Bulan: Desember 2019

Bogor

Pemdes Ciadeg Malaksanakan Pembangunan Jalan Lingkungan

BERIMBANG.COM, Bogor- Pemerintah Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor saat ini sedang melaksanakan pembangunan seperti yang sekarang sedang berlangsung yaitu pengerjan jalan lingkungan dengan hotmix, Rabu (25/12/19).

Pekerjaan aspal tersebut tersebar di beberapa Rw diantaranya Nagrog Rw 06,  Kampung Cilengsir Rw 09, Kampung Gembrong Rw 01, 07 , kampung nagrog  RW 04, kampung raweuy, Tegal Kopi, dan Raweuy.

Pekerjaan tersebut tak lepas dari Pantauan dari pihak Desa Ciadeg  BPD, Babinsa, Babinmas dan para ketua Rw ,dan di bantu oleh masyarakat dengan volume 2940 meter, dengan mengunakan dana desa tahap tiga, ungkap Jacob Tuhenay sebagai pelaksana pengerjaan.

sementara itu, Kepala Desa Ciadeg Wahyu Rahayu sangat mengapresiasi apa yang dilakukan masyarakat yang telah membantu berpartisifasi dalam setiap pembangunan yang ada.

“Saya berharap kepada warga Ciadeg agar bisa menjaga dan merawat hasil dari setiap pembangunan,” ucapnya

(Na)

Bogor

Kejurnas Tenis Junior Piala Bupati Bogor 2019 Resmi Bergulir

BERIMBANG.com Bogor – Kejurnas tenis junior piala bupati bogor 2019, yang diikuti oleh sejumlah daerah di Indonesia, dibuka Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan, pada Senin (23/12/2019). di Lapangan Tenis Komplek Pemerintah Daerah kabupaten Bogor, Cibinong, Jawa Barat.

Wabup mengatakan, event Kejurnas tenis junior merupakan arena pengasahan bakat-bakat muda, dan menjadi ajang penyaluran kreativitas sekaligus mengarahkan semangat jiwa muda untuk bangkit berolahraga serta mewujudkan kabupaten bogor menjadi the city of sport and tourism dalam program panca karsa yaitu Bogor cerdas, Bogor sehat, Bogor maju, Bogor membangun dan Bogor berkeadaban.

“Sejalan dengan rencana pembangunan beberapa fasilitas dan sarana olahraga, termasuk lapangan tenis di pakansari sport center,”

“Kedepan kegiatan kejuaraan tenis di kabupaten bogor, bukan hanya bertaraf Nasional saja, namun harus bisa melaksanakan Kejuaraan bertaraf internasional, seperti halnya piala dunia sepak bola yang akan digelar tahun  2021 di stadion kebanggaan kita pakansari cibinong kabupaten bogor,” kata Iwan.

Wabup menyambut baik kegiatan ini, melalui ajang Kejurnas tenis junior piala Bupati Bogor tahun 2019 ini, “Mari kita jadikan sebagai momentum pembinaan mentalitas generasi muda yang bebas dari Narkoba dan memberikan kontribusi yang positif terhadap generasi muda kita,” katanya.

“saya juga berharap kegiatan ini mampu mengembangkan budaya hidup sehat dan gemar berolahraga di kabupaten bogor,” kata Iwan.

Ia juga mengucapkan terimakasih serta  penghargaan yang setinggi – tingginya kepada keseriusan seluruh panitia yang telah mengarahkan segala daya dan upaya secara maksimal untuk mensukseskan penyelenggaraan Kejurnas tenis junior piala Bupati Bogor 2019.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Ketum Laskar Dewa Diangkat Sebagai Dewan Kehormatan Pencak Silat Padjadjaran Nasional

BERIMBANG.COM, Bogor – Ketua Umun Laskar Demokrasi Warga (Laskar Dewa) Gus Fauzi Ali Hanafi di angkat sebagai Anggota Dewan Kehormatan Pencak Silat Padjadjaran Nasional.

Gus Fauzi Ali Hanafi yang merupakan Tokoh Sentral di Kabupaten Bogor, juga sebagai Ketua Umum Ormas Laskar Dewa tersebut di angkat sebagai Anggota Dewan Kehormatan oleh para Pengurus Pusat Nasional saat pelaksanaan Milad Pencak Silat Padjadjaran Nasional yang ke-91 tahun, yang bertempat di Grand Parahyangan, Jl. Tumenggung Wiradiredja, Cimahpar – Bogor. Minggu (23/12/19) kemarin.

Pantauan Berimbang.com, Acara Milad Pencak Silat Pajajaran Nasional tersebut, sekaligus Syukuran atas di tetepkannya Pencak Sialat sebagai Warisana Budaya disetiap masing-masing diwilayah nusantara, umumnya di tingkat Nasional oleh UNESCO.

(Na)

Depok

Pekerjaan Drainase Di Jalan H Usman Kukusan Ganggu Aktivitas Warga

BERIMBANG.COM, Depok – Pekerjaan Drainase di Jalan Raya H Usman Kukusan tidak mementingkan keselamatan para pengguna jalan yang melintas melewati galian, pelaksana pekerjaan melakukan pembiaran tanah hasil galian menumpuk tanpa adanya pengangkutan tanah.

Sekretaris Tamperak Depok, Yakub mengatakan, hasil penggalian pembuatan drainase sepanjang jalan H Usman, Kukusan yang dilakukan pemborong sangat membahayakan warga sekitar dan pengguna jalan.

” Tanah yang sudah di gali tidak langsung diangkut sehingga terjadi penumpukan tanah sehingga dapat menyebabkan berdebu dan jalanan jadi licin setelah hujan turun, ” ujar Yakub belum lama ini.

Yakub juga berharap, Kontaktor yang mengabaikan keselamatan lingkungan wajib diberikan sangsi karena dapat merugikan masyarakat yang sedang beraktivitas.

” Ditambah lagi setelah melakukan aktivitas galian, kontraktor tidak memasang peringatan bagi pengguna jalan serta tidak dipasang garis polisi, ” ungkap Yakub.

Hal yang sama dikatakan warga kukusan, Andri, pekerjaan yang dilakukan kontraktor jelas merugikan sebab warga yang melintas saluran tersebut bila hujan menjadi becek sehingga para pejalan kaki merasa terganggu

Iik

Nasional

Irjen Kemdikbud Periksa Rektor Unima Terkait Rekomendasi Ombudsman

BERIMBANG.com Jakarta – Inspektorat Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia langsung bergerak cepat menindak-lanjuti Rekomendasi Ombudsman Republik Indonesia

Nomor: 0001/REK/0834.2016/V/2018 tangal 31 Mei 2018 tentang maladministrasi yang dilakukan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam penyetaraan ijazah doctor (S3) luar negeri dan kenaikan jabatan fungsional dosen menjadi guru besar atas nama Julyeta Paulina Amelia Runtuwene.

Sejumlah pejabat Universitas Negeri Manado atau Unima diperiksa secara maraton oleh tim dari Kemendikbud yang dipimpin langsung Inspektur Jenderal Muchlis Luddin.

Tak terkecuali Rektor Unima Paulina Runtuwene ikut diperiksa langsung oleh Muchlis Cs.

Tim dari Kemendikbud terlihat serius memeriksa sejumlah pejabat teras Unima sejak Selasa (17/12/2019) lalu.

Kasus dugaan ijazah palsu yang dilaporkan Ketua Umum Pelopor Angkatan Muda Indonesia (Ketum PAMI) Romy Fredi John Rumengan ini ke Ombudsman RI berhasil menelorkan rekomendasi yang mewajibkan Menristek Dikti mencabut gelar doktor dan jabatan guru besar yang disandang Rektor Unima Julyeta Paulina Amelia Runtuwene.

Mendikbud Nadiem Makarim sendiri pada Senin (16/12/19) lalu sudah berjanji kepada pihak Ombudsman bakal segera melaksanakan rekomendasi Ombudsman terkait pencabutan gelar doktor dan jabatan guru besar Rektor Unima.

Sepi pemberitaan.

Pemeriksaan Rektor Unima Paulina Runtuwene dan jajarannya oleh Irjen Kemdikbud di Manado sepi dari pemberitaan media lokal. Kasus yang sudah viral di seluruh Indonesia ini luput dari pemberitaan pers lokal.

Menanggapi hal itu, Ketum PAMI Romy Rumengan mengaku tidak akan mempersoalkannya.

“Itu kan berita besar seorang rektor diperiksa oleh Inspektur Jenderal Kemdikbud terkait dugaan ijazah palsu harusnya diketahui publik bahwa ada persoalan serius di kampus Unima,” kata Rumengan saat dimintai komentarnya di Manado Jumat (20/12/2019).

Menurut Rumengan, meskipun kasus ini berusaha ditutup-tutupi oleh pihak tertentu tapi kebenaran tidak akan pernah bisa dibungkam.  “Saya yakin Menteri akan berani mencopot sejumlah rektor bermasalah termasuk rektor Unima,” katanya.

Rumengan juga meyakini Mendikbud Nadiem adalah tokoh yang bersih dan siap membantu Presiden RI Joko Widodo untuk melakukan pembenahan dan pembersihan di jajaran Kemdikbud dari praktek mafia pendidikan.

(HM)

Opini

Lulus UKW Tidak Menjamin Kompetensi Wartawan

BERIMBANG.com Jakarta – Lulus UKW Tidak Menjamin Kompetensi Wartawan.

Oleh: Wilson Lalengke

Bukan latah. Tetapi faktanya para lulusan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) gagal menunjukkan kompetensinya dalam berkarya sebagai wartawan.

Minimal, mereka masih gagap dalam menjalankan profesinya sebagai jurnalis. Justru sebaliknya, tak terhitung banyaknya wartawan tanpa sertifikat UKW yang kinerjanya sangat profesional di berbagai media mainstream, baik di dalam maupun di luar negeri.

Banyak sekali contoh lulusan UKW tanpa kompetensi yang dapat ditemukan dimana-mana.

Sebut saja seorang wartawan di Bangka Belitung bernama Romlan. Romlan adalah pemegang Sertifikat Wartawan Utama yang dikeluarkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan ditandatangani oleh Ketua Dewan Pers.

Romlan dinyatakan lulus UKW yang diadakan oleh PWI dan Dewan Pers.

Apa nyana, yang bersangkutan justru menjadi penyebar berita bohong (hoax). Media yang digunakannya untuk menyebarkan karya hoax, www.kabarbangka.com, itupun sudah juga terverifikasi Dewan Pers.

Hal ini semestinya tidak hanya menjadi preseden buruk yang memalukan, namun harus menjadi koreksi total bagi para pemangku kepentingan pers di Indonesia.

Program UKW itu adalah sesuatu yang amat keliru dan harus dihentikan.

Sayang sekali, Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) yang menjadi obyek pemberitaan bohong sang wartawan, yang sedianya akan menyeret lulusan UKW abal-abal PWI dan Dewan Pers itu ke ranah hukum, harus berdamai dengan keadaan.

Kasus tersebut dinyatakan closed, diduga kuat demi menjaga marwah Dewan Pers, kaki tangan Pemerintah yang didanai APBN melalui Kementerian Kominfo.

Hasilnya, tautan berita terkait komplain Kemendagri atas pemberitaan jebolan SMP, Romlan, di Kabarbangka.com raib dari situs kemendagri.go.id.

Ada juga kasus UKW yang aneh bin ajaib. Seorang Zurinaldi, peserta UKW di Riau, dinyatakan tidak lulus UKW.

Bagaimana mungkin proses UKW itu dapat dipandang benar dan valid ketika peserta yang kompetensinya di bidang video editing itu diberikan materi ujian untuk kompetensi reporter?

Zurinaldi ini sudah menjalani profesinya sebagai video editing di sebuah perusahaan media periklanan di Singapore selama beberapa tahun sebelum “dipaksa” oleh media Riau Citra Televisi, tempatnya bekerja yang baru, mengikuti UKW sontoloyo tersebut.

Kembali ke pokok persoalan, mengapa UKW tidak menjamin kompetensi dalam menjalankan profesi sebagai wartawan?

Sama seperti di dunia pendidikan pada umumnya, kompetensi tidak ditentukan oleh ujian atau tes kelulusan.

Ujian hanya dilakukan untuk mengukur kemampuan kognitif seseorang.

Sementara kompetensi merupakan ranah afektif dan psikomotorik manusia. Kompetensi hanya dapat diukur menggunakan variabel competency assessment.

Asesmen Kompetensi itu mengacu kepada sistim pembelajaran yang fokus pada usaha menemukan kendala atau hambatan dan mencari alternatif pemecahan masalah terhadap kendala kompetensi dan kinerja seseorang.

Asesmen Kompetensi memandang bahwa semua orang sesungguhnya memiliki kompetensi atau kemampuan atau talenta.

Tidak seorangpun yang lahir ke dunia ini tanpa dibekali talenta oleh Sang Pencipta.

Nah, ketika kompetensi yang dimiliki seorang manusia tidak mewujud secara maksimal dalam kinerja kesehariannya, maka yang diperlukan adalah meng-asesmen kompetensi yang bersangkutan. Melalui asesmen kompetensi dapat dilihat berbagai hambatan yang dialami seseorang dalam menjalankan misinya, mewujudkan karya terbaiknya.

Ketika hambatan-hambatan telah diketahui, selanjutnya dapat dianalisis dan ditetapkan berbagai alternatif jalan keluar untuk mengatasi atau menyiasati kendala-kendala itu.

Sebagai unsur yang masuk ranah afektif dan psikomotorik, maka kompetensi seorang wartawan tidak hanya diukur dari sisi pengetahuan dan kemampuan menghasilkan karya jurnalistik.

Kompetensi kewartawanan seseorang semestinya dinilai secara kwalitatif dari sisi karakternya sebagai wartawan.

Idealisme kewartawanan yang meliputi: kejujuran, integritas, semangat pantang berputus asa, kepedulian sosial, dan ketulusan hati, harus menjadi karakter harga mati bagi seseorang wartawan.

Unsur-unsur inilah yang semestinya di-assesment dalam rangka meningkatkan profesionalitas setiap wartawan.

Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan RI, telah menghapus Ujian Nasional (UN) dan berbagai bentuk ujian bagi anak didik di semua jenis dan jenjang pendidikan.

Menurutnya, UN dan bermacam ujian itu tidak menjamin kompetensi seorang lulusan.

Nadiem juga dengan tegas menyatakan bahwa sertifikasi lembaga pendidikan tidak menjamin mutu lembaga penerima piagam-piagam sertifikasi.

Maka, seharusnya Dewan Pers bersama para penyelenggara UKW itu memiliki rasa malu untuk tetap memaksakan pelaksanaan UKW terhadap wartawan.

Bukan hanya karena tidak menjamin lulusannya memiliki kompetensi kewartawanan, tetapi lebih daripada itu,

UKW adalah produk ilegal Dewan Pers bersama organisasi pers kroni-kroninya. UKW adalah program akal-akalan Dewan Pers tanpa dasar hukum yang jelas. (*)

Penulis Wilson Lalengke adalah Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia. mengirimkan artikelnya kepada redaksi jumat 20 Desember 2019.

Bogor

Merasa Keselamatannya Terancam, Pimred & Ketua LSM Lapor Polisi

BERIMBANG.com Bogor – Pimpinan Redaksi (Pimred) dan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), merasa terancam keselamatannya, mereka melaporkan hal itu, di Kepolisian Resort (Polres) Bogor,

Jonny Sirait selaku Pimred indonews, menunjukan surat tanda terima berkas pengaduan yang ditanda tangani oleh staf Polres, pada Kamis 19 Desember 2019,

Menurut pengakuan Jonny, pengancaman diduga terindikasi dari berita yang telah ditayangkan dimedianya, hasil dari wawancara dengan ketua LSM Pemuda Perduli Pembangunan dan Ekonomi Rakyat (P3ER) Charles Bresman Munthe, yang menyoroti pembangunan Jalan di Kabupaten Bogor.

Lalu, Jonny menceritakan kronologi kejadian sebelum melaporkan ke polisi, “Pada hari Rabu, 16 Oktober 2019 lalu, saya sebagai pimpinan redaksi media Indonews menayangkan berita terkait pekerjaan proyek AB,” katanya.

“Kemudian saya dan Charles pukul 23.50 WIB, Tanggal 18 Desember 2019, beserta 3 orang saksi bertemu AB CS di sebuah warung makan Khas Batak di wilayah Cikaret, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor,” kata Jonny.

“Di situ terjadilah dialog, AB pun menyampaikan ancaman kepada kami,” ujar Jonny Sirait, kepada wartawan usai melakukan laporan polisi di Polres Bogor, Kamis (19/12/2019) sore.

Lanjut Jonny, “Seharusnya jika AB memang merasa keberatan atas berita tersebut, AB bisa menempuh mekanisme yang sudah diatur dalam Undang-undang Pers, yaitu memberikan hak jawab, tapi AB tetap dan berulang-ulang menyampaikan ancaman pembunuhan tersebut,” katanya.

Cerita Jonny saat kejadian, “kami sebagai pelapor dan saksi berusaha mencari langkah kondusif dengan meminta izin pulang, tetapi saudara AB dengan sengaja menumpahkan minuman di gelas, hingga 3 gelas tumpah, dan AB CS berusaha memukul saya,” ujar Jonny, tidak menjelaskan minuman apa dalam gelas itu.

“Memang sempat terjadi baku hantam walaupun tidak cedera dikarenakan peleraian dari para saksi dan pemilik warung bernama Situmorang,” jelas Jonny.

Sedangkan cerita Ketua LSM P3ER Charles saat kejadian menambahkan, dirinya dan Jonny merasa ketakutan dengan adanya peristiwa tersebut, hingga akhirnya segera meninggalkan lokasi.

“Sampai sekarang saya merasa tidak nyaman dan tak berani pulang ke rumah akibat ancaman tersebut, maka kami memohon perlindungan hukum dan penegakan hukum kepada Kapolres Kabupaten Bogor, khususnya Kasat Reskrim Polres Bogor,” ujar Charles.

Mereka berharap, laporan pengaduan kepada pihak kepolisian dapat diproses lebih lanjut serta mendapat perlindungan hukum.

“Sore ini (19/12) kami sudah membuat LP (Laporan Pengaduan). Semoga kepolisian bisa mengusut kasus ini dan memberikan perlindungan kepada kami atas tindakan sewenang-wenang pihak AB,” ujar Charles.

Hingga berita ini ditayangkan, berimbang.com belum mendapat keterangan resmi pihak kepolisian dan konfirmasi dari pihak AB.

(TYr)

Depok

Harga Kebutuhan Pokok Menjelang Tahun Baru 2020 Di Depok Masih Stabil

BERIMBANG.COM, Depok — Harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan tahun baru 2020 di sejumlah Pasar Tradisional di Kota Depok walaupun ada kenaikkan sekitar Rp 2000 hingga Rp 5000/Kg namun dinilai masih stabil serta stok barang dipastikan aman dan terkendali.

“Secara umum kenaikkan harga barang kebutuhan pokok sebetulnya hal biasa menjelang Natal dan Tahun Baru 2020 karena masih sifatnya wajar karena berbagai faktor seperti kemarau panjang akibatnya hasil mpertanian menggalami gagal panen dan sebagainya,” kata Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Asloeah Madri didampingi Staf Ahli Perdagangan Ahmad Kafrawi, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kania Purwanti, Kepala Diskominfo Sidik Mulyono, Kasatpol PP Lienda R dan Kadishub Depok Dadang Wihana, Kamis (19/12).

Kegiatan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah Pasar Tradisional di Kota Depok tentunya berkaitan dengan antisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2020 ini agar masyarakat dapat mengetahui akan stok barang di sejumlah pasar yang cukup tersedia.

Menurut dia, sebetulnya harga bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat Kota Depok dapat dilihat dari aplikasi yang sudah ada seperti ‘Depok Single Window’ karena harga kebutuhan pokok sekitar 53 komiditi dapat dilihat di aplikasi ini yang berada di tujuh pasar tradisional Kota Depok. “Memang ada kenaikkan harga komiditi namun masih sangat wajar kalau pun ada kenaikkan hanya sekitar Rp 2000 hingga Rp 5000/Kg saja,” tuturnya yang diharapkan warga juga harus berani menawar jika ingin membeli kebutuhan pokok yang terlalu mahal.

Sejumlah komiditi atau kebutuhan pokok yang merangkak naik antara lain Cabe Hijau dari Rp 24.786/Kg menjadi Rp 25.042/Kg, cabe merah kriting Rp 39.438 menjadi Rp 41.063/Kg, bawang merah Rp 39.563 menjadi Rp 40.125/Kg, telor Rp 23.000 menjadi Rp 24.000/Kg, daging sapi lokal Rp 77.000 menjadi Rp 80.000/Kg, daging sapi murni Rp 120.000 menjadi Rp 125.000/Kg, teri medan Rp 123.000 menjadi Rp 125.000/Kg, minyak goring Rp 10.500 menjadi Rp 12.500/Kg, ayam ras Rp 45.000 menjadi Rp 50.000 hingga Rp 55.000/Kg dan lainnya.

Sedangkan untuk enam makanan yaitu seblak, kerupuk padang, tahu, cumi asin, gula merah dan ikan kembung segar yang diambil sampel melihat ada kandungan bahan berbahaya ternyata usai diperiksa sama sekali aman dan tidak mengandung zat berbahaya, katanya.

Red

Bogor

Rakor TKPK, Wabup Bogor: Penanggulangan Kemiskinan Menjadi Prioritas

BERIMBANG.com Bogor – Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Bogor, dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan, di ruang serbaguna 1, Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada kamis (19/12/2019)

Rapat koordinasi bertema penguatan kelembagaan TKPK dalam penajaman program dan anggaran belanja untuk percepatan penurunan kemiskinan di Kabupaten Bogor.

Dalam amanatnya Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menjelaskan, rapat koordinasi ini sangat penting untuk dilakukan agar secara bersama-sama dapat membicarakan pelaksanaan berbagai program pembangunan,

secara khusus masalah penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bogor, terutama dalam menyikapi hasil evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2019.

“penanggulangan kemiskinan menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor tahun 2018-2023,”

*Pada tahun 2023 nanti, tingkat kemiskinan ditargetkan turun menjadi 6,38 %. Ini merupakan target kita bersama dan saya minta dukungan untuk berkerjasama agar target tersebut dapat tercapai,” terang Iwan.

Lanjut dia mengatakan pada tahun 2019 tingkat kemiskinan ditargetkan sebesar 6,91% dan pencapaiannya sebesar 6,66% melampui target.

Tentunya hal ini cukup menggembirakan dan point optimis, kata dia, untuk itu disampaiakan apresiasi kepada semua pihak yang berperan aktif dalam program penanggulangan kemiskinan termasuk intervensi program Pemerintah pusat dan Provinsi.

“saya mengintrusikan kepada seluruh anggota TKPK Kabupaten Bogor agar lebih aktif, konsisten dan komitmen melaksanakan peran fungsinya sesuai tupoksi dalam penanggulangan kemiskinan,” kata Iwan.

Iwan Setiawan berharap agar evaluasi terhadap pelaksanaan program penaggulangan kemiskinan dalam rapat koordinasi ini, dapat memberikan inspirasi dan motivasi ke depan agar kapsitas TKPK Kabupaten Bogor dapat di tingkatkan.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Puskesmas Citeureup Lakukan Reakreditasi Menuju Status Paripurna

BERIMBANG.com Bogor – Unit Pelayan Teknis (UPT) Puskesmas Citeureup, lakukan reakreditasi oleh tim penilai Akrediasi Kemenkes RI, dilaksanakan di aula UPT Puskesmas Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/12/2019).

Dipimpin langsung oleh Bupati Bogor, Ade Yasin, didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina. Hal itu dilakukan dalam rangka meningkatkan status akreditasi dari madya ke status Paripurna.

Juga untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara profesional sesuai standar akreditasi.

Bupati Bogor mengatakan, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pelayanan dasar di puskesmas menjadi ujung tombak dalam menciptakan masyarakat kabupaten Bogor sehat menuju terwujudnya Karsa Bogor Sehat.

Untuk itu, Lanjut Ade, pelayanan yang profesioanal, bermutu dan berkualitas harus dimiliki diseluruh puskesmas di Kabupaten Bogor. Mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan, fasilitas sarana dan prasarana hingga manajemen administrasinya.

“Melalui reakreditasi dari akreditasi madya ke status akreditasi paripurna ini. Diharapkan puskesmas dapat menjamin pelayanan kesehatan bermutu, profesional untuk mendukung terwujudnya Karsa Bogor Sehat,”

“Kami juga berharap, berbagai upaya peningkata kualitas pelayanan kesehatan dasar yang dilakukan jajaran UPT Puskesmas Citeureup ini, status akreditasi Paripurna  bisa diraih,” Ade menegaskan.

Ade Yasin menjelaskan, tahun 2019 ada 39 Puskesmas yang telah malakukan akreditasi dan reakreditasi. Puskesmas Citeureup merupakan puskesmas ke 39 yang melakukan reakreditasi.

“Akreditasi bukan tujuan akhir yang harus dicapai. Yang utama adalah bagaimana memberikan pelayanan dan pertolongan kesehatan dengan maksimal dan prima. Sesuai dengan aturan yang ada, ujung tombak keberhasilan kita sebagai pelayan masyarakat adalah masyarakat puas, senang dengan pelayanan kita,”

“Saya optimis Puskesmas Citeureup dihareup (didepan),” terang Ade.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina menuturkan, penilaian reakreditasi merupakan kali ke dua yang sebelumnya pernah dilakukan pada tahun 2016 dengan raihan status akreditasi madya.

Lanjut dia, Reakreditasi status Paripurna tahun 2019 itu dilakukan, sebagai upaya peningkatan layanan kesehatan mulai dari layanan dasar, persalinan, umum, rawat inap dan kegawatdaruratan terhadap masyarakat wilayah Citeureup.

“Tentunya dukungan Bupati Bogor Ade Yasin, dalam penilaian reakreditasi kali ini. Menambah semangat serta memotivasi kami. Untuk selalu memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas sesuai harapan masyarakat,”

“Besar harapan kami, upaya dan kerjakeras kami beserta tim UPT Puskesmas Citeureup mampu menghasilkan nilai terbaik dengan memperoleh akreditasi Paripurna,” harap Mike Kaltarina.

Ditempat yang sama, Kepala UPT Puskesmas Citeureup Nining Sunengsih menjelaskan, persiapan reakreditasi dilakukan  selama tiga tahun. Setelah tahun 2016 meraih akreditasi tingkat madya.

“Kami ingin mendapatkan nilai terbaik dari tingkat madya menjadi paripurna,” kata Nining.

Tambahnya, persiapan yang dilakukan pada penilaian reakreditasi Paripurna ini. Mulai dari persiapan pasien dan peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

Ada 7777 dokumen yang akan mereka periksa dan gali. Penilaian dilakukan selama tiga hari dari 19-21 Desember 2019 nanti.

“Semua dokumen mereka periksa dan memotret kerja kita, apabila ada kekurangan perbaikan akan segera kami perbaiki. Pencapaian penilaian akan mereka diskusikan dengan komisi Kemenkes RI untuk menentukan kelulusan akreditasi paripurnanya,”

“Kami yakin dan optimis bisa meraih akreditasi paripurna, terlebih dengan dukungan langsung ibu Bupati Bogor Ade Yasin,”

“Tujuan akhir kami dengan akreditasi ini mampu meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien sehingga masyarakat puas dengan pelayanan kami. Serta mampu mendorong terwujunya Karsa Bogor Sehat,” ujar Nining Sunengsih

(Dewi/Derima/Diskominfo Kab. Bogor)