Bulan: Februari 2017

Daerah

Terkait Penjualan Benur, Ratusan Nelayan Rusak Mapolsek Cisolok

IMG-20170204-WA0012

BERIMBANG.COM, Sukabumi – Ratusan massa nelayan rusak Markas Kepolisan Sektor Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sekitar pukul 16.00 WIB. Jumat (3/2/17) kemarin.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan, Pengrusakan Mapolsek Cisolok berawal ketika anggota Satuan Reskrim Polres Sukabumi mendapatkan informasi penjualan benur (bibit udang) di wilayah Kecamatan Cisolok. 

" Setelah mendapatkan informasi sebanyak tujuh anggota kepolisian melakukan pengecekan adanya informasi tersebut, Sesampainya di wilayah Kampung Pajagan, Desa Cikahuripan, Kecamatan, Cisolok Sukabumi, anggota yang melakukan pengecekan mendapat perlawanan dan hadangan oleh warga nelayan sekitar," terang Yusri.

Polisi dan warga sempat melakukan mediasi di salah satu rumah makan di sekitar wilayah tersebut. Namun beberapa warga lainnya melakukan provokasi. Pada saat ada mediasi, ada warga yang sengaja mengajak warga lain melalui pengeras suara masjid untuk datang ke rumah makan tempat di mana anggota sedang musyawarah.

Yusri menambahkan, kurang lebih 500 orang warga masyarakat melakukan aksi nekat merusak mobil anggota Sat Reskrim Polres Sukabumi yang sedang melakukan mediasi, Sebagian kurang lebih 200 orang menuju ke Polsek Cisolok melakukan perusakan,

"Dengan adanya perusakan, pihak kepolisian mengumpulkan barang bukti, meminta keterangan saksi dan selanjutnya mencari orang-orang yang diduga terlibat dalam perusakan tersebut", tutupnya. (Na/Wan)

 

Nasional

Bos Pandawa Group Dan Para Leader Dilaporkan Ratusan Nasabah Ke Polisi

images

BERIMBANG.COM, Jakarta – Ratusan korban penipuan berkedok investasi bodong Pandawa Group melapor ke Polda Metro Jaya, Jumat, 3 Februari 2017. Mikael Marut, kuasa hukum para korban mengatakan, dari 173 orang yang menjadi korban dengan kerugian mencalai Rp 20 miliar.

"Kerugian tiap korban berbeda. Ada yang Rp 15 juta, ada yang paling tinggi Rp 1,2 miliar. Kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah karena masih ada teman-teman yang komunikasi untuk ikut dalam grup ini," kata Mikael di Mapolda Metro Jaya, Jumat.

Mikael menjelaskan, dalam laporan kali ini mereka melaporkan bos Pandawa Nuryanto dan beberapa anak buahnya, Agustinus Budi, Yenny Selva, Vita Lestari, dan lainnya. "Yang kami laporkan adalah bos Pandawa Group dan para leader," katanya.

Mikael menambahkan, para korban sebelumnya juga sempat menyambangi rumah Nuryanto di Depok, namun tidak bertemu dengan Nuryanto.

Sementara itu, salah satu korban bernama Diana Ambarsari, 39 tahun mengaku merugi sekitar Rp 293 juta. Kerugian itu ia dapat sejak berinvestasi pada Februari 2016.

Diana menuturkan, investasi ini menawarkan keuntungan sebesar 10 persen tiap bulannya. Namun tiba-tiba diturunkan menjadi 5 persen dan pada Desember 2016, dan kemudian  berhenti.

"Awalnya menguntungkan, tapi sejak Desember lalu mulai agak aneh dan saya tak lagi dapat," katanya. Diana baru sadar tertipu setelah adanya pemberitahuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyatakan bahwa investasi yang ditawarkan Pandawa Group ilegal.

"Jadi tidak ada pembayaran profit, tidak ada in dan out. Dijanjikan 8 Januari 2017 sudah normal kembali, tapi tidak ada realisasinya sampai mundur hingga 1 Februari dan sampai sekarang sudah tidak ada orangnya," kata Diana.

Berdasarkan Lp bernomor LP/593/II/2017/PMJ/Ditreskrimsus, Nuryanto dan karyawannya dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan atau Pasal 3, 4, 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (Abd)

JabodetabekJakarta

Kematian Arum Mahasiswi Esa Unggul Belum Terungkap

IMG-20170203-WA0033BERIMBANG.COM, Jakarta – Kematian Arum mahasiswi  dari Universitas Esa Unggul Jakarta Barat masih menjadi tanda tanya, pasalnya sampai saat ini pelaku pembunuh Arum masih belum bisa diungkap oleh pihak kepolisian, Minggu (29/1/17).

Pembunuhan sadis di rumah kost daerah Jakarta barat terhadap mahasiswi  bernama lengkap Tri Ari Puspon Arum (22 Tahun) masih menjadi misteri,  Arum meninggal dengan tragis di dalam kamar kost di daerah Kebun Jeruk  Jakarta barat dengan tubuh penuh luka tusuk di leher dan punggung.

Kejadian pembunuhan terhadap Arum belum menemui titik terang, hingga hari ke 20 dari kejadian pembunuhan Arum, pihak kepolisian masih belum menemukan pelaku dari pembunuhan tersebut.

Keluarga korban mengharapkan pihak kepolisian bisa bekerja lebih keras lagi agar pelaku pembunuh anaknya terungkap.

Kasim orangtua korban menuturkan,  sudah mengikhlaskan kepergian Arumi, karena merupakan takdir, tapi ia sangat berharap pihak kepolisian bisa bekerja lebih keras lagi, agar pelaku pembunuh anak saya cepat terungkap.

“ Saya mengetahui Arum meninggal dari pihak kepolisian, karena memang sudah dibawa ke rumah sakit, Jadi yang melapor ke polsek dari pihak rumah sakit “, tutur Kasim

” Untuk setiap penghuni kost saya memberitahukan untuk selalu menjaga keamanan lingkungan kost, dan saya juga memberikan dua kunci, pertama kunci kamar, kedua kunci gerbang, fungsi kunci gerbang itu memudahkan untuk membuka dan menutup gerbang ”, terangnya.

Pembunuhan Arum didalam kamar kostnya menjadi tanda tanya besar, pasalnya tidak sembarang orang yang bisa keluar masuk rumah kost tempat Arum tinggal, bagaimana pelaku bisa memasuki kamar kost.

Keterangan dari pemilik kost menyatakan bahwa Arum dibawa kerumah sakit  oleh temannya yang bernama   Zainal dan Herlina, kemudian pihak rumah sakit melaporkan kepada pihak kepolisian.
Mungkin terlalu rumit kasus pembunuhan Arum sehingga Pihak kepolisian masih belum bisa menetapkan tersangka dari pembunuhan sadis tersebut.

Namun pihak keluarga korban masih berharap besar pada pihak kepolisian untuk bisa mengungkap pelaku pembunuh Arum, pasalnya kejadian pembunuhan dari  berbagai kasus biasanya cepat terungkap oleh pihak kepolisian.
(SB/Ismail)

Jelajah Desa

Gereja Tanpa Ijin, Kades Cigombong Hentikan Kegiatan Peribadatan

IMG-20170202-WA0063

BERIMBANG.COM, Bogor- Muspika Kecamatan beserta Pemerintah Desa datangi Ruko milik lidya, Warga Perumahan Mutiara Lido Blok D, Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Kamis (2/2/17) pagi tadi

Pasalnya Ruko yang di tempati Lidya tersabut telah di jadikan (Gereja) yang sudah berjalan beberapa tahun tanpa ada ijin dari warga. Dengan adanya laporan dari Tokoh Masyarakat dan Rt/Rw, pihak Muspika langsung Menyingkapi hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya konflik antar warga dengan melakukan mediasi dengan pemilik Ruko

Ujang Saepuloh, kepala Desa Cigombong mengatakan, Kedatangan pemerintah desa berserta muspika untuk mencegah terjadinya konflik di wilayah yang di pimpinnya, maka ketika tokoh masyarakat dan ketua rt/rw menyampaikannya adanya ruko yang di jadikan (gereja), maka kami langsung meminta agar kegiatan peribadahan untuk dihentikan dahulu.

"Kami berikan penjelasan kepada pemilik ruko itu, kami Pemdes dan Muspika bukan melarang adanya tempat ibadah agama lain, namun warga Cigombong mayoritas islam, sebagai kepala desa kami harus netral tidak memihak kemana pun, yang pada intinya desa cigombong ini aman tertib dan nyaman tidak ada konflik," Saepuloh.

Sementara itu, Lidya pemilik ruko mengakui bahwa rukonya di jadikan Gereja, umat yang mengikuti ibadah di Gerejanya sekitar dua sampai tiga puluh lima orang, dan sudah lima tahun kami adakan kebaktian di gereja ini tanpa ada ijin dari warga.

" Saya turuti himbauan pemerintah desa, dari pada nantinya jadi konflik, dan saya akan kembali beribadah ke gereja yang sebelumnya," ujarnya. (Na/Wan)

 

JabodetabekJakarta

Pengerukan Kali Pluis Sebabkan Longsor, Sudin Tata Air Jaksel Dinilai Ceroboh

PHOTO_20170202_170913

BERIMBANG.COM, Depok – Longsor yang terjadi di Kali Pluis di Jalan Kemandoran Pluis, Grogol Utara, Jakarta Selatan disebabkan pengerukan kali beberapa bulan yang lalu sehingga mengakibatkan belasan rumah mengalami penurunan tanah. 

Operator Pengerukan Kali, Ziki mengatakan kepada berimbang.com, pengerukan sedalam hampir 2 meter yang dilakukannya  memang tidak ada tembok penahan air hanya beberapa meter dari tembok penahan air dan selebihnya dilakukan pengerukan.

" Kami memang tidak melakukan pekerjaan penurapaan hanya pengerukan kali beberapa bulan yang lalu, saya tidak tahu akan terjadi seperti ini," ujar Ziki. Kamis (2/2/2017).

Sementara itu, salah satu warga terkena dampak longsor, Erik mengatakan, pengerukan yang dilakukan sekitar bulan Oktober 2016 tidak adanya himbauan kepada warga sehingga tidak adanya koordinasi diteknis pekerjaan.

" Pengerukan yang dilakukan merupakan kelalaian dari Sudin Tata Air Jakarta Selatan karena dalam pengerjaan yang dilakukan tidak memakai tembok penahan air," ucap Erik. 

Sedangkan kerugian kami, kata Erik, yang terkena dampak longsor 4 rumah yang harus segera diperbaiki sekitar 64 juta rupiah.

" Kami minta pihak terkait agar segera melakukan perbaikan secepat mungkin karena kami yang bermukim disini khawatir longsor akan semakin parah," harapnya. (Iik).

 

Jelajah Desa

Akibat Hujan Deras Dan Angin Kencang, 5 Rumah Warga Tertimpa Pohon Tumbang

IMG-20170201-WA0076

BERIMBANG.COM, Bogor – Hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Caringin, Bogor, Jawa Barat, pada pukul 19.45 wib, selasa (31/1/17) kemarin hingga mengakibatkan terjadinya bencana alam. Pohon tumbang menimpa beberapa rumah warga terjadi di Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Lima rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon yang tumbang sehingga mengakibatkan rumah tersebut rusak parah, seperti rumah milik Eni warga kampung Balandongan Rt 05 Rw 03, serta rumah Dodi warga Kampung Babakan Rt 01 Rw 04 mengalami rusak parah karena roboh, dan tiga rumah warga lainnya rusak ringan. Atas kejadian ini tidak ada korban jiwa, dan warga mengalami kerugiaa material mencapai ratusan juta ruapiah

Adapun Udin, warga Kampung Babakan Pentas RT 04 RW 04 harus mengalami kerugian karena ratusan pohon pepaya dan pohon pisangnya rusak dan tumbang karena datangnya angin yang begitu kencang.

Pantauan berimbang.com, Polsek Caringin yang berkordinasi dengan pihak Muspika Kecamatan, Danramil, tim Kesehatan, dan Pemerintah Desa segera memberikan bantuan kepada korban, berupa sembako, gula pasir, mie instan dan air mineral, serta beras, guna meringankan beban para korban.

" Setelah adanya laporan, kami segera berkordinasi dengan semua pihak, terutama dengan pemerintah desa agar para korban segera mendapat bantun, dari kami pihak polsek hanya membantu meringankan para korban saja, dan mendata semua kerugian yang di derita korban, dan Giat ini sesuai dengan program Kapolri point 11 yaitu quick wins polri. Dengan melakukan quick respon", ujar AKP Fitra Zuanda Kapolsek Caringi. (Na/Wan)

 

JabodetabekJakarta

Longsor Di Kemandoran Pluis, Lurah Grogol Utara Minta Bantuan Swadaya Masyarakat

IMG-20170201-WA0037

BERIMBANG.COM, Jakarta – Sekitar belasan warga diwilayah RT 02 RW 05 Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama , Jakarta Selatan tertimpa longsor. Longsor diakibatkan guyuran hujan hampir dari sore hingga pagi hari. Rabu ( 1/2/2017).

Menurut warga yang terkena dampak, Suyono mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 04.00 subuh sudah dirasakan seperti ada pergerakan tanah di depan rumah, pukul 07.00 halaman depan rumah sudah terjadi kemiringan sehingga warga khawatir tanah akan semakin bergerak kebawah dan berdampak rumah terbawa longsor.

" Kami khawatir longsor akan semakin parah bila tidak segera diperbaiki, untuk itu kami langsung melaporkan kepada aparat pemerintahan setempat," ujar Suyono.

Suyono yakin bahwa longsor terjadi akibat pengerukan kali Pluis beberapa bulan yang lalu sedalam hampir 2 meter tanpa adanya pekerjaan penahan tembok kali.

Lurah Grogol Utara ketika memantau lokasi mengatakan kepada Suyono, pihak aparat kelurahan akan segera perbaiki longsor yang terjadi sekarang tetapi pihak kelurahan terbatas didalam anggaran perbaikan.

" Untuk itu, kami warga terkena dampak diminta oleh Lurah membantu biaya perbaikan sesuai dengan kemampuan masing-masing warga tergantung parah dan tidaknya longsor selebihnya lurah yang akan membiayai. Lurah beralasan bila kita minta dana bencana ke pemerintah, prosesnya akan lama," ucap Suyono.(Iik)