Bulan: Januari 2023

Jakarta

Selamat! Para Pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2022

BERIMBANG.com – Saat-saat yang ditunggu para insan pers Tanah Air akhirnya tiba. Panitia Tetap Anugerah Jurnalistik Adinegoro resmi mengumumkan para penerima Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2022.

Pengumuman penerima penghargaan bergengsi tahunan tersebut disiarkan secara langsung dari studio _CNN Indonesia TV_ pada Jumat (27/1/2023) malam.

“Ini adalah penghargaan yang tidak lekang oleh waktu, masih tetap bertahan. Menurut saya ke sini semakin kaya kategori lomba dan pilihan bagus sehingga penghargaan Anugerah Jurnalistik Adinegoro ini makin prestisius apalagi diumumkan di puncak Hari Pers Nasional,” kata Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S. Depari saat pengumuman nominee.

“Penghargaan jurnalistik ini akan tetap eksis ke depan,” ucap Atal S Depari, menegaskan.

Dari segi kualitas, menurut Atal, syarat _indepth reporting_ atau liputan berkedalaman dalam Anugerah Jurnalistik Adinegoro justru menuntut wartawan meningkatkan skill-nya. “Itu sebabnya Adinegoro akan hidup panjang,” ucapnya lagi.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong yang juga hadir menilai karya-karya jurnalistik peraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2022 menunjukkan bahwa kekritisan pers Tanah Air tidak padam.

“Tetap sikap kritis, keprihatinan kita terhadap masyarakat korban Kanjuruhan dan sebagai harapan tentu saja proses peradilannya tetap berlangsung adil, terselip pesan seperti itu saya kira,” ucapnya.

Menurut Usman, dengan pengetahuan yang memadai maka berita yang ditulis wartawan akan berbeda, punya analisis tajam, perspektif baik, serta kedalaman.

“Kedalaman dan kelengkapan ini penting saya kira di era media sosial yang hanya menampilkan berita itu sepotong-potong, instan,” terangnya.

Usman pun mencontohkan buku Melawat Ke Barat karya jurnalis legendaris Indonesia, Adinegoro.

“Saya kira ini travel jurnalisme pertama dalam dunia pers. Melawat memang artinya mengunjungi, visit tapi punya makna yang dalam kalau kita lihat dari konteks jurnalistik, apa itu? mengecek ke lapangan, melihat, endingnya apa? verifikasi, itu yang kurang di kita sekarang,” tandas Usman Kansong.

Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu mengungkapkan ada 691 kasus pers yang ditangani Dewan Pers sepanjang tahun 2022. Menurut Ninik, kasus-kasus pers ini muncul di antaranya karena tidak menaati kode etik jurnalistik, tidak mengindahkan keberagaman, substansinya mengarah pada isu-isu bernuansa ras dan berpotensi memecah belah.

“Di Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2022 banyak sekali peserta masuk di nomine dan pemenang, tidak terbantahkan ini karya-karya jurnalistik yang berkualitas,” ucap Ninik.

Sementara itu, Ketua Panitia Ketua Panitia Tetap Anugerah Jurnalistik Adinegoro, Rita Sri Hastuti menyebut dari tujuh kategori, liputan berkedalaman untuk media siber yang paling banyak pesertanya. “Tapi ternyata dari sekian banyak itu, juri melihat, memilih inilah yang paling terbaik dan sesuai dengan harapan. Jadi kita tidak bisa bisa membatasi berapa nominasi dari masing-masing kategori, ada yang mungkin lebih sedikit, ada yan lebih banyak,” ujar Rita.

Rita menambahkan, liputan berkedalaman tidak harus berupa investigasi. Namun, dapat dilakukan dengan banyak metode.

“Seperti melakukan liputan ke mana pun. tidak hanya mengandalkan wawancara,” jelasnya.

Dari keseluruhan nominasi, terpilih tujuh karya peraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2022. Masing-masing berdasarkan liputan berkedalaman untuk media cetak; liputan berkedalaman untuk media siber; liputan berkedalaman untuk media televisi; liputan berkedalaman untuk media radio; foto berita untuk media cetak dan media siber; serta karikatur opini untuk media cetak dan media siber.

Proses penjurian berlangsung selama bulan Desember 2022 secara hybrid, kombinasi daring dan luring, dari sekretariat PWI Pusat, Jakarta.

Saat pengumuman ini, seluruh pemenang juga hadir secara daring.

Untuk kategori Jurnalistik Foto dimenangkan oleh Hayu Yudha Prabowo dari Kliktimes.com dengan berjudul “Tolong Korban” yang terbit 2 Oktober 2022.

“Terima kasih pada panitia Adinegoro, PWI dan Dewan Juri mengapresiasi karya saya, semoga ini memotivasi diri saya untuk lebih baik berkarya,” ucap Hayu.

Selanjutnya pemenang kategori Jurnalistik Siber diraih Satrio Pangarso Wisanggeni, Margaretha Puteri Rosalina, dan Albertus Krisna dari Kompas.id dengan karya berjudul “Mau Cepat Impas, Pililh Kuliah Keguruan atau Kedokteran” yang terbit pada 29 Juli 2022.

“Terima kasih kepada Panitia Adinegoro yang telah memberikan penghargaan ini kepada kami, semoga bisa menjadi penyemangat kami meliput peristiwa penting bagi publik,” ujar Satrio.

Untuk pemenang kategori Jurnalistik Radio adalah Salma Amin dari RRI Nunukan dengan karyanya berjudul “Tanah Kami Indonesia Selamanya” yang tayang pada 5 September 2022.

“Sebelumnya saya ucapkan Alhamdulillah, puji dan syukur pada Allah Subhanallahu wa ta’ala dan juga berkat dukungan dari teman-teman dan ini adalah karya tim yang membantu saya di bawah koordinasi pimpinan RRI Nunukan yang mendukung kami menyelesaikan karya ini, menjadi motivasi kami dan saya juga teman-teman di RRI Nunukan untuk bisa menulis karya yang betul-betul menjadi suara masyarakat dari perbatasan, tepatnya di perbatasan Indonesia-Malaysia, Kabupaten Intan, Kalimantan Utara,” tutur Salma.

Berikutnya kategori Jurnalistik Karikatur dimenangkan oleh Thommy Thomdean dari Kompas dengan judul “Tragedi Bola” yang terbit pada 5 Oktober 2022.

“Terima kasih pada panitia Adinegoro 2022 juga redaksi di Harian Kompas, Mas Budi Santos mitra saya diskusi dalam pembuatan karikatur dan Mas Sutta sebagai pemred (Harian Kompas). Harapan saya ke depannya tidak ada lagi karya yang serupa, saya tidak perlu lagi bikin karya yang sama,” tutur Thommy.

Kemudian pemenang kategori Jurnalistik Video Media Sosial diraih Klena Wisnu Sapta Nugraha bersama tim dari Narasi dengan karya berjudul “Momen-Momen Brutal Menjelang Kematian Massal” yang tayang pada 14 Oktober 2022.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada publik yang ikut berpartisipasi dalam karya investigasi Narasi, mereka sudah susah payah terlibat dalam tragedi Kanjuruhan yang brutal di Malang, dan terima kasih kepada Dewan Juri yang kami yakin sudah memilih secara objektif,” tuturnya.

Ia berharap karya Narasi ini tidak berhenti sampai penghargaan, tapi Tragedi Kanjuruhan terungkap jelas dan korban-korbannya mendapat keadilan dalam proses peradilan yang sedang berlangsung.

Lebih lanjut, Wisnu berpendapat, hadirnya kategori baru, yakni Jurnalistik Video Media Sosial dalam Anugerah Jurnalistik Adinegoro tahun ini menunjukkan kejelian penyelenggara.

“Tentu ini bagian dari pengembangan dari penghargaan karya jurnalistik sebenarnya tidak baru dalam konteks karya pembuatan, tapi ini adalah jelinya para penyelenggara bahwa karya jurnalistik juga tersebar di berbagai platform media sosial. Kami berharap ke depan tentu penyelenggara untuk memberikan apresiasinya bagi mereka yang terlibat dan menyebar distribusi karyanya di media sosial,” pintanya.

Untuk kategori Jurnalistik Cetak dimenangkan oleh Farid S. Maulana dari Jawa Pos dengan karya berjudul “Jangan Sampai 135 Nyawa Cuma Jadi Angka: Pengingat dari Lagu, Mural, dan QR Art” yang terbit pada 11 Oktober 2022.

“Alhamdulillah senang, di atas duka ya tapi berharap 135 ini jadi yang terakhir. Terima kasih atas penghargaannya,” ucap Farid.

Dan satu lagi pemenang kategori Jurnalistik Televisi diraih Maryo Sarong dari Kompas TV dengan karyanya berjudul “Berkas Kompas Episode Siapa Jaga Masyarakat Adat?” yang tayang pada 7 Juli 2022.

“Terima kasih kepada para juri yang telah memberikan penilaian kwpada kami juga kepada pemimpin redaksi kami Mbak Rosi Silalahi dan juga Mas Yogi Nugraha wapimred kami. Kami mengangkat masalah masyarakat adat agar bisa menyuarakan apa yang mereka butuhkan kepada pemerintah dan juga masyarakat,” kata Maryo yang hadir bersama produser Githa Maharkesri.

“Akhirnya karya jurnalistik kami bisa membawa piala Adinegoro kembali ke Kompas TV,” Githa menambahkan.

Penghargaan Anugerah Adinegoro 2022 akan diserahkan kepada para pemenang di depan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat acara puncak Hari Pers Nasional 9 Februari 2023 di Medan, Sumatera Utara. ***

(Humas Anugerah Jurnalistik Adinegoro PWI Pusat)

Bogor

PT BSS Bantah Kerahkan Preman Untuk Mengusir Petani, Nyatanya Hanya Memasang Plang dan Mengamankannya

BERIMBANG.COM, Bogor – Penguasaan lahan pada SHGB 6 yang terletak di Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, dianggap sesuai dengan kepemilikan yang telah dimiliki. Dan juga dalam melaksanakan kegiatan di lokasi, diterangkan bahwa PT Bahana Sukma Sejahtera (BSS) tidak memakai kekerasan ataupun premanisme.

Hal ini disampaikan oleh penerima kuasa pengamanan aset PT BSS, yang menerangkan bahwa dirinya keberatan dengan pemberitaan salah satu media harian lokal yang menyebut, bahwa PT BSS mengusir para petani penggarap menggunakan preman.

“Kami keberatan dengan adanya pemberitaan dari harian lokal, yang menyebutkan bahwa kita mengusir petani dengan menggunakan preman atau disebut sebagai preman,” kata Maulana, penerima kuasa pengamanan lahan PT BSS melalui telpon selulernya, Rabu (25/01/23).

“Yang benar itu, kami hanya menjaga dan memasang plang saja. Andai permasalahan petani yang menggarap, kami rasa tidak pernah mengusir mereka,” imbuhnya.

Maulana juga mengatakan, tanah tersebut merupakan hak dari PT BSS, dan dalam tahap penguasaan apa yang telah dimiliki melalui surat yang berbentuk SHGB no 6 itu.

“Yah kan jelas secara surat dimiliki oleh PT BSS, lalu ada masyarakat yang menanam di lahan yang dimiliki oleh PT BSS. Apakah kami dilarang untuk memasang plang di lahan yang jelas-jelas dimiliki surat oleh PT BSS itu?,” ungkapnya.

“Yang membuat kami keberatan, adalah kami dituding sebagai preman oleh salah satu media harian lokal, dan pemberitaan itu pun tidak sesuai kenyataan yang ada,” ujarnya.

“Lagi nyatanya bukan lahan itu digunakan untuk pertanian atau persawahan, malah kini lebih banyak villa liar. Dan bisa dibilang kini menjadi sarang bangunan liar, maka kami memiliki rencana untuk pengembangan wisata dan menjadikan lahan itu sebuah daerah yang maju,” pungkasnya.

(Na)

Daerah

Petani Kopi Bener Meriah Rasakan Manfaat Program LPEI

BERIMBANG.com Aceh – Para petani kopi Kabupaten Bener Meriah, Aceh, sibuk menuai berkah, diantara pohon kopi yang rimbun memadati lahan seluas puluhan hektar, diselingi juntaian kemerahan tanda matang buah kopi Gayo dari ranting-ranting,

Komoditas kopi arabika varietas Gayo menjadi hal berharga dan primadona bagi masyarakat lokal Kabupaten Bener Meriah, mayoritas berprofesi petani ini menggantungkan hidup mereka pada buah kopi yang datang panen sekali dalam enam bulan.

Petani berusia 55 tahun, Mukiran yang bermukim di Desa Panji Mulia 1, menceritakan bahwa kopi telah menjadi penyokong ekonomi keluarga warga desa sejak bertahun-tahun lamanya.

“Petani kopi di Bener Meriah sudah menikmati hasil,” ujar Mukiran, sembari tersenyum.

Tentu, untuk memperoleh hasil itu memerlukan ketekunan dan kebulatan tekad para petani kopi dalam proses pengolahan dan perawatannya guna menghasilkan biji kopi yang berkualitas dan bermutu tinggi. Dengan begitu, pemasaran kopi pun menjadi termudahkan bagi petani.

Lahan kopi yang dikelola petani Bener Meriah umumnya dimiliki secara pribadi oleh masyarakat. Teknik penanaman yang digunakan juga masih kental dengan ilmu yang diturun-temurunkan dari generasi ke generasi.

“Cara menanam kopi masih dengan cara tradisional. Juga sudah mengaplikasikan dengan cara terbaru melalui pelatihan-pelatihan,” ujar Mukiran.

Menurutnya, ada banyak tantangan yang harus dihadapi selama ia menjadi petani kopi. Musim penghujan salah satunya, menyebabkan gagalnya panen raya karena tidak adanya terik matahari untuk mengeringkan biji kopi.

“Sekian bulan yang lalu, kopi itu rusak karena tidak bisa dijemur,” kata Mukiran.

Selain ekstremnya musim hujan, Mukiran juga pernah bergulat dengan isu miring yang berujung pada anjloknya harga kopi.

“Dua tahun lalu, harga kopi pernah mengalami anjlok karena ada isu penggunaan bahan kimia, padahal itu gak ada,” jelasnya.

Rupanya, lanjut Mukiran, isu tak menguntungkan itu muncul sebab ketidakmampuan pembeli kopi menampung kopi Gayo hasil panen petani Bener Meriah akibat mahalnya harga.

Namun, tingginya harga kopi tidak dari asal patok. Hal ini terbukti dari berkali-kalinya kopi Gayo berhasil mendapatkan peringkat satu di ajang pameran maupun perlombaan.

Dulu proses pengolahan buah kopi hingga menjadi biji sangat menguras tenaga juga penuh ketidakpastian. Namun, sejak didirikannya Koperasi Panca Gayo Coffee yang menjadi lembaga pendamping, para petani merasakan perbedaan yang signifikan.

Petani kopi lainnya, Munawardi, pria yang telah bergelut sebagai petani kopi sejak usia 18 tahun, mengucapkan rasa bahagianya akan manfaat yang dibawa bersamaan didirikannya Koperasi Panca Gayo Coffee.

“Dengan terbentuknya Koperasi Panca Gayo, kualitas kopi Gayo menjadi mungkin lebih baik lagi di mata dunia,” ujar Munawar.

Beragam beban kekhawatiran petani terangkat. Proses produksi yang biasanya memakan banyak waktu dan usaha kini lebih mudah dengan adanya koperasi yang menaungi 125 petani kopi di Bener Meriah tersebut. Kapasitas biji kopi yang diproduksi mampu mencapai 700 Kg/Ha tiap tahunnya.

Sementara, anggota DPRK Kabupaten Bener Meriah, Zulham melayangkan pujiannya atas komoditas kopi Gayo yang dibudidayakan di Kabupaten Bener Meriah.

Menurutnya, kopi ini mempunyai banyak keunggulan yang patut dicicipi oleh penikmat kopi di seluruh penjuru Indonesia bahkan dunia. Salah satunya, beragamnya varian rasa dari natural, wine, honey, hingga specialty dengan kekayaan cita rasa kopi yang tajam.

“Potensi yang ada di Kabupaten Bener Meriah yaitu kopi dengan kualitas tinggi,” kata Zulham.

Agar kopi Gayo hasil budidaya petani Bener Meriah berkesempatan lebih besar untuk dinikmati oleh masyarakat luas.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melalui program Desa Devisa siap memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani kopi di Bener Meriah.

Selain untuk meningkatkan potensi kopi Gayo supaya berkapasitas merambah pasar baru, program Desa Devisa LPEI juga ditujukan untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.

“Terima kasih kami ucapkan kepada LPEI yang telah meresmikan Desa Devisa di Kabupaten Bener Meriah,” kata Munawardi, petani yang telah merasakan manfaatnya.

“Harapan kami, mari dukung petani kopi Gayo di Kabupaten Bener Meriah, agar dapat menambah perekonomian masyarakat Bener Meriah yang lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya.***

 

Jakarta

Wartawan Perempuan Penguji dan Peliput Kegiatan Presiden Itu Berpulang

BERIMBANG.com – Catatan: Mohammad Nasir, Wartawan Kompas (1989- 2018)

AKTIVIS organisasi pers Katherina Margaretha Saukoly berpulang dengan tenang di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara, sehari setelah dirawat karena komplikasi diabet.

Ketty— demikian panggilan akrabnya— melepaskan napas terakhir di usia 54 tahun, pukul 22.00 WIB, Kamis 19 Januari 2023. Detik-detik terakhir kepulangannya, ia didampingi Johanes, satu-satunya saudara kandungnya yang masih hidup.

Jenazahnya dimakamkan Sabtu, 21 Januari 2023, sekitar pukul 14.00 di Tempat Pemakaman Umum Budi Darma, Semper, Jakarta Utara.

Sebelum dimakamkan, jenazahnya dibaringkan di rumah Ketty di Kompleks Deperla H-3, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Kawan-kawannya datang melayat dan mendoakan. Ada kelompok wartawan istana presiden, ada kelompok Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan ada teman-temannya dari pengurus PWI Peduli seperti wartawan senior Karim Paputungan, Elly Sri Pujianti serta Ernawati Siahaan.

Ucapan duka cita datang dari mana-mana baik sebagai kawan pribadi maupun organisasi. Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari dan jajaran pengurusnya juga turut berduka, dan mengirim karangan bunga duka cita.

Begitu pula perkumpulan mantan wartawan istana (mawar istana) juga berkirim bunga sebagai tanda berduka. Perkumpulan mawar istana yang hadir ke rumah duka antara lain Casmo Tatilitofa, Carmelia Sukmawati, dan Hartalena Sitompul.

Bersama kawan-kawannya yang berasal dari Maluku, dia sempat ikut menulis buku berjudul “Bersatu Manggurebe Maju”.

Selain ditulis Ketty buku ini ditulis oleh wartawan-wartawan asal Maluku seperti M. Noeh Hatumena, John N. Sahusilawane, Levinus Kariuw, James Luhulima serta tokoh dari Maluku Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy.

Ketty memang punya pergaulan luas. Banyak teman. Dia mudah bergaul dengan siapa saja. Selama beberapa tahun terakhir, wartawan utama ini mengabdikan dirinya sebagai sekretaris panitia tetap lomba karya jurnalistik Adinegoro.

Dia juga tercatat sebagai pengurus PWI Peduli Pusat yang merupakan organisasi sosial dan kemanusiaan PWI Pusat.

Kegiatan organisasi dan sosialnya tinggi. Ketty memilih hidup sendiri dan memaksimalkan kegiatan sosial serta urusan organisasi.

“Mas Nasir, hubungi saya kalau perlu bantuan, Ketty pasti bantu,” kata Ketty kepada penulis yang sama-sama sebagai relawan di PWI Peduli ketika ia mulai bergabung di PWI Peduli.

Sebagai wartawan Ketty punya banyak kegiatan di luar kantornya. Tetapi kegiatannya tidak jauh-jauh dari organisasi pers. Maka tidak salah jika ia disebut sebagai aktivis organisasi pers.

Selain aktif di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan DKI Jakarta, ia aktif membantu penyelenggaraan lomba karya jurnalistik yang diselenggarakan tiap tahun hampir bersamaan Hari Pers Nasional (HPN).

Dia memang sekretaris panitia tetap lomba karya jurnalistik Adinegoro. “Sebagai sekretaris panitia tetap lomba jurnalistik Adinegoro dia rajin, semangat dan kerja keras. Bahkan ketika sudah sakit, dia masih berusaha ikut rapat,” kata Ketua panitia tetap Lomba Karya Jurnalistik Adinegoro, Rita Sri Hastuti.

Kiprahnya di kepanitiaan Adinegoro, kata Rita, sangat membantu keberhasilan lomba karya jurnalistik Adinegoro yang hingga kini masih menjadi ajang lomba karya tulis bergengsi di Tanah Air.

“Kami merasa terbantu oleh Ketty. Kami benar-benar kehilangan dengan meninggalnya Ketty,” kata Rita Sri Hastuti.

Peliput Kegiatan Kepresidenan

Dia termasuk wartawan yang gigih dan tekun. Karir jurnalistiknya diawali ketika menjadi wartawan Harian Jayakarta awal 1990-an setelah ia menamatkan pendidikan sarjananya di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta).

Ketika bekerja di Koran Jayakarta, ia mendapat beasiswa untuk belajar di Program Pendidikan Wartawan Profesional di Lembaga Pendidikan, Penerbitan, dan Penelitian Yogyakarta (LP3Y) Tahun 1991.

Di lembaga pendidikan pers yang didirikan oleh tokoh pers Ashadi Siregar itulah, penulis mengenal Ketty, gadis berambut keriting yang lincah dalam melaksanakan tugas-tugas lembaga pendidikan hingga larut malam.

Selepas dari LP3Y, dia seperti anak burung yang sudah lepas dari sarangnya. Terbang tinggi kemana-mana.

Dia menjadi wartawan peliput kegiatan dan tugas Kepresidenan RI sejak era Soeharto hingga Presiden Joko Widodo saat berpasangan dengan Yusuf Kalla, di dalam maupun di luar negeri. Ketty ikut terbang kemana-mana mengikuti kegiatan presiden.

Ketty juga pernah meliput kegiatan internasional seperti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, dan KTT Developing Eight (D8)/ Delapan Negera Berkembang di Turki. Kelompok D-8 ini mencakup Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki.

Perjalanan jurnalistik yang ia jalani perlahan-lahan, menjadi tumpukan pengalaman yang besar. Seabrek pengalaman biasanya bisa di-monetisasi. Tetapi bagi Ketty tidak begitu. Buktinya dia hidup dalam kesederhanaan.

Ketty suka menyenangkan orang banyak tanpa mementingkan kesenangan sendiri. Hidupnya altruistik. Begitulah wartawan pada umumnya.

Selain pernah bekerja di Harian Jayakarta pada tahun 1990-an, ia pernah bekerja di beberapa media di ibu kota.

Di era disrupsi teknologi dan sosial yang mengakibatkan media cetak bergelempangan, Ia berusaha tetap semangat menjadi wartawan, antara lain di Menteng GRIP Magazine Jakarta, Kabar7News.com dan menjadi Pemimpin Redaksi di Top-News.Id.

Untuk memaksimalkan manfaat pengetahuan dan pengalamannya, dia juga mendedikasikan dirinya sebagai penguji kompetensi wartawan di lembaga uji PWI Pusat mulai tahun 2012. Dia menguji kompetensi wartawan di mana-mana. Penguji nasional.

Ketika jumlah penguji di PWI bertambah banyak dan tidak memungkinkan memaksimalkan pengabdiannya, Ketty memperluas jaringan pengabdiannya.

Ketty membantu lembaga uji lain di luar PWI, yang membutuhkan penguji, yakni lembaga uji kompetensi wartawan yang dikelola oleh Fakultas Komunikasi Universitas Prof. Dr Moestopo (Beragama) atau UPDM (B) hingga akhir hayatnya.

Semasa hidupnya, ia tidak hanya menjadi penguji kompetensi wartawan, tetapi kerap didaulat menjadi nara sumber bidang jurnalistik di berbagai lembaga hingga ke Sumatera dan Sulawesi.

“Suatu pelajaran sekaligus kesempatan meningkatkan diri menjadi penguji kompetensi, saya sering berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman,” kata Ketty dalam sebuah biodata yang ia bagikan pada UPDM (B). Dalam biodata singkat itu, Ketty menyatakan merasa bersyukur dapat bergabung dengan lembaga uji kompetensi wartawan di UPDM (B).

Itulah Ketty, waktunya selalu ada untuk kita. Dia memilih hidup sendirian untuk bisa bekerja bersama kita.

Mamun selama sakit di rumah sakit tidak ada yang menunggunya, kecuali saudara iparnya bernama Vani. “Selama sakit saya yang menunggunya di rumah sakit,” tutur Vani yang menjadi contact person ketika teman-teman Ketty akan menjenguknya.

Kini Ketty, aktivis organisasi pers itu telah tiada. Banyak kebaikan yang telah ditorehkan selama hidupnya, menjadi amal kabajikan. Selamat jalan Dra Katherina Margaretha Saukoly.

Bogor

Aktivis Berkoalisi Kritisi Kinerja Pemkot Bogor

BERIMBANG.com – Para aktivis bergabung kritisi kinerja Pemerintah kota (Pemkot) Bogor, diantaranya Gerakan Pemuda Islam (GPI), Front Rakyat Revolusioner (FRR), Forum Pemuda Anti Hoaks Indonesia (FPAHI), Aliansi Mahasiswa Indonesia Raya (AMIRA), Komunitas Mahasiswa Bogor Raya (KOMABORA).

Bayu Noviandi S.H. selaku Ketua Organisasi GPI, menagih janji Pemkot Bogor, melakukan pembangunan semaksimal mungkin dan menindak pelanggar aturan, saat berdiskusi dengan Walikota dan Pak Wakilnya diakhir tahun yang lalu.

“Jika ada perusahan-perusahaan nakal ataupun kelompok-kelompok tertentu yang bermain-main (melanggar aturan -red) dengan pembangunan di Kota Bogor akan di sikat habis,” ujar Bayu, melalui siaran pers, kemarin Selasa, (17/1/2023).

Upaya para aktivis mendukung kinerja Pemkot Bogor menyelesaikan pekerjaan rumahnya soal pemberantasan pelanggar aturan jika ada. Bayu bersama organisasinya, serta organisasi lain, siap mengawal dan ikut bergabung memberi solusi terbaik.

Ketua Rakyat Revolusioner, Desta lesmana membeberkan adanya beberapa pekerjaan pembangunan di Kota Bogor tidak sesuai apa yang diharapkan, dari adanya kerusakan, kelebihan bayar dan lain sebagainya.

“kilas balik kita melihat, adanya monopoli, baik itu kegiatan fisik maupun pengadaan itu dimonopoli oleh kelompok-kelompok tertentu,” kata Desta

Menurutnya, pekerjaan-pekerjaan itu tidak berjalan sesuai yang diharapkan warga Kota Bogor, “Ada yang apa apa sudah rusak dan dugaan-dugaan kelebihan bayar,” kata Desta.

“Kalau menurut kawan-kawan (aparat) penegak hukum kelebihan bayar itu adanya pengerjaan yang tidak sesuai dengan spek (spesifikasi),” Pungkas Desta.

Sekedar diketahui, para aktivis yang berkoalisi itu meminta Pemkot Bogor tegas menindak adanya dugaan monopoli yang dilakukan oleh segelintir kelompok para pengusaha, serta menindaklanjuti apapun yang merugikan masyarakat dari anggaran pemerintah.***

Bogor

Budaya Ciri khas Bangsa, ini Kata Ketua umum PWG Bogor Raya

BERIMBANG com Bogor – Nilai-nilai tradisional adalah hal perilaku dan tanggapan kita terhadap sesama, seperti moralitas, agama, etika, adat istiadat, dan lain-lain. Indonesia adalah bangsa besar yang memiliki beragam suku dan tradisi yang berbeda di setiap daerahnya.

Nilai-nilai tradisi dan budaya yang tinggi ini merupakan ciri khas bangsa dan menjadi salah satu faktor Indonesia mendapat nilai plus di mata negara-negara tetangga.

Demikian di katakan ketua umum Pecinta Wayang Golek (PWG) Bogor Raya, R. Andi Suwandi, SY kepada media ini. Selasa, (17/1/23) di sela kegiatannya. Menurutnya, Budaya ini adalah warisan leluhur dan juga kekayaan bangsa yang patut dirawat dan dijaga.

“Usaha-usaha penghargaan dan pelestarian nilai-nilai budaya tradisional ini tidak dapat lepas dari pemilik utamanya, yaitu masyarakat,” Kata Andy Djava panggilan akrabnya.

Keberadaan remaja dalam masyarakat sangatlah penting. Lanjutnya, Karena sebagai generasi penerus bangsa, merekalah yang bertanggungjawab mempertahankan nilai-nilai kebudayaan ini.

“Kalau bukan kita yang merawat menjaga dan melestarikannya siapa lagi. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Budaya jati diri bangsa,” Pungkasnya.

(Yosep)

Bogor

Rapat Tahunan Gabungan, LBH Pendekar Refresh Struktur Kepengurusan

BERIMBANG.com Bogor – Dalam usianya yang genap mencapai 2 tahun, LBH Pendekar melakukan rapat gabungan tahunan dalam rangka mengevaluasi kinerja dan berbenah untuk kemajuan organisasi yang menjadi kebanggaannya, agar lebih trampil dan piawai dalam menggoalkan pengaduan masyarakat yang menjadi kliennya.

“Tentunya kami ucapkan terimakasih kepada Pengurus dan Anggota LBH terutama para Pendiri LBH diantaranya para Advokat dan Paralegal yang telah hadir memenuhi undangan kali ini,” ungkap Hendra Sudrajat selaku Direktur LBH Pendekar dihubungi melalui ponselnya, Ahad (15/1/2023).

“Pada kesempatan itu pula kami mengajak pengurus dan anggota LBH untuk terus meningkatkan kualitas pembelaan terhadap klien,” imbuh Hendra.

Hendra juga memberikan semangat kepada persinal LBH agar tetap militan dalam menegakkan keadilan, dan maju terus pantang mundur dalam membela klien, kalaupun klien dituduh bersalah, biarlah pengadilan yang memutuskan dan pihaknya hanya berusaha dengan sekuat tenaga agar setidaknya dapat meminimalisir hukuman yang mungkin akan dialami klien.

Dalam rapat evaluasi tersebut, Hendra membuka materi bahasan dengan melaporkan sejumlah kegiatan selama kurun waktu tahun 2022 seraya memaparkan kekurangan dan kelebihannya dalam tata cara penanganan pengaduan dari masyarakat dan tindakan lanjutnya.

“Diakui atau tidak, tahun 2022 telah kita lewati dengan sejumlah fenomena penanganan kasusnya, yang pasti kita harus dan harus terus melakukan perbaikan pada waktu mendatang termasuk tahun 2023 ini,” imbuh Hendra lagi.

“Tadi kita bahas bersama akan adanya perombakan ke pengurusan dan tata organisasi mulai dari struktur kepengurusan, evaluasi kinerja Cabang dalam penanganan perkara, merekomendasi untuk membentuk Tim Penyusunan Pedoman Pelaksanaan LBH, pembubaran cabang sementara, serta Penetapan Struktur Kepengurusan YLBH dan LBH periode tahun 2023 – 2028,” pungkas Hendra seraya menyampaikan salinan struktur kepengurusan baru tersebut.

Berikut dibawah ini adalah Struktur Kepengurusan yang baru periode tahun 2023 – 2028 tertuang dalam Surat Keputusan nomor 003/RT/YLBH/I/2023 yang dikutif dari Berita Acara Rapat Tahunan Gabungan hari Ahad tanggal 15 Januari 2023.

Organisasi Pengurus Pusat LBH Pendekar :
Direktur Utama: Hendra Sudrajat
Direktur Litigasi: Susilawati, S.H
Wadir Litigasi: Ramon Masmir, S.H
Direktur Non Litigasi: Ahmad Muhamad
Wadir Non Litigasi: Mantri Wijaya
Sekretaris: Dwi Febriadi R.
Bendahara dan keuangan: Maya Adriani
Kabid Pusat informasi & Data : 1. Didi sukardi, 2.Anwar Setiawan
KABID hukum Perdata&Pidana:1.Angga, 2.Dirman
Kabid advokasi kesehatan: Agus Susanto
Kabid kompilasi Hukum Islam: 1.Yosep Rodibillah, S.H.I, 2.Maman Suherman.
Kabid SDM & Kode Etik: Yusuf Hidayat SE.

(yosef)

Berita UtamaJakarta

DK PWI: Pelantikan Basril Basyar Tidak Sah, Atal Diberi Peringatan Keras

BERIMBANG.com Jakarta – Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyatakan pelantikan Basril Basyar sebagai Ketua PWI Sumatera Barat pada tanggal 13 Januari 2023 tidak sah karena yang bersangkutan sudah bukan lagi anggota PWI.

Itulah sebabnya DK PWI juga tidak menandatangani SK pengukuhan pengurus DKP Sumbar. Dan, kepada Sdr Atal Depari sebagai Ketua PWI Sumatera Barat, Dewan Kehormatan kembali memberikan peringatan keras karena membiarkan terjadinya pelanggaran PD PRT dan Kode Perilaku Wartawan.

“Ini merupakan peringatan keras ketiga yang diberikan DK untuk Atal Depari”, kata Ketua Dewan Kehormatan Ilham Bintang seusai memimpin Rapat Dewan Kehormatan Selasa (17/1) yang dihadiri Sekretaris Sasongko Tedjo, Asro Kamal Rokan, Rajapane, Tri Agung Kristanto dan Dhimam Abror.

“Bertambah daftar kesalahannya menyalahgunakan kedudukannya sebagai Ketua Umum PWI Pusat (2018-2023)”,jelas Sasongko Tedjo.

Sebelumnya DK memberikan peringatan keras pertama kepada Atal S Depari pada tanggal 5 Februari 2021 karena membiarkan pelanggaran PD PRT dan Kode Perilaku Wartawan terjadi pada konferensi PWI Propinsi Jambi dan Sulawesi Selatan.

Kemudian peringatan keras kedua dilayangkan pada tanggal 25 Juli 2022 karena terjadinya pelanggaran PD PRT dan Kode Perilaku Wartawan pada Kongerensi PWI Sumatera Barat karena meloloskan Basril Basyar yang masih berstatus PNS menjadi calon Ketua PWI.

Seperti diketahui Basril Basyar diberhentikan sebagai anggota PWI karena masih berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tanggal 6 Januari 2023.

Hal itu melanggar Pasal 16 ayat 2 Kode Perilaku Wartawan yang melarang PNS menjadi anggota PWI kecuali di lembaga pemerintah yang terkait dengan pekerjaan jurnalistik seperti LKBN Antara, LPP TVRI dan LPP RRI.

Basril Basyar adalah dosen di Universitas Andalas Padang dengan status PNS. Sebelumnya yang bersangkutan telah diberikan kesempatan untuk mengurus pengunduran diri atau pensiun dini namun hal itu tidak dilakukan dengan serius sehingga sampai saat ini masih tetap berstatus PNS.

“Kalau Ketua Umum tetap nekad melantik itu biarkan Kongres nanti yang akan meminta pertanggungjawaban namun secara moral dan etika baik yang melantik dan dilantik sama sama melanggar. Untuk itulah dia diberikan peringatan keras ketiga”, tambah Sekretaris DK PWI.

Sementara itu Rajapane menjelaskan, sesuai kewenangannya DK berhak memutuskan dan memberikan sanksi terkait pelanggaran PD PRT, Kode Etik Jurnalistik dan Kode Perilaku Wartawan.

Pasal 26 ayat 1 Kode Perilaku Wartawan menyebutkan DK adalah satu satunya lembaga yang berhak memutuskan terjadinya pelanggaran dan memberikan sanksi.

Menurut Dhimam Abror, keputusan ini juga perlu disebarluaskan kepada masyarakat luas dan para mitra kerja PWI agar harkat dan martabat organisasi ini tetap terjaga.

Selain sanksi untuk Atal S Depari, sebelumnya, DK PWI telah menjatuhkan skorsing satu tahun kepada Sdr.Zulkifli Gani Otto atas pelanggaran pelanggaran yang sama.

Menurut Asro Kamal Rokan, melalui keputusan ini, Dewan Kehormatan sekaligus kembali mengingatkan kepada seluruh anggota PWI agar bersama sama menjaga ketaatan dan kepatuhan kepada PD PRT, Kode Etik Jurnalistik dan Kode Perilaku Wartawan.

“Semua aturan organisasi produk Kongres PWI adalah fundamen dan sekaligus mahkota bagi sebuah organisasi profesi seperti PWI”, kata Tri Agung Kristanto.***

DaerahJakarta

Ratusan Wartawan dan Blogger Ikut Bright Future Competition 2023

BERIMBANG.com Jakarta – Rektor Universitas Sampoerna DR Wahdy Yudhi dan Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari melakukan Kick Off: Bright Future Competition 2023 – Journalist Content Competition & Blog Writing Competition, yang diikuti ratusan peserta, baik secara offline maupun online.

Kegiatan yang mengangkat tema “Generasi Indonesia yang Mampu Berdaya Saing Global” dan berhadiah utama “Trip ke University of Arizona, USA Selama Dua Minggu” serta hadiah uang tunai puluhan juta ini, berlangsung di Universita Sampoerna, di L’Avenue Building, Pancoran Jakarta, Senin (16/01).

Rektor Universitas Sampoerna, dalam sambutan pembukaanya menyampaikan rasa bahagianya dengan terlaksananya kegiatan bersama ini.

Acara yang dilaksanakan menyambut Dies Natalis yang ke-10 Sampoerna University ini, kata Rektor, bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan University of Arizona, USA.

‘’Universitas Sampoerna dengan PWI Pusat melalui acara Bright Future Competition 2023 ini, mengadakan sharing session membahas pentingnya pendidikan berstandar global bagi generasi muda Indonesia. Selain itu, di acara ini juga diadakan pelatihan jurnalis terkait perkembangan literasi digital,” kata Rektor.

Ditambahkannya, dengan program ini diharapkan dapat menghasilkan generasi Indoesia yang dapat berdaya saing global.

Universitas Sampoerna merupakan universitas bertaraf internasional dan merupakan satu-satunya universitas di Indonesia yang menawarkan pengalaman program pendidikan dengan American-style.

Yakni program sesuai dengan standar kurikulum, fakultas, fasilitas dan operasional di Amerika serta dikombinasikan program akademik dalam konteks Indonesia. Universitas Sampoerna merupakan bagian dari Sampoerna Schools System of Indonesia.

Sementara Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari mengapresiasi sekaligus menyambut baik kerjasama yang ditawarkan Universitas Sampoerna.

“Ini kesempatan istimewa bagi PWI dan anggotanya. Istimewa karena baru kali ini bisa berkesempatan bekerjasana dengan universitas yang berkelas dunia. Dengan kerjasama ini akan memberikan peluang bagi kita diera 4.0 ini untuk mampu bedaya saing,” kata Atal S. Depari.

Pers harus punya kemampaun berkolaborasi, berpikir kritis, karena dengan ini, diuraikan Atal, kita dapat disebut generasi unggul yang memang dapat dipersiapkan sejak dini.

Diakui Atal, banyak media terjerumus dalam click bait. Ini menjadi tantangan kita bersama. Meningkatkan digital literacy bukan hanya kewajiban pemerintah semata, tetapi semua pihak termasuk media dan institusi pers juga institusi pendidikan.

Membantu meningkatkan taraf literasi digital sama dengan meningkatkan taraf intelektualitas publik.

Publik yang terdidik adalah publik yang bisa memilih konten bersubstansi positif dan mendidik. Literasi digital bukan hanya kewajiban pemerintah, tapi kita semua, termasuk Universitas Sampoerna.

Sebagai organisasi wartawan yang pertama berdiri di Indonesia, PWI sebentar lagi, merayakan hari jadinya ke-77 persis di tanggal 9 Februari nanti dan akan diperingati sebagai puncak acara Hari Pers Nasional,

Memang perlu terus memberi kesempatan kepada seluruh anggotanya untuk mengasah kemampuan serta ketrampilan dalam menyajikan berita.

Sebab disadari bahwa pola konsumsi media oleh publik saat ini sudah amat berbeda, akibat pengaruh kemajuan teknologi dan koneksi internet yang semakin mudah juga murah.

Generasi muda kini sudah tidak lagi mengkonsumsi media cetak, elektronik seperti halnya generasi sebelumnya.

Bagi generasi babyboomers, TV didefinisikan sebagai station/lembaga penyiaran, tapi bagi generasi zaman now, TV adalah content maker, sama dengan ribuan content maker yang lain.

Kuatnya disrupsi digital berdampak signifikan pada nasib media konvensional. Terlebih, dengan kemudahan akses yang ditawarkan oleh media digital, popularitas media konvensional kian menurun.

Sementara itu, kehadiran media digital kian merebak di mana-mana. Namun sayangnya, hal itu tak diikuti dengan peningkatan kualitasnya konten berita yang dimuat.

“Melalui momen peringatan Hari Pers Nasional yang sebentar lagi kita sambut, saya menekankan pentingnya insan pers menjaga kualitas konten yang disajikan di media masing-masing,”

“Meski kecepatan dan akurasi masih menjadi senjata andalan yang wajib dipertahankan, ada aspek lain yang perlu diperhatikan seperti relevansi, konteks, dan makna dari isu yang diangkat,” harap Atal S. Depari.

Untuk itu, tambahnya, dalam kesempatan yang berharga pagi ini, Atal sangat mengapresiasi kerjasama dengan pihak Sampoerna University untuk menggelar lomba artikel berita serta video bagi rekan-rekan wartawan dan media kampus lainnya.

Pengalaman mengikuti lomba seperti ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh rekan-rekan wartawan, apalagi hadiahnya cukup fantastis, yaitu dua tiket mengikuti summer camp ke Universitas Arizona di Amerika Serikat sekitar bulan Juli mendatang.

Sisi lain dalam sesi talkshow, Farrah Mahdaly selaku Student & Alumni Affairs Manager Sampoerna University mengungkapkan, Universitas Sampoerna berkomitmen untuk melahirkan SDM yang mampu bersaing dan tangguh.

“Kami mempersiapkan kurikulum yang berstandar internasional agar mahasiswa bisa punya kredensial. Kurikulum Sampoerna University merupakan kolaborasi kurikulum Indonesia dengan kurikulum AS yang berstandart kebutuhan kerja,” jelas Mahdaly.

Program di Universitas Sampoerna yang dikembangkan, diantaranya entrepreneurship, banking and finance, digital marketing, accounting, industrial engineering, visual communication design, sistem informasi, mechanical engineering, computer science and informatics, mathematics education, juga English language education.

“Dengan program kami, siswa dijamin memiliki keterampilan dan kredensial yang lebih baik yang akan membuka pintu untuk karir nasional atau internasional setelah mereka lulus,” pungkasnya.

Sampoerna University lebih dari sekadar kampus – melainkan merupakan sebuah komunitas belajar yang mempersiapkan siswa untuk sukses baik secara akademis maupun profesional.

Para mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar dan memperoleh keahlian akademi – serta ditantang untuk berpikir, melakukan, dan tumbuh menjadi lebih baik.

Masih dalam sesi talkshow, Founder & CEO Deall Jobs, Andhika Sudarman, berpendapat belajar di universitas yang lebih baik, tentu kita akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih berkemampuan dalam memecahkan problem yang lebih complicated.

Dalam menjalani hidup kita sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Kadang orang yang berada di lingkungan yang negatif, gampang sedih dan seakan membuat kita sudah banget, itu akan terasa kita semakin susah maju.

“Saya bersyukur sedari kecil saya selalu berada di tempat yang tepat. Itulah saya punya kesempatan. Disadari banyak yang lebih pinter, namun secara manusia kita pasti punya kesamaan. Kita bisa pinter dengan cara belajar. Dan, berada di lingkungan yang bisa mempersiapkan dirinya jauh lebih baik,” ujar Andhika.

Pembicara lainnya, Ahmed Kurnia sebagai Instruktur Sekolah Jurnalisme Indonesia PWI yang berbicara khusus literasi media. Bahwa, menurut Kurnia, literasi media tidak sekedar merupakan kemampuan mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan informasi dalam berbagai bentuk media.

Tapi literasi media juga merujuk pada seperangkat perspektif yang digunakan secara aktif saat mengakses sesuatu untuk menginterpretasikan sebuah masalah yang dihadapi.

Inilah tantangan utama industri media Indonesia di era kini, ketika publik makin kesulitan membedakan mana yang media pers sungguhan dan mana yang bukan dan sering disebut sebagai digital literacy atau melek digital.

Digital literacy bukan hanya sekedar kemampuan membaca informasi di media digital, tetapi juga kemampuan untuk mencari, mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menggunakan informasi yang didapatkan.

Melalui berbagai konten media yang khas dan unik, pesan-pesan pada iterasi media dapat terlihat sangat menarik dan dapat menimbulkan rasa bagi pembaca yang selanjutnya membuat pola komunikasi manusia berubah.

Ahmed pun memberikan beberapa contoh pola komunikasi manusia yang berubah seiring kemajuan informasi teknologi, yang kadang menimbulkan tafsir berbeda sehinga menghasilkan konten yang seperti dipaksakan.

Fonomena clickbait-lah kalau bercermin dari media online kebanyakan. Ada pembingkaian pesan melalui teks, gambar, dan suara yang memengaruhi pikiran dan perasaan masyarakat sebagai pembaca.

(Humas PWI)

 

Bogor

Cibinong Situ Plaza Punya Aviari Lengkap Dengan Aneka Satwa

BERIMBANG.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berupaya membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk memberikan ruang gerak bagi publik dan menjadi ruang tempat warga bersilaturahmi dan berekreasi bahkan sarana edukasi.

Kini RTH di Kabupaten Bogor salah satunya Cibinong Situ Plaza terus diupgrade dengan berbagai fasilitas, baik wifi public, sarana bermain anak, hingga pembangunan aviari atau penangkaran hewan yang terdiri dari burung, iguana, kelinci, kura-kura hingga unggas.

Ditandai dengan pelepasan burung di Aviari Cibinong Situ Plaza, langsung dilakukan oleh Kepala DPKPP Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika.

“Kita ingin meningkatkan kualitas taman Situ Plaza Cibinong, karena setiap harinya banyak dikunjungi masyarakat. Harapannya dengan adanya fauna yang terpelihara dengan baik masyarakat bisa mendapatkan gerai edukasi,” ungkap Ajat.

Menurut Ajat, dengan aviari ini diharapkan dapat memberikan suasana baru bagi masyarakat yang berada di pusat taman kota.

“Silahkan datang ke Aviari Cibinong Situ Plaza dan gratis bebas biaya,” imbuhnya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)