Bulan: April 2016

BogorJabodetabek

Dilaporkan Kekasih, Siswa SMK Ini Ikuti UN Ditahanan Polsek

IMG-20160404-WA0007
Siswa SMK Cigudek sedang melaksanakan UN di polsek. ( Foto : Raden )

BERIMBANG.COM, BOGOR – Seorang pelajar salah satu Sekolah Menengah Kejuruan swasta di Kecamatan Leuwiliang, terpaksa mengikuti Ujian Nasional di Polsek Cigudeg. Pelajar laki – laki berusia 19 tahun berinisial VK itu ditangkap jajaran Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Cigudeg,  setelah dilaporkan teman dekatnya atas dugaan tindakan penganiayaan.

VK, pelajar SMK warga Kampung Lebakwangi Girang, Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, ditangkap jajaran reskrim Polsek Cigudeg, seusai menonton laga final sepak bola antara Persib Bandung dengan Arema Malang, di Gelora Bung Karno.

Kanit Reskrim Cigudeg AKP Asep Saepudin mengatakan, pelaku yang masih duduk dibangku sekolah menengah kelas XII itu dilaporkan kekasihnya yang bernama Siti Pia Ruckiyah (24), warga Kampung Babakan Lapangan, RT 02/01, Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, atas dugaan penganiayaan. “Pelaku kami amankan tadi pagi di stasiun kereta Parungpanjang dan langsung digelandang ke Mapolsek,” ujar AKP. Asep kepada berimbang.com.

Ia menjelaskan, pelaku mengikuti ujian dibawah pengawasan petugas UPT Pendidikan Leuwisadeng. Jika terbukti bersalah,  pelaku terancam hukuman yang cukup berat. “Atas perbuatannya, siswa SMK Widia Bhakti itu dijerat pasal 351 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” pungkasnya. (Raden)

BogorJabodetabek

Buang Sampah ke Galuga Tanpa Izin, Bima Arya Diadukan ke Mabes Polri

IMG-20160404-WA0003

BERIMBANG.COM, Bogor – Perjanjian antara Pemerintah Kota Bogor dengan Pemerintah Kabupaten Bogor terkait pembuangan sampah ke TPA Galuga per tanggal 31 Desember 2015 telah berakhir. Namun, hingga kini Pemerintah Kota Bogor masih membuang sampah ke lokasi tersebut. Walhasil, Senin (4/4/16) Forum Silaturahmi warga sekitar TPA Galuga (FOSGA) mengadukan Walikota Bogor Bima Arya ke Mabes Polri.

Menurut kordinator FOSGA Nanang, perjanjian antara Pemerintah Kota Bogor dengan Pemerintah Kabupaten Bogor nomor 658.1/2/PRJN/KS/2011 dan 658.1/PERJ.199-DKP/2011 tentang perpanjangan kerjasama pengelolaan TPA Galuga telah berakhir tanggal 31 Desember 2015,  dan hingga saat ini belum diperpanjang. Paska berakhirnya perjanjian tersebut maka pembuangan sampah yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bogor cq Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor ke TPA Galuga dalam rentang waktu Januari sampai dengan April 2016 adalah ilegal.

Selain itu, lanjut Nanang, merujuk ketentuan pasal 44 ayat (2) Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,  bahwa Pemerintah Daerah harus menutup tempat pemprosesan akhir sampah yang menggunakan sistem pembuangan terbuka paling lama 5 (lima) tahun sejak berlakunya undang undang ini. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak diperkenankan untuk memperpanjang perjanjian dimaksud.

Nanang aktivis yang lahir dari amanat penderitaan rakyat ini juga memaparkan, pembuangan sampah ke TPA Galuga selain melanggar Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,  juga diduga berpotensi melanggar Undang Undang Nomor 26 Tahun 2007, tentang Penataan Ruang dan Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Makanya, kata Nanang, Walikota Bogor Bima Arya bersama-sama Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor Irwan Riyanto yang memerintahkan petugas DKP Kota Bogor melaksanakan pembuangan sampah ke TPA Galuga patut diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana ketentuan pasal 421 KUHP bahwa seorang pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan memaksa seseorang untuk melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

 “Karena itu saya sebagai warga negara yang taat hukum mengadukan Bima Arya ke polisi untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku,” kata dia. (Raden)

BogorJabodetabek

Lomba UKS Merubah Paradigma Sekolah Agar Menjadi Lebih Baik

IMG-20160404-WA0002

BERIMBANG.COM, BOGOR – Implementasi program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)  merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan peran serta aktif dari semua pihak. Hal itu dikatakan Ketua Tim Penilai Lomba Sekolah Bersih Tingkat Kabupaten saat meninjau Sekolah Dasar Negeri Cisalada 1 di Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Senin (4/4/16).

Ketua Tim Penilai Lomba Sekolah Bersih Syarief Hidayat mengatakan, perlomba ini rutin dilaksanakan setiap tahun di bulan Maret dan April se Kabupaten Bogor, mulai dari Taman Kanak – kanak hingga sekolah menengah. Sarief menjelaskan, banyak kriteria yang dinilai dalam perlombaan. Diantaranya, bidang kebersihan dan kesehatan di lingkungan sekolah. “Kriteria penilaiannya banyak sekali, yang jelas bagaimana meningkatkan grafik kesehatan masyarakat di sekolah melalui pola hidup bersih dan sehat”, katanya.

Sarief menambahkan, sasaran utama dari kegiatan ini adalah pembinaan sekolah dalam melaksanakan Trias UKS, yakni Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Lingkungan Sekolah Bersih dan Sehat.

Masih di lokasi yang sama, Kepala SD Negeri Cisalada 1 Tatang Sobandi, mengaku puas dengan semua hal yang ditampilkan dalam perlombaan.  Karena, semua berasal dari dan oleh warga sekolah. “Kami sangat bangga, karena apa yang kani miliki saat ini di sekolah merupakan hasil swadaya murni dari warga sekolah, meskipun harus kami akui masih serba seadanya”, ujar Tatang, kepada awak media.

Sementara itu, Kepala Upt 38 Cigombong Zainudin mengatakan, perlombaan ini bukan hanya sebagai momen untuk mengejar kemenangan saja, akan tetapi lebih kepada merubah paradigma sekolah agar menjadi lebih baik dan berpola hidup bersih dan sehat. “Sekolah yang mengikuti perlombaan harus menjadi contoh bagi sekolah lain khususnya dibidang kesehatan dengan menerapkan PHBS. Program UKS juga harus berjalan di setiap sekolah”, tandasnya. (Raden)

Sejarah

Danau Lido Cigombong, Obyek Wisata Sejarah Penuh Misteri

IMG-20160403-WA0001

BERIMBANG.COM, BOGOR – Danau Lido, terletak di Jalan Raya Bogor Sukabumi, tepatnya berada di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Danau ini konon menyimpan banyak cerita misteri.

Menurut mitos yang beredar di kalangan masyarakat, danau selaus 1,7 hektare tersebut dipercaya dijaga oleh seekor naga dan seekor buaya putih yang sewaktu – waktu menampakan diri di kawasan danau.

“Bentuknya ular naga berukuran besar dan buaya putih. Bahkan, warga yang sedang mancing juga pernah melihat daun ukurannya sangat besar tiba – tiba muncul ke permukaan air danau”  ujar Maksudi (60) warga yang bermukim tak jauh dari Danau Lido.

Dede (40) warga setempat lainnya menuturkan, beberapa tahun kebelakang, di Danau Lido kerap dilangsungkan upacara adat pelalungan kepala kerbau yang sebelumnya dilakukan upacara ritual yang dipimpin oleh seorang juru kunci. Namun kini tradisi itu seolah hilang tergeser perkembangan jaman.

“Dulu waktu saya kecil setiap tahun di danau ada upacara adat pelalungan kepala kerbau.  Tapi sudah beberapa tahun ini tidak ada.  Bahkan, juru kunci danaunya pun kini sudah tidak ada”, jelasnya.

Dilansir dari berbagai sumber, kawasan wisata Danau Lido dibuat pada zaman Belanda sekitar tahun 1898, saat Belanda membangun Jalan Raya Bogor – Sukabumi. Mereka mencari tempat untuk peristirahatan para petinggi pengawas pembangunan jalan dan pemilik perkebunan.

Danau Lido sendiri adalah danau buatan yang sumber airnya berasal dari aliran sungai dan mata air alam yang dibendung. Konon, bendungannya terbuat dari kaca berukuran tebal yang saat ini sudah tertimbun tanah yang berada di Kampung Tambakan. Danau Lido berada di sebuah lembah Cijeruk dan Cigombong. Jika dilihat dari atas, Danau Lido seperti mangkuk di kaki Gunung Gede – Pangrango. Di dekat danau ini juga terdapat air terjun Curug Cikaweni yang mengalirkan air yang sangat dingin di bahu Gunung Gede Pangrango.

Kawasan ini baru dibuka untuk umum pada tahun 1940, setelah Ratu Wilhelmina datang dan beristirahat di Lido pada tahun yang sama. Ketika itu, restoran pertama diresmikan sebagai pelengkap fasilitas kawasan wisata dan juga untuk menjamu Sang Ratu, yang saat ini bernama Oranje Lido

Sebelah kiri bawah di pinggir Danau Lido terdapat beberapa bangunan Villa  atau Cottage yang menyimpan kisah cinta  romantis. Cottage tersebut didirikan oleh seorang Belanda bernama  Antonius Johanes Ludoficus Maria Zwijsen, seorang Polisi yang ditugaskan oleh Pemerintah Hindia Belanda di Batavia (Jakarta saat ini – red).

Setelah bebas tugas sebagai polisi,  Zwijsen  bekerja di Hotel Nederlande di kawasan Gondangdia, Batavia. Saat usahanya berkembang, Zwijsen membeli sebuah hotel di daerah Harmoni dan mengembangkan usahanya dengan mendirikan penginapan di pinggir Danau Lido.

Pada 1935, Zwijsen bertemu seorang putri perwira polisi dari bangsanya yang bertugas di Sukabumi, Catharina anna beemster. Mereka menikah pada 1937. Dikisahkan,  Cottage ini didedikasikan untuk Anna istri tercintanya. Foto – foto keluarga pasangan Zwijsen – Anna tergantung di dinding ruang tunggu Hotel Lido saat ini.

Zwijsen dan Anna kerap menghabiskan waktu mereka di penginapan ini. Mereka acap mengundang sanak saudara, kenalan, dan berpesta di pinggir Danau Lido.  Perang dunia membuat mereka harus melepaskan Lido. Pasukan Jepang masuk dan merusak Hotel Lido sebelum kemudian direbut oleh pejuang Indonesia. Akhirnya pada 1953  Anna dan anak-anaknya pulang ke Negeri Belanda. Dua tahun kemudian, Zwijsen menyusul.

Selain Ratu Kerajaan Belanda Wilhelmina yang pernah menginap di Cottage Danau Lido pada tahun 1940,  Presiden Soekarno juga kerap beristirahat di kawasan ini. Presiden Soekarno konon menulis salah satu bukunya yang terkenal “Sarinah” yang berisi tentang sosok  perempuan Indonesia yang diidamkannya itu di kawasan wisata Danau Lido. (Raden)

Daerah

Hadad Mendeklarasikan Diri Maju Sebagai Bakal Calon Walikota Cimahi

IMG_20160402_185853

BERIMBANG.COM, Cimahi – Bakal Calon Wali Kota cimahi, Hadad bersama balad Hadad beserta tim Gabungan Relawan Deklarasikan maju sebagai calon walikota untuk Kota Cimahi , deklarasi dirinya di Lapangan the edge baros kota Cimahi, Sabtu 2 April 2016 dengan rangka silaturahmi menuju cimahi satu.

Salah satu Ketua RW di kelurahan Melong Kota Cimah, Haji Asep Hadad, SH. SE, MM atau yang lebih dikenal dengan nama Hadad mendeklarasikan diri sebagai bakal calon (balon) wali kota Cimahi pada Pilkada 2017. Deklarasi yang berlangsung di lapangan the edge Sabtu (2/4), dihadiri sejumlah tokoh, anggota DPRD kota Cimahi, dan sejumlah simpatisan Balad Hadad.

Dalam sambutannya, Haji Hadad selain sebagai dosen serta pengusaha, menyampaikan sejumlah janji dan komitmennya jika terpilih dalam Pilkada 2017 nanti.

“Saya berjanji di hadapan kita semua, dengan kewenangan lebih besar jika Allah menakdirkan saya terpilih sebagai wali kota cimahi periode 2017-2022, saya akan mengabdikan diri sepenuh hati dengan melibatkan semua komponen masyarakat untuk mewujudkan tatanan kota Cimahi yang lebih baik,” kata Hadad.

Ia menyebutkan, dengan dukungan masyarakat kota Cimahi serta dalam waktu dekat akan melakukan silahturami pada partai politik untuk mendapat dukungan .menurut beliau, yang pernah sebagai konsultan hukum saat ini Pemerintah Kota Cimahi sudah semestinya melakukan evaluasi dan perbaikan sistem birokrasi dan peningkatan sumber daya manusia.

“Kota Cimahi harus memiliki arah pembangunan yang lebih kongkrit. Tidak boleh ada sektor riil ekonomi masyarakat yang tidak tergarap maksimal. Ini yang akan kita lakukan ke depan untuk kota Cimahi  yang seluas kurang lebih 4 km dengan tiga kecamatan” ujar Hadad, (tim tn)

BogorJabodetabek

Dua Titik Longsor di Puncak Diperbaiki

IMG-20160402-WA0003IMG-20160402-WA0003

BERIMBANG.COM, BOGOR – Paska bencana longsor yang melanda dua wilayah desa di kawasan Puncak Cisarua Bogor Jumat (1/4) petang kemarin, pemerintah desa bersama warga dibantu tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Sabtu (2/4) pagi,  bahu membahu memperbaiki area bencana.

Longsor terjadi di Desa Cilember Kecamatan Cisarua dan Desa Megamendung Kecamatan Megamendung, Jumat sore, saat hujan deras mengguyur. Sejak pagi tadi, Tim BPBD, aparat pemerintah  desa bersama warga Cilember, bergotong – royong melakukan evakuasi material longsoran tanah yang menutupi ruas jalan desa.

Kasie Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Budi Aksomo mengatakan, longsor terjadi di dua titik, yakni di Desa Cilember, Kecamatan Cisarua dan Desa Mengamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. “Iya, kemarin sore ada dua titik jalan longsor, hanya membuat jalan di perkampungan warga sempat terputus,” katanya, saat dikonfirmasi, awak media.

Budi menambahkan, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor di kawasan Puncak tersebut. “Tidak ada korban dalam bencana longsor ini. Sambil memperbaiki area bencana, kami juga masih mengumpulkan data dan memonitor juga di wilayah lain yang rawan bencana,” jelasnya.

Budi mengimbau, warga yang bermukim di daerah rawan longsor dan banjir, untuk tetap waspada, lantaran hujan hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. “Hujannya merata mengguyur Bogor. Kami imbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana agar waspada dengan kondisi seperti sekarang,” pungkasnya.

Hujan deras yang melanda kawasan Bogor dan sekitarnya kemarin juga memicu peningkatan debit air di aliran sugai. Lonjakan debit air juga mengakibatkan Tinggi Muka Air (TMA) di bendung Katulampa pada pukul 17.00 WIB kemarin mencapai 200 sentimeter  dan berstatus Siaga 1. Lonjakan debit air juga memicu aliran air sungai Ciliwung meluap, hingga merendam Pasar Induk Jambu Dua Kota Bogor. (Raden)

BogorJabodetabek

Puncak Diguyur Hujan, Katulampa Siaga 1, Pasar Induk Jambu Dua Bogor Direndam Banjir

IMG-20160401-WA0005

BERIMBANG.COM, BOGOR – Hujan deras yang mengguyur kawasan Puncak, Cisarua, Bogor dan sekitarnya,  Jum’at (1/4) sore, memicu kenaikan debit air di Pintu Bendung Air Katulampa hingga berstatus Siaga 1 dengan Tinggi Muka Air (TMA) mencapai 200 sentimeter.

“Informasi yang saya terima hujan deras di wilayah Puncak yang membuat debit air naik drastis,” kata petugas Bendung Katulampa, Andi Sudirman kepada berimbang.com.

Andi menjelaskan, Bendung Cibalok pun mengalami kenaikan TMA hingga mencapai 100 sentimeter, padahal biasanya ketinggian air hanya mencapai 40 hingga 50 sentimeter.

“Ketinggian air terus naik, karena di daerah Gadog sedang hujan,” singkatnya.

Sementara itu, kenaikan drastis debit air di aliran sungai Ciliwung juga mengakibatkan Pasar Induk Jambu Dua terendam banjir. Luapan sungai Ciliwung merendam kios di lantai basement Bolok A pasar induk Jambu Dua Bogor Utara, Kota Bogor. Banjir setinggu lutut orang dewasa itu menyebabkan pedagang tidak bisa berjualan.

Kejadian yang menimpa para pedagang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, saat debit sungai Ciliwung besar. “Ini air dari saluran air warga, memang setiap Ciliwung meluap airnya masuk lewat situ,” kata edi (40), pedagang setempat kepada berimbang.com di lokasi. (Raden)

BogorJabodetabek

Warga Cisadane Gempar, Mayat Lelaki Ngambang di Sungai

IMG-20160401-WA0000

BERIMBANG.COM, BOGOR – Warga bantaran Kali Cisadane RT04/ 03, Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor di gegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas, Kamis (31/03). Menurut Tim Evakuasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bogor,  mayat tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar yang hendak berangkat ke sawah.

“Pada saat korban dievakuasi tidak ditemukan identitas, dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Bogor untuk diidentifikasi,” kata Abdul Muid, anggota Tagana Kota Bogor, kepada sejumlah awak media.

Sementara itu, Kapolsek Bogor Barat Kompol Indrat ketika dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, penemuan mayat ini terjadi sekitar pukul 06:00 WIB.

“Setelah kami ditelusuri akhirnya identitas mayat tersebut dapat teridentifikasi, dengan nama Endih (50) warga Curug Mekar, RT 01/06, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor,” kata Indrat kepada Publik Bogor.

Ia menambahkan, jajarannya langsung menghubungi pihak keluarga untuk segera dimakamkan.

“Kalau informasi dari keluarganya memang dia memiliki riwayat penyakit epilepsi,” tutupnya. (Raden)

BogorJabodetabek

Truk Pertamina Tergelincir, Tabrak Kendaraan dan Tembok Jalan

IMG-20160401-WA0001

BERIMBANG.COM, BOGOR – Sebuah kendaraan truk tangki Pertamina bernopol F 9844 F, yang bergerak dari arah Puncak menuju Ciawi tergelincir di Tanjakan Widuri, Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua, sekitar pukul 14:40 WIB. Diduga truk mengalami selip ban karena jalan licin kemudian oleng ke kanan jalan hingga menabrak sepeda motor, satu angkutan kota, dan tembok ditepi jalan.

Menurut Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Laka Lantas) Polres Bogor, Iptu Asep Saepudin, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya beberapa kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan.

“Tidak ada korban jiwa. Sesaat setelah kejadian, TKP Laka Lantas di Tanjakan Widuri diberlakukan sistem buka tutup arus secara bergantian,” kata Asep kepada berimbang.com, Kamis (31/3).

Sementara itu, pengemudi truk tangki Pertamina, Saiman Sagiman (44) mengaku, saat mengemudi tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, namun karena kondisi jalan menurun dan licin sehingga truk mengalami selip ban.

“Truknya selip, sehingga membanting ke kanan,” singkat Saiman.

Terpisah, salah seorang saksi mata, Dedeng (29) mengatakan, truk Pertamina terlihat dari arah Puncak, dan terlihat melakukan pengereman mendadak, namun kendaraan tetap melaju hingga akhirnya menabrak tembok di tepi jalan.

“Dari jauh juga Saya udah ngerem tapi truk terus jalan, mungkin terlalu berat dan jalanannya licin jadi tidak tertahan remnya,” singkat Dedeng. (Raden)