Penulis: admin berimbang

Bogor

Antisipasi Bencana Alam Kabupaten Bogor

BERIMBANG.comApel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana alam di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di Lapangan Tegar Beriman Cibinong. Kemarin, Jumat (23/10/2020).

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0621/Kabupaten Bogor Letkol (Inf) Sukur Hermanto memimpin Apel, diikuti unsur Pemerintah Kabupaten Bogor, Polres Bogor, PMI dan PLN.

Sukur Hermanto mengatakan usai Apel Kesiapsiagaan, tujuannya mempersiapkan diri dalam mengantisipasi bencana dari sisi personil dan peralatan yang dimiliki seluruh instansi yang ada di wilayah Kabupaten Bogor.

Karena itu merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kekuatan yang besar dan peralatan yang banyak pula.

“Bencana tidak bisa diprediksi, namun kita harus terus mempersiapkan penangangannya supaya kita nanti dapat lebih cepat dan lebih responsif sehingga bisa menjangkau semua,” kata Dandim.

Ia meminta kepada seluruh intansi untuk mengecek alat dan personil dan disinergikan dengan intansi lainnya. “Saya yakin teman-teman sudah siap,” kata Sukur.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin menjelaskan Apel Kesiapsiagaan seperti sedia payung sebelum hujan jadi sudah menyiapkan dari awal.

Data yang didapatkan, kata Burhanudin, terdapat 22 Kecamatan dari 40 Kecamatan yang dinilai rawan bencana seperti banjir, longsor dan puting beliung dan daerah padat penduduk rawan bencana kebakaran.

“Sudah kami antisipasi dan petakan seperti pengalaman di daerah sukajaya dan kecamatan sekitarnya,” ujar Burhanudin.

Lanjut dia, dalam kesempatan Apel Kesiapsigaan Bencana, beberapa perlengkapan yang dibutuhkan tetapi Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor belum memiliki, seperti mobil kendaraan untuk rumah sakit lapangan, dan mobil komunikasi lapangan yang nanti akan di kaji,

Perlengkapan untuk beberapa kecamatan yang blank spot seperti di sekitar wilayah Kecamatan Sukamakmur dan Malasari Kecamatan Nanggung disana jaringannya kurang bagus. 

“Supporting dari Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD, peralatan secara bertahap akan kita tambah,” katanya.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Daerah

Vaksinasi Di Jabar Menyasar 36 Juta Warga

BERIMBANG.com, Jabar – Pemerintah pusat akan memberikan vaksin Covid-19 untuk 9,1 juta warga Indonesia pada November hingga Desember 2020. Merespons pembelian vaksin tahap pertama oleh pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) bergerak cepat menyiapkan sejumlah langkah vaksinasi, termasuk melakukan simulasi di Puskesmas Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10/2020).

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Marion Siagian yang juga Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Provinsi Jabar dalam ekspose strategi pelaksanaan vaksinasi di hadapan Gubernur Jabar menjelaskan, vaksinasi di Jabar menyasar 36 juta warga rentang usia 18-59 tahun dari total penduduk hampir 50 juta jiwa.
Rinciannya, jumlah kebutuhan vaksin di Jabar mencapai 72.145.938 dosis, di mana satu orang mendapatkan dua dosis penyuntikan sehingga sasaran vaksinasi sebanyak 36.072.969 orang.

Terkait prioritas sasaran vaksinasi, Marion menuturkan bahwa prioritas pertama sesuai Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi adalah tenaga kesehatan (nakes) dan TNI/Polri dengan kebutuhan 315.564 dosis vaksin untuk total sasaran sekitar 157.782 orang di Jabar.

Bogor

Bimtek 249 Operator Desa, Kadiskominfo Kabupaten Bogor: Daftar Melalui Website

BERIMBANG.comDinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor, lakukan bimbingan teknis (Bimtek) terhadap 249 operator Desa secara virtual, di ruang rapat Kadiskominfo Kabupaten Bogor, Kamis (22/10/2020).

Bimtek untuk meningkatkan kualitas operator pengelola website Desa, dan peningkatan fitur layanan secara digital serta peningkatan kawasan Desa digital di Kabupaten Bogor. Jawa Barat.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan mengatakan, sesuai intruksi Bupati Bogor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor harus aktif meningkatkan teknologi informatika dengan memiliki website, tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa.

Melalui kegiatan Bimtek peningkatan kualitas operator website Desa secara virtual, itu merupakan salah satu upaya Diskominfo Kabupaten Bogor dalam mewujudkan e-Government di Kabupaten Bogor.

“Target yang ingin dicapai, kami ingin  semua website Desa ini terupdate informasinya. Melalui bimtek ini, operator website Desa kita latih bagaimana cara  mengupdate berita-berita yang ada di website. Kita latih juga cara menggunakan layanan aplikasi Desa online,” tutur Irwan.

Lanjut dia, mengingat jumlah operator website mencapai 249, untuk optimalisasi Bimtek kegiatan tersebut dibagi menjadi tiga gelombang mulai 20 hingga 22 Oktober 2020.

Irwan berharap melalui Bimtek ini, tidak saja mampu meningkatkan kualitas operator website Desa. Juga berpengaruh besar terhadap peningkatan pelayanan masyarakat Desa, jadi lebih cepat dan mudah.

“Jadi selama ini admintrasi Desa ini dilayani secara manual, ada peningkatan fitur di website Desa kali ini. Salah satunya fitur pelayanan digital, masyarakat tidak perlu datang ke kantor Desa akan tetapi cukup daftar melalui website, memasukan NIK, nomor PIN, kemudian mereka bisa melakukan pelayanan sesuai yang dibutuhkan,” terang Irwan Purnawan.

Ditempat yang sama, Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi Data Diskominfo Kabupaten Bogor, Marjati menjelaskan, pertama dibentuk tahun 2018 hanya ada 130 website Desa dari tahun ketahun terus meningkat hingga kini berjumlah 249 website Desa binaan Diskominfo Kabupaten Bogor.

“Diwebsite Desa saat ini ada peningkatan fitur, supaya fitur yang ada sesuai dengan kebutuhan Desa. Salah satunya, ada penambahan fitur tentang pencatatan Covid-19 yang mendata mulai dari pendatang, masyarakat yang sedang menjalani isolasi hingga yang positif covid-19.”

“Serta fitur pencatatan penerima bantuan sosial, jadi operator desa tidak perlu mencatatat secara manual tetapi kita fasilitasi secara digital,” terang Marjati.

Menurutnya, ada empat Desa digital sebagai pilot project yakni Desa Tajurhalang, Desa Gunungputri, Desa Hambalang dan Desa Gununggeulis. 4 Desa tersebut berbeda dengan desa lainnya.

Pengembangan fitur website dari 4 desa itu difokuskan pada peningkatan potensi Desa. Seperti aplikasi Desa wisata dan pengelolaan sampah untuk Desa Gununggeulis, sedangkan untuk Desa Gunungputri dikembangkan fitur peningkatan pelayanan pemerintahan dan BUMdes.

“Di pilot project ini aplikasi kita buat lebih kearah promosi potensi Desa. Sehingga potensi Desa bisa diketahui masyarakat luas, sehingga akan menghasilkan manfaat bagi Desa itu sendiri,” katanya.

Tahun 2021, kata Marjati, ada 10 Desa yang akan dijadikan pilot project untuk mendorong terwujudnya Desa digital dalam mendukung smart city di Kabupaten Bogor.

Kriteria calon Desa sebagai pilot project yakni, komitemen Kepala Desa (Kades) untuk menggunakan Teknologi Informatika (IT) dalam penyelenggaraan pemerintahannya. Mengeshare dana Desa untuk kegiatan tersebut, aktif dalam mengelola website dan aplikasi Posyandu.

“Sehingga pencatatan posyandu dapat dicatata secara digital, juga berkomitmen membentuk kawasan Desa digital dengan baik,” pungkasnya. 

(Dewi Julianur/Diskominfo Kab.Bogor)

Jabodetabek

Ridwan Kamil Sambangi Puskesmas Tapos, Tinjau Kesiapan Pemberian Vaksin

BERIMBANG.com, Depok – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil hari ini menyambangi Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Tapos yang menjadi tempat simulasi pemberian vaksin Covid-19 di Kota Depok. Kunjungan ini untuk meninjau kesiapan Puskesmas dalam pemberian vaksin.

“Kami ingin tahu jumlah Puskesmas di Depok dan Jawa Barat ini cukup atau tidak saat pemberian vaksin nanti, kalau tidak cukup gedung serbaguna disulap menjadi tempat vaksin,” jelasnya usai pengecekan simulasi vaksin di Puskesmas Tapos, Kamis (22/10/20).

Ridwan Kamil menjelaskan, terdapat beberapa prosedur pemberian vaksin. Mulai dari skirining awal saat datang ke Puskesmas, kemudian pemeriksaan kesehatan, hingga penyuntikan vaksin.

“Setelah diberi vaksinasi, pasien harus menunggu sekitar 30 menit. Hal tersebut untuk mengetahui reaksi dari vaksin tersebut di dalam tubuh,” ujarnya.

Dikatakannya, dengan adanya simulasi ini juga untuk mengetahui jumlah orang yang bisa divaksin oleh setiap Puskesmas dalam satu hari kerja. Nantinya akan dihitung jumlah Puskesmas se-Kota Depok dan dikalikan dengan jumlah sasaran vaksin.

“Dari situ ketahuan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pemberian vaksin,” jelasnya.

Mantan Wali Kota Bandung ini menuturkan, pihaknya akan terus berupaya mendorong masyarakat Kota Depok mendapatkan vaksinasi. Baik vaksin yang diimpor oleh pemerintah pusat, maupun buatan dalam negeri milik PT Biofarma.

“Provinsi Jawa Barat ingin menjadi provinsi yang paling siap dalam manajemen koordinasi pelaksanaan vaksin. Warga Depok kami prioritaskan sebagai kota pertama yang melaksanakan vaksin ini,” pungkasnya.*

Bogor

Bupati Bogor Minta Santri dan Pesantren Menjadi Solusi Terhadap Permasalahan Sosial

BERIMBANG.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melaksanakan upacara memperingati Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Bogor yang di pimpin oleh Bupati Bogor, Ade Yasin, di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kamis (22/10/2020).

Ade Yasin menyampaikan Tema Peringatan Hari Santri Tahun 2020 “Santri Sehat Indonesia kuat” artinya santri harus memiliki sosok yang sehat baik fisik maupun mental sehingga menjadi modal dasar untuk menunjang Pembangunan Indonesia kearah yang lebih maju

“Ditengah kondisi Pandemi Covid- 19, seluruh elemen masyarakat termasuk santri dan pesantren dihimbau agar senantiasa memiliki perilaku PHBS serta menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktifitas sehingga akan terhindar dari penularan Virus Covid-19,” katanya.

Pandemi telah berdampak pada semua sektor kehidupan, lanjut Ade, melihat realitas sosial dan dinamika kebangsaan saat ini yang penuh keprihatinan, santri dan pesantren harus hadir menjadi bagian solusi terhadap permasalahan sosial yang berkembang di masyarakat.

“Gelora Hubbul Wathon Minal Iman” hendaknya terus tertanam didalam jiwa setiap santri sehingga mampu menjadi pendorong semangat dalam meningkatkan daya saing dalam pergaulan Indonesia di dunia internasional serta penerus kemerdekaan dan benteng penjaga keutuhan NKRI,” tambahnya.

Ade Yasin menerangkan jumlah pondok pesantren yang terdaftar pada kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor sebanyak kurang lebih 1.404 pesantren. 

“Banyaknya jumlah pesantren di Kabupaten Bogor merupakan potensi yang sangat besar untuk menjadi mitra Pemerintah Daerah dalam membantu mengembangkan pendidikan, dakwah dan pengembangan pemberdayaan masyarakat serta memberikan dampak positif pada peningkatan kualitas akhlak/moral, sosial dan ekonomi masyarakat sekitar,” terang Ade.

Selain itu Ade Yasin mengucapkan terima kasih atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor dan penghargaan kepada seluruh peserta yang mengikuti Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) tingkat Kabupaten Bogor secara virtual tanggal 14-17 Oktober 2020, dan kafilah MTQ Kabupaten Bogor yang telah mengikuti MTQ tingkat Jawa Barat pada tanggal 3-11 september 2020 di Kabupaten Subang.

Dalam peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Kabupaten Bogor, juga diberikan sejumlah perhargaan yang diserahkan secara langsung oleh Bupati Bogor, Ade Yasin.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Pemkab & Pemkot Bogor Bahas Perpanjangan Kerjasama Kelola TPAS Galuga

BERIMBANG.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor gelar rapat pembahasan perpanjangan perjanjian kerjasama pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang.

Rapat yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna I Setda Kabupaten Bogor, Rabu (21/10/2020) dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin dan Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah.

Juga dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup masing-masing wilayah, Kepala Bagian (Kabag) Kerjasama, Kabag Pemerintahan dan unsur-unsur terkait.

Sekda Kabupaten Bogor, Burhanudin mengatakan hari ini (21/10) harus menghasilkan kesepakatan antar dua wilayah untuk TPAS Galuga kedepannya. “Ini sudah barang lama, Bu Sekdakot juga pasti sudah paham betul tentang TPAS Galuga,”

“Kita sekarang ini berpacu dengan waktu, bulan November, Desember hari kerja efektif setelah dipotong sabtu minggu dan cuti bersama tinggal 30 hari kerja. Hari ini disepakati, ditandatangani langsung diberikan kepada DPRD masing-masing daerah,” kata Burhanudin.

Lanjut dia, Pemkab Bogor berencana, “Saya akan coba 2021 nanti membentuk desa mandiri dalam mengelola sampah, Nantinya simpul-simpul desa itu yang akan membatu kita, nanti juga pastinya ada penghargaan dan bantuan untuk desa yang mengelola sampah secara mandiri,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah menjelaskan ada beberapa poin yang menjadi pembahasan mulai dari hak kewajiban, penanganan bencana, operasional instalasi pembuangan air limbah dan lainnya.

“Ada 12 poin yang menjadi pembahasan sudah disepakati bagaimana hak dan kewajiban masing-masing Pemkab Bogor maupun Pemkot Bogor. Nanti juga akan ada kompensasi dampak negatif yang diberikan Pemkab dan Pemkot Bogor,” jelas Syarifah.

Senada dengan Sekda Kabupaten Bogor, Syarifah juga ingin bergerak cepat karena perjanjian yang sudah ada akan habis akhir bulan Desember tahun ini.

“Hari ini kami melakukan rapat pembahasan final draft perpanjangan perjanjian kerja sama pengelolaan TPAS Galuga. Perjanjian yang sudah ada ini kan akan habis pada akhir bulan Desember tahun ini.”

“Untuk itu kami akan konsultasi dengan masing-masing DPRD, jika disetujui akan langsung ditandatangani oleh Bupati dan Wali Kota,” pungkas Syarifah.

(Derima/Rizki/Tim Humas Diskominfo Kab. Bogor)

Jabodetabek

Tiga Kekuatan Besar Termasuk Relawan Depok Begaya Sukseskan Kemenangan Pradi – Afifah

BERIMBANG.com, Depok – Untuk menguatkan dukungan kepada pasangan calon Pradi – Afifah dalam mensukseskan kemenangan di Pilkada Depok pada tanggal 9 Desember 2020. TigaKekuatan besar yang tergabung diantaranya Relawan Depok Begaya, GP Ansor , PC Ansor Kota Depok

Tiga kekuatan besar Ketua Relawan Depok Begaya, Ketua PCNU Kota Depok dan Ketua GP Ansor Kota Depok melakukan pertemuan untuk saling menguatkan memenangkan calon pasangan Wali dan Wakil Wali Kota Depok nomor urut 1, Pradi Supriatna dan Afifah Alia diperhelatan Pilkada Kota Depok yang berlangsung pada 9 Desember 2020.

“Saya mendapat suatu kehormatan atas kolaborasi ini. Tentunya kolaborasi ini dengan satu tujuan saling menguatkan dan memenangkan calon pasangan Pradi-Afifah,” kata Ketua Relawan Depok Begaya, H. Acep Azhari saat melakukan pertemuan kolaborasi di RM. Bakoel Samara, Selasa (20/10/2020).

Ketua PCNU Kota Depok Kiayi Ahmad Solechan menuturkan, kolaborasi ini tentunya sudah sesuai dan sejalan dengan visi misi yang dimiliki oleh calon pasangan Pradi-Afifah dan menjadi basis kekuatan untuk pasangan nomor urut 1.

“Siap mendukung dan memenangkan paslon nomor urut 1, Pradi-Afifah,” tutur Kiayi Achmad Solechan.

Senada dengan Ketua Relawan Depok Begaya dan Ketua PCNU Kota Depok, Ketua GP ANSOR Ust Abd Kodir yang didampingi Pengurus Banser pun sepakat untuk memenangkan calon pasangan Pradi-Afifah.

“Memperkuat jaringan kemenangan menjadi hal yang harus digerakan, bukan hanya dipikirkan. Mengingat, menuju 9 Desembet bukanlah waktu yang panjang. Untuk segenap Pengurus Banser Ansor akan dikerahkan untuk memenangkan dan mendudukan Pradi-Afifah sebagai Wali dan Wakil Kota Depom terpilih,” tegasnya.

Iik

Bogor

Pandemi COVID-19, Pemkab Bogor Tak Surut Meningkatkan Produktivitas & Daya Saing

BERIMBANG.comSekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin membuka Rapat Isu Strategis Peningkatan Produktivitas tahun 2020, merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) Republik Indonesia  di  Hotel Lor In Sentul, Kecamatan Babakan Madang, pada Selasa (20/10/2020).

Burhanudin mengatakan Pandemi Covid-19 telah berdampak pada seluruh sektor kehidupan masyarakat. Produktivitas dari semua sektor menurun dratis dan pengangguran semakin meningkat, secara makro ekonomi,

Laju Pertumbuhan  Ekonomi (LPE) Daerah menurun 10,54 persen, persentase penduduk miskin akhir tahun 2020 diperkirakan meningkat 2,48 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka di akhir tahun 2020 diprediksi meningkat sebesar 3,77 persen. 

 “Hal ini tentunya menjadi tantangan yang cukup berat di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Bogor meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya. 

Kondisi pandemi Covid-19, lanjut Burhanudin, tidak menyurutkan semangat Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus membangun,

Pada awal tahun 2018 terdapat 44 desa tertinggal di Kabupaten Bogor,  melalui intervensi kebijakan multisektoral dalam Program Pancakarsa Pemerintah Kabupaten Bogor berhasil mengentaskan 40 Desa dari ketertinggalan sehingga di tahun 2020 hanya tersisa 4 desa yang kami targetkan selesai pada tahun 2021. 

“Di sisi kelembagaan, sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, Pemerintah Kabupaten Bogor telah  mencanangkan budaya kerja gerak cepat (Gercep),” ujarnya. 

Selain itu, menurut Burhanudin dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid 19, kebijakan penanganan kesehatan dibarengi dengan berbagai program pemulihan ekonomi dan sosial, salah satunya dengan menyiapkan program bansos tunai untuk UMKM dan korban PHK, disamping pembangunan sarana prasarana infrastruktur juga diupayakan terus berjalan. 

“Berbagai program tersebut merupakan upaya menjaga dan meningkatkan produktivitas, serta daya saing daerah untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. 

Sekda berharap sosialisasi gerakan nasional peningkatan produktivitas  dan daya saing daerah ini, dapat memberikan motivasi, membuka wawasan, pola pikir dan perilaku yang produktif pada pemangku kepentingan di semua sektor di Kabupaten Bogor. 

(Tim Humas Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Tim Investigasi LSM LMI, Temukan Kejanggalan di 3 Proyek Jalan di Kab. Bogor

BERIMBANG.comTemuan Kejanggalan dalam Proyek pembangunan jalan dan jembatan di tiga lokasi berbeda di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang telah usai dibangun dari APBD 2019.

“Kami temukan ketebalan aspal yang tidak sesuai dan banyaknya jalan berlubang ataupun rusak,” kata SM Ansori Fitriadi SH..MH. selaku ketua Tim investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Monitoring Indonensia (LSM LMI) diwilayah Kabupaten Bogor. Senin, 19 Oktober 2020.

Dia merinci lokasi temuan itu, “Kecamatan Citeureup Rp.2,3 Milyar (lebih) Kecamatan Sukamakmur Rp.2,1 Milyar (lebih), dan Kecamatan Jonggol Rp. 1,4 Milyar (lebih), amburadul tidak karu-karuan, pengaspalannya tidak tebal,” kata Ansori.

“Kami sudah melaporkan masalah ini ke Bupati Bogor Ade Munawaroh mendapat jawaban dari Sekda Kabupaten Bogor Burhanuddin, langsung diarahkan ke Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor,” terang Ansori.

Upaya LSM LMI meminta penjelasan setelah mendapat arahan itu. Melalui surat, LSM LMI  belum mendapat jawaban dari DPUPR. padahal, kata Ansori, dalam surat diberi waktu 3 hari kerja untuk menjawab surat, “Sudah sepekan surat dikirim, mungkin sibuk ya,” katanya

Ansori menegaskan apabila melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, Lembaganya akan melaporkan temuan-temuan yang didapatkan oleh tim investigasinya.

“Apabila tidak ada tindak lanjutnya Kami akan melaporkan kembali ke Bupati Bogor, supaya menindak tegas Kepala Dinas PUPR termasuk para Kabid-Kabid dan Kasie-Kasie yang tindak mengindahkan laporan Kami dari LMI,” kata Ansori.

“Tinggal menunggu jawaban dari beliau (DPUPR) Apakah ditindak lanjuti atau tidak, kita tunggu saja,” katanya.

Ia menyayangkan proyek yang menggunakan APBD Pemerintah Kabupaten Bogor yang besar, “di bangun dengan asal-asalan, diduga hanya mencari keuntungan semata,” ujar Ansori.

“Dinas PUPR Kabupaten Bogor beserta jajaran diduga melakukan persekongkolan jahat dengan para kontraktor, artinya siap-siaplah masuk hotel prodeo,” ujar Ansori.

Sekedar diketahui, dalam 3 foto papan proyek yang diterima redaksi, dikutip dari dua foto papan proyek  “Lokasi: Kecamatan Citeureup, Kecamatan Sukamakmur, dan Lokasi: Kecamatan Sukamakmur,” tidak ada tulisan TP4D dan logo Kejaksaan.

Sedangkan, “lokasi: Kecamatan Jonggol, Kecamatan Sukamakmur,” dibagian bawah tertulis, “proyek ini didampingi oleh pengawal dan pengaman pemerintah dan pembangunan daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor,” lengkap dengan logo Kejaksaan,

(TYr)

Jakarta

Tak Mau Kecolongan Lagi, 7 Orang Positif COVID-19 Sembuh di Jemput Dengan Pengawalan

BERIMBANG.com Jakarta Barat – Sebelas orang yang terjaring dalam operasi Yustisi di Panti Pijat Wijaya, yang dilaksanakan oleh Tiga Pilar Pemerintahan Kecamatan Kebon Jeruk pada 27 September 2020 yang lalu. diduga positif Covid-19.

Mereka langsung diserahkan ke Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dari 11 orang yang terjaring di panti pijat itu, salah satunya adalah pemilik panti pijat berinisial EW (34).

Lalu, menjalani Rapid Test dan Swab. Hasilnya 1 orang dinyatakan terkena HIV dan positif Covid-19, 8 orang dinyatakan positif Covid-19, dan sisanya 2 orang dinyatakan negatif.

Selanjutnya Ke 8 orang itu dibawa ke Wisma Atlet untuk menjalani isolasi. Namun dalam perjalanan, tepatnya di wilayah Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, EW yang juga sebagai pemilik Cafe Wijaya, melarikan diri di saat mobil pengangkut mereka terjebak macet.

Jadi hanya 7 orang yang menjalani isolasi di Wisma Atlet sejak awal Oktober 2020. Senin 19 Oktober 2020, ke 7 orang warga binaan Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia Kedoya dijemput petugas dan dikembalikan ke panti sosial, usai menjalani karantina selama 12 hari, dinyatakan sehat.

Danramil Kebon Jeruk Kodim 0503 Jakarta Barat, Kapten Cpl Edy Moerdoko, membenarkan mereka dinyatakan sudah sehat. Senin, 19 Oktober 2020, ketujuh orang warga binaan itu dijemput dari Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat, Penjemputan melibatkan Tiga Pilar Kecamatan Kebon Jeruk, karena tidak mau kecolongan lagi.

“Untuk itu, atas permintaan dari Kepala Panti kepada Kapolsek dan Danramil untuk mengawal ketat proses penjemputan dari Wisma Atlit,” katanya.

“Maka tiga ASN panti sosial yang menjemput dikawal petugas pengamanan dari Polsek Kebon Jeruk yang di pimpin Kanit Patko Polsek, Iptu Abu bakar Sidik, dan Babinsa 05 Kebon Jeruk, Serda Sulistiyono, serta dari Satpol PP Kecamatan Kebon Jeruk yang dipimpin Bapak Imam,” jelas Kapten Moerdoko.

Danramil juga menjelaskan, untuk ke 7 warga tersebut diserahkan kembali ke panti agar mendapatkan pembinaan. “Kita sudah serahkan ke panti 7 orang tersebut, setelah menjalani isolasi di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat, selanjutnya biar panti yang membinanya,” tegas Danramil.

(AMR/Red)