM, Bogor – PT Bahana Sukses Sejahtera resmikan kantor untuk operasional di wilayah Cijeruk, yang terletak di Kp Pasir Pogor Rt 02 Rw 07 Desa Cipelang Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor. Dalam acara peresmian kantor itu, sekaligus mengadakan pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi masyarakat Cijeruk, Rabu (01/02/23).

Acara pemeriksaan kesehatan secara gratis itu, dihadiri oleh petinggi PT BSS dan Forkopimcam Kecamatan Cijeruk serta perwakilan dari Yayasan Bakrie Amanah. Pemeriksaan kesehatan itu didanai oleh Corporate Social Responsibility (CSR) PT BSS untuk masyarakat Cijeruk, mengingat PT BSS telah hadir selama 25 tahun untuk masyarakat.

“Acara ini sebagai ucap syukur kami, bahwa sampai saat ini PT BSS masih eksis dan perduli akan kelangsungan hidup masyarakat pada umumnya,” kata Handoko N Soetrisno, Ketua Panitia acara peresmian Kantor PT BSS disela lokasi acara, Rabu (01/02/23).

“Dan dengan diresmikan kantor ini, kami akan serius menangani tanah yang telah dimiliki, dengan memiliki Sertifikat HGB nomor 6 ini untuk pengembangan. Kami akan kami bangun kawasan wisata alam. Yang akan menumbuhkan ekonomi masyarakat, khususnya warga Cijeruk itu sendiri,” imbuhnya.

Sementara, Direktur PT BSS juga menyampaikan, bahwa keseriusan perusahaan dalam membangun lahan yang terhitung dalam SHGB 6 untuk dijadikan kawasan wisata alam.

“Kami yang selama ini mungkin disangka telah sirna, tapi dalam 2 bulan ini telah kami buktikan bahwa kami masih eksis. Dengan direnovasinya kantor PT BSS ini, dan hari ini merupakan peresmian kantor kami untuk memulai pengembangan kedepannya,” ujar Jafarullah Direktur PT Bahana Sukses Sejahtera dalam sambutannya.

“Juga kami berharap dalam pembangunan yang dilaksanakan, tanpa dukungan masyarakat akan lah sulit. Maka mari sama-sama kita membangun kawasan wisata alam ini, dan Insyallah masyarakat akan dapat banyak manfaat dari wisata alam ini,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Camat Cijeruk yang hadir dalam peresmian kantor PT BSS juga mengucapkan terimakasih akan dibangunnya daerah itu menjadi kawasan wisata alam. Karena dinilai sangat cocok dengan memiliki pemandangan yang menakjubkan, dan bersyukur dengan diadakannya pemeriksaan kesehatan secara gratis.

“Tentunya kami berharap agar kedepannya dapat bekerja sama dalam menangani kesehatan, dan berlanjut dengan program-program yang akan disinergikan dengan Pemerintah. Salah satunya yaitu untuk mencapai Visi dan Misi Bupati Kabupaten Bogor, dalam mewujudkan Kabupaten Bogor yang sehat. Seperti yang disampaikan, kedepannya kita akan lebih fokus pada penanganan Stunting kususnya di wilayah Cijeruk,” ucap Bangun Sapta, Camat Cijeruk.

“Kami juga berharap agar pelaksanaan dapat segera berlangsung, sehingga manfaatnya nanti dapat dinikmati oleh masyarakat Cijeruk. Kami doakan semoga pembangunan kawasan wisata alam berjalan dengan lancar, tanpa ada gangguan apapun juga,” pungkasnya.

Bogor

Kadin Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah Korban Gempa Melalui PWI Kota Bogor

BERIMBANG.com – Sedikitnya puluhan paket perlengkapan sekolah diserahkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor kepada Persatuan Wartawan Indonesia  Peduli Kemanusiaan (PWI Peka) Kota Bogor, untuk disalurkan ke anak-anak korban gempa di Kabupaten Cianjur.

Penyerahan bantuan dilakukan di sekretariat PWI Kota Bogor Jalan Tirto No 4 Tanah Sareal Kota Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (31/1/2023).

Menurut Komite Tetap Bidang Industri Pers Kadin Kota Bogor Herman Indrabudi, bantuan perlengkapan sekolah ini sebagai wujud kepedulian Kadin Kota Bogor terhadap korban bencana, terlebih lagi menurut informasi tim PWI Peka Kota Bogor alat perlengkapan sekolah anak-anak di lokasi bencana sudah rusak bahkan hilang tertimpa bangunan paska gempa.

“Informasi teman-teman PWI Peka Kota Bogor, di lokasi bencana dibutuhkan perlengkapan sekolah. Mengingat banyak perlengkapan sekolah yang rusak tertimpa bangunan. Semoga apa yang kami berikan bisa sedikit meringankan beban anak-anak sekolah di sana,” kata Herman, didampingi Direktur Exsecutif Kadin Kota Bogor Bagus Maulana.

Sementara itu Ketua PWI Kota Bogor, Arihta Surbakti yang didampingi Ketua PWI Peduli Kota Bogor, Yudi Irawan, mengapresiasi bantuan yang diserahkan  Kadin Kota Bogor kepada PWI yang selanjutkan disalurkan ke korban bencana oleh PWI Peka Kota Bogor.

“Pertama, kami apresiasi kepedulian Kadin terhadap korban gempa Cianjur, khususnya kepada anak-anak yang masih sekolah. Selain itu, kami juga berterima kasih, atas kepercayaan Kadin kepada Pwi Peduli Kota Bogor, untuk menyalurkan bantuannya kepada para korban bencana. Ini sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi kedua lembaga dalam menyikapi berbagai masalah di masyarakat,” kata Ari, sapaan akrab Ketua PWI Kota Bogor.

Ketua PWI Peduli Kota Bogor, Yudi menambahkan, tim PWI Peka Kota Bogor saat mendengar ada gempa susulan, beberapa anggota langsung menuju lokasi guna membantu para korban dan mencatat kondisi yang terjadi pasca musibah bencana itu.  Menurut BMKG, pusat gempa terjadi di 6,81 LS-107,04 BT atau 11 kilometer barat laut Kabupaten Cianjur di kedalaman 10 kilometer.

“PWI Peka Kota Bogor terus memantau perkembangan paska gempa susulan di lokasi, bahkan saat ini petugas dari kami bergantian ke lokasi. Sekali lagi kami haturkan terimakasih kepada Kadin Kota Bogor yang telah menyalurkan bantuannya  melalui kami,” katanya.***

Jakarta

Selamat! Para Pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2022

BERIMBANG.com – Saat-saat yang ditunggu para insan pers Tanah Air akhirnya tiba. Panitia Tetap Anugerah Jurnalistik Adinegoro resmi mengumumkan para penerima Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2022.

Pengumuman penerima penghargaan bergengsi tahunan tersebut disiarkan secara langsung dari studio _CNN Indonesia TV_ pada Jumat (27/1/2023) malam.

“Ini adalah penghargaan yang tidak lekang oleh waktu, masih tetap bertahan. Menurut saya ke sini semakin kaya kategori lomba dan pilihan bagus sehingga penghargaan Anugerah Jurnalistik Adinegoro ini makin prestisius apalagi diumumkan di puncak Hari Pers Nasional,” kata Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S. Depari saat pengumuman nominee.

“Penghargaan jurnalistik ini akan tetap eksis ke depan,” ucap Atal S Depari, menegaskan.

Dari segi kualitas, menurut Atal, syarat _indepth reporting_ atau liputan berkedalaman dalam Anugerah Jurnalistik Adinegoro justru menuntut wartawan meningkatkan skill-nya. “Itu sebabnya Adinegoro akan hidup panjang,” ucapnya lagi.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong yang juga hadir menilai karya-karya jurnalistik peraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2022 menunjukkan bahwa kekritisan pers Tanah Air tidak padam.

“Tetap sikap kritis, keprihatinan kita terhadap masyarakat korban Kanjuruhan dan sebagai harapan tentu saja proses peradilannya tetap berlangsung adil, terselip pesan seperti itu saya kira,” ucapnya.

Menurut Usman, dengan pengetahuan yang memadai maka berita yang ditulis wartawan akan berbeda, punya analisis tajam, perspektif baik, serta kedalaman.

“Kedalaman dan kelengkapan ini penting saya kira di era media sosial yang hanya menampilkan berita itu sepotong-potong, instan,” terangnya.

Usman pun mencontohkan buku Melawat Ke Barat karya jurnalis legendaris Indonesia, Adinegoro.

“Saya kira ini travel jurnalisme pertama dalam dunia pers. Melawat memang artinya mengunjungi, visit tapi punya makna yang dalam kalau kita lihat dari konteks jurnalistik, apa itu? mengecek ke lapangan, melihat, endingnya apa? verifikasi, itu yang kurang di kita sekarang,” tandas Usman Kansong.

Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu mengungkapkan ada 691 kasus pers yang ditangani Dewan Pers sepanjang tahun 2022. Menurut Ninik, kasus-kasus pers ini muncul di antaranya karena tidak menaati kode etik jurnalistik, tidak mengindahkan keberagaman, substansinya mengarah pada isu-isu bernuansa ras dan berpotensi memecah belah.

“Di Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2022 banyak sekali peserta masuk di nomine dan pemenang, tidak terbantahkan ini karya-karya jurnalistik yang berkualitas,” ucap Ninik.

Sementara itu, Ketua Panitia Ketua Panitia Tetap Anugerah Jurnalistik Adinegoro, Rita Sri Hastuti menyebut dari tujuh kategori, liputan berkedalaman untuk media siber yang paling banyak pesertanya. “Tapi ternyata dari sekian banyak itu, juri melihat, memilih inilah yang paling terbaik dan sesuai dengan harapan. Jadi kita tidak bisa bisa membatasi berapa nominasi dari masing-masing kategori, ada yang mungkin lebih sedikit, ada yan lebih banyak,” ujar Rita.

Rita menambahkan, liputan berkedalaman tidak harus berupa investigasi. Namun, dapat dilakukan dengan banyak metode.

“Seperti melakukan liputan ke mana pun. tidak hanya mengandalkan wawancara,” jelasnya.

Dari keseluruhan nominasi, terpilih tujuh karya peraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2022. Masing-masing berdasarkan liputan berkedalaman untuk media cetak; liputan berkedalaman untuk media siber; liputan berkedalaman untuk media televisi; liputan berkedalaman untuk media radio; foto berita untuk media cetak dan media siber; serta karikatur opini untuk media cetak dan media siber.

Proses penjurian berlangsung selama bulan Desember 2022 secara hybrid, kombinasi daring dan luring, dari sekretariat PWI Pusat, Jakarta.

Saat pengumuman ini, seluruh pemenang juga hadir secara daring.

Untuk kategori Jurnalistik Foto dimenangkan oleh Hayu Yudha Prabowo dari Kliktimes.com dengan berjudul “Tolong Korban” yang terbit 2 Oktober 2022.

“Terima kasih pada panitia Adinegoro, PWI dan Dewan Juri mengapresiasi karya saya, semoga ini memotivasi diri saya untuk lebih baik berkarya,” ucap Hayu.

Selanjutnya pemenang kategori Jurnalistik Siber diraih Satrio Pangarso Wisanggeni, Margaretha Puteri Rosalina, dan Albertus Krisna dari Kompas.id dengan karya berjudul “Mau Cepat Impas, Pililh Kuliah Keguruan atau Kedokteran” yang terbit pada 29 Juli 2022.

“Terima kasih kepada Panitia Adinegoro yang telah memberikan penghargaan ini kepada kami, semoga bisa menjadi penyemangat kami meliput peristiwa penting bagi publik,” ujar Satrio.

Untuk pemenang kategori Jurnalistik Radio adalah Salma Amin dari RRI Nunukan dengan karyanya berjudul “Tanah Kami Indonesia Selamanya” yang tayang pada 5 September 2022.

“Sebelumnya saya ucapkan Alhamdulillah, puji dan syukur pada Allah Subhanallahu wa ta’ala dan juga berkat dukungan dari teman-teman dan ini adalah karya tim yang membantu saya di bawah koordinasi pimpinan RRI Nunukan yang mendukung kami menyelesaikan karya ini, menjadi motivasi kami dan saya juga teman-teman di RRI Nunukan untuk bisa menulis karya yang betul-betul menjadi suara masyarakat dari perbatasan, tepatnya di perbatasan Indonesia-Malaysia, Kabupaten Intan, Kalimantan Utara,” tutur Salma.

Berikutnya kategori Jurnalistik Karikatur dimenangkan oleh Thommy Thomdean dari Kompas dengan judul “Tragedi Bola” yang terbit pada 5 Oktober 2022.

“Terima kasih pada panitia Adinegoro 2022 juga redaksi di Harian Kompas, Mas Budi Santos mitra saya diskusi dalam pembuatan karikatur dan Mas Sutta sebagai pemred (Harian Kompas). Harapan saya ke depannya tidak ada lagi karya yang serupa, saya tidak perlu lagi bikin karya yang sama,” tutur Thommy.

Kemudian pemenang kategori Jurnalistik Video Media Sosial diraih Klena Wisnu Sapta Nugraha bersama tim dari Narasi dengan karya berjudul “Momen-Momen Brutal Menjelang Kematian Massal” yang tayang pada 14 Oktober 2022.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada publik yang ikut berpartisipasi dalam karya investigasi Narasi, mereka sudah susah payah terlibat dalam tragedi Kanjuruhan yang brutal di Malang, dan terima kasih kepada Dewan Juri yang kami yakin sudah memilih secara objektif,” tuturnya.

Ia berharap karya Narasi ini tidak berhenti sampai penghargaan, tapi Tragedi Kanjuruhan terungkap jelas dan korban-korbannya mendapat keadilan dalam proses peradilan yang sedang berlangsung.

Lebih lanjut, Wisnu berpendapat, hadirnya kategori baru, yakni Jurnalistik Video Media Sosial dalam Anugerah Jurnalistik Adinegoro tahun ini menunjukkan kejelian penyelenggara.

“Tentu ini bagian dari pengembangan dari penghargaan karya jurnalistik sebenarnya tidak baru dalam konteks karya pembuatan, tapi ini adalah jelinya para penyelenggara bahwa karya jurnalistik juga tersebar di berbagai platform media sosial. Kami berharap ke depan tentu penyelenggara untuk memberikan apresiasinya bagi mereka yang terlibat dan menyebar distribusi karyanya di media sosial,” pintanya.

Untuk kategori Jurnalistik Cetak dimenangkan oleh Farid S. Maulana dari Jawa Pos dengan karya berjudul “Jangan Sampai 135 Nyawa Cuma Jadi Angka: Pengingat dari Lagu, Mural, dan QR Art” yang terbit pada 11 Oktober 2022.

“Alhamdulillah senang, di atas duka ya tapi berharap 135 ini jadi yang terakhir. Terima kasih atas penghargaannya,” ucap Farid.

Dan satu lagi pemenang kategori Jurnalistik Televisi diraih Maryo Sarong dari Kompas TV dengan karyanya berjudul “Berkas Kompas Episode Siapa Jaga Masyarakat Adat?” yang tayang pada 7 Juli 2022.

“Terima kasih kepada para juri yang telah memberikan penilaian kwpada kami juga kepada pemimpin redaksi kami Mbak Rosi Silalahi dan juga Mas Yogi Nugraha wapimred kami. Kami mengangkat masalah masyarakat adat agar bisa menyuarakan apa yang mereka butuhkan kepada pemerintah dan juga masyarakat,” kata Maryo yang hadir bersama produser Githa Maharkesri.

“Akhirnya karya jurnalistik kami bisa membawa piala Adinegoro kembali ke Kompas TV,” Githa menambahkan.

Penghargaan Anugerah Adinegoro 2022 akan diserahkan kepada para pemenang di depan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat acara puncak Hari Pers Nasional 9 Februari 2023 di Medan, Sumatera Utara. ***

(Humas Anugerah Jurnalistik Adinegoro PWI Pusat)

Bogor

PT BSS Bantah Kerahkan Preman Untuk Mengusir Petani, Nyatanya Hanya Memasang Plang dan Mengamankannya

BERIMBANG.COM, Bogor – Penguasaan lahan pada SHGB 6 yang terletak di Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, dianggap sesuai dengan kepemilikan yang telah dimiliki. Dan juga dalam melaksanakan kegiatan di lokasi, diterangkan bahwa PT Bahana Sukma Sejahtera (BSS) tidak memakai kekerasan ataupun premanisme.

Hal ini disampaikan oleh penerima kuasa pengamanan aset PT BSS, yang menerangkan bahwa dirinya keberatan dengan pemberitaan salah satu media harian lokal yang menyebut, bahwa PT BSS mengusir para petani penggarap menggunakan preman.

“Kami keberatan dengan adanya pemberitaan dari harian lokal, yang menyebutkan bahwa kita mengusir petani dengan menggunakan preman atau disebut sebagai preman,” kata Maulana, penerima kuasa pengamanan lahan PT BSS melalui telpon selulernya, Rabu (25/01/23).

“Yang benar itu, kami hanya menjaga dan memasang plang saja. Andai permasalahan petani yang menggarap, kami rasa tidak pernah mengusir mereka,” imbuhnya.

Maulana juga mengatakan, tanah tersebut merupakan hak dari PT BSS, dan dalam tahap penguasaan apa yang telah dimiliki melalui surat yang berbentuk SHGB no 6 itu.

“Yah kan jelas secara surat dimiliki oleh PT BSS, lalu ada masyarakat yang menanam di lahan yang dimiliki oleh PT BSS. Apakah kami dilarang untuk memasang plang di lahan yang jelas-jelas dimiliki surat oleh PT BSS itu?,” ungkapnya.

“Yang membuat kami keberatan, adalah kami dituding sebagai preman oleh salah satu media harian lokal, dan pemberitaan itu pun tidak sesuai kenyataan yang ada,” ujarnya.

“Lagi nyatanya bukan lahan itu digunakan untuk pertanian atau persawahan, malah kini lebih banyak villa liar. Dan bisa dibilang kini menjadi sarang bangunan liar, maka kami memiliki rencana untuk pengembangan wisata dan menjadikan lahan itu sebuah daerah yang maju,” pungkasnya.

(Na)

Daerah

Petani Kopi Bener Meriah Rasakan Manfaat Program LPEI

BERIMBANG.com Aceh – Para petani kopi Kabupaten Bener Meriah, Aceh, sibuk menuai berkah, diantara pohon kopi yang rimbun memadati lahan seluas puluhan hektar, diselingi juntaian kemerahan tanda matang buah kopi Gayo dari ranting-ranting,

Komoditas kopi arabika varietas Gayo menjadi hal berharga dan primadona bagi masyarakat lokal Kabupaten Bener Meriah, mayoritas berprofesi petani ini menggantungkan hidup mereka pada buah kopi yang datang panen sekali dalam enam bulan.

Petani berusia 55 tahun, Mukiran yang bermukim di Desa Panji Mulia 1, menceritakan bahwa kopi telah menjadi penyokong ekonomi keluarga warga desa sejak bertahun-tahun lamanya.

“Petani kopi di Bener Meriah sudah menikmati hasil,” ujar Mukiran, sembari tersenyum.

Tentu, untuk memperoleh hasil itu memerlukan ketekunan dan kebulatan tekad para petani kopi dalam proses pengolahan dan perawatannya guna menghasilkan biji kopi yang berkualitas dan bermutu tinggi. Dengan begitu, pemasaran kopi pun menjadi termudahkan bagi petani.

Lahan kopi yang dikelola petani Bener Meriah umumnya dimiliki secara pribadi oleh masyarakat. Teknik penanaman yang digunakan juga masih kental dengan ilmu yang diturun-temurunkan dari generasi ke generasi.

“Cara menanam kopi masih dengan cara tradisional. Juga sudah mengaplikasikan dengan cara terbaru melalui pelatihan-pelatihan,” ujar Mukiran.

Menurutnya, ada banyak tantangan yang harus dihadapi selama ia menjadi petani kopi. Musim penghujan salah satunya, menyebabkan gagalnya panen raya karena tidak adanya terik matahari untuk mengeringkan biji kopi.

“Sekian bulan yang lalu, kopi itu rusak karena tidak bisa dijemur,” kata Mukiran.

Selain ekstremnya musim hujan, Mukiran juga pernah bergulat dengan isu miring yang berujung pada anjloknya harga kopi.

“Dua tahun lalu, harga kopi pernah mengalami anjlok karena ada isu penggunaan bahan kimia, padahal itu gak ada,” jelasnya.

Rupanya, lanjut Mukiran, isu tak menguntungkan itu muncul sebab ketidakmampuan pembeli kopi menampung kopi Gayo hasil panen petani Bener Meriah akibat mahalnya harga.

Namun, tingginya harga kopi tidak dari asal patok. Hal ini terbukti dari berkali-kalinya kopi Gayo berhasil mendapatkan peringkat satu di ajang pameran maupun perlombaan.

Dulu proses pengolahan buah kopi hingga menjadi biji sangat menguras tenaga juga penuh ketidakpastian. Namun, sejak didirikannya Koperasi Panca Gayo Coffee yang menjadi lembaga pendamping, para petani merasakan perbedaan yang signifikan.

Petani kopi lainnya, Munawardi, pria yang telah bergelut sebagai petani kopi sejak usia 18 tahun, mengucapkan rasa bahagianya akan manfaat yang dibawa bersamaan didirikannya Koperasi Panca Gayo Coffee.

“Dengan terbentuknya Koperasi Panca Gayo, kualitas kopi Gayo menjadi mungkin lebih baik lagi di mata dunia,” ujar Munawar.

Beragam beban kekhawatiran petani terangkat. Proses produksi yang biasanya memakan banyak waktu dan usaha kini lebih mudah dengan adanya koperasi yang menaungi 125 petani kopi di Bener Meriah tersebut. Kapasitas biji kopi yang diproduksi mampu mencapai 700 Kg/Ha tiap tahunnya.

Sementara, anggota DPRK Kabupaten Bener Meriah, Zulham melayangkan pujiannya atas komoditas kopi Gayo yang dibudidayakan di Kabupaten Bener Meriah.

Menurutnya, kopi ini mempunyai banyak keunggulan yang patut dicicipi oleh penikmat kopi di seluruh penjuru Indonesia bahkan dunia. Salah satunya, beragamnya varian rasa dari natural, wine, honey, hingga specialty dengan kekayaan cita rasa kopi yang tajam.

“Potensi yang ada di Kabupaten Bener Meriah yaitu kopi dengan kualitas tinggi,” kata Zulham.

Agar kopi Gayo hasil budidaya petani Bener Meriah berkesempatan lebih besar untuk dinikmati oleh masyarakat luas.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melalui program Desa Devisa siap memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani kopi di Bener Meriah.

Selain untuk meningkatkan potensi kopi Gayo supaya berkapasitas merambah pasar baru, program Desa Devisa LPEI juga ditujukan untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.

“Terima kasih kami ucapkan kepada LPEI yang telah meresmikan Desa Devisa di Kabupaten Bener Meriah,” kata Munawardi, petani yang telah merasakan manfaatnya.

“Harapan kami, mari dukung petani kopi Gayo di Kabupaten Bener Meriah, agar dapat menambah perekonomian masyarakat Bener Meriah yang lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya.***

 

Jakarta

Wartawan Perempuan Penguji dan Peliput Kegiatan Presiden Itu Berpulang

BERIMBANG.com – Catatan: Mohammad Nasir, Wartawan Kompas (1989- 2018)

AKTIVIS organisasi pers Katherina Margaretha Saukoly berpulang dengan tenang di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara, sehari setelah dirawat karena komplikasi diabet.

Ketty— demikian panggilan akrabnya— melepaskan napas terakhir di usia 54 tahun, pukul 22.00 WIB, Kamis 19 Januari 2023. Detik-detik terakhir kepulangannya, ia didampingi Johanes, satu-satunya saudara kandungnya yang masih hidup.

Jenazahnya dimakamkan Sabtu, 21 Januari 2023, sekitar pukul 14.00 di Tempat Pemakaman Umum Budi Darma, Semper, Jakarta Utara.

Sebelum dimakamkan, jenazahnya dibaringkan di rumah Ketty di Kompleks Deperla H-3, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Kawan-kawannya datang melayat dan mendoakan. Ada kelompok wartawan istana presiden, ada kelompok Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan ada teman-temannya dari pengurus PWI Peduli seperti wartawan senior Karim Paputungan, Elly Sri Pujianti serta Ernawati Siahaan.

Ucapan duka cita datang dari mana-mana baik sebagai kawan pribadi maupun organisasi. Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari dan jajaran pengurusnya juga turut berduka, dan mengirim karangan bunga duka cita.

Begitu pula perkumpulan mantan wartawan istana (mawar istana) juga berkirim bunga sebagai tanda berduka. Perkumpulan mawar istana yang hadir ke rumah duka antara lain Casmo Tatilitofa, Carmelia Sukmawati, dan Hartalena Sitompul.

Bersama kawan-kawannya yang berasal dari Maluku, dia sempat ikut menulis buku berjudul “Bersatu Manggurebe Maju”.

Selain ditulis Ketty buku ini ditulis oleh wartawan-wartawan asal Maluku seperti M. Noeh Hatumena, John N. Sahusilawane, Levinus Kariuw, James Luhulima serta tokoh dari Maluku Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy.

Ketty memang punya pergaulan luas. Banyak teman. Dia mudah bergaul dengan siapa saja. Selama beberapa tahun terakhir, wartawan utama ini mengabdikan dirinya sebagai sekretaris panitia tetap lomba karya jurnalistik Adinegoro.

Dia juga tercatat sebagai pengurus PWI Peduli Pusat yang merupakan organisasi sosial dan kemanusiaan PWI Pusat.

Kegiatan organisasi dan sosialnya tinggi. Ketty memilih hidup sendiri dan memaksimalkan kegiatan sosial serta urusan organisasi.

“Mas Nasir, hubungi saya kalau perlu bantuan, Ketty pasti bantu,” kata Ketty kepada penulis yang sama-sama sebagai relawan di PWI Peduli ketika ia mulai bergabung di PWI Peduli.

Sebagai wartawan Ketty punya banyak kegiatan di luar kantornya. Tetapi kegiatannya tidak jauh-jauh dari organisasi pers. Maka tidak salah jika ia disebut sebagai aktivis organisasi pers.

Selain aktif di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan DKI Jakarta, ia aktif membantu penyelenggaraan lomba karya jurnalistik yang diselenggarakan tiap tahun hampir bersamaan Hari Pers Nasional (HPN).

Dia memang sekretaris panitia tetap lomba karya jurnalistik Adinegoro. “Sebagai sekretaris panitia tetap lomba jurnalistik Adinegoro dia rajin, semangat dan kerja keras. Bahkan ketika sudah sakit, dia masih berusaha ikut rapat,” kata Ketua panitia tetap Lomba Karya Jurnalistik Adinegoro, Rita Sri Hastuti.

Kiprahnya di kepanitiaan Adinegoro, kata Rita, sangat membantu keberhasilan lomba karya jurnalistik Adinegoro yang hingga kini masih menjadi ajang lomba karya tulis bergengsi di Tanah Air.

“Kami merasa terbantu oleh Ketty. Kami benar-benar kehilangan dengan meninggalnya Ketty,” kata Rita Sri Hastuti.

Peliput Kegiatan Kepresidenan

Dia termasuk wartawan yang gigih dan tekun. Karir jurnalistiknya diawali ketika menjadi wartawan Harian Jayakarta awal 1990-an setelah ia menamatkan pendidikan sarjananya di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta).

Ketika bekerja di Koran Jayakarta, ia mendapat beasiswa untuk belajar di Program Pendidikan Wartawan Profesional di Lembaga Pendidikan, Penerbitan, dan Penelitian Yogyakarta (LP3Y) Tahun 1991.

Di lembaga pendidikan pers yang didirikan oleh tokoh pers Ashadi Siregar itulah, penulis mengenal Ketty, gadis berambut keriting yang lincah dalam melaksanakan tugas-tugas lembaga pendidikan hingga larut malam.

Selepas dari LP3Y, dia seperti anak burung yang sudah lepas dari sarangnya. Terbang tinggi kemana-mana.

Dia menjadi wartawan peliput kegiatan dan tugas Kepresidenan RI sejak era Soeharto hingga Presiden Joko Widodo saat berpasangan dengan Yusuf Kalla, di dalam maupun di luar negeri. Ketty ikut terbang kemana-mana mengikuti kegiatan presiden.

Ketty juga pernah meliput kegiatan internasional seperti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, dan KTT Developing Eight (D8)/ Delapan Negera Berkembang di Turki. Kelompok D-8 ini mencakup Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki.

Perjalanan jurnalistik yang ia jalani perlahan-lahan, menjadi tumpukan pengalaman yang besar. Seabrek pengalaman biasanya bisa di-monetisasi. Tetapi bagi Ketty tidak begitu. Buktinya dia hidup dalam kesederhanaan.

Ketty suka menyenangkan orang banyak tanpa mementingkan kesenangan sendiri. Hidupnya altruistik. Begitulah wartawan pada umumnya.

Selain pernah bekerja di Harian Jayakarta pada tahun 1990-an, ia pernah bekerja di beberapa media di ibu kota.

Di era disrupsi teknologi dan sosial yang mengakibatkan media cetak bergelempangan, Ia berusaha tetap semangat menjadi wartawan, antara lain di Menteng GRIP Magazine Jakarta, Kabar7News.com dan menjadi Pemimpin Redaksi di Top-News.Id.

Untuk memaksimalkan manfaat pengetahuan dan pengalamannya, dia juga mendedikasikan dirinya sebagai penguji kompetensi wartawan di lembaga uji PWI Pusat mulai tahun 2012. Dia menguji kompetensi wartawan di mana-mana. Penguji nasional.

Ketika jumlah penguji di PWI bertambah banyak dan tidak memungkinkan memaksimalkan pengabdiannya, Ketty memperluas jaringan pengabdiannya.

Ketty membantu lembaga uji lain di luar PWI, yang membutuhkan penguji, yakni lembaga uji kompetensi wartawan yang dikelola oleh Fakultas Komunikasi Universitas Prof. Dr Moestopo (Beragama) atau UPDM (B) hingga akhir hayatnya.

Semasa hidupnya, ia tidak hanya menjadi penguji kompetensi wartawan, tetapi kerap didaulat menjadi nara sumber bidang jurnalistik di berbagai lembaga hingga ke Sumatera dan Sulawesi.

“Suatu pelajaran sekaligus kesempatan meningkatkan diri menjadi penguji kompetensi, saya sering berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman,” kata Ketty dalam sebuah biodata yang ia bagikan pada UPDM (B). Dalam biodata singkat itu, Ketty menyatakan merasa bersyukur dapat bergabung dengan lembaga uji kompetensi wartawan di UPDM (B).

Itulah Ketty, waktunya selalu ada untuk kita. Dia memilih hidup sendirian untuk bisa bekerja bersama kita.

Mamun selama sakit di rumah sakit tidak ada yang menunggunya, kecuali saudara iparnya bernama Vani. “Selama sakit saya yang menunggunya di rumah sakit,” tutur Vani yang menjadi contact person ketika teman-teman Ketty akan menjenguknya.

Kini Ketty, aktivis organisasi pers itu telah tiada. Banyak kebaikan yang telah ditorehkan selama hidupnya, menjadi amal kabajikan. Selamat jalan Dra Katherina Margaretha Saukoly.

Bogor

Aktivis Berkoalisi Kritisi Kinerja Pemkot Bogor

BERIMBANG.com – Para aktivis bergabung kritisi kinerja Pemerintah kota (Pemkot) Bogor, diantaranya Gerakan Pemuda Islam (GPI), Front Rakyat Revolusioner (FRR), Forum Pemuda Anti Hoaks Indonesia (FPAHI), Aliansi Mahasiswa Indonesia Raya (AMIRA), Komunitas Mahasiswa Bogor Raya (KOMABORA).

Bayu Noviandi S.H. selaku Ketua Organisasi GPI, menagih janji Pemkot Bogor, melakukan pembangunan semaksimal mungkin dan menindak pelanggar aturan, saat berdiskusi dengan Walikota dan Pak Wakilnya diakhir tahun yang lalu.

“Jika ada perusahan-perusahaan nakal ataupun kelompok-kelompok tertentu yang bermain-main (melanggar aturan -red) dengan pembangunan di Kota Bogor akan di sikat habis,” ujar Bayu, melalui siaran pers, kemarin Selasa, (17/1/2023).

Upaya para aktivis mendukung kinerja Pemkot Bogor menyelesaikan pekerjaan rumahnya soal pemberantasan pelanggar aturan jika ada. Bayu bersama organisasinya, serta organisasi lain, siap mengawal dan ikut bergabung memberi solusi terbaik.

Ketua Rakyat Revolusioner, Desta lesmana membeberkan adanya beberapa pekerjaan pembangunan di Kota Bogor tidak sesuai apa yang diharapkan, dari adanya kerusakan, kelebihan bayar dan lain sebagainya.

“kilas balik kita melihat, adanya monopoli, baik itu kegiatan fisik maupun pengadaan itu dimonopoli oleh kelompok-kelompok tertentu,” kata Desta

Menurutnya, pekerjaan-pekerjaan itu tidak berjalan sesuai yang diharapkan warga Kota Bogor, “Ada yang apa apa sudah rusak dan dugaan-dugaan kelebihan bayar,” kata Desta.

“Kalau menurut kawan-kawan (aparat) penegak hukum kelebihan bayar itu adanya pengerjaan yang tidak sesuai dengan spek (spesifikasi),” Pungkas Desta.

Sekedar diketahui, para aktivis yang berkoalisi itu meminta Pemkot Bogor tegas menindak adanya dugaan monopoli yang dilakukan oleh segelintir kelompok para pengusaha, serta menindaklanjuti apapun yang merugikan masyarakat dari anggaran pemerintah.***

Bogor

Budaya Ciri khas Bangsa, ini Kata Ketua umum PWG Bogor Raya

BERIMBANG com Bogor – Nilai-nilai tradisional adalah hal perilaku dan tanggapan kita terhadap sesama, seperti moralitas, agama, etika, adat istiadat, dan lain-lain. Indonesia adalah bangsa besar yang memiliki beragam suku dan tradisi yang berbeda di setiap daerahnya.

Nilai-nilai tradisi dan budaya yang tinggi ini merupakan ciri khas bangsa dan menjadi salah satu faktor Indonesia mendapat nilai plus di mata negara-negara tetangga.

Demikian di katakan ketua umum Pecinta Wayang Golek (PWG) Bogor Raya, R. Andi Suwandi, SY kepada media ini. Selasa, (17/1/23) di sela kegiatannya. Menurutnya, Budaya ini adalah warisan leluhur dan juga kekayaan bangsa yang patut dirawat dan dijaga.

“Usaha-usaha penghargaan dan pelestarian nilai-nilai budaya tradisional ini tidak dapat lepas dari pemilik utamanya, yaitu masyarakat,” Kata Andy Djava panggilan akrabnya.

Keberadaan remaja dalam masyarakat sangatlah penting. Lanjutnya, Karena sebagai generasi penerus bangsa, merekalah yang bertanggungjawab mempertahankan nilai-nilai kebudayaan ini.

“Kalau bukan kita yang merawat menjaga dan melestarikannya siapa lagi. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Budaya jati diri bangsa,” Pungkasnya.

(Yosep)

Bogor

Rapat Tahunan Gabungan, LBH Pendekar Refresh Struktur Kepengurusan

BERIMBANG.com Bogor – Dalam usianya yang genap mencapai 2 tahun, LBH Pendekar melakukan rapat gabungan tahunan dalam rangka mengevaluasi kinerja dan berbenah untuk kemajuan organisasi yang menjadi kebanggaannya, agar lebih trampil dan piawai dalam menggoalkan pengaduan masyarakat yang menjadi kliennya.

“Tentunya kami ucapkan terimakasih kepada Pengurus dan Anggota LBH terutama para Pendiri LBH diantaranya para Advokat dan Paralegal yang telah hadir memenuhi undangan kali ini,” ungkap Hendra Sudrajat selaku Direktur LBH Pendekar dihubungi melalui ponselnya, Ahad (15/1/2023).

“Pada kesempatan itu pula kami mengajak pengurus dan anggota LBH untuk terus meningkatkan kualitas pembelaan terhadap klien,” imbuh Hendra.

Hendra juga memberikan semangat kepada persinal LBH agar tetap militan dalam menegakkan keadilan, dan maju terus pantang mundur dalam membela klien, kalaupun klien dituduh bersalah, biarlah pengadilan yang memutuskan dan pihaknya hanya berusaha dengan sekuat tenaga agar setidaknya dapat meminimalisir hukuman yang mungkin akan dialami klien.

Dalam rapat evaluasi tersebut, Hendra membuka materi bahasan dengan melaporkan sejumlah kegiatan selama kurun waktu tahun 2022 seraya memaparkan kekurangan dan kelebihannya dalam tata cara penanganan pengaduan dari masyarakat dan tindakan lanjutnya.

“Diakui atau tidak, tahun 2022 telah kita lewati dengan sejumlah fenomena penanganan kasusnya, yang pasti kita harus dan harus terus melakukan perbaikan pada waktu mendatang termasuk tahun 2023 ini,” imbuh Hendra lagi.

“Tadi kita bahas bersama akan adanya perombakan ke pengurusan dan tata organisasi mulai dari struktur kepengurusan, evaluasi kinerja Cabang dalam penanganan perkara, merekomendasi untuk membentuk Tim Penyusunan Pedoman Pelaksanaan LBH, pembubaran cabang sementara, serta Penetapan Struktur Kepengurusan YLBH dan LBH periode tahun 2023 – 2028,” pungkas Hendra seraya menyampaikan salinan struktur kepengurusan baru tersebut.

Berikut dibawah ini adalah Struktur Kepengurusan yang baru periode tahun 2023 – 2028 tertuang dalam Surat Keputusan nomor 003/RT/YLBH/I/2023 yang dikutif dari Berita Acara Rapat Tahunan Gabungan hari Ahad tanggal 15 Januari 2023.

Organisasi Pengurus Pusat LBH Pendekar :
Direktur Utama: Hendra Sudrajat
Direktur Litigasi: Susilawati, S.H
Wadir Litigasi: Ramon Masmir, S.H
Direktur Non Litigasi: Ahmad Muhamad
Wadir Non Litigasi: Mantri Wijaya
Sekretaris: Dwi Febriadi R.
Bendahara dan keuangan: Maya Adriani
Kabid Pusat informasi & Data : 1. Didi sukardi, 2.Anwar Setiawan
KABID hukum Perdata&Pidana:1.Angga, 2.Dirman
Kabid advokasi kesehatan: Agus Susanto
Kabid kompilasi Hukum Islam: 1.Yosep Rodibillah, S.H.I, 2.Maman Suherman.
Kabid SDM & Kode Etik: Yusuf Hidayat SE.

(yosef)