BERIMBANG.COM, Depok – Pemukulan yang diduga dilakukan oleh Staf UPT Pasar Cisalak bernama Jaelani terhadap salah satu pedagang pasar tidak benar adanya pasalnya staf UPT pasar Cisalak sedang berdebat sehingga terjadi saling dorong dengan pedagang sehingga menimbulkan luka yang dialami oleh pedagang. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala UPT Pasar Cisalak, Nelson Dasilva.
Nelson mengatakan, kejadian yang terjadi awalnya ada perdebatan hingga terjadi saling dorong keduanya, ketika itu Jaelani akan memangkas batang pohon karena khawatir akan menimpa kios ayam setelah itu salah satu pedagang protes.
" Dengan saling dorong tersebut ditambah kerumunan orang disitu akhirnya salah satu pedagang mengalami luka di bagian muka, Kalupun itu terkena pukulan bukan oleh staff kami karena pada saat itu jaelani dalam posisi berdiri diam" ujar Nelson melalu sambungan seluler. Rabu (28/2/2018).
Dengan kejadian ini, salah satu pedagang sudah melaporkan pemukulan ke Polsek Cimanggis dan pihak UPT Pasar Cisalak akan memenuhi bila ada pemanggilan.
" Kita akan klarifikasi kepada Polsek terkait pemukulan yang dituduhkan kepada staf kami, kami akan ceritakan kejadian yang sebenarnya," Pungkasnya. ( Iik )
BERIMBANG.COM, Depok – Gugatan Sistem Satu Arah ( SSA) Jalan Arief Rahman Hakim, Jalan Nusantara dan Jalan Dewa Sartika Kota Depok akan digelar kembali di pengadilan negeri Depok tanggal 8 Maret 2018. Agenda sidang mengenai kesimpulan dari berbagai pihak dan persidangan selanjutnya akan dibacakan putusan.
Terkait hal ini,Sekretaris Dinas Dinas Perhubungan Kota Depok, Yusmanto optimis akan memenangkan gugatan yang dilakukan masyarakat karena aturan yang diberlakukan sudah sesuai dengan kajian para ahli serta sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebelum diberlakukannya uji coba SSA.
" Kami sangat optimis gugatan dimenangkan oleh Pemerintah Kota Depok, masalah gugatan masyarakat, itu hak masyarakat untuk melakukannya karena kami sebagai perwakilan dari Pemkot sangat menghargai itu," ucap Yusmanto. Rabu (28/2/2018)
Lanjutnya, dengan diberlakukan SSA sangat bermanfaat dan menguntungkan bagi masyarakat Depok dikarenakan yang awalnya macet arus kendaraan menjadi lebih lancar.
Dari tuntutan masyarakat sekitar, Yusmanto mengatakan agar SSA tidak diberlakukan dengan alasan dari pelaku usaha mengalami penurunan omset ditambah jalur alternatif membuat kebisingin dengan lalu lalang kendaraan. ( Iik ).
Salah satu penguris sedang memperlihatkan postingan ( Foto : iik)
BERIMBANG.COM, Depok – Pengurus Badan Keswadayaan Masyarakat ( BKM) Kelurahan Pancoranmas, Kecamatan Pancoranmas Kota Depok Geram dengan oknum panitia pemilihan BKM kelurahan Pancoranmas pada bulan November 2017 lalu dengan mengatakan melalui Portal forum pers.blogspot berjudul dugaan penyelewangan anggaran BKM, disitus tersebut juga disebutkan bahwa BKM tidak transparan dan menyalahi prosedur.
Koordinator Bina Budi Mulya yang melaksanakan program BKM, Slamet Yusuf mengatakan, tuduhan oknum tersebut tidak mendasar dan hanya ingin memperkeruh suasana kepengurusan BKM periode 2017 sampai dengan 2020 yang sah.
" Tuduhan oknum yang dikutip dari portal blogspot dengan mengatakan tidak transparan dan menyalahi prosedur tidak benar adanya, kami segenap pengurus siap di audit bilamana ada penyimpangan – penyimpangan dana yang telah kami kerjakan selama di pengurusan," terang Slamet dikantornya di Jalan Cagar Alam, Pancoranmas.Kamis ( 22/2/2018).
Menindaklanjuti tuduhan tersebut pihaknya akan melaporkan oknum kepihak yang berwajib karena telah membuat citra BKM Kelurahan Pancoranmas menjadi buruk padahal menurutnya kami pengurus pernah mendapatkan penghargaan dan menjadi contoh BKM se Kota Depok.
" Kami tidak segan – segan untuk melaporkan hal ini dengan pasal UU ITE kepada pihak kepolisian demi menjaga nama baik kepengurusan, saya yakin mereka tidak punya bukti kuat,ini merupakan fitnah yang sangat keji terhadap kami sebagai pengurus BKM," ujar Slamet dengan nada keras.
Sementara itu, Juru bicara BKM, Sukardi menyesalkan hasil pertemuan pada tanggal 22 Februari dikantor Kecamatan Pancoranmas Kota Depok tidak membahas agenda audensi dan mediasi sesuai yang tertera di undangan, pembahasan dengan perwakilan warga justru mengenai tuntutan pertanggungjawaban Rempug Warga Tahunan (RWT) Kepada pengurus BKM.
" Kalau memang itu ( RWT.Red) yang harus dipertanggungjawabka, kami siap memenuhinya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur ( SOP) yang ada dikita dan kami siap bertanggungjawab atas semuanya itu," jelas Sukardi.
Tambahnya, menurut Koordinator Kota ( Korkot) Dadang Munandar kepada Sukardi menjelaskan bahwa, Pertanggungjawaban RWT tidak dapat memggoyahkan kepengurusan yang ada saat ini.
" Ini saya anggap mengada – ngada bila RWT dapat menggugurkan kepengurusan yang sah karena setiap pelaksanaan program selalu kami informasikan kepada warga, yang sudah dikerjakan ataupun yang mau akan dilaksanakan, boleh dicek kepada setiap BKM yang ada di kelurahan – kelurahan se Kota Depok, mereka saja belum melaksanakan RWT," tandasnya. (Iik).
BERIMBANG.COM, Depok – Demi mewujudkan Depok sebagai kota cerdas, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok terus mematangkan rencana pemusatan data warehouse yang terintegrasi dengan semua Perangkat Daerah. Rencana tersebut dilakukan demi menuju Depok menjadi Kota Cerdas 2021, sekaligus untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Sidik Mulyono mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus untuk pengumpulan data yang ada di seluruh Perangkat Daerah. Setelah terkumpul data tersebut, nantinya akan dirancang satu portal web atau aplikasi android yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mengakses data di Kota Depok.
“Menuju kota cerdas buka serta merta dengan banyaknya aplikasi yang dibuat. Tetapi juga melihat kebutuhan masyakat. Karena dalam pengembangan teknologi harus dibarengi dengan pembangunan manusianya dari berbagai sisi seperti sosial dan budaya,” jelasnya kepada depok.go.id, usai Forum Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah (PD) Diskominfo Kota Depok di Wisma Hijau, Senin (19/02/2018).
Dikatakannya, dalam menuju Kota Cerdas harus dilakukan secara bertahap. Selain juga proses menuju Kota Cerdas butuh dukungan semua pihak, agar ke depan predikat Kota Cerdas dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Nantinya dengan data warehouse ini informasinya bisa langsung diakses, sehingga memudahkan pekerjaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Kami akan menunggu terbentuknya Peraturan Daerah (Perda) mengenai Kota Cerdas ini. Kemudian, akan dibentuk dewan Kota Cerdas supaya dalam implementasinya bakal berjalan dengan baik,” terangnya.
Sidik menambahkan, Kota Cerdas merupakan predikat kota yang dapat memberikan solusi cerdas dalam permasalahan di masyatakat. Untuk itu, pihaknya berharap nantinya akan ada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“Untuk wujudkan itu diperlukan sinergitas dan kolaborasi semua Perangkat Daerah, sehingga akhirnya masyarakat dapat benar-benar dimudahkan di Kota Depok,” pungkasnya.
BERIMBANG.COM, Bogor – sejumlah warga mengeluh gunungan sampah di pasar Desa Sukamakmur menimbulkan bau tak sedap tepatnya di Jalan Raya Sukamakmur No.01 Desa Sukamakmur Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor ( 20/02/2018).
Salah seorang warga Kampung Cihanjawar, M Daud Yusup mengatakan, sampah yang ada di pasar desa sukamakmur yang menumpuk itu sanget mengganggu warga kampung cihanjawar khususnya, umumnya wilayah lain karna menimbulkan bau tak sedap yang dirasakannya. " Terus terang saya sebagai warga sanget kecewa dan mana tanggung jawab sebagai managemet pengelola pasar. Sampah ini udh lama belum diangkut – angkut, pedahal iuran – iuran yang sudah ditetapkan management pasar berjalan lancar.
"jika hujan besar sampah tersebut berserakan kejalan, bahkan menutupi selokan air yang mengalir kepemukiman warga khususnya kampung Cihanjawar RT 02 RW 03 Desa Sukamakmur. Saya berharap management pengelola pasar harus sigap menangani persoalan sampah tersebut, minimal membuat bak sampah secara permanen jangan asal – asalan," ujar Daud dengan nada kesal.
Salah seorang pedagang pasar Desa Sukamakmur yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada berimbang.com, bahwa dirinya sudah 3 tahun jalan berjualan di pasar Desa Sukamakmur merasa terganggu dengan tumpukan sampah tersebut, sampah tersebut sudah berbulan – bulan diangkut oleh petugas kebersihan, bahkan tumpukan sampah menutupi jalan setapak yang sering digunakan para pedagan dan pengunjung.
Sekarang, menurutnya, Jalan tersebut tidak bisa dipergunakan karena tertimbun sampah. " Sekarang ini petugas sampah asal – asalan hanya membersihkan sampah didalam pasar saja, sedangkan diluar tidak diperhatikan sama sekali. ini mengakibatkan dikala air meluap sampah pasti berserakan kemana – mana dimohon untuk management harus secepatnya diangkut karena sangat mengganggu bagi pedagang, pengunjung bahkan meluas kepemukiman warga," cetusnya.
" Harapan kami adalah pengelola pasar dan Pemerintah Desa sukamakmur jangan diam saja, segeralah terjun untuk mengatasi persoalan sampah karena ini akan menggangu kesehatan, kenyamanan dan perkembangan pasar itu sendiri," Pungkasnya. ( Ahmad ).
BERIMBANG.COM, Bogor – Terkait beredarnya foto Kasatgas dan sejumlah anggota Satgas Laskar Dewa dengan tim pemenangan pasangan calon bupati nomor urut 5, Kasatgas Laskar Dewa Endang Rahmat angkat bicara. Endang Rahmat mengaku telah dijebak oleh tim pemenangan pasangan calon tersebut saat berfoto.
Endang Rahmat menceritakan, disela kegiatannya dalam mengawal pasangan calon Ade Yasin – Iwan Setiawan yang mengikuti proses pengocokan nomor urut di gedung tegar beriman, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/02/18) lalu, tim pemenangan calon nomor urut 5 yang dikenalnya, memanggilnya untuk foto bersama. Tanpa curiga, Endang Rahmat bersama beberapa anggota Satgas nya pun berfoto bersama.
"Saat itu saya bersama pasukan satgas laskar dewa sedang mengawal calon bupati usungan laskar Dewa, ibu ade yasin dalam kegiatan pengundian nomor urut pasangan calon. Beberapa saat setelah pengundian nomor dan sebelum panitia menggelar simulasi, dua orang tim pemenangan ade wardana yang namanya yudi dan suhanda alias atok menyapa saya dan mengajak berfoto bersama. Karena saya kenal baik dengan keduanya, maka saya bersedia untuk foto bersama. Sebelum difoto, kedua orang itu meminta saya dan anggota saya untuk mengangkat tangan dengan lima jari terbuka. Saya baru sadar bahwa foto itu dimanfaatkan untuk kepentingan mereka setelah saya ditegur oleh ketua dewan pembina laskar dewa karena foto saya beredar luas di media sosial dan sejumlah media lain yang isinya laskar dewa mendukung paslon nomor 5. Ini jebakan buat saya", terangnya.
Atas keputusan KDP Laskar Dewa yang telah memberhentikan jabatannya sebagai Ka Satgas, Endang Rahmat menerima hak itu dengan baik. "Apapun keputusan yang diberikan oleh KDP, saya terima dengan ikhlas", tandasnya. (Na)
BERIMBANG.COM, Bogor- Kegiatan karya bhakti penanaman rumput Vertivier oleh Koramil 2123 Cijeruk-Cigombong kini dilanjutkan dilokasi tanah rawan longsor di Kampung Babakan, Rt 06 Rw01, Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, jumat (16/2/18) pagi tadi
Giat penanaman rumput Vertivier akan terus dilakukan ditempat-tempat yang rawan longsor, ini bentuk upaya kita untuk mengurangi terjadinya tanah longsor. Hal ini dikatakan salah satu Anggota Koramil 2123 Cijeruk-Cigombong, Serda Mahrusi Kepada berimbang.com
" Kita akan terus tanam rumput ditempat rawan longsor, ini merupakan bentuk antisipasi kita dalam berupaya mencegah terjadinya longsor, kususnya diwilayah Kecamatan Cijeruk. Pasca terjadinya bencana longsor di Kampung Maseng, Desa Warungmenteng, Kecamatan Cijeruk, yang menelan 5 orang korban meninggal dunia, dan 7 org korban luka," terang Mahrusi
Hadir dalam giat penanaman rumput Vertivier tersebut, Danramil 2123 beserta Anggota, Kepala Desa Cibalung beserta Staf, Babinsa dan Babinmas Desa Cibalung, Linmas, Masyarakat dan Pelajar MTS Arrasyid. (Wan)
BERIMBANG.COM, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kini mulai menerapkan sistem transaksi non tunai untuk setiap penerimaan maupun pembayaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Langkah tersebut ditempuh guna meningkatkan tata kelola manajemen pemerintahan yang lebih baik.
Sekretaris Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok Helmi Ahmad mengatakan, pihaknya menerapkan sistem transaksi non tunai berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 10 tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi tahun 2016 dan 2017. Selain itu, penerapan sistem tersebut juga sebagai tindak lanjut Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 910/1867/SJ tentang Implementasi transaksi Non Tunai pada Pemerintah Kabupaten/Kota.
“Pemerintah Daerah diminta menerapkan sistem ini. Kami pun sudah menerapkan setelah keluarnya Peraturan Wali Kota Nomor 62 tahun 2017 tentang Sistem Penerimaan dan Pembayaran Belanja Daerah Melalui Transaksi Non Tunai,” jelas Helmi saat ditemui di ruang kerja, Rabu (24/01/2018).
Dikatakannya, transaksi non tunai merupakan pembayaran yang diberikan dengan tidak menyerahkan uang langsung. Cara tersebut dilakukan melalui pihak ketiga yaitu perbankan dengan metode transfer. Bank yang digunakan dalam pembayaran tersebut yaitu Bank BJB.
“Apabila yang bersangkutan tidak memiliki Bank BJB dapat menggunakan bank lain dengan ketentuan dikenakan biaya administrasi dalam transfer,” terangnya.
Dengan penerapan transaksi non tunai ini Helmi mengaku, pengelolaan keuangan bisa dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Hal tersebut karena semua kegiatan baik pembayaran pajak daerah, perjalanan dinas dan tunjangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilakukan transaksi non tunai.
“Jadi untuk pembayaran di atas Rp 500 ribu harus dengan sistem transfer di masing-masing perangkat daerah,” kata Helmi.
Dirinya berharap, dengan penerapan transaksi non tunai dapat menghindari hal yang tidak sehat dalam pengelolaan keuangan. Selain juga dapat lebih mempermudah bendahara keuangan dalam mengatur keuangan di setiap perangkat daerah.
BERIMBANG.COM, Depok – Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna memberikan apresiasi terhadap warga Depok atas antusiasmenya melakukan salat gerhana berjemaah di Masjid Balai Kota. Bahkan, tak hanya di Balai Kota, salat sunah ini juga ramai dilakukan warga Depok lainnya di sejumlah masjid dan tanah lapang.
Sejak Magrib, para jemaah baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun warga sekitar sudah berada di lingkungan Masjid Balai Kota, baik di lantai satu maupun dua. Selain duduk membaca kitab Alquran dan melantunkan selawat, di antara mereka juga ada yang mengambil kesempatan untuk memotret bulan yang memasuki masa awal Gerhana Penumbra.
“Malam hari ini sesuai dengan instruksi pimpinan, kita mengadakan salat gerhana di Masjid Balai Kota. Alhamdulillah, saya lihat jumlah jemaah yang hadir luar biasa,” kata kepada depok.go.id, Rabu (31/01/2018).
Bahkan, dikatakannya beberapa camat dan lurah turut melaporkan langsung. Bahwa hampir di seluruh masjid yang ada di daerah mereka, menggema lantunan selawat dan takbir menyambut gerhana bulan tersebut.
Melalui fenomena alam ini, Pradi mengajak untuk bersama-sama meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Di antaranya, dengan berbuat baik yang diniatkan ikhlas karena Allah semata.
“Gerhana ini adalah fenomena yang sangat jarang terjadi. Tentu, sebagai Muslim kita menyikapinya sebagai kekuasaan dan kebesaran Allah. Maka sudah sepatutnya kita melakukan evaluasi diri, amal perbuatan apa yang telah dipersiapkan untuk kehidupan akhirat nanti,” tutupnya.
BERIMBANG.COM, bogor- Koramil 2123 Cijeruk-Cigombong bersama Muspika Kecamatan Cijeruk melaksanakan giat menanam ribuan rumput vertivier dan Mani'i dilokasi rawan longsor, kamis (15/2/18) pagi tadi.
Danramil 2123 Cijeruk, Mayor Oma Kurniawan mengatakan, Hari ini kita melaksanakan giat penanaman rumput vertivier di Kampung Cipelang, Rt 01 Rw 03, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.
"Kita melaksanakan kegiatan penanaman rumput ini langsung didampingi oleh Camat Cijeruk, Kades Cipelang beserta Stafnya, Satpol PP Kecamatan Cijeruk, Linmas Sekecamatan Cijeruk, dan beberapa Anggota dari Koramil," ujarnya kepada berimbang.com
Lebih lanjut Oma menjelaskan, dilaksanakannya Penanaman rumput vertivier dan mani' untuk mengantisipasi terjadinya longsor di sekitar tebingan dan perbukitan. Hal ini dapat mengurangi resiko longsor dibeberapa wilayah tererorial koramil 2123 cijeruk-cigombong, penanaman rumput ini atas intruksi dan arahan dari Pangdam 3/Siliwangi.
"Giat pelaksanaan ini sebelumnya dilaksanakan di wilayah desa tajurhalang, dan selanjutnya kita akan tanam disetiap titik rawan longsor kususnya didua kecamatan, yaitu kecamatan cijeruk-cigombong," pungkasnya. (Wan)