Bulan: Januari 2018

Berita UtamaBogor

Pengrajin Wayang Di Bogor Butuh Perhatian Pemerintah

BERIMBANG.COM, Bogor – Ingin memberikan kenang-kenangan atau suvenir spesial kepada teman atau kerabat, cobalah datang ke tempat pembuatan wayang golek di daerah Panca Galih, Kelurahan Loji Bogor Barat. Terletak di  pemukiman padat, sanggar milik Yuyun Sumantri dan Ade Sumantri, di Sanggarnya ini tak hanya membuat wayang tokoh-tokoh dalam cerita Mahabharata dan Ramayana, tapi juga menerima pesanan khusus berupa wayang sesuai pemesannya.

"Bisa pesan tokoh wayang sesuai permintaan, tidak terkecuali buat souvenir," kata Yuyun saat dijumpai disanggarnya. Senin, (8/1/2018) malam.

Harga wayang golek khusus panggung, menurut Yuyun, lebih mahal dibanding wayang golek biasa yang dia jual berkisar 250 ribu-500 ribu. Untuk wayang khusus yang biasa dipakai dalang saat manggung, lengkap dengan kostum dan hiasan kepala misalmya, dibandrol Rp 1 jutaan, bahkan bisa lebih. 

"Tergantung si pemesan, maunya yang harga berapa insyaallah kita sesuaikan dengan permintaannya," ujarnya.

Selain menerima pesanan, pengunjung juga  bisa membeli langsung wayang golek buatannya. Yuyun, tidak memajang aneka wayang itu di dinding. Akan tetapi dia simpan diruangan khusus. Memang, sepintas kalau melihat ke sanggarnya, pengunjung tidak menyangka, kalau dirumahnya yang merangkap sanggar tersebut tempat pembuatan wayang dan tersimpan berbagai macam jenis tokoh wayang hasil karyanya.

Yuyun, memerlukan waktu sekitar seminggu untuk membuat sebuah wayang golek, lengkap dengan kostumnya. Dia dibantu langsung bersama sang kakak, Ade Sumantri. Dalam sebulan di sanggar pembuatan wayang golek yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu itu bisa membuat 20 sampai 50 buah wayang golek.

Untuk bahan sendiri biasanya kita cari bahan yang mudah dalam pengukirannya, seperi kayu Lame. Jenis kayu Albasia atau Astonia jenis-jenis bahan seperti itu juga bisa, hanya saja bahan-bahannya mulai jarang.

"Bahannya sudah mulai jarang, kalau pun ada harus pesan jauh-jauh hari, dan harganya lumayan," katanya.

Hal yang sama dikatakan Ade Sumantri, salah seorang pengrajin wayang golek di Sanggar itu, untuk bahan selain mencari teksturnya yang halus, bahannya juga harus mudah dibentuk dan tidak mudah patah.

Ade menjelaskan, untuk  membuat satu set wayang, lengkap kepala, badan, tangan, dan penopangnya dibutuhkan waktu tiga harian lebih. “Yang bikin lama proses pengeringan kayunya terutama saat musim penghujan," jelasnya.

Wayang kemudian diamplas sampai halus kemudian dijemur sebelum dicat agar kayu benar-benar kering. Selanjutnya wayang yang sudah selesai itu dipakaikan kostum, riasan kepala, dan pernak-perniknya lainnya sesuai kebutuhan yang juga hasil kepiawaian para pengrajin sanggar.

"Semoga pemerintah setempat, khususnya dinas terkait di Bogor bisa memperhatikan pengrajin wayang seperti kita utamanya dalam permodalan dan pemasarannya," pungkasnya.(zenal)

Berita Utama

Kejurnaan Grasstrack & Motocross Ramaikan Desa Tangkil Caringin Bogor

BERIMBANG.COM, Bogor – Kejuaraan Porsida Grasstrack & Motocross digelar di Desa Tangkil RT 01/01 Kampung Batong Kecamatan Caringin Kabupaten Kabupaten Bogor. Puluhan grasstrack dari Bogor dan luar bogor ikut meramaikan Sirkuit Desa Tangkil kampung Batong Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. Minggu ( 7/1) siang.

Rangkaian pembukaan dihadiri dan di resmikan oleh Kepala Desa H.Acep Awaludin Beserta sekertaris desa dan perangkatnya, Babinsa, Babimas, Panitia lomba dan seluruh Lapisan Masarakat.

Asep Murdok Selaku panitia mengatakan pada kejuraan kali ini dilombakan 12 kelas yakni bebek standard , bebek Standar Open, bebek Modif Open, FFA Open, Omr KLX Open, Matik Open.  Hari ini Semua grasster wajib mengikuti babak penyisihan di setiap kelas. (Zenal)

Jabodetabek

PTK Laskar Dewa Kecamatan Tenjolaya Peringati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW

BERIMBANG.COM, Bogor – Pengurus Tingkat Kecamatan (PTK) Laskar Demokrasi Warga (Laskar Dewa) Wilayah Kecamatan Tenjolaya peringati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tepatnya di Kampung Pasir Ipis, Rt 16, Rw 04, Desa Situdaun,  Kecamatan Tenjolaya,  Kabupaten Bogor, Sabtu (6/1/17) malam. 

Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Laskar Dewa Henky Hedo, Sekjen Dadang Dkh, Bendara Umum  Asep Supriadi serta jajaran DPP Laskar Dewa,  Pengurus Tingkat Kecamatan (PTK) Tenjolaya Furqon S.Pd  dan para tokoh alim ulama serta dihadiri Ratusan masyarakat setempat. 

Ketua Umum Laskar Dewa, Henky Hedo mengatakan, Hikmah dari peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw, kita harus mengikuti langkah sifat-sifat Rasullullah yang menjadi teladan. 

"Dalam memperingati Maulid Nabi bukan hanya mendengar ceramah saja, tetapi seharusnya juga menjadikan kisahnya sebagai teladan dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari sebagai Umat Islam," Ujarnya saat menghadiri acara tersebut. (Na/Wan)

Berita UtamaDepok

Miris Dengan Golkar Depok, Kader Tuntut Dedi Mulyadi Benahi Partai

BERIMBANG.COM, Depok – Kader Partai Golkar miris pada kondisi DPD Partai Golkar Kota Depok yang carur-marut. Nyaris tak terdengar kiprahnya dikancah politik di Kota Depok

Padahal, sebut Koordinator Kaukus Kader Cinta Partai Golkar Edmond Johan kepada Wartawan Transkhatulistiwa Edi mengatakan, banyak agenda politik tingkat nasional, provinsi, kabupaten, dan kota yang harus diikuti dan diperjuangkan untuk dimenangkan oleh Partai Golkar. Yang di depan mata adalah Pilgub 2018 Provinsi Jawa Barat.

“Kondisi Partai Golkar di Kota Depok sekarang lemah, seperti tanpa roh. Leadership tak terasa. Kami sebagai kader dan loyalis partai miris dengan kondisi ini. Kaukus Kader Cinta Partai Golkar mendesak Ketua DPD Provinsi Dedi Mulyadi Jawa Barat turun-tangan,” ujar Edmond Johan kepada Jurnalis Transkhatulistiwa di Kantor PWRI Jaya Kota Depok , Kamis (1/4/2018).

Jelas Edmond Johan, mantan legislator DPRD Kota Depok ini, kekacauan Partai Golkar di Kota Depok disebabkan terjadi tindakan inkonstitusional AD-ART dan Peraturan Organisasi Partai Golkar yang dipaksakan oleh seorang fungsionaris DPP Kota Depok pada tahun 2016 lalu. Sedangkan waktu itu Babai Suhaemi masih menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kota Depok periode 2016 – 2020.

“Untuk kepentingannya, oknum ini dan dimanfaatkan oleh golongan pragmatis yang mendompleng  Partai Golkar memaksa melaksanakan musdalub, mengkudeta pengurus sah yang ada. Mareka memanfaatkan kondisi yang berlangsung di DPP Partai Golkar waktu itu. Sekarang jadi ketahuan,” sebut mantan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok.

Maka dari itu, demi mengembalikan kesuksesan dan kekompakan kader, Edmond menegaskan meminta kepada Ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk turun-tangan memulihkan kepengurusan Babai Suhaemi.

Dedi, sebut Edmond, sudah menyanggupi untuk segera membenahi Partai Golkar di Kota Depok dan akan mengembalikan kepengurusan yang dipimpin Babai Suhaemi.

“Kami sudah berjumpa dengan Bapak Dedi Mulyadi di Purwakarta, kami sampaikan kondisi partai di tempat kami yang tak jelas kiprahnya. Dikelola oleh para pragmagtisme politik dan keuntungan lainnya. Tuntutan kami, hasil musdalub 2016 dianulir. Kembali kepada Kepengurusan Periode 2016 – 2020 yang sah,” Pungkas Edmond Johan. (Red)

 

Berita UtamaJabodetabek

Camat Cigombong Menempatkan Kanit Pol PP Sebagai Plth Kades Wates Jaya

BERIMBANG.COM, Bogor- Setelah wafatnya Kepala Desa (Kades) Wates Jaya, di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Untuk mengisi kekosongan Kepala Desa Wates Jaya, maka pemerintah Kecamatan Cigombong menempatkan Kanit Pol PP Somantri untuk menjadi Pelaksana Tugas Harian (PLTH) di desa tersebut. Penempatan PLTH ditetapkan camat melalui Surat Tugas yang ditandatangani pada tanggal 18 Desember 2017 lalu.

Penempatan PLTH Kades Somantri di Desa Wates Jaya, disosialisasikan di aula kantor desa setempat, Kamis (4/1/18) siang. Hadir dalam Sosialisasi tersebut, Camat Cigombong Basrowi, Kapolsek Cigombong – Cijeruk Kompol Safiuddin Ibrahim, Dan Ramil Cigombong – Cijeruk Mayor Armed Oma Kurniawan, Jajaran pengurus Rt, Rw, Bpd, Lpm, Kader PKK, serta perwakilan masyarakat Desa Wates Jaya. 

Dalam sambutannya, Camat Cigombong mengatakan bahwa penempatan PLTH berdasarkan sejumlah pertimbangan. "Berdasarkan pertimbangan, Saya sebagai Camat Cigombong memberikan SK kepada Kanit Pol PP Somantri untuk menjadi PLTH Kepala Desa di Desa Wates jaya ini, karena beliau cukup berpengalaman, dan bukan hanya kali ini saja Pak Somantri  ini menjabat sebagai PLTH," ujarnya. (Na/Wan)

Berita UtamaDepok

Meninggal Usai Operasi, Penanganan Pasien RS Bunda Aliyah Dipertanyakan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, dr Lies Karmawati (Kiri) usai menjenguk bayi Janik pasien Ibu Meninggal usai melahirkan di RS Bunda Aliyah. ( Foto : Iik).

BERIMBANG.COM, Depok –  Seorang pasien ibu Leni Marlina dari kalangan keluarga kurang mampu yang ditangani pihak Rumah Sakit Bunda Anak Aliyah di Kota Depok, Jawa Barat akhirnya meninggal dunia usai dilakukan operasi sesar. 

Hal itu disampaikan pihak keluarga pasien kepada para pewarta. Tidak hanya itu, pihak keluarga juga sempat pertanyakan penanganan pihak RSBA usai pelaksanaan operasi sesar. 

"Meski terkadang muntah, sebelum dioperasi istri saya dalam keadaan sehat – sehat saja. Begitu usai dilakukan operasi terlihat banyak darah dan disitu mulai dropnya istri saya," tutur suami dari pasien RSBA, Janik, kepada para pewarta Kamis, (4/1)

Janik juga mempertanyakan prihal tidak dilakukanya tambah darah pada istrinya saat alami pendarahan usai operasi sesar. 

"Yang saya pertanyakan kenapa istri saya tidak dikasih tambahan darah. Saat itu saya liat istri saya sudah penuh darah,", katanya.

Melalui dokter spesialis kebidanan yang menangani ibu Lina Marlina di RSBA, dokter Iwan mengatakan setelah kami diagnosa, Ibu Leni mengalami penyakit yang cukup serius dan bisa dikatakan komplikasi.

"Riwayat penyakit yang di derita pasien yakni keracunan air ketuban, darah tinggi, asma serta pembekuan darah. Secara globalnya komplikasi. Tapi kami sudah memberikan pelayanan yang maksimal terhadap ibu dan bayi," kata Iwan.

Sementara itu, Direktur Utama RSBA, Siti Khadijah mengatakan bayi masih dalam perawatan di ruang NICU untuk menjalani proses pemulihan dan tidak ada penahanan bayi dari pihaknya.

" Alhamdulillah bayi sekarang ini dalam keadaan sehat dan masih dalam perawatan. Kami juga tidak menahan sang bayi, " kata.

Terkait biaya, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Depok dan akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Depok.

Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Kesehatan Kota Depok, dr Lies Karmawati membenarkan biaya perawatan ibu dan anak ditanggung oleh Pemerintah Depok dari bantuan sosial.

"Dari Pemkot memang ada bantuan sosial untuk membiayai pasien yang kurang mampu, asalkan memang betul – betul warga Depok," terang dr Lies. (Ko)

Berita UtamaDepok

Urus BPJS Lama, Pemkot Depok Tanggung Biaya Persalinan Pasien RS Bunda Aliyah

BERIMBANG.COM, Depok – Seorang ibu yang bernama Leni Marlina Alamat di Kelurahan Kukusan, Beji Kota Depok meninggal dunia saat  melahirkan bayi di RS Bunda Aliya di jalan kartini  pada hari Selasa, 2 Januari 2018 pukul 21.00 WIB dan sampai sekarang bayi tersebut masih masih dalam perawatan di ruang NICU di RS dikarenakan pihak keluarga harus membuat kartu BPJS dengan biaya persalinan perkiraan sebesar 13 Juta dan belum termasuk biaya perawatan bayi sebesar 5 juta rupiah

" Kami diharuskan mengurus kartu BPJS sedangkan lama, bagaimana dapat megeluarkan anak saya bilamana saya terlalu mengurus BPJS, " terang Janik selaku suami pasien di RS  Bunda Aliya. Kamis ( 4/1/2018).

Sementara itu, Direktur Utama, Siti Khadijah dalam keterangan pers mengatakan membantah telah menahan bayi tetapi bayi masih dalam perawatan di ruang NICU untuk menjalani proses pemulihan.

" Alhamdulillah bayi sekarang ini dalam keadaan sehat dan masih dalam perawatan," ujar Siti.

Lanjutnya, terkait biaya pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Depok.

Hal yang sama dikatakan Kepada Dinas Kesehatan, dr Lies Karmawati, membenarkan biaya perawatan ibu dan anak ditanggung oleh Pemerintah Depok dari bantuan sosial.

" Ya, kami dari Pemkot memang ada bantuan sosial untuk membiayai pasien yang kurang mampu, asalkan memang betul – betul warga Depok," ucap Lies.( Iik).

Berita UtamaJabodetabek

Ada Dugaan Paksaan Terhadap Pembelian Lahan Garapan Milik Kementrian Keuangan Di Jasinga

BERIMBANG.COM, Bogor – Lahan seluas kurang lebih 500  Hektar di Desa Negrasari dan Cikopomayak Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor dijadikan jual beli lahan garapan dengan masing – masing Desa Negrasari seluas kurang lebih  280 Hektar sedangkan Desa Cikopomayak seluas kurang lebih 200 Hektar.

 Kavling lahan garapan untuk perumahan ( Foto :Ist )

Menurut  informasi dari beberapa sumber, lahan garapan milik Kementrian Keuangan c.q Direktorat Jenderal Kekayaan Negara ( DJKN) Propinsi Jawa Barat sudah melakukan pemberitahuan melalui surat Nomor : S – 647/ WKN.08/2017 Kepada pemilik garapan agar segera dilakukan pengosongan tanah dan bangunan tetapi pembebasan lahan dilakukan oleh oknum – oknum tertentu dengan melakukan pembayaran kepada pemilik lahan garapan yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani sebesar antar 1,500 rupiah sampai 4000 rupiah / meternya.

Oknum masyarakat yang membeli lahan garapan dari warga setempat di duga memanfaatkan surat dari Kementrian Keuangan perihal pengosongan lahan dan bangunan untuk kepentingan investor dalan meraup keuntungan yang sebesar-besarnya.

Selanjutnya dalam melakukan pembebasan terhadap warga setempat yang mempunyai garapan seakan – akan dipaksa untuk menjual lahan garapan kepada oknum tertentu dengan melakukan intimidasi karena lahan tersebut menurutnya akan segera dimanfaatkan untuk perumahan Departemen Pertahanan dan dijadikan lahan pertanian.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Desa Cikopomayak, Muis ketika dikonfirmasi berimbang.com membenarkan bahwa ada seseorang memberikan surat dari DJKN Propinsi Jawa Barat perihal pengosongan lahan dan bangunan untuk segera melakukan pembebasan lahan garap yang dimiliki warga.

" Kami memang betul menerima surat tersebut tetapi saya lihat hanya foto copynya saja yang diberikan kepada kami seharusnya kami diberikan surat asli dari DJKN," ujar Muis di kantor Kepala Desa Cikopomayak. Selasa (2/1/2018).

Lanjutnya, Muis juga mendengar adanya penekanan dan intimidasi kepada warga pemilik garapan agar segera diambil alih garapan oleh oknum tertentu dengan harga murah sebagai dana kerohiman untuk warga.

" Lahan garapan tersebut memang tidak ada secara tertulis atau mengetahui dari aparat desa dan kamipun tidak tahu yang menggarap itu siapa saja, apakah dari warga sekitar atau dari wilayah lain, sedangkan yang kami tahu, lahan garapan di Desa Cikopomayak saja sudah sekitar 120 Hektar," terang Muis. ( Iik/ Ahmad ).

Berita UtamaJakarta

Tak Tahan Godaan Uang, 900 Kades Terjerat Korupsi Dana Desa

BERIMBANG COM, Depok –Sejak pertama kali digelontorkan pada 2015, Pemerintah sudah mengucurkan dana desa sebanyak Rp 127,74 triliun. Dana tersebut sudah diterima 74.910 desa dengan rincian pada 2015 sebesar Rp 20,76 triliun, 2016 Rp 49,98 dan 2017 Rp 60 triliun.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan setiap desa pada tahun pertama kira-kira dapat Rp 300 juta, tahun kedua Rp 600 juta, tahun ketiga Rp 800 jutaan.

Menurut Presiden Jokowi, dari sekitar 74.000 desa yang menerima Dana Desa, tahun ini ada kurang lebih 900 desa yang mempunyai masalah, kepala desanya ditangkap, karena menyelewengkan Dana Desa. Untuk itu, Jokowi meminta agar hati-hati menggunakan dana ini.

“Silakan dipakai untuk membangun infrastruktur silakan, jalan desa silakan, dipakai untuk embung silakan, dipakai untuk irigasi yang kecil-kecil silakan, dipakai untuk membendung sungai kecil silakan. Yang paling penting yang tidak boleh, hanya satu, jangan ada yang ngantongin untuk kepentingan pribadi, ini yang tidak boleh,” tegas Jokowi.

Salah satu contoh kasus ialah Kun Hidayat (KH), pegawai negeri sipil (PNS) yang menjabat sebagai kasi pemberdayaan masyarakat, di Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, ditangkap tim saber pungli Polda Jatim. Kun diduga kuat telah melakukan pemotongan uang alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) di wilayah Kecamatan Kedundung.

Saat dilakukan penangkapan di halaman kantor Bank Jatim, cabang Sampang, Senin (5/12), tim saber pungli mengamankan uang sebesar Rp 1,5 miliar. Modus pungutan liar yang dilakukan tersangka adalah dengan melakukan pemotongan uang ADD dan DD, yang cair diperuntukkan 18 Desa di Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Seperti di Desa Kramat, uang cair seharusnya Rp 118,6 juta, tapi oleh tersangka dipotong dan hanya diberikan sebesar Rp 65 juta. Kemudian, Desa Nyeloh pencairan sebesar Rp 139,3 juta, hanya diberikan hanya Rp 21,2 juta.


Alasan tersangka ke desa, pemotongan itu diperuntukkan pembayaran pajak, pelatihan. Seharusnya tidak ada pemotongan, tapi itu dilakukan oleh tersangka, dengan untuk mencari keuntungan.

Selain itu, ada kejadian penangkapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada lima tersangka dalam kasus suap Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan terkait penanganan perkara penyalahgunaan dana desa. KPK menetapkan Bupati Pamekasan, Achmad Syafii Yasin dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, Rudi Indra Prasetya sebagai tersangka kasus suap senilai Rp 250 juta.

Suap tersebut bertujuan untuk menghentikan penyelidikan serta penyidikan oleh Kejaksaan Negeri dalam kasus korupsi proyek infrastruktur. Proyek senilai Rp 100 juta tersebut menggunakan dana desa. KPK juga menetapkan Kepala Inspektorat Kabupaten Pamekasan, Sucipto Utomo, Kepala Desa Dasuk Agus Mulyadi dan Kepala Bagian Administrasi Inspektorat Kabupaten Pamekasan Noer Solehhoddin sebagai tersangka dalam kasus yang sama.


Akan tetapi, tak semua kepala daerah senang wilayahnya mendapatkan jatah dana tersebut. Sebagian dari mereka justru resah menggunakan dana tersebut karena takut berurusan dengan hukum.

Seperti 97 Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Sidoarjo. Mereka takut dalam membelanjakan, membangun maupun mengelola keuangan desa yang ada hingga akhirnya memilih meminta pengawalan dan pengamanan pengelolaan keuangan desa dengan pihak Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

Kewenangan desa untuk mengelola dana Rp 1 miliar dinilai oleh peneliti Pusat Kajian Anti korupsi (Pukat) UGM, Hifdzil Alim, membuat perangkat desa gagap. Sebab, sejauh ini belum banyak desa yang memiliki rekam jejak dalam mengelola dana dengan jumlah yang besar.


Besarnya kucuran dana desa membuat KPK punya tugas besar mengawasinya. Semakin besar dananya, semakin besar pula kemungkinan penyalahgunaannya.

“Kamu bayangkan, Rp 120 triliun itu bisa bikin apa? 120 km MRT tuh, Rp 1 triliun 1 km. besar sekali. Makanya KPK memperhatikan betul,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

KPK memberikan wejangan kepada para kepala desa sebagai salah satu cara agar penggunaan dana desa tidak disalahgunakan. Terpenting, kata Saut, penggunaannya dilakukan dengan transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pihaknya bakal lebih mengetatkan sistem pengawasan penyaluran dan penggunaan dana desa agar dapat lebih dirasakan manfaatnya. Selain itu, pemerintah akan menyederhanakan sistem pelaporan penggunaan dana desa agar tidak malah menjadi rumit dan justru memberatkan masyarakat.

“Kita juga akan lakukan simplifikasi pelaporan dana desa. Pelaporan yang berkali-kali juga tidak menghasilkan output yang baik atau kinerja yang baik juga,” kata Sri Mulyani. (ARN)

Sumber: Merdeka

Bogor

Pengamanan Malam Tahun Baru, Polsek Cijeruk -Cigombong Dibantu Ormas Laskar Dewa

BERIMBANG.COM, Bogor – Situasi malam pergantian Tahun, jalur lalu – lintas di wilayah Cijeruk – Cigombong hingga saat ini terpantau cukup lancar. Dalam melaksanakan pengamanan malam tahun baru ini, Anggota Polsek Cijeruk- Cigombong dibantu oleh aparat Koramil Cijeruk – Cigombong, Satpol PP Kecamatan, Ormas Laskar Dewa, dan Ormas Banser. Giat pengamanan diawali dengan apel siaga pada pukul 20.00 Wib. Hal itu dikatakan Kanit Lantas Polsek Cijeruk-Cigombong, Iptu Ma'ruf, minggu (31/12/17) malam.

Ma'ruf menerangkan, Situasi jalur saat ini wilayah Cigombong mulai dari perbatasan Sukabumi sampai perbatasan Caringin lancar, kedua arah kecepatan lalu lintas rata – rata mencapai 40 hingga 50 km/jam.

"Situasi jalur pada malam ini cukup lancar, untuk sementara ini tidak ada titik-titik yang menimbulkan kemacetan. Jadi pengamanan dipusatkan di Pos Pengamanan yang berlokasi depan Hotel Lido Resort wilayah Cigombong," terangnya.

Ditempat yang sama, Sekjen Ormas Laskar Dewa, Dadang DKH mengatakan, Ormas Laskar Dewa ikut serta dalam pengamanan penggantian  tahun baru sejak dua hari sebelumnya.

"Kita Ormas Laskar Dewa sudah melibatkan diri dalam pengamanan selama dua hari, pengamanan ini langsung diperintahkan oleh Ketua Dewan Pembina Laskar Dewa, Gus Fauzi Ali Hanafi. Yang diutamakan dalam pengamanan, Anggota Satgas sebanyak 20 orang. Apa yang kami lakukan ini sebagai bentuk kerja sama dengan aparat yang berada  diwilayah setempat," ujarnya. (Na/ Wan)