Penulis: admin berimbang

Bogor

Bupati Bogor Lantik 57 Pejabat Eselon III

BERIMBANG.com Bupati Bogor, Ade Yasin melantik 57 orang  Pejabat Administrator (Pejabat Struktural Eselon III) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor tahun 2020, bertempat di Ruang Serbaguna 1 Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (12/08/2020).

Dalam amanatnya Bupati Bogor, mengatakan setiap aparatur sipil negara harus memiliki komitmen untuk siap ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan organisasi.

dalam upaya mencapai visi terwujudnya kabupaten bogor termaju, nyaman dan berkeadaban dalam koridor panca karsa, yakni karsa bogor cerdas, bogor sehat, bogor maju, bogor membangun, dan karsa bogor berkeadaban, kita memerlukan sumberdaya aparatur yang kompeten.

“saya meminta agar penunjukan saudara-saudara dalam jabatan ini dapat dimaknai dengan sungguh-sungguh sebagai kesempatan untuk mengabdikan semua kemampuan terbaik yang saudara miliki,” katanya.

Ia juga meminta kepada pejabat yang baru dilantik semua tidak lagi bekerja biasa-biasa saja, tapi bekerja maksimal sekuat tenaga dan sepenuh hati dan tidak ada superman melainkan superteam,

oleh sebab itu hilangkan ego sektoral, tingkatkan koordinasi dengan instansi terkait dan lintas sektoral agar terjalin kerjasama yang baik dan saling mendukung.

“Mari bergerak cepat melaksanakan tugas-tugas seefektif dan seefisien mungkin, merespon perkembangan situasi secara cepat dan tepat,”

“tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, mengedepankan prinsip kehati-hatian, ketelitian, kecermatan dan pertimbangan terhadap aturan dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ade juga mengingatkan kondisi pandemi tidak hanya berdampak pada kesehatan tapi juga menurunnya kinerja perekonomian daerah yang dikhawatirkan dapat mengakibatkan meningkatnya pengangguran, meningkatnya kemiskinan, potensi penurunan PDRB, perlambatan laju pertumbuhan ekonomi (lpe), dan penurunan pendapatan daerah, serta menyebabkan terpuruknya UMKM.

“disatu sisi kita terus berjuang memutus penyebaran dan penularan pandemi covid 19. disisi lain kita harus bangkit sekuat tenaga melakukan recovery agar tidak semakin terpuruk dan mampu bertahan bahkan terus maju membangun dengan segala upaya untuk memulihkan kondisi sosial ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Berikut 57 nama jabatan baru:

1. Drs. ERWIN SURIANA, M.Si
Kepala Bagian Umum pada Sekretariat DPRD, Kabupaten Bogor.

2. Drs. AGUS HASAN SLAMET, MM
Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan pada Sekretariat DPRD, Kabupaten Bogor.

3. JAMILAH, S.H, M.Si
Kepala Bagian Tata Usaha pada Rumah Sakit Umum Daerah Cileungsi, Kabupaten Bogor.

4. SOLIHIN, A.Md
Kepala Bagian Tata Usaha pada Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong, Kabupaten Bogor.

5. Dra. Hj. LINDA HENDRAYANI SWT, M.Si
Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Kabupaten Bogor.

6. Dra. INA HERLINA, M.Si
Kepala Bagian Tata Usaha dan Keuangan pada Sekretariat Daerah, Kabupaten Bogor.

7. Ir. RR EMY SRIWAHYUNI, M.Si
Kepala Bagian Perekonomian pada Sekretariat Daerah, Kabupaten Bogor.

8. SOIMAH MURNININGSIH, S.E,MM
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia pada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah, Kabupaten Bogor.

9. DR. Drs. KARDENAL, M.Si
Sekretaris Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah, Kabupaten Bogor.

10. NIA INDRAWATHI, S.Kom, MM
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Bogor.

11. AGUNG SURACHMAN ALI, S.STP
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan, Kabupaten Bogor.

12. TATANG MULYADI, S.P, M.Si
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Bogor.

13. HERISON, S.H, M.Si
Kepala Bagian Perundang-Undangan pada Sekretariat Daerah, Kabupaten Bogor.

14. ZECKY ZAKARIA, S.Sos, MM
Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kabupaten Bogor.

15. IKE SELVIANY, AP, M.Si
Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Bogor.

16. LINA YULIANA, S. Sos, M.M
Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Kewilayahan pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Bogor.

17. FEBRIYANTI, S.STP. M.Si
Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan, Kabupaten Bogor.

18. Ir. SUSSY RAHAYU AGUSTINI, M.T
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kabupaten Bogor.

19. RUSLAN, S.IP
Kepala Bidang Data dan Pengendalian pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kabupaten Bogor.

20. TEGUH SUGIARTO, S.H, M.H
Kepala Bidang Ketertiban Umum pada Satuan Polisi Pamong Praja, Kabupaten Bogor.

21. drg. ACHMAD ZAENUDIN, MARS
Sekretaris Dinas Kesehatan, Kabupaten Bogor.

22. dr. VITRIE WINASTRI, S.H. MARS.
Wakil Direktur Pelayanan pada Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

23. dr. FERTAMI DIANA SARI, MARS
Kepala Bidang Medik pada Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong, Kabupaten Bogor.

24. ARIEF SETIADI, S.E,Ak
Inspektur Pembantu II pada Inspektorat, Kabupaten Bogor.

25. WIWIN YETI HARYATI, S.E, M.M
Kepala Bidang Akuntansi dan Teknologi Informasi pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kabupaten Bogor.

26. ACHMAD WILDAN, S.E
Kepala Bidang Anggaran pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kabupaten Bogor.

27. R. YUYUK SUKMAWATI, S.IP, M.Si
Kepala Bagian Keuangan pada Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong, Kabupaten Bogor.

28. LESTIA IRMAWATI, S.Si, M.E
Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Kabupaten Bogor.

29. DANNI RACHMAT, S.T, MM
Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah pada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah, Kabupaten Bogor.

30. DR. RINY KUSUMAWATI, S.P, M.M
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam pada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah, Kabupaten Bogor.

31. Ir. FARIDA KHURIYATI, M.M
Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kabupaten Bogor.

32. Dra. YANTI GUNAYANTI, M.M
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Kabupaten Bogor.

33. Drs. SUPRIADI, MM
Sekretaris Dinas Sosial, Kabupaten Bogor.

34. BAMBANG RUSANTONO, S.IP
Sekretaris Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

35. DITA APRILLIA, S.STP
Sekretaris Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.

36. ADE PRIATNA, S.Pd, M.M
Sekretaris Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

37. Dra. LUTFI SAHARA
Sekretaris Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

38. Drs. SANTOSO
Sekretaris Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

39. YANYAN HENDAYANA, S.Sos, MM
Sekretaris Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

40. IVAN RIVALDI, S.Sos
Sekretaris Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

41. HEDI HERYADI, A.Ma.LLAJ, S.E, MM
Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan, Kabupaten Bogor.

42. ATEP SOLEH SUMARYO, S.H, M.M
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Kabupaten Bogor.

43. MUHAMAD JAMALLUDIN, S.IP, M.Si
Sekretaris Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor.

44. MAULANA ADAM, S.E, MM
Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kabupaten Bogor

45. ADRIAWAN, S.E, M.Si
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kabupaten Bogor.

46. Ir. SRI ARYANTOKO, M.M
Kepala Bidang Keamanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan, Kabupaten Bogor.

47. AGUS SUTARDI, S.E
Sekretaris Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

48. YUDHI UTOMO, S.IP., M,Si.
Sekretaris Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

49. WAWAN SURYANA, S.Sos
Sekretaris Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

50. PRIHATNA ARIF SANTOSA, S.STP, M.Si
Sekretaris Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

51. BUDI ARIYANTO, S.H, M.H
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kabupaten Bogor.

52. Dra. ENI IRAWATI, M.M
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial, Kabupaten Bogor.

53. IMAN WAHYU BUDIANA, S.T, M.M
Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja, Kabupaten Bogor.

54. TITI SUGIARTI, S.T
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Bogor.

55. Ir. DEDI HERNADI, M.A
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Bogor.

56. Hj. AI GUNARSIH, S.Si.T,M.Kes
Kepala Bidang Keperawatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang Kabupaten Bogor.

57. ANDRI HADIAN, S.E,S.T,M.M
Kepala Bidang Perbendaharaan pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kabupaten Bogor.

(Andi Diskominfo Kabupaten Bogor)

Nasional

Jelang HPN 2021, PWI Gelar Anugerah Jurnalistik Adinegoro

BERIMBANG.com, Jakarta – Menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2021, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kembali menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang merupakan penghargaan tertinggi untuk karya jurnalistik Indonesia.

Anugerah Jurnalistik Adinegoro diberikan kepada wartawan yang telah terseleksi melalui karya-karya jurnalistik yang sudah dimuat, ditayangkan, atau disiarkan sepanjang tahun 2020.

“Ini terbuka bagi semua wartawan yang bekerja secara aktif pada satu perusahaan media massa cetak, televisi, radio, atau media siber,” kata Ketua Panitia Tetap Anugerah Jurnalistik Adinegoro, Rita Sri Hastuti.

Terdapat enam kategori Anugerah Jurnalistik Adinegoro:

1. Indepth reporting untuk media cetak (AA1)
2. Indepth reporting untuk media siber (AA2)
3. Indepth reporting untuk media televisi (AA3)
4. Indepth reporting untuk media radio (AA4)
5. Foto berita untuk media cetak dan media siber (AA5)
6. Karikatur opini untuk media cetak dan media siber (AA6).

Pemenang tiap kategori akan mendapatkan hadiah Rp50 juta, trofi, serta piagam penghargaan dari PWI/Panitia HPN 2021.

Para peserta akan dinilai berdasarkan karya-karya yang sudah dipublikasikan, ditayangkan, atau disiarkan pada media cetak, media siber, media televisi, atau media radio periode 1 Desember 2019 hingga 30 November 2020.

Karya indepth reporting atau liputan berkedalaman baik media cetak, media siber, media televisi, maupun media radio tidak bersambung/tidak berseri.

Syarat Pengiriman:

1. Setiap wartawan dari satu media dapat mengirimkan maksimal 5 karya per kategori (dengan catatan, satu media, maksimal 15 karya dari setiap kategori).
2. Karya indepth reporting pada media cetak, media siber, media televisi, dan media radio wajib menyertakan link karya melalui Google Form atau Formulir pendaftaran yang bisa diakses melalui link: https://bit.ly/2PB4ugT
3. Karya foto dan karikatur di media cetak atau media siber, wajib mengirimkan dalam bentuk soft file beserta caption yang di-upload pada Google Form atau formulir pendaftaran yang bisa diakses melalui link tersebut di atas.
4. Seluruh karya dari seluruh kategori wajib disertai sinopsis/cerita singkat (2-3 paragraf) mengenai isi dan proses pembuatannya. Khusus untuk karya televisi dan radio disebutkan pula clock_ program bersama sinopsis.
5.Setiap peserta wajib mengisi formulir dengan menyertakan salinan identitas diri (kartu karyawan) dan surat pengantar dari redaksi.
6. Khusus untuk televisi, karya minimal harus dalam format minimal 720p (HD). Jika ukuran file lebih dari 100MB, wajib dikirimkan melalui layanan video streaming seperti Youtube, vidio.com atau lewat layanan cloud sharing, seperti gdrive, dropbox dan sejenisnya. Cukup hanya menuliskan/menyertakan link-nya saja di bagian form online yang sudah ditentukan. Pastikan link nya bisa diakses oleh panitia dan dewan juri.

Batas Pengiriman:
Bagi seluruh peserta sudah bisa mengirim karyanya mulai hari ini, Senin 10 Agustus 2020 hingga batas akhir nanti pada 30 November 2020.

Dewan juri dalam Lomba Anugerah Jurnalistik Adinegoro ini terdiri atas tokoh pers, pengamat, dan akademisi yang menguasai bidang jurnalistik sesuai kriteria penilaian dan bekerja secara profesional.

Informasi lebih lanjut tentang pendaftaran dapat menghubungi Pantap Anugerah Adinegoro 2020-2023 Katherina M Saukoly (WA: 0812-8699-3551), Widya (WA: 0812-1490-3421 atau 021-3453131) dan bisa juga melalui email: anugerahjurnalistik.adinegoro@gmail.com.

Penjurian akan berlangsung bulan Desember 2020-Januari 2021.

Menurut rencana, penyerahan Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020 akan dilangsungkan di TVRI menjelang acara puncak HPN 2021.

Red

Bogor

DPRD Kota Depok Pelajari Perda Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor

BERIMBANG.com Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok pelajari Peraturan Daerah (Perda) Ketahanan Pangan yang dimiliki Kabupaten Bogor.

Sejumlah anggota DPRD Kota Depok lakukan kunjungan kerja (Kunker) dan berdiskusi mengenai pembentukan Perda tersebut di Ruang Rapat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Kabupaten Bogor, kemarin Senin (10/08/2020).

Pimpinan Kunjungan Kerja DPRD Kota Depok, Ikravany Hilman mengatakan, kunjungannya bertujuan untuk mempelajari Perda yang berkaitan dengan ketahanan pangan.

Laniutnya, Saat ini Kota Depok tengah menyusun rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang ketahanan pangan. Maka dibutuhkan masukan-masukan dari beberapa daerah salah satunya Kabupaten Bogor.

“Kami ingin mencari masukan untuk melengkapi proses penyusunan Raperda Ketahanan pangan di Kota Depok,”

“Meskipun secara karakteristik Depok adalah perkotaan berbeda dengan Kabupaten Bogor, namun kami berharap apa yang sudah dilakukan di Kabupaten Bogor bisa jadi sebuah masukan untuk kami”, kata Ikravany.

Selanjutnya Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Farida Khuriyati menjelaskan, DKP Kabupaten Bogor adalah dinas satu-satunya di Jawa Barat yang punya Unit Pelaksana Teknis (UPT) pengujian mutu pangan segar.

Dan Untuk mobilitas Dinasnya punya mobil pengawasan mutu pangan. Status Kabupaten Bogor sendiri masuk kategori cukup tahan pangan, meskipun ada wilayah yang masuk rawan pangan yakni wilayah yang kemarin mengalami musibah bencana alam.

“Kami punya Perda nomor 6 tahun 2019 tentang Ketahanan Pangan Daerah, Ada 12 Peraturan Bupati yang menjadi turunan dari Perda tersebut yang harus kita susun,”

“Tahun 2020 ini ada 4 Perbub yang harus selesai, dan satu Perbup yakni Perbup 45 tahun 2020 tentang Pembentukan Dewan Ketahanan Pangan sudah selesai,” terang Farida.

Farida menambahkan, ruang lingkup Perda no.6 tahun 2019 ini mengatur hal-hal seperti, perencanaan pangan, ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan, konsumsi pangan, keamanan pangan, kesiapsiagaan krisis pangan, label dan iklan pangan, perbaikan gizi masyarakat, serta peredaran pangan segar.

“Saat ini kami juga sedang fokus menyusun kebijakan yang arahnya ke cadangan pangan pemerintah desa,”

“Kebijakan lainnya mengenai ketahanan pangan yakni, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bogor setiap bulan wajib membeli 5 kilo beras produk petani lokal yakni beras Caritamakmur. Kita beli 80 ton dalam sebulan yang sudah melalui pengujian mutu pangan segar”, tambahnya.

(Rido/Diskominfo)

Depok

HUT RI Ke 75, PDAM Tirta Asasta Buka Diskon 50 Persen Kepada Pelanggan

BERIMBANG.com, Depok –  Dalam upaya meningkatkan cakupan layanan, dan memeriahkan HUT RI Ke-75, dan HUT PDAM pada tanggal 22 Agustus serta Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada 4 September 2020, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok membuka program Diskon 50 persen bagi lokasi yang sudah terdapat jaringan PDAM.

PDAM Tirta Asasta terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam bijak menggunakan air tanah dan beralih menggunakan air perpipaan, air PDAM untuk memahami pentingnya penggunaan air bersih bagi kehidupan sehari-hari dengan selalu memunculkan stimulan-stimulan untuk mendorong masyarakat berlangganan PDAM yakni program diskon penyambungan baru ini salah satunya.

Program diskon 50 persen, dikhususkan bagi pelanggan domestik, yakni kelompok sosial dan rumah tangga. Program yang berlangsung selama periode 1 Agustus 2020 hingga 30 September 2020 ini di peruntukan untuk kelompok pelanggan rumah tangga dan sosial.

Untuk luas bangunan rumah di bawah 70 m2 dikenakan biaya penyambungan sebesar Rp. 750.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) yakni setengah dari harga normal Rp. 1.500.000-, (Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah), sementara untuk luas bangunan rumah di atas 70 m2 dikenakan biaya penyambungan sebesar Rp. 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) dari harga normal Rp. 2.000.000,- (Dua Juta Rupiah).

Meski program diskon diselenggarakan ditengah pandemi belum berakhir, calon pelanggan tidak perlu khawatir. Apabila calon pelanggan tidak berkenan berpergian keluar rumah dikarenakan saat ini pendaftaran dapat dilakukan secara online tanpa mendatangi langsung kantor PDAM melalui Registrasi Online pada website resmi PDAM www.pdamdepok.co.id dapat dibayarkan melalui mitra-mitra resmi PDAM Tirta Asasta secara online atau dapat juga dilakukan dengan datang langsung ke kantor PDAM dengan mengisi form pendaftaran, foto cpy KTP, Foto copy SPT PBB terbaru dan materai 6000. Khusus untuk pendaftaran online ditutup tanggal 25 September 2020.

PDAM Tirta Asasta berharap dengan terselenggaranya program diskon ini masyarakat Kota Depok dapat memanfaatkannya untuk beralih menggunakan air perpipaan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat dengan menggunakan air PDAM.

Iik

Artikel

Pisang Unik Berbuah Dua Tandan Ditemukan Di Pondok Rajeg

BERIIMBANG.com, Cibinong – Pohon pisang pada umumnya hanya berbuah satu tandan. Namun di Kampung Cipayung, Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, terdapat sebuah pohon pisang ajaib dengan dua buah tandan.

Pohon pisang ajaib itu tumbuh di pekarangan rumah milik Idris (45). Pohon tersebut terlihat berbeda dibandingkan pohon pisang lain di sekitarnya.

Salah satu warga Rawadenok, Depok, Bahrudin sedang menyaksikan keunikan pohon pisang berbuah dua tandan ( Foto : Ist).

Dengan tinggi sekira tiga meter, pohon ini berjenis pisang ambon lumut. Buahnya menjadi lebih banyak karena menghasilkan dua tandan sekaligus.

Idris, pemilik pohon pisang ajaib mengatakan, baru menyadari adanya keanehan pohon pisang tersebut ketika mulai berbuah pada awal Juli 2020. Waktu itu baru keliatan satu tandan dan tidak lama berselang muncul satu tandan lagi seperti sekarang.

“Pohon pisang ini sudah ditanam sejak satu tahun lalu. dan tidak menunjukan keanehan , sama seperti pohon pisang lainnya, ” ujar Idris. Minggu ( 9/8).

Menurut Idris, setiap tahun pohon-pohon tersebut selalu menghasilkan buah. Baru kali ini pohon pisang bisa berbuah hingga tiga tandan.

“Tidak tahu kenapa bisa seperti ini. Padahal dari perawatan, ya biasa aja dan hanya rutin dipupuk,” ungkapnya.

Sebelum berbuah dua tandan, Idris juga mengatakan pernah berbuah sampai tiga tandan , sebelum berbuah dua tandan yang sekarang ini.

Ia tidak berencana menjual pisang ini ketika sudah matang. Pisang tersebut akan dibagikan kepada warga sekitar.

Kelangkaan pohon pisang ini menarik perhatian masyarakat. Mereka sengaja datang ke rumah Idris hanya untuk melihat langsung pohon pisang tersebut dan mengabadikan untuk diunggah di media sosial.dan Grup Whattsap.

Beberapa teman teman reuni STM Madex , salah satunya Ali Cemong mengaku baru kali ini melihat pisang bertandan dua.

“Foto untuk status saja karena penasaran. belum pernah melihat dan saat saya baru main kesini dalam rangka menghadiri reuni dan kebetulan pohon pisang unik itu ada di oekarangan rumah Idris yang dijadikan tempat untuk reuni ,” ujar Ali.

Iik

Depok

PBB PAC Sukmajaya Melakukan Aksi Sosial

BERIMBANG.com, Depok – Aksi sosial kembali dilakukan oleh Pemuda Batak Bersatu (PBB) , Perwakilan Anak Cabang (PAC) Sukmajaya yang di hadiri oleh Bastian Hutabarat selaku wakil ketua PAC Sukmajaya , Rusdi Nasrani Situmorang selaku sekretaris PAC Sukmajaya , beserta jajaran Komando PAC sukmajaya.

Aksi peduli kemanusiaan yang dilakukan PBB PAC Sukmajaya (07/08/2020) membantu masyarakat depok.

Dalam prosesi acara pemakaman almarhum yang bernama Parulian Sitompul/Br.Maha yang bertempat tinggal di kp.sugutamu kel.mekarjaya kec.sukmajaya Depok .

Saat di konfirmasi media , wakil ketua PBB PAC Sukmajaya Bastian Hutabarat mengatakan aksi manusia ini sudah sering di lakukan oleh semua pemuda Batak bersatu (PBB) yang ada di Depok ,
Aksi sosial ini kami lakukan untuk membantu dan meringankan beban semua masyarakat kota Depok khusunya masyarakat Batak yang ada di kota Depok.

Berbagi kasih itu sangat penting bagi kita , menunjukan saling kepedulian sesama manusia. Khususnya untuk bangsa Batak”
Ujarnya.

Keluarga Parulian Sitompul/Br.Maha juga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari PBB PAC Sukmajaya kota Depok.

” Harapan masyarakat Depok , semoga pemuda Batak bersatu (PBB) Depok makin jaya dan makin maju membantu masyarakat yang tidak mampu di kota Depok.

Red

Bogor

Bupati Bogor Akui Produk Ekraf Daerahnya Berkualitas dan Berkelas

BERIMBANG.com Tujuh Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Bogor yang lulus seleksi program “Beli Kreatif Lokal” tingkat nasional, lakukan sinergi dan koordinasi dengan Bupati Bogor Ade Yasin,di Kantor Bupati Bogor, Jumat (07/08/2020).

Hal Itu dilakukan untuk meningkatkan promosi produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kepada masyarakat tingkat lokal, nasional hingga internasional

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, pihaknya melihat produk dari tujuh ekraf yang ditampilkan memiliki kualitas sangat baik dan berkelas. Bahkan tidak kalah saing dengan sejumlah produk bermerek yang dijual dipasaran.

Sehingga siap dan bisa bersaing dengan dan lulus dalam program “Beli Kreatif Lokal”  yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenkraf)  RI.

“Tentu sangat bangga, saya berharap UMKM di Kabupaten Bogor ini bisa terus tumbuh, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Bogor,” kata Bupati

“Untuk tujuh Ekraf yang lulus program ‘Beli Kreatif Lokal’ tingkat nasional, harus menjaga kualitas bahkan bisa meningkatkan lebih baik lagi,” tegas Ade Yasin.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor, Asep Mulyana Sudrajat menuturkan, melalui kegiatan itu tidak saja dapat meningkatkan promosi juga dapat menjadi sarana peningkatan kualitas produk.

Sehingga saat dilakukan pemasaran bisa diterima oleh pasar dan masyarakat luas. “Apresiasi yang setinggi-tingginya, kepada Bupati Bogor Ade Yasin yang telah memfasilitasi UMKM Kabupaten Bogor dalam meningkatkan pemasaran produk,”

“Untuk terus menjaga kualitas Ekraf dan UMKM Kabupaten Bogor, kita akan terus lakukan pendampingan, pembinaan mulai dari peningkatan kualitas produk hingga pemasaran,” tutur Asep

Menurut dia, untuk meningkatkan pemasaran pihaknya akan menyediakan tempat atau galeri UMKM melalui kerjasama dengan sejumlah perusahaan swasta ternama. Seperti pojok UMKM di Hipermarket Lulu Hipermart, IKEA dan sejumlah mall di Kabupaten Bogor.

“Kita sedang dorong supaya ada satu galeri UMKM, semua produk UMKM se-Kabupaten Bogor digabung. Sehingga UMKM bisa memasarkan produk sesuai komoditinya masing-masing Kecamatan,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Ekrap Djedjak Daun, Yanti mengaku, senang bisa bertemu dengan Bupati Bogor Ade Yasin untuk sharing dan menyampaikan inspirasi para UMKM Kabupaten Bogor. Memperkenalkan produk juga menjadi sarana peningkatan pemasaran produk.

“Ini menjadi penyemangat dan motivasi kami untuk terus menin gkatkan produk dengan kualitas terbaik. Tentunya untuk mengharumkan Kabupaten Bogor baik tingkat Nasional bahkan Mancanegara,” ungkap Yanti.

(Dewi/Angga/Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Jakarta

Pengusaha Tidak Lapor Pajak Pribadi, Alumni Lemhannas: Rasa Nasionalismenya Nol

BERIMBANG.com Maraknya para pengusaha yang tidak melaporkan pajak pribadi menjadi salah satu penyebab kebangkrutan sebuah negara.

Perilaku tidak peduli terhadap kebutuhan negara atas partisipasi mereka melaporkan pajak, para pengusaha itu dapat dikategorikan sebagai warga yang tidak memiliki rasa nasionalisme sama sekali.

Hal itu disampaikan seorang alumni PPRA-48 Lemhannas RI, Wilson Lalengke, menanggapi sinyalemen adanya pengusaha papan atas berinisial MM di Serang, Banten, yang selama ini diduga tidak menyampaikan laporan pajak tahunan (SPT) ke kantor pajak setempat.

“Orang-orang seperti mereka ini merupakan warga negara yang tidak memiliki rasa nasionalisme sama sekali, Mereka tidak peduli dengan negaranya, mau maju atau tidak, mereka masa bodoh.”

“Mereka itu kelompok warga dengan rasa nasionalisme nol koma nol,” kata Wilson Lalengke kepada redaksi, melalui jaringan WhatsApp-nya, Kamis, 6 Agustus 2020.

Dari informasi yang diterimanya, Wilson meyakini bahwa praktek tidak lapor pajak pribadi, yang diduga kuat berarti tidak bayar pajak itu, dilakukan banyak pengusaha di banyak tempat di negeri ini.

Umumnya mereka, dia menguraikan, berlindung dari adanya pembayaran pajak yang sudah dilakukan oleh perusahaannya setiap tahun.

Padahal, menurut peraturan perpajakan, laporan pajak pribadi para pengusaha merupakan kewajiban, yang terpisah dari laporan pajak perusahaannya.

Dari laporan pajak pribadi itu, dapat diketahui jumlah kekayaan sang pengusaha dari hasil operasional perusahaannya.

Besaran jumlah kekayaan pribadi itulah yang akan menjadi dasar perhitungan pajak pribadi yang harus disetorkan pengusaha kepada negara.

Oleh sebab itu, setiap pengusaha, terutama para komisaris dan pemilik saham di perusahaan-perusahaan, mesti menunjukkan itikad baiknya sebagai warga negara yang baik.

Hal itu penting sebagai wujud nasionalisme dan kebanggaan mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jika tidak mau lapor pajak pribadi, yang artinya juga tidak mau bayar pajak kepada negara ini, lebih baik Anda minggat saja dari NKRI,” tegas jebolan pasca sarjana Global Ethics dari Universitas Birmingham, Inggris ini.

Menurut Wilson, adalah tidak adil bagi para pengusaha kaya itu ketika mereka menikmati berbagai kemudahan berusaha, situasi aman, nyaman, kondusif, infrastruktur tersedia dengan baik, dan potensi sumber daya alam untuk kemajuan usahanya tersedia melimpah di negeri ini, tapi di sisi lain mereka enggan berpartisipasi membantu pembangunan bangsa dan negara ini.

“Sangat tidak adil itu, mereka enak mendirikan dan mengembangkan usahanya di negara ini, tapi giliran bayar pajak mereka lalaikan,” ujar Wilson menyesalkan perilaku para pengusaha model demikian.

Untuk itu, saran Wilson yang juga menjabat sebagai Direktur Polhumed Center Indonesia itu, agar para pihak terkait harus bekerja lebih giat dan maksimal dalam meneliti keberadaan usaha para konglomerat tersebut.

“Para petugas pajak harus bekerja, jangan tinggal diam menunggu di kantor saja. Kejar itu para pengusaha yang disinyalir tidak melaporkan pajak pribadinya, itu dapat dikategorikan tindakan pidana penggelapan pajak,” desak Wilson serius.

Kepada setiap warga masyarakat, Wilson menghimbau, agar mengawasi lingkungan masing-masing, termasuk melihat keberadaan para pengusaha di lingkungannya.

Jika perlu, kata dia, kenali secara detil para pengusaha kelas menengah ke atas yang ada di wilayahnya. Selanjutnya mencari informasi ke kantor pajak setempat terkait pembayaran pajak yang sudah dilakukan oleh pengusaha-pengusaha yang dikenalnya tersebut.

“Langkah dan strategi seperti ini mesti berani kita lakukan agar terjadi keadilan di negara ini. Jangan sampai jurang pemisah antara si kaya dan si miskin makin terbuka lebar akibat ketiadaan nasionalisme dari orang-orang kaya itu,” tegas Wilson.

Wilson membeberkan, Sebagai informasi, seorang pengusaha dengan jabatan komisaris pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi bata ringan di Serang, Banten, berinisial MM, diduga tidak melakukan pelaporan pajak pribadi selama bertahun-tahun.

Padahal, lanjut ia, secara sekilas diperhatikan perusahaanya cukup maju. Tentu saja si komisaris ini mendapatkan tambahan kekayaan yang besar dari perusahaannya itu. Selayaknya, negara mendapatkan bagian berupa pajak penghasilan dari yang bersangkutan.

Sosok pengusaha seperti ini, kata Wilson, kemungkinan sangat banyak, tidak hanya di Banten tapi juga di berbagai daerah lainnya di Indonesia.

“Kuncinya menurut saya, harus ada kerjasama antara masyarakat sebagai pemberi informasi dengan pihak terkait di bidang perpajakan sebagai petugas penagih pajak atas nama negara,”

“Jika tidak, negara ini bakal bangkrut oleh ulah warganya yang hanya mau enaknya sendiri tanpa peduli dengan keselamatan dan kemajuan negaranya,” beber Wilson.

ia menambahkan, Pada akhirnya, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan Indonesia sebentar lagi, “setiap kita seharusnya bertanya: apa yang sudah kita berikan kepada bangsa dan negara sebagai wujud nasionalisme kita dalam mengisi kemerdekaan ini?” tambahnya.

(APL/Red)

Bogor

KPM Diminta Berbagi Usai Cair Bantuan Tunai, Kadinsos Kabupaten Bogor: Silahkan di Proses APH

BERIMBANG.com Keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan tunai dari pemerintah pusat di Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengaku diminta berbagi untuk warga yang tak kebagian.

Anih, bukan nama yang sebenarnya, dia bercerita saat itu dirinya dan 29 warga di Desanya mengambil bantuan dana tunai 3 bulan sekaligus sebanyak Rp 600ribu x 3 bulan = Rp 1.8 juta, di kantor Pos dan Giro terdekat,

Usai mengambil uang tersebut Anih didatangi oleh seorang yang mengaku pengurus warga, meminta uang sebanyak Rp 1.2 juta agar diserahkan kepada pengurus tersebut.

menurut pengurus warga itu, kata Anih, uang yang diminta itu adalah hasil kesepakatan perangkat desa dan tokoh masyarakat, agar bisa berbagi dengan warga lainnya yang tidak terbagi.

Anihpun sempat mendebat pengurus warga itu, namun karena ke tidaktahuannya, ia terpaksa menyerahkan uang Rp 1.2 juta kepada yang mengaku pengurus warga itu.

“Apa memang begitu ya pak, bantuan harus dibagi untuk yang belum dapat, kata pengurusnya begitu bilang ke saya,” kata Anih, ke wartawan pada sabtu (25/juli/2020) lalu.

“Kecewa sih pak, baru saja senang dapat bantuan tunai, eh.. sudah dipotong aja, besar pula potongannya”, ujar Anih.

Dikonfirmasi melalui pesan singkat, senin 3 Agustus 2020. Kepala Desa  Jogjogan H. Enjang Ruslan Purnama, tidak mengakui adanya pemotongan oleh warganya Rp 1.2 juta yang diungkapkan oleh Anih.

“Maaf pak jangan salah tafsir, desa sangat melarang pemotongan dan tdk (tidak) memusyawarahkan di desa. Saya meluruskan dan menyelesaikan secara musyawarah setelah ada masyalah yg (yang) saya tidak tahu menahu,” katanya.

Enjang menegaskan, “Saya tidak tahu menahu, insya alloh staf juga tdk (tidak) ikut campur,” katanya, melalui whatsApp (WA),

Pernah terjadi sebelumnya, “Waktu itu ada, masyalah saya panggil semua yang berkaitan di desa dihadiri juga Babinmas dan Babinkamtibmas, daftar hadir maupun brita (berita) acara sebagai bukti bahwa pihak desa tidak ikut campur dalam hal ini,” terang dia.

Menurut Kades, adanya masalah tersebut terjadi karena inisiatif, “Ternyata itu inprof (improvisasi-red) dibawah para tokoh, RT dan yang dapat dibagi ke yang tdk (tidak) kebagian bukti semua penerima pun ada,”

“Alhamdulillah sudah diluruskan termasuk mencatut nama desa secara musyawarah dan selesai,” terang Enjang.

Lebih lanjut Kades menjelaskan, “Iya, saya sudah kumpulkan antara pihak RT, pelapor, si penerima, yang dibagi dan para tokoh bahwa saya tidak pernah menintruksikan apapun, dari awal pendistribusian semua bantuan,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Rustandi mengingatkan bila ada temuan pemotongan apalagi pemotongan dengan cara memaksa, dengan bukti yang kuat, laporkan saja.

“Silahkan di proses oleh APH (Aparat Penegak Hukum),” tegasnya, “Tidak pernah ada toleransi pemotongan secara terstruktur,” kata Rustandi, dikantornya, kemarin (03/08/2020).

(Asim//Iwan/TYr)

Bogor

Wisata Lengkong Desa Wates Jaya, Destinasi Obyek Wisata Baru Bernuansa Alam Yang Diminati Saat Ini

BERIMBANG.COM, Bogor – Kabupaten Bogor tak henti-hentinya selalu menyajikan keindahan Wisata Alam yang paling digandrungi oleh Wisatawan Lokal maupun dari luar. Salah satunya tempat Wisata yang sangat Viral saat ini yakni Desa Wisata Lengkong tepatnya di Kampung Lengkong Rt 01 dan 02, Rw 05, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor

Kampung Lengkong memiliki ciri khas nuansa Alam dan banyak potensi besar yang harus digarap menjadi destinasi Wisata Nasional

Untuk mendorong destinasi Wisata tersebut agar berdaya jual yang tinggi seperti Wisata lainya yang berada di Kabupaten Bogor, maka Masyarakat setempat yang dimotori oleh Ketua Rt setempat dan Tokoh Pemudan sarta Masyarakat yang terus gencar membenahi pengelolaan tempat Wisata tersebut

Sarana demi sarana Wisata dibangun dengan modal keanggotaan pengurus hingga saat ini Wisata tersebut memiliki fasilitas yang bisa ditawarkan, antara lain seperti Spot Foto yang yang menarik, Tubing, Camping Ground, dan Curug Lengkong

Selain itu saat ini pihak pengelola menerapkan harga bagi pengunjung yang hendak Tubing, dimana di sana dikenal khas dengan istilah BABASEUHAN yang mana cukup membayar seikhlasnya atau biasanya pengunjung memberikan kisaran 5000 rupiah.

“Harga parkir pun seikhlasnya, tidak dipungut biaya masuk terkecuali untuk camping ground telah disediakan paket-paket khusus untuk menginap,” ujar Sayuti, Ketua Rt setempat kepada berimbang.com, minggu (2/08/20)

Sementara itu, Abdul Manan Ketua Desa Wisata Lengkong mengucapkan sangat berterima kasih kepada Pemerintahan Desa Wates Jaya yang sudah mensuport adanya Desa Wisata Lengkong tersebut

“Kami sangat berterima kasih kepada jajaran Pemerintah Desa Wates Jaya, Kususnya Bapak Kades Rudi Irawan, S.IP yang mana telah mensuport adanya Wisata ini, serta terus memberikan saran demi kamajuan Desanya ini. Dan kami juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bogor hingga Pusat serta pihak-pihak terkait ager memberikan dukungan dan melihat keberadaan Desa Wisata Kampung Lengkong ini,” ucapnya.

(Yosep/Anisa)