Depok

Depok

Sedang Halal Bihalal, Preman Ancam Tusuk Wartawan Republika

BERIMBANG.COM, Depok, Wartawan senior Republika Rusdy Nurdiansyah diancam ditusuk oleh preman mabuk ketika halal bihalal.

Preman Andre Stevanus alias Glen memang dikenal warga sebagai sosok preman yang kerap mabuk dan berbuat onar. Sepak terjang Glen sebagai preman yang acap kali mabuk-mabukan cukup dikenal warga di lingkungan Perumnas Depok Utara dan di Kantor Balai Kota Depok.

Setiap kali mabuk, Glen kerap berulah yang membuat resah warga dan para pejabat di Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Mulut bau ‘naga’ selalu tercium saat selalu mengumbar kata-kata ‘khayalan’, omongannya selangit, penuh dengan intimidasi dan provokasi kesetiap orang yang akan dijadikan taget untuk dimintain uang atau dipalak.

Glen yang kerap mabuk, sering kali juga mengaku sebagai wartawan, aktivis relawan Jokowi, intelejen dan anak jenderal. Bahkan, Glen mengaku berpendidikan S1 UKI dan S2 UGM.

Glen saat mabuk tak segan-segan mengintimidasi dan bahkan memprovokasi setiap orang untuk berkelahi jika keinginannya tak tepenuhi. Termasuk ke awak media yang bertugas di Kota Depok.

Glen sudah berniat untuk mengkriminalisasikan Wartawan Senior Republika, Rusdy Nurdiansyah.

“Rusdy harus masuk penjara, kalau nggak gue tusuk diri gue atau gue tusuk dia,” ancam Glen, seperti disampaikan saksi mata.

Glen yang tidak pernah bergaul dengan para warga dilingkungan rumah orang tuanya di Jalan Kalimantan, tiba-tiba pada lebaran kedua, Senin (25/5) dalam keadaan mabuk berat mendatangi para pemuda yang berkumpul, sedang ber halal bi halal.

“Rusdy harus masuk penjara, kalau nggak gue tusuk diri gue atau gue tusuk dia,” kembali Glen berucap kata-kata tersebut tanpa basa-basi ke para pemuda yang tadinya ceria dan suasana berubah menjadi mencekam.

Rusdy yang memang dicari Glen, tiba-tiba datang untuk bersilahturrahmi dan belebaran bermaaf-maafan dengan gaya salam Corona (tangan dikepal) ke puluhan pemuda tersebut termasuk Glen. Namun, Glen yang duduk dan langsung berdiri menepis uluran kepalan tangan Rusdy dan tanpa sengaja mengenai wajahnya.

Glen kemudian langsung berteriak telah dipukuli dan menantang berkelahi Rusdy. Terjadi cekcok, tapi akhirnya dapat dilerai para pemuda dan warga. Keduanya kemudian diminta warga untuk menyelesaikan masalah, keduanya kemudian duduk berdampingan dan bersalaman.

Tapi, baru beberapa detik bersaman, Glen kembali ‘nge gas’ omongan dan berteriak Allahuakbar. “Gue dipukuli, gue akan lapor polisi,” teriak Glen.

Warga pun geram dengan ulah Glen dan berusaha menghalaunya untuk pergi dari lokasi kejadian. Bahkan, beberapa warga pun tersulut emosi dan hendak memukul Glan. Namun, berhasil dicegah.

“Kita, semua bertetangga, memang Glen jarang bergaul dan tumben dia muncul. Dengan kondisi mabuk, dia ngomong ngelatur dan ancam Rusdy yaang akan dimasukan ke penjara. Kalau tidak terbukti dia akan tusuk perutnya pakai pisau,” ujar Rizal, seorang warga yang diamini semua orang yang menyaksikan kejadian tersebut.

Seorang saksi lainnya, Toto juga membenarkan prilaku Glen yang memang sebelum kejadian tersebut sudah berniat ingin memprovokasi Rusdy. “Ya, kata-kata ancaman yang diucapin Glen sama, ingin memenjarakan Rusdy dan akan menusuk perutnya pakai pisau jika tidak berhasil,” terangnya.

Ketika dikonfirmasi Rusdy yang merupakan wartawan senior Republika yang bertugas di Kota Depok membenarkan kejadian tersebut.

“Saya datang bersama anak saya hendak bersilahturrahmi, belebaran dengan para tetangga. Semuanya yang hadir saling bermaaf-maafan, cuma Glen yang menolak bersalaman ala kepalan tangan dan tanpa sengaja, kepalan tangan saya mengenai wajahnya saat dia hendak berdiri,” ungkapnya, kepada redaksi Jumat (28/5).

Ketua Pembina Depok Media Center (DMC) ini mengatakan, sebenarnya warga telah berupaya menyelesaikan persoalan di hari baik, hari Idul Fitri ini. Bahkan, keduanya sempat bersalaman dan Glen sempat berteriak Allahuakbar, namun setelah itu Glen berteriak akan melapor ke polisi.

“Dia berusaha memprovokasi warga dengan teriakan Allahuakbar dari mulut berbau alkohol. Infonya saya dilaporkan polisi, tentu saya akan tuntuk balik, dia mabuk bikin onar dan mengacam akan menusuk saya,” jelas Rusdy.

Dari penelusuran redaksi, Glen telah melaporkan kasus pemukukan itu ke polisi dengan didampingi pengacara Dr Tardip Pangabean SH MH yang juga Ketua PWI Depok pada Senin (25/5/2020) lalu. Namun menyebutkan dia dipukul oknum kontraktor.

“Secara pribadi saya tidak ada masalah dengan Tardip. Tapi, Tardip begitu bersemangat ingin mengkriminalisasi saya, sudah dua laporan polisi dibuat untuk saya dengan rekayasa tunduhan pencemaran nama baik. Jadi, sudah terlihat persekokolan dan merekayasa untuk mengkriminalisasi saya. Tardip dan kawan-kawannya juga akan saya tuntut balik terkait fitnah dan pencemaran nama baik melalui media sosial (Medsos),” tutur Rusdy.

Rusdy menegaskan, akan menghadirkan sebanyak-banyaknya warga Perumnas Depok Utara dan 100 wartawan Depok untuk dijadikan saksi atas prilaku Glen dengan ancaman-ancamannya.

“Saya juga akan menghadirkan saksi-saksi dan bukti prilaku Tardip. Saya berharap dukungan para wartawan di Kota Depok untuk melawan upaya kriminalisasi para preman ini,” tegasnya.

Terkait Glen dalam tulisan di Medsos yang mengaku aktivis relawan Jokowi dari beberapa organisas dan mempunyai hubungan dekat dengan aktivis 98, Adian Napitupulu dan bahkan memasang foto bersama Adian, mendapat protes dari para aktivis yang merasa tidak mengenal Glen sebagai aktivis relawan Jokowi. (Tata)

(Untuk konfirmasi apakah Glen adalah relawan Jokowi, terutama mengaku sebagai aktivis Pena 98 dan Pospera bisa hubungi Ketua Pospera Kota Depok, Yus +62 896-4417-9923 dan aktivis Pena 98, Joshua Napitupulu +62 812-9184-7760)

Red

Depok

Ikuti Jakarta, Warga Depok Yang Ada Diluar Depok Tidak Mudah Masuk Depok

BERIMBANG.com, Depok – Peluang arus balik Lebaran menjadi ancaman nyata bagi kasus Covid-19 di Jabodetabek.

Setelah Pemprov DKI Jakarta menerbitkan ketentuan surat izin-keluar masuk (SIKM) bagi pemudik yang hendak kembali ke Ibu Kota, Pemerintah Kota Depok juga melakukan langkah yang sama.

Wali Kota Depok Mohammad Idris telah menerbitkan Peraturan Wali Kota Nomor 36 Tahun 2020 yang isinya mengatur soal ketentuan masuk ke wilayah Depok.

“Setiap orang dilarang melakukan kegiatan arus balik masuk Kota Depok tanpa dilengkapi dengan persyaratan yang ditentukan,” ujar Idris dalam beleid tersebut.

Dalam ketentuan itu, warga Depok yang ada di luar kota juga tak mudah untuk kembali masuk ke Depok.

Warga Depok yang diizinkan masuk dari luar Jabodetabek hanya mereka yang mengantongi KTP elektronik Depok atau kartu keluarga Depok sebagai bukti domisili.

Tak hanya itu, warga Depok yang hendak kembali juga wajib membekali diri dengan surat pernyataan sehat bermeterai.

Sebagai bukti keterangan sehat, warga Depok wajib melampirkan surat keterangan negatif Covid-19 minimal versi rapid test yang nonreaktif dari puskesmas atau rumah sakit tempat keberangkatan.

Bagi warga yang tidak mengantongi KTP elektronik Depok atau kartu keluarga Depok sebagai bukti domisili, persyaratan lebih rumit.

Untuk dapat kembali ke Depok, warga luar Jabodetabek harus memiliki surat keterangan dari kelurahan/desa yang diketahui oleh camat tempat keberangkatan.

Dalam surat keterangan itu, harus ada keterangan jelas maksud dan tujuan kedatangan ke Depok.

Apabila datang ke Depok karena kepentingan pekerjaaan/perjalanan dinas di 11 sektor khusus, maka pendatang harus melampirkan surat keterangan dari tempat kerja yang beralamat di Depok.

Seandainya masuk ke Depok karena kepentingan keluarga, termasuk jika kerabat sakit keras atau wafat, pendatang wajib melengkapi diri dengan surat jaminan bermeterai dari keluarga yang beralamat di Depok.

Jika masuk Depok karena kepentingan darurat lain, maka pendatang mesti mengantongi surat keterangan domisili tempat tinggal dari Kelurahan di Depok.

Iik

Depok

Idris Akui Kasus Covid 19 Di Depok Terus Meningkat Hingga Gencarnya Deteksi Kasus

BERIMBANG.com, Depok – Beberapa hari terakhir ini Kita Depok terus mengalami peningkatan  kasus Covid-19 secara signifikan.

Selasa (26/5/2020) kemarin, Depok mencatat tambahan 21 kasus positif dalam sehari, sehingga pasien positif Covid-19 di Depok kini mencapai 535 orang.

“Penambahan tersebut berasal dari tindak lanjut program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan swab di Labkesda dan PCR di Laboratorium RSUI sebanyak 12 orang,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris, melalui keterangan tertulis, Selasa malam.

“Sebanyak 9 orang lagi, infomasi kasus yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta,” tambahnya.

Idris mengakui, peningkatan kasus Covid-19 secara signifikan di Depok selama beberapa hari terakhir merupakan konsekuensi dari makin gencarnya deteksi kasus.

Deteksi kasus Covid-19 ditempuh melalui pelaksanaan rapid test yang hingga saat ini hampir mencapai 2.000 tes di beberapa tempat umum.

Hasil rapid test yang reaktif kemudian ditindaklanjuti dengan swab PCR di laboratorium.

Idris menyebutkan, peningkatan kasus Covid-19 di Depok secara signifikan akibat deteksi kasus secara gencar masih akan terjadi. Menurut dia, keadaan itu memberi sinyal positif agar kasus Covid-19 di Depok dapat dipetakan secara menyeluruh dan akurat.

“Strategi deteksi melalui rapid test dan PCR akan terus kami lakukan agar kasus dapat dijaring, dipetakan, dan diintervensi,” ujar dia.

“Mohon kepada sahabat warga dan seluruh elemen untuk dapat memahami hal ini, dengan tidak membuat interpretasi sendiri demi kebaikan dan keselamatan semua,” imbuh dia.

Iik

Depok

Tiga Orang Warga Depok Disabet Samurai Oleh Sekelompok Orang Tak Dikenal

BERIMBANG.COM, Depok – Tiga orang warga Depok terluka akibat sabetan samurai oleh sekelompok orang tak dikenal. Peristiwa ini terjadi di sebuah ruko Jalan Siliwangi, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Menurut Kasubbag Humas Polrestro Depok AKP Elly Padiansari berdasarkan keterangan sementara para korban, peristiwa berawal ketika empat orang tak dikenal (OTK) mengendarai mobil Toyota Agya mendatangi ruko sekitar pukul 01.15 WIB dini hari tadi.
Belum jelas apa yang dipertengkarkan, namun salah satu dari empat orang tersebut keluar mobil memakai topi hitam dengan membawa samurai. Saat itu ada dua orang di lokasi kejadian, yaitu Rizki (22) dan Julius Misseyer (50). Tiga korban keluar rumah dengan bermaksud melerai. Namun pelaku malah menyerang saksi dan korban secara membabi buta.

Akibatnya, tiga orang terluka yaitu Reza (35), Gofur (65) dan Dani (40). Reza terluka di jari tengah kanan, Ghofur mengalami luka bacok pada betis kiri, punggung tangan kiri dan memar mata kiri, sedangkan Dani mengalami luka bacok tangan kiri.

“Korban langsung dilarikan ke RS Harapan dan mendapatkan perawatan,” kata AKP Elly, Senin (25/5/2020).

Polisi masih mengembangkan kasus ini lebih lanjut. ”kasus ini masih didalami Polres Metro Depok,” pungkasnya.

Red

Depok

LPM Kemirimuka Salurkan Bantuan Kepada Warga

BERIMBANG.COM, Depok – Ditengah masa Pandemi virus korona, masyarakat yang terdampak sangat memerlukan bantuan khususnya kebutuhan pokok sehari – hari.

Untuk menanggulangi hal tersebut, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ( LPM) Kemirimuka, Beji Kota Depok menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak berupa sembako khususnya di wilayah Kelurahan Kemirimuka sebanyak 20 RW dan 80 RT, selain itu bantuan juga disalurkan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinsa, Bimas serta anggota dan pengurus LPM Kemirimuka.

Ketua LPM Kemirimuka, Samsuar yang biasa akrab dipanggil Isam mengatakan, bantuan yang disalurkannya merupakan bentuk kepedulian kepada warga yang terdampak covid 19 yang sampai sekarang ini kasus positif terus kian bertambah setiap harinya.

” Kami hanya bisa berbagi sedikit dan mudah – mudahan dapat bermanfaat kepada warga di masa sulit sekarang karena Pandemi dan semoga saja wabah cepat berlalu, ” ujar Isam dikediamannya. Sabtu ( 23/5/2020).

Harapannya, masih Isam, selain berbagi kepada warga, dapat semakin mempererat persatuan dan kesatuan antara RT dan RW dan seluruh elemen masyarakat guna memajukan wilayah khususnya Kelurahan Kemirimuka

” Kami pengurus LPM selalu siap untuk bersinergi dalam semua bidang agar pembangunan di Kelurahan Kemirimuka dapat terwujud dan merata dengan baik serta yang paling terpenting adalah dapat bermanfaat untuk masyarakat, ” harapnya.

Ye

Depok

PSBB Tahap III Kota Depok , Pelanggar Akan Kena Denda Hingga Rp 1 Juta

BERIMBANG.COM, Depok – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III di Kota Depok resmi diberlakukan dari 13 Mei hingga 26 Mei 2020.

Pelaksanaan PSBB tahap tiga ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.263-Hukham/2020 Tanggal 12 Mei 2020.

Termasuk Keputusan Walikota Depok Nomor 443/206/Kpts/Dinkes/Huk/2020 Tanggal 12 Mei 2020.

Dalam pelaksanaannya, sanksi PSBB) tahap III di Kota Depok ini tidak hanya menyasar warga yang berkerumun. Namun juga masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua atau empat.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, secara umum, sanksi diberikan kepada pengendara yang tidak menggunakan masker. Selain itu, ada peraturan terkait pembatasan jumlah orang maksimal 50 persen dari kapasitas kendaraan roda empat.

Bagi yang melanggar, akan diberikan denda antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta bagi pengendara mobil. Lalu Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu bagi pengendara motor," katanya di Balai Kota Depok, beberapa waktu lalu. Selain itu, lanjut Mohammad Idris, hukumannya bisa juga kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum. Atau tindakan penderekan ke kelurahan/kecamatan.

Mohammad Idris yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (PP) Covid-19 ini menyatakan, sanksi tersebut dikecualikan bagi penumpang dan pengemudi yang memiliki alamat sama, dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Atau diperuntukkan bagi kegiatan yang berkaitan dengan penanggulangan penyebaran Covid-19 juga kondisi gawat darurat kesehatan.

Lebih lanjut, ucap Mohammad Idris, badan usaha pemilik kendaraan bermotor umum angkutan orang dan atau barang juga bisa terkena sanksi. Apabila melanggar pembatasan jumlah orang maksimal 50 persen dan atau pembatasan jam operasional sesuai ketentuan yang berlaku khususnya terhadap angkutan orang.

Selain pengenaan sanksi denda administratif, setiap orang atau badan usaha pemilik kendaraan bermotor umum angkutan orang dan/atau barang yang mengoperasionalkan kendaraan tanpa memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," tambahnya. Saat kendaraan pelanggar diderek, sambungnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak bertanggung jawab atas kelengkapan dan keutuhan kendaraan mobil penumpang pribadi beserta muatannya. Satpol PP juga akan menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada pemilik atau pengemudi mobil penumpang pribadi dalam waktu 1 x 24 jam. Setelah tiga hari pemberitahuan tidak diambil, kendaraan dipindah ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok,” tutupnya.

Iik

Depok

Walikota Depok Sampaikan Maklumat Bersama Perayaan Hari Raya Idul Fitri

BERIMBANG.COM, Depok – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok menerbitkan Surat Maklumat Bersama Penyelenggaraan Ibadah Idulfitri 1441 Hijriah dalam masa pandemi Coronavirus (Covid-19) pada tanggal 18 Mei 2020. Dalam Surat Maklumat tersebut merumuskan sejumlah poin yang dapat menjadi rujukan masyarakat di hari raya Idulfitri 1441 Hijriah (H).

Adapun Surat Maklumat Bersama ini dirancang berdasarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor :451/64/Yanbangsos Tanggal 23 April 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1441 H Dalam Situasi Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Kemudian, Surat Edaran Wali Kota Depok Nomor:451/194-Huk/GT Tanggal 22 April 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1441 H Dalam Situasi Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Lalu, Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor: 28 Tahun 2020 Tanggal 20 Ramadan 1441 H / 13 Mei 2020 M tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idulfitri Saat Pandemi Covid-19. Terakhir, Fatwa MUI Kota Depok Nomor: 03 Tahun 2020 Tanggal 22 Ramadan 1441 H / 15 Mei 2020 M tentang Penyelenggaraan Ibadah Salat Idulfitri Dalam Situasi Wabah Covid-19 di Kota Depok.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, merujuk hal di atas dan memperhatikan masih terjadinya penyebaran dan peningkatan kasus Covid-19 di Depok, maka dalam maklumat sudah dirumuskan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri tahun 1441 H diselenggarakan di rumah masing-masing, baik secara berjamaah dengan keluarga inti maupun dilaksanakan sendiri. Selanjutnya, untuk kegiatan takbir di masjid dan musala dapat dilaksanakan oleh petugas yang ditunjuk, lalu meniadakan kegiatan takbir keliling.

“Disampaikan juga dalam Maklumat Bersama, bagi setiap umat Islam tetap membayar zakat fitrah dan zakat mal sesuai ketentuan," katanya.

Selanjutnya, sambung Mohammad Idris, untuk petugas pengumpul dan pendistribusian terap melakukan tugas sesuai ketentuan Menteri Agama Republik Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Tentu para petugas tersebut tetap memperhatikan protokol kesehatan (menjaga jarak, menggunakan masker, tidak bersalaman dan tidak bersentuhan).

Lalu, untuk Halal Bi Halal saat Idulfitri dilakukan melalui media sosial, video call hingga via telepon.

Untuk itu, Mohammad Idris berpesan kepada seluruh umat Islam dan elemen masyarakat untuk bisa berpartisipasi dan mendukung Maklumat Bersama ini. Agar dapat menciptakan dan menjaga kondusivitas kehidupan keberagaman dengan tetap mengedepankan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah.

Iik

Depok

Majelis Dzikir Al Fajri Santuni Anak Yatim Sekaligus Bagikan Masker

BERIMBANG.COM, Depok –  Saat pandemi Covid-19 dan diberlakukannya PSBB di Kota Depok, banyak warga masyarakat mengalami dampak yang sangat memprihatinkan, khususnya para anak yatim.

Bertempat di rumah kediaman Ustad Waluyo, SH, MH. selaku Pimpinan Majelis Dzikir Al Fajri di wilayah Bojongsari, sore ini telah digelar acara santunan kepada 50 anak yatim dan pembagian 7 lusin masker bahan, serta acara tasyakuran khatam Al Qur’an jamaah muslimat Al Fajri yang tergabung dalam Muslimat Ranting NU Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari selama bulan Ramadhan ini. Kamis (21/5).

Kegiatan acara santunan anak yatim ini memang sudah menjadi agenda rutin dari program kerja pengurus Majelis Dzikir Al Fajri setiap 2 bulan sekali sejak Majelis Al Fajri berdiri 7 Oktober 2010 lalu dan kegiatan tadarusan Al Quran dilakukan setiap bulan Ramadhan oleh para jemaah majelis dzikir Al Fajri, khususnya para muslimat.

Dan kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian Ketua Umum Majelis Dzikir Al Fajri, Ustad Waluyo, SHi, MH terhadap warga masyarakat yang terdampak wabah Covid-19, khususnya para anak yatim piatu agar bisa merasakan kebahagiaan di saat pandemi Covid-19 menjelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Dan juga merupakan dukungan kepada program PSBB yang diberlakukan oleh Pemerintah Kota Depok dengan memberi kesadaran kepada warga masyarakat, khususnya para anak yatim piatu dan para jemaah Majelis Dzikir Al Fajri agar selalu memakai masker dan melakukan sosial distancing.

Ustad Waluyo berpendapat,
Dalam mengatasi musibah wabah Covid-19 ini bukan merupakan tanggungjawab Pemerintah saja, tapi juga merupakan tanggungjawab kita bersama untuk mengatasinya. Dan harapannya, semoga musibah ini cepat berlalu.

Tampak hadir Pimpinan Majelis Dzikir Al Fajri, Waluyo, SHI, MH, Ketua Muslimat NU Ranting Kelurahan Curug, Athoilah, Sekretaris majelis dzikir Al fajri Muhammad Amirullah, SH, para ustadzah yang tergabung dalam management majelis dzikir Al Fajri, 50 orang anak yatim, dan beberapa warga masyarakat sekitar.

Ustad Waluyo dalam kata sambutannya mengatakan, “Terima kasih kepada para Donatur yang telah peduli dan mendukung kesuksesan kegiatan acara santunan anak yatim pada sore hari ini, semoga menjadi amal sholeh yang makbul, dan diberkahi kesehatan dan rizky yang melimpah ruah oleh Allah SWT, dan terima kasih pula khususnya kepada para jamaah Majelis dzikir Al Fajri atas kerjasamanya, sehingga kegiatan acara santunan ini dapat berjalan dengan lancar,” ujar Ustadz Waluyo.

Depok

Kasus Positif Covid 19 Di Depok Berpeluang Besar Tertular Dari Jakarta

BERIMBANG.COM, Depok – Hingga Selasa (19/5/2020), Kota Depok telah mencatat 431 kasus positif Covid-19 dengan seluruh wilayah menjadi zona merah.

Di samping itu, Senin (18/5/2020), Wali Kota Depok Mohammad Idris sudah mengumumkan bahwa kasus Covid-19 sudah dijumpai di 62 dari 63 kelurahan di Depok.

Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Tri Yunis Miko menduga, besar peluang para pasien itu tertular Covid-19 dari Jakarta, bukan akibat penularan lokal di Depok.

Tri berujar, dugaan itu pertama-tama berasal dari pemetaan klaster Covid-19.

“Di Depok, yang menunjukkan klaster itu hanya 1-2 RW. Yang lain tidak menunjukkan klaster, karena antarkasus jauh-jauh jaraknya. Dari sana, kemungkinan penularannya ada di transportasi umum atau di Jakarta,” jelas dia ketika dihubungi Kompas pada Rabu (20/5/2020).

“Iya, persebaran epidemiologisnya seperti itu. Tetapi tidak boleh disebutkan (di mana letak klasternya) karena dikhawatirkan menimbulkan keresahan penduduk. Tapi saya tahu, saya ada datanya,” imbuh Tri.

Sebagai informasi, suatu wilayah menjadi klaster penularan penyakit apabila di wilayah itu ditemui banyak kasus sekaligus.

Selain dari pemetaan klaster, dugaan bahwa Jakarta jadi sumber penularan Covid-19 diperkuat dengan fakta bahwa kebanyakan pasien di Depok

Data itu mencerminkan, kelompok usia produktif di Depok masih beraktivitas di luar rumah, termasuk bekerja, dan Jakarta adalah magnet bagi kelas pekerja yang tinggal di daerah suburban seperti Bekasi, Tangerang, dan Depok.

“Jadi kalau di Depok, mobilitas memengaruhi karena sumber penularannya di Jakarta. Kontaknya memang banyak terjadi di Jakarta, karena kelompok usia produktif itu mobile ke sana, hanya saja mereka tinggal di Depok,” ungkap Tri.

Red

Depok

Pertamina EP Salurkan Bantuan 100 Paket Sembako Untuk 100 Wartawan

BERIMBANG.COM, Depok – PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKKMigas kembali menyalurkan bantuan dalam rangka penanggulangan dampak pandemik Covid-19.

Kali ini PT Pertamina EP (PEP) menyalurkan sembako sebanyak 100 paket untuk organisasi jurnalis Depok Media Centre (DMC). Bantuan diserahkan langsung oleh External Relation Analyst Turjasari kepada team DMC, Selasa (19/05).

“Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian Pertamina EP kepada pemangku kepentingan yang terkena dampak dari pandemik Covid-19,” kata Public Relation Manager Pertamina EP Hermansyah Y Nasroen.

Dia menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 ini memberi pukulan yang cukup terasa terhadap ekonomi global termasuk Indonesia sehingga berdampak pada berbagai lapisan ekonomi masyarakat, tak terkecuali bagi kalangan wartawan yang ditengah pandemi Covid-19 masih berjibaku memburu berita untuk secepatnya disampaikan ke masyarakat.

“Paket sembako ini diberikan untuk sedikit meringankan beban rekan-rekan wartawan yang terkena dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 sekaligus menyambut lebaran Idul Fitri 1441 H,” jelas Hermansyah.

Sebelumnya Pertamina EP kantor pusat juga telah menyalurkan langsung bantuan peralatan kesehatan kepada beberapa rumah sakit, bantuan kepada Pemerintah Daerah, dan bantuan langsung kepada masyarakat. “Semoga pandemi ini segera berakhir sehingga kita bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ungkap Hermansyah.

Pertamina Peduli dan DMC Berbagi berharap bantuan ini meringankan kebutuhan sembako di saat pandemi Covid-19 dan menyambut Hari Raya Idul Fitri.

“Alhamdulillah, DMC mendapat donasi 100 Sembako dari PT Pertamina (Persero) dalam program Pertamina Peduli bertajuk Pertamina Peduli-DMC Berbagi 100 Paket Sembako untuk 100 Wartawan,” terang Ketua DMC, Adie Rakasiwi.

Penyaluran sembako berlangsung di Rumah Ketua Pembina DMC
Jl. Jagung No 17, RT 01 RW 07, Perumnas Depok Utara, Kelurahan Beji, Kecmatan Beji, Kota Depok

DMC menyalurkan Sembako ke para wartawan Sohib DMC dan Sohib DMC lainnya, seperti perwakilan LSM, Ormas, pengiat seni, anggota Satpol PP, anggota Dinas Perhubungan (Dishub), Tenaga Kebersihan di Balai Kota Depok, pedagang kantin di Balai Kota Depok dan warga sekitar Perumnas Depok Utara.

Ketua Pembina DMC, Rusdy Nurdiansyah mengucapkan terima kasih atas kepedulian PT Pertamina EP terhadap kinerja wartawan disaat pandemi Covid-19. “Saya apresiasi dan ini patut dicontoh sebagai bentuk kemitraan saling membantu. Semoga kita selalu dapat berbuat baik dengan sesama sehingga akan tumbuh jiwa dan tubuh yang sehat serta akan mempelancar rezeki. Aamiin,” pungkas Wartawan Senior Republika ini.