Penulis: admin berimbang

Bogor

Bupati Bogor Tinjau Rumah Isolasi Pasien Covid-19 Wisma Cibogo, Siap Beroperasi

BERIMBANG.com Bupati Bogor, Ade Yasin meninjau rumah isolasi Pasien Covid-19, di Wisma Cibogo Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor, Senin (25/01/2021).

Bupati memastikan kesiapan Rumah Isolasi Pasien Covid-19 sebelum dioperasikan. Mulai dari sarana prasarana hingga tenaga kesehatan.

“Dari tinjauan yang saya lihat, ini sudah siap baik sarana prasarana juga tenaga kesehatannya, untuk itu saya minta rumah isolasi pasien Covid-19 itu untuk segera dioperasikan,” pinta Bupati Bogor.

Ade Yasin menjelaskan, banyak masyarakat yang harus diisolasi mandiri karena positif Covid-19 tanpa gejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kabupaten Bogor.

Sementara kondisi rumahnya tidak memungkinkan untuk dijadikan tempat isolasi mandiri. Seperti kamar tidur tidak bisa sendiri dan kamar mandi yang bersamaan.

“Ini yang berbahaya satu orang bisa menularkan keseluruh keluarga. Saya minta bagi pasien atau masyarakat OTG yang rumahnya tidak memenuhi syarat untuk isolasi mandiri, segera bawa ke rumah isolasi  pasien Covid-19 di Cibogo ini,” tegas Ade Yasin.

Lanjut Bupati Bogor menambahkan, saat ini sudah ada 12 tenaga kesehatan terdiri dari empat dokter dan delapan perawat dan sisanya tenaga bantuan lainnya. Yang akan stand by  merawat dan mengawasi 60 pasien covid-19 khususnya pasien OTG.

“12 Nakes itu akan bekerja dengan sistem shif, pergantian shif dilakukan setiap 14 hari sekali. Di rumah isolasi  pasien Covid-19 ini, pasien laki-laki dan perempun tidak disatukan. Tetapi dibagi menjadi dua blok,” paparnya.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan makan minum bagi pasien, dan peralatan mandi menjadi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Hukum paling tinggi adalah Kesehatan masyarakat. Kebutuhannya seperti makan, minum, peralatan mandi itu kita sediakan,” ucap Ade Yasin.

Bupati Bogor melanjutkan, rumah isolasi pasien Covid-19 di Wisma Cibogo tidak saja diperuntukan bagi pasien OTG Covid-19 wilayah Bogor Selatan saja. Akan tetapi diperuntukan juga bagi pasien Covid-19 yang telah menjalani perawatan di Rumah Sakit sudah tidak ada gejala tetapi masih dinyatakan positif.

“Atau bagi pasien yang CT nya rendah atau sudah tidak berbahaya lagi, dapat dilakukan isolasi mandiri disana. Bahkan jika rumah isolasi pasien Covid-19 Kemang penuh, bisa juga dialihkan ke rumah isolasi pasien Covid-19 Wisma Cibogo,” cetus Ade Yasin.

Disinggung baru akan dioperasikannya, rumah isolasi pasien Covid-19, Bupati Bogor Ade Yasin memaparkan, adanya kendala rekrutmen tenaga Kesehatan yang belum memenuhi syarat.

“Sebetulnya ini sudah kami resmikan sejak 19 Oktober 2020 lalu, tetapi Kita perlu orang yang siap bekerja dengan resiko tinggi,”

“Alhamduliah relawan sudah kami rekrut, dokter dan perawat sudah siaga untuk bertugas. Untuk mengurangi resiko mereka terpapar kami juga lengkapi mereka dengan Alat Pelindung Diri (APD), dan kamar terpisah khusus Nakes,” imbuhnya.

(Dewi Julianur/Andi/Diko/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Babinsa Dan Babinmas Desa Cigombong Bersama Puskesmas Laksanakan War War Diwilayah

BERIMBANG.COM, Bogor – Muspika Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor terus meningkatkan giat War War disetiap harinya wilayah Kecamatan Cigombong yang terdiri dari sembilan Desa

Kegiatan War War tersebut dilaksanakan di masing – masing Desa disetiap harinya sebagai himbauan kepada masyarakat untuk mematuhi Protokol Kesehatan agar masyarakat terus memakai Masker, Sering Mencuci Tangan,Menjaga Jarak, serta mengurangi kegiatan – kegiatan yang sipatnya kerumunan warga

Pantauan Berimbang.com, Kegiatan War War tersebut seperti yang dilaksanakan hari ini, Senin 25 Januari 2021 di wilayah Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, yang dilaksanakan oleh Puskesmas Cigombong, Pemerintah Desa Cigombong, Babinsa, Babinmas Desa Cigombong, Serta Satpol PP Kecamatan Cigombong.

(Na)

Bogor

Pengungsi Banjir Bandang Gunung Mas, Bupati Bogor: Terkendali & Kondusif

BERIMBANG.com Korban yang mengungsi akibat bencana banjir bandang di kawasan Gunung Mas Puncak Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor pada Selasa (19/01) lalu, akan kembali ke kediamannya karena dinilai mulai kondusif.

Itu dikatakan Bupati Bogor Ade Yasin, lalu ia menjelaskan, “Alhamdulillah, hingga hari ketiga setelah banjir bandang, kondisi semakin terkendali dan kondusif. Sandang pangan aman. Logistik sangat cukup. Lokasi juga sudah bersih,”

“Ada beberapa lokasi yang sudah bisa ditinggali kembali. Besok masyarakat juga bisa kembali ke rumahnya masing-masing,” kata Ade Yasin, Jumat (22/01/2021).

Lanjut Bupati mengatakan, bagi pengungsi yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan akibat banjir bandang, untuk tetap bersabar tinggal di tempat pengungsian yang telah disediakan pengelola Agro Wisata Gunung Mas.

“Pada prinsipnya, semua sudah oke, aman, kondusif. Kan yang rusak cuma sedikit. Saya juga mengucapkan  terima kasih kepada relawan yang sudah membantu dan kita sudah oke, cukup ditangani oleh perusahaan, Dinsos, TNI-Polri,”

“Perlahan-lahan akan kembali ke tempat tinggalnya,” katanya, “Sebelum mereka pulang ke kediamannya masing-masing maka kebutuhan mereka mulai beras hingga popok bayi akan kami support,” ungkap Ade Yasin.

(Tim Humas Diskominfo Kabupaten Bogor)

Depok

Kejari Depok Bagikan Ratusan Sajadah Untuk Melawan Covid-19, Begini Pesannya

BERIMBANG.com, Depok – Tingginya tingkat kasus penyebaran virus Covid-19 di Kota Depok memasuki tahap yang memprihatinkan.

Hingga hari ini saja, pasien yang terkonfirmasi covid-19 di Kota Depok jumlahnya mencapai 23.729 orang dengan jumlah pasien aktif (positif) sebanyak 4693 orang.

Bahkan, Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, Denny Romulo Hutahuruk telah menegaskan bahwa Kota Depok membutuhkan banyak tambahan rumahsakit darurat untuk dapat menampung pasien yang terpapar virus Covid-19.

“Melihat kondisi sekarang, Wisma Makara Universitas Indonesia (UI) dan Pusat Studi Jepang UI sudah tidak mungkin lagi untuk dapat menampung,” ujar Denny.

Dikatakan Deny, daya tampung di Makara UI hanya 120 tempat tidur dan PSJ UI 30 tempat tidur. Sedangkan, setiap harinya jumlah warga yang terpapar covid mencapai kurang lebih 400 orang.

“Jika tren warga yang terpapar covid terus naik selama seminggu ke depan bisa dipastikan sudah tidak adalagi tempat untuk menampung. Sedangkan di Wisma Atlet juga sudah penuh,” terangnya.

Deny juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta kepada Pemkot Depok untuk membuat rumahsakit darurat agar dapat menampung pasien yang terpapar virus covid-19.

“Tadinya kami meminta gelanggang olahraga (GOR) Depok untuk dipakai, tapi tidak diberi ijin karena mau dilanjutkan pembangunanannya tahun ini. Akhirnya diberikan tempat di Balai Rakyat di Jalan Merdeka untuk dijadikan rumahsakit darurat,” pungkas Deny.

Bagi-bagi Sajadah

Melihat kondisi tersebut diatas, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok pun tak tinggal diam.

Garda terdepan dalam penanganan kasus korupsi di Kota Depok ini pun memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat untuk tetap mendekatkan diri kepada sang pencipta.

Dengan membagi-bagikan ratusan sajadah, Kejari Depok yang diwakili Kasubag Ekonomi Keuangan dan Pengamanan Pembangunan Strategis pada Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri, Alfa Dera berpesan kepada masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

“Ditengah pandemi Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan seperti saat ini, kita harus lebih meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Memohon perlindungan agar kita senantiasa diberikan kesehatan dan pandemi Covid-19 bisa segera berlalu”, ujar Alfa mengingatkan, Jumat (22/1/2021).

Dari pantauan wartawan, setidaknya 200 sajadah dibagi-bagikan kepada masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar lingkungan kantor Kejaksaan Negeri Kota Depok yang berlokasi di Komplek Perkantoran Grand Depok City, Kota Kembang. 

YE

Bogor

Pemulihan Ekonomi, Wabup Bogor: Utamakan Kepentingan Masyarakat

BERIMBANG.COM Sebagai pejabat yang diberikan amanah oleh rakyat untuk mengelola pemerintahan, dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini dan pandemi covid-19 yang masih mengancam, dituntut untuk mempunyai sense of crisis yang tinggi.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan saat memimpin Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program dan Kegiatan dalam rangka Pemulihan Ekonomi 2021. Hadir seluruh Kepala Perangkat Daerah yang dilakukan secara virtual, Kamis (21/01/2021).

Kondisi ekonomi seperti sekarang ini, kata dia, ditambah pandemi covid-19 yang masih terus mengancam, untuk itu semua dituntut untuk mempunyai sense of crisis yang tinggi.

“Kita yang sekarang ini diberikan amanah oleh rakyat Kabupaten Bogor untuk mengelola pemerintahan ini harus bekerja lebih keras lagi dan mengutamakan kepentingan masyarakat diatas kepentingan lainnya,”

“Saya ingin Perangkat Daerah pada tahun 2021 untuk memulihkan ekonomi dan secara pararel tetap menangani pandemic covid-19,” kata Iwan Setiawan.

Lanjut dia, kegiatan yang tidak mendukung pemulihan ekonomi, maka harus dilakukan penyesuaian atau kata lain refocusing.

“Program dan kegiatan yang sudah ada dalam APBD Tahun 2021 yang terkait dengan pemulihan ekonomi sebagaimana permasalahan yang sudah disampaikan tadi harus dipertahankan bahkan diperkuat dengan sinkronisasi kegiatan lainnya pada lokasi yang sama atau klaster yang sama,” terangnya.

Lebih lanjut Iwan mengatakan, program pemulihan ekonomi tidak hanya berupa dukungan APBD, namun bisa dilakukan kolaborasi dengan pihak lain atau membuat kebijakan yang mendukung.

“Seperti relaksasi pajak dan kemudahan investasi, mengoptimalkan digitalisasi ekonomi, E-Commerce dengan memberdayakan unicorn dan decacorn yang bersal dari Kabupaten Bogor,”

“Percepatan pemulihan ekonomi harus terintegrasi dan kolaborasi dengan akademisi, komunitas, media dan pelaku usaha mandiri,” pungkas Iwan Setiawan.

Sekedar diketahui, sense of crisis dapat diartikan sebagai kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang telah direncanakan dalam menghadapi krisis.

(Derima/Rizki/Tim Humas Diskominfo Kab. Bogor)
Editor: Tengku Yusrizal

Bogor

Stok Darah Minim, Kecamatan Ciawi & UTD PMI Kab. Bogor Gelar Donor

BERIMBANG.COM Kecamatan Ciawi bekerjasama dengan Unit Transfer Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI), menggelar donor darah di pelataran parkir depan kantor Camat Ciawi, Kabupaten Bogor, kemarin Rabu, (20/01/2021).

Inisiatif dan rasa keperdulian dikarenakan stok darah untuk Kabupaten Bogor minim sebab masa pandemi covid 19. Tahapan yang harus dilalui pendonor diantaranya membawa bukti surat bebas covid dari rumah sakit setempat dan dinas kesehatan setempat.

Camat Ciawi Adi H. menjelaskan, pihaknya beserta jajaran dan muspika bergerak, sengaja berinisiatif mengadakan donor darah ini untuk mencukupi stok darah khususnya di wilayah Kabupaten Bogor.

“Giat ini kami lakukan karna kami tau stok darah di Kabupaten Bogor sudah sangat minim atau tidak aman, maka dari itu, kami pihak Kecamatan Ciawi berinisiatif mengadakan donor darah untuk membantu mengamankan stok darah untuk kabupaten Bogor,” jelas Camat.

Sementara Staf Admin IT UTD PMI Kemal Firdaus menambahkan pihak PMI sudah melakukan upaya agar stok darah di Kabupaten Bogor agar tercukupi, karena berkurangnya pendonor disebabkan pandemi Covid-19.

PMI, lanjut dia, telah berupaya mengadakan donor darah seperti ini, semua instansi pemerintahan dan perusahan-perusahaan namun semua terkendala dengan keadaan pandemi Covid 19 .

Diketahui dari 49 pendonor menghasilkan 32 kantong darah dari berbagai jenis terbagi; golongan darah A 4 kantong, golongan darah B 17 dan golongan darah O 12 dan golongan darah AB ada 3, untuk stok darah di kabupaten Bogor, A 18, B 78, AB 25 dan O 84 kantong.

“Untuk stok aman kabupaten Bogor sendiri dibutuhkan 50 sampai 100 kantong perhari, jadi stok darah untuk kabupaten Bogor berkurang sampai 30% sampai 70%,” kata Firdaus.

(yosep/nuniek)

Jakarta

Webinar PWI-IKWI, Memacu Indonesia Jadi Pusat Halal Dunia

BERIMBANG.COM Jakarta – Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (PP IKWI), gelar Webinar PWI-IKWI bertema “Memacu Lifestyle Halal Menuju Indonesia Sebagai Negara Rujukan Pusat Halal Dunia” pada Rabu, (20/1) siang.

Kegiatan tersebut sebagai rangkaian Hari Pers Nasional tahun ini, yang akan berlangsung pada 9 Pebruari 2021.

Seminar ini dipusatkan di Kantor PWI Pusat, Jakarta dengan dikuti oleh ratusan anggota IKWI dari seluruh Indonesia, dan juga anggota PWI, serta wartawan dari sejumlah media nasional secara virtual.

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S. Depari, mengatakan pers terus mendorong pemerintah dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia. Hal ini tentu tidak terlepas dari populasi Indonesia sebagai muslim terbesar dunia.

Atal menuturkan sejak 20 tahun lalu ekonomi syariah, terutama industri perbankan, sudah mulai tumbuh di Indonesia dengan perkembangannya secara bertahap.

“Pertumbuhan ekonomi Syariah ini, banyak melibatkan masyarakat pers dalam menyampaikan pesan-pesan informatif, literasi, dan edukasi kepada masyarakat,” ujar Atal dalam sambutannya.

Menurut dia, banyak produk-produk halal unggulan di Indonesia memang banyak. Di antaranya ada halal food dan fashion. Semua ini menggiring masyarakat untuk mengubah gaya hidup dari konvensional ke gaya hidup halal secara syar’i (halal lifestyle).

Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Head of Financing Card Business BNI Syariah, Rima Dwi Permatasari, Direktur Industri Produk Halal KNEKS, Afdhal Aliasar, dan CEO & Founder PT Ammana Fintek Syariah, Lutfi Adhiansyah.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia, Indah Kirana mengatakan webinar tentang lifestyle halal ini sangat diperlukan, terutama bagi kaum ibu untuk mengetahui apa itu produk halal dan tidak halal.

Menurut Indah, dalam belanja kebutuhan sehari-hari masyarakat sering tidak tahu mana produk halal dan tidak halal, karena penempatannya tidak dipisahkan oleh pengelola toko.

“Saya pernah membeli sosis di satu swalayan yang cukup besar di Jakarta. Sampai di rumah, asisten saya bilang kalau itu daging sosisnya tidak halal karena beda warna dan seratnya. Dan setelah diteliti, ternyata benar,” ungkap Indah yang hadir langsung di lokasi acara.

Hal seperti itu, lanjutnya, mungkin banyak dialami oleh masyarakat karena tidak ada pembatas produk halal dan non halal.

“Ini baru dari produk makanan. Bagaimana dengan produk jasa lainnya seperti perbankan, asuransi, dan lainnya. Disini kita perlu memahami masalah produk syariah dan gaya hidup halal,” tambah Indah.

(HumasHPN2021)

Bogor

Tinjau Pengungsi Korban Banjir Gunung Mas, Wabup Bogor: PTPN ini Banyak Tempatnya

BERIMBANG.COM Wakil Bupati (Wabup) Bogor Iwan Setiawan mengunjungi tempat pengungsian korban bencana banjir bandang di Kampung Gunung Mas RT 02 RW 02  Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor di Aula Agro Wisata Gunung Mas, Cisarua pada kemarin Selasa (19/01/2021).

Kunjungan Wabup ini untuk memastikan warga pengungsi terjamin dari makan dan minumnya, lalu terjamin juga dari tempat tidur khususnya bagi anak-anak dan lansia.

“Ya kita dari Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Bogor membawa sebagian kebutuhan pengungsi, kami ingin pengungsi terjamin dari makan dan minumnya,” ujar Wabup saat berada di lokasi pengungsian.

Ia juga meminta kepada manajemen PTPN Gunung Mas agar menyediakan tempat pengungsian yang layak. Jangan sampai mereka tidak merasa nyaman selama di pengungsian.

“Kan PTPN ini banyak tempat nya, baik yang disewakan maupun aula, jadi yang disewakan juga saya harap bisa dihuni para pengungsi,” tandasnya.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Ajak Masyarakat Taat Prokes, BPPD Kab. Bogor Bentuk Relawan Penegak Disiplin

BERIMBANG.COM Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Bogor, membentuk relawan penegak disiplin protokol kesehatan. Launchingnya dilaksanakan di Hotel Ayuda 2 Puncak dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes), kemarin (18/01/2021).

Terbentuknya Relawan itu Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan berharap mereka bisa memberikan contoh kepada masyarakat dalam berdisiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Saya diminta Bupati Bogor agar fokus pada pemulihan ekonomi. Kita dalam situasi yang sulit, satu sisi kita ingin masyarakat tetap sehat dan aman dari wabah virus covid-19,” katanya.

“Namun di sisi lain kami juga harus berupaya menggerakan perekonomian yang sudah terpuruk agar tetap tumbuh. Kemarin ini pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka minus 10 persen,” terang Iwan.

Pembentukan relawan, menurut Iwan, Masyarakat diajak tegakkan disiplin protokol kesehatan saat berkunjung ke tempat parawisata. keberadaannya diharapkan bisa menjadi embrio untuk menggerakkan perekonomian, terutama pada sektor pariwisata.

“Pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyararakat (PPKM), sektor wisata memang pembatasan kegiatannya diperketat,”

“Tapi Pemerintah Kabupaten Bogor akan melonggarkan kembali bilamana kasus covid-19 nya mengalami tren penurunan. Semua kita lakukan demi kebaikan bersama,” terang Iwan.

Sementara, Kepala BPPD Kabupaten Bogor, Zainal Syafruddin mengatakan, pertama kali di Indonesia BPPD bekerjasama dengan satgas Covid-19 dan Palang Merah Indonesia Kabupaten Bogor, membentuk tim relawan penegak disiplin protokol kesehatan di sektor pariwisata.

“Mereka bertugas untuk membantu satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, agar di setiap destinasi wisata menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Karena tim satgas Covid-19 saat ini kekurangan tim penegak disiplin,”

“Maka relawan-relawan inilah nantinya yang akan membantu menegakan protokol kesehatan di tengah masyarakat,” tandas Zainal.

Harapannya, relawan ini bisa bekerjasama dalam menerapkan protokol kesehatan, sehingga para tamu atau wisatawan akan nyaman datang ke destinasi wisata di Kabupaten Bogor.

Sehingga pemulihan ekonomi bisa terus ditingkatkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kepada para pengelola objek wisata dan juga para wisatawan yang datang ke kabupaten Bogor taatilah protokol kesehatan dengan baik.

(Mey/Rido/Diskominfo)

Bogor

Lantik Kades Sukaraja, Bupati Bogor: Hindari Berbagai Tindakan Negatif

BERIMBANG.COM – Kepala Desa (Kades) terpilih Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, dilantik Bupati Bogor, Ade Yasin, di Pendopo Cibinong, Selasa (19/01/2021).

Kades yang terpilih hasil pemilihan kepala desa antar waktu Desa Sukaraja, Asep Aos dilaksanakan karena kepala desa terpilih saat itu, Dede Iskandar, meninggal dunia selang tujuh jam mendiang dilantik pada 18 Desember 2019 silam.

“Ini semua kami lakukan sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Bogor Nomor 66 tahun 2020, tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa, pasal 111 ayat 1. Jadi sifatnya Pejabat Antar Waktu,” kata Ade Yasin.

Bupati Bogor meminta kepada kepala desa terpilih, untuk sesegera mungkin merumuskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), yang memuat visi, misi, tujuan, arahan kebijakan dan program pemerintah desa.

“Sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 114 tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa. Jadi pasca tiga bulan dilantik, pemerintah desa harus langsung merumuskan program-programnya,” ujarnya.

Terlebih pada 2021 ini, kata Ade, Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) mengalami penambahan. Selain dari Alokasi Dana Desa dan Dana Desa dari pemerintah pusat, tahun ini Pemkab Bogor juga menyiapkan program Satu Miliar Satu Desa (SamiSade).

“Pesan saya, manfaatkan anggaran sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat desa. Hindari berbagai tindakan negatif yang bertentangan dengan peraturan dan ketentuan, yang dapat menjerumuskan Saudara dan merugikan masyarakat,” tutupnya.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)