Bogor

Bogor

Tiga Rekomendasi rapat pleno Pengurus DPC Demokrat kabupaten Bogor

BERIMBANG.com Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bogor melaksanakan rapat pleno Pengurus DPC Partai Demokrat yang di ikuti oleh seluruh pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor.pada Rabu 10 Juni 2020,

Rapat Pleno dilaksanakan sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19 yaitu pengecekan suhu tubuh, Bilik Disinfektan, dan pencucian tangan.

Rapat yang dihadiri oleh 53 dari 70 pengurus DPC, dan dihadiri juga oleh 5 anggota Fraksi Demokrat dari total 6 anggota Fraksi, merupakan amanat AD/ART Partai Demokrat pada pasal 88 ayat (5),

“Dengan pelaksanaan Rapat Pleno ini selain sebagai ajang Silaaturahmi antar pengurus, juga merupakan forum konsolidasi pengurus DPC, agar lebih seirama dalam dan 1 komando dalam melaksanakan visi dan misi Partai Demokrat kedepannya,” kata Ketua DPC Demokrat kabupaten  Bogor Anton Suratto.

Anton selaku ketua menyampaikan Rekomendasi rapat pleno Pengurus DPC Demokrat kabupaten Bogor, sebagai berikut:

1. Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bogor diminta untuk lebih maksimal menyerap dan merealisasikan  aspirasi dari kader, pengurus dan masyarakat Kab Bogor

2. Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bogor diminta untuk lebih kritis dan bertanggung jawab dalam melaksanakan fungsinya sebagai  legislator dari Demokrat Kab. Bogor

3. Seluruh pengurus  DPC dan Fraksi Demokrat diminta untuk aktif di media sosial dalam rangka sosialisasi publikasi kinerja Demokrat.

(Red)

Bogor

Pemkab Bogor Rapat Pembentukan Tim Terpadu Protokol Kesehatan di Pusat Keramaian

BERIMBANG.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membentuk tim terpadu monitoring protokol kesehatan di pusat keramaian yang dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Bogor, sekaligus evaluasi agar bisa masuk daerah New Normal pandemi Covid-19.

Wabup Bogor, Iwan Setiawan menjelaskan, tim terpadu akan mengawasi pusat-pusat keramaian agar menerapkan protokol kesehatan dengan baik, karena telah diizinkan untuk beroperasi kembali.

“Ini kan sudah mulai longgar. Jangan sampai kurva kasus positif baru, terus meningkat makanya harus diawasi terus. Kalau malah makin meningkat kita tidak bisa ke new normal,” kata Iwan, Rabu (10/06/2020).

Lanjut Iwan, untuk sektor industri jasa seperti hiburan, restoran dan hotel dipimpin oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Kemudian industri dan perdagangan dipimpin Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin).

“Tapi, yang selalu melekat itu Dinas Kesehatan dan Satuan Polisi Pamong Praja. Ini kan kita sosialisasikan terus untuk menekan angka reproduksi efektif (Rt) di bawah 1,” kata Iwan.

Saat ini, kata dia, angka Rt di Kabupaten Bogor, masih di atas 1,2. Jika ini terus berlanjut, maka Kabupaten Bogor tidak bisa menerapkan new normal atau justru kembali ke Pembatasan Sosial Berskal Besar (PSBB).

“Makanya selama PSBB proporsional parsial sampai 2 Juli ini, kita akan tekan terus supaya penambahan kasus positif baru tidak bertambah,” jelasnya.

“Saya harap masyarakat dan pelaku usaha bisa mengikuti protokol kesehatan. Karena untuk menuju new normal harus ada peran dari semua pihak,” pungkas Iwan Setiawan.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Kapolres, Dandim, Kasat Pol PP & Disdagin Kabupaten Bogor Cek Kesiapan New Normal

BERIMBANG.com Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy bersama Dandim 0621 Letkol Sukur Hermanto, serta Kasatpol PP dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor meninjau kesiapan dalam penerapan protokol kesehatan yang sebagian besar mulai beroperasi dalam masa adaptasi baru,

Antara lain pusat perbelanjaan metropolitan mall di Cileungsi, pabrik Simone di Gunung Putri serta pabrik Bigland di kawasan industri Sentul Babakan Madang. Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kemarin Senin (08/06/2020).

“Kami melakukan pengecekan bersama unsur terkait dalam penerapan protokol operasional yang telah diterapkan pusat perbelanjaan serta pabrik-pabrik dalam menghadapi masa adaptasi baru (new normal),” terang Kapolres Bogor, AKBP Roland.

Dari hasil pengecekan yang sudah dilakukan, kata Kapolres, mall dan pabrik-pabrik sudah diterapkan protokol kesehatan dalam masa adaptasi baru.

“Ini harus benar-benar diterapkan di semua elemen, mulai dari menjaga jarak, pengecekan suhu tubuh, penyediaan hand sanitizer dan kebersihan area lingkungan yang rutin dibersihkan secara berkala dengan menggunakan desinfektan,”

“Serta harus adanya pengawasan dan di pantau serta harus berjalan terus bukan hanya sebuah ceremony hanya satu dua hari saja,” tutup AKBP Roland.

(Red)

Bogor

Danramil 2123 Cijeruk/Cigombong Pimpin Penyemprotan Disinfektan Di Pasar Tohaga Cigombong

BERIMBANG.COM, Bogor – Koramil 2123 Cijeruk/Cigombong berkoordinasi dengan Forkompimcam Kecamatan Cigombong – Cijeruk dan bekerjasama dengan PMI, Dinas Kebersihan, serta Pengelola Pasar Tohaga Cigombong dalam melaksanakan penyemprotan Disinfektan di wilayah Pasar Tohaga Cigombong, senin (08/06/2020) siang tadi

Kegiatan penyemprotan Disinfektan tersebut yang langsung dipimpin Danramil 2123 Cijeruk/Cigombong, Mayor INF Suparno

“Hari ini Koramil 2123 Cijeruk/Cigombong bekerjasama dengan PMI, Dinas Kebersihan serta Pengelola Pasar Tohaga Cigombongen melaksanakan penyemprotan Disinfektan di Pasar Tohaga Cigombong. Kegiatan tersebut dalam rangka menindak lanjuti perintah Komandan Kodim 0621/Kabupaten Bogor yang sesuai petunjuk Bupati Bogor selaku Ketua Gugugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor,” ungkap Mayor INF Suparno Danramil 2123 Cijeruk/Cigombong kepada Berimbang.com

Menurutnya, dilaksanakan Penyemprotan Disinfektan tersebut tidak menutup kemungkinan Pasar tempat berkumpulnya Orang menjadi Claster penyebaran Covid-19.

“Maka dari itu kami melaksanakan penyemprotan Disinfektan. Sebagai Penegak Disiplin dan Pengawas Proktokol kesehatan, Koramil 2123 Cijeruk/Cigombong bersama
Forkompimcam Cigombong juga selalu Menghimbau dan mengajak kepada seluruh warga masyarakat di wilayah teritorial Koramil 2123/ Cijeruk – Cigombong untuk selalu mentaati Peraturan Pemerintah, selalu Disiplin dan mengikuti Protokol Kesehatan,” pungkasnya.

(Na/Wan)

Bogor

Kabupaten Bogor Terapkan PSBB Parsial 14 Hari ke Depan

BERIMBANG.com Bupati Bogor Ade Yasin menegaskan bahwa wilayah Kabupaten Bogor memperpanjang massa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara parsial selama 14 hari ke depan terhitung besok Jumat (05/06/2020),Hal itu dilakukan karena tingkat penyebaran covid-19 masih tinggi.

“Sebetulnya kita masih PSBB parsial karena angka postif covid-19 masih tinggi jadi kita belum bisa menghadapi fase new normal. Jadi kita masih PSBB tapi parsial,” kata Ade Yasin saat di temui seusai memimpin rapat persiapan PSBB Proporsional Secara Parsial di Wilayah Kabupaten Bogor, di Ruang Rapat Bupati Bogor, Cibinong, Kamis (4/6/2020).

Ade Yasin menjelaskan, ada 23 desa/kelurahan di wilayah yang masih harus diawasi secara ketat. Terutama yang masih dalam kategori zona merah atau berbatasan dengan Jakarta, Depok dan Bekasi.

“Ada 23 desa dan kelurahan yang masih harus dalam pengawasan ketat yang berdekatan dengan Depok, Bekasi, Jakarta yaitu Cibinong, Cileungsi, Bojonggede dan Kemang,”

“Ini harus kita patuhi tetap dengan kebiasaan memakai masker dan pembatasan masih berjalan. Tadi kita sudah rapat, ada beberapa fase yang kita tempuh (dalam PSBB parsial),” jelasnya.

Dalam PSBB parsial ini, lanjut Ade Yasin, baru tempat ibadah yang sudah diperbolehkan kembali melakukan kegiatan kaagamaan dan shalat berjamaah. Namun, harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Pertama Insya Allah besok masyarakat sudah bisa shalat Jumat tapi dengan aturan dan protokol yang ketat,”

“Jadi saya mohon juga masyarakat juga sadar dan paham terhadap virus yang masih merajalela. Selain perilaku hidup bersih sehat, jaga jarak dan protokol kesehatan harus dimaksimalkan. Itu sudah disepakati dengan MUI dan DMI,” tegasnya.

Kemudian, sektor wisata khususnya di kawasan Puncak secara bertahap akan kembali dibuka. Namun, yang baru akan boleh dibuka wisata non air.

“Pembatasan untuk pariwisata masih ada, jadi kita coba dulu dengan protokol kesehatan di hotel dan restoran dengan kapsitasi terbatas juga protokol kesehtan yang ketat,”

“Untuk pariwisata air belum bisa dibuka samma sekali karena memang pesebarannya sangat bahaya di air. Jadi kita ingin minta bantuan dari kementerian KLH yang rata-rata mengelola wiata air seperti air terjun tidak buka dulu,” terang Ade Yasin.

Ia mencontohkan wisata Taman Safari Indonesia yang menjadi salah satu icon wisata di Puncak akan kembali dibuka namun hanya untuk melihat binatang dari kendaraan. Sementara, untuk permainan dan wanaha air belum bisa dibuka.

“Jadi kalau wisata yang tidak berbahaya atau masih bisa jaga jarak itu sedang kita evaluasi persyaratan dan protokolnya. Ada juga yang mengajukan ke kami dengan protokol kesehatan,”

“Jadi ada yang belum buka sama sekali tapi ada yang boleh buka dengan protokol kesehatan. Seperti Taman Safari sudah mengajukan jadi Taman Safari buka hanya boleh melihat dari luar pakai mobil. Tapi permainan dan wanaha airnya belum boleh,” ungkap Ade Yasin.

Saat ini, tahapan tersebut masih dalam sosiali dan perancangan aturan sekaligus sanksi bagi yang melanggar dalam fase penyesuaian ini. Pada intinya, yang baru dibuka adalah tempat ibadah.

“Ini (pelonggaran wisata) masih tahap sosialisasi dan juga mematangkan protokol kesehatannya jadi dalam beberapa hari ini bisa selesai.

“Jadi besok yang baru boleh berjalan adalah tempat ibadah. Sesuai dengan nanti yang kita rumuskan. Longgar tapi tidak bebas, ada syarat-syarat tertentu dan sanksi yang akan diterapkan jika tempat itu melanggar,” pungkas Ade Yasin.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Pembangunan Hotel Sayaga Gak Kelar-Kelar, Upaya Peserta Lelang Menggugat

BERIMBANG.com Direktur PT Sabrina Jaya Abadi, Sabri Amiruddin yang mengikuti paket lelang kontruksi pembangunan Hotel Sayaga di Kabupaten Bogor mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, Jawa Barat.

Hal itu dibenarkan oleh pengacaranya, Alfonsus Bersady SH sembari memperlihatkan lembaran ber kop Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat Jasa Kontruksi (LBH MAJASSI), isinya materi gugatan, lengkap dengan surat kuasa yang telah ditanda tangani oleh beberapa pengacara termasuk dirinya. saat ditemui di PN Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis 04 Juni 2020.

Gugatan ditujukan kepada 5 tergugat: 1. Pejabat Pembuat Komitmen pekerjaan kontruksi pembangunan Hotel Sayaga tahap 1, 2. kelompok kerja Sayaga Wisata Bogor, 3. kuasa pungguna anggaran PT Sayaga Wisata Bogor, 4. pengguna anggaran PT Sayaga Wisata Bogor, 5. Pimpinan Unit Kerja Pengadaan Barang atau Jasa  UKPBJ Kabupaten Bogor.

Dalam materi gugatan dijelaskan perbuatan para tergugat yang telah menambahkan persyaratan tambahan dalam tender pekerjaan kontruksi pembangunan hotel sayaga tahap 1 (tender ulang) adalah Perbuatan Melawan Hukum.

Seperti dikutip dalam materi gugatan, “Karena Hilangnya kesempatan untuk memasukan penawaran harga dengan adanya persyaratan tambahan dan hilangnya kesempatan untuk memenangkan tender,”

“Hari ini (04/06) sidang resmi,” kata Alfonsus, “Sidang ditunda, karena tergugat 1 sampai dengan 5 tidak ada yang hadir,” ujar dia, “dipanggil lagi tanggal 11 (juni 2020),”

Disisi lain seperti diketahui, PT Sayaga Wisata Bogor membatalkan tender pengerjaan konstruksi pembangunan Hotel Sayaga tahap 1 (tender ulang) dengan nilai pagu paket Rp 17.7 milyar, milik pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Melalui Berita Acara Gagal Tender (BAGT), nomor: 027/107/BAGT/POKJA SWB/V/2020. dengan nama pekerjaan: Konstruksi pembangunan Hotel Sayaga tahap 1 (tender ulang), Lokasi: Kecamatan Cibinong, sumber dana: BUMD, Tahun Anggaran: 2020.

Menurut isi BAGT itu, berdasarkan surat dari PT Sayaga Wisata Bogor, Nomor: 022/B/SWB/V/2020, tanggal 27 mei 2020 perihal: Jawaban Nota Dinas Ketua Pokja ULP, maka panitia Pokja Sayaga Wisata Bogor menyatakan paket pekerjaan kontruksi pembangunan hotel sayaga tahap 1 (tender ulang) gagal tender.

Beberapa waktu lalu redaksi berupaya menghubungi Kepala ULPBJ kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji tidak menjawab konfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, hingga berita ini dimuat.

(Tengku Yusrizal)

Bogor

Sidang Paripurna HJB ke-538 Berlangsung Khidmat dan Sederhana

BERIMBAMG.com Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor pada Hari Jadi Bogor (HJB) ke 538 tahun berbeda dari biasanya.

Para anggota dewan, Bupati dan Wakil Bupati Bogor mengunakan pakaian adat Jawa Barat dan bahasa sunda, sementara tamu undangan menyaksikan sidang paripurna tersebut secara virtual.

Sidang Paripurna Istimewa HJB ke 538 yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (03/06/2020).

Dalam sambutannya Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan tema peringatan HJB ke 538 adalah solidaritas untuk kebangkitan Kabupaten Bogor. Tema ini kiranya sangat relevan dalam masa yang penuh keperihatinan dan tantangan.

Kata dia, Tidak seperti biasanya, HJB tahun ini dirayakan dalam kesederhanaan, bukan dengan pesta dan gegap gempita, melainkan penuh doa.

“Sejak awal tahun 2020, serangkaian musibah bencana alam seperti banjir bandang dan longsor menimpa sebagian wilayah Kabupaten Bogor,”

“Selanjutnya disusul dengan pandemi wabah Covid-19. Bahkan berdasarkan prediksi BMKG beberapa bulan kedepan kita akan menghadapi kemarau panjang”, kata Ade Yasin.

Oleh sebab itu, menurut Ade Yasin, HJB ke 538 tahun ini dijadikan sebagai momentum untuk melakukan refleksi, sudah sejauh mana upaya dalam menghadapi masa sulit ini,

“Sejauhmana kita berkontribusi, serta persiapan apa yang telah kita lakukan untuk menghadapi hari-hari kedepan,” katanya.

Ade Yasin juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua elemen masyarakat yang telah bersedia menjalankan tugas di luar rumah pada masa pandemi dengan penuh resiko.

“Pengorbanan dan kerja keras sangat berharga, setiap upaya yang dilakukan telah membawa kita semua pada kondisi yang semakin membaik,” kata Ade.

Lanjut dia, juga kepada semua pihak dari berbagai kalangan di Kabupaten Bogor yang telah menunjukkan kepedulian dengan memberikan sumbangsih waktu, tenaga, pemikiran, dana, alat kesehatan dan sembako bagi masyarakat tedampak.

“Saya mengucapkan terima kasih serta memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kontribusi dan partisipasi dalam percepatan penanganan Covid – 19 di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Selaku Bupati, Ade Yasin mengingatkan, perjuangan belum selesai. Belum ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Sampai saat ini pun vaksin belum ditemukan,

“maka yang terbaik yang dapat kita lakukan saat ini adalah bersiap untuk memasuki fase adaptasi kebiasaan baru dan berjuang terus melawan penyebaran Covid 19 dengan menjadikan protokol kesehatan sebagai kebiasaan hidup kita sehari-hari. Karena protokol kesehatan adalah senjata utama kita dalam perang melawan pandemi,” terang Ade.

Menutup sambutannya, Bupati Bogor mengatakan dirgahayu Kabupaten Bogor ke 538, “semoga masa sulit ini dapat segera kita lewati,”

“sehingga dapat kita raih kembali cita-cita Kabupaten Bogor Pancakarsa yang tertunda yaitu karsa Bogor cerdas, karsa Bogor sehat, karsa Bogor maju, karsa Bogor membangun dan karsa Bogor berkeadaban demi terwujud Kabupaten Bogor termaju, nyaman dan berkeadaban,” pungkasnya.

(Andi/Rido/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Sterilisasi Pasar Cileungsi

BERIMBANG.com Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor kembali melakukan, sterilisasi pasar tradisional Cileungsi, penyemprotan Disinfektan dan tes massal kepada ratusan pedagang Pasar Cileungsi, mengingat adanya tujuh kasus positif Covid-19 dari klaster Pasar Cileungsi.

Ketua Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kecamatan Cileungsi, Zainal Ashari, mengatakan sesuai intruksi dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor bahwa pada hari ini Minggu (31/5/2020) kembali dilakukan tes massal ke 330 pedagang Pasar Cileungsi.

“Kita pada kesempatan ini melakukan tes massal Swab sebanyak 30 dan Rapid 300 ke semua pedagang pasar, mengingat kemarin baru dilaksanakan swab ke 35 pedagang ternyata muncul yang positif sebanyak tujuh orang,” kata Zainal yang juga merupakan Camat Cileungsi.

Dirinya berharap, dengan melakukan tes massal kepada para pedagang ini diharapkan bisa menekan angka positif Covid-19 di wilayah Cileungsi.

“Ini adalah upaya memutus mata rantai Covid-19, kita sekarang dilakukan tes massal terlebih dahulu yaitu dengan Rapid dan Swab test,” jelasnya.

Sebelumnya, Gugus Tugas Kabupaten Bogor pada hari Sabtu (30/5/2020) mengumumkan, sebanyak empat pedagang Pasar Cileungsi dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil Swab Test sebelumnya telah keluar.

Dari empat orang yang dinyatakan positif Covid-19 itu diantaranya, satu pedagang daging, satu pedagang ikan asin, dua orang pedagang buah.

Ada juga pedagang daging usia 30 tahun (meninggal dunia hasil positif Covid-19) yang juga menularkan ke istrinya usia 23 tahun dan saudaranya laki-laki usia 17 tahun, di Kecamatan Cileungsi.

Sementara itu, Direktur Operasional PD Pasar Tohaga, Doni Djatnika menegaskan bahwa tidak ada lagi pedagang dan pengunjung di area pasar guna rangkaian sterilisasi.

“penutupan yang dilakukan merupakan langkah terbaik dn bijaksana untuk kemaslahatan umat untuk memutus mata rantai virus corona Khususnya yang ada di area Pasar Cileungsi” jelas Doni

Bekerjasama dengan semua pihak, muspika Cileungsi, dan Gugus Covid-19 Tohaga akan memperketat protokoler pencegahan virus corona

“tidak ada toleransi, semua yang masuk pasar harus bermasker. Serta rapid test akan terus dilakukan karena kita mengacu pada protokoler kesehatan yang diterapkan Pemerintah Daerah,” tegasnya

Terakhir Doni menghimbau kepada seluruh pedagang dan pengunjung pasar khussnya Pasar Cileungsi untuk bisa menjaga diri serta terus menerapkan standae kesehatan yang sudah di tetapkan pemerintah

“Sayangi diri, keluarga dan lingkungan sekitar dengan terus menerapkan protokol pencehagan Covid-19,” pungkas Doni.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Kabupaten Bogor Mantapkan Persiapan New Normal

BERIMBANG.com Bupati Bogor Ade Yasin, lakukan kajian persiapan new normal, dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan sejumlah kepala OPD. yang direncanakan akan diterapkan pada awal Juni 2020.

Melalui rapat evaluasi PSBB dan Persiapan new normal di ruang rapat Bupati Bogor, kemarin, Kamis (28/05/2020).

Ade Yasin menjelaskan, rakor kajian dilakukan dalam rangka persiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memasuki fase new normal pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bogor yang akan berakhir pada 29 Mei 2020 nanti.

“Kajian ini sangat penting sebagai upaya kita dalam mempersiapkan fase new normal di Kabupaten Bogor. Dua hari kedepan ini jadi persiapan kami untuk memasuki fase new normal. Karena kita harus sesuaikan dengan Peraturan Presiden (Perpres) kaitan dengan new normal,”

“Persiapan harus dilakukan dengan matang dengan kajian yang optimal dan ketat. Karena dalam kondisi pandemi covid-19 ini, supaya pemberlakuan new normal ini jangan sampai  menambah kenaikan kurva covid-19 di Kabupaten Bogor,” terang Ade.

Perempuan nomor satu di Bumi Tegar Beriman yang akrab disapa Ade menegaskan, edukasi kepada masyarakat harus intens dilakukan kaitan dengan fase new normal.

Karena new normal merupakan hidup normal dengan batasan dan aturan. Salah satunya wajib menggunakan masker saat aktifitas diluar rumah. Wajib lakukan Pola Hidp Bersih dan Sehat (PHBS) dan rajin mencuci tangan.

“New normal bukan berarti hidup normal 100 persen. Makanya perlu sosialisasi dan edukasi secara intens kepada masyarakat. Karena new normal adalah hidup dengan aturan dan batasan salah satunya protokol kesehatan,” kata Ade.

Lanjutnya, untuk menekan angka kurva penyebaran covid-19 sebelum memasuki fase new normal. Pihaknya juga terus melakukan rapid tes, dan PCR terus menerus secara masif.

Bahkan berdasarkan  data gugus tugas covid-19 di Kabupaten Bogor selama tiga hari tidak ada penambahan kasus positif covid-19.

“Alhamdulilah tiga hari berturut-turut tidak ada penambahan kasus positif baru. Mudah-mudahan ini bisa terus menurun,” ungkap Ade.

Menurutnya, kalaupun semua sudah buka dan beroperasi kembali akan ada penjagaan dan protokol kesehatan yang ketat. Dengan melibatkan TNI, Polri dan jajaran petugas Pemkab Bogor.

“Wajib pakai masker, jika melanggar mereka akan diberikansangksi tegas. Karena konsep new normal ini bagaimana kita mampu mensosialisasikan dan menerapkan protokol kesehatan. New normal harus menyelamatkan bukan mencelakakan,” imbuhnya.

Berkaitan dengan aktifitas masyarakat pada fase new normal mendatang. Untuk sektor usaha, mall, tempat wisata, restoran maupun sekolah masih dalam proses kajian yang melibatkan sejumlah instansi terkait. Baik waktu operasional maupun sistem shift bagi anak sekolah.

“Untuk dunia pendidikan kita sudah koordinasikan dengan Disdik bagaimana kajiannya. Untuk ASN, BKPP sedang susun kajiannya,”

“Sementara untuk sektor usaha, wisata mall dan lainnya. Perlahan-lahan kita akan buka setelah ada kajiannya. Kedepan untuk jam operasional juga akan ada batasan. Serta pemberlakuan 50 persen, untuk mencegah terjadinya kerumunan yang cukup besar,” pungkas Ade Yasin.

(Dewi/Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)