Penulis: admin berimbang

Bogor

Bupati Bogor Ingatkan Pentingnya Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Pada Kalangan Pelajar

BERIMBANG com – Dalam acara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Goes to School, Bupati Bogor, Ade Yasin mengingatkan pentingnya wawasan kebangsaan dan bela negara di kalangan pelajar di Kabupaten Bogor yang diikuti siswa-siswi SMAN 1 Tanjungsari, SMKN 1 Cariu, dan SMK PGRI Sukamakmur.

Kegiatan Forkopimda goes to school diselenggarakan hybrid yakni di Aula Wawasan Nusantara Kantor Bakesbangpol Kabupaten Bogor dan secara virtual melalui zoom. di Ruang Kerja Bupati Bogor, Cibinong, Selasa (21/9/2021).

Wawasan kebangsaan kita, kata Ade, menentukan cara kita mendayagunakan kondisi geografis negara, sejarah, sosio-budaya, ekonomi dan politik serta pertahanan keamanan dalam mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasional.

“Bagaimana kita menempatkan diri dalam pergaulan dengan bangsa lain di dunia internasional, komitmen dan semangat persatuan dalam upaya mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia,”

”Yang tercantum dalam UUD 1945 alinea ke-4 yakni, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” terangnya.

Ade menambahkan, kemudian terkait bela negara, bela negara dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI. Perlu digaris bawahi dasarnya ”kecintaan”, karena jika sudah cinta kita akan rela melakukan segalanya. Bela negara secara fisik, dapat diartikan sebagai usaha pertahanan menghadapi serangan fisik atau agresi dari pihak yang mengancam keberadaan negara.

”Sedangkan secara non-fisik diartikan sebagai upaya untuk berperan aktif memajukan bangsa dan negara, melalui pendidikan, moral, sosial maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegigihan, keikhlasan, kesabaran, pengorbanan dan semangat pengabdian dalam menangani pandemi, adalah salah satu bentuk bela negara,” kata Ade.

Selanjutnya Bupati Bogor mengungkapkan, untuk anak-anakku sekalian, bentuk bela negara yang paling konkrit buat kalian contohnya, melestarikan budaya Indonesia, belajar dengan rajin dan berprestasi serta taat akan hukum dan aturan-aturan negara. Pupuk terus semangat belajar dan raih prestasi, tetap menjaga Protokol Kesehatan agar terhindar dari Covid-19 dan semoga pandemi ini dapat segera berakhir.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Daerah

Sinergitas TNI-Polri, Alumni AKABRI 98 Nawahasta Gelar Vaksinasi dan Baksos di Seluruh Nusantara

BERIMBANG.com – Serbuan vaksinasi dan Bhakti Sosial yang dilakukan oleh alumni AKABRI 1998 Nawahasta ini, berlangsung secara serentak di seluruh Nusantara, pada Selasa (21/9/2021). Panglima TNI dan Kapolri secara langsung juga menyapa secara virtual dari Tangerang Banten.

Sementara di Jawa Timur, kegiatan serbuan vaksinasi Nawahasta AKABRI 1998 ini dihadiri oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, didampingi Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, dan Pejabat Utama Polda Jatim, yang berlangsung di PT. Siantar Top, Dusun Tambak Jabon, Desa Tambak Sawah, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Sebanyak 5000 vaksin jenis sinovac tahap pertama dan kedua disiapkan, untuk masyarakat dan para Buruh, serta pembagian 6000 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam keterangannya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan. Hal ini sangat baik dalam rangka mendukung percepatan vaksinasi, karena akan disuntikkan kurang lebih 100ribu vaksinasi di seluruh wilayah nusantara, di 34 Provinsi, termasuk pembagian masker, bantuan tabung oksigen, dan sembako.

“Hal ini sangat bagus, mudah-mudahan apa yang dilaksanakan dari alumni AKABRI 98 bisa terus meningkatkan laju vaksinasi, sesuai dengan target yang kita inginkan, dan terus memberikan satu motivasi untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan,” kata Panglima TNI secara virtual.

“Kami harapkan juga AKABRI 98 juga melakukan kegiatan yaitu membantu melaksanakan tracing, testing untuk terus mempertahankan positivity rate yang saat ini di bawah 5%, sehingga terus akan turun sampai dengan yang kita harapkan termasuk dengan angka reproduksi efektif (Rt) dibawa satu,” imbuhnya.

Lebih lanjut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menambahkan. Tentunya ini adalah merupakan bentuk wujud sinergitas dan soliditas dari TNI-Polri Polri khususnya di dalam upaya melaksanakan strategi untuk mengatasi laju pertumbuhan covid-19.

“Sebagaimana kita ketahui, bahwa sampai saat ini pemerintah terus melakukan upaya-upaya untuk menekan laju pertumbuhan covid, dan alhamdulillah dari kegiatan-kegiatan PPKM level 1 sampai dengan 4, saat ini telah dilaksanakan assessment dan telah terjadi penurunan level, hampir di seluruh wilayah,” jelasnya di hadapan awak media secara langsung maupun virtual.

“Kita saat ini masuk dalam posisi, yang apabila dibandingkan dengan kondisi pertengahan Juli, waktu dimana kita pernah mencapai angka positif harian 56000 dan BOR rumah sakit 90%, ini berkat kerja keras dari seluruh stakeholder TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan seluruh pemerintah daerah, seluruh masyarakat yang terkait, maka kita bisa mengucapkan selamat dan juga bersyukur bahwa saat ini Nasional sudah turun sangat jauh, di angka kurang lebih 11%, dan laju pertumbuhan kasus harian, saat ini ada di angka kurang lebih 1200,” tandasnya Kapolri.

Selain itu, Kapolri juga menekankan, karena ini harus kita pertanggung jawabkan. Strateginya adalah bagaimana kita melaksanakan kegiatan 3T, yaitu bagaimana kepatuhan terhadap protokol kesehatan, utamanya memakai masker, penguatan terkait dengan testing, tracing dan tentunya tindak lanjut dari treatment yang ada, apakah dirawat di rumah sakit isolasi terpusat maupun isolasi mandiri.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita mewujudkan kekebalan, meningkatkan imunitas masyarakat dengan mempercepat mengakselerasi vaksinasi. Yang tentunya kita harapkan dengan adanya tiga strategi ini maka laju pertumbuhan covid betul-betul bisa kita kendalikan dan pertumbuhan ekonomi bisa kembali bertumbuh,” pesannya.

“Alhamdulillah di kuartal kedua kemarin kita sudah tumbuh positif dan harapan kita di kuartal ketiga bisa mempertahankan dan itu semua bisa terjadi kalau kita semua tetap waspada tidak euria dengan angka-angka yang sudah turun kita tetap menjaga protokol kesehatan, dan tentunya masyarakat yang belum divaksin harus semuanya segera datang ke gerai-gerai, ke lokasi-lokasi yang memang sudah dipersiapkan untuk melaksanakan vaksinasi,” lanjut Kapolri.

Dengan demikian kegiatan masyarakat bisa ditingkatkan, aktivitas masyarakat bisa dilaksanakan dengan baik, namun laju pertumbuhan covid tetap bisa dikendalikan.

“Tentu ini harapan kita bersama, kita bisa hidup bersama dengan covid, menggeser dari pandemik menuju endemik untuk Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Sekali lagi Kapolri mengucapkan selamat kepada seluruh angkatan AKABRI 98 yang telah peduli untuk ikut berkontribusi langsung dalam kegiatan vaksinasi, bakti sosial dan juga kegiatan-kegiatan dalam rangka membantu masyarakat terdampak.

Sementara Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta juga memberikan suport dan apresiasi kepada alumni AKABRI 98 Nawahasta, yang telah melakukan kegiatan vaksinasi dan bakti sosial secara serentak yang dilaksanakan di jajaran Jawa Timur.

Dengan target pada hari ini 6000 orang, kemudian dibantu oleh 180 orang Nakes. Dalam kegiatan ini angkatan 98 juga melaksanakan kegiatan bakti sosial, dengan sasaran masyarakat yang kurang mampu.

“Kami dari Polda maupun dari bapak Pangdam serta ibu gubernur mengapresiasi setip kegiatan upaya di dalam penanganan covid-19 dan dampak yang ditimbulkannya khususnya pada hari ini untuk AKABRI 98 Nawahasta,” ucapnya Kapolda Jatim.

Kapolda juga berharap, upaya-upaya ini terus dilakukan dengan bersinergi, antara TNI-Polri dengan pemerintah maupun dengan masyarakat, sehingga harapannya covid-19 dapat dihadapi bersama.

“Kami yakin dan percaya, kita yakin dan percaya masyarakat juga harus percaya, bahwa kita harus punya kesamaan pemikiran, perkataan, dan perbuatan di dalam menangani covid-19 ini dibutuhkan kekompakan, dibutuhkan pemahaman yang sama bahwa covid-19 masih ada di sekeliling kita,” pesan Kapolda.

“Untuk itu protokol kesehatan wajib dilaksanakan, vaksinasi terus ditingkatkan dan kalau itu bisa terlaksana maka kegiatan ekonomi bisa berjalan,” paparnya.

Kapolda berpesan untuk tetap semangat, tetap jaga protokol kesehatan, “mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kita kesehatan kekuatan sehingga kita bisa melaksanakan tugas ke depan lebih baik” pungkasnya.(***)

Daerah

Kapolda Jatim Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2021, 4 Poin Sasaran Utama

BERIMBANG.com Surabaya – Polda Timur, menggelar Apel Gelar Pasukan, Operasi Patuh Semeru 2021 yang dilaksanakan di lapangan Mapolda Jawa Timur, Senin (20/9/2021) pagi.

Operasi Patuh Semeru 2021, dimulai pada 20 September (hari ini senin) sampai 3 Oktober 2021. Operasi yang dilangsungkan selama 14 hari kedepan ini nantinya akan ada empat poin utama yang disasar.

Pertama, segala bentuk kegiatan masyarakat yang potensi menyebabkan cluster baru Covid-19, kedua, masyarakat yang tidak patuh akan protokol kesehatan, ketiga, masyarakat yang tidak disiplin akan berlalu lintas dan keempat lokasi rawan pelanggaran, kecelakaan lalu lintas dan rawan kerumunan.

Dalam rangka apel gelar pasukan operasi patuh semeru 2021 dengan tema “Melalui Operasi Patuh 2021 kita tingkatkan disiplin protokol kesehatan dan tertib berlalu lintas dalam rangkah mencegah penyebaran Covid-19 serta mewujudkan Kamseltibcarlantas yang mantap”.

Serta meningkatkan disiplin protokol kesehatan masyarakat dan cipta Kamseltibcarlantas. Di tengah pandemi Covid-19, Polda Jawa Timur Melaksanakan operasi patuh semeru 2021. Dengan mengedepankan kegiatan Preentif dan Preventif disertai penegakan hukum secara selektif prioritas.

“Sedangkan personil yang terlibat sebanyak 3. 343 orang, personil ini gabungan dari polda, polres dan stakeholder terkait. Sasarannya, masyarakat yang tidak patuhi prokes, masyarakat yang tidak disiplin berlalu lintas serta lokasi atau kegiatan masyarakat yang betpotensi menjadi Cluster Covid-19,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, usai memimpin apel gelar pasukan, Senin (20/9/2021) pagi.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, menyebutkan, tujuan dari operasi ini untuk menimbulkan Kamseltibcarlantas dan juga penanganan Covid-19 agar disiplin masyarakat tetap terjaga. Operasi ini bertujuan pada kedua hal tersebut, namun yang paling penting adalah dukungan dari masyarakat.

“Kami menjaga tapi yang menimbulkan situasi kamseltibcarlantas dan prokes adalah tetap masyarakat. Jadi keinginan kita mendorong, menjaga dan memantapkan disiplin prokes itu bagian penting kalau masyarakat mau mendukung,” lanjut dia.

Sementara itu bagi masyarakat yang belum melakukan vaksinasi, bisa datang ke RT, RW, Babinkantibmas, Babinsa, ke satuan satuan TNI, Polri untuk menanyakan jadwal vaksinasi.

Sedangkan untuk tempat pariwisata di Jawa Timur, sudah ada 134 titik terkait dengan asesmen yang dilakukan oleh pemerintah. Namun syaratnya adalah, pelaku usaha disekitar usaha pariwisata sudah di vaksin, download aplikasi pedulilindungi, adanya one gate system, jadi pintu masuk dan keluar jadi satu pintu untuk memudahkan pengawasan.

Ini perlu menjadi perhatian bersama, sehingga jika Covid-19 terjaga maka ekonomi juga bisa berjalan salah satunya tempat wisata.(***)

Bogor

Polsek Cijeruk-Cigombong Menggelar, Gerai Vaksinasi Covid-19 Polres Bogor Dan Indonesia Pasti Bisa

BERIMBANG.COM, Bogor – Polsek Cijeruk-Cigombong menggelar Vaksinasi Covid-19. Kegiatan Vaksinasi tersebut sasarannya untuk warga yang  ber-KTP di Kabupaten Bogor, yang di utamakannya warga ber-KTP di Kecamatan Cigombong dari Usia 12 tahun ke atas.

Kegiatan Vaksinasi yang langsung di hadiri Kapolsek Cijeruk-Cigombong Kompol Sumijo, Danramil 0621-12/Cigombong yang diwakili Anggotanya, Eri Hoeriah Kasie Pendidikan dan kesehatan (Penkes) Kecamatan Cigombong, dan petugas Vaksinasi dari SPN Lido. Senin (20/09/2021) pagi tadi

Kapolsek Cijeruk-Cigombong, Kompol Sumijo mengatakan, Kegiatan hari ini adalah Gerai Vaksinasi Covid-19 Polres Bogor Dan Indonesia Pasti Bisa. Maksud dan tujuannya untuk percepatan capaian Tim Immunity Tujuh Puluh Persen (70%) warga masyarakat Kabupaten Bogor untuk Vaksinasi, waktunya selama 25 hari kedepan, tahap pertama. Dengan sasarannya warga ber-KTP Kabupaten Bogor, dan yang diutamakan warga Kecamatan Cigombong dari mulai usia 12 tahun ke atas.

“Pada kegiatan Gerai Vaksinasi Covid-19 Polres Bogor Dan Indoanesia Pasti Bisa, dengan jenis Vaksin Sinovac. Kalau tergat, kita targetkan 350 Vaksinasi, sekarang Jam sembilan pagi ini kurang lebih sekitar 250 yang masuk, dan Insha Allah hari ini bisa mencapai 350 peserta warga yang melaksanakan Vaksinasi Covid-19,” ujarnya.

Kapolsek berharap, Warga masyarakat dapat melaksanakan Vaksinasi Covid-19 guna untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan menjaga kekebalan imun.

(Na)

Jabodetabek

Realiasikan Janji Kampanye, Kartu Depok Sejahtera Diluncurkan

BERIMBANG.com, Depok – Kartu Depok Sejahtera merupakan realisasi dari janji kampanye pasangan Moh. Idris dan Imam Budi Hartono saat mencalonkan diri pada pilkada Depok di akhir tahun 2020 lalu, belum genap setahun kepemimpinan pasangan ini, mereka berhasil merealisasikan program yang sudah sangat dinanti nantikan oleh warga Depok.

Guna membantu warganya yang kurang mampu secara ekonomi, terlebih yang terimbas dari pandemi berkepanjangan yang saat ini sedang melanda Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok meluncurkan Kartu Depok Sejahtera (KDS). Menariknya, KDS akan menjadi kartu pertama yang mampu mengintegrasikan beragam layanan bantuan bagi warga Depok yang kurang mampu di Kota Depok.

“KDS adalah kartu yang disiapkan untuk membantu warga yang kurang mampu secara ekonomi, khususnya bagi warga miskin yang telah tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Depok,” ujar Walikota Depok Mohammad Idris, di Aula Teratai, Gedung Balaikota Depok, Rabu (15/09/2021).

Idris mengatakan, KDS akan mengintegrasikan 7 layanan manfaat, di antaranya Pelayanan Kesehatan Gratis melalui PBI-APBD Depok, Bantuan Pendidikan bagi siswa dan mahasiswa berprestasi, Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan Bantuan Santunan Kematian (Sankem). Juga ada Bantuan Ketersediaan Pangan bagi lansia dan disabilitas, Pelatihan Keterampilan, Bantuan Usaha dan Penyaluran Kerja.

Dengan terintegrasinya berbagai layanan bagi warga kurang mampu di Kota Depok melalui KDS, maka penerima manfaat tidak perlu lagi memiliki banyak kartu untuk dapat mengakses berbagai bantuan yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Depok, selain itu juga Kartu KDS tesebut berfungsi sebagai kartu ATM yang dapat digunakan untuk menerima berbagai bantuan.

“Pada era pendemi ini tentunya banyak masyarakat yang tadinya tidak terdaftar sebagai warga miskin Kota Depok pada DTKS, namun karena keadaan ekonomi yang sekarang tidak menentu akhirnya jatuh miskin, nah untuk itu kedepannya kita akan fasilitasi dengan membuat website dan aplikasi untuk pengajuan bantuan sosial, tentunya akan melalui proses verifikasi sehingga penerima manfaat sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Aplikasi ini juga disiapkan untuk memudahkan warga untuk mengakses berbagai bantuan sosial, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat sasaran pengentasan kemiskinan. Pada tahap awal, Pemkot Depok disebutkan akan menyalurkan 3000 kartu KDS pada masyarakat Depok.

“Saya berharap manfaat dari KDS dapat dinikmati dan dirasakan oleh seluruh warga Depok, sehingga masyarakat dapat benar-benar merasakan kepedulian dan kehadiran Pemkot Depok dalam mengatasi kemiskinan secara berkelanjutan, kami juga bertekad untuk menjadikan warga kurang mampu untuk sebagai prioritas dalam pembangunan kesejahteraan Kota Depok, melalui mekanisme yang mudah diakses, transparan, dan simpel, sehingga KDS ini diharapkan menjadi salah satu tiang kita dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kota Depok,” pungkas Idris.*

Daerah

Forkopimda Jatim Tinjau Vaksinasi di Kampus IAI Al Qolam Malang

BERIMBANG com – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur, terdiri Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Irjen Pol Nico Afinta, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, meninjau vaksinasi Covid-19 di Institut Agama Islam (IAI) Al Qolam Gondanglegi, Kabupaten Malang. Sabtu (18/9/2021)

Serbuan vaksinasi itu digelar oleh PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) Jatim bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dengan target sebanyak 1000 dosis, yang dilaksanakan selama 2 hari (hari ini sabtu (18/9) dan esok hari minggu (19/9).

Sedangkan jumlah vaksinator yang dilibatkan sebanyak 40 tenaga keseharan dari PDGI, dimana setiap tim terdiri dari enam orang.

Untuk sasaran vaksinasi masal ini, mulai dari santri, mahasiswa dan masyarakat sekitar IAI Al Qolam, Malang.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menuturkan, salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, selain dengan menerapkan protokol kesehatan, juga dengan vaksinasi. Sehingga seluruh forkopimda se Jawa Timur, didorong masif melaksanakan vaksinasi.

“Jadi kami melakukan koordinasi dengan seluruh Bupati Walikota, Kapolres dan Dandim se Jawa Timur, salah satu yang kita harapkan, bisa mewujudkan kekebalan komunitas adalah dengan melakukan vaksinasi,” ujarnya.

Kabupaten Malang, menjadi salah satu wilayah yang didorong meningkatkan jumlah sasaran vaksinasi. Khofifah meminta kepada seluruh elemen strategis di kabupaten ini dan masyarakat, terus melakukan ikhtiar memaksimalkan vaksinasi.

“Kita melihat bahwa Kabupaten Malang sudah memasuki level 2, ini merupakan capaian yang membanggakan. Semua unsur di Kabupaten Malang dari Pak Bupati, Dandim dan Kapolres saling berkerja sama untuk mempercepat vaksinasi untuk masyarakatnya. Saya sangat mengapresiasi upaya ini,” imbuhnya.

Khofifah mengaku bersyukur, lantaran masyarakat Kabupaten Malang sangat antusias mengikuti vaksinasi tersebut. Vaksinasi massal ini merupakan bagian dari program serbuan vaksinasi yang juga melibatkan TNI dan Polri.

“Kabupaten Malang menjadi perhatian kami, karena diketahui bahwa Malang sangat baik dalam program percepatan vaksinasi nya sehingga sudah masuk level 2, semoga segera disusul oleh kabupaten kota lainnya” ujarnya.

Selain itu, pihaknya mengungkapkan bahwa pelaksanaan vaksinasi di IAI Al Qolam berjalan dengan baik.

“Saya apresiasi pelaksanaan vaksinasi ini, karena terlihat sangat baik sinergi, partisipasi masyarakat juga baik serta berjalan teratur,” tambahnya.

Mantan Menteri Sosial ini, berharap kepada masyarakat Kabupaten Malang yang telah melaksanakan vaksinasi, agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Saya juga berpesan pada semua masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19,” harapnya.

Selanjutnya, Gubernur Jatim juga menjelaskan bahwa hasil asesmen, Provinsi Jatim masuk level 1.

“Ini patut kita pertahankan. Ini hasil kerja kita semua pemerintah Provinsi Jatim, Pangdam, Kapolda. Didukung oleh kepala daerah walikota bupati, dandim dan kapolres. Tak lupa juga kepada jajaran di tingkat bawah mulai Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bidan desa dan Perawat desa yang tak kenal lelah melakukan tracing hingga angka Covid-19 di Jawa Timur menurun,” tutupnya.(***)

Daerah

Cek Vaksinasi di Universtitas Brawijaya Malang, Forkopimda Jatim Siapkan 2000 Dosis

BERIMBANG.com – Forkopimda Jawa Timur terus kejar capaian target vaksinasi. Kali ini sebanyak 2000 dosis vaksinasi di salurkan untuk Mahasiswa di Universitas Brawijaya (UB) dan Masyarakat Malang Raya, pada Sabtu (18/9/2021) di Gedung Samanta Krida Universitas Brawijaya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bersama Pejabat Utama Polda Jatim, Sabtu siang melakukan pengecekan pelaksanaan Vaksinasi sebanyak 2.000 dosis, untuk mahasiswa Universitas Brawijaya dan Masyarakat Malang Raya,

hal tersebut dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah, membentuk herd immunity khususnya di lingkungan mahasiswa.

Kegiatan diawali dengan pengecekan vaksinasi dengan didampingi oleh Rektor Universitas Brawijaya dan Forkopimda Kota Malang, mulai dari tahapan Screening, Pendaftaran, Vaksinasi dan Observasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan Vaksinasi ini dibantu oleh 98 tenaga kesehatan gabungan dari TNI Polri, Dinkes Malang serta relawan dari Kemahasiswaan dan RS Universitas Brawijaya.

Dalam kesempatan vaksinasi ini Khofifah memaparkan, dari kinerja 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, sinergitas dengan seluruh elemen strategis di Jawa Timur.

“Per tanggal 15 kemarin sudah 37 Kabupaten /kota di Jawa Timur itu zona kuning, kalau zona kuning itu artinya resiko rendah, tinggal satu yang zona orange, zona orange adalah resiko sedang, itu adalah Kota Blitar, tapi kita sudah mengkoordinasikan mudah-mudahan Kota Blitar terus membaik, yang zona kuning sudah bisa menjadi zona hijau dalam seminggu terakhir, ada 21 kabupaten kota yang angka kematian hariannya sudah nol,” paparnya.

“Artinya bahwa insyaallah semua sudah bisa terkontrol terkendali, maka sekarang saya mohon semuanya tetap jaga protokol kesehatan, tetap melakukan percepatan vaksinasi, tidak boleh ada yang kendor, tidak boleh ada yang lengah,” ujar Gubernur Jatim didampingi Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim.

Lanjut Khofifah menjelaskan, level 1 sekarang ini di Jawa Timur ada 10 Kabupaten /kota. Level 2 ada 26 Kabupaten /kota. Sehingga tinggal 2 yang masuk level 3, maka semuanya justru harus sangat waspada jangan sampai lengah, jangan sampai longgar, karena pada saat yang sama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah mulai dilaksanakan.

“Pembelajaran tatap muka secara terbatas sudah mulai dilakukan. Pembukaan wisata sudah mulai dilakukan secara terbatas bertahap. Lalu mall sudah mulai dibuka terbatas bertahap. Restoran-restoran yang dulu 20 menit, 30 menit sudah 1 jam,” lanjut Gubernur Jatim.

“Tetaplah menjaga protokol kesehatan dengan ketat di seluruh lini. Nah sekarang ini kita harus memaksimalkan vaksinasi terutama di titik-titik yang memang harus kita dorong bersama,” pungkasnya Gubernur Jatim saat berkunjung di Universitas Brawijaya Malang bersama Forkompimda.(***)

Daerah

Jawa Timur Satu-satunya Provinsi di Indonesia Capai Level 1 Penanganan Covid-19

BERIMBANG.com – Jawa Timur merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia dengan level 1, berdasarkan asesmen dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dimana asesmen itu diadopsi dari World Health Organization (WHO). Hal ini disampaikan Forkopimda Jawa Timur dalam Konferensi pers yang di gelar di gedung negara Grahadi, pada Jum’at petang (17/9/2021).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, ada beberapa data yang mungkin bisa dijadikan referensi bahwa Jawa Timur ini alhamdulillah masuk level 1.

“Alhamdulillah atas kerja sama, gotong royong dan kekompakan kita semua, Jawa Timur menjadi provinsi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia yang masuk level 1,” ucap Khofifah.

Ketua rumpun kuratif satgas covid Jatim, dokter Joni Wahyu Hadi memaparkan indikator capaian. Pulau Jawa dan Bali, hanya Jawa Timur yang asesmen 1 dari 6 parameter. Dari testing, tracing, treatment, kemudian kapasitas respons semuanya memadai pada level 1.

Kalau dilihat dari progresnya dibanding tanggal 1 Agustus kemarin, di mana masih ada 30 kabupaten kota waktu itu, sekarang sudah ndak ada lagi. Kemudian ada 10 kabupaten kota level 1 dan 26 level 2, ini masih menjadi PR kita semuanya.

Kalau dari tingkat zonasi, masih ada 2 daerah, yakni Kabupaten Blitar dan Bangkalan yang level 3, kemudian tidak ada yang level 4, ada 10 yang level 1, dan 26 yang level 2.

“Kalau kita lihat zonasinya sudah tidak ada lagi zona merah. Zona merah di Kabupaten kota di Jawa Timur, 34 menjadi 37, kalau kita lihat dari BOR sudah turun semuanya di bawah 60%, WHO mensyaratkan 60%, untuk ICU 18%, kemudian isolasi rumah sakit 18% dan untuk rumah sakit darurat hanya 13% persen,”

“Artinya ini bahwa di masyarakat pun itu juga kecil hasilnya cuma 13%,” papa Ketua rumpun kuratif satgas covid Jatim saat konferensi pers perkembangan covid-19 di Jatim.

“Jadi ICU rumah sakit kemudian isolasi rumah sakit, rumah sakit lapangan semuanya di bawah 60%, artinya sudah masuk di dalam standar WHO untuk memadai,” ucapnya.

Joni juga menjelaskan, kalau gambaran ICU di kabupaten kota. ICU kurang 20% itu sudah hijau. Jadi tanggal 16 September ini tidak ada ICU yang di bawah 20%.

“Untuk yang antri di UGD kita lihat pada bulan-bulan Juli kemarin itu begitu tingginya, tapi sekarang semuanya sudah tidak ada, antrian di UGD turun drastis dari PPKM darurat waktu itu sekitar 835% per hari di awal Agustus 365% dan sekarang sudah tidak ada lagi antrian di UGD, ini artinya case di masyarakat, bukti bahwa sangat menurun,” jelasnya.

“Sementara untuk vaksinasi 1 saat ini mencapai 38,34%, vaksinasi yang 2 20,57%. Kalau kita simpulkan memang vaksinasi belum 70% atau 80% tetapi Jawa Timur sudah bisa mengendalikan laju penularan, maupun kapasitas responnya dengan baik. Artinya prokes di Jawa Timur sudah on the day,” kata Dr. Joni yang juga sebagai direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Lebih lanjut Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto juga mengatakan, ini merupakan capaian yang luar biasa, namun kami tidak berpuas diri, kami menyadari sepenuhnya bahwa pandemi covid-19 ini jauh dari selesai jadi berakhir dan di Jawa Timur sendiri memang secara provinsi sudah menduduki level 1, tapi sebetulnya di tingkat kabupaten kota masih banyak yang harus ditingkatkan.

“Baru 10 kabupaten kota yang benar-benar level 1, kemudian ada 26 kabupaten kota yang menduduki level 2 dan masih ada 2 kabupaten yang menduduki level 3. Ini yang masih level 3 ini kami akan tingkatkan menjadi level 2 dan yang level 2 mudah-mudahan bisa menambah kepada yang level 1 dan yang level 1 bisa dipertahankan,” ucap Pangdam.

“Yang menjadi fokus kami bersama di samping penanganan covid itu sendiri, tentu saja vaksinasi. Vaksinasi Jawa Timur relatif cukup tinggi sebetulnya, dari segi jumlah kita sudah 12 juta hampir 13 juta yang sudah divaksin dosis 1, tapi memang ada beberapa kabupaten yang juga harus ditingkatkan, paling tidak ada 3 kabupaten yang terus kita dorong antara lain Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Bangkalan,” tandasnya.

Kendati demikian, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif, di dalam pencapaian level 1 di seluruh Jawa Timur.

“Ini pasti bisa berhasil kalau masyarakat mendukung. Tentunya kami dari jajaran Polda Jatim siap mendukung Ibu Gubernur dan Bapak Pangdam di dalam bersinergi untuk mempertahankan meningkatkan serta menjaga level 1 di jajaran Jawa Timur,” akunya.

“Kami memohon kepada masyarakat karena memang covid-sembilan belas masih lama ayo tetap kita disiplin broadcast sehingga situasi makin membaik tentunya harapan ke depan ekonomi dapat juga membaik,” pungkas Kapolda Jatim.(***)

Daerah

Polda Jatim Beri Beasiswa dan Pengangkatan orangtua asuh Kepada 7.044 Anak Korban Covid

BERIMBANG.com Ponorogo – Dalam rangka menyambut hari lalu lintas bhayangkara ke-66, Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta, bersama Pejabat Utama Polda Jatim serta didampingi Forkopimda Kabupaten Ponorogo, Jumat (17/9/2021) siang, memberikan bantuan sosial dan pengangkatan orang tua asuh kepada 218 di wilayah Ponorogo,

Juga diikuti secara virtual oleh polres dan polresta jajaran polda jatim dengan jumlah keseluruhan 7.044 anak yatim piatu korban Covid di Jatim.

Dalam kegiatan ini, kapolda jatim menyapa dan dialog interaktif secara virtual dari Pendopo Ponorogo kepada jajaran Polres dan Polresta sejawa timur.

Kapolda Jatim menyebutkan, hari ini jumlah anak yatim yang telah dilaksanakan program orang tua asuh sebanyak 7.044, dari total 7.044 ada yang melaksanakan vaksin sebanyak 2.003 anak yang usianya diatas 12 tahun.

“Program orang tua asuh tidak hanya sekedar memberikan bantuan beasiswa dan santunan. Namun kedepannya memberikan program pendampingan kepada anak,” jelas Kapolda Jatim, irjen Nico Afinta, Jumat (17/9/2021) siang.

“Sehingga kami menekankan kepada masa depan anak, jadi pendampingan itu betul betul si anak nanti diharapkan dengan ditunjuknya orang per orang, baik orang tua angkat dari Polri, TNI maupun pemerintahan daerah. Bersama sama mendampingi untuk mencapai masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Kami berharap dapat bersinergi dengan dinas sosial. Sehingga anak anak yang terkena dampak Covid ini bisa didatakan dan kemudian bisa mendapatkan pendampingan.

“Program ini akan terus di komunikasikan secara menerus dengan kepala daerah,” tutup kapolda.(***)