Bulan: Januari 2016

Internasional

Cina Kekurangan Wanita, Profesor Ini Mengusulkan Hal Yang Ekstrim

903acf558582752c9a73abf165e7f508f

BERIMBANG.COM – Tampaknya politik satu anak satu keluarga ditambah dengan prinsip anak lelaki penerus marga telah menyebabkan angka kesenjangan antara jumlah pria dan wanita di Cina.

Saat ini ada kelebihan sekitar 30 juta pria dibanding wanita di Cina. Akibatnya, sekitar 30 juta pria tersebut terancam tak punya istri. Hingga profesor ekonomi Xie Zuoshi dari Universitas Zhejiang mencoba memberikan solusi, yang terdengar ekstrim. Menurutnya, “berbagi adalah peduli”, jadi berbagi istri atau pernikahan sejenis bisa jadi solusi.

Menurut BBC, Profesor Xie mengusulkan menganggap perkawinan sebagai masalah kekayaan dan keinginan, memungkinkan orang berpenghasilan tinggi untuk mendapatkan istri-istri mereka, sementara pria berpenghasilan rendah hanya bisa berbagi istri yang tersisa.

Dia menulis: “Pria dengan pendapatan yang tinggi akan memiliki keuntungan dalam mencari wanita, karena mereka mampu membayar harga tinggi. Dan bagaimana dengan orang-orang berpenghasilan rendah? Salah satu cara adalah untuk beberapa orang bersatu untuk menemukan seorang istri. Ini bukan ide tak masuk akal saya. Di beberapa daerah, terpencil dan miskin ada kasus di mana saudara bersama-sama menikahi satu istri, dan mereka bisa hidup bahagia dan harmonis.”

Jelas, tidak semua orang bisa menerima usulan Xie. Ide-idenya telah menciptakan kegemparan di kalangan feminis yang berpikir proposalnya tidak adil dan secara moral menjijikkan.

Namun, Profesor Xie tampaknya tidak terganggu dengan tingkat perdebatan sepele tersebut:

“Jangan bicara padaku tentang moral. Jika kita tidak membiarkan 30 jutaan bujangan memiliki wanita, kehidupan mereka akan tak punya harapan dan kemudian mereka dapat pergi memperkosa, membunuh, mengadakan pemboman… (Saya tekankan bahwa ini adalah suatu kemungkinan, aku tidak mengatakan mereka pasti akan melakukan itu). Jangan bilang bahwa ini adalah moralitas Anda?”

Seiring dengan poliandri, Profesor Xie mengedepankan beberapa solusi termasuk penerimaan yang lebih luas dari homoseksualitas dan mengimpor istri dari negara-negara tetangga lainnya.

Nasional Biro Statistik percaya bahwa pada tahun 2020, Cina akan memiliki antara 30 dan 40 juta bujangan mencari istri, karena kekurangan perempuan yang disebabkan oleh kebijakan satu anak dan keinginan pasangan China untuk anak laki-laki.

Namun, usulan sederhana Profesor Xie sebenarnya memiliki dasar sejarah. Awal bulan ini, Quartz menerbitkan sebuah artikel yang menjelaskan bagaimana pada abad ke-18 dan ke-19 di Cina pedesaan, perempuan mengambil dua (atau kadang-kadang lebih) suami. Ini dipraktekkan di setiap provinsi Cina, dan untuk sebagian besar, itu ditoleransi oleh masyarakat setempat.

FYI aja nih, dalam kisah Mahabarata, Dewi Drupadi juga menikah dengan 5 bersaudara Pandawa. Jadi poliandri memang bukan hal baru.

Mungkin… para pria lajang di Cina lebih baik mendaftar di Tantan ( semacam aplikasi pencari jodoh di Cina, Tan sendiri berarti lajang) atau menghasilkan lebih banyak duit buat dapetin istri idaman mereka!

BogorJabodetabek

Antisipasi Teror, Muspika Cijeruk Sisir Rumah Kontrakan

IMG-20160119-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Menyusul giat operasi Cipta Kondisi (Cipkon) pemeriksaan kendaraan roda empat dan penumpangnya di jalur alternatif Cigombong – Cijeruk – Batu Tulis kemarin, guna mengantisipasi pergerakan para pelaku teror,  jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cijeruk, Kabupaten Bogor, menyisir rumah – rumah kontrakan di Desa Sukaharja dan Desa Palasari, Selasa (19/01/16).

Dalam giat ini, para warga pendatang yang tinggal di rumah rumah kontrakan diperiksa kelengkapan identitasnya oleh aparat gabungan.

Kapolsek Cijeruk – Cigombong Kompol Suhartono, mengatakan giat ini melibatkan personil gabungan dari tiga unsur yang dibagi menjadi dua tim.

“Giat ini melibatkan unsur Polri dari Polsek setempat, TNI dari Koramil Cijeruk – Cigombong, dan unsur pemerintahan dari kecamatan juga desa”, kata Kompol Suhartono kepada berimbang.com disela kegiatan siang tadi.

Lebih lanjut Kaposek Suhartono menjelaskan, tim 1 yang dipimpinnya berjumlah 18 personil, terdiri dari 8 anggota Polsek, 3 anggota Koramil,  4 anggota Unit Pol PP Cijeruk dan 3 orang aparat pemerintah desa.  Tim 1 menyisir rumah kontrakan di Kampung Pondok Bitung Rw 03 dan Rw 02 Desa Sukaharja Kecamatan Cijeruk.

Sementara itu, lanjut Kapolsek, Tim 2 dibawah pimpinan Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Cijeruk – Cigombong, Ma’ruf Murdianto, berjumlah 10 personil. Yakni, 5 anggota Polsek, 1 anggota Koramil dan 4 orang staf desa. Tim ini melakukan pemeriksaan warga pendatang yang tinggal di rumah kontrakan di Kampung Geblug Rt 02/01 dan Kampung Cijeruk Rt 03/03 Desa Palasari.

“Pemeriksaan berjalan lancar dan tidak ditemukan warga pendatang yang mencurigakan. Namun demikian,  kami beserta jajaran akan terus melaksanakan operasi Cipkon ini secara berkala”,  Pungkas Kapolsek Cijeruk – Cigombong Kompol Suhartono. (Yosef Bonang)

BogorJabodetabek

Polsek Cijeruk-Cigombong Gelar Operasi Cipta Kondisi

IMG-20160118-WA0007

BERIMBANG.COM,  Bogor – Sepekan terakhir, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cijeruk – Cigombong menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) di sejumlah titik di wilayah tugasnya.  Menurut Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Cijeruk –  Cigombong, Komisaris Polisi (Kompol) Suhartono, giat yang dilaksanakannya itu sebagai langkah antisipasi pergerakan para pelaku teroris.

Kompol Suhartono mengatakan, operasi dikonsentrasikan pada pemeriksaan kendaraan roda empat dan penumpangnya yang diduga pelaku teror. “Setiap kendaraan kami periksa.  Mulai dari kelengkapan kendaraan, identitas penumpang, serta barang bawaan dalam kendaraannya”, kata Kapolsek Cijeruk – Cigombong usai memimpin Operasi Cipkon di jalur alternatif Cigombong – Batu Tulis, tepatnya di depan kantor Pemerintah Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Sabtu (16/01/16).

Dalam giat yang dimulai pada pukul 9.30 hingga pukul 11.00 waktu setempat ini,  jajaran Kepolisian menerjunkan lima belas personilnya, dibantu tiga personil TNI dan lima personil Pol PP Kecamatan Cijeruk. Hingga Operasi usai,  tidak ditemukan barang atau orang yang diduga pelaku teror. Usai giat tersebut,  aparat gabungan melanjutkan operasi penyisiran rumah kontrakan di wilayah desa Palasari dan Sukaharja.

Reporter : Nana Suryana

Editor      : Raden Supriyadi

Internasional

Dijadikan Budak Seks, ISIS Culik 7000 Perempuan Yazidi

8179f1a7f4cbb155713a139f508599e2f

BERIMBANG.COM, Sebuah organisasi non-pemerintah di wilayah Kurdi, Irak utara, tengah bekerja sama dengan dokter kandungan lokal untuk mengembalikan keperawanan para perempuan yang telah melarikan diri dari kelompok teroris ISIS.

Sudah lebih dari setahun sejak kelompok militan ISIS menduduki Irak utara, menculik sebanyak 7.000 perempuan etnis Yazidi, dan memaksa mereka ke dalam perbudakan seksual.

Sejak saat itu, banyak perempuan melarikan diri dan sebagian besar menjadi sangat trauma dengan pemerkosaan dan penganiayaan yang mereka derita selama penyekapan.

Seiring dengan trauma akibat penderitaan yang mereka alami, banyak dari perempuan ini yang dijauhi oleh komunitas mereka sendiri –yang sangat konservatif– karena kehilangan keperawanan mereka di luar pernikahan.

Organisasi non-pemerintah bernama “Wadi” telah mengambil pendekatan yang kontroversial untuk mencoba bantu para perempuan yang berhasil melarikan diri ini, mengembalikan keperawanan mereka.

Staf Wadi bernama Cheman Rashid Abdul Aziz mengatakan, selain menyediakan konseling trauma bagi para perempuan itu, mereka berpasangan dengan ginekolog lokal yang mengembalikan keperawanan mereka dengan menempelkan kembali sisa-sisa selaput dara mereka, atau mengambil cangkok kulit dari dinding vagina mereka.

“Salah satu hal yang paling penting adalah bahwa para gadis itu tak boleh kehilangan keperawanan mereka sampai mereka menikah, mereka harus menyerahkan keperawanan mereka kepada suami,” kata Cheman.

Ia menjelaskan, “Jika mereka kehilangan keperawanan sebelumnya, mereka bisa dibunuh oleh keluarga mereka sendiri. Jadi gadis-gadis yang pernah diperkosa oleh ISIS ini, mereka kembali dengan pikiran seperti, ‘OK saya telah kehilangan keperawanan saya sehingga keluarga akan membunuh saya’.”

Kelompok Wadi mulai bekerja pada tahun 1992 di Timur Tengah dan melobi untuk hak-hak warga negara di Timur tengah termasuk Israel, Yordania dan Irak.

Cheman Rashid mengatakan, tujuan Wadi adalah untuk membantu para perempuan yang telah melarikan diri dari ISIS mengatasi dampak mental akibat penangkapan dan menjadi budak seks.

“Ketika gadis-gadis itu melarikan diri, kondisi psikologis mereka sangat buruk, beberapa dari mereka bahkan tak bisa bicara. Kebanyakan gadis-gadis ini telah mengalami pelecehan seksual, dan dipukuli –lainnya dipukuli sampai mati,” tuturnya.

Ia mengatakan, organisasinya telah membantu sekitar 660 anak perempuan, serta keluarga mereka.

“Adapun kisaran usianya, kami telah membantu semua orang, tua dan muda, bahkan ada gadis berusia satu tahun,” akunya.

Tak bisa hidup tanpa keperawanan

Cheman Rashid mengatakan, mereka memiliki kasus dari seorang gadis bernama Sabrine, yang berusia 14 tahun ketika ia ditawan oleh ISIS dan ditahan selama lima bulan.

“Kondisi psikologisnya sangat buruk dan kami mencoba untuk mengembalikan keperawanannya, tapi kami tidak bisa,” utaranya.

Ia melanjutkan, “Ia terlalu banyak diperkosa sehingga susah diperbaiki.”

Sejak melarikan diri pada bulan Januari, Sabrine telah mencoba bunuh diri sebanyak 6 kali.

Sabrine mengaku, kecuali ia bisa menemukan seseorang untuk mengembalikan keperawanannya, ia akan terus berusaha bunuh diri sampai ia berhasil.

Situasi Sabrine memiliki dampak besar pada Cheman Rashid dan konselor trauma.

Cheman Rashid mengatakan, walau Wadi telah mengalami banyak keberhasilan, mereka masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan perempuan dan anak perempuan dengan luka psikologis dan fisik yang lebih parah.

“Apa yang saya inginkan adalah untuk benar-benar dapat membantu gadis-gadis ini, tak hanya menulis laporan dan kembali dan duduk,” ungkapnya.

Ia menekankan, “Kami benar-benar ingin bekerja untuk mereka dan, misalnya, mengembalikan keperawanan mereka.”

“Dunia ini begitu berkembang dan harus ada organisasi yang bisa melakukan itu, tapi kami tak memiliknya di sini, seseorang harus benar-benar melakukan sesuatu untuk gadis-gadis ini,” lanjutnya.(tbn)

Internasional

Kalah Perang Dan Mencoba Melarikan Diri, ISIS Bakar Anggotanya

Islamic_State_(IS)_insurgents,_Anbar_Province,_Iraq

BERIMBANG.COM, Baghdad – Kekejaman kelompok teror ISIS ternyata juga berlaku bagi anggotanya sendiri. Kelompok ISIS membakar beberapa pengikutnya hidup-hidup.

Hal ini mereka lakukan terhadap sejumlah pasukan. Beberapa pasukan ISIS yang kalah dalam perang di Kota Ramadi dan coba melarikan diri ke Mosul ditangkap lalu dibakar hidup-hidup.

Para anggota ISIS ini bahkan dibakar di tengah kota Mosul. Parahnya lagi, eksekusi itu dipertontonkan langsung di depan publik.

Menurut sejumlah media di Irak, eksekusi sadis itu merupakan peringatan keras agar para tentara ISIS mempertahankan Kota Mosul mati-matian.

Selain sebagai peringatan hal itu merupakan hukuman mati karena anggota ISIS tersebut tak mempertaruhkan nyawanya dalam mempertahankan Ramadi. Saat ini Kota Ramadi berhasil kembali ke tangan pemerintah Irak.

Eksekusi sadis ini dikomentari oleh salah seorang pengamat terorisme tersohor, Michael Pregent. Dia mengatakan eksekusi bukan hal aneh bagi ISIS.

“Saya tidak terkejut, ISIS mengeksekusi pengikutnya di Ramadi,” ucap Pregent seperti dikutip dari Fox Jumat (15/1/2016).

“Ini sudah pernah mereka lakukan beberapa kali. Mereka melakukan hal serupa kepada anggotanya di setelah pertempuran di Tikrit,” sambung dia.

Ramadi adalah salah satu kota kunci di Irak. Ibu kota Provinsi Anbar itu direbut ISIS, Mei tahun lalu.

Oleh sebab itu, kala Tentara Irak berhasil memukul mundur  ISIS di Ramadi maka kejadian tersebut merupakan pukulan telak bagi kelompok teror itu.*

Nasional

Kejadian Teror Sarinah, Ini Harga Mobil Anti Peluru

a5538fd551e98e27362973ebccf06ca7f

BERIMBANG.COM, Jakarta – Menilik kejadian teror Sarinah (14/1) tampak beberapa mobil tahan peluru dengan spesifikasi khusus diterjunkan guna membantu penanganan.

Sebenarnya berapa harga mobil antipeluru tersebut?

Hadirnya mobil antipeluru patut diapresiasi, mengingat ancaman teror kian nekat, sehingga diperlukan teknologi yang modern guna menghadapi ancaman.

Salah satunya adalah Toyota Land Cruiser 100 terlihat menjadi tameng bagi polisi ketika berhadapan dengan kelompok teroris.

Sebagai gambaran sebetulnya mobil sejenis Toyota Land Cruiser 100 merupakan mobil sipil yang dijual bebas.

Bedanya mobil yang digunakan aparat kepolisian telah dimodifikasi untuk kebutuhan khusus, yakni dilengkapi material anti peluru.

Berapa harga mobil yang telah dimodifikasi dengan fitur anti peluru?

Menurut arsip OTOMOTIFNET, yang merujuk pada sebuah situs untuk satu unit Mercedes-Benz S600 Guard bisa ditebus sekitar Rp 5-6 miliar (ditahun 2004).

Sementara Toyota LC pada tahun 2004 dijual seharga Rp 1,9 miliar alias lebih mahal Rp 700 juta dari yang biasa.

Nah, kalau mengadopsi Armormax pada Toyota Kijang Innova, harga bahannya saja bisa 3-4 kali harga baru mobilnya.

Artinya kalau diproyeksikan harga saat ini nilainya bisa lebih mahal lagi mengingat materialnya yang harus impor.

Menurut data dari salah satu situs penjual mobil armored dari Amerika Serikat.

Tampak dijual Toyota Land Cruiser 106 armored dipasarkan seharga 150 ribu dolar Amerika Serikat atau setara Rp 2,1 miliar.

Harga tersebut belum termasuk biaya shipping, dengan estimasi tambahan 15 ribu dolar Amerika atau Rp 210 juta.

Bahkan bisa lebih setelah dihitung dengan pajak-pajak yang berlaku di Indonesia.

Tribunews

Depok

Siswa SMPN 19 Mengikuti Kegiatan Training Motivasi

Para siswa SMPN 19 sedang mengikuti training motivasi di Balai Rakyat.    (Rahmat Budianto)
Para siswa SMPN 19 sedang mengikuti training motivasi di Balai Rakyat. (Rahmat Budianto)

BERIMBANG.COM, Depok – Sebanyak 320 siswa/i SMP Negri 19 Kota Depok yang akan mengikuti Ujian Nasional bulan April mendatang mengikuti kegiatan extra kurikuler ” Pelatihan Training Motivasi” di Balai Rakyat, Depok Jaya. Kamis (7/1/2016) belum lama ini.

Guna meningkatkan rasa percaya diri dan menambahkan motivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan menguatkan mental dalam menghadapi Ujian Nasional yg akan di gelar pada April 2016.

Kepala sekolah SMPN 19 mengharapkan siswa/i yang ikut pelatihan motivasi  bisa mendapatkan nilai kelulusan yang baik dan hasil nilainya bisa bersaing dengan sekolah negeri yang ada di Kota Depok.

Salah satu  peserta didik kelas 9, Ayu  mengatakan sangat senang dan antusias mengikuti kegiatan, peserta menjadi semangat belajar serta dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 19 Mu’awanah mengatakan, tujuan diselenggarakannya training supaya anak didik di awal dan di akhir semester mendekati ujian nasional siap secara mental dan spiritual sebab tahun kelulusan pertama, nilai ujian akhir mereka saat awal masuk sekolah memiliki nilai dibawah rata-rata dibanding sekolah negeri lainnya.

Laniutnya, pelatihan yang diselenggarakan dinilai positif, Mu’awanah mencontohkan, siswa siswi jadi berubah, sifatnya menjadi lebih baik.

Ditempat yang sama, Motivator kegiatan Sinta mengatakan, dengan adanya training merupakan sebagai dakwah dan memberikan semangat kepada peserta agar siswa tidak mengalami stress saat mengikuti ujian.

” Ada siswa yang pintar, karena mempunyai hubungan emasional yang kurang baik terhadap orang tua dan guru serta lingkungan dapat mempengaruhi nilai hasil ujian,” ujar sinta.

” Dengan adanya training ini para siswa dapat memiliki ketenangan secara batin dan kecerdasan emosional,” Tambah Sinta. (Rahmat Budianto)

JabodetabekJakarta

Polwan Cantik Ringkus Pemukul Polisi di Palmerah

Polwan ringkus

BERIMBANG.COM, Jakarta – Polisi telah menangkap HR (28) (sebelumnya ditulis IR), seorang wartawan media online yang memukuli polisi hingga jatuh di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Diketahui, HR ditangkap oleh seorang Polisi Wanita (Polwan) saat hendak kabur.

“Ia ditangkap oleh seorang Polwan bernama Brigadir Tisna,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) dari Polsek Metro Tanah Abang, Komisaris Polisi Mustakim, di Mapolsek Metro Tanah Abang, Selasa, 5 Januari 2016.

Hebatnya lagi, lanjut Mustakim, Brigadir Tisna menangkap HR hanya menggunakan tangan kosong.

“Polwan itu mengejarnya saat pelaku mencoba kabur. Pelaku berhasil ditangkap bersama dengan bantuan penjaga perlintasan rel kereta api Palmerah, bernama Ahmad Usni dan M Ilham,” ujar Mustakim.

Setelah pelaku diborgol, lanjut Mustakim, Tisna dibantu beberapa petugas polisi yang ada di Pos Polisi (Pospol), yang tak jauh dari lokasi.

“Kemudian oleh Brigadir Tisna dibantu beberapa petugas polisi yang lain, pelaku dibawa atas perbuatannya,” ucap dia.

Akibat perbuatannya tersebut, HR dikenakan Pasal 351 dan 213 KUHP dengan ancaman kurungan diatas 5 tahun penjara.

Pria 28 tahun itu memukul Brigadir Sulikan, yang merupakan anggota Patroli Pengawal (Patwal) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, Senin malam 4 Januari 2016 sekira pukul 22.00 WIB. HR memukul Sulikan lantaran tak terima saat ditegor karena melawan arus ketika mengendarai sepeda motor di perlintasan rel kereta api Palmerah.

Viva.co.id

Nasional

Polisi Tak Bisa Razia Kendaraan Sembarangan, Ini Aturan Resminya

polisi razia

BERIMBANG.COM, Jakarta – Maraknya kejahatan jalanan seperti pencurian hingga begal motor membuat aparat kepolisian semakin aktif menggelar razia. Meski operasi dicanangkan secara menyeluruh, polisi tak bisa sembarangan mengadakan razia, termasuk selama berlangsungnya Operasi Simpatik selama 1-21 April 2015.

Dilansir dari laman Divisi Humas Mabes Polri, Senin (6/4), pemeriksaan kendaraan bermotor atau razia diatur dalam PP No 42 Tahun 1993 tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan. Pemeriksaan yang dimaksud adalah pemeriksaan terhadap pengemudi dan kendaraan bermotor mengenai pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan serta pemenuhan kelengkapan persyaratan administratif.

Aparat yang diberikan kewenangan untuk melakukan pemeriksaan tersebut adalah kepolisian dan Pegawai Negeri Sipil yang memiliki kualifikasi tertentu di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Dalam razia tersebut, mereka diwajibkan untuk melengkapinya dengan surat penugasan yang dikeluarkan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

Surat ini memuat beberapa aspek dalam sebuah razia, yakni alasan dan jenis, waktu, tempat razia, penanggung jawab, daftar petugas, dan daftar pejabat penyidik yang ditugaskan. Para petugas yang ikut serta dalam razia diwajibkan menggunakan seragam dan atribut yang jelas. Seperti tanda-tanda khusus sebagai petugas pemeriksa dan perlengkapan pemeriksaan. Khusus polisi, petugas harus menggunakan seragam dan atribut yang ditetapkan.

Kemudian, sebagaimana yang tercantum dalam pasal 15 ayat 1 sampai 3, disebutkan bahwa pada tempat pemeriksaan wajib dilengkapi dengan tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan kendaraan bermotor. Tanda dimaksud harus ditempatkan pada jarak sekurang-kurangnya 100 meter sebelum tempat pemeriksaan.

Khusus untuk pemeriksaan yang dilakukan pada malam hari, selain harus dilengkapi tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan, petugas juga diwajibkan untuk memasang lampu isyarat bercahaya kuning terang.

Nah, jika anda melewati razia yang tak sesuai dengan aturan-aturan tersebut di atas, jangan ragu untuk meminta surat penugasan atau laporkan kepada Propam Polri.

Merdeka

Daerah

Tulis Surat Ingin Berjuang di Jalan Allah, Dokter Cantik Ini Menghilang

Dokter Hilang

BERIMBANG.COM, Yogyakarta – Beberapa waktu lalu, warga Yogyakarta dihebohkan berita hilangnya Rica Tri Handayani. Perempuan yang berprofesi sebagai dokter itu menghilang dengan putranya Zafran Alif Wicaksono sejak 30 Desember 2015 lalu.

Karena tak kunjung bisa dihubungi, sang suami Aditya Akbar Wicaksono akhirnya melaporkannya ke Kepolisian. Menanggapi laporan tersebut, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY, Kombes Hudit Wahyudi telah membentuk dua tim untuk melakukan pencarian.

Sebelum menghilang, Rica sempat berpamitan kepada kedua orangtua, kakak, adik dan suaminya. Ia bahkan sempat meninggalkan surat beberapa lembar.

Dalam suratnya, Rica menyebutkan jika ia ingin berjuang di jalan Allah. Ibu muda ini memutuskan hal itu karena menurutnya banyak bencana terjadi karena umat Islam sudah tak mengikuti kaidah.

Kombes Hudit Wahyudi menduga jika Rica telah merencanakan hal ini sejak lama. Mengingat surat tersebut sangat panjang dan juga mencantumkan rincian keungan.

Meski begitu, Rica menuliskan jika kepergiannya tidak berkaitan dengan ISIS atau sejenisnya. Ia juga mengungkap jika ada kemungkinan dirinya akan kembali. (wk)